HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah PT.Pertamina (Persero)
Berdirinya pertamina Pada tahun 1945, Jepang, dengan disaksikan pihak Sekutu, menyerahkan Tambang Minyak Sumatera Utara kepada Indonesia. Daerah perminyakan ini adalah bekas daerah konsesi BPM sebelum Perang Dunia Kedua. Pada masa revolusi fisik, tambang minyak ini hancur total. Lapangan-lapangan minyak di daerah lain di Indonesia dapat dikuasai kembali oleh Belanda dan pihak asing berdasarkan hak konsesi, namun lapangan minyak di Sumatera Utara dan Aceh dapat dipertahankan bangsa Indonesia. Semenjak kedaulatan Republik Indonesia diakui pada Desember 1949, hingga akhir 1953 Pemerintah masih ragu apakah akan mengembalikan Tambang Minyak Sumatera Utara kepada BPM atau dikuasai sendiri. Penunjukkan ‘koordinator’ untuk pertambangan oleh Menteri Perekonomian pada tahun 1954 belum membawa perbaikan.
Pada bulan Oktober 1957, Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada waktu itu Jenderal A.H. Nasution menunjuk Kolonel Dr. Ibnu Sutowo untuk membentuk Perusahaan Minyak yang berstatus hukum Perseroan Terbatas. Pada tanggal 10 Desember 1957 didirikan P.T. Pertambangan Minyak Nasional Indonesia (P.T. PERMINA) dengan Kol.Dr. Ibnu Sutowo sebagai presiden direktur. Berdasarkan UU No 19 tahun 1960 tentang perusahaan negara, P.T Permina sebagai Perseroan Terbatas menjadi Perusahaan Negara dengan anggota-anggota Direksi waktu itu adalah:
a. Kol. Dr. Ibnu Sutowo , sebagai Presiden Direktur b. Let.Kol.S.M. Geudong, sebagai Direktur,
d. Kronologi Sejarah Minyak dan Gas Bumi di Indonesia
Prolog Masa 1871 - 1885 (Masa Awal Pencarian dan Penemuan Minyak di Indonesia) Industri minyak Indonesia mulai di awal abad 19:
a. 12 tahun setelah pemboran minyak pertama di Titusville, Pensylvania, AS 1859 b. Prolog Masa 1885 - 1945 (Masa Eksploitasi Minyak oleh Penjajah)
c. Pasca 1885 Berdiri Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan (Sumatera Utara) d. 1887 - Pencarian minyak di Jawa Timur (Surabaya)
e. 1888 - Konsesi Sultan Kutai dengan JH Meeten di Sanga-Sang f. 1890 - Pendirian kilang Wonokromo & Cepu
g. 1892 - Pembangunan kilang minyak di Pangkalan Berandan
h. 1894 - Pendirian kilang Balikpapan oleh Shell Transport and Trading
i. 1899 - UU Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda (Indische Mijnwet) yang mengatur kegiatan pencarian minyak bumi di Indonesia
AS dan Belanda
a. AS berusaha masuk ke Indonesia tapi dicegah pemerintah Belanda. Namun karena tekanan AS kepada Den Haag, akhirnya muncul perusahaan patungan AS dan Belanda yakni SHELL dan NIAM (Jambi, Bunyu, dan Sumatera Utara)
b. Standard Oil masuk dan dipecah menjadi Standard Oil of New Jersey (membentuk Anak Perusahaan American petroleum Co) dan Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM).
c. NKPM menemukan lapangan Talang Akar (Sumsel) yang merupakan lapangan terbesar di Hindia Belanda
e. 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil. Penggabungan ini diubah statusnya menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac) pada1947.
f. 1922 Standard Oil of California masuk ke Kalimantan dan Irian Jaya g. 1928 Gulf Oil (AS) masuk ke Sumatera Utara.
h. 1929 Standard Oil of California masuk ke Sumatera Utara
i. 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil.
j. 1947 Penggabungan SVPM diubah statusnya menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac).
Prolog Masa 1945 - 1957 (Masa Perjuangan Minyak Pra-Pertamina) a. Selama perang kemerdekaan kegiatan pencarian minyak berhenti. b. Perjuangan Pangkalan Berandan, Sumatera Utara, dan Aceh Timur
c. Muncul "Laskar Minyak" mensuplai keperluan pesawat terbang dan kendaraan lain d. Berdiri perusahaan minyak pribumi:
e. 1945 didirikan PTMSU
f. 1945 didirikan PTMN Cepu di lokasi ex SHELL (Lap. Nglobo, Semanggi Ledok dan Wonokromo)
g. 1950 PTMN Cepu berubah menjadi PTMNRI Cepu
j. 22 Juli 1957 TMSU ditetapkan menjadi PT ETMSU (eksploitasi) k. Agustus 1951 Mosi Mohammad Hasan
l. Gubernur Sumatera Mr. Teuku H. Moh. Hasan mengajukan sebuah mosi yang memperjuangkan pertambangan minyak dan disokong oleh kabinet secara bulat pada 2 Agustus 1951 dan dibentuk sebuah komisi.
m. Perjuangan di parlemen salah satunya adalah merintis UU pertambangan yang mengganti Indische Mijnwet 24 Oktober 1956 PP No. 24/1956
n. Diputuskan tambang minyak Sumatera Utara tidak dikembalikan kepada SHELL 1957 o. Juli 1957 Jend. AH. Nasution mendapatkan pelimpahan tugas tambang minyak Sumut.
