BIODATA
Nama : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd
Alamat : Ngloji Rt 1 RW 4 Karanganyar
Tempat&tgl Lahir : Karanganyar, 8 Nopember 1966
Riwayat Pendidikan :
S1 sastra Sejarah UNDIP
S2 Pend. Sejarah KPK IKIP Jakarta
S3 Teknologi Pendidikan UNJ Jakarta
Alamat email :
[email protected]
Web : nunuksuryani.wordpress.com
Pengalaman mengajar : S1 Pend sejarah, S2 Pend
Sejarah, S2 PLB, S2 Geografi, S2 PGSD, S2 MKK,
S2 IKM, S3 Ilmu Pendidikan, S3 IKM
Jabatan : Kepala LPPKS Indonesia
Visi LPPKS-Indonesia
“Menjadi
Leading Sector
dalam Penyiapan dan Pengembangan Kepala Sekolah dan Pengawas
Sekolah yang Amanah-Profesional dan berjiwa Wirausaha”
Misi LPPKS-Indonesia
Menanamkan nilai amanah yaitu kejujuran, integritas utuh dan komitmen yang tinggi kepada calon
kepala sekolah dan pengawas sekolah selama penyelenggaraan PPCKS dan Penguatan Kompetensi
Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah negeri maupun swasta
b. Menanamkan jiwa wirausaha melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pendidikan dan pelatihan
yang relevan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah sebagai bekal memasuki kawasan pendidikan
di tingkat internasional. Ada 14 karakter yang ditanamkan melalui kegiatan diklat yaitu (1) prestatif
(selalu ingin berprestasi), (2) kolaboratif, (3) kompetitif, (4) percaya diri yang memadai, (5) pantang
menyerah, (6) bekerja keras, (7) berani menanggung resiko, (8) pandai menangkap peluang untuk
mendapatkan nilai tambah, (9) menghargai orang lain, (10) menghargai waktu, (11) menghargai uang,
(12) Kreatif (13) Inovatif dan (14) memiliki
internal locus of control
(hati) yang baik. Keempatbelas
karakteristik ini wajib dibungkus dengan iman yang sangat kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lanjutan
Mengembangkan ciri-ciri pemimpin yang profesional melalui peningkatan kualitas
Managerial Skills
,
Leadership skills
, dan
Technological Skills
bagi kepala sekolah dan
pengawas sekolah
Mengintegrasikan konsep
Spiritual Leadership
dengan manajemen modern sebagai suatu
nilai dan landasan budaya kerja bagi kepala sekolah dalam memimpin unit kerja yang
dikelolanya.
Menyelenggarakan sistem rekrutmen dan diklat calon kepala sekolah dan pengawas sekolah
yang bersih dan terhormat dengan memasukkan unsur monitoring dan evaluasi yang
terpadu dengan melibatkan publik dari asosiasi profesi seperti Asosiasi Kepala Sekolah
Indonesia (AKSI) maupun Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI).
Lanjutan
Melaksanakan diklat penguatan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah, dengan
memasukkan unsur monitoring dan evaluasi yang terpadu dan sesuai dengan kebutuhan
pengembangan keprofesian berkelanjutan serta tuntutan dinamika masyarakat akademis
Menata dan terus memperbaiki perangkat penyiapan calon kepala sekolah dan pengawas
sekolah serta penguatan kompetensi mereka dalam kerangka penjaminan mutu
Memperkuat
internal management
secara berkelanjutan dalam rangka memperbaiki
prosedur operasional standar secara terus menerus dan menciptakan dinamika kerja yang
selaras dengan tuntutan dunia pendidikan yang ideal baik tingkat nasional maupun
1.
PROGRAM 2017 HARUS DILAKSANAKAN SEEFESIEN MUNGKIN.
2.
PROGRAM TERFOKUS KEPADA HAL YANG SANGAT PRIORITAS
3.
HINDARI PROGRAM
OVERLAPPING
4.
