PERUBAHAN DAN
PERUBAHAN DAN
PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
ORGANISASI
ORGANISASI
Di Susun Oleh
Di Susun Oleh
ARSYAH RAGA PANDAWA
ARSYAH RAGA PANDAWA
NPM : 1312015002
NPM : 1312015002
PROGDI / SEMESTER : MANAJEMEN / 6
PROGDI / SEMESTER : MANAJEMEN / 6
PERUBAHAN DAN
PERUBAHAN DAN
PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
ORGANISASI
ORGANISASI
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara
yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan
yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan
dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan
dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan
aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku
aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku
dalam organisasi.
dalam organisasi.
Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang
masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang
berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
pengoperasian pada semua tingkatan.
Penolakan Terhadap
Penolakan Terhadap
Perubahan
Perubahan
Perubahan memang tidak dapat dipisahkan dari
Perubahan memang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia, terutama dalam mencapai suatu
kehidupan manusia, terutama dalam mencapai suatu
tujuan tertentu yang dicita-citakan. Namun dalam
tujuan tertentu yang dicita-citakan. Namun dalam
mencapai perubahan terdapat problematika yang
mencapai perubahan terdapat problematika yang
sangat mendasar dan sering kali terjadi, yakni
sangat mendasar dan sering kali terjadi, yakni
penolakan terhadap perubahan. Istilah yang sangat
penolakan terhadap perubahan. Istilah yang sangat
populer dalam manajemen adalah resistensi
populer dalam manajemen adalah resistensi
perubahan (resistance to change). Penolakan atas
perubahan (resistance to change). Penolakan atas
perubahan tidak selalu negatif karena justru adanya
perubahan tidak selalu negatif karena justru adanya
penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa
penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa
dilakukan secara sembarangan.
Cara Mengatasi
Cara Mengatasi
Penolakan Terhadap
Penolakan Terhadap
Perubahan
Perubahan
1. Komunikasi 1. Komunikasi
Komunikasi berfungsi sebagai kendali, motivasi, pernyataan emosi, dan Komunikasi berfungsi sebagai kendali, motivasi, pernyataan emosi, dan
informasi dalam mencapai tujuan. Begitu pula dalam menyelesaikan masalah informasi dalam mencapai tujuan. Begitu pula dalam menyelesaikan masalah penolakan perubahan yang memerlukan konsep komunikasi yang efektif
penolakan perubahan yang memerlukan konsep komunikasi yang efektif
2. Partisipasi 2. Partisipasi
Untuk mensosialisasikan perubahan yang dimaksud, sebaiknya seorang Untuk mensosialisasikan perubahan yang dimaksud, sebaiknya seorang pemimpin mengikutsertakan seluruh pihak untuk berpartisipasi secara pemimpin mengikutsertakan seluruh pihak untuk berpartisipasi secara
langsung. Hal tersebut bertujuan agar proses perubahan dapat diterima lebih langsung. Hal tersebut bertujuan agar proses perubahan dapat diterima lebih mudah oleh seluruh anggota organisasi. Dalam hal ini pemimpin tidak turun mudah oleh seluruh anggota organisasi. Dalam hal ini pemimpin tidak turun tangan secara langsung melainkan hanya sebagai fasilitator dalam
tangan secara langsung melainkan hanya sebagai fasilitator dalam perubahan.
perubahan.
3. Jaminan 3. Jaminan
4. Alasan yang tepat / kepastian 4. Alasan yang tepat / kepastian
Selain jaminan, sebaiknya seorang pemimpin perubahan dapat menjelaskan alasan Selain jaminan, sebaiknya seorang pemimpin perubahan dapat menjelaskan alasan yang tepat sebagai tujuan diadakannya perubahan tersebut dan kepastian yang yang tepat sebagai tujuan diadakannya perubahan tersebut dan kepastian yang dapat mengurangi tingkat penolakan.
dapat mengurangi tingkat penolakan.
5. Negosiasi 5. Negosiasi
Negosiasi merupakan salah satu cara yang dirasa efektif yang dapat dilakukan pada Negosiasi merupakan salah satu cara yang dirasa efektif yang dapat dilakukan pada pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika pihak yang pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika pihak yang menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat
menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat pekerja.
pekerja.
6. Reward 6. Reward
Dengan adanya negosiasi, maka akan diperoleh suatu keputusan. Biasanya pihak Dengan adanya negosiasi, maka akan diperoleh suatu keputusan. Biasanya pihak penentang perubahan akan ditawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan penentang perubahan akan ditawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka. Keinginan tersebut dapat dikatakan sebagai reward agar tidak terjadi mereka. Keinginan tersebut dapat dikatakan sebagai reward agar tidak terjadi penentangan terhadap perubahan.
penentangan terhadap perubahan.
7. Penggunaan kekuatan 7. Penggunaan kekuatan
Penggunaan kekuatan merupakan taktik terakhir jika penentangan terhadap Penggunaan kekuatan merupakan taktik terakhir jika penentangan terhadap perubahan tersebut masih ada. Berikan ancaman dan jatuhkan hukuman bagi perubahan tersebut masih ada. Berikan ancaman dan jatuhkan hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya perubahan.
TANTANGAN
TANTANGAN
PERUBAHAN
PERUBAHAN
Penolakan atas perubahan tidak selalu
Penolakan atas perubahan tidak selalu
muncul dipermukaan dalam bentuk yang
muncul dipermukaan dalam bentuk yang
standar. Penolakan bisa jelas kelihatan
standar. Penolakan bisa jelas kelihatan
(eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan
(eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan
protes, mengancam mogok, demonstrasi,
protes, mengancam mogok, demonstrasi,
dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat
dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat
(implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas
(implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas
pada organisasi berkurang, motivasi kerja
pada organisasi berkurang, motivasi kerja
menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat
menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat
absensi meningkat, dan lain sebagainya.
