S
KENARIOF
ASILITASISESI GURU PEMBELAJAR
Nama
kegiatan Waktu & durasi Tujuan Langkah Proses Perlengkapan
1. Selamat
datang (5’)
Peserta
memahami tujuan sesi
Ucapkan selamat datang.
Jelaskan tujuan sesi ( 5’)
Lakukan aktivitas penyemangat (energizer) bila perlu. Catatan: meski akan menambah waktu, lakukan bila peserta terlihat bosan atau kurang fokus.
2. Guru yang
Baik (20’)
Peserta menggali perspektifnya mengenai profil seorang guru yang baik, melalui refleksi pengalaman
pribadinya
Fasilitator membuka dengan bertanya: “Dalam perjalanan hidup Anda, siapa guru terbaik yang pernah mengajar Anda?”.
Fasilitator memodel dengan menceritakan secara sangat singkat siapa gurunya yang terbaik, dengan mendeskripsikan kualitas terbaik guru tsb. Contoh: guru terbaik yang pernah mengajar saya adalah Pak Rahmat. Waktu saya baru pindah ke sekolah itu, ada ulangan dan saya tidak siap. Akhirnya saya nyontek kepada teman sebangku saya. Akhirnya saya mendapat nilai 6. Lalu beliau memanggil saya ke ruangannya dan berkata, “Coba kau belajar, Bapak beri waktu 3 hari. Nanti kamu ulangan lagi, Bapak yakin kamu bisa mendapatkan nilai lebih dari ini”. Saya sangat tertampar, ternyata beliau tahu saya menyontek. Jadilah selama tiga hari saya jungkir balik belajar, dan ternyata saya mendapat nilai 8.5. Sejak itu saya tidak pernah nyontek lagi. ( 3’)
Minta peserta berpasangan dengan teman yang duduk di sebelahnya, dan saling menceritakan secara singkat. Waktu bercerita adalah 3 menit per orang. ( 7’ termasuk waktu ekstra karena biasanya ada peserta yang memerlukan waktu tambahan).
Debriefing (10’)
Fokuskan perhatian peserta ke depan kelas. Ajak peserta untuk berbagi dengan cara menceritakan guru terbaik yang diceritakan oleh pasangan kerjanya (bukan guru terbaik dirinya sendiri).
Catat kata kunci dari cerita peserta tsb. pada kertas flichart.
Undanglah beberapa peserta untuk bercerita, sedapat mungkin peserta yang ditunjuk beragam (perempuan – lelaki, posisi duduk dari sisi ruangan yang berbeda, tua-muda, dll.)
Fasilitasi proses menuju pemahaman bahwa guru yang terbaik pasti memiliki kualitas diri yang baik. Kualitas tersebut tidak hanya terkait dengan kompetensi teknis/akademik, tetapi banyak juga kualitas non-teknis terkait sikap dan perilaku, seperti pada cerita di atas.
Transisi ke tahapan berikutnya: Kita akan berdiskusi lebih lanjut mengenai kualitas guru, namun akan lebih spesifik membahas ciri guru yang selalu belajar atau guru pembelajar.
3.
Ciri Guru
Pembelajar (50’)
Peserta memahami dan menginternalisasi apa saja ciri seorang guru yang terus belajar
Peserta mampu menjelaskan pemahamannya kepada orang lain.
Pembagian kelompok (5’)
Bagi peserta menjadi kelompok dengan jumlah peserta tidak lebih dari 10 orang, demi efektivitas proses. Upayakan agar jumlah anggota kelompok berimbang dan terdiri dari peserta yang beragam. Upayakan mereka yang terlihat sudah akrab tidak duduk dalam satu kelompok. Salah satu cara sederhana membagi kelompok adalah dengan ‘berhitung’.
Masing-masing kelompok duduk bersama dalam lingkaran kecil.
Penjelasan proses (5’)
Kita sudah mengingat dan mengidentikasi profil guru terbaik yang pernah mengajar kita. Salah satu kualitas seorang guru yang baik adalah ia selalu belajar, tidak pernah putus belajar, tidak hanya terkait bidang studi yang diampu tetapi belajar mengenai berbagai, bahkan hal yang mungkin tidak secara langsung berkaitan dengan pelajaran.
Mari kita fokuskan pikiran kita pada profil seorang guru pembelajar. Seperti apa orangnya? Bayangkan ciri-cirinya.
Bila ada beberapa ciri yang terpikir oleh benak Anda, pilihlah dua ciri saja yang Anda anggap utama dan paling penting dalam menjadikan seseorang dapat disebut seorang guru pembelajar.
Tuliskan ciri yang Anda identifikasi tersebut di kartu metaplan dengan huruf berukuran besar agar terbaca dari jarak 1-1.5 meter.
PADA SATU LEMBAR KARTU TULISKAN HANYA SATU CIRI. Jadi setiap orang akan menghasilkan 2 kartu metaplan. Bila perlu, jelaskan bahwa nanti masukan akan dikategorikan, sehingga penting satu kartu hanya memuat satu pokok pikiran saja.
Peserta kemudian akan menempelkan kartu ciri tsb. di kertas flipchart. Proses curah pendapat #1: pembangkitan ide (berpikir divergen) (5’)
Bagikan kartu metaplan dan spidol
Peserta menuliskan pemikirannya, lalu menempelkan di kertas flipchar dan kembali ke tempat duduk masing-masing.
Proses curah pendapat #2: pengelompokan ide(berpikir konvergen) (20’)
Model cara mengelompokkan ide dengan menggunakan flipchart salah satu kelompok. Jangan lupa contohkan bila ada kartu yang isinya melenceng/tidak berkaitan dengan ciri/kualitas diri guru pembelajar (5’)
Minta masing-masing kelompok melakukan pengelompokan ide yang terkumpul.
Bila sudah, susunlah konsep ciri guru pembelajar kelompok Anda untuk dipresentasikan kepada kelompok lainnya. Tampilkan dalam bentuk poster bergambar.
Poster berisi gambar yang mengilustrasikan ciri dan dilengkapi dengan tulisan nama ciri tsb. Catatan: pada awal instruksi, beri waktu kerja 10 menit saja, pda menit ke-9 tanyakan apakah kelompok masih memerlukan waktu tambahan. Bila ya, berikan tambahan 3 menit. Bila setelah itu masih memerlukan waktu, beri tambahan 2 menit.
Kertas flipchart Flipchart stand
sebanyak kelompok. Bila tidak ada, kertas flipchart dapat ditempelkan di dinding dengan
masking tape Spidol
Sampaikan bahwa semua anggota kelompok perlu mampu mempresentasikan poster, tidak cuma 1-2 orang saja.
Belajar dari kelompok lain dengan metode anjangsana(15’)
Sampaikan bahwa salah satu sumber belajar adalah orang lain atau kolega. Mari kita belajar dari kelompok-kelompok yang lain.
Jelaskan cara melakukan anjangsana (3’) o Akan ada 3 kali anjangsana.
o Pada putaran #1 setiap kelompok memilih orang yang akan menjadi tuan dan nyonya rumah dan menerima kunjungan dari teman kelompok lain. Mereka bertugas menjelaskan konsep hasil diskusi kelompok. Jumlah orang adalah 1/3 jumlah anggota kelompok.
o Anggota lain dalam kelompok tsb. silakan mengunjungi kelompok lain. Mereka boleh berpencar ke tiga kelompok yang lain.
o Bila di satu kelompok pengunjungnya sudah banyak, carilah kelompok yang lain. o Waktu presentasi hanya 3 menit, jadi presentasi perlu singkat namun padat dan jelas.
o Setelah waktu 3 menit selesai, semua kembali ke kelompok masing-masing, dan atas aba-aba fasilitator akan dilakukan putaran selanjutnya.
o Untuk putaran berikutnya, kelompok menentukan 3 orang yang berbeda untuk menjadi tuan dan nyonya rumah.
Lakukan anjangsana sebanyak 3 putaran @3 menit plus 1 menit dialokasikan untuk perpindahan/ mobilisasi. (12’)
4. Upaya konkrit untuk menjadi guru pembelajar
(35)
Peserta mengidentifikasi perilaku dan usaha konkrit yang perlu dilakukan agar dirinya menjadi seorang guru pembelajar
Simpulkan ciri-ciri Guru Pembelajar (10’)
Tanyakan: “Jadi apa saja ciri Guru Pembelajar?:
Minta peserta menyebutkan ciri guru pembelajar secara singkat, tidak usah dengan penjelasan panjang lebar. Luruskan bila ada persepsi yang kurang pas, rangkum, bulatkan pemahaman.
Identifikasi upaya konkrit (25’)
Bila Anda akan mengembangkan diri menjadi seorang Guru Pembelajar, upaya konkrit apa saja yang bisa Anda lakukan? Bagaimana melakukannya? Siapa saja yang bisa Anda libatkan atau dimintai supportnya?
Mengidentifikasi upaya konkrit (5’)
Minta peserta secara individual mengidentifikasi tiga hal konkrit yang akan dilakukannya mulai saat itu. Ketiga hal tersebut haruslah sesuatu yang dapat langsung dia kerjakan, bukan sesuatu yang sifatnya makro dan/atau mengawang-awang.
BUKAN Contoh: Akan lebih banyak membaca. tidak spesifik dan tidak dapat diukur. Contoh: Menargetkan membaca minimal 1 buku setiap bulan dengan topik apa saja, dan menceritakan esensinya kepada seorang teman.
Ketiga hal konkrit tersebut disajikan menjadi mini poster yang dilengkapi dengan ilustrasi/simbol gambar, dan ditandatangani oleh peserta yang membuat, sebagai bentuk komitmen bahwa rencana langkah konkrit tersebut akan dilaksanakan ada kehidupan sehari-hari.
Berbagi hasil identifikasi upaya konkrit di pleno (10’)
o oleh orang sebelumnya. Ingatkan Tunjuk satu peserta untuk berbagi salah satu dari tiga butir. Tulis kata kunci di flipchart.
o Minta peserta lain menambahkan salah satu dari tiga butir pikirannya, tetapi yang belum disebutkan untuk tidak mengulangi butir yang sudah disebutkan.
Rangkum diskusi (10’)
o Seseorang belajar bila ia mau membuka hati dan pikirannya, dan mau melakukan langkah-langkah konkrit. Karenanya belajar hanya bisa terjadi bila motivasi datang dari dalam. o Pilih dan bentuklah lingkungan yang kondusif untuk belajar dimana anggotanya saling
menyemangati, membantu, menguatkan upaya konkrit untuk belajar.
o Sebagai guru kita tidak dapat mengajarkan kepada peserta didik sesuatu yang kita sendiri tidak miliki. Bagaimana kita bisa memotivasi anak-anak untuk cinta belajar bila kita sebagai gurunya tidak memancarkan kecintaan belajar dari dalam diri kita.
5. Diskusi persiapan sebagai fasilitator
(dilakukan pada pelatihan narsum, tidak di pelatihan guru sasaran)
(25’)
Peserta memahami peran fasilitator dalam proses sebelumnya, dan memiliki kesiapan untuk menjalankan sesi sebagai fasilitator secara mandiri.
Bagaimana perasaan Anda menjalani proses belajar tadi?
Lakukan kilas balik langkah proses. Apa yang berbeda terkait proses ini? Terkait hasilnya? o Elaborasikan.
o Diskusikan mengapa demikian.
o Persilakan peserta bertanya, diskusikan dan kuatkan pemahaman. o Kaitkan dengan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi).
Apa yang perlu dilakukan dan diperhatikan agar Anda siap melaksanakan sesi ini nanti?
Evaluasi dan umpan balik peserta kepada fasilitator.