PERKETAT PERJADIN
5.
PELAKSANAAN INPRES NO. 9/2016 TENTANG PENDIDIKAN VOKASI DAN KEJURUAN DILAKSANAKAN
SESUAI DENGAN PROGRAM PRIORITAS DALAM 4 BIDANG KEAHLIAN (MARITIM, PARIWISATA, PERTANIAN,
DAN EKONOMI KREATIF)
6.
PEMENUHAN KEBUTUHAN GURU SMK DILAKUKAN DENGAN SKEMA ANTARA LAIN : PROGRAM KEAHLIAN
GANDA, PENGALIHAN TUGAS KARYAWAN NON GURU MENJADI GURU, DAN
RECRUITMENT FRESH
GRADUATE.
7.
REKRUITMEN
FRESH GRADUATE
PADA BUTIR 6, JIKA ADA DIAMBIL DARI LULUSAN FKIP, ATAU DIAMBIL
DARI PERGURUAN TINGGI NON KEPENDIDIKAN.
8.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROGRAM KEAHLIAN GANDA YANG SEDANG BERLANGSUNG, JIKA 1
TAHUN DIANGGAP TIDAK CUKUP, DAPAT DILAKUKAN DALAM 3 SEMESTER SETELAH MELALUI
PENGKAJIAN.
9.
PROGRAM PENGUATAN SMK DITUJUKAN UNTUK SMK YANG SEDANG BERJALAN, BUKAN UNTUK
PEMBENTUKAN SMK BARU. JANGAN MELEBAR KEMANA-MANA.
10. SETIAP PROGRAM PKB HARUS BERFOKUS PADA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) UNTUK
PENDIDIKAN DASAR (SD DAN SMP), DAN PENGUATAN KOMPETENSI PENULISAN NASKAH SOAL BAIK
ESSAY
MAUPUN
MULTIPLE CHOISE
. MAKA PERLU DITUNTASKAN PEMBUATAN MODULNYA.
11. PROGRAM KELOMPOK KERJA GURU (KKG/MGMP) PENERIMA BANTUAN PEMERINTAH HARUS
LEBIH MENGUTAMAKAN DALAM MEMAHAMI TENTANG SI, SKL DAN STANDAR EVALUASI
(KOMPETENSI PENULISAN NASKAH SOAL)
12. MENDIKBUD TIDAK SETUJU MEMBERDAYAKAN TNI UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN GURU
13. TERKAIT DENGAN PENGUATAN PEMENUHAN GURU PRODUKTIF SMK PERLU ADA USULAN
KHUSUS MEMINTA FORMASI BARU PADA KEMENPAN DAN RB.
14. PERLU MEMBUAT PROYEKSI KEBUTUHAN GURU PRODUKTIF PADA SMK DAN MEKANISME
PEMENUHAN KEBUTUHANNYA.
15. BADAN BAHASA HARUS FOKUS PADA PENINGKATAN LITERASI SEKOLAH, BEKERJA SAMA
DENGAN P4TK BAHASA DALAM MENINGKATKAN PERANANNYA.
16. DITJEN KEBUDAYAAN HARUS FOKUS PADA PENINGKATAN SENI BUDAYA UNTUK SELURUH
NUSANTARA BEKERJA SAMA DENGAN P4TK SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN
PERANANNYA.
Renstra Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2015-2019 dalam
Sasaran Kegiatan (SK.7.9) tentang Meningkatnya kompetensi pendidik
dan tenaga kependidikan sesuai bidangnya.
Dalam salah satu jabarannya pada Indikator Kinerja Kegiatan
(IKK.7.9.15) tentang jumlah calon kepala sekolah dan kepala sekolah
yang kompeten;
(14.300 pada tahun 2015);
(26.628 pada tahun 2016)
;
(49.804 pada tahun 2017);
(85.308 pada tahun 2018), dan
(117.114 pada tahun 2019).
