• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : TEORI BAHASA DAN AUTOMATA (TBA) KODE / SKS : KK / 3 SKS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : TEORI BAHASA DAN AUTOMATA (TBA) KODE / SKS : KK / 3 SKS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH : TEORI BAHASA DAN AUTOMATA (TBA)

KODE / SKS : KK-045325 / 3 SKS

Mingu

ke Pokok BahasanDan TIU Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar PengajaranCara Media Tugas Referensi

1. 1. Pendahuluan TIU :

Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar bahasa dan teori tentang string 2. Grammar dan Bahasa TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa terminologi khusus grammar dan bahasa

1.1. Teori Bahasa

• Mahasiswa dapat memahami pengertian bahasa formal 1.2. Automata

• Mahasiswa dapat memahami pengertian automata 1.3. Beberapa pengertian dasar

• Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian-pengertian : simbol, string, panjang string, dan simbol / string hampa 1.4. Operasi dasar string

• Mahasiswa dapat menjelaskan operasi-operasi dasar string : prefix, proper prefix, postfix / sufix, proper psotfix / sufix, head, tail, substring, proper substring, subsequence, proper subsequence, concatenation, alternation, Kleene clossure, dan positive clossure.

1.5. Beberapa sifat operasi string

• Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa sifat operasi dasar string, sifat aljabar concatenation, sifat aljabar alternation, dan beberapa kesamaan Kleene / positive clossure. 2.1. Konsep dasar

• Mahasiswa dapat memahami konsep : alfabet, simbol terminal, kalimat, bahasa, lambang simbol terminal, lambang simbol non terminal, lambang simbol terminal/non terminal, lambang string simbol terminal, lambang string simbol terminal/non terminal, lambang dan pengertian produksi, lambang dan pengertian derivasi, sentensial dan kalimat. • Mahasiswa dapat memahami 4 komponen grammar

Kuliah mimbar Papan

(2)

ke Dan TIU Pengajaran 2. 2. Grammar dan Bahasa (lanjutan) TIU : Mahasiswa dapat memahami 4 kelas grammar Chomsky 2.2. Klasifikasi Chomsky

• Mahasiswa dapat menjelaskan menjelaskan 4 tipe grammar chomsky

• mahasiswa dapat menentukan tipe sebuah grammar melalui analisa terhadap himpunan produksi yang diberikan 2.3. Penentuan bahasa berdasarkan grammar

• Mahasiswa dapat melakukan derivasi kalimat dan

menentukan bahasanya berdasarkan grammar yang diberikan

Kuliah mimbar Papan

tulis, OHP 1, 2 3. 2. Grammar dan Bahasa (lanjutan) TIU : Mahasiswa dapat menentukan grammar sebuah bahasa dan mengetahui mesin pengenal bahasa

2.4. Penentuan grammar sebuah bahasa

• Mahasiswa dapat membuat grammar suatu bahasa 2.5. Mesin pengenal bahasa

• Mahasiswa dapat mengenal nama-nama mesin yang terkait dengan masing-masing kelas bahasa

Kuliah mimbar Papan tulis, OHP Pekerjaan rumah : • penentuan bahasa berdasarkan grammar • penentuan grammar suatu bahasa 1, 2 4. 3. Mesin Turing TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan mesin turing sebagai mesin pengenal bahasa

3.1. Komponen “fisik” mesin turing

• Mahasiswa dapat membuat ilustrasi mesin turing,

menyebutkan setiap komponennya, dan menjelaskan sifat / kemampuan setiap komponen tersebut

3.2. Ilustrasi mesin turing dalam graf berarah

• Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian node, edge, serta bobot edge dari mesin turing

• Mahasiswa dapat menjelaskan proses pembacaan mesin turing terhadap string masukan

3.3. Merancang sebuah mesin turing pengenal bahasa • Mahasiswa dapat menyusun algoritma proses pengenalan

bahasa tertentu oleh mesin turing

• Mahasiswa dapat mengimplementasikan algoritma tersebut sebagai sebuah graf mesin turing

Kuliah mimbar Papan

(3)

ke Dan TIU Pengajaran

3.4. Tracing string oleh mesin turing

• Mahasiswa dapat melakukan tracing string oleh mesin turing 5 4. Automata Hingga

TIU :

Mahasiswa dapat menjelaskan definisi automata hingga (AH), autota hingga

deterministik (AHD), dan automata hingga non deterministik (AHN)

