ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

151  Download (0)

Teks penuh

(1)

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

(STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

ASEP FAIZ MUIZ 106051001787

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM JAKARTA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi yang berjudul “ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK

ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM

TAHUN 2009)” Telah di ujikan pada sidang Munaqosah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada tanggal 23 Juli 2010 . Skripsi ini telah diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S.1) pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Jakarta, 23 Juli, 2010

Sidang Munaqosah

Ketua Sidang

Drs. Wahidin Saputra, MA NIP. 19700903 199603 1 001

Sekretaris Sidang

Umi Musyarofah, MA NIP.19710816 199703 2 002 Anggota,

Pembimbing

Drs. Tarmi, MM NIP. 19460824 196510 1 001 Penguji I

Gun Gun Heryanto, M.Si NIP. 19760812 200501 1 005

Penguji II

(3)

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

(STUDI KASUS PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:

ASEP FAIZ MUIZ 106051001787

Di bawah Bimbingan :

Drs. Tarmi, MM NIP. 19460824 196510 1 001

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM JAKARTA

(4)

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata Satu (S1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. Semua Sumber yang penulis gunakan dalam penulisan ini telah penulis cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli penulis atau merupakan hasil jiplakan karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 28 Juni 2010

(5)

ABSTRAK Bismillahirahmanirahim

Kehidupan perpolitikan di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, sehingga membuat para politisi dan tokoh-tokoh politik berlomba untuk membuat suatu organisasi atau partai politik. Perbedaan ideologi, konsep dan karakteristik menjadi sebuah polemik tersendiri dalam merebut serta mencapai suara dan pendukung terbanyak. Munculnya partai-partai baru menambah makin luasnya dinamika politik bangsa ini. Tetapi justru membuat partai lama harus memutar otak agar tidak mudah tersaingi dari partai-partai baru.

Pencapaian tersebut perlu ditelaah dan dikaji agar masyarakat jangan mudah terjebak oleh rayuan-rayuan manis yang dikeluarkan oleh masing-masing partai politik. Penjelasan tersebut akan kita dapatkan setelah menelaah marketing politik dari tiap-tiap partai yang dalam hal ini partai yang penulis angkat adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

(6)

perjuangan politiknya pada para kader-kader militannya serta tanpa melupakan perhatiannya untuk merebut hati calon-calon kader yang baru.

Penulis merasa tertarik melakukan penelitian ini untuk mengetahui lebih jelas bagaimana sebuah partai baru (Partai Gerindra) bisa masuk dalam lima partai besar. Sedangkan PPP sebagai salah satu partai tertua di Indonesia belum pernah merasakan kemenangna secara mutlak. Inilah mengapa penulis mengkomparasikan keduanya dalam sebuah analisi komparatif marketing politik. Sebab yang penulis angkat dalam hal ini adalah seputar tentang marketing politik dari kedua partai tersebut.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis komparatif yang digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau realitas konsep, perjuangan politik serta karakteristik dari masing-masing partai tersebut. Agar memperoleh penjelasan yan lebih jelas dan mengena dalam penjabarannya komparasi tersebut dibatasi pada tahun 2008.

Berangkat dari hasil penelitian diketahui bahwa, masing-masing partai mempunyai aspek-aspek bisa diunggulkan serta kekurangannya. Seperti Partai Gerindra yang mengemas kampanye politiknya dengan mengumandangkan haluan dasar perjuangannya yaitu “Ekonomi Kerakyatan”. Sedangkan PPP lebih banyak

(7)

KATA PENGANTAR

Syukur al-Hamdulillah segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba-hamba-Nya, sehingga, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul :

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

(STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009) Sholawat serta salam, semoga tetap dilimpahkancurahkan kepada sang pemimpin dan proklamator Islam yaitu : Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, pengikutnya, dan umatnya.

Penulis menyadari bahwa berbagai kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh sebab itu, tanpa bantuan dari pihak yang turut serta dalam proses penulisan skripsi ini, maka penulis tidak akan mungkin dapat menyelesaikannya untuk mendapatkan gelar “Sarjana Komunikasi Islam” (S.Kom.I). untuk itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada :

(8)

2. Dr. Arief Subhan M.A sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, beserta segenap jajarannya yang tanpa bosan-bosannya membimbing kami dalam melaksanakan segala aktivitas perkuliahan.

3. Drs. Tarmi, MM selaku dosen pembimbing, yang selalu memberikan pengarahan pada penelitian skripsi ini, guna kelancaran dan kesuksesan penyelesaian tugas akhir ini.

4. DPP Partai Gerindra, Ibu Any selaku Kepala Divisi Pemberdayaan Kewanitaan, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Bapak Jojo selaku bagian penelitian dan pengembangan harian, yang sudah bersedia membantu secara sukarela dan penuh semangat memberikan bimbingan serta kemudahan kepada peneliti dalam merampungkan tugas akhir ini.

5. Drs. Jumroni, M.Si selaku ketua Jurusan Komunikasi Pemyiaran Islam (KPI), Ibu Umi Musyarafah, M.Ag selaku sekretaris Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, yang tidak pernah bosan membimbing peneliti dan kawan-kawan yang lain dalam segala urusan perkuliahan. Semoga kedepan jurusan KPI menjadi semakin berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas. 6. Seluruh Dosen dan Civitas Akademik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

komunikasi, atas segala ilmu yang telah diberikan sehingga dapat membentuk kesadaran peneliti dalam bentuk intelektualitas dan spiritualitas. 7. Seluruh Keluarga Besarku, Lely Zaenab S.Pd, Jamilah AMK, Vivih

(9)

hayatnya. Keponakanku yang tercinta Rifky, Safwa Audya, Adzka, Aufa dan Nahwan semoga selalu rajin belajar dan nurut sama Bapak dan Ibu. 8. Kawan-kawan pada Jurusan KPI angkatan 2006, wa bil khusus

kawan-kawan kelas B, yang selama kurang lebih 4 tahun kita belajar, diskusi dan tertawa bersama. Semoga kebersamaan ini dapat terus terjalin hingga seterusnya. Kawan-kawan di HMI dan kawan-kawan “LogiKa”, kita akan bertemu dalam perjuangan yang lebih luas lagi kawan!!!! God Bless You All…….

9. Drs. KH. Nuruddin Munawar Pesantren “Tapak Sunan” atas bekal iman dan ilmu yang telah diberikan.

10. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu, yang telah membantu peneliti merampungkan tugas akhir ini.

Tanpa bosan-bosannya peneliti haturkan terima kasih banyak kepada orang-orang hebat yang terlibat dalam pengerjaan skripsi ini, semoga Allah SWT memberikan rizki dan kasih saying yang berlimpah untuk mereka. Harapan peneliti mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi khalayak luas sekaligus menjadi bukti eksistensi peneliti di dunia ini.

