BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan subjek tunggal ( Single Subject ), yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari suatu perlakuan ( intervensi ) yang diberikan. Dalam hubungan ini, peneliti memanipulasikan sesuatu perlakuan (intervensi), kemudian mengobservasi pengaruh atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi secara sengaja dan sistematis.( Faisal , 1982;76).

Penelitian ini menggunakan penelitian dengan subjek tunggal pada subjek yang diteliti anak tunaganda (tunarungu berat- spastic) dengan target peningkatan kekuatan (detik) dalam menahan pergerakan organ membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, ujung lidah kekanan, gerakan rahang bawah kekiri, dan gerakan rahang bawah kekanan.Dengan tujuan penelitian supaya dapat mengetahui seberapa lama kekuatan (detik) dalam setiap pergerakan membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakkan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekiri, dan menggerakan rahang bawah kekanan untuk meningkatkan keterampilan dasar bicara.

Desain atau rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan subjek tunggal (Single Subjek Research ), yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu subjek dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perlakuan yang diberikan secara berulang- ulang ( Tawney & David, 1987:9 ).

(2)

Dalam penelitian dengan metode subjek tunggal, desain yang digunakan adalah desain A- B- A. Gambar tampilan desain A- B- A dapat dilihat pada gambar sebagai berikut, yaitu:

Judul K A-1 B A-2 E K U A T A N ( 180 DETIK) 4 8 4 P E R T E M U A N

Grafik 3.1 Tampilan desain A- B- A Keterangan :

A- 1 = Suatu kondisi awal atau dasar kemampuan oral motor subjek untuk mengetahui sejauhmana subjek mampu menggunakan oral motor .Kegiatan assessment motorik mulut memfokuskan yang akan diteliti, dalam tahap ini peneliti mengasessment subjek mengenai motorik mulut dengan cara mengintruksikan mengenai membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakkan ujung lidah kekanan,

menggerakkan rahang bawah kekiri, dan menggerakkan rahang bawah kekanan.

(3)

bentuk intervensi peneliti saat memberikan perlakuan terhadap anak, observasi terhadap kemampuan kekuatan oral motor subjek dengan pemberian intervensi latihan oral motor untuk melihat sejauh mana intervensi dapat berpengaruh terhadap keterampilan dasar bicara pada anak tunaganda (tunarungu berat- spastic)

A-2 = Merupakan pengulangan kondisi awal atau dasar kemampuan oral motor subjek untuk memantau dan mengevaluasi sejauhmana intervensi dapat berpengaruh terhadap keterampilan dasar bicara pada anak tunaganda ( tunarungu berat- spastic ). Dengan maksud membandingkan kemampuan oral motor sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi.

Target intervensi

Dalam penelitian ini peneliti mentargetkan agar subjek peneliti mampu membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakkan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekiri, dan menggerakan rahang bawah kekanan. Dalam waktu 180 detik dari setiap pergerakkan organ bicara.

A. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini sebanyak satu orang, yaitu anak tunaganda (tunarungu berat- spastic ).Adapun data- datanya adalah sebagai berikut:

(4)

Nama : AS Usia : 6 tahun Kelas : P 1

Karakteristik : Jarang sekali membuka mulut, drooling (ngeces), tidak

mampu menjulurkan lidah, meniup kurang kuat, tidak mampu menggembungkan pipi, tidak mampu mengunyah makanan yang berserat, tali lidah terkesan pendek. Kemampuan bicara masih pada tahap babbling, seperti memproduksi ucapan /ma..ma/,/pa..pa/, /ba..ba/.

Lokasi penelitian ini di TKLB-B YP3TR 1 Cicendo Bandung.

B. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik awal pengumpulan data sebagai pendukung, dilakukan dengan beberapa tehnik pengumpulan data, antara lain:

1. Observasi atau pengamatan

Tehnik ini dilaksanakan dimana peneliti mengadakan pengamatan terhadap subyek, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan ini dilakukan didalam sekolah TKLB-B YP3TR 1 Cicendo selama anak didalam kelas pada waktu bermain, makan, minum, dan berinteraksi terhadap lingkungan disekolah. pada saat istirahat.