PENOLAKAN
PENOLAKAN
INDIVIDUAL
INDIVIDUAL
Kebiasaan. Kebiasaan.
Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman, menyenangkan. Bangun pukul 5 karena kita merasa nyaman, menyenangkan. Bangun pukul 5 pagi, ke kantor pukul 7, bekerja, dan pulang pukul 4 sore. pagi, ke kantor pukul 7, bekerja, dan pulang pukul 4 sore.
Istirahat, nonton TV, dan tidur pukul 10 malam. Begitu terus kita Istirahat, nonton TV, dan tidur pukul 10 malam. Begitu terus kita lakukan sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika lakukan sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika perubahan berpengaruh besar terhadap pola kehidupan tadi maka perubahan berpengaruh besar terhadap pola kehidupan tadi maka muncul mekanisme diri, yaitu penolakan.
muncul mekanisme diri, yaitu penolakan.
Rasa aman. Rasa aman.
Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa aman, dan kita Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa aman, dan kita memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat karya menolak perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat karya ke padat modal memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai. ke padat modal memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai.
Faktor ekonomi.
Faktor ekonomi.
Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah soal
Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah soal
menurun-nya pendapatan. Pegawai menolak konsep 5 hari kerja karena
menurun-nya pendapatan. Pegawai menolak konsep 5 hari kerja karena
akan kehilangan upah lembur.
akan kehilangan upah lembur.
Takut akan sesuatu yang tidak diketahui.
Takut akan sesuatu yang tidak diketahui.
Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena
Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena
itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan. Kalau kondisi sekarang
itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan. Kalau kondisi sekarang
sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti, maka orang
sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti, maka orang
akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.
akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.
Persepsi.
Persepsi.
Persepsi cara pandang individu terhadap dunia sekitarnya. Cara pandang
Persepsi cara pandang individu terhadap dunia sekitarnya. Cara pandang
ini mempengaruhi sikap. Pada awalnya program keluarga berencana
ini mempengaruhi sikap. Pada awalnya program keluarga berencana
banyak ditolak oleh masyarakat, karena banyak yang memandang
banyak ditolak oleh masyarakat, karena banyak yang memandang
program ini bertentangan dengan ajaran agama, sehingga menimbulkan
program ini bertentangan dengan ajaran agama, sehingga menimbulkan
sikap negatif.
sikap negatif.
PENOLAKAN
PENOLAKAN
ORGANISASIONAL
ORGANISASIONAL
Inersia struktural.
Inersia struktural.
Artinya penolakan yang terstrukur. Organisasi,
Artinya penolakan yang terstrukur. Organisasi,
lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian
lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian
tugas, disiplin, dan lain sebagainya menghasil- kan
tugas, disiplin, dan lain sebagainya menghasil- kan
stabilitas. Jika perubahan dilakukan, maka besar
stabilitas. Jika perubahan dilakukan, maka besar
kemungkinan stabilitas terganggu.
kemungkinan stabilitas terganggu.
Fokus perubahan berdampak luas.
Fokus perubahan berdampak luas.
Perubahan dalam organisasi tidak mungkin terjadi
Perubahan dalam organisasi tidak mungkin terjadi
hanya difokuskan pada satu bagian saja karena
hanya difokuskan pada satu bagian saja karena
organisasi merupakan suatu sistem. Jika satu bagian
organisasi merupakan suatu sistem. Jika satu bagian
dubah maka bagian lain pun terpengaruh olehnya. Jika
dubah maka bagian lain pun terpengaruh olehnya. Jika
manajemen mengubah proses kerja dengan teknologi
manajemen mengubah proses kerja dengan teknologi
baru tanpa mengubah struktur organisasinya, maka
baru tanpa mengubah struktur organisasinya, maka
perubahan sulit berjalan lancar.
Inersia kelompok kerja.
Inersia kelompok kerja.
Walau ketika individu mau mengubah perilakunya, norma
Walau ketika individu mau mengubah perilakunya, norma
kelompok punya potensi untuk menghalanginya. Sebagai anggota
kelompok punya potensi untuk menghalanginya. Sebagai anggota
serikat pekerja, walau sebagai pribadi kita setuju atas suatu
serikat pekerja, walau sebagai pribadi kita setuju atas suatu
perubahan, namun jika perubahan itu tidak sesuai dengan norma
perubahan, namun jika perubahan itu tidak sesuai dengan norma
serikat kerja, maka dukungan individual menjadi lemah.
serikat kerja, maka dukungan individual menjadi lemah.
Ancaman terhadap keahlian.
Ancaman terhadap keahlian.
Perubahan dalam pola organisasional bisa mengancam keakhlian
Perubahan dalam pola organisasional bisa mengancam keakhlian
kelompok kerja tertentu. Misalnya, penggunaan komputer untuk
kelompok kerja tertentu. Misalnya, penggunaan komputer untuk
merancang suatu desain, mengancam kedudukan para juru
merancang suatu desain, mengancam kedudukan para juru
gambar.
Ancaman terhadap hubungan kekuasaan yang
Ancaman terhadap hubungan kekuasaan yang
telah mapan.
telah mapan.
Mengintroduksi sistem pengambilan keputusan
Mengintroduksi sistem pengambilan keputusan
partisipatif seringkali bisa dipandang sebagai
partisipatif seringkali bisa dipandang sebagai
ancaman kewenangan para penyelia dan manajer
ancaman kewenangan para penyelia dan manajer
tingkat menengah.
tingkat menengah.