KOMPARASI ANTARA RENCANA PENCAPAIAN DAN REALISASI
DLM PENINGKATAN KOMPETENSI KS
NO
KS/CKS yg ditingkatkan
Kompetensinya
Realisasi 2016
Target Renstra
Selisih Lebih
1
Pencapaian sebelumnya
16.961
26.628
187
2
Kemitraan Kepala Sekolah
119
3
Manajerial Kepala Sekolah
220
4
Supervisi Kepala Sekolah
293
5
PKB
1.306
6
CKS DIPA-LPPKS
1.856
7
CKS Fasilitasi-LPPKS
5.040
8
Penguatan KS
281
9
CKS Fasilitasi-LP3CKS
739
Total
26.815
KOMPARASI ANTARA RENCANA DAN REALISASI DLM PENINGKATAN KOMPETENSI
KS/CKS
26.628 26.628 26.815 16.961 26.815 16.961
0
5.000
10.000
15.000
20.000
25.000
30.000
Awal
Akhir
Delta
Grafik Pencapaian
Peningkatan Kompetensi KS & CKS TAHUN 2016
9.667
+187
Kab/Kota
Indonesia
Provinsi PPCKS
Kab/Kota
Sudah
PPCKS
Kab/Kota
34
514
342
172
No
Profesi
Jumlah
1
Dosen
264
2
Widyaiswara
392
3
Pengawas Sekolah
137
4
Kepala Sekolah
2
5
Struktural
21
Jumlah
816
No
Nama Provinsi
Jumlah Kab/Kota
1 Bali
9
2 Bangka Belitung
7
Semua Kabupaten/Kota telah Mengikuti PPCKS
No
Profesi
Jumlah
1 Dosen
33
2 Widyaiswara
342
3 Pengawas Sekolah
117
Master Trainer
Asesor
No
Nama
Jumla
h
Keterangan
1 P4TK
14
2 LP3TK
1
3 LPMP
33
4 Universitas
6
UNS, UNG, Unesa,
Unnes, UNM, UPI, UM
5 Badan
Diklat
1
Jawa Timur, PWM
6 Yayasan
5
Marwita, FSECD,
Sampoerna
Foundation
Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007: Standar Kompetensi
Kepala Sekolah/Madrasah
1. Merencanakan program
supervisi
2. Melaksanakan program
supervisi
3. Menindaklanjuti program
supervisi
Supervisi
Manajerial
Pengembangan jiwa kewirausahaan1. Mengembangkan usaha
sekolah
2. Membudayakan perilaku
wirausaha
3. Memiliki motivasi yang kuat
4. Pantang menyerah dan selalu
mencari solusi terbaik.
5. Memiliki naluri kewirausahaan
1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah
2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah
3. Memimpin sekolah/madrasah
4. Mengelola perubahan dan pengembangan, pengembangan
kurikulum dan kegiatan pembelajaran sekolah/madrasah
5. Mengelola personil (GTK) sekolah (termasuk PK GTK)
7. Mengelola sarana dan prasarana,
keuangan, administrasi, dan sistem
informasi sekolah/madrasah
8. Mengelola unit layanan khusus, dan
hubungan sekolah dan masyarakat
9. Melakukan pemantauan dan evaluasi
KOMPETENSI KEPRIBADIAN
KOMPETENSI SOSIAL
1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya
dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan
akhlak mulia bagi komunitas di
sekolah/madrasah.
2. Memiliki integritas kepribadian sebagai
pemimpin.
3. Memiliki keinginan yang kuat dalam
pengembangan diri sebagai kepala
sekolah/madrasah.
4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsi.
5. Mengendalikan diri dalam menghadapi
masalah dalam pekerjaan sebagai kepala
1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk
kepentingan sekolah/madrasah
2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial
kemasyarakatan.
3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang
atau kelompok lain.
Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007: Standar Kompetensi
Kepala Sekolah/Madrasah
Renstra GTK 2015 s.d. 2019
Indikator Kinerja Program
Baseline
2014
Target Kinerja
2015 2016 2017 2018 2019
IKP 7.2.3. Peningkatan nilai rata-rata
kompetensi
pengetahuan
dan
keterampilan pendidik dan tenaga
kependidikan dikdasmen mencapai
8.0
4,7
5.5
6.5
7.0
7.5
8.0
Target Rerata Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Kepala Sekolah
CAPAIAN
5.64 6.2
Nilai
Rata-Rata Nasional Uji Kompetensi Kepala Sekolah
Nilai Rata-rata
Tertinggi
Rata-rata Nasional
UK KS
56, 37
61,47
Propinsi DI. Yogyakarta
54,23 54,32 54,61 54,72 54,78 54,87 54,98 55,02 55,12 55,38 55,63 55,65 55,70 56,00 56,01 56,34 56,60 56,81 56,93 57,35 57,51 57,75 58,55 59,32 59,32 61,47 Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Kalimantan Tengah Nusa Tenggara Timur Jambi Sulawesi Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Bengkulu Riau Kalimantan Barat Banten Gorontalo Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Jawa Barat Bali Kepulauan Riau Jawa Timur Sumatera Barat Kepulauan Bangka Belitung Jawa Tengah DKI Jakarta DI Yogyakarta
Nilai
Rata-Rata Nasional Uji Kompetensi Kepala Sekolah
berdasarkan Dimensi Kompetensi
54,68 56,26 56,23 56,26 56,23 56,44 57,02 56,52 56,53 56,76 56,99 57,51 57,15 57,28 56,66 57,86 57,16 57,78 58,10 57,81 58,45 58,74 58,66 58,93 59,02 59,83 59,54 59,70 59,93 60,08 60,80 61,54 63,24 M A L U K U U T A R A P A P U A B A R A T M A L U K U S U L A W E S I B A R A T S U M A T E R A U T A R A A C E H P A P U A S U L A W E S I T E N G A H S U L A W E S I T E N G G A R A S U L A W E S I S E L A T A N K A L I M A N T A N T E N G A H N U S A T E N G G A R A T I M U R J A M B I S U L A W E S I U T A R A L A M P U N G N U S A T E N G G A R A B A R A T S U M A T E R A S E L A T A N B E N G K U L U R I A U K A L I M A N T A N B A R A T B A N T E N G O R O N T A L O K A L I M A N T A N S E L A T A N K A L I M A N T A N T I M U R J A W A B A R A T B A L I K E P U L A U A N R I A U J A W A T I M U R S U M A T E R A B A R A T K E P U L A U A N B A N G K A B E L I T U N G J A W A T E N G A H D K I J A K A R T A D I Y O G Y A K A R T A 48,35 47,18 48,71 49,47 49,17 49,60 49,29 50,05 50,36 50,41 50,32 50,11 50,21 51,04 50,88 50,32 51,18 51,08 50,63 51,21 51,01 51,49 51,54 51,44 52,07 51,61 52,26 52,75 52,52 54,14 55,18 54,27 56,63 53,23 53,79 55,14 54,80 55,72 55,62 55,79 56,11 56,06 56,65 56,83 56,72 57,26 56,61 57,53 57,19 57,79 58,04 58,21 58,08 58,54 57,79 58,81 59,43 59,35 59,35 60,23 60,07 60,80 61,43 61,96 62,13 64,54
1
• Konsep Supervisi Akademik
2
• Perencanaan Program Supervisi Akademik
3
• Tehnik – Tehnik Supervisi Akademik
4
• Konsep Supervisi Klinis
supervisi akademik merupakan
serangkaian kegiatan mefasilitasi guru
mengembangkan kemampuannya
mencapai tujuan pembelajaran.
