• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIP"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

TANGERANG 2013

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Alla SWT, yang atas berkah dan rahmatnya sayai dapat menyelesaikan tugas Makalah Pengetahuan Lingkungan yang berjudul “Pengolahan Air Limbah.” Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah banyak membantu dalam penyusunan makalah ini.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, saya terus mengharapkan bimbingan dari dosen mata kuliah Rekayasa Lingkungan. Harap saya, semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembacannya. Akhir kata saya ucapkan terima kasih banyak.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 9 September 2013

(2)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Manusia, binatang, dan tumbuhan memerlukan air untuk kehidupannya. Air dapat pula dipergunakan sebagai pelarut, pembersih dan keperluan lain seperti rumah tangga, industry maupun usaha-usaha lainnya. Untuk keperluan industri, air berfungsi sebagai pendingin mesin, bahan baku maupun pembersih atau penggelontor limbah. Disamping itu air juga berfungsi untuk usaha-usaha pertanian, perikanan, olah raga, rekreasi, pemadam kebakaran dan lain sebagainya.

Dalam dunia kesehatan khususnya kesehatan lingkungan, perhatian air dikaitkan sebagai faktor perpindahan/penularan penyebab penyakit (agent). Air membawa penyebab penyakit dari kotoran (faces) penderita, kemudian sampai ke tubuh orang lain melalui makanan, susu dan air minuman. Air juga berperan untuk membawa penyebab penyakit non microbial seperti bahan-bahan toxic yang dikandungnya. Penyakit – penyakit infeksi yang biasanya ditularkan melalui air adalah typus abdominalis, cholera, dysentri bacilier dan lain-lain. Peracunan logam juga dapat terjadi melalui media air.

Saat ini masalah penyediaan air bersih menjadi perhatian khusus baik bagi Negara-negara maju maupun Negara yang sedang berkembang.

Indonesia sebagai halnya pula Negara berkembang lainnya, tidak luput dari permasalahan penyediaan air bersih bagi masyarakatnya. Salah satu masalah pokok yang dihadapi adalah kurang tersedianya sumber air yang bersih, belum meratannya pelayanan penyediaan air bersih terutama pada daerah perdesaan dan sumber air bersih yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan pada beberapa tempat di kota-kota besar, sumber air bersih yang telah dimanfaatkan oleh PDAM telah tercemari oleh limbah industry dan limbah domestic, sehingga beban dalam segi pengolahan air bersih semakin meningkat.

(3)

dan daerah pedesaan (rural urban) melalui pipanisasi dan pemanfaatan sumber air yang ada secara optimal.

Merupakan tantangan bagi kita semua bagaimana memperlakukan air agar dapat diperoleh daya guna yang sebesar-besarnya dan menekan kerusakan pada sumber daya air sekecil mungkin. Dengan demikian maka akan tercapai pemenuhan penyediaan air bersih yang memenuhi syarat kualitas, kuantias, kontinuitas, dan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

Perkembangan industry yang pesat dewasa ini tidak lain karena

penerapan kemajuan teknologi oleh manusia untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, namun disisi lain dapat menimbulkan dampak yang justru merugikan kalangsungan hidup manusia. Dampak tersebut harus dicegah karena keseimbangan lingkungan dapat terganggu oleh kegiatan industry dan teknologi tersebut. Jika keseimbangan lingkungan terganggu maka kualitas lingkungan juga berubah. Padahal kenyamanan hidup banyak ditentukan oleh daya dukung alam atau kualitas lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup manusia.

(4)

BAB II

PENGERTIAN DAN SEBAB AKIBAT

A. Pengertian dan Karakteristik Air

Air Bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi system penyediaan air minum, dimana persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis dan radiologi, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990)

Persyaratan tersebut juga memperhatikan pengamanan terhadap system distribusi air bersih dari instalasi air bersih sampai pada konsumen.