Jakarta, 28 Juni 2010

(10)

OUTLINE

Analisis Komparatif Marketing Politik Antara

Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

(Studi Pada Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2009)

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

ABSTRAK ... iii

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan dan Perumusan Masalah ... 5

1. Pembatasan Masalah ... 5

2. Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

1. Tujuan Penelitian ... 6

2. Manfaat Penelitian ... 6

D. Metodologi Penelitian ... 6

1. Teknik Pengumpulan Data ... 7

a. Observasi ... 7

b. Wawancara ... 8

c. Dokumentasi ... 8

d. Teknik Analisa Data` ... 8

E. Tinjauan Pustaka ... 9

(11)

BAB II LANDASAN TEORITIS

A. Partai Politik ... 12

1. Pengertian Partai Politik Nasionalisme dan Partai Politik Islam ... 12

2. Teori Umum Mengenai Politik ... 16

a. Pola Pikir Partai Politik ... 16

b. Kesadaran Politik ... 17

c. Perjuangan Politik ... 19

d. Karakteristik Partai Politik ... 20

e. Fungsi Partai Politik ... 21

B. Komunikasi Politik ... 22

1. Pengertian Komunikasi Politik ... 22

2. Persuasi Politik ... 25

3. Marketing Politik ... 28

a. Pemasaran Politik ... 30

b. Kampanye Politik ... 31

c. Media Massa ... 33

BAB III PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA) DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A. Sejarah Berdirinya Partai ... 37

1. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ... 37

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ... 40

B. Visi dan Misi Partai ... 42

1. Visi dan Misi Partai GERINDRA... 42

2. Visi dan Misi Partai PPP ... 43

C. Prinsip Dasar Partai ... 46

1. Prinsip Dasar Partai GERINDRA ... 46

(12)

D. Karakteristik Partai... 51

1. Karakteristik Partai GERINDRA ... 51

2. Karakteristik Partai PPP ... 53

BAB IV ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) A. Marketing Mix Dalam Politik ... 58

1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ... 58

1.1 Program Pemasaran Partai Gerindra ... 69

a. Kekayaan Negara untuk Kemakmuran Rakyat ... 69

b. Mencapai Perekonomian yang Berdaulat, Adil dan Makmur ... 70

c. Melaksanakan Ekonomi Kerakyatan ... 70

d. Membangun Kedaulatan Pangan dan Energi .. 71

e. Menyelenggarakan Pemerintahan yang Tegas dan Efektif ... 72

f. Pendidikan, Kesehatan dan Kebudayaan ... 72

g. Membangun Infrastruktur untuk Rakyat di Pedesaan Melalui Delapan Progran Desa ... 73

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ... 74

A. Penguatan fungsi kelembagaan... 84

B. Menentukan prioritas program ... 84

C. Ideologisasi dalam gerakan partai ... 85

D. Silaturrahmi sebagai model pergerakan... 85

E. Kepemimpinan dan pola pengendalian pelaksanaan program ... 86

(13)

B. Persamaan dan Perbedaan dalam Komparatif

Marketing Politik ... 87 A. Persamaan ... 88 B. Perbedaan ... 91

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 96 B. Saran ... 97

(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah

Pada dasarnya Islam merupakan agama yang memudahkan bagi umatnya untuk melakukan semua hal-hal kebajikan, serta mewajibkan umatnya untuk terus melakukan kegiatan dakwah kepada manusia yang meyakini, memahami dan mengamalkannya. Dengan demikian ajaran Islam tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan dakwah, baik itu dakwah melalui pendidikan, sosial, politik, atau pun budaya. Sesuai dengan ungkapan Mahmud Yunus bahwa : “Dakwah itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting sekali untuk kehidupan suatu agama tidak akan tersebar satu aliran atau ideologi kecuali dengan dakwah, lenyaplah suatu mazhab disebabkan mengabaikan dakwah”.1

Kitab suci Al-Qur’an menyebutkan bahwa umat Islam sebagai penda’i dengan istilah lain, yaitu khairul ummah (umat pilihan dan paling baik). Hal ini disebabkan oleh posisi umat Islam sebagai penyeru, pengajak, dan pelopor pada kebajikan serta mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar (amar ma’ruf nahi mungkar). Untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar,

dakwah memerlukan media atau sarana penunjang, baik lisan, tulisan bahkan politik. Melalui media ini dakwah akan dapat disebarkan secara luas, selain juga dapat menerjemahkan perilaku kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai

1

(15)

2 dengan apa yang dikatakan oleh Endang Saifuddin Ansari bahwa dengan cara-cara ini Islam dapat diterjemahkan secara-cara lebih leluasa termasuk soal politik.2

Berangkat dari apa yang sudah kita ketahui bahwa politik merupakan suatu kegiatan penting, karena suatu masyarakat hanya bisa hidup secara teratur kalau ia hidup dan tinggal dalam sebuah Negara dengan segala perangkat kekuasaannya. Sedemikian peranan politik dalam masyarakat modern, sehingga banyak orang berpendapat bahwa politik dalam arti yang luas adalah panglima, artinya politik sangat menentukan corak sosial , ekonomi, budaya, hukum, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.3

Seiring dengan dinamika politik yang berkembang di Indonesia, semakin memanas realitas politik bangsa ini, yang menjadikan para pelaku-pelaku dan aktor politik mudah sekali terjebak dalam pragmatisme politik. Dalam hal ini, pragmatisme politik didefinisikan sebagai orientasi jangka pendek dari para pelaku-pelaku politik untuk dapat memenangkan persaingan politik. Seringkali orientasi jangka pendek ini membawa para aktor politik ke arah sikap yang lebih mementingkan tujuan untuk “berkuasa” ketimbang apa

saja yang akan dilakukan setelah berkuasa.

Disamping itu pula, komunikasi politik yang menjadi landasan hierarki berperan aktif dalam memainkan proses penyampain pesan yang bercirikan politik. Komunikasi politik sendiri berfungsi untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang menjadi masukan bagi sistem politik. Disisi

2

H.Endang Saifuddin Ansari, Wawasan Islam; Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan Umatnya, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993), Cet. Ke-4, hal. 178.

3

(16)

3 lain, komunikasi politik berfungsi menyalurkan kebijakan untuk menumbuhkan partisipasi produktif demi mencapai tujuan politik yang sama.4

Melalui proses tersebut, sosialisasi politik berfungsi menyampaikan informasi tentang berbagai agenda politik, melakukan internalisasi sesuai dengan cita-cita politik, dan melakukan transformasi sosial. Untuk itu, komuniasi politik merupakan bagian dari partai politik yang digunakan untuk menarik simpati masyarakat melalui jalan kampanye politik5.

Berbagai strategi kampanye yang digunakan partai politik pun beragam, baik secara langsung ataupun menggunakan media massa. Strategi dengan menggunakan media massa dianggap sebagai jalan yang paling efektif untuk memperoleh dukungan suara dari masyarakat karena lebih bersifat persuasif dan masif.

Pemilu yang diadakan pada tahun 2009 ini, merupakan pemilu yang telah dilakukan oleh bangsa ini untuk yang kesepuluh kalinya sejak Indonesia merdeka. Seperti yang sudah disebutkan, pemilu yang pertama kalinya diadakan pada tahun 1955. Semenjak pemilu 1977, pelaksanaan Pemilu mulai teratur semalam 5 tahun sekali. Pada tahun 1945-1955, bangsa Indonesia sangat disibukkan dengan perang kemerdekaan dan konsolidasi fisik administrasi negara. Ketidakpastian perangkat perundang-undangan, administrasi, dan birokrasi juga menjadi penyebab mengapa pemilu baru

4

Asep Saeful Muhtadi, Komunikasi Politik Indonesia. (Bandung: Rosdakarya, 2008). Cet. Ke-1 hal. 44

5

(17)

4 diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 1955. Oleh karna itu, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman keadaan politik mulai mengalami perubahan dan kemajuaan yang sangat pesat.

Banyak aktor politik yang seolah–olah berlomba untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut. Mereka berlomba dengan menggunakan partai sebagai kendaraan politiknya. Ada yang menggunakan partai politik yang berideologikan agama (Islam) tetapi banyak juga yang menggunakan kendaraan politiknya dengan partai yang berideologikan Nasionalism.

