SEJARAH
MUHAMMADIYAH
Sejarah Berdirinya Muhammadiyah
Visi dan Misi Muhammadiyah
•
Visi
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan
Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya
senantiasa istiqomah dan aktif dalam melaksanakan dakwah
Islam amar ma’ruf nahi munkar di semua bidang dalam upaya
mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin menuju
terciptanya/terwujudnya masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya.Hadist yang menerangkan:
•
ل
ل اقل ههللا ى
ل لإه ب
ب حلأل ل
ه املع
ع ل
ل ا ي
ب أ
ل ملص يببهننلا للئهسس تعللاقل اهلنععل هسللا يلضهرل ةلشلئهاعل نععل
:
) .
ىراخبلا هاور ن
ل وعقسيعط
ه تس امل ل
ه املع
ع ل
ل ا نلمه اوعفسللكعا للاقلول لنقل نعإهول اهلمسولدعأل
(
Artinya :” Dari Aisyah r.a. berkata : Nabi pernah
•
Misi
1.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar
ma’ruf nahi munkar memiliki misi :
2.
Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai
dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh para Rasul
sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad saw.
3.
Memahami agama dengan menggunakan akal fikiran
sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan
menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan.
4.
Menyebar luaskan ajaran Islam yang bersumber pada
Al-Qur’an sebagai kitab Allah terakhir dan Sunnah
Rasul untuk pedoman hidup umat manusia.
5.
Mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan
Faktor Internal dan Eksternal Lahirnya
Muhammadiyah
* Faktor obyektif yang bersifat Internal
•
Kelemahan dan praktek ajaran Islam
.
Kelemahan praktek ajaran agama Islam dapat dijelaskan
melalui dua bentuk,
1.
Tradisionalisme
•
2. Sinkretisme
Pertemuan Islam dengan budaya lokal disamping telah
memperkaya khasanah budaya Islam, pada sisi lainnya
telah
melahirkan
format-format
sinkretik,
percampuradukkan
antara
sistem
kepercayaan
asli
masyarakat-budaya setempat. Sebagai proses budaya,
percampuradukkan budaya ini tidak dapat dihindari, namun
kadang-kadang
menimbulkan
persoalan
ketika
• Faktor Objektif yang Bersifat Eksternal
· 1. Kristenisasi
Faktor objektif yang bersifat eksternal yang paling banyak mempengaruhi kelahiran Muhammadiyah adalah kristenisasi, yakni kegiatan-kegiatan yang terprogram dan sistematis untuk mengubah agama penduduk asli, baik yang muslim maupun bukan, menjadi kristen. Kristenisasi ini mendapatkan peluang bahkan didukung sepenuhnya oleh pemerintah Kolonialisme Belanda. Missi Kristen, baik Katolik maupun Protestan di Indonesia, memiliki dasar hukum yang kuat dalam Konstitusi Belanda. Bahkan kegiatan-kegiatan kristenisasi ini didukung dan dibantu oleh dana-dana negara Belanda. Efektifitas penyebaran agama Kristen inilah yang terutama mengguggah KH. Ahmad Dahlan untuk membentengi ummat Islam dari pemurtadan.
· 2. Kolonialisme Belanda
Profil KH. A. Dahlan
• Lahir : Yogyakarta,1 Agustus 1868
Wafat : Yogyakarta23 Februari 1923
Dikenal karena : Pendiri Muhammadiyah dan Pahlawan Nasional
Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan
•
Corak pemikiran Islam dari K.H. Ahmad Dahlan
pada umumnya berkisar pada penekanan praktik
Islam salaf sebagai kritik atas Islam tradisional
(taqlid) yang bercorak sinkretis karena pengaruh
adat istiadat lokal. Dengan kata lain, singularitas
Islam direkonstruksi lagi menjadi Islam
Usaha danJasa-Jasa Besar K.H. Ahmad Dahlan
1. Mengubah dan membetulkan arah kiblat yang tidak
tepat menurut semestinya. Umumnya Masjid-masjid dan
langgar-langgar di Yogyakarta menghadap ke timur dan
orang-orang shalat menghadap ke arah barat lurus.