(5)

2. Dokumentasi

Tehnik dokumentasi ini merupakan kegiatan dimana peneliti mengumpulkan, mencatat informasi, dari dokumen- dokumen penting mengenai subyek yang mendukung penelitian.

1. Prosedur Penelitian

Prosedur yang dilakukan dalam desain A- B- A adalah : Baseline – 1 ( A-1 )

a. Mengamati kemampuan dasar motorik mulut pada subjek peneliti.

b. Pada penelitian ini peneliti mengambil keterampilan dasar bicara dengan target yang akan dicapai dalam penelitian ini mengenai keterampilan dasar bicara yang terdiri membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, lidah kekanan, menggerakkan rahang bawah kekiri, menggerakkan rahang bawah kekakan. Dengan menggunakan kekuatan seberapa lama siswa menahan pergerakan membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakkan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekiri, menggerakan rahang bawah kekanan dengan waktu yang telah disediakan 180 detik (3 menit).

(6)

Intervensi ( B )

Urutan kegiatan intervensi berlangsung dalam 8 sessi (pertemuan) dan setiap pertemuannya selama 40 menit. Dan setiap pergerakkan organ bicara berdurasi 180 detik (3 menit). Kegiatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut;

a. Peneliti berhadapan dengan subjek peneliti, disampinganya terdapat cermin.

b. Menstimulasi pasif organ bibir, lidah , dan rahang dengan cara fiksasi dan masase dengan alat Bantu tongue spatel, baby oil.

c. Mengintruksikan subjek peneliti untuk melakukan ;

1) Gerakan membuka mulut dengan meniru pergerakkan membuka mulut peneliti.

2) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya membuka mulut. 3) Memonyongkan mulut dengan meniru pergerakan memonyongkan mulut

peneliti.

4) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya memonyongkan mulut.

5) Mingkem dengan meniru pergerakan mingkem peneliti.

6) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya mingkem.

7) Gerakan menjulurkan lidah dengan meniru pergerakan menjulurkan lidah peneliti.

8) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya menjulurkan lidah.

(7)

9) Menggerakkan ujung lidah kekanan dengan meniru pergerakan ujung lidah kekanan peneliti.

10)Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya menggerakkan ujung lidah ke kanan..

11)Menggerakkan rahang bawah kekanan dengan meniru pergerakan rahang bawah kekanan peneliti.

12)Kemudian menghitung berapa jumlah lamanya gerakan rahang bawah kekanan.

13)Menggerakkan rahang bawah kekiri dengan meniru pergerakan rahang bawah kekiri peneliti.

d. Pengamatan pada intervensi dilakukan selama 8 sessi (pertemuan).

Baseline- 2 ( A-2 )

a. Mengamati ulang setiap latihan oral motor yang terdiri dari;

1) Membuka mulut dengan meniru pergerakkan membuka mulut peneliti. 2) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya membuka mulut 3) Memonyongkan mulut dengan meniru pergerakan memonyongkan mulut

peneliti

4) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya memonyongkan mulut

5) Mingkem dengan meniru pergerakan mingkem peneliti

(8)

7) Menjulurkan lidah dengan meniru pergerakan menjulurkan lidah peneliti 8) Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya menjulurkan

lidah

9) Menggerakkan ujung lidah kekanan dengan meniru pergerakan mengeluarkan ujung lidah kekanan peneliti.

10)Kemudian menghitung berapa jumlah kekuatan lamanya mengeluarkan lidah ke kanan.

11)Menggerakan rahang bawah kekanan dengan meniru pergerakan rahang bawah kekanan peneliti.

12)Kemudian menghitung berapa jumlah lamanya gerakan rahang bawah kekanan.

13)Menggerakkan rahang bawah kekiri dengan meniru pergerakan rahang bawah kekiri peneliti.

b. Kemudian memasukkan data yang telah diperoleh ke dalam format pencatatan hasil observasi untuk baseline -2 (A-2) yang telah dibuat. c. Pengamatan pada baseline-2 ini dilakukan selama 4 sessi (pertemuan).

