• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LATAR BELAKANG

(2)

Sumber keasaman atau yang berperan dalam menentukan keasaman pada tanah gambut adalah pirit dan asam – asam organik. Sifat kimia dan fisika tanah gambut merupakan sifat-sifat tanah gambut yang penting diperhatikan dalam pengelolaan lahan gambut. Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar N, P, K, kejenuhan basa (KB), dan hara mikro merupakan informasi yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut. Diperkirakan 85-95% sumber kemasaman tanah gambut disebabkan karena kedua gugus karboksil dan fenol tersebut. Kemasaman tanah gambut cenderung menurun seiring dengan kedalaman gambut. Dekomposisi tanah gambut kayu-kayuan kaya lignin dalam keadaan anaerob selain menghasilkan asam-asam alifatik juga menghasilkan

(3)

bahan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan kondisi fisik dan kimia (Najiyati, 2003). Kriteria amelioran yang baik bagi lahan gambut adalah memiliki kejenuhan basa (KB) yang tinggi, mampu meningkatkan derajat Ph secara nyata, mampu memperbaiki struktur tanah, memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, dan mampu mengusir senyawa beracun terutama asam-asam organik. Amelioran dapat berupa bahan organik maupun anorganik. Untuk peningkatan kesuburan tanah tidak berlangsung lama. Akan tetapi upaya tersebut meningkatkan emisi karbondioksida. Kriteria lahan gambut yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yakni: berada dalam kawasan budidaya, ketebalan lapisan kurang dari tiga meter, lapisan mineral di bawah gambut dan tingkat kematangan gambut (Peraturan Menteri Pertanian, 2009). Pengaturan drainase untuk lahan gambut sebagai berikut:

Jenis Saluran Lebar Atas (m) Lebar Bawah (m) Kedalaman (m)

Primer 3-6 1,2-1,8 1,8-2,5

Sekunder 1,8-2,5 0,6-0,9 1,2-1,8 Tersier 1-1,2 0,5-0,6 0,9-1,0 Sumber: Peraturan Menteri Pertanian, 2009.

(4)

substratum gambut. Gambut yang di bawahnya berupa lapisan tanah mineral yang mengandung basa polivalen tinggi akan makin kecil dalam melepaskan emisi. Ameliorasi untuk memperbaiki kesuburan tanah gambut juga dapat memacu emisi, karena ameliorasi akan menurunkan rasio C/N dan akan memacu dekomposisi gambut (Widyati, 2011). Hasil pengamatan Hidayanti dan Riwandi (2011) berdasarkan kedalaman saluran drainase diketahui bahwa rata – rata laju subsiden gambut 6,87 mm/3bulan, bulan pada kedalaman 0,75 m, sehingga secara umum laju subsiden gambut Fibrik akibat kombinasi perlakuan drainase dan pengapuran adalah 3,52 cm/tahun, dengan kisaran pH 5,79 – 6,79, kadar air 74,4 % – 132,27 %, Penurunan kadar air dan peningkatan pH gambut yang semakin matang dengan nilai BV yang cenderung meningkat, dapat mempercepat terjadinya laju subsiden. Pemanfaatan tanah gambut mempunyai kendala dari gambut itu sendiri (inherent) dan akibat reklamasi tanah sehingga terjadi perubahan sifat fisik, kimia, dan biologis gambut. Untuk mengatasinya dengan cara reklamasi, diantaranya membuat saluran drainase yang berfungsi untuk membuang kelebihan air, mengendalikan tinggi permukaan air, atau konservasi air. Cara yang lain, pengapuran berfungsi untuk meningkatkan pH tanah dan aktivitas jasad renik tanah sehingga mempercepat dekomposisi bahan organik (Nurzakilah dan Achmadi, 2001).

KESIMPULAN

(5)

lahan gambut untuk pertanian memberikan dampak pada lingkungan disebabkan oleh rendahnya kualitas pengelolaan drainase sehingga air yang keluar dari lahan gambut terjadi secara berlebihan dan menyebabkan keringnya lahan sekitar lokasi pertanian.

(6)

Endah, N. 2002. Tinjauan Teknis Tanah Gambut Dan Prospek Pengembangan Lahan Gambut Yang Berkelanjutan. Pidato Pengukuhan Guru Besar ITS Surabaya.

Hidayanti, N., dan Riwandi. 2011. Laju subsiden pada drainase dan pengapuran tanah gambut fibrik dengan penanaman jagung. Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian.

Najiyati. 2003. Mengenal Perilaku Lahan Gambut. Seri Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut, Bogor.

Nurzakiah, S. dan Achmadi J. 2004. Potensi dan kendala pengelolaan lahan gambut untuk pertanian. Balai Penelitian Pertanin Lahan Rawa (Balitra). Kalimantan Selatan. Agroscientiae. 11(1) : 37 – 42.

Peraturan Menteri Pertanian. 2009. Pedoman Pemanfaatan Lahan Gambut Untuk Budidaya Kelapa Sawit. No. 14/Permentan/PL 110/2/2009.

Sinartani. 2011. Ameliorasi Tanah Gambut Meningkatkan Produksi Padi dan Menekan Emisi Gas Rumah Kaca. Agroinovasi Edisi 6-12 Maret 2011 No. 3400 Tahun XLI.

Susilawati. 2011. Pengamatan GRK Dengan Penambahan Bahan Amelioran di Kalimantan Selatan. Badan Lingkungan Hidup Pertanian, Bogor.

Widyati, E. 2011. Kajian optimasi pengelolaan lahan gambut dan isu perubahan iklim. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi, Bogor.

(7)

Oleh: SUSANTI

MAGISTER ILMU TERNAK

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

Referensi

Dokumen terkait

4.7 Kajian Hasil Penelitian dalam Perspektif Islam Ekstrak etil asetat daun sirsak menunjukkan adanya potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara T47D dengan nilai

Jamalludin dan Zaidatun (2002) menyatakan bahawa pautan atau links membolehkan suatu navigasi tidak linear berbentuk hypermedia dapat dihasilkan. Ini dapat

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam mendegradasi LAS yang terdapat pada tiga jenis detergen yang berbeda.. Penelitian ini

yang digunakan pilihan mandatory 2 Propinsi Bank Pilih lokasi bank pilihan Mandatory 3 Bank Pilih bank pilihan Mandatory 4 Nomor rekening Input no rekening ketik Mandatory 5

Namun terdapat kelemahan yang terjadi yaitu tidak adanya rangkapan dalam formulir pinjaman (L10), sehingga jika lembaran formulir rusak atau hilang maka tidak ada lagi arsip

Apakah peraturan dari pasal itu tidak merupakan suatu ketentuan yang keliru, yang tidak sesuai dengan sistim jual beli dan pemindahan hak milik yang dianut oleh Kitab

[r]

pelaksanakan dalam penelitian ini yang terbagi menjadi tiga, yaitu: Tahap Persiapan yaitu Penulis meminta izin terlebih dahulu kepada atasan penulis apakah