• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab I Pendahuluan. Renstra KPU Kab. Sumedang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab I Pendahuluan. Renstra KPU Kab. Sumedang"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil tugas pokok dan fungsi organisasi dapat berjalan dengan baik.

Dalam konteks penyelenggaraan negara dan pemerintahan, perumusan rencana kerja pemerintah, baik jangka pendek, menengah maupun panjang, telah digagas dalam sebuah framework Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional [RPJPN] untuk 20 tahun ke depan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Bertitik tolak dari aturan inilah, maka setiap Kementerian/Lembaga Pemerintah dimandatkan untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Sebagai salah satu lembaga konstitusional independen, Komisi Pemilihan Umum telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 untuk menyelenggarakan pemilihan umum secara nasional dan lokal. Berbagai tantangan dan permasalahan, baik yang datang dari internal maupun eksternal organisasi, timbul seiring dengan dinamika kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

Jawaban krusial dari berbagai tantangan dan permasalahan tersebut adalah melalui sebuah perencanaan strategis organisasi yang mampu memetakan potensi dan permasalahan yang ada untuk kemudian melihat perubahan lingkungan organisasi dan akhirnya menetapkan apa yang hendak dicapai oleh organisasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Atas dasar inilah, maka Komisi Pemilihan Umum menyusun Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum untuk periode 2015 - 2019.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota merupakan satu kesatuan hirarkis dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sebagai

Bab

I

(2)

penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang bertugas melaksanakan Pemilu dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, setiap perencanaan pada KPU Kabupaten/Kota mengacu pada perencanaan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang disusun dengan berpedoman pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 63/Kpts/KPU/Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Tahun 2015-2019. Renstra Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi kebijakan serta program dan kegiatan yang merupakan acuan bagi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selama periode 5 (lima) tahun ke depan.

1.1. KONDISI UMUM

Luas wilayah Kabupaten Sumedang adalah 155.871,98 Ha sesuai dengan Perda Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun 2011-2031 yang terdiri dari 26 Kecamatan terbagi dalam 276 Desa dan 7 Kelurahan.

Menurut letak geografis wilayah administratif Kabupaten Sumedang berbatasan langsung dengan wilayah administratif :

a. Sebelah Utara : Kab. Indramayu;

b. Sebelah Selatan : Kab. Garut dan Kab. Bandung;

c. Sebelah Barat : Kab. Bandung Barat dan Kab. Subang; d. Sebelah Timur : Kab. Majalengka

Jumlah penduduk Kabupaten Sumedang menurut data terakhir adalah sebanyak 1.131.526 orang, dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1.

Jumlah Penduduk Kabupaten Sumedang Tahun 2014 Wilayah

Kecamatan

Jumlah Penduduk (Jiwa) Laki-laki Perempuan Laki-laki dan Perempuan 2014 2014 2014 Jatinangor 56.395 55.491 111.886

(3)

Wilayah Kecamatan

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Laki-laki Perempuan Laki-laki danPerempuan

2014 2014 2014 Sukasari 16.837 16.093 32.930 Cimanggung 41.791 40.843 82.634 Tanjungsari 40.464 38.891 79.355 Pamulihan 27.788 30.117 57.905 Rancakalong 19.384 19294.00 38.678 Sumedang Selatan 38.845 37.665 76.510 Sumedang Utara 45.141 49.242 94.383 Ganeas 12.301 11.903 24.204 Situraja 19.000 19.319 38.319 Cisitu 13.328 13.489 26.817 Darmaraja 18.512 19.057 37.569 Cibugel 10.632 10.634 21.266 Wado 22.332 21.719 44.051 Jatinunggal 21.063 21.379 42.442 Jatigede 11.577 12.412 23.989 Tomo 11.191 11.686 22.877 Ujungjaya 14.581 14.945 29.526 Conggeang 14.311 14.765 29.076 Paseh 18.282 18.307 36.589 Cimalaka 29.569 29.019 58.588 Cisarua 9.667 9.632 19.299 Tanjungkerta 17.272 17.179 34.451 Tanjungmedar 12.577 12.195 24.772 Buahdua 15.923 16.521 32.444 Surian 5.506 5.450 10.956 564.269 547.953 1.131.516

Sumber BPS Kabupaten Sumedang

Jumlah pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2013 serta Pemilu Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

(4)

Tabel 2.

Jumlah Pemilih pada Penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013 serta Pemilu Tahun 2014

No

Pemilu dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan

Bupati dan Wakil Bupati

Jumlah Pemilih

Jumlah Total Laki-laki Perempuan

1 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang

413.189 416.305 829.429

2 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat

414.185 417.293 831.478

3 Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD

422.429 423.754 846.183

4 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

419.146 420.208 839.354

Sumber PPID Kabupaten Sumedang

Pada penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2013 serta Pemilu Tahun 2014, KPU Kabupaten Sumedang membentuk badan penyelenggara adhoc sebagai berikut:

Tabel 3.

Jumlah Personil Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang

Tahun 2013

No Badan Penyelenggara Adhoc

Jumlah Kecamatan/Desa/Kelurahan/ TPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil

Bupati 1 Panitia Pemilihan Kecamatan (5

orang) 26 130 Orang

2 Sekretariat PPK (5 orang) 26 130 Orang

3 Panitia Pemungutan Suara (3 orang) 283 849 Orang

4 Sekretariat PPS (3 orang) 283 849 Orang

5 KPPS dan PAM TPS (7 orang) 2.192 15.344 Orang

6 PPDP (1 orang) 2.192 2.192 Orang

Jumlah 19.494 orang

(5)

Tabel 4.