4.1. Automata Hingga (AH)

• Mahasiswa dapat menjelaskan definisi AH melalui keempat pasangan tuple-nya

• Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara automata hingga deterministik (AHD) dan automata non deterministik (AHN) terutama mengenai sifat fungsi transisinya

4.2. Automata Hingga Deterministik (AHD)

• Mahasiswa dapat menyatakan fungsi transisi AHD dalam bentuk tabel

• Mahasiswa dapat membuat ilustrasi graf untuk sebuah AHD • Mahasiswa dapat menguji penerimaan / penolakan sebuah

string oleh AHD melalui tracing 4.3. Equivalensi 2 AHD

• Mahasiswa dapat memahami algoritma uji kesamaan 2 buah AHD

Kuliah mimbar Papan tulis, OHP 1, 2 6 4. Automata Hingga (lanjutan) TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan definisi mesin stata hingga, menyatakannya sebagai tabel atau graf, menyatakan

penjumlah biner dalam mesin stata hingga, serta memahami ekspresi regular

4.4. Mesin Stata Hingga (MSH)

• Mahasiswa dapat menjelaskan definisi MSH melalui keenam pasangan tuple-nya

• Mahasiswa dapat menyatakan MSH dalam ungkapan tabel dan graf

4.5. Mesin Stata Hingga Penjumlah Biner

• Mahasiswa dapat memahami sifat penjumlahan biner, baik dalam moda carry atau not carry

• Mahasiswa dapat membangun mesin stata hingga dari keteraturan penjumlahan biner

• Mahasiswa dapat membuat graf mesin stata hingga penjumlah biner

• Mahasiswa dapat melakukan penjumlahan biner melalui

Kuliah mimbar Papan

(4)

ke Dan TIU Pengajaran

4.6. Ekspresi Regular

• Mahasiswa dapat menyatakan bahasa regular sebagai ekspresi regular

• Mahasiswa dapat membuktikan kesamaan dua buah ekspresi regular 7 4. Automata Hingga (lanjutan) TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan sifat-sifat automata hingga non deterministik (AHN) dan AHN dengan transisi hampa (AHN-ε)

4.7 Automata Hingga Nondeterministik (AHN)

• Mahasiswa dapat membuat tabel fungsi transisi AHN • Mahasiswa dapat mengimplementasikan tabel transisi AHN

ke dalam bentuk graf

• Mahasiswa dapat menguji penerimaan / penolakan sebuah string oleh AHN melalui tracing

• Mahasiswa dapat melakukan perluasan sifat-sifat fungsi transisi AHN

• Mahasiswa dapat menjelaskan dua alternatif kriteria penerimaan sebuah string oleh AHN

4.7.a. AHN dengan transisi hampa (AHN-ε)

• Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian AHN-ε

• Mahasiswa dapat memberikan contoh-contoh bahasa yang ekuivalen dengan AHN-ε

Kuliah mimbar Papan

tulis, OHP 1, 2 8 4. Automata Hingga (lanjutan) TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan ekuaivalensi AHN, AHD, dan GR serta antara ER dengan AHN-ε

4.8. Ekuivalensi AHN, AHD, dan GR (Grammar Regular) • Mahasiswa mengetahui ada transformasi siklis AHN – AHD

– GR – AHN

• Mahasiswa dapat menjalankan algoritma pembentukan AHD dari AHN

• Mahasiswa dapat menjalankan algoritma pembentukan GR dari AHD

• Mahasiswa dapat menjalankan algoritma pembentukan AHN dari GR

4.9. Ekuivalensi AHN-ε dengan ER (Ekspresi Regular)

• Mahasiswa dapat menjelaskan bentuk-bentuk dasar ER dan AHN-ε yang ekuivalen dengannya

• Mahasiswa dapat membuat graf AHN-ε yang ekuivalen dengan sebuah ER

Kuliah mimbar Papan

(5)

ke Dan TIU Pengajaran

9 5. Grammar Context Free dan Parsing TIU :

Mahasiswa dapat menjelaskan proses parsing

5.1. Hal Umum Tentang Parsing

• Mahasiswa dapat melakukan parsing

• Mahasiswa dapat membuktikan kalimat ambigu 5.2. Metoda Parsing

• Mahasiswa dapat menjelaskan kedua jenis parsing, yaitu parsing top-down dan bottom-up

5.3. Parsing Top-down

• Mahasiswa dapat menjelaskan metoda Brute-Force • Mahasiswa dapat menjelaskan metoda Recursive-Descent 5.4. Parsing Bottom-up

• Mahasiswa dapat menjelaskan Relasi Preseden dan Grammar Preseden Sederhana (GPS)

• Mahasiswa dapat membuat tabel preseden • Mahasiswa dapat melakukan parsing GPS

Kuliah mimbar Papan

tulis, OHP PekerjaanRumah : Parsing GPS 1, 2 10 6. Bentuk Normal Chomsky TIU : Mahasiswa dapat melakukan transformasi grammar context free ke bentuk normal Chomsky

6.1. Bentuk Normal Chomsky

• Mahasiswa dapat mengetahui bentuk normal Chomsky • Mahasiswa dapat mengetahui empat langkah transformasi

grammar context free ke bentuk normal Chomsky 6.2. Eliminasi produksi hampa

• Mahasiswa dapat memahami pengertian simbol nullable • Mahasiswa dapat melakukan eliminasi simbol nullable 6.3. Eliminasi produksi unitas

• Mahasiswa dapat memahami pengertian produksi unitas • Mahasiswa dapat melakukan eliminasi produksi unitas 6.4. Batasan Bentuk Ruas Kanan Produksi

• Mahasiswa dapat merubah produksi ke bentuk bakunya 6.5. Batasan Panjang Ruas Kanan Produksi

Kuliah mimbar Papan

(6)

ke Dan TIU Pengajaran 11 7. Automata Pushdown (PDA) TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan PDA dan melakukan tracing kalimat dengan PDA

7.1. Definisi Automata Pushdown (PDA)

• Mahasiswa dapat menjelaskan definisi APD melalui 7 pasangan tuple-nya

• Mahasiswa dapat menyatakan fungsi transisi PDA ke dalam bentuk tabel

7.2. Tracing oleh PDA

• Mahasiswa dapat melakukan tracing untuk membuktikan penerimaan atau penolakan suatu string oleh PDA

• Mahasiswa dapat menjelaskan dua kondisi penerimaan string oleh PDA yaitu accept by final state dan accepted by empty stack

7.2. Deterministik PDA dan Nondeterministik PDA

• Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan PDA deterministik dan PDA nondeterministik

Kuliah mimbar Papan

tulis, OHP 1, 2 12 8. Pengenalan Compiler TIU : Mahasiswa dapat menjelaskan urutan proses kompilasi 8.1. Translator

• Mahasiswa dapat memahami pengertian translator serta compiler sebagai salah satu bentuk traslator

8.2. Proses Kompilasi

• Mahasiswa dapat menjelaskan fase-fase kompilasi serta hal-hal yang dilakukan pada setiap fase tersebut.

Kuliah mimbar Papan

tulis, OHP 1, 2

DAFTAR REFERENSI

1. D. Suryadi H.S. Pengantar Automata Bahasa Formal dan Kompilasi. Seri Diktat Kuliah. Penerbit Gunadarma.

2. Asep Juarna. http://staffsite.gunadarma.ac.id/ajuarna/stuffing/ndex.php?stateid=stuff

Referensi

Dokumen terkait

Sejauh sesuai dengan hukum yang berlaku, apakah perusahaan mempunyai kebijakan intern yang tertulis mengenai anggota Direksi dengan kedudukan rangkap sebagai direktur

Upaya pengkayaan dan peningkatan kompetensi kepala sekolah dapat dilakukan melalui pemberdayaan, khususnya: mendorong partisipasi kepala sekolah dalam berbagai

Melakukan pembongkaran bangunan cazebo yang berada di antara bangunan inti dan bangunan belakang (bangunan 2 lantai yang sudah dibongkar terlebih dahulu). Melakukan

Pada Gambar 19 menunjukkan respon sistem kendali suhu dengan gangguan kontinyu pada referensi 34 °C, gangguan diberikan dengan memberikan aliran inlet pada waktu

Berdasarkan uji asumsi residual pada model regresi nonparametrik spline dengan menggunakan metode UBR sebagai metode pemilihan titik knot optimum didapatkan residual tidak

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata

Pokok pembahasan pada penelitian ini adalah Peranan BKPRMI dalam Memakmurkan Masjid Nurussalam di desa Majannang Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, yang bertujuan

Setelah didapatkan hasil penyelesaian model secara analitik, maka akan dibandingkan antara penurunan model difusi (yang telah ada) dengan model yang didapat dari