Mengembangkan Kompetensinya
Mengembangkan Kurikulum
Mengembangkan kelompok kerja
guru dan membimbing PTK
Pengawasan
Kwalitas
Penumbuhan
Motivasi
Pengembangan
Profesionalisme
1. Praktis
2. Sistimatis
3. Objektif
4. Realistis
5. Antisipatif
6. Kontruktif
8. Kekeluargaan
9. Demokratis.
10. Aktif
11. Humanis
12. Berkesinambungan
13. Terpadu
14. Komprehensif
1. Kepala Sekolah
2. Sesama Guru yang dipandang Kompeten
3. Pengawas Sekolah
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Profesional
Kompetensi Sosial
To Help/Support
Memberikan Pelayanan Langsung kepada Guru.
Administrator
Mengelola ,mengendalikan ,mengkoordinasikan dan mengevaluasi
program pembelajaran
Expert on Instruction
Ahli pengajaran
Expert on Curikulum
Ahli Kurikulum
Communicator
Sebagai Communicator tentang ide- dan informasi pada guru
• INDIVIDUAL:
• Pelaksanan supervisi perseorangan terhadap
guru.
• KELOMPOK:
• Pelaksanaan supervisi ditujukan pada dua
orang atau lebih dengan masalah yang
sama
TEKNIK-TEKNIK
SUPERVISI
AKADEMIK:
A. Supervisi Individual
•1. Kunjungan Ke kelas
•2. Observasi kelas
•3. Pemantauan Individual
•4. Kunjungan antar kelas
•5. Menilai diri sendiri
Teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di
kelas. Tujuannya adalah utuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam
kelas.
CARA MELAKSANAKAN KUNJUNGAN KELAS :
1. Dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahuluAtas
2. permintaan guru yang bersangkutan
3.Telah memiliki instrumen atau catatan
Persiapan >
merencanakan
waktu, sasaran, dan
cara mengobservasi
Pengamatan selama
kunjungan
Akhir kunjungan >
perjanjian untuk
membicarakan hasil
observasi
Tindak lanjut
Tuliskan apa kriteria kunjungan
kelas ?
Mengamati proses
pembelajaran secara teliti di
kelas. Tujuan untuk
memperoleh data objektif
tentang situasi pembelajaran,
kesulitan guru, perbaikan
ASPEK YANG DIOBSERVASI
1. Usaha dan aktivitas guru-siswa
2. Penggunaan media
3. Variasi metoda
4. Ketepatan penggunnan media dengan materi
5. Ketepatan penggunaan metoda
Adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru.
TUJUANNYA:
Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi.
Mengembangkan pembelajaran yang lebih baik
Memperbaiki kelemahan&kekurangan pada guru
Menghilangkan atau menghindari segala prasangka
Classroom-conference, dilaksanakan dalam kelas ketika murid
sedang istirahat.
Office-conference, dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau
ruang guru, dilengkapi alat bantu tuk penyampaian.
Causal-conference, bersifat informal, dilaksanakan secara
kebetulan bertemu guru
Supervisor harus berusaha
mengembangkan segi-segi positif
guru, mendorong guru mengatasi
kesulitan-kesulitannya, memberikan
pengarahan, dan melakukan
kesepakatan terhadap hal-hal yang
masih meragukan .
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di
sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam
pembelajaran
PELAKSANAAN KUNJUNGAN ANTAR KELAS
Direncanakan
Guru dikunjungi diseleksiTentukan guru yang akan dikunjungiSediakan
fasilitasLakukan pengamatan yang cermat
Adanya tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas
selesai, misal: percakapan pribadi, penegasan, dan
pemberian tugas-tugas
Aplikasikan segera ke sekolah atau kelas guru
bersangkutan sesuai situasi dan kondisi.
Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan
kunjungan antar kelas berikutnya.
Penilaian yang dilakukan
oleh diri sendiri secara
objektif. Untuk maksud
itu diperlukan kejujuran
diri sendiri.
Kepanitian-kepanitian
Diskusi Panel
Kerja Kelompok
Perpustakaan
Laboratorium dan Kurikulum
Organisasi Profesi
Membaca Terpimpin
Buletin Supervisi
Demonstrasi Pembelajaran
Pertemuan Guru
Darmawisata
Lokakarya
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN
1. Menciptakan inovasi
yang berguna bagi pengembangan
sekolah/madrasah.
2. Bekerja keras
untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah
sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3. Memiliki motivasi
yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4. Pantang menyerah
dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
5. Memiliki naluri kewirausahaan
dalam mengelola kegiatan
produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta
didik.
Kewirausahaan dalam konteks ini adalah
penguatan jiwa,
nilai kewirausahaan untuk
kepentingan pendidikan yang bersifat sosial
Kewirausahaan tidak selalu identik dengan
karakter wirausaha semata, karena karakter
wirausaha juga dimiliki oleh seorang yang bukan
wirausaha.
KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara
kreatif
dan
inovatif
untuk mewujudkan
nilai tambah
(Overton, 2002).
Ada yang berpendapat bahwa istilah
kewirausahaan itu merupakan singkatan
dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet,
Supel, Antusias, Hemat, Asa, Ambisi, Negosiatif. (Anonim 1, 2005)
Semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya
mencari, menciptakan,
menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru
dengan meningkatkan
efisiens
i dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik
dan atau
memperoleh
keuntungan yang lebih besar
(Inpres No. 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional
Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan)
KEPEMIMPINAN
KEWIRAUSAHAAN
Kepemimpinan kewirausahaan adalah...?
kepemimpinan
dengan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
yang
mampu menciptakan inovasi, kerja keras, motivasi, pantang
menyerah,dan naluri kewirausahaan dalam rangka
memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau
KARAKTERISTIK
INOVATIF
Inovatif
adalah
kemam puan
berpikir kreatif,
mengembangkan ide-ide baru
yang berman faat di setiap
kesem patan,
memanfaatkan
sumber daya
yang tersedia,
dan mampu
memecahkan
masalah
Kreatif
berarti
menghasilkan sesuatu
yang belum pernah ada
sebelumnya.
Inovatif
berarti
memperbaiki/memodifika
si/mengembangkan
sesuatu yang sudah ada.
(BPSDPPP 2011)
Cara Melakukan Inovasi
1.Anda harus
ke luar dari kawasan
yang membuat anda
nyaman
(
comfort zone
);
2.Jangan berpikir dengan cara yang sudah terbiasa
ada/dilakukan;
3.Bergerak
lebih cepat
4.Dengarkan
ide
stakeholders
5.Apa yang perlu diubah di sekolah/madrasah ini
secara
berkala segera diubah sesuai kemampuan
6.Dorong diri sendiri dan orang lain untuk
cepat
bergerak tetapi selamat
KERJA KERAS
Kerja keras
adalah
berusaha dengan sepenuh hati
dan sekuat tenaga
untk berupaya mendapatkan
1. Tanamkan keyakinan bahwa
banyak bukti keberhasilan
seseorang karena kerja keras
. Apabila kita ditanya tentang
keberhasilan kita, maka jawaban kita adalah berkat kerja
keras.
2. Tanamkan keyakinan, “Saya harus bekerja keras agar yang
saya butuhkan tercapai”. “
Jangan mengharapkan sesuatu, jika
tidak berbuat sesuatu
”.
3. Tanamkan keyakinan,
saya ingin jadi orang yang bermanfaat.
Banyak penganggur ingin bekerja, mengapa mereka yang
sudah mendapat pekerjaan ingin menganggur?
4. Tentukan
target yang harus dicapai
.