Pengertian air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan yang dapat diminum. Alasan kesehatan dan teknis yang mendasari penentuan standar kualitas air minum adalak efek-efek dari setiap parameter jika melebihi dosis yang telah ditetapkan. Pengertian dari standar kualitas air minum adalah batas operasional dari criteria kualitas air dengan

memasukkan pertimbangan non teknis, misalnya kondisi social ekonomi, target atau tingkat kualitas produksi, tingkat kesehayan yang ada dan teknologi yang tersedia. Sedangkan kriteria kualitas air merupakan putusan ilmiah yang mengapresiasikan hubungan dosis dan respon efek, yang

diperkirakan terjadi kapan dan dimana saja unsure-unsur pengotor mencapai atau melebihi batas maksimum yang ditetapkan, dalam waktu tertentu. Dengan demikian maka criteria kualitas air merupakan referensi dari standar kualitas air. Berdasarkan Permeakes No.416/Menkes/Per/IX/1990, yang

membedakan antara kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis maksimum yang

diperbolehkan.

Ada beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam system penyediaan air bersih. Persyaratan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut ini :

(5)

2. Persyaratan Kuantitatif 3. Persyaratan Kontinuitas

Persyaratan kualitatif, menggambarkan mutu atau kualitas dari air baku air bersih. Persyaratan ini meliputi persyaratan fisik, kimia, biologis dan radiologis. Syarat-syarat tersebut dapat dilihat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/Menkes/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air yang akan ditunjukkan pada lampiran.

a. Syarat-syarat fisik

Secara fisik air minum harus jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa (tawar). Warna dipersyaratkan dalam air minum untuk masyarakat karena pertimbangan estetika. Ada 2 (dua) macam warna pada air yaitu apparent color dan true color. Apparent color

ditimbulkan karena adanya benda-benda zat tersuspensi dari bahan organic. Hal ini lebih mudah diatasi dibanding dengan jenis true color, True color adalah warna yang ditimbulkan oleh zat-zat bukan zat organic.

Rasa seperti asin, manis, pahit, dan asam dan sebagainya tidak boleh terdapat dalam air minum untuk masyarakat. Bau yang disa terdapat dalam air adalah bau busuk, amis, dan sebagainya. Baud an rasa biasanya terdapat bersama-sama dengan air.

b. Syarat-syarat Kimia

Air minum tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melampaui batas. Beberapa persyaratan kimia tersebut antara lain :

- pH

pH merupakan factor penting bagi air minum, karena

mempengaruhi proses korosi pada perpipaan, khususnya pada pH < 6,5 dan > 9,5 akan mempercepat terjadinya reaksi korosi pada pipa distribusi air minum. Selain itu, nilai pH jumlah

mikroorganisme petogen semakin banyak dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

- Zat padat total (total solid)

Total solid merupakan bahan yang tertinggal sebagai residu pada pengendapan dan pengeringan pada suhu 103 – 105ºC.

(6)

Zat organic dalam air berasal dari :

1. Alam : tumbuh-tumbuhan, alcohol, selulosa, gula dan pati. 2. Sintesa : proses – proses industry

3. Fermentasi : alcohol, asam, dan akibat kegiatan mikroorganisme.

Zat atau bahan organic yang berlebihan dalam air akan mengakibatkan timbulnya bau yang tidak sedap.

- CO2 agresif

CO2 yang terdapat dalam air berasal dari udara dan dari hasil dekomposisi zat organic menurut bentuknya CO2 dapat dibedakan menjadi :

1. CO2 bebas : banyaknya CO2 yang larut dalam air.

2. CO2 kesetimbangan : CO2 yang dalam air setimbang dengan HCO3

3. CO2 agresif : yaitu CO2 yang dapat merusak bangunan, perpipaan dalam distribusi air minum.

- Kesadahan total (total hardness)

Kesadahan adalah sifat air yang disebabkan oleh adanya ion-ion (kation) logam valensi, misalnya Ca2 + Mg2 + Fe, dan Mn+, Kesadaran total adalah kesadaran yang disebabkan oleh adanya ion-ion Ca2+ dan Mg2+ secara bersama-sama. Air yang sudah menyebabkan pembocoran pemakaian sabun pencuci dan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan air biasa.

- Kalsium (Ca)

Kalsium dalam air minum dalam batas-batas tertentu diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi, nilai Ca lebih dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosi dalam pipa.

