• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Hakikat Dan Prinsip Demokrasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengertian Hakikat Dan Prinsip Demokrasi"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

DEMOKRASI

DISUSUN OLEH:

1. Najib Zamroni (15840082)

2. Mochamad Aldy Afrizal (15840060)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

PRODI AKUNTANSI SYARIAH (B)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

(2)
(3)

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta karunia-Nyalah maka pembuatan makalah yang mengulas tentang “Demokrasi” ini dapat berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan yang menyulitkan.

Shalawat serta salam tidak lupa selalu terpanjatkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya di Al-Yaumul Kiyamah nanti dan semoga kita semua diakui sebagai umat beliau.

Makalah ini megulas demokrasi, yang penulis tujukan kepada:

1. Bapak Imam Ghazali selaku dosen pembimbing mata kuliah Pancasila

Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Judul……….. i

Prakata………. ii

Daftar Isi……… iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Hakikat Demokrasi

2.2 Prinsip-Prinsip Demokrasi

2.3 Parameter Demokrasi

2.4 Sejarah Perkembangan Demokrasi

2.5 Model-Model Demokrasi

2.6 Unsur-Unsur Penegak Demokrasi

2.7 Keunggulan Demokrasi

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era pasca Perang Dunia ke-2, demokrasi memegang peranan penting dalam berdiri dan tegaknya suatu negara. Demokrasi dijadikan sumber acuan untuk memutuskan suatu permasalahan. Didalamnya, suatu negara atau golongan yang menggunakan sistem demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Pada masa sekarang ini, istilah demokrasi sudah menjadi kosakata umum bagi siapa saja. Namun, seringkali istilah demokrasi masih sering disalah artikan. Dari golongan cendekiawan maupun kaum awam mempunyai pemahaman yang berbeda-beda dengan pengertian masing-masing. Maka dari itu, dibuatlah makalah ini untuk menyatukan pendapat yang berbeda-beda demi satu tujuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1.2 Rumusan Masalah

Sejalan dengan latar belakang masalah diatas, penulis menuliskan rumusan masalah sebagai berikut;

1. Apa maksud dan pengertian demokrasi? 2. Bagaimana prinsip-prinsip demokrasi? 3. Apa parameter demokrasi?

4. Bagaiman sejarah perkembangan demokrasi? 5. Apa saja model-model demokrasi?

6. Apa saja unsur penegak demokrasi?

(6)

1.3 Tujuan dan Manfaat

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut;

1. Mengetahui definisi demokrasi

2. Mengetahui prinsip-prinsip demokrasi yang sebenarnya 3. Mengetahui apa saja parameter demokrasi

4. Mengetahui sejarah perkembangan demokrasi 5. Mengetahui model-model demokrasi

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian dan Hakikat Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah taraf hidup bersama dan untuk kepentingan bersama dengan satu tujuan yang sama. Didalamnya, demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Pengertian demokrasi menurut para ahli;

1. Abraham Lincoln

Demokrasi adalah system pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

2. Charles Costello

Demokrasi adalah system sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak warga negara.

3. John L. Esposito

(8)

4. Hans Kelsen

Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang

melaksanakan kekuasaan negara adalah wakil-wakil terpilih. Dimana rakyat telah yakin, dimana segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatikan didalam melaksanakan kekuasaan negara.

Hakikat demokrasi adalah peran utama rakyat dalam proses sosial politik. Hal ini sesuai dengan tiga pilar penegak demokrasi, yaitu pemerintahan dari rakyat (government of the people), pemerintahan oleh rakyat (government by the people) dan pemerintahan untuk rakyat (government for the people). Jadi, untuk dikatakan sebagai Negara yang demokratis maka ketiga hal ini harus terpenuhi dalam suatu Negara.

2.2. Prinsip-Prinsip Demokrasi

Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi, yaitu :

a. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik. b. Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.

c. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara.

d. Penghormatan terhadap supremasi hukum.

Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law), antara lain sebagai berikut :

a. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang; b. Kedudukan yang sama dalam hukum;

(9)

2.3. Parameter Demokrasi

Parameter untuk mengukur demokrasi dapat dilihat dari empat hal, yaitu:

a. Pembentukan pemerintahan melalui pemilu b. System pertanggungjawaban pemerintahan

c. Pengaturann system dan distribusi kekuasaan Negara. d. Pengawasan oleh rakyat.

2.4. Sejarah Perkembangan Demokrasi

Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem

“demokrasi” di banyak negara.

Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator

perkembangan politik suatu negara.

Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya

(10)

Prinsip semacam trias politika ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.

Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat.

Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang

mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.

2.5. Model-Model Demokrasi

Sklar mengajukan 5 corak atau model demokrasi yaitu demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi sosial, demokrasi partisipasi, dan demokrasi konstitusional.