Tahap- tahap penelitian

Aspek yang berperan penting dalam membantu proses penelitian adalah mengenai tahap- tahap penelitian. Usaha inilah yang nantinya dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, analisis data,

(9)

penafsiran data, hingga penulisan laporan hasil penelitian. Prosedur penelitian dijelaskan sebagai berikut:

1.Tahap pra lapangan

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini diantaranya adalah: a. Penyusunan rancangan penelitian

Merupakan awal rangkaian proses penelitian, intinya berupa rancangan penelitian yang akan diajukan kepada Dewan Skripsi mengenai masalah yang akan diteliti.

b. Memilih latar penelitian

Pemilihan latar berdasarkan hasil penjajagan (survey) dan pengamatan sebelumnya. Hasil dari penjajagan tersebut, peneliti memutuskan untuk memilih sekolah tersebut sebagai latar penelitian disamping itu tentunya atas pertimbangan teknis dan administrasi lainnya.

b. Mengurus perijinan

Perijinan dilaksanakan dari jurusan dan fakultas untuk mendapatkan SK pengangkatan pembimbing skripsi I dan II. Surat Pengantar ke Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Selanjutnya mengurus surat perijinan ke instansi Badan Pemberdayaan Masyarakat, supaya mendapat surat rekomendasi ke Kanwil Diknas Jabar yang memberikan rekomendasi ke SLB- B YP3TR Cicendo Bandung.

(10)

2. Tahap- tahap pekerjaan lapangan

Dalan tahap ini ada beberapa tahap kegiatan yang dilakukan diantaranya sebagai berikut:

a.Memahami latar penelitian

Dalam memahami kondisi dan situasi sekolah TKLB- B Cicendo, peneliti membatasi latar penelitian tertutup, yakni menyangkut hubungan guru dengan subjek peneliti. Mengenai bagaimana latihan oral motor dapat meningkatkan keterampilan dasar bicara .

b. Mempersiapkan alat Untuk latihan oral motor alat yang perlu dipersiapkan tangue spatel,hand scoon dan kaca.

c. Langkah latihan oral motor

1) Anak dikondisikan untuk duduk berhadapan dengan peneliti dan bersejajar dengan kaca.

2) a) Menstimulasi pada organ dengan memberikan masase pada bagian bibir, lidah, rahang dengan massage ringan supaya daerah organ bicara subjek peneliti menjadi lemas.

b) Menstimulasi gerakan sesuai dengan yang kita inginkan dengan membantu memfasilitator menggunakan sendok dan jari tangan.

3) a) Peragakan membuka mulut dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam menahan pergerakan membuka mulut dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan membuka mulut. Dan dicatat di dalam formulir pencatatan .

(11)

b) Peragakan memonyongkan mulut dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam menahan pergerakan memonyongkan mulut dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan memonyongkan mulut. Dan dicatat di dalam formulir pencatatan. c) Peragakan mingkem dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam

menahan pergerakan mingkem dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan mingkem . Dan dicatat di dalam formulir pencatatan.

d) Peragakan menjulurkan lidah dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam menahan menjulurkan lidah dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan menjulurkan lidah Dan dicatat di dalam formulirpencatatan.

e) Peragakan gerakan lidah kekanan dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam menahan pergerakan ujung llidah kekanan dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan ujung lidah kekanan. Dan dicatat di dalam formulir pencatatan . f) Peragakan gerakan rahang bawah kekanan dan lihat subjek berapa lama

kekuatan waktu dalam menahan pergerakan rahang bawah kekanan dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan rahang bawah kekanan . Dan dicatat didalam formulir pencatatan.

(12)

g) Peragakan gerakan rahang bawah kekiri dan lihat subjek berapa lama kekuatan waktu dalam menahan pergerakan rahang bawah kekiri dengan waktu yang disediakan sebanyak 180 detik, berapa lama subjek peneliti menahan pergerakan rahang bawah kekiri. Dan dicatat di dalam formulir pencatatan.

C. Intrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat untuk memperoleh atau mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain;

Pada penelitian ini, tehnik pengumpulan data di bagi kedalam 3 fase yaitu;

1. Fase baseline-1 (A-1) dengan menetapkan kemampuan awal pergerakan organ bicara yang meliputi gerakan membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakan ujung lidah kekanan menggerakan rahang bawah kekiri dan menggerakan rahang bawah kekanan.

Pengamatan ini dilakukan selama 4 sessi (pertemuan )

2. Fase intervensi (B) dengan melakukan intervensi terhadap pergerakan organ bicara yang meliputi membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakkan ujung lidah kekanan, menggerakkan rahang bawah kekiri dan menggerakan rahang bawah kekanan.

