• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Antar Personel Bab 2 Model da

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Komunikasi Antar Personel Bab 2 Model da"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

MODEL DAN BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI

Nama : Aifa Nur Amalia

NIM : 1147050015

Kelas : D

(2)

A. Model-Model Komunikasi

Model adalah cara untuk menunjukkan sebuah objek, di dalamnya dijelaskan kompleksitas suatu proses, pemikiran dan hubungan antara unsur-unsur yang mendukungnya. Model dibangun agar kita dapat mengidentifikasi, menggambarkan atau mengkategorisasikan komponen-komponen yang relevan dari suatu proses. Sebuah model dapat dikatakan sempurna, jika ia mampu memperlihatkan semua aspek yang mendukung terjadinya sebuah proses. Misalnya dapat melakukan spesifikasi dan menunjukkan kaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam suatu proses serta keberadaannya dapat ditunjukkan secara nyata.1

Menurut Little John, model adalah: “In broad sense a term model can apply to any symbolic representation of thing, process or idea.” (Dalam pengertian yang luas pengertian model dapat diterapkan pada setaip representasi simbolik suatu benda, proses atau ide.)2

Komunikasi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam berkomunkasi, dapat digambarkan dalam beragam model. Model komunikasi dibuat untuk membantu kita memahami komunikasi dan menspesifikan bentuk-bentuk komunikasi dalam hubungan antarmanusia.3 Gordon Wiseman dan Larry Barker mengemukakan bahwa model komunikasi mempunyai tiga fungsi: pertama, melukiskan proses komunikasi; kedua, menunjukkan hubungan visual; dan ketiga, membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.4

1. Model Stimulus Respons (S-R)

Model stimulus – respons (S-R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Jadi, model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini

1 Lukiati Komala, Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses dan Konteks, Widya Padjadjaran, Bandung, 2009, hlm. 93.

(3)

bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi.

Contoh : Anda menyukai seseorang, lalu anda melihat dan memperhatikan wajahnya sambil senyum-senyum. Ternyata orang tersebut malah menutup wajahnya dengan buku atau malah berteriak “Apa lihat-lihat, nantang ya?!” lalu anda merasa kecewa.

2. Model Aristoteles

Model ini adalah model komunikasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato. Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa Anda (etos-kererpercayaan anda), argumen Anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya dan cara penyampainnya. Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.

3. Model Lasswell

Model Lasswell adalah teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan:

a. Who?

b. Says what?

c. In which channel?

d. To whom?

e. With what effect?

(4)

Kritik yang muncul terhadap model Lasswell ini adalah terlalu menekankan pada pengaruh khalayak, yang terkadang mengabaikan faktor umpan balik (feedback). Umpan balik dari khalayak sangat penting bagi komunikator untuk mengetahui apakah pesan memperoleh tanggapan positif, netral atau negatif.5

4. Model Shannon dan Weaver

Model komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude Shannon dan Warren Weaver, atau lebih dikenal dengan model Shannon dan Weaver. Model ini mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan. Pemancar mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Saluran adalah medium yang digunakan untuk mengirim sinyal dari pemancar ke penerima. Adapun sasaran adalah orang yang menjadi tujuan penyampaian pesan. Suatu konsep yang penting dari model Shannon dan Weaver ini adalah gangguan, yakni setiap stimulus tambahan yang tidak dikehendaki dapat mengganggu kecermatan pesan. Gangguan-gangguan ini dapat menyebabkan kegagalan komunikasi.

Shannon dan Weaver juga memperkenalkan konsep mengenai redudancy

dan entropy. Redudancy adalah pengulangan kata yang menyebabkan rendahnya entropy. Shannon dan Weaver juga menekankan bahwa setiap informasi yang disajikan (message) merupakan proses komunikasi. Informasi yang disampaikan memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku individu serta khalayak.6

5. Model ABX Newcomb

Pendekatan komunikasi yang berdasarkan pada pendekatan seorang pakar psikolog sosial berkaitan dengan interaksi manusia. Dalam bentuk yang paling sederhana dari kegiatan seseorang (A) menyampaikan informasi kepada orang lain (B) mengenai sesuatu (X). Model ini menyatakan bahwa orientasi sikap A terhadap B dan terhadap X adalah saling bergantung dan ketiganya membentuk sistem yang meliputi empat orientasi. Model Newcomb ini

(5)

merupakan cara yang biasa dan efektif di mana orang-orang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungannya.

