WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM
A. PENGANTAR
Pulau Miangas merupakan salah satu pulau terluar yang ada di
Sulawesi Utara disebut sebagai wilayah khusus karena posisinya terletak
diujung paling utara dan wilayah negara Republik Indonesia yang
berbatasan dengan Philipina, sehingga pulau tersebut disebut sebagai
pulau perbatasan dan berfungsi sebagai pos pelintas batas Indonesia
dengan Philipina yang dikenal dengan sebutan Border Crossing Agrement (BCA). Pulau ini mempunyai Titik Dasar (TD) No. TD.056 dan Pilar
Pendekat No. TR.056.
Secara geografis Pulau Miangas terletak pada 5° 33’ 15” LU /126° 35’ 18” BT. Luas Pulau Miangas 3,2 Km2. Secara administrasi merupakan bagian dan Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud,
Provinsi Sulawesi Utara. Jarak Pulau Miangas dengan Manado (Ibukota
Provinsi Sulawesi Utara) sekitar 274 mil laut. Jarak Pulau Miangas dengan
Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud) ± 60 mil laut.
Pulau Miangas dapat dijangkau dengan kapal angkutan dan
pelabuhan Bitung, Kapal ¡ni melayani trayek Bitung-Siau-Lirung
pelayaran 15 hari. Alternatif lainnya, dengan pesawat dan Bandara Sam
1Ratulangi menuju Melonguane (Talaud), dilanjutkan dengan menyarter
perahu nelayan menuju Pulau Miangas.1
B. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan
data sekunder (literatur). Penulis menyusun artikel berdasarkan penelitian
yang telah dilakukan oleh orang lain kemudian dikaji dan dikembangkan
bersama dengan sumber-sumber pustaka lain yang berkaitan. Metode ini
hanya menggunakan data sekunder yang dimana diperoleh bukan dari
mendapatkan data secara langsung.
C. PEMBAHASAN
Saat pagi hari para tetua Pulau Miangas sudah perkumpul di
pinggir pantai Walo, Sabtu (21/5/2016). Diantara mereka banyak yang
menggunakan jubah berwarna ungu. Hanya Ratumbanua, ketua adat, yang
mengenakan jubah warna kuning.
Sejak beberapa bulan lalu, mereka telah menancapkan dua
patok di lokasi terpisah. Sebelum kedua patok dipertemukan, tak ada
seorangpun yang boleh melintasi wilayah terlarang, yang sebelumnya
sudah ditetapkan dan disepakati bersama.
Dua patok kayu itu adalah pertanda eha. Dalam tradisi masyarakat di kepulauan Talaud, eha dikenal sebagai hukum penghentian sementara aktivitas di laut maupun di darat. Di sekitar lokasi patok,
masyarakat dilarang menangkap ikan, melintasi maupun beraktifitas di
pesisir pantai.
1
Tak seorangpun berani beraktifitas di sana. Jika ketahuan,
pelanggar hukum adat akan dikenai denda maupun sanksi menabuh
gendang sambil berkeliling kampung, sebagai wujud penyesalan.2
Sehabis pembacaan doa, Phit Hein Essing, Ratumbanua Miangas menceritakan, eha merupakan tahapan dari tradisi menangkap ikan yang dikenal dengan sebutan manam’mi.
Manam’mi adalah tradisi menangkap ikan menggunakan Sami,
janur yang diikatkan pada seutas tali sepanjang tidak kurang dari 500
meter, yang dibentangkan melingkar di tepi pantai.
Beberapa saat kemudian, ratusan masyarakat, tua dan muda mulai berkumpul di pantai, berdoa, lalu mulai menurunkan Sami ke laut.
Sami diturunkan dari dua lokasi yang berada di sisi timur dan utara pulau
Miangas. Jaraknya membentang sekitar 1 kilometer. 2
Selang satu jam kemudian, kedua Sami telah bertemu di tengah
lautan. Kebersamaan dan kerjasama antar warga tampak sangat jelas.
Kabarnya, dahulu kala setiap warga Miangas mencari ikan masing-masing
untuk memenuhi kebutuhan hariannya, dan hanya mendapat hasil
seadanya saja. Hingga suatu ketika masyarakat Miangas mulai bersatu dan
bekerjasama menangkap ikan agar mendapat hasil yang lebih banyak.
Setelah dua jam berlalu, air laut perlahan surut. Beragam jenis
ikan laut bergerak cepat di permukaan air yang dangkal semata kaki. Tidak
sedikit pula ikan yang sudah tidak bisa bergerak dan tersangkut di karang.
Salah satu Pentua Adat memberi aba-aba, seketika ratusan warga dan
2Themmy Doaly.2016 “Semaraknya Menangkap Ikan Secara Tradisional di Pulau
Miangas. Seperti Apa?”.diakses pada http://www.mongabay.co.id pada tanggal 28
wisatawan yang telah menanti dengan sabar mulai berebut ikan. Suara
teriakan dan tawa riuhkan suasana.
Manam’mi bukan hanya sebuah cara menangkap ikan secara
tradisional, namun menjadi simbol persatuan dan gotong royong. Lebih
dalam lagi dia memiliki arti sebagai hubungan timbal balik antara manusia
dengan alam. Bila manusia senantiasa menjaga alam secara timbal balik
alam pun akan memberikan bagiannya kepada manusia.3
D. PENUTUP
Ishak Tamaroda, Kepala Dinas Pariwisata Talaud menga3takan,
keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan manam’mimerupakan
bentuk dukungan dan upaya melestarikan budaya lokal.
Ia menjelaskan, ada kemiripan filosofi
antara manam’midan mane’edi pulau Kakorotan, yaitu kebersamaan
orang Talaud, sejak dari zaman leluhur, dalam memperjuangkan nafkah
dengan cara menangkap ikan. Diakui, sebagai daerah bahari, cara hidup
mereka sangat dekat dengan laut.
“Manam’mi maupun Mane’emerupakan pengejawantahan
prinsip hidup orang Talaud, yaitu menjunjung tinggi kebersamaan. Teguh
dalam kebersamaan. Berat sama-sama dipikul, ringan sama-sama dijinjing,”
ujarnya.
Ishak menjabarkan, manam’mimemiliki sejumlah tahapan agar
usaha masyarakat secara bersama dalam mencari ikan bisa diperoleh.
Tahapan itu terdiri dari, pertama, musyawarah dan mufakat untuk
melakukan kegiatan bersama. Kedua, tahap menyamakan tindakan. Ketiga,
3
memanjatkan doa sebelum memulai pekerjaan. Sesudah itu, mereka
menuju tempat pencabutan eha. Kegiatan selanjutnya penarikan sami. Kemudian penangkapan ikan. Terakhir, syukur dengan mengadakan
makan bersama.
“Harapan kami, budaya Manam’mi bisa dilestarikan sebagai
warisan leluhur, kearifan lokal dan warisan budaya tak benda yang ada di kabupaten kepulauan Talaud,” kata Ishak di sela-sela kegiatan.
E. DAFTAR PUSTAKA
1. Direktori Pulau-Pulau Kecil.2014 “Miangas”.diakses pada
http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id pada tanggal 28 November 2017
pukul 18.39
2. Themmy Doaly.2016 “Semaraknya Menangkap Ikan Secara Tradisional di Pulau Miangas. Seperti Apa?”.diakses pada
http://www.mongabay.co.id pada tanggal 28 November 2017 pukul
20.13
3. Idho.2016 “Manammi, Tradisi Kebersamaan Masyarakat Miangas”.
diakses pada https://kemenpar.dream.co.id pada tanggal 28