Rehabilitasi lapangan dan ekspor hasil untuk pembangunan.
p. 1957 Pemerintah RI mengambil alih semua perusahaan Belanda di Indonesia. (Kecuali SHELL karena kepemilikannya bersifat internasional)
q. Perubahan nuansa kedaerahan menjadi nasional (AH Nasution, 1957)
r. 10 Desember 1957 berdirinya PT Permina sebagai perusahaan minyak pertama bersifat nasional Pasca 1957
s. 1959 berdiri NV NIAM (NV Nederlands Indische Aardolie Maatschappij) perusahaan patungan AS dan belanda
t. 31 Des 1959 50% saham diambil alih pemerintah RI dan NV NIAM berubah jadi PT Perindo
u. 4 Jan 1966 Permigan dilikuidasi karena peristiwa G30S/PKI (Perbum) v. Aset Permigan diberikan kepada PN Pertamin dan PN Permina
w. 1968 PN Pertamin dan PN Permina merger menjadi PN Pertamina
x. 1971 diterbitkan UU No. 8 tahun 1971 yang mengukuhkan PN Pertamina Menjadi pertamina
y. 2001 diterbitkan UU Migas No 22 tahun 2001 yang akhirnya mengantar Pertamina menjadi PT.Pertamina (persero)2003 Pertamina berubah status menjadi PT Pertamina (Persero) Perubahan mendasar ada pada peran regulator menjadi player era persero Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah bentuk menjadi PT. Persero yang bergerak di bidang energi, petrokimia dan usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar negeri yangberorientasi pada mekanisme pasar.
z. Modal Setor PT. Pertamina (Persero): PT. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara. Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. Pertamina (Persero) pada saat pendirian adalah Rp. 100 Trilyun. Nilai Rp. 100 Trilyun tersebut diperoleh dari : "Seluruh Kekayaan Negara yang selama ini tertanam pada Pertamina, yang meliputi Aktiva Pertamina beserta seluruh Anak Perusahaan, termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh Perusahaan Penilai Independen, dikurangi dengan semua kewajiban (hutang ) pertamina.
4.1.2 Visi Misi Perusahaan Visi :
Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia. Untuk mewujudkan Visi Perseroan sebagai perusahaan kelas dunia, maka Perseroan sebagai perusahan milik Negara (100% saham dimiliki Negara) turut melaksanakan serta menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, terutama di bidang penyelenggaraan usaha energi, yaitu minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang energi tersebut
menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Misi :
Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat. Misi Perseroan menjalankan usaha inti minyak, gas, bahan bakar nabati serta kegiatan pengembangan, eksplorasi, produksi serta niaga energi baru dan terbarukan (new and renewable energy) secara terintegrasi.
4.1.3 Tata Nilai Perusahaan
Pertamina menetapkan enam tata nilai perusahaan yang dapat menjadi pedoman bagi seluruh karyawan dalam menjalankan perusahaan. Keenam tata nilai perusahaan Pertamina adalah sebagai berikut:
a. clean ( bersih )
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
b. competitive ( kompetitif )
Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
c. confident ( percaya diri)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa.
d.customer focus ( customer focus pada pelanggan )
Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
e. Commercial ( komersial )
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
f. Capable ( berkemampuan )
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.
Gambar 4.1 logo pertamina lama
Logo PN Pertamina dibuat dengan menggabungkan unsur yang terdapat dalam dua logo perusahaan sebelumnya. Logo Permina yang terdiri dari gambar dua kuda laut, Bintang dan Pita tetap dipertahankan dengan menambahkan warna biru yang terdapat dalam logo Pertamin sebagai latar belakang logo Perusahaan yang baru.
Dalam keputusan direksi Pertamina No. 914/kpts/dr/du/1971 secara resmi memberlakukan logo baru tersebut sebagai simbol PT. Pertamina. Dalam keputusan tersebut ditetapkan beberapa hal tentang lambang PT. Pertamina yakni:
1. Bentuk lambang adalah simetris berisi-empat-lengkung; 2. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas;
3. Bintang diapit oleh 2 ekor kuda laut berwarna merah yang saling berhadapan 4. Ekor kuda laut dihubungkan dengan pita berwarna kuning ;
5. Pita kuning bertuliskan Pertamina dengan warna merah; 6. Dasar Lambang berwarna biru
7. Garis-garis hitam dalam bintang harus lebih tipis dari countur bintang;
8. Bintang bersudut lima : Tenaga (kekuatan) pendorong dalam melaksanakan suatu tugas untuk mencapai cita-cita Nasional;
9. Kuda Laut : Fosil-fosil yang mengandung minyak dan mempunyai daya hidup yang besar;
10. Pita (banner) : Ikatan penggalang persatuan dan kebulatan tekad;
11. Warna merah : Keuletan, ketegasa dan keberanian dalam menghadapi pelbagai kesulitan;
12. Warna Kuning : Keagungan cita-cita yang hendak dicapai dalam ketekunan dan penuh kayak inan;
13. Warna Biru : Kesetian kepada Tanah air, dasar negara Pancasila dan dasar (lambang) UUD 1945;
Seiring dengan kemajuan zaman yang berkembang di berbagai bidang, perwajahan logo PT. Pertamina-pun juga tidak mau ketinggalan dengan para kompetitor asing yang siap menyerang Indonesia. Pada tahun 2005 PT. Pertamina mengganti logonya dengan bentuk yang lebih sederhana guna menyesuaikan perkembangan trend desain promosi saat ini, yakni simpel, mudah diingat, tapi elegan.
Gambar 4.2 logo pertamina baru
4.1.5 Makna Logo Perusahaan
Logo PT. Pertamina (persero) yang baru membentuk huruf ‘P’ yang terdiri dari tiga bidang belah ketupat yang berwarna biru, hijau dan merah. Adapun filosofi yang terkandung dalam logo PT. Pertamina yang baru ini diantarannya adalah :
1. Biru mencerminkan : Andal, dapat dipercaya dan bertanggung jawab; 2. Hijau mencerminkan : Sumber daya energi yang berwawasan lingkungan;
3. Merah mencerminkan :Keuletan dan ketegasan serta keberania dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.
Logo baru PT. Pertamina ini dibuat oleh perusahaan desain dan konsultan merk Landor asal San Fransisco. Diresmikan dan diberlakukan terhitung mulai tanggal 10 desember 2005.
4.1.6 Struktur Organisasi
4.2 Hasil Penelitian
Gambar 4.3 Struktur organisasi PT Pertamina DIREKTUR UTAMA
ELIA MASSA MANIK
DIREKTUR HULU SYAMSU ALAM
DIREKTUR MEGAPROYEK PENGOLAHAN & PETROKIMIA
RACHMAD HARDADI DIREKTUR GAS
YENNI ANDAYANI
DIREKTUR SDM.TEKNOLOGI INFORMASI & UMUM DWI WAHYU DARYOTO DIREKTUR PEMASARAN MUCHAMAD ISKANDAR
DIREKTUR PENGOLAHAN TOHARSO
DIREKTUR KEUANGAN & STRATEGI PERUSAHAAN
4.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara secara mendalam dan setelah melakukan penelitian melalui studi kasus yang dilakukan penulis kepada key informan pertama yakni manager corporate brand PT Pertamina bapak Agoes Boedijono. Dalam pelaksanaan wawancara ini peneliti melakukan wawancara satu kali pada tanggal 11 juli 2017 diruangan manager corporate brand pertamina yang terletak di Gedung Perwira II lantai 1. Jalan Medan merdeka timur Jakarta Pusat.
Sedangkan untuk informan kedua peneliti melakukan wawancara kepada Officer Sponsorship dari PT.Pertamina Ibu Vega pita , peneliti melakukan wawancara langsung sebanyak satu kali pada tanggal 12 Juli 2017 di ruang corporate brand PT.Pertamina yang terletak di Gedung Perwira II lantai 1 di Jalan Medan merdeka timur Jakarta Pusat,
Untuk informan ketiga peneliti melakukan wawancara kepada Ibu Ika Sulviany sebagai Sponsorship PT Pertamina,peneliti melakukan wawancara langsung sebanyak satu kali pada tanggal 12 juli 2017 di ruang corporate brand PT.Pertamina yang terletak di Gedung Perwira II lantai 1 di Jalan Medan merdeka timur Jakarta Pusat,
Hasil yang dipaparkan adalah manajemen public relations PT Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan melalui Sponsorship studi kasus Proliga. Berikut ini merupakan hasil data yang telah diperoleh setelah dikategorisasikan sebagai berikut :
Adapun manajemen public relations yang dilakukan dalam mempertahankan citra perusahan memalui corporate brand adalah sebagai berikut :
1. Mendefinisikan masalah (define pr problem ) 2. Perencanaan dan Program (Planning and Program )
3. Aksi dan komunikasi (Action and Communication) 4. Evaluasi program (Program Evaluation )
4.2.1 Mendefinisikan Masalah ( Define PR Problem )
Langkah pertama ini mencakup penyelidikan dan memantau pengetahuan, opini, sikap dan perilaku pihak-pihak yang terkait dengan, dan dipengaruhi oleh tindakan dan kebijakan organisasi. Pada dasarnya ini adalah fungsi intelijen organisasi. Fungsi ini menyediakn dasar untuk semua langkah dalam proses pemecahan masalah dengan menentukan “ Apa yang terjadi saat ini ?”
Dalam melakukan wawancara, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber dengan menggunakan teknik pertanyaan 5W + 1H (Who, Where, When, Why, dan How).