(13)

3. Fase baseline-2 (A-2), mendapatkan hasil intervensi dengan menggunakan latihan oral motor) yang meliputi pergerakan organ bicara antara lain membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah,menggerakan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekiri dan menggerakan rahang bawah kekanan.

Pengamatan ini dilakukan selama 4 sessi (pertemuan).

Langkah- langkah pengumpulan data :

a. Menyiapkan format pencatatan ( formulir Recording Sheet for Rate Data ) yang akan digunakan sebagai acuan dalam menskor kemampuan oral motor. Data yang diambil diperoleh dari hasil observasi (pengamatan) pada subjek peneliti. Yang akan dinilai yaitu mengenai kekuatan menahan pergerakan organ bicara seperti membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekiri dan menggerakan rahang bawah kekanan dalam waktu yang telah disediakan yaitu setiap pergerakan selama 180 detik (3 menit). Artinya setiap sessi (pertemuan) disediakan waktu 21 menit (3 menit x 7 pergerakan organ bicara= 21 menit) untuk melakukan latihan oral motor.

Adapun format pencatatan untuk baseline-1, intervensi, baseline-2 tersebut adalah sebagai berikut:

(14)

Tabel. 3.1 Format Pencatatan A-,B-,A Design NO/ Sessi Tanggal

Pengamatan

Waktu ( jam ) Durasi ( detik) Keterangan On task Of Task 1 2 3 Sampai 16

D. Uji Coba Instrumen

Pengujian instrument ini dimaksudkan untuk mendapatkan perangkat tes yang baik, maka perangkat tes yang telah disusun diuji cobakan terlebih dahulu kepada subjek penelitian yang sebenarnya. Data hasil uji coba selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas.

1. Validasi instrument penelitian

Data hasil uji coba selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui tingkat kesukaran, validitas item dan realibilitas. Adapun prosedur perhitungannya sebagai berikut;

a) Validitas

Suatu alat ukur dikatakan sebagai alat ukur yang valid apabila alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat.

Untuk mengukur tingkat validitas tes dalam latihan oral motor ini digunakan validitas isi, dengan validitas isi dimaksud bahwa isi atau bahan yang diuji atau dites relevan dengan kemampuan dan latar belakang pada subyek yang diuji dengan tehnik penilaian ahli ( tiga ahli sebagai tim penilai ).Uji validitas

(15)

dilakukan dengan cara memilih item- item yang representative dari kemampuan subyek yang dimiliki, kemudian diminta penilaian ( Judgement ) kepada para ahli. Setelah instrument dinilai ( Judgement) data yang terkumpul dinilai validitasnya dengan menggunakan rumus;

P = F / N X 100%

Dimana : F : Jumlah cocok N: Jumlah penilai P : Persentasi

Dari hasil perhitungan semua latihan pergerakan oral motor dapat dianggap valid untuk digunakan.

( Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 6. ) b) Realibilitas

Realibilitas menunjukkan pada suatu alat pengukur dikatakan reliable bila alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang baik.

Pengujian realibilitas instrument pada penelitian ini menggunakan pengujian realibilitas dengan metode tes dan re-tes dilakukan dengan cara subyek yang sama ( subyek A) dites pada waktu I dan kemudian di re- tes ( dites kembali ) dengan menggunakan tes yang sama pada waktu yang berlainan ( waktu II). ( Nasution,2001:78)

(16)

Tes X Re-tes X

Hasil 1 (H1) Hasil 2 ( H2) Waktu I Waktu II

Tes dan re-tes untuk menentukan realibilitas hanya berhasil bila dilakukan dalam situasi yang stabil, artinya situasi sewaktu mengadakan tes dan re- tes hendaknya sama. ( Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 7 ). Dan membuat criteria penilaian ( terganggu maksimal (1), terganggu parah (2), terganggu sedang (3), terganggu ringan (4), normal (5)). (Yita Dharma,1996;113)

Waktu setiap pergerakkan organ bicara 180 detik. Pembagian skor antara lain; a. Terganggu maksimal (1) = 0 – 36 detik

b. Terganggu parah (2) = 37 -72 detik c. Terganggu sedang (3) = 73- 108 detik d. Terganggu ringan (4) = 109 – 143 detik e. Normal(5) = 144- 180 detik

Dari hasil perhitungan reliabilitas menunjukkan hasil (5) yang artinya skor dicapai antara 144- 180 detik stiap pergerakan organ bicara. Dengan demikian tes tersebut telah memiliki reliabilitas.(Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 7 )

(17)

Berdasarkan hasil uji coba validitas dan reliabilitas, maka alat tes ini dapat dipakai dalam penelitian.

