• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI MINYAK BUMI DI CEKUNGAN NATUNA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "POTENSI MINYAK BUMI DI CEKUNGAN NATUNA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

POTENSI MINYAK BUMI DI CEKUNGAN NATUNA BARAT

Disusun oleh

Denny Hermawan Saputra

270110150014

Kelas A

Universitas Padjadjaran

SUMEDANG

(2)

SARI

Kondisi minyak dan gas bumi di Indonesia dewasa ini semakin terpuruk dari segi ekonomi, ekplorasi dan produksi. Hal ini dikarenakan pemakaian bahan bakar minyak dan gas bumi di Indonesia semakin meningkat namun produksi minyak dan gas bumi di Indonesia semakin menurun. Natuna merupakan daerah kepulauan yang dikelilingi oleh dua cekungan besar yakni cekungan Natuna Barat dan Timur yang memiliki potensi geologi mengenai cadangan minyak dan gas bumi; cadangan minyak dan gas bumi cekungan natuna barat sekitar 300 juta barel kemudian untuk cadangan minyak dan gas bumi cekungan Natuna Timur sekitar 500 juta barel minyak, blok ini adalah salah satu blok gas dengan cadangan terbesar di dunia saat ini, dengan total potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Selain itu, Natuna juga memiliki letak geografis yang strategis yang dekat dengan negara Thailand, Malaysia, Singapura dan juga pulau Jawa sehingga sangat ekonomis.

Kata kunci: Cekungan, Natuna, Petroleum system, ABSTRACT

Conditions of oil and gas in Indonesia today is worse off in terms of economics, exploration and production. It is because the use of fuel oil and natural gas in Indonesia increased but production of oil and gas in Indonesia decreased. Natuna archipelago is an area surrounded by two large basins namely West and East Natuna Basin which has the geological potential of the oil and gas reserves; reserves of oil and gas basin of Natuna west about 300 million barrels and then to reserves of oil and gas basins East Natuna approximately 500 million barrels of oil, this block is a gas block with the largest reserves in the world today, with a total potential gas reached 222 trillion cubic feet (tcf). In addition, the Natuna also has a strategic geographical location that near with Thailand, Malaysia, Singapore and also the island of Java so it is very economical.

(3)

DAFTAR ISI

2.1 Geologi Regional Cekungan Natuna Barat... 3

2.1.1 Tatanan Geologi Tektonik Cekungan Natuna Barat... 3

2.2 Struktur dan Susunan Stratigrafi... 4

BAB III ANALISIS 3.1 Stratigrafi Cekungan Natuna Barat...6

3.2Petroleum System Cekungan Natuna Barat...6

3.2.1 Source Rock ...7

3.2.2 Reservoar dan Seal... 7

3.2.3 Trap dan Migration... 7

3.2.4 Akumulasi Hidrokarbon (Play) ...7

3.3 Segi Ekonomi Cekungan Natuna Barat... 8

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kondisi minyak dan gas bumi di Indonesia dewasa ini semakin terpuruk dari segi ekonomi, ekplorasi dan produksi. Hal ini dikarenakan pemakaian bahan bakar minyak dan gas bumi di Indonesia semakin meningkat namun produksi minyak dan gas bumi di Indonesia semakin menurun.

Selain itu, tahap-tahap untuk meningkatkan produksi seperti eksplorasi dan pemanfaatan sumur tua dengan metode Enchanged Oil Recovery (EOR) belum terlaksana sebagaimana mestinya.

Untuk meningkatkan produksi minyak bumi salah satunya dengan cara ekplorasi pada daerah yang memungkinkan terdapat reservoir. Salah daerah yang berpotensi memiliki cadangan minyak dan gas bumi adalah di Cekungan Natuna Barat, Kepulauan Riau.Oleh sebab itu, dengan adanya pelaporan geologi ini diharapkan kondisi yang sedang dihadapai oleh Indonesia dalam hal minyak dan gas bumi dapat teratasi, setidaknya negara ini tidak impor minyak dan gas bumi dari negara lain.

1.2Tujuan

Tujuan dari pelaporan geologi ini adalah untuk mengetahui potensi minyak dan gas bumi di cekungan Natuna Barat dari segi geologi. 1.3Rumusan Masalah

Bagaimana potensi minyak dan gas bumi di cekungan Natuna Barat? 1.4Letak Geografis Kabupaten Natuna

(5)

Timur. Luas Wilayah Kabupaten Natuna ( sebelum Kab. Anambas Terbentuk ) adalah 14.190.120 ha atau 141.901,2 Km2, terdiri dari daratan seluas 323.520 ha (3.235,2 km2) dan perairan seluas 13.866.600 ha (138.66 km2). Wilayah daratan terdiri dari 272 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan Laut Cina Selatan.