Sebelum mengajukan pertnyaan yang berkaitan dengan tanggapan atau reaksi masyarakat atau public terhadap PT Pertamina. Peneliti mengajukan sedikit pertanyaan mengenai penjelasan secar singkat tentang langkah yang di jalankan di PT Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan.
Berikut penjelasan dari Bapak Agoes Boedjono selaku Manager Corporate Brand PT Pertamina, mengenai langkah yang dijalankan PT Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan :
“ mempertahankan citra, bahwa program-program sudah sesuai dengan visi misi pertamina, yang pertama strategis dalam pembangunan brand sudah sesuai dengan visi misi perusahaan, program-program nya,, eemm. Program – program nya itu mendukung bisnis pertamina kegiatan CSR. Terus , adanya evaluasi setiap program yang sudah dilakukkan. Adapun program yang dilakukan Antara lain : kegiatan sponsorship event dalam dan keluar negri. Dalam negri sepeerti proliga keluar negri kegiatan sesuai bisnis perusahaaan ,Advertising dan creative , pembuatan TVC pertamina,pembuatan Print Art,pembuatan calendar , agenda perusahaan, company
profile, serta melakukan kegiatan advertising di media elektronik,cetak dan social media. Exhibition atau pameran, dalam dan luar negri.”
Dari penjelasan Bapak Agoes Boedjono selaku Manager Corporate Brand PT Pertamina, mengenai langkah yang dijalankan PT Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan yaitu Pertamina melakukan Program seperti kegiatan Sponsorship, advertising dan crative, dan exhibition dimana kegiatan ini dilakukan untuk mendukung bisnis pertamina. Dan hal ini perlu dilakukan dan tujuan nya untuk mempertahankan citra pertamina dan meningkatkan citra pertamina di masyarakat.
Berikut penjelasan dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina menjelaskan peran sponsorship dalam pembentukan citra pertamina:
“ Peran sponsosrship dalam pembentukan citra perusahaan yaitu, dengan ada nya kegiatan sponsor yang dilaukan pada program seperti Proliga, GIIAS,Lamborghini ataupun mensponsori perusahaan perusahaan yang memang bekerja sama dengan pertamina. Dimana perusahan tersebut melakukan event, dan event tersebut di sponsori dari pertamina dengan seperti itu sponsorship melakukan peran nya untuk selalu membentuk citra pertamina”.
Dari penjelasan yang diberikan Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina menjelaskan peran sponsorship dalam pembentukan citra perusahaan pertamina melakukan kegiatan sponsor pada beberapa program yaitu Proliga, GIIAS, Lamborghini ataupun mensponsori perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan pertamina. Dimana perusahaan tersebut melalukan kegiatan event dan membawa nama pertamina dalam event tersebut sehingga citra pertamina menjadi lebih dikenal oleh masyarakat.
Kemudian berikut penjelasan dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina upaya Pertamina dalam memperkenalkan program proliga:
“Jadi sebetulnya,kalau proliga adalah event yang di siasi dari teman teman produk bukan oleh corporate brand, dia akan mengusung beberapa produk yang di tempelkan
ke event proliga seperti pertalite, bright gas, satu lagi enduro yah. Nah itu adalah brand-brand produk pertamina yang ditempelkan di event nya proliga.”
Dari penjelasan dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina upaya Pertamina dalam memperkenalkan program proliga. Dalam memperkenalkan proliga lebih di siasi dari divisi produk, pihak corporate brand hanya melakukan koordinasi dengan sponsorship untuk kegiatan proliga.
Kemudian Berikut penjelasan dari Bapak Agoes Boedjono selaku Manager Corporate Brand PT Pertamina, mengenai citra pertamina saat ini;
“ jadi kalau saat ini citra pertamina , kita melakukan riset . brand dan reputasi pertamina secara keseluruhan dikatakan lebih unggul.Dimana dilakukan survey terhadap perusahaan di Indonesia”
Serta ditambahkan penjelasan dari Bapak Agoes Boedjono posisi pertamina dibanding dengan perusahaan minyak lain nya?
“ kita masih di bawah mereka , dibanding dengan petronas perusahaan lain di asia, kita lagi mencoba mengubah untuk mengubah strategis bagaimana bisa setara atau lebih unggul dari mereka.”
Dari penjelasan Bapak Agoes Boedjono selaku Manager Corporate Brand PT Pertamina bahwa saat ini citra pertamina, secara keseluruhan dikatakan memang lebih unggul di indonesia. Dimana dilakukan survet dan riset terhadap perusahaan di Indonesia. Tetapi jika dibandingkan dengan perusahaan minyak di asia ,pertamina masih di bawah. Tapi, untuk saat ini pertamina sedang mencoba mengubah strategis agar bisa setara dengan perusahaan minyak di asia atau bahkan lebih unggul dibanding dengan peruusahaan minyak lain nya.