- Besi dan Mangan

Zat-zat lain yang selalu ada dalam air adalah besi dan mangan. Besi merupakan logam yang menghambat proses desinfeksi. Hal ini disebabkan karena daya pengikat klor (DPC) selain digunakan untuk mengikat zat organic, juga digunakan untuk mengikat besi dan mangan, sehingga sisa klor menjadi lebih sedikit dan hal ini memerlukan desinfektan yang semakin besar pada proses

(7)

- Tembaga (Cu)

Pada kadar yang lebih besar dari 1 mg/l akan menyebabkan rasa tidak enak pada lidah dan dapat menimbulkan kerusakan pada hati.

- Seng (Zn)

Kelebihan kadar Zn > 5 mg/l dalam air minum menyebabkan rasa pahit.

- Chlorida (Cl)

Kadar chlor yang melebihi 250 mg/l akan menyebabkan rasa asin dan korosif pada logam

- Nitrit

Kelemahan nitrit dapat menyebabkan methamoglobinemia terutama pada bayi mendapatkan konsumsi air minum yang mengandung nitrit.

- Fluorida (F)

Kadar F < 1 mg/l menyebabkan kerusakan gigi atau carries gigi. Sebaiknya bila terlalu banyak akan menyebabkan gigi berwarna kecoklatan.

- Logam – logam berat (Pb, As, Se, Cd, Hg, CN)

Adanya logam-logam berat dalam air akan menyebabkan gangguan pada jaringan syaraf, pencernaan, metabolism oksigen, dan kanker.

c. Syarat-syarat bakteriologis atau mikrobiologis.

Air minum tidak boleh mengandung kuman-kuman pathogen dan parasitic seperti kuman-kuman typhus, kolera, dysentri dan

gastroenteritis. Karena apabila kabteri pathogen dijumpai pada air minu maka akan mengganggu kesehatan atau timbul penyakit. Untuk mengetahui adanya bakteri pathogen dapat dilakukan dengan

pengamatan terhadap ada tidaknya bakteri E.coli yang merupakan bakteri indicator pencemaran air.

d. Syarat-syarat radiologis

(8)
(9)

B. Sumber / Asal Air Baku Utama

Dalam memilih sumber air baku air bersih, maka harus diperhatikan persyaratan utamanya yang meliputi kualitas, kuantitas, kontinuitas dan biaya yang murah dalam proses pengambilan sampai pada proses pengolahannya.

Beberapa sumber air baku yang dapat digunakan untuk penyediaan air bersih dikelompokkan sebagai berikut :

a. Air Hujan

Air hujan disebut juga dengan air angkasa. Beberapa sifat kualitas dari air hujan adalah sebagai berikut :

- Bersifat lunak karena tidak mengandung larutan garan dan zat-zat mineral.

- Air hujan pada umumnya bersifat lebih bersih.

- Dapat bersifat korosif karena mengandung zat-zat yang terdapat di udara seperti NH3CO2 agresif, ataupun SO2. Adanya konsentrasi SO2 yang tinggi di udara yang bercampur dengan air hujan akan menyebabkan terjadinya hujan asam (acid rain).

Dari segi kuantitas, air hujan tergantung pada besar kecilnya curh hujan. Sehingga air hujan tidak mencukupi untuk persediaan umum karena jumlahnya berfluktuasi. Begitu pula bila dilihat dari segi kontinuitasnya, air hujan tidak dapat diambil secara terus menerus karena tergantung pada musim. Pada musim kemarau kemungkinan air akan menurun karena tidak ada penambahan air hujan.

b. Air Permukaan

Air permukaan yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber atau bahan baku bersih adalah :

1. Air waduk (berasal dari air hujan)

2. Air sungai (berasal dari air hujan dan mata air)

(10)

logam berat dari air limbah industry misalnya industry baterai yang menghasilkan Pb (timbal).

Kontinuitas dan kuantitas dari air permukaan dapat dianggap tidak menimbulkan masalah yang besar untuk penyedian air bersih yang memakai bahan baku air permukaan.

c. Air Tanah

Air tanah banyak mengandung garam dan mineral yang terlarut pada air melalui lapisan-lapisan tanah. Secara praktis air tanah adalah bebas dari polutan karena berada di bawah permukanaan tanah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa air tanah dapat tercemar terbawa oleh zat-zat yang mengganggu kesehatan bagi kandungan Fe, Mn, kesadahan yang terbawa oleh aliran permukaan tanah. Bila ditinjau dari kedalaman air tanah maka air tanah

dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Hal ini disebabkan air tanah dangkal lebih mudah mendapat kontaminasi dari luar dan fungsi tanah sebagai penyaring lebih sedikit.