Penjelasan 5 model demokrasi tersebut sebagai berikut:

a. Demokrasi liberal

(11)

Banyak negara Afrika menerapkan model ini tapi hanya sedikit yang bertahan.

b. Demokrasi terpimpin

Para pemimpin percaya bahwa semua tindakan mereka dipercaya rakyat tetapi menolak pemilihan umum yang bersaing sebagai kendaraan untuk menduduki kekuasaan.

c. Demokrasi sosial

Demokrasi yang menaruh kepedulian pada keadilan sosial dan egalitarianisme bagi persyaratan untuk memperoleh

kepercayaan politik

d. Demokrasi partisipasi

Menekankan hubungan timbal balik antara pengguasa dan yang dikuasai.

e. Demokrasi konstitusional

Menekankan proteksi khusus bagi kelompok-kelompok budaya yang menekankan kerja sama yang erat diantara elit yang mewakili bagian budaya masyarakat utama.

2.6. Unsur-Unsur Penegak Demokrasi

(12)

Negara hukum bersandar pada keyakinan bahwa kekuasaan negara harus dijalankan atas dasar hukum yang adil dan baik. Ada dua unsur dalam negara hukum, yaitu pertama: hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah tidak berdasarkan kekuasaan melainkan berdasarkan suatu norma objektif, yang juga mengikat pihak yang memerintah; kedua: norma objektif itu harus memenuhi syarat bahwa tidak hanya secara formal, melainkan dapat dipertahankan berhadapan dengan idea hukum.

Hukum menjadi landasan tindakan setiap negara. Ada empat alasan mengapa negara menyelenggarakan dan menjalankan tugasnya berdasarkan hukum

- Demi kepastian hukum

- Tuntutan perlakuan yang sama - Legitimasi demokrasi

- Tuntutan akal budi

Negara hukum berarti alat-alat negara mempergunakan kekuasaannya hanya sejauh berdasarkan hukum yang berlaku dan dengan cara yang ditentukan dalam hukum itu. Dalam negara hukum, tujuan suatu perkara adalah agar dijatuhi putusan sesuai dengan kebenaran. Tujuan suatu perkara adalah untuk memastikan kebenaran, maka semua pihak berhak atas pembelaan atau bantuan hukum.

2. Masyarakat madani

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi norma, nilai-nilai, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan teknologi yang beradab, iman dan ilmu.

(13)

demokrasi. Sebab salah satu syarat penting bagi demokrasi adalah terciptanya partisipasi masyarakat dalam proses-proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh negara atau pemerintah.

CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI

Masyarakat madani memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Free public sphere (ruang publik yang bebas)

Ruang publik yang diartikan sebagai wilayah dimana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, warga negara berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta memublikasikan pendapat, berserikat, berkumpul serta memublikasikan informasi kepada public.

b. Demokratisasi

Menurut Neera Candoke, masyarakat sosial berkaitan dengan wacana kritik rasional masyarakat yang secara ekspisit mensyaratkan tumbuhnya demokrasi., dalam kerangka ini hanya negara demokratis yang mampu menjamin masyarakat madani. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi :

(14)

aktivitas yang dilakukan oleh orang atau kelompok masyarakat yang lain yang berbeda.

d. Pluralisme

Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima kenyataan disertai sikap tulus bahwa masyarakat itu majemuk. Kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat tuhan.

e. Keadilan Sosial (Social justice)

Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban setiap warga dan negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

f. Partisipasi sosial

Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik bagi terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi apabila tersedia iklim yang memunkinkan otonomi individu terjaga.

g. Supermasi hukum

Penghargaan terhadap supermasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan, keadilan harus diposisikan secara netral, artinya tidak ada pengecualian untuk memperoleh kebenaran di atas hukum.

3. Infrastruktur politik

Infrastruktur politik atau organisasi sosial politik merupakan kompleksitas dari hal-hal yang bersangkut paut dengan pengelompokan warga negara atau anggota masyrakat ke dalam berbagai macam golongan yang biasanya disebut kekuatan sosial politik dalam masyrakat. Infrastruktur politik terdiri dari komponen-komponen berikut, yaitu:

a. Partai politik

(15)

c. Kelompok penekanan/LSM

4. Pers yang bebas dan bertanggung jawab

Pers yang bebas dan bertanggung jawab merupakan konsep yang didambakan dalam pertumbuhan pers di Indonesia . Pers yang bebas dan merdeka di sini bukan bebas yang sebebas-bebasnya. Bebas dan merdeka dapat diartikan terbebas dari segala tekanan, paksaan atau penindasan dari pihak manapun termasuk pemerintah negara atau pihak-pihak tertentu. Dengan demikian, pers dapat bebas dan berekspresi tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun tetapi tidak mengabaikan etika, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, serta memegang teguh kode etik jurnalistik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

2.7. Keunggulan Demokrasi

1. Melindungi kepentingan rakyat

Demokrasi merupakan sistem yang melindungi

kepentingan rakyat. Kekuasaan yang sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang mewakili rakyat banyak.