Teori Newcomb dapat membantu ahli komunikasi kelompok dalam menjelaskan dan memperkirakan tingkah laku kelompok-kelompok yang beranggotakan 2 orang. Pada tingkat antarpribadi, teori ini menjelaskan beberapa motivasi dan tekanan yang akan menimbulkan beberapa tindakan komunikasi. Teori ini juga menguraikan dan menjelaskan kegiatan itu sendiri.7 6. Model Berlo

Model yang dikembangkan oleh David Berlo pada tahun 1960 ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen, yaitu sumber, pesan, saluran dan penerima atau receiver. Akan tetapi pada masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol.

Faktor keterampilan, sikap, pengetahuan, kebudayaan dan sistem sosial dari sumber atau orang yang mengirim pesan merupakan faktor penting dalam menentukan isi pesan, perlakuan atau treatment dan penyandian pesan. Faktor-faktor ini juga berpengaruh kepada penerima pesan dalam menginterpretasikan isi pesan yang dikirimkan. Saluran yang dapat digunakan dalam komunikasi adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan dan alat peraba.

Model komunikasi Berlo di samping menekankan ide bahwa meaning are in the people atau arti pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada kata-kata pesan itu sendiri. Dengan kata lain, interpretasi pesan terutama tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang ditafsirkan oleh si pengirim atau si penerima pesan.8

7. Model Sirkuler Osgood dan Schramm

Model ini menggambarkan suatu proses yang dinamis. Pesan ditransmisikan melalui proses encoding dan decoding. Hubungan antara

encoding dan decoding layaknya sumber (encoder) dan penerima (decoder) yang saling mempengaruhi satu sama lain. Namun, pada tahap berikutnya penerima (encoder) dan sumber (decoder), interpreter berfungsi ganda sebagai

7 Lukiati Komala, Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses dan Konteks, Widya Padjadjaran, Bandung, 2009, hlm. 105-106.

(6)

pengirim dan penerima pesan. Perlu dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sejajar.9

8. Model Melvin DeFleur

Model DeFleur merupakan model proses komunikasi massa yang dikembangkan dari proses komunikasi antarpribadi. Model ini merupakan perluasan dari model Shannon dan Weaver dengan memasukkan unsur piranti media massa (mass medium device) dan piranti umpan balik (feedback device). Digambarkan bahwa sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver) dan sasaran (destination) merupakan tahapan-tahapan yang terpisah dalam proses komunikasi massa.10

B. Bentuk-Bentuk Komunikasi

Seperti halnya definisi komunikasi, klasifikasi tipe atau bentuk-bentuk komunikasi di kalangan para pakar juga berbeda satu sama lainnya. Klasifikasi itu didasarkan atas sudut pandang masing-masing pakar menurut pengalaman dan bidang studinya. Tidak begitu mudah menyalahkan suatu klasifikasi tidak benar, karena masing-masing pihak memiliki sumber yang cukup beralasan.

Kelompok sarjana komunikasi Amerika yang menulis buku Human Communication (1980) membagi komunikasi atas lima macam tipe, yakni Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication), Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication), Komunikasi Organisasi (Organizational Comminication), Komunikasi Massa (Mass communication) dan Komunikasi Publik (Public Communication).

Josep A. Devito seorang profesor komunikasi di City University of New York dalam bukunya (1982) membagi komunikasi atas empat macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Kelompok Kecil, Komunikasi Publik dan Komunikasi Massa.

Wayne Peace dan teman-temannya yang merupakan akademisi dari Brigham Young University dalam bukunya Techniques for Effective Communication (1979) membagi komunikasi atas tiga tipe, yakni komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antar pribadi serta komunikasi khalayak.

(7)

Beberapa sarjana komunikasi aliran Eropa hanya membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi dan Komunikasi Massa. Di Indonesia ada kalangan yang membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Massa dan Komunikasi Sosial.