Dari segi kuantitas, apabila air tanah dipakai sebagai sumber air baku air bersih adalah relative cukup. Tetapi bila dilihat dari segi kontinuitasnya maka pengambilan air tanah harus dibatasi, karena dikhawatirkan dengan pengambilan yang secara terus menerus akan menyebabkan penurunan muka air tanah. Karena air di alam merupakan rantai yang panjang menurut siklus hidrologi, maka bila terjadi penurunan muka air tanah kemungkinan kekosongannya akan diisi oleh air laut. Peristiwa ini biasanya disebut instrusi air laut. Kondisi ini telah banyak dijumpai khususnya di daerah-daerah dekat pantai atau laut seperti Jakarta dan Jakarta.

d. Mata Air

(11)

Dilihat dari segi kontinuitasnya, jumlah dan kapasitas mata air sangat terbatas sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan sejumlah penduduk tertentu. Begitu pula bila mata air tersebut terus-menerus kita ambil, semakin lama akan habis dan terpaksa penduduk mencari sumber mata air yang baru.

BAB III STUDI PUSTAKA

Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang dari rumah tangga, industry maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat

membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Sumber lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman,

perdagangan, perkantoran dan industry, yang bercampur dengan air tanah, air permukaan dan air hujan.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa air limbah adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah

tangga maupun kegiatan lain seperti industry, perhotelan dan sebagainya. Diantara dampak kegiatan yang sangat berpengaruh pada kualitas

lingkungan adalah dihasilkannya limbah pada berbagai kegiatan diatas. Beberapa pengertian air limbah menurut beberapa pendapat antara lain : 1. Menurut Azwar (1989), air limbah adalah air yang tidak bersih dan

mengandung berbagai zat yang membahayakan kehidupan manusia atau hewan serta tumbuhan, merupakan kegiatan manusia seperti, limbah industry dan limbah rumah tangga.

(12)

maupun tempat-temat umum lainnya, dan pada umumnya

mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup.

3. Pengertian lain menyebutkan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dri daerah pemukiman,

perdagangan, perkantoran dan industry, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada.

4. Menurut Sugiharto (1987), air limbah (wastewater) adalah kotoran dari manusia dan rumah tangga serta berasal dari industry, atau air

permukaan serta buangan lainnya. Dengan demikian air buangan ini merupakan hal yang bersifat kotoran umum.

Lingkungan hidup dapat dilindungi dari pencemaran dengan

pengolahan air limbah yang baik. Secara ilmiah lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut

mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya sehingga air limbah perlu diolah sebagai dibuang. Beberapa cara sederhana

pengolahan air buangan antara lain : 1. Pengeceran atau Dilution

Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatkan kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak dan diperlukan air pengenceran terlalu banyak pula maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan

pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnya dapat menimbulkan banjir. 2. Kolam Oksidasi atau Oxidation Ponds

(13)

di daerah pemukiman dan di daerah yang terbuka sehingga

memungkinkan sirkulasi angin dengan baik. Cara kerjanya untuk kolam oksidasi atau oxidation ponds adalah sebagai berikut :

a. EMpat unsure yang berperan dalam proses pembersihan alamiah ini adalah sinar matahari, ganggang, bakteri, dan oksigen. Ganggang dengan butir khlorophylnya dalam air limbah melakukan proses fotosistesis dengan bantuan sinar matahari sehingga tumbuh dengan subur.

b. Pada proses sistesis untuk pembentukan karbohidrat dari H2O dan CO2 oleh clorophl dibawah pengaruh sinar matahari terbentuk O2 atau oksigen. Kemudian oksigen ini digunakan oleh bakteri aerobic untuk melakukan dekomposisi zat-zat organic yang terdapa dalam air buangan disamping itu terjadi pengendapan.

c. Sebagai hasil nilai BOD dari air limbah tersebut akan berkurang sehingga relative aman bila akan dibuang ke dalam badan-badan air seperti kali, sungai, dan danau.