5. Tunjukkan
kerja keras Anda untuk dijadikan contoh
bawahan
MOTIVASI BERPRESTASI
Motivasi
adalah
dorongan
melakukan sesuatu
untuk
meraih sesuatu/
kepentingan/ kebutuhan
yang diinginkan atau
dianggap penting
Cara Menumbuhkan Motivasi Yang Kuat
1. Berpikir
positif
2. Menciptakan
perubahan yang kuat
. Adanya kemauan
yang kuat untuk mengubah situasi oleh diri sendiri
3. Membangun
harga diri
4. Memantapkan pelaksanaan
. Ungkapkan dengan jadwal
yang jelas dan laksanakan
5. Binalah
keberanian, kerja keras, bersedia belajar dari
orang lain
6. Ingin selalu
melakukan yang terbaik
PANTANG MENYERAH
Pantang menyerah
adalah
da- ya
tahan seseorang bekerja sampai
sesuatu yang diingin kannya tercapai
.
Pantang me nyerah adalah
kombinasi
anta ra bekerja keras dengan moti
Cara menumbuhkan Sifat Pantang Menyerah
• Kuatkan hati diri sendiri
• Kuatkan hati warga sekolah
• Tidak mudah putus asa
NALURI KEWIRAUSAHAN KEPALA
SEKOLAH
Kepala sekolah/madrasah yang memiliki
naluri
kewirausahaan
akan
menciptakan
pengalaman dan sumber belajar bidang
kewirausahaan
bagi guru dan peserta didiknya
Sumber belajar berupa unit usaha/produksi
antara lain dapat berupa koperasi sekolah,
kantin sekolah, unit jasa transportasi, hotel,
bengkel sekolah dan yang sejenisnya.
Cara Mengenal Naluri Kewirausahaan
1. Evaluasi diri
dalam rangka mengenal tentang
tingkat/level naluri kewirausahaan
2. Lakukan
“belajar”.
3. Melalui
membaca, magang, kursus,
dialog/belajar dengan wirausahawan sukses,
pengamatan langsung di lapangan, dan
4. Mencoba
melakukan usaha
STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN
DI SEKOLAH
1.Karakter kewirausahaan
terintegrasi dalam
seluruh mata pelajaran
2.Karakter kewirausahaan
yang
terpadu dalam
kegiatan
ekstrakurikuler
3.Pengintegrasian karakter
kewirausahaan melalui
PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH
• Belajar berbasis pengalaman
• Belajar melalui interaksi sosial
• Pengenalan peluang
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
SEKOLAH
1. Nama Program :
Judul Program yang akan dikembangkan.
Contoh :
a. Pengembangan Nilai-nilai Kewirausahaan Sekolah
Melalui Model Pembelajaran Inovatif
b. Pengembangan Kewirausahaan Sekolah Melalui
Koperasi Sekolah
c. Peningkatan Kualitas Lulusan Melalui
Pengembangan Softskill Siswa.
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia - 2014
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
SEKOLAH
2. Latar Belakang
Alasan memilih program yang akan dikembangkan
(berdasarkan analisis SWOT sekolah/EDS)
3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari program yang akan
dikembangkan
4. Indikator Keberhasilan
Ukuran keberhasilan dari program yang akan
dikembangkan
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
SEKOLAH
6. Skenario/Langkah-Langkah Kegiatan
adalah penjelasan prosedur metode/teknik tindakan
menjadi langkah-langkah (s
tep
) yang lebih rinci.
7.Sumber daya
berbagai person maupun non person yang
diberdayakan untuk mendukung tindakan agar tujuan
dapat tercapai
8.Metode pengumpulan data
instrumen/cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data.
9. Nilai kepemimpinan
SIMPULAN
Indonesia membutuhkan kepala
sekolah-kepala sekolah yang berjiwa wirausaha yang
mau selalu berusaha meningkatkan
kinerjanya untuk mencapai tujuan pendidikan
seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan
UUD 1945.
Tugas Manajerial
• Menyusun perencanaan sekolah
• Mengelola program pembelajaran
• Mengelola kesiswaan
• Mengelola sarana dan prasarana
• Mengelola personal sekolah
• Mengelola keuangan sekolah
• Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat
• Mengelola administrasi sekolah
• Mengelola sistem informasi sekolah
• Mengevaluasi program sekolah
PENGERTIAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
(Eggen & Kauchak 2004).