Perbedaan yang sering kita jumpai dimana setiap karakteristik dari setiap partai politik yang ada di Indonesia (khususnya), memiliki karismatik dan pengaruh yang cukup kuat bagi setiap kader-kader partai politik tersebut. Baik itu dari visi dan misi, tujuan politik, hingga jati diri partai politik tersebut. Berangkat dari persoalan tersebut, munculnya partai-partai politik muda tetapi dilihat dari kekuatan pengaruh dan daya effektifitasnya mampu mengalahkan partai-partai yang sudah lama berkecimpung dalam dunia politik negeri ini, membuat seolah-olah partai yang sudah berdiri puluhan tahun seakan-akan hanya sebatas partai pelengkap saja. Untuk itu, alangkah sangat menarik apabila partai-partai yang memang masuk dalam kategori tersebut perlu kita analisis dan dibandingkan tentang kekuatan politiknya.

(18)

5 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, tentang banyak permasalahan yang menyangkut persoalan tersebut yaitu, banyaknya partai-partai politik baru yang muncul dalam kehidupan politik negeri ini. Perbedaan tentang ideologi yang menjadi sumber perjuangan disetiap partai politik, serta tujuan dan dasar pergerakan disetiap partai politik antara partai politik muda dan partai politik lama. Agar lebih terarah, penulis membatasi dengan Marketing Politik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada periode 2008 hingga sekarang.

2. Perumusan Masalah

Melihat dari pembahasan dalam penelitian ini sangatlah luas dan kompleks, maka pembahasan skripsi ini lebih fokus dan dibatasi pada beberapa hal, yaitu:

a. Bagaimana Marketing Politik Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)?

b. Strategi Politik apa yang digunakan oleh Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)?

(19)

6 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana Marketing Politik yang dilakukan oleh Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

b. Untuk mengetahui Strategi apa yang direncanakan oleh Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

c. Untuk mengetahui Tujuan politik kedua partai politik tersebut, yaitu Partai Gerindra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

2. Manfaat Penelitian

a. Sebagai kontribusi pengetahuan penulis mengenai Marketing Politik Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

b. Untuk menambah khazanah keilmuan mengenai komunikasi politik dimana penelitian-penelitian seperti ini jarang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu penelitian yang berupaya menghimpun data, mengolah dan menganalisa secara kualitatif. Untuk itu data-data yang dikumpulkan dalam wujud konsep.

(20)

7 deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.”6

Dean J. Champion dalam bukunya mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berfungsi untuk mendata atau mengelompokkan sederet unsur yang terlihat sebagai pembentukan suatu bidang persoalan yang ada.7

1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah:

a. Observasi

Observasi adalah metode ilmiah yang biasa digunakan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan statistic fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi juga diartikan suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengamati langsung terhadap objeknya atau penggantinya (misalnya: film, video, rekontruksi, atau sejenisnya).

Menurut Irawati Singarimbun dalam buku Metode Penelitian Survey bahwa manfaat dari observasi adalah: 1) menggali teori-teori dasar dan konsep yang telah ditemukan oleh para ahli terdahulu, 2) mengikuti perkembangan penelitian dalam bidang yang akan diteliti, 3) memperoleh orientasi yang lebih

6

Lexy J. Moeloeng, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosyda Karya, 1993, Cet. Ke-10, hlm. 3.

7

(21)

8 khas mengenai topik yang dipilih, 4) memanfaatkan data sekunder, 5) menghindari duplikasi penelitian.8

Dalam penulisan skripsi ini pun penulis melakukan observasi yakni dengan terjun langsung kepada objek penelitian yaitu pada kantor pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan DPP Partai Persatuan Pembangunan di Jakarta.

b. Wawancara

Menurut Denzin (1970), wawancara ialah pertukaran percakapan dengan tatap muka dimana seseorang memperoleh informasi dari yang lain.9 Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan salah satu pengurus Partai Gerindar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

c. Dokumentasi

Penelitian ini juga menggunakan penelitian dokumentasi yang mana data yang didapatkan dari hasil wawancara tersebut, kemudian penulis mentranskripkan dalam sebuah data uraian agar lebih mudah dipahami dalam memaparkan hasil penelitian ini.

d. Teknik Analisa Data

Analisa data menurut Patton (1980), adalah proses mengatur uraian data. Mengorganisasikannya ke dalam suatu bentuk pola, kategori dan saru uraian dasar. Ia membedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang

8

Masri Singarimbun & Sofyan, Metode Penelitian Survey, Jakarta, PT. Pustaka IP3 ES Indonesia.

9

(22)

9 signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensi uraian.10

Dalam skripsi ini teknik analisis data yang digunakan adalah dengan merecording data yang diperoleh dalam sebuah type recording dan beberapa dokumen-dokumen penting yang didapat dari hasil interview atau wawancara.

E. Tinjauan Pustaka

Pada kemunculannya yang fenomenal membuat banyak orang ingin mengkaji lebih dalam tentang Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sehingga banyak kalangan buku dan tukisan-tulisan, serta beragam komentar dilontarkan oleh kalangan pengamat terhadap kedua Partai tersebut.

Dalam penelitian ini, penulis juga menelusuri perpustakaan-perpustakaan yang terdapat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah judul yang telah ditulis oleh orang lain, sama atau hamper sam dengan judul atau materi yang saya tulis. Dari penelusuran yang penulis lalukan, ternyata ditemukan sebuah skripsi dengan judul : “Dakwah Politik Partai Persatuan Pembangunan” oleh Sa’roni Mubarok. Skripsi tersebut lebih cenderung mengangkat atau membahas tentang dakwah yang dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam ranah politiknya.

10

(23)

10 Dari hasil penelusuran tersebut, terlihat jelas bahwa objek penelitian berbeda, kendati pun masih dalam satu partai yang sama. Dalam hal ini, penulis meneliti pada Marketing Politik antara Partai Baru yang berideologikan Nasionalism dengan Partai lama yang berideologikan dan Berazaskan Islam.

F. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan ini akan dibahas lima bab dan masing-masing terdiri dari sub bab, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN merupakan bab Pendahuluan yang mencakup Latar Belakang, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, Tinjauan Pustaka dan Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI merupakan bab Landasan teoritis yang mencakup tentang partai politik dengan rinciannya, pengertian partai politik Nasionalism dan Partai Politik Islam. Dilanjutkan tentang komunikasi politik yang berisi uraian mengenai, pengertian komunikasi politik, marketing politik, pemasaran politik, iklan politik, strategi politik dan media massa.

(24)

11 serta karakteristik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP).

BAB IV PEMBAHASAN membahas tentang analisis komparatif marketing politik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP), konsep marketing dalam domain politik serta marketing mix dalam politik dan strategi politik partai gerindra dan partai persatuan pembangunan (PPP) meliputi persamaan dan perbedaannya.

(25)

BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Partai Politik

1. Pengertian Partai politik Nasionalisme dan Partai Politik Islam

Kelahiran partai politik sedianya adalah buah dari pertarungan ideologi antarkekuatan yang ada dalam masyarakat ia muncul sebagai representasi kepentingan warga Negara. Di Barat, partai politik pertama-tama lahir mewakili setidaknya tiga golongan masyarakat. Partai politik di Barat terutama muncul setelah adanya perlawanan yang begitu kuat kepada dominasi agama (gereja). Yang pertama adalah kekuatan Liberal yang melawan kekuatan gereja untuk selanjutnya lahirlah partai-partai konvensional. Ketiga aktor politik yang akhirnya bermuara kepada pengelompokan politik dalam bentuk partai politik saat itu adalah gereja, politisi konservatif, politisi liberal. Yang dalam ketiga kelompok politik tersebut merupakan perwakilan semangat pada zaman yang ada pada saat itu. Partai politik lahir sebagai wadah bagi ekspresi kebebasan individu untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik.1

Partai politik merupakan lembaga untuk mengemukakan kepentingan, baik secara sosial maupun ekonomi, moril maupun materiil. Cara mengemukakan keinginan rakyat melalui partai politik ini mengandung pengertian adanya demokrasi. Maurice Duverger : Partai

1

(26)

politik adalah sekelompok manusia yang mempunyai doktrin yang sama. Miriam Budiardjo : Partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir, yang anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara konstitusional untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. Carl J. Friedrich : Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan partainya, dan berdasarkan penguasaan ini ia memberikan manfaat yang bersifat idiil maupun materiil kepada para anggotanya. Sigmund Neuman : Partai politik adalah persekutuan yang membedakan dirinya dari organisasi-organisasi lainnya dengan suatu program khusus.2

Partai politik modern seperti yang kita kenal saat ini merupakan fenomena baru dalam sistem politik. Max Weber dapat dikategorikan sebagai penggagas munculnya politik modern yang melahirkan partai politik, dalam bukunya yang berjudul Economie et Societe (1959). Partai politik kemudian didefinisikan sebagai organisasi publik yang bertujuan untuk membawa pemimpinnya berkuasa dan memungkinkan para pendukungnya (politisi) untuk mendapatkan keuntungan dari dukungan tersebut.3

Selain itu, partai politik pula didefinisikan sebagai organisasi yang mempunyai kegiatan yang berkesinambungan. Artinya, masa

2

Philipus, Ng., dan Nurul Aini. Sosiologi dan Politik, (Jakarta : PT. Rajawali Pers, 2009). h. 121-122.

3

(27)

kehidupannya tak bergantung pada masa jabatan dan hidup pemimpinnya. Organisasi yang terbuka dan permanen tidak hanya ditingkat pusat, tetapi juga ditingkat lokal.4

Dalam pemahaman partai yang berlandaskan ideologi Islam. Hizb secara bahasa memiliki pengertian : 1). Jamaah yang memiliki kekuatan dan solidaritas, 2). Suatu komunitas yang memiliki kesamaan kecenderungan aktivitas, 3). Kader beserta para pendukungnya.5 Dalam kehidupan saat ini, Partai politik didefinisikan sebagai kelompok orang yang mengemban ideologi (pemikiran tertentu) sekaligus berjuang mewujudkannya ditengah-tengah masyarakat.6 Partai politik juga berupaya untuk meraih kedudukan dan kekuasaan dalam masyarakatnya.

Hal yang hamper sama juga diungkapkan oleh Carl Freidrich sebagaimana yang dikutip oleh Umar Masdar, bahwa partai politik adalah :

“Kelompok manusia yang terorganisirkan secara stabil dengan tujuan

untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam memerintah bagi pemimpin partai dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberikan kegunaan materiil dan idiil pada para anggotanya.7

Standar suatu partai merupakan sarana berdakwah atau tidak bisa kita lihat visi, misi, tujuan dan sarana dibentuknya suatu partai. Adapun

4

Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), h. 114.

5

Syamsul Balda, dkk. Politik Dakwah PKS, h. 43. 6

Abu Fuad, Menimbang Lagi Partai Islam, dalam file 22-al- Wale Online. 7

(28)

visi suatu partai dakwah adalah : “Menghidupkan kembali nilai-nilai luhur

Islam dan menaklukkan hegemoni faham materialisme”.8

Dari definisi diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa partai politik Islam adalah sekelompok manusia yang terorganisir dalam suatu wadah yaitu partai, yang memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan nilai-nilai Islam. Sedangkan Partai politik yang berideologikan Nasionalism adalah partai politik yang menjadikan nilai-nilai ideologi kerakyatan (Pancasila) sebagai landasan perjuangan politik partai tersebut. Partai politik tersebut tidak hanya mementingkan perjuangan dalam satu sisi saja (Agama), tetapi lebih menitik beratkan bagaimana memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, kebutuhan ekonomi yang seimbang dan pemberdayaan sumber daya manusia yang merata.

Partai politik nasionalisme adalah organisasi politik yang terbuka untuk semua warga Negara Indonesia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kedudukan, sosial, dan gender serta berwatak Kebangsaan Indonesia, Kerakyatan dan Keadilan Sosial yang perjuangannya berlandaskan Pancasila.9

Dalam hal ini partai tersebut mempunyai nilai-nilai perjuangan yaitu Kedaulatan rakyat. Yang menjadi ciri oleh adanya pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi kebangsaan dan keadilan sosial. Demokrasi menempatkan kekuasaan tertinggi ditangan rakyat yang diwujudkan melalui kedaulatan anggota partai dan diselenggarakan

8

Syamsul Balda, dkk. Politik Dakwah PKS, h. 53. 9

(29)

sepenuhnya melalui kongres partai. Kebangsaan menempatkan prinsip kewarganegaraan yang mengakui adanya kesamaan hak dan kewajiban warga Negara tanpa kecuali sebagai dasar satu-satunya dalam pengelolaan partai. Keadilan sosial mengungkapkan komitmen partai tersebut untuk senantiasa mengarahkan semua aktivitas bagi kepentingan rakyat banyak.

2. Teori Umum Mengenai Politik a. Pola Pikir Partai politik

Menurut sejarah, sebenarnya fenomena partai politik adalah perkembangan terkini dari pergulatan politik. Munculnya partai politik dapat ditemukan di awal abad ke 19 (Ostrogorski, 1979; O’Gorman & fraser, 1987). Partai politik yang dimaksud disini tentu saja memiliki pengetahuan yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pemikiran politik yang telah lama dimulai sejak peradaban Yunani kuno. Demikian juga dengan yang mungkin terjadi dalam interaksi politik jauh sebelum itu, pada kebudayaan Cina kuno, Hindu-India, dan Babylonia.

(30)

Pengorganisasian kepentingan inilah yang melahirkan organisasi partai politik.

Organisasi partai politik tidak hanya bertujuan untuk mengorganisasi beragam ide, gagasan, kepentingan dan tujuan politik yang sama. Partai politik didesain untuk mengisi parlemen yang dapat mengontrol eksekutif. Ternyata, dalam perkembangannya kemudian seiring dengan semangat penghapusan institusi monarki, eksekutif juga perlu dikompetisikan. Sehingga partai politik dibentuk tidak hanya untuk memberikan wadah bagi kepentingan ideologis yang terdapat dalam segmen masyarakat, melainkan juga ditujukan untuk menempatkan wakil-wakilnya dalam struktur legislatif dan eksekutif. Inilah dasar dalam sistem demokrasi, dimana masing-masing ideologi dalam masyarakat memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk menempatkan wakil-wakilnya di jajaran legislatif dan eksekutif.10

b. Kesadaran Politik

Demokrasi seyogyanya adalah seperangkat sistem dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga Negara. Demokrasi pada dasarnya, adalah sistem politik modern yang dibangun untuk pemilih rasional. Demokrasi mengandalkan bahwa perbaikan taraf hidup masyarakat adalah terus berubah karena para pemimpin yang tidak mampu dalam mengurusi kepentingan rakyat. Maka dari itu, adanya

10

(31)

nilai-nilai demokrasi yang sedang berjalan ini hendaknya menjadi pelajaran penting dimana setiap warga Negara berhak untuk menentukan pilihannya. Disamping itu, dalam kesadaran politik yang masih banyak kita jumpai banyak yang sering melanggar hal tersebut haruslah dihindari dan dihilangkan agar dalam menjalani proses demokrasi berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan dengan sehat,adil dan jujur.