Pada hal kiblat yang sebenarnya menuju Ka’bah dari
tanah Jawa miring ke utara kurang lebih 24 derajat dari
sebelah barat. Berdasarkan ilmu pengetahuan tentang
ilmu falaq itu, orang tidak boleh menghadap kiblat
menuju barat lurus, melainkan harus miring ke utara 24
derajat. Oleh sebab itu K.H. Ahmad Dahlan mengubah
bangunan pesantrennya sendiri, supaya menuju kearah
kiblat yang betul. Perubahan yang diadakan oleh K.H.
Ahmad Dahlan itu mendapat tantangan keras dari
2. Mengajarkan dan menyiarkan agama Islam dengan popular, bukan saja di pesantren, melainkan ia pergi ke
tempat-tempat lain dan mendatangi berbagai golongan. Bahkan dapat dikatakan bahwa K.H. Ahmad Dahlan adalah bapak muballigh Islam di Jawa Tengah, sebagaimana Syekh M. Jamil Jambek sebagai bapak muballigh di Sumatera Tengah.
3. Memberantas bid’ah-bid’ah dan khurafat serta adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. 3. Mendirikan perkumpulan/persyarikatan Muhammadiyah
pada tahun 1912 M yang tersebar di seluruh Indonesia sampai sekarang. Pada permulaan berdirinya,
Muhammadiyah mendapat halangan dan rintangan yang
sangat hebatnya, bahkan K.H.Ahmad Dahlan dikatakan telah keluar dari mazhab, meninggalkan ahli sunnah wal jama’ah. Bermacam-macam tuduhan dan fitnahan yang dilemparkan kepadanya, tetapi semuanya itu diterimanya dengan sabar dan tawakal, sehingga Muhammadiyah menjadi satu
Faktor Pendorong Berdirinya
Muhammadiyah
1. FaktorSubjektif
2. Faktor Objektif
Faktor objektif yang dimaksud adalah keadaan dan kenyataan yang berkembang saat itu. Apa yang ada dalam pikiran K.H. Ahmad Dahlan merupakan kesadarannya, dinyatakan, disulut dengan api yang ada di dalam masyarakat. Faktor objektif ini dibagi dalam dua bagian yakni intern umatIslam,daneksternumatIslam.
3. Faktor intern
4. Faktor objektif ekstern
Pemerintah Hindia Belanda merupakan keadaan objektif ekstern umat Islam pertama yang melatar belakangi berdirinya persyarikatan Muhammadiyah. Pemerintah Hindia Belanda memegang kekuasaan yang menentukan segala-galanya. Agama pemerintah Belanda menurut resminya adalah Protestan, dengan demikian sudah tidak menghendaki agama Islam. Demi kelangsungan kekuasaannya di Indonesia, pemerintah penjajah Hindia Belanda berpendirian bahwa ajaran agama Islam yang utuh dan murni tidak boleh hidup dan tidak boleh berkembang di tanah jajahan. Maka ajaran agama Islam yang tidak utuh dan tidak murni itulah yang dikehendaki pemerintah Hindia Belanda.Belanda mempunyai keyakinan, kalau umat Islam di tanah jajahan bisa memahami Islam yang sebenarnya, meyakini agama Islam berdasarkan pahamnya yang benar, kemudian bisa melaksanakan ajaran Islam yang benar, maka pemerintah penjajah Belanda tidak akan bisa bertahan. Usaha mereka adalah menjauhkan umat Islam dari Al-Qur’an, menjauhkan dari As-Sunnah,, menjauhkan dari kesanggupan memahami Islam yang sebenarnya dan mampu menggunakan akal pikiran serta akal budinya untuk memahami Islam.
5. Faktor objektif diluar umat Islam lainnya
Maksud dan Tujuan mendirikan Persyarikatan
Muhammadiyah
•
Maksud dan tujuannya adalah untuk menegakkan
dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga dapat
mewujudkan masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Usaha untuk mencapai maksud dan tujuan
ini adalah dengan:
• Mengadakan dakwah Islam;
• Memajukan pendidikan dan pengajaran;
• Menghidupsuburkanmasyarakattolongmenolong
• Mendirikan danmemelihara tempat ibadah dan wakaf;
• Mendidik dan mengasuh anak-anak dan pemuda-pemuda,
supaya kelak menjad iorang Islam yang berarti;
• Berusaha dengan segala kebijkasanaan, supaya kehendak dan peraturan Islam berlaku dalam masyarakat.
• Berusaha kearah perbaikan penghidupan dan kehidupan yang