3. Irigasi

Air limbah dialirkan ke dalam parit-parit terbuka yang digali dan air akan merembas masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan lading pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat

dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, dan lain-lainnya di mana kangdungan zat-zat organic dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman. Sebagai patokan dapat dipergunakan acuan bahwa 85-95% dari jumlah air yang dipergunakan menjadi air limbah apabila industry tersebut tidak

menggunakan kembali air limbah tersebut (Sugiharto, 1987). Meskipun

merupakan air sisa namun volumenya besar karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor atau tercemar. Selanjutnya air limbah akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air limbah ini harus dikelola dan atau diolah secara baik. Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat

(14)

1. Air limbah yang bersumber dari rumah tangga atau domestic waste water, yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta yaitu tinja dan air seni,air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic. 2. Air limbah industry yang berasal dari berbagai h=jenis industry akibat

proses produksi. Zat-zat yang terkandung didalamnya sangat bervariatif sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industry, antara lain nitrogen, sulfide, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut, dan sebagainya. Oleh sebab itu,

pengolahan jenis air limbah ini,agar tidak menimbulkan polusi lingkungan menjadi lebih rumit.

3. Air limbah kotapraja atau municipal wastes water yaitu air buangan yang berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama saja dengan air limbah rumah tangga.

Gambar 3.1. Air Limbah yang berasal dari Industri

(15)

Pengolahan ini terutama ditunjukkan untuk air limbah yang tidak larut (bersifat tersuspensi), atau dengan kata lain buangan cair yang

mengandung padatan, sehingga menggunakan metode ini untuk pemisahan. Pada umumnya sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadapa air buangan diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan-bahan yang mengapung mudah disisihkan terlebih dahulu. Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses berikutnya

(Tjokrokusumo, 1995). 2. Karakteristik kimiawi

Pengolahan secara kimia adalah proses pengolahan yang menggunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam air limbah. Proses ini menggunakan reaksi kimia untuk mengubah air limbah yang berbahaya menjadi kurang berbahaya. Proses yang termasuk dalam pengolahan secara kimia dalah netralisasi, presitipasi, khlorinisasi,

koagulasi dan flokulasi. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel dan tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa phosphor dan zat organic beracun, dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Pengolahan secara kimia dapat memperoleh efisiensi yang tinggi akan tetapi biaya menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia (Tjokrokusumo, 1995).

3. Karakteristik bakteriologis

Semua polutan air yang biodegradable dapat diolah secara biologis, sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologis dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah dikembangkan berbagai metode pengolahan biologis dengan segala modifikasinya (Tjorokusumo, 1995).

(16)

suatu bak atau tangki dan air limbah yang akan disaring dilalukan dari arah bawah ke atas (Laksmi dan Rahayu, 1993).

Selain melakukan pencegahan perlu adapun cara atau teknik pengolahan air limbah. Tujuan utama pengolahan air limbah ini ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen, dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 tahap, berikut ini adalah tahap-tahapannya :

1. Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen dan grit removal, equalization and storage, serta oil

separation.

2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.

3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisika biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada

pengolahan thap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contractor, serta anaerobic contractor and filter.

4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or floation. 5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

(17)

combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, inceneration, atau landfill.

(18)

BAB IV

STUDI KASUS DAN ANALISIS

Sebanyak 575 dari 719 perusahaan modal asing (PMA) dan perusahaan modal dalam negeri (PMDN) di Pulau Batam tak memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) seperti yang digariskan. Dari 274 industri penghasil limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), hanya 53 perusahaan yang melakukan pengelolaan pembuangan limbahnya secara baik. Sisanya membuang limbahnya ke laut lepas atau dialirkan ke sejumlah dam penghasil air bersih. Tragisnya, jumlah limbah B3 yang dihasilkan oleh 274 perusahaan

industri di Pulau Batam yang mencapai 3 juta ton per tahun selama ini tak terkontrol.

Salah satu industry berat dan terbesar di Pulau Batam penghasil limbah B3 yang tak punya pengolahan limbah adalah McDermot. Berdasarkan fakta dilapangan dari 24 kawasan industri, hanya 4 yang memiliki AMDAL dan hanya 1 yang mempunyai unit pengolahan limbah (UPL) secara terpadu, yaitu kawasan industry Muka Kuning, Batamindo Investment Cakrawala. Panbil Industrial Estate, Semblong Citra Nusa, dan Kawasan Industri Kabil. Semua terjadi karena

pembangunan di Pulau Batam yang dikelola otoritas Batam selama 32 tahun, tidak pernah mempertimbangkan aspek lingkungan dan social kemasyarakatan.

Seolah-olah investasi dan pertumbuhan ekonom menjadi tujuan

segalanya. Sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengolahan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisa mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), makan pengelolaan sebuah kawasan industry tanpa mengindahkan aspek lingkungan, jelas melanggar hokum. Semenjak Pemerintah Kota Batam dan Bappelda terbentuk tahun 2000, barulah diketahui bahwa Pulau Batam ternyata kondisi lingkungan dan alamnya sudah rusak parah.

Analisis dari persoalan diatas antara lain :

Dampak dari tidak hanya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk setiap perusahaan yang akan membangun usahanya disuatu daerah akan mengakibatkan rusaknya ekosistem alam dari daerah itu sendiri.

(19)

yang belum lama terjadi belakangan ini, hal tersebut diakibatkan

ketidakdisiplinan masyarakat dalam membuang sampah ke aliran sungai yang mengakibatkan saluran air menyempit dan tersumbat sehingga air meluap ke jalanan dan rumah-rumah penduduk.

Pemerintah seharusnya ikut menjaga dan mengatur dari lingkungan hidup yang ada disekitar kita. Salah satu caranya dengan membuat

(20)

DAFTAR PUSAKA

Azwar, S, 1989. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Edisi ke-1. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Laksmi, J. dan Rahayu, W., 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan, Kanisius, Jakarta.

Notoatmojo, S, (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Sugiharto (1987), Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah, Cetakan Pertama. Jakarta : UI Press

http://bdkbandung.kemenag.go.id/jurnal/111-pembelajaran-ekosistem-dengan-metoda-karya-wisata-untuk-meningkatkan-keterampilan-generik-sains

http://azayluphna.blogspot.com/2010/10/ekologi-sumber-daya-alam.html

http://lib.ugm.ac.id/exec.php?

app=simpus&act=search&lokasi=6&kriteria=subyek&kunci=LINGKUNGAN+HID UP

Gambar

Gambar 3.1. Air Limbah yang berasal dari Industri
Gambar 3.2. Wastewater Treatment Process

Referensi

Dokumen terkait

Urusan Agama Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dan telah dikaruniai 3 orang anak; Menimbang bahwa dalil yang dibantah dan tidak dibenarkan adalah pengetahuan Pemohon tentang

penuh untuk menanamkan pengetahuan dan menentukan teknik evaluasi yang tepat serta membuat instruksi budaya religius dalam bait-bait kalimat atau unit-unit/bab-bab modul,

Dalam tugas akhir ini akan dibahas program X-Plane untuk menganalisa prestasi terbang BOEING 747-400 dalam melakukan penerbangan pada fasa lepas landas ( Take-Off ) dan fasa

hudûd , pidana mati tidak dapat diberlakukan bagi terpidana kasus penyalahgunaan narkoba, apalagi hanya sebagai pemakai, bukan pengedar atau bandar, sebab menurut dalil- dalil

Agar upaya peningkatan mutu di unit pelayanan farmasi puskesmas dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien maka diperlukan adanya kesatuan bahasa tentang

Mekanisme penanganan air permukaan yang berpotensi masuk kedalam pit harus dilakukan secara benar dan memadai sesuai dengan design dan layout yang

Perangkat Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Qanun Kabupaten Aceh Tengah adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Kabupaten yang bertanggung jawab kepada Bupati dalam

Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Kendali Level Ketinggian Air Pada Waduk Dengan Menggunakan Personal Computer (PC) dan.. Smartphone Melalui Jaringan Wi-Fi