• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2002

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2002"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK

NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG

PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LEBAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 84

Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, maka pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lebak perlu untuk ditata kembali dan disesuaikan.

b. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a tersebut di atas, perlu

ditetapkan Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lebak dengan Peraturan Daerah.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran negara Nomor 3848); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok

Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi

Banten (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4010);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan

Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.

(Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman

Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 165)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan

Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090);

8. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 4 Tahun 2000 tentang Tata

Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Daerah dan Penertiban Lembaran Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2000 Nomor 4 Seri D);

(2)

Dengan Persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LEBAK MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK TENTANG

PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LEBAK

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Lebak;

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Lebak;

3. Bupati adalah Bupati Lebak;

4. Perangkat Daerah adalah Organisasi/Lembaga pada Pemerintah Daerah yang

bertanggung jawab kepada Bupati dan membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan yang terdiri atas Sekretariat daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan kebutuhan Daerah;

5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak;

6. Sekretariat Daerah adalah unsure staf Pemerintah Kabupaten Lebak;

7. Dinas Daerah adalah unsur Pelaksana Pemerintah Daerah;

8. Lembaga Teknis Daerah adalah unsur Penunjang Pemerintah Kabupaten Lebak

berbentuk Badan/Kantor yang berfungsi koordinasi dan perumusan kebijakan pelaksanaan serta fungsi pelayanan masyarakat;

9. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten;

10. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah di bawah Kecamatan.

11. Cabang Dinas adalah unsur pelaksana Dinas Daerah yang mempunyai wilayah kerja

meliputi satau atau beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lebak;

12. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD adalah unsur pelaksana

teknis dinas daerah yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu di lapangan; 13. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas

dan wewenang, tanggung jawab dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan keahliannya dalam rangka mendukung kelancaran tugas dan fungsi.

BAB II

PEMBENTUKAN PERANGKAT DAERAH

Bagian Pertama Pembentukan

Pasal 2

(1) Dengan Peraturan Daerah ini di bentuk Organisasi Perangkat Daerah sesuai

kemampuan, kebutuhan dan beban kerja, yang terdiri dari: a. Sekretariat Daerah;

b. Dinas Daerah;

(3)

d. Kecamatan;

e. Kelurahan;

(2) Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dimaksud pada ayat (1)

menetapkan kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerjanya.

(3) Penjabaran tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud

pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan Bupati.

(4) Bagan susunan Organisasi Perangkat Daerah kabupaten Lebak sebagaiman

tercantum dalam Lampiran I, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan deaerah ini.

Bagian Kedua Sekretariat Daerah Pasal 3

Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Bagian Ketiga Dinas Daerah Pasal 4

(1) Dinas Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan

bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(2) Kepala Dinas dibantu oleh Sekretariat yang terdiri dari Bagian Tata Usaha dan

Sub Bagian, Sub Dinas dan Seksi.

(3) Dinas Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

a. Dinas Pekerjaan Umum;

b. Dinas Pendidikan;

c. Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial;

d. Dinas Pertanian;

e. Dinas Kehutanan dan Perkebunan;

f. Dinas Kelautan dan Perikanan;

g. Dinas perhubungan;

h. Dinas Pertambangan dan Energi;

i. Dinas Pertanahan;

j. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal;

k. Dinas Informasi, Komunikasi, Seni Budaya dan Pariwisata;

l. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan;

m. Dinas Keluarga Berencana dan Kependudukan;

n. Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi;

(4)

Bagian Keempat Lembaga Teknis Daerah

Pasal 5

(1) Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk Badan atau Kantor dipimpin oleh

Kepala Badan atau Kepala Kantor yang berada dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(2) Kepala Badan atau Kepala Kantor dibantu oleh Sekretariat yang terdiri dari

Sekretaris dan Sub Bagian, Bidang dan Sub Bidang atau Sub Bagian dan Seksi. (3) Lembaga Teknis Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri:

a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

b. Badan Pengawas Daerah;

c. Badan Kepegawaian Daerah;

d. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah;

e. Kantor Arsip Daerah;

f. Kantor Pendidikan dan Pelatihan Daerah;

g. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja;

h. Kantor Pengelolaan Pasar;

i. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat;

j. Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa;

k. Kantor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah;

l. Kantor Catatan Sipil;

Bagian Kelima Kecamatan Pasal 6

(1) Kecamatan dipimpin oleh Kepala Kecamatan (Camat) yang berada dan

bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(2) Kepala Kecamatan (Camat) di Bantu oleh Sekretaris dan para Kepala Seksi.