Para pakar ilmu komunikasi mengelompokkan pembagian komunikasi dalam bentuk yang bermacam-macam. Sebagaimana telah dipaparkan Dedy Mulyana dalam bukunya berjudul Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar bahwasanya komunikasi dilihat dari peserta komunikasinya terbagi menjadi beberapa bagian, yakni Komunikasi dengan Diri Sendiri, Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Massa, Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Kelompok.

Memerhatikan beberapa pandangan para pakar di atas mengenai tipe-tipe atau bentuk-bentuk komunikasi, maka kita akan membagi atas lima tipe, yakni, Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication), Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication), Komunikasi Kelompok (Group Communication), Komunikasi Publik (Public Communication) dan Komunikasi Massa (Mass Communication).

1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)

Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Terjadinya proses komunikasi di sini karena adanya seseorang yang memberi arti terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya. Objek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam, peristiwa, pengalaman, fakta yang mengandung arti bagi manusia, baik yang terjadi di luar maupun yang ada di dalam diri seseorang.

Objek yang diamati mengalami proses perkembangan dalam pikiran manusia setelah mendapat rangsangan dari panca indera yang dimilikinya. Hasil kerja dari pikiran tadi setelah dievaluasi pada gilirannya akan memberi pengaruh pada pengetahuan, sikap, dan perilaku seseorang.

(8)

hanya bisa dilakukan dengan metode komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri.

Beberapa kalangan menilai bahwa proses pemberian arti terhadap sesuatu yang terjadi dalam individu belum dapat dinilai sebagai proses komunikasi, melainkan suatu aktivitas internal monolog. Studi komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication) kurang begitu banyak mendapat perhatian, kecuali dari kalangan yang berminat dalam bidang psikologi behavioristik. Oleh karena itu, literatur yang membicarakan tentang komunikasi intrapersonal bisa dikatakan sangat langka ditemukan.

2. Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antar pribadi yang dimaksud disini ialah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang dinyatakan R. Wayne Pace (1979) bahwa “interpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face setting.”

Menurut sifatnya, komunikasi antar pribadi bisa dibedakan atas dua macam, yakni komunikasi Diadik (Dyadic Communication) dan komunikasi kelompok kecil (Small Group Communication).

Komunikasi diadik adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang dalam situasi tatap muka. Komunikasi diadik menurut Pace dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yakni percakapan, dialog, dan wawancara. Percakapan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan informal. Dialog berlangsung dalam situasi yang lebih intim, lebih dalam dan lebih personal, sedangkan wawancara sifatnya lebih serius, yakni adanya pihak yang dominan pada posisi bertanya dan yang lainnya pada posisi menjawab.

(9)

sumber dan penerima sulit diidentifikasi. Dalam situasi seperti ini, semua anggota bisa berperan sebagai sumber dan juga pembicara. Oleh karena itu pengaruhnya bisa bermacam-macam, misalnya si A bisa terpengaruh dari si B, dan si C bisa memengaruhi si B. proses komunikasi seperti ini banyak ditemukan dalam kelompok studi dan kelompok diskusi.

Pada intinya komunikasi antar pribadi itu akan terjadi manakala antara komunikator dan komunikan terjadi komunikasi. Untuk maencapai komunikasi efektif, maka persamaan antara komunikator dan komunikan harus diwujudkan, yaitu situasi komunikasi yang bersifat homophyli. Jika situasi seperti ini sudah terwujud maka komunikasi akan lebih efektif sebab antara komunikator dan komunikan bisa benar-benar mengerti akan pesan yang tersampaikan.

Homophyli adalah debuah istilah yang menggambarkan derajat pasangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifat (atribut), seperti kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial dan sebagainya. Sedangkan Heterophyli adalah sebagai kebalikannya. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa komunikasi akan lebih efektif manakala hubungan antara komunikator dan komunikan bersifat homophyli, yakni sama keadaannya (dalam sifat/atribut), karena orang selalu cenderung mengadakan komunikasi dengan orang yang dianggap sama. Akan tetapi tidaklah berarti orang yang berbeda sifat (heterophyli) tidak dapat efektif dalam berkomunikasi. Mereka dapat berkomunikasi secara efektif apabila salah satunya atau keduanya memiliki kemempuan untuk melakukan empathy satu sama lain.