Jumlah Personil Badan Adhoc Penyelenggara Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014

di Kabupaten Sumedang

No Badan Penyelenggara Adhoc

Jumlah Kecamatan/Desa/ Kelurahan/TPS Pemilu Legislatif Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 1 Panitia Pemilihan Kecamatan (5

orang) 26 130 Orang 130 Orang

2 Sekretariat PPK (3 orang) 26 78 orang 78 orang

3 Panitia Pemungutan Suara (3

orang) 283 849 orang 849 orang

4 Sekretariat PPS (3 orang) 283 849 orang 849 orang

5

KPPS dan PAM TPS Pileg (9 orang) 2.358 21.222 orang KPPS dan PAM TPS Pilpres (9

orang) 2.010 18.090 orang

6 Pantarlih Pileg (1 orang) 2.358 2.358 orang

Pantarlih Pilpres (1 orang) 2.010 2.010 orang

Jumlah 25.486 orang 22.041 orang

Sumber PPID KPU Kabupaten Sumedang

Para penyelenggara tersebut menyelenggarakan Pemilu di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang dengan wilayah kerja sebagaimana tergambar dalam peta di bawah ini :

Gambar 1

Peta Daerah Pemilihan di Kabupaten Sumedang

Gambar 1

Peta Daerah Pemilihan Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Sumedang

(6)

Pada penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013 di ikuti oleh 8 pasangan calon. Berikut hasil perolehan suara sah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013 :

Tabel 5.

Hasil Perolehan Suara Sah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013

No

Urut Nama Pasangan Calon Pengusung

Perolehan

Suara Sah %

1 Ir. DIDI AHMAD DJAMHIR, M.T. RIDWAN SOLICHIN, S.IP., M.Si.

PKS PBB

41.921 6,76% 2 Dra. Hj. ENI SUMARNI, S.T., M.Kes.

H. ARRYS SUDRADJAT, S.H.

Perseorangan 51.967 8,38%

3 AGUS WELIANTO SANTOSO, S.H. Hj. MULLY MULYATI SUKARYA, S.Pd.

PDIP 81.221 13,09%

4 H. ECEK KARYANA, S.Kep., M.H. dr. IRWANTO

Perseorangan 24.341 3,92%

5 H. OOM SUPRIATNA Hj. ERNI JUWITA

Perseorangan 12.628 2,04%

6 H. TAUFIQ GUNAWANSYAH, S.I.P., M.Si. H. USEP KOMARUZZAMAN, Ir., M.M.

Partai Golkar 121.693 19,62% 7 H. ENDANG SUKANDAR H. ADE IRAWAN PPP Partai Demokrat 230.317 37,13% 8 H. TATANG SUTARNA HENDRIK KURNIAWAN PAN Partai Hanura Partai Gerindra PKB 56.232 9,06% TOTAL 620.320 94,97%

Sumber PPID KPU Kabupaten Sumedang

Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 diikuti oleh 5 pasangan calon. Berikut hasil perolehan suara sah Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 di Kabuapten Sumedang

Tabel 6.

Hasil Perolehan Suara Sah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Kabupaten SumedangTahun 2013

No

Urut Nama Pasangan Calon Pengusung

Perolehan Suara

Sah

% 1 Dr. H. DIKDIK M. ARIEF MANSUR, SH., MH.

Drs. H. CECEP NANA SURYANA TOYIB, M. Si.

Perseorangan 16.160 2,56% 2 Dr. H.IRIANTO MAHFUDZ SIDIK SYAFIUDDIN

Dr. H. TATANG FARHANUL HAKIM., M.Pd.

Partai Golkar 84.424 13,39% 3 DEDE YUSUF MACAN EFFENDI, S.T.

Dr. Ir.H. LEX LAKSAMANA ZAENAL LAN, Dipl, H.E.

Partai Demokrat Partai Gerindra PAN PKB 198.633 31,51% 4 H. AHMAD HERYAWAN H. DEDDI MIZWAR PKS Partai Hanuara PPP PBB 167.107 26,52%

(7)

No

Urut Nama Pasangan Calon Pengusung

Perolehan Suara

Sah

% 5 RIEKE DIAH PITALOKA

TETEN MASDUKI

PDIP 164.316 26,06%

TOTAL 630.640 96,35%

Sumber PPID KPU Kabupaten Sumedang

Pada Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014, di Kabupaten Sumedang di ikuti oleh 12 partai politik. Hasil rekapitulasi jumlah perolehan suara sah partai politik dalam pemilu anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014 di Kabupaten Sumedang sebagai berikut :

Tabel 7.

Rekapitulasi Jumlah Perolehan Suara Sah Partai Politik dalam Pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014 di Kabupaten Sumedang

No

Urut PARPOL

Perolehan Suara sah Jumlah

Perolehan Suara sah Dapil 1 Dapil 2 Dapil 3 Dapil 4 Dapil 5 Dapil 6

1 Partai NasDem 4.608 2.828 2.499 3.241 2.375 2.149 17.700 2 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 5.164 4.222 3.697 4.340 9.653 8.323 35.399 3 PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 8.953 9.954 5.238 9.157 6.063 7.514 46.879 4 PDI PERJUANGAN 20.834 23.162 31.709 22.126 26.074 22.697 146.602 5 PARTAI GOLONGAN KARYA 9.674 21.327 23.443 16.574 24.117 26.575 121.710 6 PARTAI GERINDRA 18.251 11.016 9.523 7.207 10.670 6.386 63.053 7 PARTAI DEMOKRAT 9.351 7.448 4.713 5.336 9.771 7.601 44.220 8 PARTAI AMANAT NASIONAL 6.693 5.471 2.130 9.203 9.388 4.578 37.463 9 PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 8.852 18.115 12.743 6.228 13.111 10.523 69.572 10 PARTAI HATI NURANI RAKYAT 2.764 6.045 8.992 2.458 3.433 4.600 28.292 14 PARTAI BULAN BINTANG 1.090 8.559 698 897 3.070 4.684 18.998 15 PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA 395 485 737 711 1.787 2.637 6.752 Jumlah 96.629 118.632 106.122 87.478 119.512 108.267 636.640

(8)

Tabel 8.

Rekapitulasi Perolehan Kursi Partai Politik dalam Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Tahun 2014

No

Urut PARPOL

Perolehan Kursi Jumlah

Perolehan Kursi Dapil 1 Dapil 2 Dapil 3 Dapil 4 Dapil 5 Dapil 6

1 Partai NasDem - - - -2 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA - - - - 1 1 2 3 PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 1 1 1 1 1 1 6 4 PDI PERJUANGAN 2 2 2 2 2 2 12 5 PARTAI GOLONGAN KARYA 1 2 2 1 2 2 10 6 PARTAI GERINDRA 1 1 1 1 1 1 6 7 PARTAI DEMOKRAT 1 1 - - 1 1 4 8 PARTAI AMANAT NASIONAL 1 - - 1 1 - 3 9 PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 1 1 1 - 1 1 5 10 PARTAI HATI NURANI RAKYAT - - 1 - - - 1 14 PARTAI BULAN BINTANG - 1 - - - - 1 15 PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA - - - -Jumlah 8 9 8 6 10 9 50

Sumber PPID KPU Kabupaten Sumedang

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di ikuti oleh 2 pasangan calon, penyelenggaraan di Kabuapten Sumedang berjalan lancar dan kondusif. Hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Sumedang sebagai berikut :

Tabel 9.

Rekapitulasi Perolehan Suara Sah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Kabupaten Sumedang

No

Urut Nama Paslon

Suara

Sah %

1 H. Prabowo Subianto

Ir. H.M Hatta Rajasa 401.847 61,44% 2 Ir. H. Joko Widodo

(9)

Dalam perspektif ketatanegaraan, pemilihan umum merupakan titik awal strategis bagi peningkatan kualitas demokrasi. Hal ini bermakna bahwa pemilu merupakan instrumen terpenting dalam mengukur tingkat demokratisasi suatu negara. Dalam sejarah perjalanannya Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pemilu sebanyak 11 (sebelas) kali dengan beragam konstelasi politik yang melingkupinya.

Sebagai lembaga pemerintah yang mandiri, KPU memiliki tugas dan fungsi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Peraturan ini merupakan peraturan pengganti dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 yang sejatinya mengalami penyempurnaan dalam konsep birokratis, terutama pada konsep kemandirian penyelenggara pemilu. Penyempurnaan aturan tersebut hendak mempertegas bahwa Komisi Pemilihan Umum merupakan lembaga negara yang sangat penting secara konstitusional (constitutional importance) dan memiliki kelembagaan yang bersifat nasional, tetap dan mandiri dalam menyelenggarakan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Peran strategis tersebut tercermin dalam uraian tugas, fungsi dan kewajiban yang diemban oleh Komisi Pemilihan Umum.

Adapun tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah berdasarkan pasal 10 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 meliputi :

a. menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota;

b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

d. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

e. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

f. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu dan/atau pemilihan gubernur, bupati, dan walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;

(10)

g. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara rekapitulasi suara dan sertifikat rekapitulasi suara;

h. melakukan dan mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK;

i. membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat penghitungan suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

j. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan mengumumkannya;

k. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota terpilih sesuai dengan alokasi jumlah kursi setiap daerah pemilihan di kabupaten/kota yang bersangkutan dan membuat berita acaranya;

l. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;

m.mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

n. menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

o. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan

p. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KP U, KP U Provinsi, dan/atau per aturan perundang-undangan.

(11)

Selain itu, tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden meliputi :

a. menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota;

b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

d. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu dan/atau pemilihan gubernur, bupati, dan walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;

f. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

g. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;

h. membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat penghitungan suara sertawajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

i. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas temuan dan laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilu;

j. mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

k. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

l. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan

(12)

m.melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KP U, KP U Provinsi, dan/atau per aturan perundang-undangan.

Sedangkan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota meliputi :

a. merencanakan program, anggaran, dan jadwal pemilihan bupati/walikota; b. m e n y u s u n d a n m e n e t a p k a n t a t a k e r j a K P U Kabupaten/Kota, PPK,

PPS, dan KPPS dalam pemilihan bupati/walikota dengan memperhatikan pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;

c. menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

d. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam pemilihan gubernur serta pemilihan bupati/walikota dalam wilayah kerjanya;

e. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;

f. m e n e r i m a d a f t a r p e m i l i h d a r i P P K d a l a m penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota;

g. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data pemilu dan/atau pemilihan gubernur dan bupati/walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;

h. m e n e r i m a d a f t a r p e m i l i h d a r i P P K d a l a m penyelenggaraan pemilihan gubernur dan menyampaikannya kepada KPU Provinsi;

i. menetapkan calon bupati/walikota yang telah memenuhi persyaratan; j. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara

pemilihan bupati/walikota berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh PPK di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan;

k. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta pemilihan, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

l. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil pemilihan bupati/walikota dan mengumumkannya;

(13)

m.mengumumkan calon bupati/walikota terpilih dan dibuatkan berita acaranya; n. melaporkan hasil pemilihan bupati/walikota kepada KPU melalui KPU Provinsi; o. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas

temuan dan laporan adanya dugaan pelanggaran pemilihan;

p. mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan pemilihan berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

q. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota dan/atau yang berkaitan dengan tugas KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

r. melaksanakan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan pemilihan gubernur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pedoman KPU dan/atau KPU Provinsi;

s. m e l a k u k a n e v a l u a s i d a n m e m b u a t l a p o r a n penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota;

t. menyampaikan hasil pemilihan bupati/walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Menteri Dalam Negeri, bupati/walikota, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota; dan

u. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, yakni menyelenggarakan pemilihan umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Wali Kota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berkewajiban :

a. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu dengan tepat waktu; b. memperlakukan peserta Pemilu dan pasangan calon presiden dan wakil

presiden, calon gubernur, bupati, dan walikota secara adil dan setara;

c. menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat;

(14)

d. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;

e. menyampaikan laporan pertanggungjawaban semua kegiatan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU melalui KPU Provinsi;

f. mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen serta melaksanakan penyusutannya berdasarkan j a d w a l r e t e n s i a r s i p y a n g d i s u s u n o l e h K P U Kabupaten/Kota dan lembaga kearsipan

Kabupaten/Kota berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh KPU dan ANRI;

g. mengelola barang inventaris KPU Kabupaten/Kota berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan;

h. menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU dan KPU Provinsi serta menyampaikan tembusannya kepada Bawaslu;

i. membuat berita acara pada setiap rapat pleno KPU Kabupaten/Kota dan ditandatangani oleh ketua dan anggota KPU Kabupaten/Kota;

j. menyampaikan data hasil pemilu dari tiap-tiap TPS pada tingkat kabupaten/kota kepada peserta pemilu paling lama 7 (tujuh) hari setelah rekapitulasi di kabupaten/kota;

k. melaksanakan keputusan DKPP; dan

l. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan KPU, KPU Provinsi dan/atau peraturan perundang-undangan.

Sesuai dengan UU Nomor 15 Tahun 2011, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota beranggotakan 5 (lima) orang dengan masa tugas selama 5 (lima) tahun terhitung sejak pengucapan sumpah/janji. Untuk mendukung kelancaran tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota, dibentuk Sekretariat KPU Kabupaten/Kota dengan dipimpin oleh seorang Sekretaris KPU dengan bagan sebagaimana tercantum pada gambar 1 berikut :

(15)

Gambar 2.

Bagan Organisasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota

Sumber : PKPU nomor 5 Tahun 2008

Dalam menjalankan tugas, wewenang dan kewajibannya, KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat, dengan struktur organisasi sebagaimana tercantum pada gambar 2 berikut :

Gambar 3. Struktur Organisasi

Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota

Sumber : PKPU Nomor 6 Tahun 2008

Perencanaan kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang tahun 2015-2019 terdiri dari 3 (tiga) program kerja yang mengikat ke dalam

Sekretaris

Sub Bagian Program dan Data

Sub Bagian Teknis Pemilu dan Hupmas

Sub Bagian Hukum Sub Bagian Umum

Ketua Anggota

Sekretaris

4 (empat) Kepala Sub Bagian Tenaga Profesional

(16)

(internal) dan keluar (eksternal). Program kerja yang bersifat internal adalah program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya yang terdiri dari 6 (enam) sasaran kegiatan dan 30 (tiga puluh) indikator kinerja kegiatan; dan program peningkatan sarana dan prasarana aparatur KPU yang terdiri dari 1 (satu) sasaran kegiatan dan 3 (tiga) indikator kinerja kegiatan. Sedangkan untuk program yang bersifat eksternal adalah program penguatan kelembagaan demokrasi dan perbaikan proses politik yang terdiri dari 2 (dua) sasaran kegiatan dan 13 (tiga belas) indikator kinerja kegiatan.

Kegiatan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang mengacu pada program dan kegiatan Komisi Pemilihan Umum. Kegiatan tersebut didukung dengan anggaran yang dijabarkan secara terperinci dalam Dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bagian Anggaran 076.

Dalam pelaksanaan program dan sasaran kegiatan dimaksud, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang berpegang pada produk hukum yang dihasilkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Produk hukum KPU berupa Peraturan KPU dan yang lainnya, dijadikan dasar dan pedoman oleh KPU Kabupaten Sumedang untuk membuat produk hukum berupa Keputusan KPU Kabupaten Sumedang sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kegiatan. karena pada prinsipnya program, kebijakan dan kegiatan dalam organisasi pemerintah harus dilandasi oleh aturan hukum yang mengikat, baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Di samping itu, produk hukum dapat dijadikan salah satu indikator pencapaian kinerja organisasi melalui pengaturan sejumlah kebijakan atau perubahan mekanisme kerja akibat dari kebijakan yang baru ditetapkan. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun, yakni dari tahun 2010 sampai dengan 2014, KPU Kabupaten Sumedang telah membuat 173 Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang.

Dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada, KPU Kabupaten Sumedang menetapkan sejumlah Keputusan mengenai mekanisme Pemilu dan Pilkada dengan berdasarkan dan berpedoman pada Peraturan KPU.

(17)

Tabel 10.

Jumlah Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang Tahun 2010-2014

Selain ditopang oleh kerangka regulasi yang memadai, KPU Kabupaten Sumedang juga didukung oleh sumber daya manusia penyelenggara pemilu yang berintegritas.

Gambar 4.

Konfigurasi SDM Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Sumedang yang terdiri dari Komisioner dan Pegawai Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang sejumlah 35 orang, dengan status kepegawaiannya dibagi menjadi 4 (empat), yakni:

No Tahun Jumlah 1 2010 16 2 2011 9 3 2012 51 4 2013 49 5 2014 48 Total 173

(18)

1. Komisioner KPU Kabupaten Sumedang sebanyak 5 orang terdiri dari 1 orang Ketua dan 4 orang Anggota atau 14%.

2. Pegawai dengan status dipekerjakan (DPK), artinya pegawai DPK merupakan PNS yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. Jumlah pegawai DPK adalah sebanyak 13 orang atau 37%;

3. Pegawai dengan status pegawai organik, yang diangkat dan dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 6 orang atau 17%; dan

4. Pegawai dengan status honorer adalah sebanyak 11 orang atau 32%.

Dilihat dari komposisi, KPU Kabupaten Sumedang berjumlah 35 orang terdiri dari 5 orang Komisioner dan 30 orang pegawai Sekretariat.

