6 2.1 Konsep Dasar Web
Menurut Abdulloh (2018:1), “Web dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang berisi informasi baik berupa teks, gambar, animasi, suara dan video atau gabungan dari semuanya yang disediakan melalui jalur koneksi internet sehingga dapat diakses dan dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.”
A. Website
Menurut Hidayat (Syahriani, Tri Santoso, 2016), menyimpulkan bahwa: website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web yang lainnya disebut hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext.
1. Internet
Menurut Kustiyahningsih dan Anamisa (Syahriani, Tri Santoso, 2016), “Secara Sederhana dapat dikatakan internet adalah sebuah jaringan komputer dunia, semua berbicara dengan bahasa yang sama.”
2. WWW (World Wide Web)
Menurut Masaleno (2014:274), “Yaitu layanan internet yang dapat melakukan link dengan dokumen multimedia bersama dengan HyperText. Pemakai dapat melompat antar dokumen dengan menggunakan link untuk text, grafik, video dan media lainnya.
3. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
Menurut Abdulloh (2018:5), “HTTP yaitu protokol yang mengatur pengiriman data dari client ke server atau sebaliknya dan menerjemahkannya menjadi informasi yang dapat dibaca oleh pengguna website.”
4. Web Browser
Menurut Irawan (2014:3), “Web browser adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman web beserta kontennya.”
5.Web Server
Menurut Abdulloh (2018:4), “Web server merupakan perangkat lunak untuk menerima permintaan (Request) melalui protokol HTTP atau HTTPS dari client kemudian menirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web.”
B. Bahasa Pemogramaan
Bahasa pemograman web terdiri dari beberapa unsur bahasa setidaknya terdapat 5 bahasa utama yang biasa digunakan dalam membuat website dimana masing-masing memiliki perannya sendiri-sendiri, yaitu:
1. HTML (Hyper Text Markup Language)
Menurut Abdulloh (2018:7), “HTML merupakan bahasa standar web yang dikelola penggunaanya oleh W3C (Word Wide Web Consortum) berupa tag-tag yang menyusun setiap elemen dari website.”
2. Jquery
Menurut Abdulloh (2018:233), “JQuery yaitu kumpulan fungsi JavaScript yang siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat dalam membuat kode JavaScript.”
3. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Padang (2017:30), ”CSS merupakan sebuah bahasa pemrograman yang fungsinya untuk menstrukturkan komponen-komponen web yang beragam sesuai dengan keinginan kita.”
4. PHP (Hypertext Processor)
Menurut Subagja (2019:1), “PHP merupakan bahasa pemogramaan yang berjalaan dalam sebuah web server (server side).”
5. JavaScript
Menurut Abdulloh (2018:193), “JavaScript merupakan bahasa pemograman web yang pemerosesanya dilakukan di sisi client.
C. Basis Data
Menurut Priyadi (2014:2), “Basis data adalah sekumpulan fakta berupa representasi tabel yang saling berhubungan dan disimpan dalam media penyimpanan secara digital”.
1. MySQL
Menurut Wirawan (Choirul Muallifah, Bambang Eka Purnama, 2016), “Databasa multiuser yang menggunakan bahasa Structure Query Language (SQL). MYSQL dalam operasi client-server, melibarkan server-daemon MYSQL di sisi server dan berbagai macam program, serta library yang berjalan di sisi client.MYSQL mampu menangani data yang cukup besar. SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses server database.”
2. PhpMyadmin
Menurut MADCOMS (Iriadi & Indrasari, 2017), “PhpMyadmin adalah sebuah aplikasi open source yang berfungsi untuk memudahkan manajemen MySQL.”
3. Xampp
Menurut Aditya (Syahriani, Tri Santoso, 2016), “Xampp adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program.”
D. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:28), “Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
Berikut adalah gambar model air terjun :
Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2015:28) Gambar II.1.
a. Analisis kebutuhan perangkat lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangakat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
b. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka, dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplmentasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
c. Pembuatan kode program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. d. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang
muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
2.2 Teori Pendukung
Dalam pembuatan tugas akhir ini penulis juga menggunakan beberapa teori pendukung, guna menunjang keberhasilan dalam pembuatan tugas akhir ini. Adapun teori pendukung yang digunakan penulis diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Sturuktur Navigasi
Struktur navigasi atau alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website. Menurut Binanto (Ardiansyah, 2016:61) dalam bukunya Multi Media Digital Dasar Teori dan Pengembangannya menjelaskan “Struktur Navigasi adalah setiap rencana akan di buat desainnya dan kemudian di produksi menjadi produk jadi yang bersifat sementara”. Disamping itu tahap ini mencakup struktur navigasi yang baik untuk antar muka penggunanya.
1. Struktur Navigasi Linier (Satu Arah)
Struktur navigasi linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan.Struktur navigasi ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurutan menurut aturannya.
Sumber : Binanto (Ardiansyah, 2016:62)
Gambar II.2.
Struktur Navigasi Linier 2. Struktur Navigasi Hirarki (Bercabang)
Struktur navigasi Hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layar dengan kriteria tertentu.
Tampilan pada menu utama disebut master page (halaman utama satu), halaman tersebut mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya.
Sumber: Binanto (Ardiansyah, 2016:62)
Gambar II.3.
Struktur Navigasi Hirarki 3. Struktur Navigasi Non Linier (Tidak Berurut)
Struktur navigasi non linier (tidak Berurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan.
Percabangan pada struktur non linier berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page.
Sumber: Binanto (Ardiansyah, 2016:62)
Gambar II.4.
Struktur Navigasi Non Linier 4. Struktur Navigasi Composite (Campuran)
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia.
Sumber : Binanto (Ardiansyah, 2016:63)
Gambar II.5.
B. ERD (Entity Relationship Diagram)
1. Definisi Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Sutanta (Nugraha & Octasia, 2016), “ERD berguna untuk memodelkan sistem yang nantinya basis datanya akan dikembangkan”.
2. Komponen ERD a. Entitas (Entity)
Entitas merupakan benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penamaan entitas biasanya lebih kepada benda dan belum merupakan nama table. Entitas dinyatakan dengan simbol persegi panjang. b. Relasi (Relationship)
Relasi atau hubungan adalah kejadian atau transaksi yang terjadi diantara dua entitas yang keterangannya perlu disimpan dalam basis data. Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis. c. Atribut (Attribute)
Atribut merupakan field atau kolom data yang butuh disimpan dalam satu entitas. Atribut digambarkan dalm bentuk lingkaran atau elips.
3. Derajat Relasi (Cardinality Ratio)
Menurut Simarmata (Rahmayu, 2016), “Kardinalitas suatu hubungan menyatakan sejumlah kejadian terkait untuk masing-masing dua entitas.”
Kardinalitas mendefinisikan jumlah kemunculan baik minimum maupun maksimum satu entitas yang dapat dihubungkan dengan kemunculan tunggal entitas lain. Jenis Derajat Kardinalitas:
a. Unary Relationship
Unary Relationship adalah model relasi yang terjadi di antara entity yang berasal dari entity set yang sama. Sering juga disebut sebagai recursive relationship atau relective relationship.
b. Binary Relationship
Binary Relationship adalah model relasi antar instansi-instansi (istances) dari suatu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity yang sama). Relationship ini paling umum digunakan dalam pembuatan model data.
c. Ternary Relationship
Ternary Relationship merupakan relationship antara instansiinstansi dari tiga tipe entitas secara sepihak. Masing-masing entitas mungkin berpartisipasi satu atau banyak dalam suatu relationship ternary. Perlu dicatat bahwa relationship ternary tidak sama dengan tiga relationship binary.
4. Kardinalitas
Menurut Husda & Wangdra (2016:113) memberikan batasan bahwa, “Kardinalitas (cardinality) adalah jumlah minimum dan maksimum kemunculan satu entitas yang mungkin dihubungkan dengan kemunculan tunggal dari entitas lain.”
Terdapat tiga jenis kardinalitas: a. Satu-ke-satu (1 : 1)
Tingkat hubungan dinyatakan satu-ke-satu jika suatu kejadian pada entitas yang pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian yang ada pada entitas kedua, dan sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunya satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.
b. Satu-ke-banyak (1 : N atau N : 1)
Tingkat hubungan satu-ke-banyak adalah sama dengan banyak pada satu, tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua, sebaliknya untuk satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan pada entitas yang pertama.
c. Banyak-ke-banyak (N : M atau M : N)
Tingkat hubungan banyak-pada-banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama, maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua.
C. LRS (Logical Record Structure)
Menurut Tabrani (Hidayat et al., 2017), “Logical Record Structure terdiri dari link-link diantara tipe record, Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record.”
Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonverensikan ke LRS, metode yang lain dimulai dengan ER-diagram dan langsung dikonversikan ke LRS. Perbedaan LRS dan ERD adalah nama dan tipe record berada diluar field tipe record di tempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record.
D. Pengujian Web
Menurut Pratama (Iriadi & Indrasari, 2017), “ Blackbox Testing disebut pengujian di sisi pengembangan dilakukan oleh pengembang / programmer dari aplikasi bersangkutan atau mereka yang mengerti dan terlibat di dalam pengembangan sistem tersebut.”
Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian koatak hitam harus dibuat denagn kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji coba yang dilakukan adalah :
a. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar. b. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalkan nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya atau keduanya salah.