Kemudian Berikut penjelasan Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina tentang bagaimana pembentukan citra pertamina melalui corporate brand:
“Jadi, sebetulnya bahwa pembangunan citra itu, yah. Pembangunan citra perusahaan atau dalam hal ini citra pertamina itu ,ehh dibangun yah. Tidak saja oleh kegiatan sponsorship, tapi juga oleh kegiatan- kegiatan advertising dan creative, dan satu lagi exhibition atau pameran, pameran yang ada di dalam maupun di luar negri. Nah , tiga tools itu sponsorship, exhibition, dan advertising creative adalah tools untuk pembentukan citra kepada pertamina, yah. Jadi peran nya itu tentunya sangat strategis yah, emm. khususnya kita mensponsori kegiatan-kegiatan yang sifatnya, emm ,banyak untung nya untuk perusahaan, hal ini kalau contohnya proliga. Proliga itu kan emm , liga professional , liga volly professional dimana pemain nya . adalah pemain dalam dan luar negri, nah kaitan nya sama pemain luar negri, tentulah disitulah salah satu , apa namanya. Awareness brand pertamina dengan pemain luar negri yang ada di tim proliga bukan hanya dari pertamina yang terlibat disitu Secara tidak langsung mereka juga akan mengenal brand nya pertamina.”
Dari penjelasan Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina bahwa pembentukan citra pertamina dibangun dengan tiga tools yaitu sponsorship, exhibition, advertising dan creative. Kegiatan ini dilakukan di dalam negri ataupun diluar negri.hal ini pun dilakukan untuk pembentukan citra pertamina.
Dari hasil wawancara yang di peroleh peneliti, dapat diambil kesimpulan bahwa citra pertamina dari masyarakat sangat positif terhadap Pertamina. Berdasarkan riset dan survey saat ini pertamina di Indonesia memang lebih unggul dibanding perusahaan minyak lain nya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat percaya Pertamina memiliki produk yang lebih baik.
4.2.2 Perencanaan Dan Program ( Planning And Program )
Informasi yang dikumpulkan dalam langkah pertama digunakan untuk membuat keputusan tentang program public, strategi tujuan, tindakan dan komunikasi,taktik, dan sasaran. Langkah ini akan mempertimbangkan temuan dari langkah dalam membuat kebijakan dan program organisasi. Langkah kedua ini akan menjawab pertanyaan “berdasarkan apa kita tahu tentang situasi,dan apa yang harus kita lakukan atau apa yang harus kita ubah, dan apa yang harus kita katakana?”
Perencanaan merupakan bagian penting di dalam usaha memperoleh public opinion yang menguntungkan. Perencanaan merupakan tahap yang cukup penting, karena menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan organisasi ataupun perusahaan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan public relations antara lain yaitu :
a. merumuskan apa tujuan yang harus dicapai oleh public relations ketika menyampaikan dan mengirim informasi atau pesan.
b. mengolah data yang diperolehnya tentang berbagai factor social, politik, ekonomi sekitarnya yang diperlukan.
c. merumuskan bagaimana pesan itu di sebarkan. d. menentukan teknik komunikasi nya.
e. membandingkan pengalaman-pengalaman pihak lain dengan organisasi atau perusahaan nya sendiri guna memperoleh langkah terakhir.
f. mengadakan analisa atas informasi yang diperoleh serta merumuskan dengan program kerja, yaitu sesuai dengan situasi ataupun tempat.
Pada tahap ini public relations beserta tim lain nya yaitu divisi marketing dan komunikasi, divisi produk, badan olahraga pertamina, dan corporate brand. Menetapkan perencanaan program event dan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan citra melalui sponsorship. Penting nya tahap perencanaan program kegiatan ini adalah untuk mengelola berbagai kegiatan yang dilakukan public relations, sehingga dapat terwujud dan teroganisir dengan baik, sesuai pada tujuan atau target yang hendak dicapai.
Di dalam membuat perencanaan suatu kegiatan,public relations telah mempunyai tahapan perencanaan program kegiatan kerja sebelum mengadakan suatu kegiatan. Tujuan nya untuk dapat melihat proses masalah tahapan agar dapat dinilai, terkoordinasi, evaluasi dan standarisasi.
Berikut penjelasan mengenai program yang dilakukan Pertamina dalam mengkomunikasikan Proliga dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina:
“Program yang dilakukan PT Pertamina yaitu kita melakukan publikasi kepada pihak media, media cetak atapun media elektronik. Dengan dibantu dengan teman-teman produk dan juga dari advertising creative yang ada di dalam bagian corporate brand” Setelah melakukan kegiatan yang akan dilakukan oleh pihak Pertamina, peneliti juga mengajukan pertanyaan kepada Ibu Vega Pita Officer Sponsorship Pertamina yang bertanggung jawab atas program proliga dan bagaimana peran dari mereka :
“ yah, yang bertanggung jawab di program itu, kita ada SK dari dirut, terdiri dari beberapa ,eehh, beberapa fungsi yah. Ada fungsi marketing dan komunikasi, ada temen-temen produk, yaah teman-teman badan olahraga pertamina , ada corporate brand. Inti nya ada SK yang ditunjuk dari dirut untuk di bagi di event tersebut jadi itulah panitia-panitia yang bertanggung jawab dalam program event proliga ini. Peran nya dijalankan sesuai dengan SK dari dirut dan juga sesuai dengan bagian dan kepentingan nya masing-masing”.
Dari penjelasan Ibu Vega Pita Officer Sponsorship Pertamina dalam menjalankan program proliga, mereka melakukan kerja sama dengan divisi lain. Sehingga terbentuklah panitia yang bertanggung jawab atas kelangsungan proliga. Dengan menjalankan peran nya masing-masing sesuai dengan Surat keputusan yang diberikan oleh Dirut.
Dalam perencanaan dan program dalam mempertahankan citra perusahaan melalui sponsorship program proliga sudah berdasarkan visi dan misi perusahaan. Berikut penjelasan dari Bapak Agoes Boedjono sebagai Manager Corporate brand PT Pertamina:
“ iya, pasti nya sudah, Sesuai dengan visi misi perusahaan. Karena memang pertamina mempunyai tujuan bisnis yang pasti nya itu dijalankan sesuai target perusahaan. Dan sudah pasti mengikuti dari visi misi perusahaan”.
Dari hasil pengamatan peneliti, dapat di simpulkan bahwa divisi public relations, corporate brand, divisi Produk, Divisi Advertising dan komunikasi, badan olahraga pertamina telah bekerja sama dengan sangat baik dalam merencanakan program dan kegiatan dalam
kegiatan yang dilakukan Pertamina, pastinya selalu melibatkan dan berhubungan dengan divisi lain nya.
Perencanaan (planning) ini dilakukan sebagai salah satu langkah program kegiatan (action plan) yang akan dilakukan oleh pihak Pertamina setiap satu tahun sekali. Ini dilakukan dengan tujuan agar setiap perencanaan kegiatan yang direncanakan dapat terkoordinir dan teroganisir sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan.
4.2.3 Aksi dan Komunikasi (Action and Communication )
Langkah ketiga adalah mengimplementasikan program aksi dan komunikasi yang didesain untuk mencapai tujuan spesifik untuk masing-masing public dalam rangka mencapai tujuan program. Pertanyaan dalam langkah ini adalah “Siapa yang harus melakukan dan menyampaikannya, dan kapan, di mana, dan bagaimana caranya?”
Setelah melakukan tahap perencanaan, maka tahap selanjutnya adalah public relations melakukan aksi sebagai wujud kegiatan yang telah disusun sebelumnya. Pada tahap ini, public relations akan menjelaskan pesan atau informasi mengenai apa-apa yang dilakukan, sehingga mampu menimbulkan kesan-kesan yang positif bagi pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam upaya memberikan dukungan sepenuhnya.
Berikut penjelasan dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina dalam mengkomunikasikan program sponsorship :
“Sponsorshsip Mempunyai beberapa program yaitu Proliga, GIIAS, Lamborghini, Komunikasi program kita, kita melakukan kegiatan mau kegiatan publikasi , melalui kegiatan board the line, sama press conference. Itu Yang kita lakukan dalam mengkomunikasikan program”
Dalam mengkomunikasikan setiap rencana dan program yang sudah direncanakan dalam mengkomunikasikan sponsorship, hal ini yang dilakukan untuk merealisasikan program yang ada.
Kemudian berikut pejelasan dari Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina yaitu media komunikasi apa saja yang digunakan pertamina mempublikasikan sponsorship:
“ cara komunikasi nya , yang kita lakukan itu . karenakan kan gini, synergy corporate brand sama temen-teman dari produk , jadi lebih banyak teman-teman produk yang melakukan publikasi ,publikasi. Emmm. mulai dari corporate brand merancang kegiatan PR kepada media , dan penggunaan billboard”.
Dari penjelasan Ibu Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina, dalam mempublikasikan kegiatan sponsorship lebih banyak dilakukan dari divisi produk. Namun divisi lain pun turut membantu yaitu dari divisi corporate brand yang merancang kegiatan PR untuk kepada media. Adapun kerja sama yang dilakukan PT Pertamina dengan pihak media, berikut penjelasan dari Vega Pita Officer Sponsorship PT Pertamina:
“oia, kita untuk kegiatan advertising dan creative kita kerja sama untuk media dengan DENSU, Diret by .beberapa stasiun televisi, dengan konsultan Agency creative. Semua konsultan itu kita dapatkan melalui picing.”
4.2.4 Evaluasi program ( Program Evalution )
Langkah terakhir dalam proses ini adalah melakukan penilaian atas persiapan,implementasi, dan hasil program. Penyesuaian akan dilakukan sembari program diimplemntasikan,dan didasarkan pada evaluasi atas umpan balik tentang bagaimana program itu berhasil atau tidak. Program akan dilanjutkan atau dihentikan setelah menjawab pertanyaan “Bagaimana keadaan kita sekarang atau seberapa baik langkah yang telah kita lakukan?”
Dari hasil riset yang dilakukan peneliti dengan mewawancarai secara langsung pihak terkait PT Pertamina. Peneliti telah mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan PT Pertamina khususnya yang berkaitan dengan evaluasi program kegiatan yang dilakukan Pertamina dalam melakukan citra perusahaan melalui sponsorship. Untuk mengukur
perusahaan ini, public relations melakukan evaluasi akhir terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.
Dalam tahap evaluasi akhir ini public relations melakukannya dengan melihat reaksi dari masyarakat terhadap event proliga. Kita dapat melihat dengan jumlah penonton yang selalu ramai hadir di event proliga dan jumlah peserta yang mengikuti proliga. Ini menunjukkan bahwa masyarakat antusias dalam mengikuti event proliga tersebut.
Dari hasil kegiatan yang dilakukan dalam mempertahankan citra perusahaan melalui sponsorship proliga,sudah sesuai dengan target perencanaan pembentukan citra perusahaan. Berikut penjelasan dari Ibu Ika Sulviany Divisi Sponsorship PT Pertamina:
“ tentu nya iya yah, satu karena. Emm, event ini adalah event yang bagus , ini adalah event proliga voly ball yang pemain nya terdiri dari pemain nasional, pemain-pemain terbaik yang dimiliki Indonesia dan pemain voly terbaik di luar negri,eeh . Setiap, setiap event itu boleh dikatakan hampir seluruh stadion penuh terisi oleh penonton. jadi untuk brand awareness nya orang yang belum tahu terhadap brand produk itu , emm brand awareness nya meningkat.
Kemudian dampak dari kegiatan proliga PT Pertamina tersebut. Berikut penjelasan dari Ibu Ika Sulviany Divisi Sponsorship PT Pertamina:
“ Dampak nya dengan adanya event proliga yaitu brand awareness pertamina meningkat dan produk banyak yang terjual. Dan produk pertamina lebih dikenal oleh masyarakat”.
Setelah melakukan evaluasi suatu program kegiatan, maka hasil yang dicapai dari proses evaluasi yaitu bagaimana program kegiatan yang dilakukan sudah dinilai secara koordinasi, efektif dan efisien. Untuk hasil evaluasi dikatakan efektif dan efisien, jika program kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. Berikut penjelasan Ibu Ika Sulviany Sponsorship PT Pertamina mengenai hambatan dalam mengkomunikasikan program proliga.
“Sebenarnya , hambatan nya engga ada yah. Cuma hanya yah keterbatasan biaya publikasi nya aja,karena publikasi sangat mahal kan, publikasi baik di televisi, media cetak itukan perlu biaya yang mahal. Jadi kita lebih main ke sosmed , karena sekarang kan era nya digital yah. Jadi kita lebih publikasi ke sosmed”
4.3 Pembahasan
Bagian ini merupakan proses menganalisa data yang merupakan hasil penelitian untuk mencari hubungan antara teori maupun konsep yang relevan dengan temuan penelitian.Dalam hal ini manajemen public relations PT Pertamina memiliki berbagai divisi salah satu nya yang berperan penting dalam membuat perencanaan program acara yang dilaksanakan PT Pertamina. Seperti divisi marketing komunikasi, meskipun dalam hal ini suatu perencanaan dibuat oleh bagian marketing komunikasi, tetapi public relations juga memiliki peran penting dalam pelaksanaan hingga mensukseskan acara yang diselenggarakan dalam mengkomunikasin proliga.
Dari hasil wawancara dengan pihak PT. Pertamina, manajemen yang dilakukan public relations pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan melalui sponsorship program proliga merupakan program yang dapat diterima dan cukup dimengerti oleh masyarakat. Karena dilakukan oleh pihak pertamina yang turun secara langsung yang dapat mengkomunikasikan secara langsung juga kepada masyarakat.
Menurut Scoot M. Cutlip, M Allen H. senter dan Glen M. Brom, dalam renald casali, proses public relation sepenuhnya mengacu pada konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya, antara lain : mendefinisikan masalah ( define PR Problem ) perencanaan dan program ( Planning and program ) , aksi dan komunikasi ( action and communication ) , dan evaluasi program ( program evaluation )
mengetahui tentang profil pertamina mulai dari sejarah berdirinya pertamina, visi misi, tujuan kalayak sasaran dan lain-lain. Pada tahap ini public relation melakukan pengamatan terhadap program proliga. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa reaksi mengenai Pertamina sangat positif dan baik. Hal ini dapat dikatakan seperti itu, karena yang meneliti ketahui bahwa pertamina adalah perusahaan minyak yang saat ini unggul di Indonesia.
Dalam menyelenggarakan suatu program kegiatan, pihak Pertamina telah menentukan cara mengkomunikasikan program tersebut. Pertamina hampir setiap tahun melakukan kegiatan program seperti Pertamina Olimpiade sains , GIIAS,Proliga, Eco Run Pertamina,Lamborghini club Indonesia.