3. Komunikasi Kelompok (Group Communication)

(10)

Dengan demikian, komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil tersebut (small group communication). Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antar pribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antar pribadi berlaku juga bagi komunikas kelompok. Namun demikian, jumlah orang dalam kelompok-kelompok itu tidak bisa ditentukan secara eksak.

Antara komunikasi kelompok dengan komunikasi antar pribadi sebenarnya tidak perlu ditarik garis pemisah. Kedua bidang tersebut bertumpang tindih dan banyak situasi tatap muka dapat diungkapkan dalam berbagai cara sesuai dengan perhatian tujuan si pengamat.

Baik komunikasi kelompok maupun komunikasi antar pribadi melibatkan dua atau lebih individu yang secara fisik berdekatan dan yang menyampaikan serta menjawab pesan-pesan baik secara verbal maupun secara nonverbal. Akan tetapi komunikasi antar pribadi biasanya dikaitkan dengan pertemuan antara dua, tiga atau mungkin empat orang yang terjadi secara spontan dan tidak berstruktur, sedangkan komunikasi kelompok terjadi dalam suasana berstruktur dimana para pesertanya lebih cenderung melihat dirinya sebagai kelompok serta mempunyai kesadaran tinggi tentang sasaran bersama. Komunikasi kelompok cenderung dilakukan secara sengaja dibandingkan dengan komunikasi antar pribadi, dan umumnya para pesertanya lebih sadar akan peranan dan tanggung jawab mereka masing-masing. Meskipun komunikasi kelompok dapat dan memang terjadi dalam suatu kelompok yang terdiri dari dua, tiga atau empat individu, ia juga dapat terjadi dalam kelompok tatap muka yang lebih besar dan kelompok-kelompok tersebut lebih bersifat permanen daripada kelompok-kelompok yang terlibat dalam komunikasi antar pribadi.

(11)

kelompok atau sebaliknya, tetapi ini tergantung pada perhatian khusus atau kepentingan si pengamat.

4. Komunikasi Publik (Public Communication)

Komunikasi publik biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retorika, public speaking dan komunikasi khalayak (audience communication). Apapun namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.

Komunikasi publik memiliki ciri komunikasi interpersonal (pribadi), karena berlangsung secara tatap muka, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang cukup mendasar sehingga memiliki ciri masing-masing. Dalam komunikasi publik, penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara (sumber) dan siapa pendengarnya. Interaksi antara sumber dan penerima sangat terbatas, sehingga tanggapan balik juga terbatas. Hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan sangat terbatas dan jumlah khalayak relatif besar. Sumber sering kali tidak dapat mengidentifikasi satu per satu pendengarnya.

Ciri lain yang dimiliki komunikasi publik bahwa pesan yang disampaikan itu tidak berlangsung secara spontanitas, tetapi terancana dan dipersiapkan lebih awal. Tipe komunikasi publik biasanya ditemukan dalam berbagai aktivitas seperti kuliah umum, khotbah, rapat akbar, pengarahan, ceramah dan semacamnya.

Ada kalangan tertentu menilai bahwa komunikasi publik bisa digolongkan komunikasi massa bila dilihat pesannya yang terbuka. Tetapi terdapat kasus tertentu dimana pesan yang disampaikan itu terbatas pada segmen khalayak tertentu. Misalnya pengarahan, diskusi panel, seminar dan rapat anggota. Karena itu komunikasi publik bisa juga disebut komunikasi kelompok bila dilihat dari segi tempat dan situasi.

(12)

Komuniksi publik seperti ini makin banyak menarik perhatian dan minat pengunjung jika disertai dengan pertunjukan artis dan ceramah kiyai kondang yang khusus didatangkan untuk menggalang massa.

5. Komunikasi Massa (Mass Communication)

Terdapat berbagai macam pendapat tentang pengertian komunikasi massa. Ada yang menilai dari segmen khalayaknya, dari segi medianya, dan ada pula dari segi sifat pesannya. Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepeda khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi, surat kabar, dan film.

Dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi yang sebelumnya, komunikasi massa memiliki ciri tersendiri. Sifat pesannya terbuka dengan khalayak yang variatif, baik dari segi usia, agama, suku, pekerjaan, maupun dari segi kebutuhan. Ciri lain yang dimiliki komunikasi massa ialah sumber dan penerima dihubungkan oleh saluran yang telah diproses secara mekanik. Sumber juga merupakan suatu lembaga atau institusi yang terdiri dari banyak orang, misal reporter, penyiar, editor, teknisi dan sebagainya. Oleh karena itu, proses penyampaian pesannya lebih formal, terencana (dipersiapkan lebih awal), terkendali oleh redaktur dan lebih rumit, dengan kata lain melembaga.

Pesan komunikasi massa berlangsung satu arah dan tanggapan baliknya lambat (tertunda) dan sangat terbatas. Akan tetapi, dengan perkembangan komunikasi yang begitu cepat, khususnya media massa elektronik seperti radio dan televisi, maka umpan balik dari khalayak bisa dilakukan denga cepat kepada penyiar, misalnya melalui program interaktif.

Selain itu, sifat penyebaran pesan melalui media massa berlangsung begitu cepat, serempak dan luas. Ia mampu menagatasi jarak dan waktu, serta tahan lama bila didokumentasikan. Dari segi ekonomi, biaya komunikasi massa cukup mahal dan memerlukan dukungan tenaga kerja relatif banyak untuk mengelolanya.

(13)

a. Bersifat simultan, ialah bahwa walaupun komunikan berada pada jarak satu sama lain terpisah, tetapi media massa mampu membina keserempakan kontak dengna komunikan dalam penyampaian pesannya.

b. Bersifat umum, ialah pesan yang disampaikan melalui media massa ditujukan kepada umum dan di samping itu juga mengenai kepentingan umum.

c. Komunikannya heterogen, sebagai konsekuensi daripada penyebaran yang teramat luas (jangkauan audiencenya), maka komunikan dari komunikasi massa terdiri dari berbagai macam, inilah menjadikan komunikannya heterogen.

d. Berlangsung satu arah, ialah bahwa feedback yang terjadi ialah

delayed feedback, berbeda dengan komunikasi tatap muka.

DAFTAR PUSTAKA

(14)

Cangara, Hafied. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses dan Konteks.

Bandung: Widya Padjadjaran.

Pearson, Judy dan Paul Nelson. 2011. Human Communication. New York: McGraw-Hill.

Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: MedPress.

Wiryanto. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.

Anonim. (2009). Model Komunikasi Menurut Para Ahli, [Online]. Tersedia:

http://jurusankomunikasi.blogspot.co.id/2009/03/model-komunikasi-menurut-para-ahli.html [14 September 2015]

Akbar, Folly. (2011). Bentuk-Bentuk Komunikasi, [Online]. Tersedia:

http://follyakbar.blogspot.co.id/2011/02/bentuk-bentuk-komunikasi.html [14

Referensi

Dokumen terkait

Qualitative research (penelitian kualitatif) adalah sebuah tipe penelitian pendidikan di mana si peneliti mengandalkan pandangan para partisipan,

Menurut DeVito (1997: 10), keterbukaan diri merupakan salah satu bentuk komunikasi, dimana kita berusaha mengungkapkan informasi-informasi mengenai diri kita

Kita dapat menemukan asymptote fungsi tersebut dengan mudah jika fungsi rasional di atas diubah menjadi fungsi polinomial dengan sisa pembagian, yakni dengan membagi (

Ciri-ciri komunikasi massa seperti yang telah diterangkan di atas, para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan komunikasi massa (Mass Communication) adalah

Adapun maksud dari judul di atas adalah penyusun akan melakukan penelitian tentang pandangan para pakar hukum kota Semarang terhadap faktor besarnya kegagalan

John R Bittner (1996) mengatakan bahwa dalam komunikasi massa kita membutuhkan gatekeeper (pentapis informasi atau palang pintu) yakni beberapa individu atau kelompok yang

Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawah ke atas, yakni pesan yang disampaikan oleh para anggota organisasi/ bawahan kepada pimpinan. Komunikasi ini

Dalam komunikasi antar pribadi atau komunikasi interpersonal harus dimulai dari diri sendiri, karena tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi