View of KEDAULATAN DAN YURIDIKSI NEGARA DALAM PRESPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL: SENGKETA PERAIRAN KEPULAUAN NATUNA
Teks penuh
Dokumen terkait
Strategi Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Potensi Ancaman Asimetris Di Wilayah Flight Information Region (Fir) Kepulauan Riau Dan Natuna| Sofa, Dwiyanto, Waluyo | 237 laporan
Implikasi Hukum Internasional pada Flight Information Region (FIR) Singapura atas Wilayah Udara Indonesia Terhadap Kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Tinjauan Yuridis Mengenai Pengelolaan Flight Information Region (FIR) Kepulauan Natuna dan Riau
pihak menyelesaikan sengketanya melalui cara-cara penyelesaian sengketa yang dikenal dalam hukum (perdagangan) internasional, yakni negosiasi, mediasi, konsiliasi, arbitrase,
Jawahir Thontowi dan Pranoto Iskandar dalam bukunya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kedaulatan atas wilayah adalah kewenangan yang dimiliki suatu negara
Penyelesaian sengketa pembatasan wilayah Kashmir menurut hukum internasional adalah memutuskan PBB untuk mencoba pendekatan baru yaitu dengan mengirimkan perwakilan
“Penyelesaian Kasus Pelanggaran Hukum Di Perairan Natuna Yang Dilakukan Oleh Kapal Asing Vietnam Dalam Perspektif Hukum Laut Internasional.” Jurnal Selat 71: 98–117.. “Penyelesaian
KESIMPULAN Dengan diterapkannya Konvensi Hukum Laut Internasional atau UNCLOS 1982 dalam penyelesaian sengketa Zona Ekonomi Eksklusif ZEE di Laut Natuna Utara antara Indonesia dan