(32)

lembaga-lembaga demokratis (Eksekutif, parlemen, lembaga-lembaga peradilan dan lembaga keamanan). Keenam, kepuasan terhadap kinerja demokrasi. Kepuasan ini begitu penting untuk tidak memalingkan warga Negara dari mempercayai demokrasi sebagai satu-satunya sistem aturan didalam Negara. Ketujuh, dukungan terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Dukungan tersebut dimanifestasikan dalam bentuk sikap dan opini bahwa demokrasi adalah sistem terbaik. Kedelapan, dukungan terhadap komunitas politik. Apatisme terhadap komunitas politik akan membuat partisipasi warga menurun.11

c. Perjuangan Politik

Pada awalnya masyarakat dibentuk dengan adanya hubungan yang terjadi kesetiap warganya. Hubungan tersebut diatur dengan pemikiran dan hukum tertentu yang diperlakukan kepada seluruh warganya.

Dalam dinamika politik yang terjadi, sering ditemui berbagai permasalahan yang menimbulkan konflik, kerusakan dan kehancuran. Hal itu disebabkan adanya ketidaksesuaian komunikasi dan hubungan antara pemerintah dan warganya. Untuk itu, perjuangan politiik yang sesungguhnya bukan hanya dari bagaimana seorang aktor politik ataupun golongan tertentu berteriak bersuarakan dengan lantang didepan publik. Tetapi, bagaimana diantara kedua belah bisa sama-sama

11

(33)

memperbaiki berbagai kerusakan dalam masyarakat dan Negara. Perjuangan politik adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan mengoreksi penguasa.

d. Karakteristik Partai Politik

Menurut La Palombara dan Weiner (1966) mengidentifikasi empat karakteristik dasar yang menjadi cirri khas partai politik. Diantaranya:

1. Organisasi jangka panjang. organisasi partai politik berjangka panjang, meskipun pendirinya sudah tidak ada. Partai politik akan berfungsi dengan baik apabila ada sistem dan prosedur yang berjalan dan berfungsi dengan baik.

2. Struktur organisasi. Partai politik hanya akan dapat menjalankan fungsi politiknya apabila didukung oleh organisasi, mulai dari tingkat lokal sampai pada tingkat nasional.

3. Tujuan berkuasa. Partai politik didirikan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

4. Dukungan publik luas adalah cara untuk mendapatkan kekuasaan. Partai politik perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dukungan inilah yang menjadi sumber legitimasi untuk berkuasa.12

12

(34)

Inti dari karakteristik partai politik pada prinsipnya adalah kegiatan secara terus menerus, berusaha dan mempertahankan kekuasaan pemerintah, dan ikut serta secara aktif dalam pemilihan umum.

e. Fungsi Partai Politik

Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Fungsi-fungsi partai antara lain :

1. Sosialisasi politik.

Proses pembentukan sikap dan orientasi politik oleh para anggota masyarakat.

2. Rekrutmen politik

Seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya.

3. Partisipasi politik

(35)

4. Pemandu kepentingan

Menstimulasi, menunjukan arah kepentingan politik yang semestinya menjadi perhatian publik.

5. Komunikasi politik

Kegiatan menyampaikan pesan bercirikan politik guna mempengaruhi pihak lain agar dapat meraih kekuasaan yang diinginkan.

6. Pengendalian konflik

Kegiatan untuk mengendalikan proses politik yang berlangsung agar sesuai dengan kepentingan yang diinginkan.

7. Kontrol politik

Kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isu suatu kebijakan atau dalam pelaksanaan kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah.13

B. Komunikasi Politik

1. Pengertian Komunikasi Politik.

Pada dasarnya komunikasi merupakan proses interaksi sosial dimana seseorang melakukan proses interaksi dengan lawannya yaitu antara seorang komunikator dengan komunikan dengan sesuatu pesan atau hal yang disampaikan yaitu message, pesan komunikasi terdiri dari dua aspek yaitu pertama isi dari pesan (content of message) dan kedua

13

(36)

lambang atau symbol pesan tersebut. dalam keseimbangan sesuatu hal yang berkaitan dengan yang lain dalam hal saling berhubungan sebab akibat.

Dalam perkembangan jaman yang semakin maju ini seiring dengan perkembangan kemajuan khazanah keilmuan, definisi komunikasi seolah-olah diobral. Bergantung pada titik pandangnya, komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan, pengoordinasian makna antara seseorang dengan khalayak, saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap, saling berbagi unsur-unsur perilaku, atau modus kehidupan, melalui perangkat-perangkat aturan. Bahkan ada yang mengatakan yang lain dalam buku yang dikarang oleh Dan Nimmo bahwa komunikasi bukan sekedar penerusan informasi dari suatu sumber kepada publik, ia lebih mudah dipahami sebagai penciptaan kembali gagasan-gagasan informasi oleh publik jika diberikan petunjuk dengan symbol, slogan, atau tema pokok.

Sedangkan politik menurut ilmuan Mark Roelofs mengatakan

dengan cara sederhana, “Politik adalah pembicaraan, atau lebih tepat

kegiatan politik (berpolitik) adalah berbicara”. Ia menekankan bahwa

politik tidak hanya pembicaraan, juga tidak semua pembicaraan adalah

(37)

perselisihan melalui komunikasi. Bila orang menyelesaikan perselisihan mereka, penyelesaian itu adalah hal-hal yang diamati, diinterpretasikan, dan dipertukarkan melalui komunkasi.

Oleh sebab itu, terkait dengan penjelasan tersebut makna akan komunikasi politik yaitu (kegiatan) komunikasi politik yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik.14 Secara etimologi komunikasi (Communication) berasal dari kata latin communis yang berarti “sama” (William I Gordon, 1978: 28) atau communicare (Judy Pearson, 1979: 3) yang berarti membuat sama (to make common). Definisi komunikasi secara sederhana mengacu pada pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan (Jl Aranguren, 1967 :11) atau saling berbagi informasi, gagasan dan sikap (Wilbur Schramm, 1974) sementara politik diambil ari kata latin politicus dan bahasa Yunani (greek) politicos yang berarti relating to a citizen, kedua kata tersebut berasal dari kata polis yang bermakna city (kota).

Disamping itu pula, banyak sekali para tokoh-tokoh politik yang mengataka bahwa komunikasi politik sebagai kegiatan politik merupakan penyampain pesan-pesan yang bercirikan politik oleh aktor-aktor politik kepada pihak lain (Maswadi Ra’uf, 1993 : 32). Dengan demikian, inti komunikasi politik adalah komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas oleh jenis

14

(38)

kegiatan komunikasi tersebut dapat mengikat suatu kelompok atau warga tertentu. Komunikasi politik dengan demikian adalah upaya sekelompok manusia yang mempunyai orientasi, pemikiran politik atau ideologi tertentu dalam rangka menguasai atau memperoleh kekuasaan.15

2. Persuasi Politik

Ada beberapa pendekatan cara utama berfikir tentang persuasi politik seperti yang dikatakan oleh Dan Nimmo, yaitu : propaganda, periklanan, dan retorika. Dalam dimensi persuasi politik propaganda ini,

Dan Nimmo mendefinisikan bahwa “Propaganda merupakan komunikasi

yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisir yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, dipersatukan secara psikologis melalui

manipulasi psikologis dan digabungkan di dalam suatu organisasi”.16

Propaganda juga tidak hanya sebatas untuk menghancurkan peta kekuatan lawan, tetapi diperuntukkan juga untuk menghimpun kekuatan personal atau internal partai serta basis massanya. Dalam propaganda politik biasanya beroperasi melalui imbauan-imbauan kahs jangka pendek. Biasanya melibatkan usaha-usaha pemerintah, partai atau golongan yang berpengaruh untuk mencapai tujuan strategis dan taktis.

Disamping itu pula, periklanan juga menjadi sektor penting dalam persuasi politik. Dimana dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini,

15 Gun Gun heryanto. “Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”.

16

(39)

iklan bahkan menjadi media kampanye politik yang cukup diperhitungkan karena dapat mempengaruhi secara global dan dapat diterima oleh kalangan manapun baik itu kalangan bawah, menengah dan kalangan para konglomerat. Dalam kategorisasi yang disampaikan oleh Gun Gun Heryanto dalam buku Handout perkuliahan komunikasi politiknya dikatakan bahwa : kategorisasi iklan politik bila dilihat berdasarkan bentuknya:

1. Iklan Isu

Iklan yang isinya mengungkapkan suatu program atau kebijakan suatu partai (baik program partai itu sendiri ataupun partai lawan). serta membahas topik-topik yang menjadi perhatian publik.

2. Iklan citra

Iklan yang berisi simbol-simbol mengenai sifat partai tersebut, tetapi tidak secara langsung mengatakan bagaimana partai tersebut. Dalam hal ini lebih menitik beratkan kepada isi tentang bagaimana ketegaran partai dan kemegahan partai tersebut.

3. Iklan slogan

(40)

4. Iklan kombinasi

Iklan yang memuat bentuk iklan isu sekaligus citra. Contohnya iklan politik partai X yang berjudul krisis ekonomi yang merupakan bentuk iklan kombinasi yang memuat iklan isu sekaligus iklan citra.17

Sedangkan retorika yang merupakan “Art of Speech” menjadi point penting pula dalam persuasi politik, adalah untuk menggambarkan suatu bentuk komunikasi dimana komunikasi yang disampaikan tersebut dapat memberikan kontribusi yang kuat dalam membentuk basis massa partai tersebut. Retorika pada dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang diarahkan pada penyampaian pesan dengan maksud mempengaruhi khalayak agar dapat memperhatikan pesan yang disampaikan secara baik. Dalam teknik yang ada pada retorika itu sendiri pada prinsipnya retorika menggabungkan antara argumentasi pesan, cara penyampaian yang menarik serta kreadibilitas diri pembicara. Dengan demikian retorika politik merupakan seni berbicara kepada khalayak politik, dalam upaya mempengaruhi khalayak tersebut agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator politik.

Jadi bila kita lihat dari persamaan ketiga point tersebut adalah sama-sama berupaya untuk mempengaruhi khalayak, terdiri dari hubungan timbal balik dan menghasilkan perubahan dalam persepsi pribadi, keyakinan, nilai-nilai dan ekspektasi. Sedangkan perbedaannya adalah dalam penyampaian pesannya terjadi antara satu orang kepada banyak

17

(41)

orang atau penekanan dua arah, masing-masing pendekatannya berbeda dan fokus yang berbeda-beda.

3. Marketing Politik

Berbicara mengenai politik pasti tidak akan pernah lepas dari marketing politik. Bagaimanapun juga saat proses komunikasi terjadi di publik, selalu ada pertukaran pasar (exchange market) dan pertukaran nilai (exchange value). Marketing menurut Bruce I. Newman (1999: 3) adalah proses dimana perusahaan memilih customer, menganalisa kebutuhan mereka dan kemudian mengembangkan inovasi produk, advertising, harga dan strategi distribusi dalam basis informasi. Marketing dalam pengertian Bruce bukan dalam pengertian marketing biasa, melainkan produk politik berupa image politisi, platform, pesan politik dan lain-lain yang dikirim ke audiens yang diharapkan menjadi konsumen tepat.18

Marketing sebagai suatu cabang ilmu yang merupakan kontruksi sosial. Banyak sekali institusi (marketing club) dan peneliti yang secara aktif mengembangkan marketing.19 Marketing telah berkembang secara luas dan bukan hanya milik para tatanan akademisi tetapi hampir di setiap aspek aktivitas kehidupan pasti tidak terlepas dari marketing.

Berangkat dari sini, Bagozzi (1974; 1975) melihat bahwa marketing adalah proses yang memungkinkan adanya pertukaran (exchange) antara dua belah pihak atau lebih. Aktivitas marketing akan

18

Gun Gun heryanto. “Handout Perkuliahan Komunikasi Politik”.

19

(42)

selalu ditemui dakam proses pertukaran. Dalam pertukaran terdapat proses hubungan (relation) yang memungkinkan interaksi, dimana dalam prosesnya masing-masing pihak ingin memaksimalkan dan menjamin bahwa kepentingannya sendiri akan terpenuhi. Dalam proses interaksi juga terjadi proses tukar-menukar. Dalam proses ini satu pihak bersedia memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. proses tukar-menukar ini melibatkan negoisasi dan tawar-menawar yang merupakan mekanisme untuk mengusahakan maksimalisasi kepentingan masing-masing pihak.

Marketing adalah hubungan dan pertukaran. Selain itu, keberadaan marketing sebagai suatu konsep menjadi penting ketika adanya persaingan. Dimana terdapat dua pihak atau lebih yang berkompetisi

untuk memperebutkan “prestasi” tertentu. Ketika persaingan menjadi

intens, maka pada saat itu juga semakin tinggi kebutuhan akan marketing sebagai alat untuk memenagkan persaingan.20

Seiring dengan gelombang demokratisasi di seluruh dunia konsekuensi yang muncul adalah semakin ditekankannya aspek transparansi dan kebebasan untuk terikat dan mengikat diri dari pada suatu partai politik atau kontestan individu tertentu. Persaingan yang sehat merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan dalam iklim demokrasi. Untuk dapat memgang kekuasaan, partai politik atau seorang kandidat harus memenangkan pemilihan umum dengan memperoleh suara

20

(43)

terbanyak di antara kontestan-kontestan lainnya. Dilepaskannya keberpihakkan kekuatan formal Negara dan institusinya membuat para kontestan harus mampu memenangkan persaingan dalam koridor ketentuan pemilihan umum. Semakin bertambahnya partai politik membuat persaingan semakin tinggi pula.

Masyarakat juga dihadapkan pada lebih banyak alternatif pilihan selama periode pemilihan umum. Kenyataan bahwa suatu partai politik memiliki massa tradisional bukanlah jaminan bahwa massa tradisionalnya itu tidak akan pindah dan migrasi ke partai politik lain. Tuntutan masyarakat akan kinerja partai politik atau seorang kontestan pun menjadi semakin tinggi seiring dengan meningkatnya pilihan yang ada. Masing-masing kontestan harus mampu menunjukan bahwa merekalah yang paling mampu untuk memecahkan permasalahan bangsa dan Negara.21

a. Pemasaran Politik

Dunia politik pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu ada produsen politik dan konsumen politik layaknya dalam dunia bisnis politik pun tidak ada bedanya dalam pasar. Sebagai produsennya adalah partai-partai atau kontestan individu yang menjadi pihak penghasil produk politik, dan masyarakat yang menjadi konsumen politiknya. Dalam dunia marketing sering kita menemukan suatu proses interaksi antara pedagang

21

(44)

dan pembeli, proses interaksi tersebut dinamakan proses jual beli atau tawar menawar.

Tujuannya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya. Dalam kaitan dunia politik, para aktor-aktor politik juga melakukan hal yang sama. Tetapi, dinamika konsepnya yang berbeda. Dalam membangun basis massa yang besar hendaknya perlu memperhatikan beberapa aspek dan kultur masyarakat kita yang berbeda-beda. Karena hal itu sangatlah berpengaruh untuk menghindari pailed yang dapat merusak atau menghancurkan konsep politik serta program kerja yang sudah dibangun oleh partai itu sendiri. Dan juga diperlukan penawaran yang dilakukan oleh partai kepada publik dengan terlebih dahulu melakukan survey dan menggaris bawahi bahwa produk yang ditawarkan tersebut hendaknya lebih banyak meyangkut keinginan masyarakat, tujuannya agar program kerja ataupun produk politik tersebut dapat diterima oleh masyarakat secara global.

b. Kampanye Politik

(45)

kampanye politik harus dilakukan dalam sistem atau penerapan yang terbuka.

Kampanye politik yang dikatakan oleh Arnold Steinberg dalam

bukunya mengatakan bahwa “Kampanye politik adalah suatu sistem

terbuka yang berorientasi dengan suprasistem lingkungannya”. Oleh

Karena itu lingkungan politik itu terus berubah-ubah dan tidak menentu, maka organisasi yang melakukan kampanye hendaknya harus terbuka dan tidak tertutup agar dapat hidup langsung serta memenagkan pemilihan.22

Biasanya dalam hal ini, para organisatoris sering melakukan tindak-tanduk kegiatan kampanye politik tersebut. Karena hal ini merupakan bagian dari strategi politik yang tujuannya adalah untuk memenangkan pemilihan partai mereka. Disamping itu pula, orang-orang yang berusaha untuk mengumulkan data dan mencari informasi-informasi yang ada dengan maksud mengangkat dan mensukseskan partai serta para kandidat-kandidatnya dalam hal ini Tim sukses partai. Menganggap bahwa kampanye politik adalah jantung politik dalam pemilihan. Sebab, jika dalam kondisi pemilihan umum misalnya suatu partai dalam mengikuti pemilihan, ketika membaca peta kekuatan partai tersebut didalam kampanyenya gagal. Maka hal itu akan berakibat fatal dan akan menjalar hingga ke tubuh partai itu sendiri. Maka dari itu, konsep kampanye politik haruslah di merger semaksimal mungkin, agar kampanye partai tersebut berhasil dan sukses dalam pemilihan tersebut.

22

(46)

c. Media Massa

Transformasi global yang terjadi di jaman modern seperti sekarang ini, menuntun kita ikut ke dalam konsumen dari praktek teknologi yang serba canggih. Hal ini sering kita lakukan tanpa kita sadari terlebih dahulu, dimana dunia apabila kita telaah secara seksama mengalami perubahan yang cukup signifikan, baik itu untuk kebutuhan hidup kita sehari-hari maupun kegiatan kita dalam dunia kerja. Peran serta media massa dalam mengarahkan dan menemani kita hingga sekarang ini adalah kemajuan yang perlu diacungkan jempol. Hal inilah yang menjadikan semua bentuk informasi dalam proses dinamika kehidupan sangat dibutuhkan publik, baik itu masyarakat apatis, spektator hingga masyarakat gladiator politik yang turun secara aktif dalam kehidupan berpolitik dalam negeri ini. Hal

tersebut disebabkan karena media massa mempunyai dan memiliki “The

power of effect” yang dapat mempengaruhi khalayak secara universal.

(47)

lobi-lobi politik dengan media massa. Keberpihakan mereka terhadap suatu partai politik bisa menguntungkan dan merugikan image di mata masyarakat. Menguntungkan, karena masyarakat dapat dengan mudah mengidentifikasi ideologi yang dikeluarkan oleh media massa tersebut. Merugikan, karena hal ini dapat mengurangi bursa pasar mereka. Sementara itu, media massa juga bisa bersikap netral. Dalam hal ini, mereka menerima dan mempublikasikan siapa pun yang dianggap layak untuk dipublikasikan.23

Dari kekuatan yang dimiliki oleh media itulah mengundang para elit-elit politik atau politisi partai sendiri tertarik untuk menggunakan media sebagai sarana politik tersebut. Mereka menilai bahwa media mempunyai kekuatan yang cukup baik untuk mempengaruhi publik agar tertarik dan masuk ke dalam partai yang mereka usung. Dalam pemilihan umum tahun 2009 kemarin misalnya hampir disetiap media massa baik itu media cetak maupun elektronik terdapat banyak sekali kampanye-kampanye politik yang dipajang secara megah dengan memapangkan slogan-slogan atau konsep-konsep politik para kandidat partai.

Media memiliki effek politik dalam suatu kelangsungan sistem politik paling tidak kekuatan media ini bersumber pada tiga hal :

1. Struktural

Bersumber dari kemampuannya menyediakan khalayak bagi para politisi.

23

(48)

2. Psikologis

Akar psikologis bersumber pada hubungan kepercayaan (creadibility) dan keyakinan yang diperoleh oleh organisasi media dari khalayak. 3. Normatif

Bersumber pada prinsip-prinsip demokrasi mengenai kebebasan menyatakan pendapat.24

Kemampuan untuk membentuk opini publik ini membuat media massa memiliki kekuasaan publik. Paling tidak, media memiliki kekuasaan untuk membawa pesan politik dan membentuk opini publik. Kemampuan ini dapat dijadikan sumber bagi media massa untuk proses tawar-menawar dengan institusi politik. Kesulitan untuk bernegoisasi dengan media massa seringkali terjadi karena ideologi politik tertentu memiliki media sendiri. Tidak jarang juga media massa mengambil sikap independent dan menjadi kekuasaan politik penyeimbang dari kekuataan politik. Dalam hal ini, media massa menjadi kekuatan kritis dan alternatif.

Karena itu, tidak mengherankan kalau kemunculan media massa di Indonesia juga tidak dapat dijelaskan oleh rasionalitas ekonomis saja. Hal ini terkait erat dengan keinginan untuk berkuasa. Ide, gagasan, dan isu politik akan dapat dengan mudah ditransfer dan dikomunikasikan melalui media massa. Hal ini membuat kekuasaan politik tidak hanya ada ditangan

24

(49)

partai politik, tetapi juga siapapun yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan publik.25

25

(50)

BAB III

PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA) DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

A. Sejarah Berdirinya Partai

1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Partai Gerindra didirikan pada tanggal 6 februari 2008. Diantara partai-partai baru, partai Gerindra adalah partai yang paling termuda. Para pendiri dan inisiator partai Gerindra merasa terpanggil melihat kondisi bangsa Indonesia yang pada saat itu dimana mayoritas rakyatnya masih berkubang dalam penderitaan akan kebutuhan ekonomi yang melilit, sistem politik yang tak kunjung mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas rakyat bangsa Indonesia dari kemelaratan.

Bahkan dalam upaya membangun bangsa, dalam perjalanannya dimana hampir masyarakat kita justru terjebak ke dalam sistem ekonomi pasar yang memporak-porakkan bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit menjadi semakin sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Pada situasi yang demikian, partai gerindra ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa dan Negara sehingga tercipta Indonesia Raya yang makmur dan sejahtera.

(51)

membangun citra serta kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Maka dari itu kehadiran partai gerindra setidaknya ingin memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa ini, dengan mempunyai motto : “Haluan Baru,

Pemimpin Baru Bagi Indonesia Raya”.

Maksud dari haluan baru tersebut ialah partai Gerindra mengajukan 5 (lima) Haluan Baru bagi bangsa Indonesia, yaitu :

1. Koreksi total terhadap sistem politik dan ketatanegaraan yang liberal yang hanya menciptakan kebebasan sebebas-bebasnya tanpa bisa mensejahterakan rakyat. Sistem pemerintahan presidensial murni dan sistem politik yang berdasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila menjadi haluan baru politik Indonesia.

2. Koreksi total terhadap sistem perekonomian yang terlalu liberal dan terbukti gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat. Koperasi sebagai toko guru perekonomian nasional dan sistem ekonomi kerakyatan dengan prioritas pembangunan disektor pertanian merupakan haluan ekonomi baru Indonesia.

(52)

4. Politik luar negeri yang progresif yang diabdikan untuk kepentingan nasional dengan berlandaskan pada kekuatan dan penentuan sikap sendiri serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang disegani, dihormati dan diperhitungkan dalam kancah pergaulan internasional adalah haluan baru politik luar negeri Indonesia.

5. Reaktualisasi sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamtara) yang didukung dengan perthanan progesionalisme dan keandalan TNI dan Polri, kerjasama yang erat antara TNI dan Polri, serta modernisasi alutsista menjadi alat utama dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan nasional adalah haluna baru pertahanan dan keamanan Indonesia.1

Untuk itu, partai Gerindra menilai dalam mensukseskan motto tersebut dibutuhkan pemimpin baru yang ideal. Pemimpin baru tersebut adalah seorang sosok pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan kemampuan memimpin yang handal. Sosok pemimpin yang cerdas, tegas, kuat, visioner, berjiwa nasionalisme tinggi, memiliki kemampuan bertindak dan cepat dalam mengambil keputusan, peduli dan tanggap atas permasalahan yang dihadapi rakyat, serta mampu memimpin bangsa Indonesia menuju kesejahteraan adalah pemimpin baru yang diusung oleh partai Gerindra. Dan menurut partai Gerindra sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan kemampuan memimpin yang handal ada pada “Prabowo Subianto”.

1

(53)

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan hasil fusi politik Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) yang dideklarasikan pada tanggal 5 januar 1973 bertepatan dengan 30 Dzulqa’dah 1392 Hijriyah merupakan

partai politik penerus estapeta empat partai islam dan wadah penyelamat aspirasi umat islam, serta cermin kesadaran dan tanggung jawab tokoh-tokoh ummat islam dan Pimpinan partai untuk bersatu, bahu-membahu membina masyarakat agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa T‟a‟ala melalui perjuangan politik.2

Sejak berdirinya 5 Januari 1973, PPP terus berjuang untuk membawa aspirasi dan kepentingan ummat dan bangsa, terutama dalam menjaga agar produk-produk peraturan perundang-undangan tetap berada dalam nafas dan tidak bertentang dengan ajaran Islam. Ini tercermin misalnya dalam gigihnya PPP berjuang dalam proses pembuatan Undang-undang Perkawinan, Undang-undang-Undang-undang Peradilan Agama, Undang-Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Perfilman, Undang-undang Pangan, Undang-undang Perbankan, Undang-undang Pengadilan Anak, Undang-undang Kepariwisataan, Undang-undang Pengelolaan Zakat, Undang-undang Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Undang-undang Keistimewaan Aceh, Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi

2

(54)

(APP) dan masih banyak lagi undang-undang yang lain. itu semua adalah supaya PPP agar berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran islam yang sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Partai Persatuan Pembangunan juga berada di garis depan dalam menghadap bulldozer rezim Orde Baru yang ingin melakukan depolitasasi kampus, depolitasasi desa, dan monoloyalitas pegawai negeri. Sudah sejak lama Partai Persatuan Pembangunan tidak kenal lelah memperjuangkkan kehidipan politik yang lebih sehat dan demokratis, melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil, yang akhirnya berhasil diterima dalam Era Reformasi, setelah sejak awal 1980-an diperjuangkan secara terus-menerus.

(55)

Indonesia yang maju, sejahtera, makmur dan berkeadilan dalam panduan moral, nilai dan ajaran islam.3

B. Visi Dan Misi Partai

1. Visi dan Misi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Visi partai Gerindra adalah menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik Negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial (masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kesetaraan gender). Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan dan penghargaan terhadap “Hak azasi manusia”.

Sedangkan misi yang diemban oleh partai Gerindra, yaitu dengan memiliki 5 (lima) misi diantaranya :

1. Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing.

3

(56)

3. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat.

4. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum.

5. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden untuk mencapai lapisan kepemimpinan nasional yang kuat.4

2. Visi dan Misi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Visi PPP berdasarkan perjuangan dan jatidiri yang telah dipaparkan sebelumnya adalah “Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada

Allah SWT dan Negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman.

Dibidang agama, platform PPP menegaskan tentang :1) perlunya penataan kehidupan masyarakat yang Islami dan berakhlakul karimah dengan prinsip amar ma‟ruf nahi mungkar, 2) pentingnya peran agama (Islam) sebagai penduan moral dan sumber inspirasi dalam kehidupan bernegara, 3) paradigm hubungan antara Islam dan Negara yangbersifat simbolik, sinergis serta saling membutuhkan dan memelihara, yang

4

(57)

berpegang pada prinsip haomoni antara unversalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan, dan 4) komitmen pada prinsip dan sikap toleransi antar umat beragama. Sementara dibidang politik, PPP berkomitmen untuk meingkatkan kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia, terutama pada aspek penguatan kelembagaan, mekanisme dan budaya politik yang demokratis dan berakhlakul karimah. PPP menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM), menghargai kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi, terwujudnya Good and clean Government, dan upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

PPP berkomitmen pada terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta kesehatan yang baik. Program pembangunan kesejahteraan hendaknya diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelayanan umum seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial yang adil dan merata serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat. PPP bertekad menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas dan titik tolak pembangunan kesejahteraan, yang darinya diharapkan lahir manusia Indonesia yang cerdas, terampil, mandiri dan berdaya saing tinggi.

(58)

manapun yang dapat mengurangi kedaulatan Indonesia, memelihara persahabatan antara Indonesia dengan Negara-negara lain atas dasar saling menghormati dan kerjasama menuju terwujudnya perdamaian dunia yang adil, beradab dan dengan prinsip keseimbangan.

Sedangkan Misi PPP (Khidmat Perjuangan) adalah :

1. PPP berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Dengan demikian PPP mencegah berkembangnya faham-faham atheism, komunisme/marxisme/leninisme, serta sekulerisme dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia.

2. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan hak-hak azasi manusia dan berkewajiban dasar manusia sesuai harkat dan martabatnya dengan memperhatikan nilai-nilai agama terutama nilai-nilai ajaran Islam, dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang berkembangnya neofeodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisme, diskriminasi, dan budaya kekerasan.

(59)

sebangsa). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang proses disinterasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika.

4. PPP berkhidmat untuk berjuang melaksanakan dan mengembangkan kehidupan politik yang mencerminkan demokrasi dan kedaulatan rakyat yang sejati dengan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan demikian PPP mencegah dan menentang setiap bentuk otoritarianisme, fasisme, kediktatoran, hegemoni serta kesewenag-wenangan yang mendzalimi rakyat.

5. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT, Baldatun thayyibatun Wa rabbun ghofur. Dengan demikian PPP mencegah berbagai bentuk kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, kesenjangan budaya, pola kehidupan yang konsumeristis, materialism, permisif, dan hedonism ditengah-tengah kehidupan rakyat banyak yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.5

C. Prinsip Dasar Partai

1. Prinsip Dasar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Dalam menjalankan fungsi dan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan dengan berazaskan pada Pancasila dan UUD

5

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...