Dalam hal pelaksanaan manajemen yang dilakukan dalam perencanaan program, sesuai dengan konsep pada aliran komunikasi organisasi yakni Downward communication yang terjadi pada pelaksanaan proliga mulai dari perencanaan sampai evaluasi program. Berupa pesan informasi dari manager kepada staff yang ikut dalam program pelaksanaan acara proliga. Lalu setelah program acara dapat ter realisasi hingga akhir terjadilah aliran komunikasi Upward communication, yaitu informasi yang dilakukan dari bawahan kepada atasan berupa laporan hasil program acara yang telah direncanakan hingga pada hasil evaluasi proliga.1 Berikut yang merupakan tujuan
awal program hingga progam evaluasi, Tujuan yang ingin dicapai didalam melakukan suatu program kegiatan yaitu untuk menjalin hubungan baik, bekerja sama ,hubungan bisnis, memperkenalkan produk-produk pertamina dan juga untuk mengenalkan pertamina ke masyarakat. Target yang ingin dicapai Pertamina yaitu mempertahankan dan meningkatkan citra di mata masyarakat.
Selain itu juga peneliti ingin mengetahui perencanaan dan program (planning and program) kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh Pertamina. Langkah yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada key informan yang tujuannya peneliti ingin mengetahui bagaimana perencanaan dan program Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan melalui Sponsorship dengan program Proliga.
Hasil penelitian menunjukan bahwa didalam melakukan suatu perencanaan dan program kegiatan pihak pertamina sebelumnya membuat rencana yang akan dilakukan,dikerjakan dan dilaksanakan dalam bentuk agenda kegiatan. Public relation, marketing dan komunikasi, corporate brand, divisi produk, badan olahraga Pertamina, telah mempunyai tahap managemen dan program kerja sebelum mengadakan suatu kegiatan, tujuannya untuk dapat melihat proses masalah tahapan agar dapat dinilai terkoordinasi, evaluasi dan standarisasi.
Khalayak sasarannya, dapat dipilih dan di tentukan sesuai dengan tema kegiatan yang akan dilakukan. Dari hasil yang di peroleh terlihat kegiatan yang dilakukan oleh Pertamina dalam mempertahankan citra perusahaan melalui sponsorship event Proliga dalam bentuk pertadingan liga voli professional Indonesia dimana para pemainnya di datangkan dari dalam dan luar negri. Selain untuk memperkenalkan produk – produk dari pertamina dengan tujuan menjual. Proliga dilaksanakan bukan hanya untuk menjalin hubungan baik dengan bebagai pihak dan juga juga ikut mengembangkan olah raga voli di Indonesia.
Tahap selanjutnya yaitu, aksi dan komunikasi (action and communication). Pada tahap ini public relation melakukan kegiatan yang dilakukam dalam mempertahankan citra perusahaan melalui sponsorship event Proliga yaitu melakukan kegiatan publikasi dimedia, board the line dan konferensi pers dengan pihak media.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pelaksanaan komunikasi menurut Scoot M.Cutlip,M Allen H.Center dan Glen M.Brown, yang lebih dikenal dalam tujuh factor terpenting “ the seven communications (7C’s)”.
Pertama,Credibility (kredibilitas) dimana yang bertugas mengkomunikasikan Proliga adalah tim divisi produk yang saat itu dibantu dari berbagai divisi di PT Pertamina yaitu corporate brand, marketing komunikasi, dan badan olahraga pertamina.
Kedua, Context (konteks) adanya partisipasi masyarakat terkait dengan adanya proliga yaitu pertandingan bola volley nasional yang diikuti dari pemain dalam dan luar negri. Dimana dilihat setiap event di adakan stadion selalu penuh oleh penonton.
Ketiga, Content (isi) pesan yang ingin disampaikan oleh PT Pertamina yaitu Pertamina mempunyai program yang strategis, dimana program-program tersebut untuk mendukung bisnis pertamina.
Keempat, Clarity (kejelasan) tujuan yang ingin dicapai dengan adanya event proliga yaitu mendapatkan kepercayaan public terhadap Pertamina dan memiliki kredibilitas tinggi dalam pemberitaan Petamina..
Kelima, Continuty and Consistency (kontinuitas dan konsistensi) strategi dalam memperkenalkan Proliga di lingkungan internal perusahaan dengan melakukan internal briefing, atau dalam penyebaran informasi dengan divisi yang berkaitan dalam event proliga.
Keenam, Channel (saluran) cara yang dilakukan PT Pertamina untuk memperkenalkan atau mengkomunikasikan event proliga yaitu melalui Publikasi ke media. Baik media cetak dan elektronik.
Ketujuh, Capability of the audience (kapabilitas atau kemampuan audien) kemampuan masyarakat dalam menangkap isi pesan yang disampaikan melalui event
proliga. Dengan memperkenalkan produk-produk baru pertamina. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memilih menggunakann produk-produk dari pertamina.
Tahap terakhir adalah evaluasi program (program evaluation), dimana pada tahap ini hasil evaluasi yang ada dilakukan dengan melihat banyak nya produk yang terjual pada saat proliga terlaksana, kemudian brand awareness PT Pertamina meningkat dengan adanya event proliga. Ini menunjukan brand Pertamina itu brand yang terpercaya dan unggul di Indonesia.