Para wakil rakyat dipilih dan harus bertanggung jawab kepada rakyat yang memilihnya. Dengan cara ini, kepentingan sosial, ekonomi dan politik rakyat menjadi lebih terjamin di bawah demokrasi.

2. Berdasarkan prinsip kesetaraan

(16)

Semua rakyat memiliki hak sosial, politik dan ekonomi yang sama dan negara tidak boleh membedakan warga negara atas dasar kasta, agama, jenis kelamin, atau kepemilikan.

3. Stabilitas dan tanggung jawab dalam pemerintahan

Demokrasi dikenal sebagai sistem yang stabilitas dan efisien. Pemerintahan berjalan stabil karena didasarkan pada dukungan publik.

Dalam demokrasi perwakilan, wakil rakyat mendiskusikan masalah negara secara menyeluruh dan mengambil keputusan berdasarkan aspirasi rakyat.

Di bawah sistem monarki, elit kerajaan mengambil keputusan sesuai keinginannya sendiri. Sedangkan di bawah kediktatoran, diktator tidak melibatkan rakyat sama sekali dalam pengambilan keputusan.

4. Pendidikan politik kepada rakyat

Demokrasi bisa berfungsi sebagai sekolah pendidikan politik bagi rakyat. Rakyat akan ikut terdorong untuk mengambil bagian dalam urusan negara.

Pada saat pemilihan umum, partai politik mengusulkan kebijakan dan program untuk dinilai oleh rakyat. Hal ini pada akhirnya menciptakan kesadaran politik di kalangan masyarakat.

(17)

Karena demokrasi didasarkan pada kehendak publik, terdapat kemungkinan kecil terjadi pemberontakan rakyat. Para wakil dipilih oleh rakyat untuk melakukan urusan negara dengan dukungan rakyat.

Jika mereka tidak bekerja dengan baik atau tidak

memenuhi harapan rakyat, para wakil bisa saja tidak dipilih lagi dalam pemilu berikutnya. Dengan cara ini, rakyat tidak perlu melakukan pemberontakan saat menginginkan perubahan.

6. Pemerintahan stabil

Demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga penyelenggaraan negara berjalan didasarkan atas dukungan rakyat. Oleh karena itu, demokrasi dianggap lebih stabil daripada bentuk pemerintahan lain.

7. Membantu membentuk rakyat menjadi warga negara yang baik

Keberhasilan demokrasi terletak pada bertumbuhnya warga negara yang baik. Demokrasi menciptakan lingkungan yang tepat untuk pengembangan kepribadian dan

menumbuhkan kebiasaan yang baik. Dalam demokrasi, rakyat dilatih untuk memahami hak dan kewajiban mereka.

8. Berdasarkan opini publik

(18)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

(19)

dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Dengan digunakannya sistem pemerintahan demokrasi, diharapkan didalam menjalankan kekuasaannya, pemerintah melaksanakan tugasnya secara terbuka atau transparan sehingga dapat menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil dan damai.

DAFTAR PUSTAKA

http://mklh11demokrasi.blogspot.co.id/

wikipedia.org

http://teoripolitik.com/demokrasi-pengertian-dan-prinsip-demokrasi

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Dari grafik rata-rata delay seluruh jaringan pada penggunaan perangkat tiga router dan enam router diperoleh bahwa Protocol RIPng yang menggunakan IPv6 sebagai

Memberikan masukan berupa informasi dan mungkin juga saran kepada pihak-pihak yang berkompeten dalam hal perbankan syariah, maupun masyarakat umum mengenai suku bunga,

Pemanfaatan Rimpang Kunir Putih ( Curcuma zeduaria ) Sebagai Pengurang Kerusakan Struktur Mikroanatomi Hepar Mencit Akibat Alkohol. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 21 Tahun 2016 berpotensi merugikan kepentingan narapidana karena bagian pertimbangan tersebut menambahkan aturan mengenai

Upaya untuk meningkatkan mutu dange agar lebih seragam dan higenis, serta mengurangi biaya yang diperlukan pada proses pemanggangan, maka perlu dilakukan penelitian

Persentase kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi hukum dasar kimia secara keseluruhan di SMA Negeri Pontianak secara keseluruhan sebesar

Dengan demikian sebenarnya terdapat keyakinan yang kuat di kalangan orang Taa Vana, bahwa sakit itu merupakan gejala fisik, terdapat bagian dari tubuh (organ)

Narsisme merupakan salah satu sikap dimana individu, dalam hal ini perusahaan, mengunggulkan kemampuan yang dimiliki untuk memikat stakeholder seperti berusaha