Pegawai Sekretariat KPU Kabupaten Sumedang berjumlah 30 orang yang terdiri dari 13 orang PNS DPK, 6 orang PNS Organik, dan 11 orang honorer, maka pegawai Sekretariat KPU Kabupaten Sumedang masih ketergantungan pada Pemerintah Daerah, terutama pada jabatan struktural eselon IV ke atas.

Status kepegawaian pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang, dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 11.

Rekapitulasi Komisoner dan Pegawai di Lingkungan KPU Kabupaten Sumedang

No KPU Kab. Sumedang Jumlah

Jumlah

DPK Organik Honorer

1 Komisioner 5 - -

-2 Sekretariat KPU Kab.

Sumedang 30 13 6 11

Adapun komposisi Komisoner dan Pegawai Sekretariat dilihat berdasarkan latar belakang jenjang pendidikan terdapat perbedaan yang signifikan antara jenjang pendidikan S2 sebanyak 2 orang, S1 sebanyak 15 orang, D3 sebanyak 4 orang, dan SLTA sebanyak 11 orang, SLTP sebanyak 2 orang, dan SD sebanyak 1 orang. sebagaimana tabel dibawah :

(19)

Tabel 12.

Rekapitulasi Komisioner dan Pegawai Sekretariat KPU Kabupaten Sumedang Berdasarkan Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 S2 2 2 S1 15 3 D3 4 4 SLTA 11 5 SLTP 2 6 SD 1 Total 35

Melihat kondisi umum organisasi melalui besaran SDM yang dimiliki, tentu sangat berkaitan dengan dukungan sarana dan prasarana dimana SDM tersebut bekerja. Sarana dan prasarana berupa tanah, gedung perkantoran dan gudang yang dipakai oleh KPU Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya status kepemilikannya berupa pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan luas tanah ± 4.000 m2, luas bangunan ± 857 m2 (kantor ± 737 m2, rumah dinas ± 120 m2).

Aspek lainnnya yang merupakan salah satu penggerak utama pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, di samping sumber daya manusia dan alat kerja/sarana dan prasarana adalah ketersediaan anggaran yang memadai. Dengan kata lain, pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi harus berjalan seiring-seirama dengan ketersediaan anggaran dimana prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran tersebut harus dikedepankan. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun, yakni dari tahun 2010-2014 anggaran Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Adapun kenaikan anggaran tersebut dapat disajikan sebagai berikut.

Tabel 13.

Anggaran KPU Kabupaten Sumedang Tahun 2010 – 2014

No Tahun Sumber Dana Jumlah Ket

APBN APBD Prov APBD Kab

1 2010 1.725.968.000 1.725.968.000 Rutin

(20)

No Tahun Sumber Dana Jumlah Ket

APBN APBD Prov APBD Kab

3 2012 2.336.197.000 27.114.690.212 14.072.711.298 43.523.598.510 Rutin, Pilgub dan Pilbup 2013 4 2013 18.758.148.000 18.758.148.000 Rutin, Pileg 2014 5 2014 39.403.436.000 39.403.436.000 Rutin, Pileg dan Pilpres 2014

Pada tahun 2012, KPU Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan anggaran yang sangat signifikan dikarenakan terdapat penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013. Begitu juga pada tahun 2013 dan 2014 terdapat kenaikan anggaran yang disebabkan karena terdapat tahapan penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.

Besaran anggaran tersebut di atas merupakan komposisi dari 3 (tiga) program kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang. Sementara penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Bara serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013, belum termasuk dalam program KPU RI yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Sumedang, akan tetapi merupakan program kegiatan KPU Kabupaten Sumedang sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Sejalan dengan prinsip-prinsip good governance dan clean governance, KPU Kabupaten Sumedang selalu berupaya untuk menyajikan laporan akuntabilitas kinerja dan laporan keuangan yang sesuai dengan aturan. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan keuangan negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi.

Arah kebijakan Komisi Pemilihan Umum untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya sebatas pada dimensi pengelolaan keuangan saja, akan tetapi pada seluruh dimensi organisasi yang ada melalui jalan reformasi birokrasi yang telah dicanangkan oleh Komisi Pemilihan Umum sejak tahun 2013 hingga saat ini. Agenda reformasi birokrasi ini merupakan kebutuhan organisasi untuk melakukan perubahan sejalan dengan dinamika

(21)

tuntutan masyarakat dan perubahan lingkungan strategis organisasi. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025 dan Permenpan Nomor 20 Tahun 2010 tenta Road Map Reformasi Birokrasi 2010 - 2014, maka agenda reformasi birokrasi Komisi Pemilihan Umum mencakup 8 (delapan) area perubahan, antara lain:

(1) Organisasi yang tepat fungsi yang mampu mendukung pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran strategis KPU dengan dukungan struktur, tata kerja dan uraian tugas yang jelas dan tidak tumpang-tindih serta indikator kinerja yang terukur dari unit terkecil sampai unit terbesar;

(2) Prosedur dan sistem kerja yang jelas, efektif, efisien dan terukur melalui pembangunan SOP dan sistem informasi e-government yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi utama yang diperlukan unit kerja dan stakeholders;

(3) Menurunnya peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Setjen KPU yang disharmonis dan tumpang-tindih dengan peraturan perundang-undangan lain;

(4) Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM Aparatur Setjen KPU yang didukung dengan sistem manajemen SDM yang handal, dari perencanaan kebutuhan pegawai, sistem rekrutmen, formasi dan penempatan, pola karir dan sistem informasi kepegawaian yang handal;

(5) Sistem pengawasan yang memberikan dampak pada kepatuhan dan efektivitas pengelolaan keuangan negara Satuan Kerja di lingkungan Setjen KPU;

(6) Peningkatan akuntabilitas dan kinerja unit kerja di lingkungan Setjen KPU; (7) Peningkatan kualitas pelayanan publik yang diwujudkan dalam standar

pelayanan minimal dan keterlibatan stakeholder dalam peningkatan pelayanan; dan

(8) Perubahan pola pikir dan budaya kerja pegawai Setjen KPU yang terwujud dalam peningkatan profesionalitas pegawai, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN, mampu melayani publik dan memegang teguh kode etik aparatur negara.