Tindakan yang dilakukan (Kepala sekolah) untuk
mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan
memuaskan bagi guru pada akhirya mampu
menciptakan
Kempimpinan pembelaajaran dalam
dimensi proses
Kepemimpinan pembelajaran merupakan tindakan yang
mengarah pada terciptanya iklim sekolah yang mampu
mendorong terjadinya proses pembelajaran yang optimal.
Tujuan Kepemimpinan Pembelajaran
Untuk memfasilitasi guru agar
dapat peningkatan prestasi
belajar, kepuasan belajar, motivasi belajar, keingintahuan,
kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kesadaran
untuk belajar sepanjang hayat
.
KLEINE-KRACHT, 1993
KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
• Kepala sekolah belajar bekerja dengan
guru dan staf untuk mengembangkan
proses belajar mengajar
KEPEMIMPINAN
PEMBELAJARAN SECARA
LANGSUNG
• memberikan sejumlah kemudahan dan mendorong para guru dan staf untuk mengembangkan diri, melakukan pengambilan keputusan secara bersama-sama (sharing on decision making), dan mengubah tata nilai serta visi sekolah yang mengarah kepada peningkatan kualitas
pembelajaran.
KEPEMIMPINAN
PEMBELAJARAN SECARA
TIDAK LANGSUNG
PENTINGNYA
KEPEMIMPINAN
PEMBELAJARAN
Berkontribusi sangat signifikan terhadap
peningkatan prestasi belajar siswa
Memberikan dorongan dan arahan terhadap warga
sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
Memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk
menuju pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah.
Membangun komunitas belajar warga dan
menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar
KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
1
. Sebagai penyedia sumber daya,
menunjukkan kemampuan dan manajemen waktu dan
sumber daya secara efektif, menunjukkan kondisi kelas sebagai master pengubah, dan mampu
mengenal dan memotivasi anggota staf sekolah,
2.
Sebagai sumber instruksional
’ terlihat dan memajukan kondisi kelas yang efektif untuk
menunjang hasil belajar, mendorong staf pengajar untuk menggunakan berbagai macam
materi pengajaran dan strategi belajar mengajar, memberikan perhatian dan mampu
mengembangkan gagasan inovatif.
3.
Sebagai komunikator
, menyampaikan visi sekolah secara jelas, memahami tujuan sekolah
serta mampu menerjamahkan, membina hubungan yang efektif dengan stakeholders, jelas
dalam menyampaian sesuatu baik lisan maupun tulisan. Keempat, kehadirannya bermakna;
mampu berinteraksi dan mempengaruhi seluruh lingkungan sekolah (Guru, staf, siswa dan
petugas lainnya.
DIAGRAM HUBUNGAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN,
MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN BUDAYA SEKOLAH
FAKTOR EKSTERNAL Budaya Sekolah Manajemen Kelas Kepemimpinan Pembelajaran Pengeta huan Keteram -pilan Sikap Manajemen Perubahan
Siswa
Efektivitas Peran Kepemimpinan
Pembelajaran
Semakin berdaya peran kepala sekolah dalam mengarahkan,
memotivasi, dan mempengaruhi guru dalam proses belajar
mengajar maka dapat meningkatkan efektivitas siswa belajar
ENAM PRINSIP KEPALA SEKOLAH DALAM MEMERANKAN DIRINYA
SEBAGAI
PEMIMPIN PEMBELAJARAN
1. Membangun tujuan bersama
2. Meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum
3. Mengembangkan motivasi pendidik dalam mengembangkan kompetensi
4. Menjamin pelaksanaan mutu proses pembelajaran melalui pelaksanaan
monitoring atau supervisi
5. Mengembangkan sistem penilaian dalam memantau perkembangan belajar
siswa
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 82