Kabupaten Natuna saat ini memang menjadi salah satu daerah andalan penghasil minyak dan gas Indonesia. Berdasarkan laporan studi Kementerian dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2002, cadangan minyak yang dimiliki Natuna mencapai 308,30 Juta Barel. Sementara Cadangan Gas Buminya terbesar se-Indonesia, yaitu sebesar 54,78 triliyun kaki kubik. Tidak mengherankan jika Dana Bagi Hasil Migas menjadi sumber utama pendapatan Daerah Kabupaten Natuna.

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Geologi Regional Cekungan Natuna Barat

Cekungan Natuna Barat berada pada kerak kontinen yang tersusun oleh batuan beku dan metamorf yang berumur Kapur Awal – Kapur Akhir. Cekungan ini dibatasi oleh Cekungan Penyu di baratdaya, Cekungan Malay di baratlaut, Kepulauan Natuna di timur, Khorat Swell di utara serta Paparan Sunda di selatannya (Gambar 2.1). Pengisian sedimen Cekungan Natuna Barat diperkirakan dimulai dari Oligosen sampai dengan Resen. Minyak dan gas pada Cekungan Natuna Barat ditemukan di Formasi Gabus, Udang, Upper Arang dan Lower Arang. Dengan sumber organik adalah batubara yang ada pada Formasi Lower Arang dan Gabus, serta shale lakustrin yang terdapat pada Formasi Belut, Gabus, Barat, Lower Arang dan Upper Arang (Pollock et al., 1984;Michael dan Adrian, 1996). Batuan penudung (seal rocks) merupakan batulempung yang banyak dijumpai pada Formasi Belut, Gabus, Barat, Lower dan Upper Arang.

2.1.1 Tatanan Tektonik Regional

Cekungan Natuna Barat merupakan cekungan rift intrakontinental yang berada pada Paparan Sunda (Daines, 1985 op cit. Darman dan Sidi, 2000). Perkembangan cekungan ini pengaruhi oleh dua fase tektonik utama yaitu fase ekstensional pada Eosen - Oligosen dan fase kompresional pada Miosen. Fase ekstensional yang terjadi pada Eosen - Oligosen dipengaruhi oleh adanya kolisi (collision) antara India dan Asia (Tapponier et al., 1982; op cit. Wongsosantiko dan Wirojudo, 1984). Fase ini mengakibatkan terjadinya rifting / pull-apart yang menghasilkan graben dan setengah graben pada Cekungan Natuna Barat.

(7)

Wongsosantiko dan Wirojudo, 1984).

2.2Struktur dan Susunan Stratigrafi

Stratigrafi cekungan Natuna Barat dimulai dari basement pra-tersier dan seluruh pengendapan tersier. Urutan lithostratigrafi di Cekungan Natuna Barat dari yang paling tua (basement) sampai ke yang muda menurut Conoco Block B Team (1997) dibagi atas lima kelompok, yaitu:

I. Batuan Dasar atau Basement, berumur Pra-Tersier.

II. Kelompok Belut, berumur antara Eocene sampai Oligocene Bawah.

III. Kelompok Gabus, berumur akhir Oligocene.

IV. Kelompok Udang, berumur antara akhir Oligocene atas sampai awal Miocene.

V. Kelompok Barat, berumur antara Oligocene Bawah sampai Miocene Bawah.

VI. Kelompok Arang, berumur antara Miocene Bawah sampai Miocene Tengah.

(8)

BAB III ANALISIS

STRATIGRAFI DAN PETROLEUM SYSTEM CEKUNGAN NATUNA BARAT

3.1Struktur dan Susunan Stratigrafi Cekungan Natuna Barat

(9)

Stratigrafi cekungan Natuna Barat dimulai dari basement pra-tersier dan seluruh pengendapan pra-tersier. Urutan tektonostratigrafi di Cekungan Natuna Barat dari yang paling tua (basement) sampai ke yang muda menurut Conocophillips (2007) dibagi atas empat megasikuen yaitu:

Gambar tektonostratigrafi menunjukan 4 megasikuen (Conocophillips, 2007)

3.2Petroleum System Cekungan Natuna Barat

(10)

3.2.1 Batuan Sumber (Source Rock)

Berdasarkan analisis pirolisis menunjukkan bahwa hidrokarbon berada seribu feet dari formasi Barat. Serta menyatakan bahwa Formasi Benua, Lama, Keras dan Barat memiliki potensial menjadi batuan sumber. Minyak X terbentuk dari kerogen tipe 1 yang berasal dari formasi Lama dan Keras. Titik akumulasi adalah pada kedalaman 9000 ft, pada 227o F. Batuan sumber pada Lower Gabus yang memiliki nilai TOC rendah-sedang, dan terjadi didalam mudstone, thin carboneceus sandstone, dan batubara.(Redjoso, Tutuka Riadji.2013)

3.2.2 Reservoar dan Seal

Batuan reservoar pada formasi Lama/Benua memliki porositas berkisar antara 7% dengan permeabilitas 0,1-2,3 md. Formasi Lower Gabus memiliki porositas rata-rata 22%, dan formasi Keras memiliki porositas 16-23%. Formasi Barat dan Arang memiliki batuan shale, sehingga efektif menjadi batuan seal/cap rock. Dorongan yang kuat pada tahap inversi menjadikan formasi ini adalah formasi Fault Seal. (Redjoso, Tutuka Riadji.2013)

3.2.3 Trap dan Migrasi

Karena depocenter pada cekungan Natuna Barat adalah lipatan tipe Sunda, trap yang paling mudah terjadi adalah anticline. Lapisan sandstone dari sedimen syn-rift dapat juga menjadi trap stratifraphic dan kombinasi keduanya. Waktu hidrokarbon bermigrasi bertepatan pada saat inversi awal, yaitu pada zaman Oligocene. Arah migrasi terbagi menjadi dua kemungkinan. Pertama adalah migrasi dip/lateral, yaitu dari source rock menuju reservoar rock, dan yang lainnya adalah migrasi vertikal, yaitu migrasi dari source rock menuju reservoar melalui jalur patahan secara vertikal. (Redjoso, Tutuka Riadji.2013)

3.2.4 Akumulasi Hidrokarbon (Play)

(11)

dan independen. Trap tergantung dari jenis fault, dengan top seal diberikan oleh regionel shale unit dan shale intra formasi. Prospek potensial cukup kecil untuk satuan akumulasi, akan tetapi reserve komersial dapat mencapai 2 MMBBLS. Akumulasi ini cukup mature pada saat ini. Akumulasi syn-rift telah teridentifikasi pada bagian barat tengah dari Formasi Selatan Kakap. Hidrokarbon ditemui pada lapisan sandstone fluvio-deltaic dari formasi Upper Lama. Akumulasi Lipatan Sunda ditemukan pada Formasi North Kakap. Inversi struktural pada daerah ini mengakibatkan uplift dan erosi pada sealing regional. (Redjoso, Tutuka Riadji.2013)

3.3Hasil dan Perhitungan Keekonomian

(12)

BAB IV KESIMPULAN

Bahwa Cekungan Natuna Barat memiliki potensi untuk dilakukan eksplorasi minyak dan gas bumi karena pertimbangan hal tersebut. Hal tersebut sejalan dengan kondisi geologi yang ada dan memungkinkan untuk dilakukan ekplorasi.

DAFTAR PUSTAKA

 Anonim. 2007. Tatanan Geologi Natuna Barat.---: Conocophillips.  Fathiry, Aziz. Cekungan Natuna Barat.

(13)

 Firdaus, Muhammad Akbar. 2010. Praktikum Geologi Minyak dan Gas

Bumi.____.____

 Medco Energi. 1998. Annual Report. ----: Medco Energi.

Gambar

Gambar Kabupaten Natuna
Gambar tektonostratigrafi menunjukan 4 megasikuen (Conocophillips, 2007)

Referensi

Dokumen terkait

KARAKTERISTIK GEOKIMIA MINYAK BUMI DAN KONDENSAT SERTA KORELASI DENGAN BATUAN INDUK DI LAPANGAN.. PAGARDEWA, CEKUNGAN

Minyak bumi memiliki hubungan erat dengan zona patahan sebagai sistem pembentuk cekungan dan sedimen. Mengetahui pola struktur bawah permukaan termasuk sistem patahan yang ada

Secara geologi, Cekungan Bandung dan sekitarnya tersusun oleh batuan gunung api, sehingga sumber daya geologinya yang berupa energi, lingkungan, dan mineral juga berasal dari

• Hasil interpretasi geologi menunjukkan bahwa daerah penyelidikan yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Selatan terletak di pinggiran cekungan (marginal basin) di

Strategi Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Potensi Ancaman Asimetris Di Wilayah Flight Information Region (Fir) Kepulauan Riau Dan Natuna| Sofa, Dwiyanto, Waluyo | 237 laporan

Cekungan sedimen penghasil minyak di wilayah Indonesia bagian barat yang berumur tersier secara tektonik berada pada cekungan busur belakang (back arcbasin Metode yang

Gambar 12. Daerah prospek hidrokarbon yang ditentukan dari a) amplitudo RMS dan b) frekuensi sesaat dalam kontur kedalaman dengan interval 10 m Formasi Baturaja.. Analisa

Parameter kuat tekan, porositas, densitas atau transit time batuan adalah urutan prioritas sifat batuan untuk prediksi drilabilitas batuan, khususnya di cekungan Jawa Barat