Keberhasilan perumusan arah perubahan organisasi tersebut mendapat ujian yang sangat berat ketika KPU Kabupaten Sumedang menyelenggarakan perhelatan akbar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur

(22)

Jawa Barat dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013 serta Pemilihan Umum legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. Dalam pemilu tersebut, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang telah membuktikan bahwa organisasinya benar-benar bersifat mandiri, professional, adil dan transparan.

Pengakuan keberhasilan ini ditunjukkan dengan raihan penghargaan kepada KPU Kabupaten Sumedang berupa :

1) KPU berprestasi pemenang kategori Daftar Pemilih berkualitas dalam Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 tingkat Provinsi Jawa Barat.

2) Nominasi kategori pemilu berintegritas dan kategori kreasi sosialisasi tingkat Provinsi Jawa Barat.

3) Nominasi kategori Daftar Pemilih berkualitas dalam Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, kategori pemilu berintegritas, dan kategori kreasi sosialisasi tingkat nasional.

Sebagai amanat pelaksanaan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dalam meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Komisi Pemilihan Umum serta membuka akses atas informasi publik untuk masyarakat luas baik secara aktif (tanpa didahului dengan permohonan) maupun secara pasif (didahului dengan permohonan) terkait dengan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Komisi Pemilihan Umum mempunyai beberapa sistem informasi yang dapat diakses oleh masyarakat sebagai keterbukaan informasi publik, yaitu Sistem Informasi Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih), Sistem Penghitungan Suara (Situng) dan Sistem Informasi Logistik (Silog) Pemilihan Umum.

Pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, KPU Kabupaten Sumedang melaksanakan beberapa Sistem Informasi yang terdiri dari SILOG, SIDALIH, sebagai perwujudan bahwa KPU Kabupaten Sumedang sebagai lembaga yang terbuka terhadap keterbukaan informasi publik.

(23)

1.2. POTENSI DAN PERMASALAHAN

Keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, yakni terselenggaranya Pemilu dan Pilkada yang berkualitas dan dapat menjamin pelaksanaan hak politik masyarakat, tidak terlepas dari beberapa aspek yang mempengaruhinya, diantaranya adalah:

1) keberadaan penyelenggara pemilu yang professional dan memiliki integritas, kapabilitas dan akuntabilitas;

2) adanya lingkungan yang kondusif bagi masyarakat dalam menggunakan haknya untuk berdemokrasi, termasuk dalam menentukan pilihan politiknya; 3) kemampuan partai politik dalam memperkuat demokratisasi masyarakat sipil

dan kecerdasan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Dengan kata lain, pengaruh ketiga aspek ini sangat besar dalam menentukan kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang, disamping performa lembaga demokrasi lainnya seperti Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sumedang. Untuk itu, dibutuhkan struktur kelembagaan dengan karakter yang kuat untuk menghadapi pengaruh dan tantangan yang ada.

Dalam rangka mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal organisasi yang berupa kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) sumber daya dalam organisasi, serta faktor eksternal yang berupa peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dihadapi KPU Kabupaten Sumedang, maka analisis potensi dan permasalahan ini didasarkan pada dimensi-dimensi organisasi yang dipandang memiliki fungsi dan peran strategis dalam lima tahun ke depan. Adapun dimensi-dimensi dimaksud meliputi: Aspek Kelembagaan, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Kepemimpinan, Aspek Perencanaan dan Anggaran, Aspek Kebijakan, Aspek Dukungan Infrastruktur dan Teknologi Informasi, dan Aspek Hubungan dengan Stakeholder.

1.2.1. Potensi

a. Aspek Kelembagaan

Dari evaluasi KPU Kabupaten Sumedang telah didapatkan hasil evaluasi terhadap aspek kelembagaan KPU Kabupaten Sumedang yang merupakan potensi dan/atau kekuatan organisasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

(24)

Adapun analisis lebih jauh terhadap potensi kelembagaan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KPU Kabupaten Sumedang telah berhasil menunjukkan sifat kelembagaannya yang mandiri dan bebas intervensi dari pihak manapun. Hal ini terlihat pada penyelenggaraan Pemilu legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2013, dimana keputusan KPU Kabupaten Sumedang dalam penetapan hasil rekapitulasi suara dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip profesionalitas, integritas, transparansi dan akuntabilitas.

2. KPU Kabupaten Sumedang telah berupaya me-reposisi lembaganya melalui program reformasi birokrasi yang dilaksanakan sejak tahun 2013 dan penerapan berbagai inovasi pelayanan publik menuju organisasi penyelenggara pemilu yang professional dan independen.

3. KPU Kabupaten Sumedang telah mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

4. Setiap pegawai KPU Kabupaten Sumedang telah memahami dengan jelas tugas dan fungsi organisasi sehingga setiap pegawai memiliki persepsi yang sama dalam mencapai kinerja organisasi.

b. Aspek Sumber Daya Manusia

Aspek penting yang menjadi kekuatan KPU Kabupaten Sumedang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KPU Kabupaten Sumedang memiliki sumber daya manusia yang memadai dengan berbagai latar belakang pendidikan.

2. KPU Kabupaten Sumedang telah berupaya melakukan pembinaan dalam peningkatan kompetensi pegawai melalui pemberian izin tugas belajar, diklat, sosialisasi, studi banding, dan sebagainya.

c. Aspek Kepemimpinan

Adapun hasil analisis lebih lanjut atas kekuatan aspek kepemimpinan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pimpinan organisasi, yakni Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Sumedang memiliki visi yang kuat untuk membawa KPU Kabupaten Sumedang kearah lebih baik.

(25)

2. Pimpinan organisasi mampu melakukan arahan/bimbingan/pembinaan. 3. Pimpinan organisasi dapat menciptakan suasana kondusif untuk

terciptanya komunikasi organisasi yang efektif dan memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya organisasi dengan baik.

4. Pimpinan organisasi telah memperkuat rasa saling percaya dan saling menghormati antar seluruh elemen organisasi.

5. Pimpinan organisasi berupaya mewujudkan budaya kerja organisasi yang produktif dengan menegakkan disiplin, integritas dan komitmen untuk seluruh pegawai.

6. Pimpinan berupaya membangun reputasi dan pengakuan publik atas eksistensi organisasi.

d. Aspek Perencanaan dan Anggaran

Secara umum KPU Kabupaten Sumedang telah berhasil membuat perencanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun hasil analisis lebih lanjut atas kekuatan aspek perencanaan dan anggaran dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Proses perencanaan kegiatan dan anggaran dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

2. Tata kelola anggaran memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas. 3. Pengelolaan anggaran dilakukan dengan menerapkan Standar Akuntansi

Pemerintahan (SAP).

e. Aspek Kebijakan

Secara umum KPU Kabupaten Sumedang telah menerapkan tatalaksana dan kebijakan yang dapat diterima oleh semua pihak. Adapun hasil analisis lebih lanjut atas kekuatan aspek kebijakan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KPU Kabupaten Sumedang berupaya melakukan identifikasi, membuat dan mendokumentasikan mekanisme/tatalaksana kerja.

2. KPU Kabupaten Sumedang telah berhasil menyusun dan melaksanakan SOP serta membuat Keputusan yang jelas dan mudah dipahami.

3. Perumusan kebijakan melibatkan seluruh komponen terkait baik secara internal maupun eksternal.

(26)

4. KPU Kabupaten Sumedang berupaya membangun mekanisme monitoring pelaksanaan kebijakan organisasi dengan baik.

5. Revisi dan perbaikan terhadap kebijakan KPU Kabupaten Sumedang sudah dilakukan secara cepat dan tepat.

f. Aspek Dukungan Sarana Prasarana dan Teknologi Informasi

Secara umum KPU Kabupaten Sumedang membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai dan teknologi informasi yang tepat guna. Adapun hasil analisis lebih lanjut atas potensi aspek dukungan infrastruktur dan teknologi informasi dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KPU Kabupaten Sumedang menggunakan asset Pemerintah Kabupaten Sumedang berupa tanah dan gedung kantor dengan status pinjam pakai. 2. Dukungan teknologi informasi yang tepat guna mampu meningkatkan

kinerja KPU Kabupaten Sumedang.

3. Teknologi informasi yang digunakan oleh organisasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada stakeholders

g. Aspek Hubungan dengan Stakeholders

Secara umum KPU Kabupaten Sumedang telah berhasil membina hubungan baik dengan stakeholders-nya. Adapun hasil analisis lebih lanjut atas potensi aspek hubungan dengan stakeholders dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KPU Kabupaten Sumedang telah berupaya memenuhi harapan

stakeholders sehingga mereka puas dengan kinerja KPU Kabupaten Sumedang.

2. KPU Kabupaten Sumedang berupaya membangun brand image yang disukai oleh stakeholder

3. KPU Kabupaten Sumedang berupaya memberikan program-program yang riil dan strategis kepada stakeholder’s yang ada.

1.2.2. Permasalahan

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi menyelenggarakan pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, KPU Kabupaten Sumedang dihadapkan pada berbagai permasalahan, baik yang datang dari dalam organisasi maupun dari luar organisasi. Dimensi permasalahannya pun

(27)

beragam, mulai dari yang bersifat konstitusional, institusional sampai dengan operasional. Oleh karena itu, proses identifikasi dan diagnosis terhadap permasalahan yang ada merujuk pada kondisi faktual KPU Kabupaten Sumedang. Adapun permasalahan KPU Kabupaten Sumedang berdasarkan dimensi prosesnya dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. SDM

Sebagian besar PNS di KPU Kabupaten Sumedang merupakan tenaga yang dipekerjakan (DPK) sehingga menimbulkan beberapa masalah, diantaranya:

1. Ketergantungan KPU Kabupaten Sumedang kepada pemerintah kabupaten sumedang atas tenaga PNS terkait, baik dalam posisi staf maupun pejabat.

2. Adanya loyalitas ganda dari PNS terkait, dimana kepatuhan dan pertanggungjawaban kinerja bukan saja kepada KPU Kabupaten Sumedang tetapi juga kepada atasan di instansi asal.

3. Jumlah PNS organik masih kurang. sehingga komposisi pegawai belum sesuai dengan tugas, fungsi dan beban kerjanya. Perbandingan antara jumlah pegawai dan beban kerjanya belum proporsional.

b. Perencanaan dan Anggaran

Anggaran yang tersedia belum memadai bagi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, khususnya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan dan operasional.

c. Dukungan Sarana Prasarana dan Teknologi Informasi

Sarana dan prasarana kerja yang tersedia belum mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Status kepemilikan atas tanah, bangunan gedung KPU Kabupaten Sumedang masih milik pemerintah daerah. Hal ini belum mendukung sifat kelembagaan KPU Kabupaten Sumedang yang tetap. Disamping itu, kantor KPU Kabupaten Sumedang setiap saat dapat dipindahkan sesuai dengan kewenangan Pemda sebagai pemilik tanah dan bangunan.

Berdasarkan uraian lingkungan internal dan eksternal di atas, maka dirumuskan faktor-faktor kunci yang menjadi kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang sebagaimana diringkas berikut:

(28)

Tabel 14.

Ringkasan Analisis Faktor Internal dan Eksternal

FAKTOR INTERNAL Kekuatan (Strenghts)

 Mandat UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu (S1)

 Komitmen pimpinan yang mumpuni (S2)  Reformasi Birokrasi yang telah dirancang

(S3)

 SDM yang memadai (S4)

 Pegawai memiliki persepsi yang sama akan tugas dan fungsi organisasi (S5)

 Pengalaman penyelenggara pemilu dan Pilkada (S6)

Kelemahan (Weaknesses)

 Beban kerja pegawai tidak proporsional (W1)

 Dukungan anggaran belum memadai (W2)

 Pelaksanaan SOP belum optimal (W3)  Sarana dan prasarana terbatas (W4)  Pemanfaatan teknologi informasi belum

optimal (W5)

FAKTOR EKSTERNAL Peluang (Opportunity)

 Animo partisipasi masyarakat dalam pemilu dan Pilkada tinggi (O1)

 Hubungan baik dengan semua stakeholders dan lembaga lain (O2)

 Potensi pengembangan SDM (O3)

 Kesempatan pendidikan formal dan diklat (O4)

 Kemajuan teknologi informasi (O5)  Harapan masyarakat tinggi (O6)

Ancaman (Threats)

 Peraturan perundang-undangan tentang Pemilu dan Pilkada mudah berubah (T1)  Aksi demontrasi ketidakpuasan hasil

Pemilu dan Pilkada (T2)

 Gugatan hasil pemilu dan Pilkada yang tidak berdasar pada bukti (T3)

 Mayoritas SDM dengan status DPK (T4)  Kondisi letak geografis (T5)

Berdasarkan identifikasi faktor kunci tersebut, maka strategi pengembangan SWOT yang dapat ditempuh, yaitu:

1. Strategi Strengt – Opportunity (S-O) : Strategi untuk memanfaatkan peluang dengan jalan mendayagunakan kekuatan yang dimiliki organisasi.

a. Pendayagunaan Penyelenggara Pemilu secara optimal untuk terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, transparan, akuntabel dan mandiri;

b. Melakukan koordinasi dengan segenap pemangku kepentingan baik pada tahap persiapan, penyelenggaraan maupun setelah Pemilu;

c. Peningkatan kualitas SDM KPU Kabupaten Sumedang;

d. Membangun dan mendayagunakan sistem informasi Kepemiluan yang terintegrasi.

2. Strategi Weakness–Opportunity (W-O) : Strategi untuk memanfaatkan peluang eksternal yang muncul dari lingkungan dengan tujuan mengatasi kelemahan. a. Penataan program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi; b. Penataan tugas pegawai sesuai dengan analisis jabatan dan beban kerja; c. Melakukan koordinasi internal antar sub bagian terkait untuk meningkatkan

(29)

d. Optimalisasi sistem pengawasan dan pengendalian intern atas pengelolaan anggaran;

e. Pembinaan teknis pelaksanaan SOP;

f. Optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas kepemiluan.

3. Strategi Strength Threat – (S-T) : Strategi untuk menghadapi dan mengatasi ancaman dengan jalan mendayagunakan kekuatan yang dimiliki organisasi. a. Pemantapan kerjasama dan koordinasi penyelenggaraan Pemilu dan

Pilkada dengan institusi terkait;

b. Sosialisasi dan publikasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada secara optimal dan transparan;

c. Peningkatan akuntabilitas kinerja kepemiluan;

d. Optimalisasi pendayagunaan SDM dalam pengelolaan logistik Pemilu pada tahap perencanaan kebutuhan, pengadaan, dan pendistribusian.

4. Strategi Weakness – Threat (W-T) : Strategi untuk menghindari ancaman untuk melindungi organisasi dari kelemahan yang ada dalam organisasi.

a. Penataan lembaga dan personil KPU termasuk kesekretariatan;

b. Pemantapan kerjasama dan koordinasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada dengan institusi terkait;

c. Optimalisasi pembinaan, pengawasan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada;

d. Penguatan kelembagaan pengelolaan logistik Pemilu pada tahap perencanaan kebutuhan, pengadaan, dan pendistribusian.

Referensi

Dokumen terkait

merupakan serat tipis panjang terdiri dari potein yang disebut actin, juga miosin dan tropomiosin, banyak terdapat pada sel otot. Fungsinya untuk melaksanakan gerakan

Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih

Tujuan penyusunan anggaran penjualan, adalah untuk merencanakan setepat mungkin tingkat penjualan pada periode yang akan datang dengan memperhatikan data yang

Prinsip syariah dijelaskan pada Pasal 1 Butir 13 UU tersebut yaitu aturan perjanjian berdasarkan Hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan

AKAR PASAK BUMI, CABE JAWA DAN RIMPANG JAHE MERAH TERHADAP FREKUENSI CLIMBING TIKUS PUTIH JANTAN WISTAR THE APHRODIASIAC EFFECT OF COMBINATION PASAK BUMI ROOT POWDER, CABE

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan perawat dan klien yang terapeutik adalah pengalaman belajar dan perbaikan emosi klien. Bagi klien, dalam hal

Antibodi anti-idiotipe (Ab 2 ) mampu meniru struktur antigenik yang potensial dan memiliki internal image id iotop yang berbeda-beda (Zhou et al. 1991), sehingga dapat