(3) Kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

a. Kecamatan Rangkasbitung; b. Kecamatan Warunggunung; c. Kecamatan Cibadak; d. Kecamatan Cikulur; e. Kecamatan Cimarga; f. Kecamatan Leuwidamar; g. Kecamatan Bojongmanik; h. Kecamatan Muncang; i. Kecamatan Cipanas; j. Kecamatan Sajira; k. Kecamatan Maja;

(5)

l. Kecamatan Gunungkencana; m. Kecamatan Banjarsari; n. Kecamatan Cileles; o. Kecamatan Malingping; p. Kecamatan Cijaku; q. Kecamatan Panggarangan; r. Kecamatan Bayah; s. Kecamatan Cibeber; Bagian Ketujuh Kelurahan Pasal 7

(1) Kelurahan dipimpin oleh Kepala Kelurahan (Lurah) yang berada di bawah

serta bertanggung jawab kepada Kepala Kecamatan (Camat).

(2) Kepala Kelurahan (Lurah) di bantu oleh Sekretaris dan para Kepala Seksi.

(3) Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

a. Kelurahan Rangkasbitung Barat;

b. Kelurahan Muara Ciujung Timur;

c. Kelurahan Muara Ciujung Barat

d. Kelurahan Cijoro Pasir;

e. Kelurahan Cijoro Lebak;

Bagian Kedelapan Cabang Dinas Pasal 8

Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas serta pengaturan lebih lanjut akan ditetapkan dengan Peraturan daerah tersendiri.

Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis Dinas

Pasal 9

Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas serta pengaturan lebih lanjut akan ditetapkan dengan Peraturan Daerah tersendiri.

BAB III

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

(6)

(1) Kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerja

Sekretariat daerah sebagaimana dalam Lampiran II, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(2) Kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerja Dinas

Daerah, sebagaimana tercantum dalam Lampiran III, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(3) Kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerja Lembaga

Teknis Daerah, sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(4) Kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerja

Kecamatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran V, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(5) Kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan dan organisasi serta tata kerja

Kelurahan, sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

BAB IV

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Pasal 11

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Pemerintah daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

Pasal 12

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang

diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1) diatas,

dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaiman tersebut pada ayat (1) diatas, dibentuk

berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional senbagaimana tersebut pada ayat (1)

diatas, diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (5) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

BAB V TATA KERJA

Pasal 13

Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan unit organisasi dan kelompok tenaga fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik

(7)

dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dilingkungan Pemerintah Daerah serta dengan instansi di luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas masing-masing.

Pasal 14

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang

diperlukan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 15

Setiap pimpinan Satuan organisasi bertanggungjawab memimpin dan

mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

Pasal 16

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal 17

Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

Pasal 18

Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal 19

Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala.

. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 20

(1) Pembentukan Wakil Kepala dalam organisasi perangkat daerah dapat

(8)

(2) Organisasi Perangkat Daerah dapat dimungkinkan untuk diadakan

pembentukan, penghapusan, penggabungan atau pengembangan dengan mempertimbangkan faktor urgensi dan efisiensi berdasarkan potensi kewenangan.

(3) Pembentukan, penghapusan, penggabungan atau pengembangan sebagaimana

pada ayat (2) akan diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah kembali.

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 21

Pada saat berlakunya Peraturan Daerah ini, semua Peraturan Daerah yang mengatur tentang pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Pasal 22

Pelaksanaan Peraturan Daerah ini dilakukan secara efektif dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2003.

Pasal 23

Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan daerah ini dengan penempatannya dalam lembaran daerah Kabupaten Lebak.

Disahkan di Rangkasbitung

Pada Tanggal 16 September 2002

BUPATI LEBAK

Cap/ttd

H. MOCH. YAS’A MULYADI

Diundangkan di Rangkasbitung Tanggal 23 September 2002

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LEBAK,

Drs. H. NARASOMA Pembina Utama Muda NIP. 480 066 774.

Referensi

Dokumen terkait

Selain benda hasil seni rupa, lapangan kesenian yang lain yang juga sering mendapat tempat dalam sebuah karangan etnografi adalah seni musik, seni tari, dan drama.. Bahkan

[r]

Pada saat tekan button edit maka muncul message box yang menanyakan. data

Program pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan peternakan diawali dengan pembuatan komposter dan vermikomposter sederhana sebelum turun ke lokasi KKNT untuk dijadikan

Berikut adalah analisis data yang mendeskripsikan tentang pelnggaran prinsip kerja sama, implikatur percakapan, dan tema yang digunakan dalam wacana humor politik

Bahwa dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 telah ditetapkan Petunjuk teknis pelaksanaan pengumpulan data

Bila kemungkinan terbukti bahwa saya temyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan

[r]