E. Pengolahan dan Analisis Data

Setelah semua data terkumpul dalam format pencatatan ( FormulirRecording Sheet for Rate Data ), kemudian data diolah dan dianalisis dengan menggunakan statistic deskriftif dengan tujuan agar memperoleh gambaran data lebih jelas tentang hasil intervensi dengan waktu yang disediakan selama 180 detik (3 menit ). Latihan ini sebaiknya dikerjakan minimal 7- 10 hari dalam waktu 3-10 menit dalam setiap pergerakkannya. ( Julia,1995;48).

Pada penelitian Single Subject Research, analisis data dilakukan dengan cara menganalisis satu persatu kegiatan oral motor. Subjek yang digunakan adalah kasus tunggal dan yang diamatinya adalah pergerakan organ bicara membuka mulut, memonyongkan mulut, mingkem, menjulurkan lidah, menggerakan ujung lidah kekanan, menggerakan rahang bawah kekanan dan menggerakan rahang bawah kekiri.

Desain Single Subject Research ini menggunakan tipe grafik garis yang sederhana (type simple line graph). Menurut Tawney dan Gast (1984:144) terdapat beberapa komponen yang harus dipenuhi antara lain, sebagai berikut:

a. Absis: garis horizontal (X) yang memberikan keterangan waktu (sessi, hari, tanggal)

b. Ordinat: garis vertical (Y) sebagai variable terikat (presentase, frekuensi, durasi).

(18)

d. Tic Mark: nilai- nilai yang terdapat sepanjang garis absis dan ordinat yang menunjukkan nilai skala (0%, 10%, 20%, 30%,…..)

e. Condition label: satu atau dua kata yang menjelaskan masing- masing kondisi penelitian (baseline, social reinforcement, intervention).

f. Condition change line: baris vertical yang mengidentifikasi adanya perubahan akibat eksperimen.

g. Key: satu atau dua kata yang menjelaskan masing- masing kondisi penelitian (baseline, social reinforcement, intervention).

h. Figure number and legend: nomor ganda yang digunakan untuk menunjukkan nomor suatu grafik dan ulasan “ legend” dengan memperlihatkan laporan singkat dan lengkap yang menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat.

Adapun langkah- langkah yang dapat diambil dalam menganalisis data sebagai berikut :

1. Menskor hasil pengukuran pada fase baseline-1 dari setiap pergerakan oral motor pada setiap sessinya.

2. Menskor hasil pengukuran pada fase intervensi dari setiap pergerakkan oral motor pada setiap sessinya.

3. Menskor hasil pengukuran pada fase baseline-2 dari setiap pergerakkan oral motor pada setiap sessinya.

4. Membuat tabel perhitungan skor- skor pada fase baseline-1, fase intervensi dan fase baseline-2 dari setiap sessinya.

5. Menjumlah semua skor yang diperoleh pada fase baseline-1. fase intervensi dan fase baseline-2 dari setiap sessinya.

6. Membandingkan hasil skor- skor pada fase baseline-1, fase intervensi dan fase baseline-2.

(19)

7. Membuat analisis dalam bentuk grafik sehingga dapat terlihat secara langsung perubahan yang terjadi dari ketiga fase tersebut.

8. Membuat analisis dalam bentuk grafik batang sehingga dapat diketahui dengan jelas setiap peningkatan keterampilan dasar bicara subjek dalam setiap fasenya secara keseluruhan.

Tampilan grafik yang akan nampak pada hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: J U D U L 0% 50% 100% 1 3 5 7 9 11 13 15

Se ssion (pe rte mua n)

K e k u a ta n ( d e ti k )

(20)

Figur

Grafik 3.1 Tampilan desain A- B- A  Keterangan :

Grafik 3.1

Tampilan desain A- B- A Keterangan : p.2

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :