• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi LPPKS-Indonesia. Misi LPPKS-Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Visi LPPKS-Indonesia. Misi LPPKS-Indonesia"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BIODATA

Nama : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd

Alamat : Ngloji Rt 1 RW 4 Karanganyar

Tempat&tgl Lahir : Karanganyar, 8 Nopember 1966

Riwayat Pendidikan :

S1 sastra Sejarah UNDIP

S2 Pend. Sejarah KPK IKIP Jakarta

S3 Teknologi Pendidikan UNJ Jakarta

Alamat email :

[email protected]

Web : nunuksuryani.wordpress.com

Pengalaman mengajar : S1 Pend sejarah, S2 Pend

Sejarah, S2 PLB, S2 Geografi, S2 PGSD, S2 MKK,

S2 IKM, S3 Ilmu Pendidikan, S3 IKM

Jabatan : Kepala LPPKS Indonesia

(3)

Visi LPPKS-Indonesia

“Menjadi

Leading Sector

dalam Penyiapan dan Pengembangan Kepala Sekolah dan Pengawas

Sekolah yang Amanah-Profesional dan berjiwa Wirausaha”

Misi LPPKS-Indonesia

Menanamkan nilai amanah yaitu kejujuran, integritas utuh dan komitmen yang tinggi kepada calon

kepala sekolah dan pengawas sekolah selama penyelenggaraan PPCKS dan Penguatan Kompetensi

Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah negeri maupun swasta

b. Menanamkan jiwa wirausaha melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pendidikan dan pelatihan

yang relevan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah sebagai bekal memasuki kawasan pendidikan

di tingkat internasional. Ada 14 karakter yang ditanamkan melalui kegiatan diklat yaitu (1) prestatif

(selalu ingin berprestasi), (2) kolaboratif, (3) kompetitif, (4) percaya diri yang memadai, (5) pantang

menyerah, (6) bekerja keras, (7) berani menanggung resiko, (8) pandai menangkap peluang untuk

mendapatkan nilai tambah, (9) menghargai orang lain, (10) menghargai waktu, (11) menghargai uang,

(12) Kreatif (13) Inovatif dan (14) memiliki

internal locus of control

(hati) yang baik. Keempatbelas

karakteristik ini wajib dibungkus dengan iman yang sangat kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(4)

Lanjutan

Mengembangkan ciri-ciri pemimpin yang profesional melalui peningkatan kualitas

Managerial Skills

,

Leadership skills

, dan

Technological Skills

bagi kepala sekolah dan

pengawas sekolah

Mengintegrasikan konsep

Spiritual Leadership

dengan manajemen modern sebagai suatu

nilai dan landasan budaya kerja bagi kepala sekolah dalam memimpin unit kerja yang

dikelolanya.

Menyelenggarakan sistem rekrutmen dan diklat calon kepala sekolah dan pengawas sekolah

yang bersih dan terhormat dengan memasukkan unsur monitoring dan evaluasi yang

terpadu dengan melibatkan publik dari asosiasi profesi seperti Asosiasi Kepala Sekolah

Indonesia (AKSI) maupun Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI).

(5)

Lanjutan

Melaksanakan diklat penguatan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah, dengan

memasukkan unsur monitoring dan evaluasi yang terpadu dan sesuai dengan kebutuhan

pengembangan keprofesian berkelanjutan serta tuntutan dinamika masyarakat akademis

Menata dan terus memperbaiki perangkat penyiapan calon kepala sekolah dan pengawas

sekolah serta penguatan kompetensi mereka dalam kerangka penjaminan mutu

Memperkuat

internal management

secara berkelanjutan dalam rangka memperbaiki

prosedur operasional standar secara terus menerus dan menciptakan dinamika kerja yang

selaras dengan tuntutan dunia pendidikan yang ideal baik tingkat nasional maupun

(6)

1.

PROGRAM 2017 HARUS DILAKSANAKAN SEEFESIEN MUNGKIN.

2.

PROGRAM TERFOKUS KEPADA HAL YANG SANGAT PRIORITAS

3.

HINDARI PROGRAM

OVERLAPPING

4.

PERKETAT PERJADIN

5.

PELAKSANAAN INPRES NO. 9/2016 TENTANG PENDIDIKAN VOKASI DAN KEJURUAN DILAKSANAKAN

SESUAI DENGAN PROGRAM PRIORITAS DALAM 4 BIDANG KEAHLIAN (MARITIM, PARIWISATA, PERTANIAN,

DAN EKONOMI KREATIF)

6.

PEMENUHAN KEBUTUHAN GURU SMK DILAKUKAN DENGAN SKEMA ANTARA LAIN : PROGRAM KEAHLIAN

GANDA, PENGALIHAN TUGAS KARYAWAN NON GURU MENJADI GURU, DAN

RECRUITMENT FRESH

GRADUATE.

7.

REKRUITMEN

FRESH GRADUATE

PADA BUTIR 6, JIKA ADA DIAMBIL DARI LULUSAN FKIP, ATAU DIAMBIL

DARI PERGURUAN TINGGI NON KEPENDIDIKAN.

8.

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROGRAM KEAHLIAN GANDA YANG SEDANG BERLANGSUNG, JIKA 1

TAHUN DIANGGAP TIDAK CUKUP, DAPAT DILAKUKAN DALAM 3 SEMESTER SETELAH MELALUI

PENGKAJIAN.

9.

PROGRAM PENGUATAN SMK DITUJUKAN UNTUK SMK YANG SEDANG BERJALAN, BUKAN UNTUK

PEMBENTUKAN SMK BARU. JANGAN MELEBAR KEMANA-MANA.

10. SETIAP PROGRAM PKB HARUS BERFOKUS PADA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) UNTUK

PENDIDIKAN DASAR (SD DAN SMP), DAN PENGUATAN KOMPETENSI PENULISAN NASKAH SOAL BAIK

ESSAY

MAUPUN

MULTIPLE CHOISE

. MAKA PERLU DITUNTASKAN PEMBUATAN MODULNYA.

(7)

11. PROGRAM KELOMPOK KERJA GURU (KKG/MGMP) PENERIMA BANTUAN PEMERINTAH HARUS

LEBIH MENGUTAMAKAN DALAM MEMAHAMI TENTANG SI, SKL DAN STANDAR EVALUASI

(KOMPETENSI PENULISAN NASKAH SOAL)

12. MENDIKBUD TIDAK SETUJU MEMBERDAYAKAN TNI UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN GURU

13. TERKAIT DENGAN PENGUATAN PEMENUHAN GURU PRODUKTIF SMK PERLU ADA USULAN

KHUSUS MEMINTA FORMASI BARU PADA KEMENPAN DAN RB.

14. PERLU MEMBUAT PROYEKSI KEBUTUHAN GURU PRODUKTIF PADA SMK DAN MEKANISME

PEMENUHAN KEBUTUHANNYA.

15. BADAN BAHASA HARUS FOKUS PADA PENINGKATAN LITERASI SEKOLAH, BEKERJA SAMA

DENGAN P4TK BAHASA DALAM MENINGKATKAN PERANANNYA.

16. DITJEN KEBUDAYAAN HARUS FOKUS PADA PENINGKATAN SENI BUDAYA UNTUK SELURUH

NUSANTARA BEKERJA SAMA DENGAN P4TK SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN

PERANANNYA.

(8)

Renstra Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2015-2019 dalam

Sasaran Kegiatan (SK.7.9) tentang Meningkatnya kompetensi pendidik

dan tenaga kependidikan sesuai bidangnya.

Dalam salah satu jabarannya pada Indikator Kinerja Kegiatan

(IKK.7.9.15) tentang jumlah calon kepala sekolah dan kepala sekolah

yang kompeten;

(14.300 pada tahun 2015);

(26.628 pada tahun 2016)

;

(49.804 pada tahun 2017);

(85.308 pada tahun 2018), dan

 (117.114 pada tahun 2019).

(9)

KOMPARASI ANTARA RENCANA PENCAPAIAN DAN REALISASI

DLM PENINGKATAN KOMPETENSI KS

NO

KS/CKS yg ditingkatkan

Kompetensinya

Realisasi 2016

Target Renstra

Selisih Lebih

1

Pencapaian sebelumnya

16.961

26.628

187

2

Kemitraan Kepala Sekolah

119

3

Manajerial Kepala Sekolah

220

4

Supervisi Kepala Sekolah

293

5

PKB

1.306

6

CKS DIPA-LPPKS

1.856

7

CKS Fasilitasi-LPPKS

5.040

8

Penguatan KS

281

9

CKS Fasilitasi-LP3CKS

739

Total

26.815

KOMPARASI ANTARA RENCANA DAN REALISASI DLM PENINGKATAN KOMPETENSI

KS/CKS

(10)

26.628 26.628 26.815 16.961 26.815 16.961

0

5.000

10.000

15.000

20.000

25.000

30.000

Awal

Akhir

Delta

Grafik Pencapaian

Peningkatan Kompetensi KS & CKS TAHUN 2016

9.667

+187

(11)

Kab/Kota

Indonesia

Provinsi PPCKS

Kab/Kota

Sudah

PPCKS

Kab/Kota

34

514

342

172

(12)
(13)

No

Profesi

Jumlah

1

Dosen

264

2

Widyaiswara

392

3

Pengawas Sekolah

137

4

Kepala Sekolah

2

5

Struktural

21

Jumlah

816

No

Nama Provinsi

Jumlah Kab/Kota

1 Bali

9

2 Bangka Belitung

7

Semua Kabupaten/Kota telah Mengikuti PPCKS

No

Profesi

Jumlah

1 Dosen

33

2 Widyaiswara

342

3 Pengawas Sekolah

117

Master Trainer

Asesor

No

Nama

Jumla

h

Keterangan

1 P4TK

14

2 LP3TK

1

3 LPMP

33

4 Universitas

6

UNS, UNG, Unesa,

Unnes, UNM, UPI, UM

5 Badan

Diklat

1

Jawa Timur, PWM

6 Yayasan

5

Marwita, FSECD,

Sampoerna

Foundation

(14)

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007: Standar Kompetensi

Kepala Sekolah/Madrasah

1. Merencanakan program

supervisi

2. Melaksanakan program

supervisi

3. Menindaklanjuti program

supervisi

Supervisi

Manajerial

Pengembangan jiwa kewirausahaan

1. Mengembangkan usaha

sekolah

2. Membudayakan perilaku

wirausaha

3. Memiliki motivasi yang kuat

4. Pantang menyerah dan selalu

mencari solusi terbaik.

5. Memiliki naluri kewirausahaan

1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah

2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah

3. Memimpin sekolah/madrasah

4. Mengelola perubahan dan pengembangan, pengembangan

kurikulum dan kegiatan pembelajaran sekolah/madrasah

5. Mengelola personil (GTK) sekolah (termasuk PK GTK)

7. Mengelola sarana dan prasarana,

keuangan, administrasi, dan sistem

informasi sekolah/madrasah

8. Mengelola unit layanan khusus, dan

hubungan sekolah dan masyarakat

9. Melakukan pemantauan dan evaluasi

(15)

KOMPETENSI KEPRIBADIAN

KOMPETENSI SOSIAL

1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya

dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan

akhlak mulia bagi komunitas di

sekolah/madrasah.

2. Memiliki integritas kepribadian sebagai

pemimpin.

3. Memiliki keinginan yang kuat dalam

pengembangan diri sebagai kepala

sekolah/madrasah.

4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas

pokok dan fungsi.

5. Mengendalikan diri dalam menghadapi

masalah dalam pekerjaan sebagai kepala

1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk

kepentingan sekolah/madrasah

2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial

kemasyarakatan.

3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang

atau kelompok lain.

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007: Standar Kompetensi

Kepala Sekolah/Madrasah

(16)

Renstra GTK 2015 s.d. 2019

Indikator Kinerja Program

Baseline

2014

Target Kinerja

2015 2016 2017 2018 2019

IKP 7.2.3. Peningkatan nilai rata-rata

kompetensi

pengetahuan

dan

keterampilan pendidik dan tenaga

kependidikan dikdasmen mencapai

8.0

4,7

5.5

6.5

7.0

7.5

8.0

Target Rerata Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Kepala Sekolah

CAPAIAN

5.64 6.2

(17)

Nilai

Rata-Rata Nasional Uji Kompetensi Kepala Sekolah

Nilai Rata-rata

Tertinggi

Rata-rata Nasional

UK KS

56, 37

61,47

Propinsi DI. Yogyakarta

54,23 54,32 54,61 54,72 54,78 54,87 54,98 55,02 55,12 55,38 55,63 55,65 55,70 56,00 56,01 56,34 56,60 56,81 56,93 57,35 57,51 57,75 58,55 59,32 59,32 61,47 Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Kalimantan Tengah Nusa Tenggara Timur Jambi Sulawesi Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Bengkulu Riau Kalimantan Barat Banten Gorontalo Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Jawa Barat Bali Kepulauan Riau Jawa Timur Sumatera Barat Kepulauan Bangka Belitung Jawa Tengah DKI Jakarta DI Yogyakarta

(18)

Nilai

Rata-Rata Nasional Uji Kompetensi Kepala Sekolah

berdasarkan Dimensi Kompetensi

54,68 56,26 56,23 56,26 56,23 56,44 57,02 56,52 56,53 56,76 56,99 57,51 57,15 57,28 56,66 57,86 57,16 57,78 58,10 57,81 58,45 58,74 58,66 58,93 59,02 59,83 59,54 59,70 59,93 60,08 60,80 61,54 63,24 M A L U K U U T A R A P A P U A B A R A T M A L U K U S U L A W E S I B A R A T S U M A T E R A U T A R A A C E H P A P U A S U L A W E S I T E N G A H S U L A W E S I T E N G G A R A S U L A W E S I S E L A T A N K A L I M A N T A N T E N G A H N U S A T E N G G A R A T I M U R J A M B I S U L A W E S I U T A R A L A M P U N G N U S A T E N G G A R A B A R A T S U M A T E R A S E L A T A N B E N G K U L U R I A U K A L I M A N T A N B A R A T B A N T E N G O R O N T A L O K A L I M A N T A N S E L A T A N K A L I M A N T A N T I M U R J A W A B A R A T B A L I K E P U L A U A N R I A U J A W A T I M U R S U M A T E R A B A R A T K E P U L A U A N B A N G K A B E L I T U N G J A W A T E N G A H D K I J A K A R T A D I Y O G Y A K A R T A 48,35 47,18 48,71 49,47 49,17 49,60 49,29 50,05 50,36 50,41 50,32 50,11 50,21 51,04 50,88 50,32 51,18 51,08 50,63 51,21 51,01 51,49 51,54 51,44 52,07 51,61 52,26 52,75 52,52 54,14 55,18 54,27 56,63 53,23 53,79 55,14 54,80 55,72 55,62 55,79 56,11 56,06 56,65 56,83 56,72 57,26 56,61 57,53 57,19 57,79 58,04 58,21 58,08 58,54 57,79 58,81 59,43 59,35 59,35 60,23 60,07 60,80 61,43 61,96 62,13 64,54

(19)
(20)

1

• Konsep Supervisi Akademik

2

• Perencanaan Program Supervisi Akademik

3

• Tehnik – Tehnik Supervisi Akademik

4

• Konsep Supervisi Klinis

(21)
(22)

supervisi akademik merupakan

serangkaian kegiatan mefasilitasi guru

mengembangkan kemampuannya

mencapai tujuan pembelajaran.

(23)

Mengembangkan Kompetensinya

Mengembangkan Kurikulum

Mengembangkan kelompok kerja

guru dan membimbing PTK

(24)

Pengawasan

Kwalitas

Penumbuhan

Motivasi

Pengembangan

Profesionalisme

(25)

1. Praktis

2. Sistimatis

3. Objektif

4. Realistis

5. Antisipatif

6. Kontruktif

(26)

8. Kekeluargaan

9. Demokratis.

10. Aktif

11. Humanis

12. Berkesinambungan

13. Terpadu

14. Komprehensif

(27)

1. Kepala Sekolah

2. Sesama Guru yang dipandang Kompeten

3. Pengawas Sekolah

(28)

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi Profesional

Kompetensi Sosial

(29)

To Help/Support

Memberikan Pelayanan Langsung kepada Guru.

Administrator

Mengelola ,mengendalikan ,mengkoordinasikan dan mengevaluasi

program pembelajaran

Expert on Instruction

Ahli pengajaran

Expert on Curikulum

Ahli Kurikulum

Communicator

Sebagai Communicator tentang ide- dan informasi pada guru

(30)
(31)

• INDIVIDUAL:

• Pelaksanan supervisi perseorangan terhadap

guru.

• KELOMPOK:

• Pelaksanaan supervisi ditujukan pada dua

orang atau lebih dengan masalah yang

sama

TEKNIK-TEKNIK

SUPERVISI

AKADEMIK:

(32)

A. Supervisi Individual

•1. Kunjungan Ke kelas

•2. Observasi kelas

•3. Pemantauan Individual

•4. Kunjungan antar kelas

•5. Menilai diri sendiri

(33)

Teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di

kelas. Tujuannya adalah utuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam

kelas.

CARA MELAKSANAKAN KUNJUNGAN KELAS :

1. Dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahuluAtas

2. permintaan guru yang bersangkutan

3.Telah memiliki instrumen atau catatan

(34)

Persiapan >

merencanakan

waktu, sasaran, dan

cara mengobservasi

Pengamatan selama

kunjungan

Akhir kunjungan >

perjanjian untuk

membicarakan hasil

observasi

Tindak lanjut

(35)

Tuliskan apa kriteria kunjungan

kelas ?

(36)

Mengamati proses

pembelajaran secara teliti di

kelas. Tujuan untuk

memperoleh data objektif

tentang situasi pembelajaran,

kesulitan guru, perbaikan

(37)

ASPEK YANG DIOBSERVASI

1. Usaha dan aktivitas guru-siswa

2. Penggunaan media

3. Variasi metoda

4. Ketepatan penggunnan media dengan materi

5. Ketepatan penggunaan metoda

(38)

Adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru.

TUJUANNYA:

Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi.

Mengembangkan pembelajaran yang lebih baik

Memperbaiki kelemahan&kekurangan pada guru

Menghilangkan atau menghindari segala prasangka

(39)

Classroom-conference, dilaksanakan dalam kelas ketika murid

sedang istirahat.

Office-conference, dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau

ruang guru, dilengkapi alat bantu tuk penyampaian.

Causal-conference, bersifat informal, dilaksanakan secara

kebetulan bertemu guru

(40)

Supervisor harus berusaha

mengembangkan segi-segi positif

guru, mendorong guru mengatasi

kesulitan-kesulitannya, memberikan

pengarahan, dan melakukan

kesepakatan terhadap hal-hal yang

masih meragukan .

(41)

Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di

sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam

pembelajaran

PELAKSANAAN KUNJUNGAN ANTAR KELAS

Direncanakan

Guru dikunjungi diseleksiTentukan guru yang akan dikunjungiSediakan

fasilitasLakukan pengamatan yang cermat

(42)

Adanya tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas

selesai, misal: percakapan pribadi, penegasan, dan

pemberian tugas-tugas

Aplikasikan segera ke sekolah atau kelas guru

bersangkutan sesuai situasi dan kondisi.

Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan

kunjungan antar kelas berikutnya.

(43)

Penilaian yang dilakukan

oleh diri sendiri secara

objektif. Untuk maksud

itu diperlukan kejujuran

diri sendiri.

(44)

Kepanitian-kepanitian

Diskusi Panel

Kerja Kelompok

Perpustakaan

Laboratorium dan Kurikulum

Organisasi Profesi

Membaca Terpimpin

Buletin Supervisi

Demonstrasi Pembelajaran

Pertemuan Guru

Darmawisata

Lokakarya

(45)
(46)

KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN

1. Menciptakan inovasi

yang berguna bagi pengembangan

sekolah/madrasah.

2. Bekerja keras

untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah

sebagai organisasi pembelajar yang efektif.

3. Memiliki motivasi

yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas

pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.

4. Pantang menyerah

dan selalu mencari solusi terbaik dalam

menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.

5. Memiliki naluri kewirausahaan

dalam mengelola kegiatan

produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta

didik.

(47)

Kewirausahaan dalam konteks ini adalah

penguatan jiwa,

nilai kewirausahaan untuk

kepentingan pendidikan yang bersifat sosial

(48)

Kewirausahaan tidak selalu identik dengan

karakter wirausaha semata, karena karakter

wirausaha juga dimiliki oleh seorang yang bukan

wirausaha.

(49)

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara

kreatif

dan

inovatif

untuk mewujudkan

nilai tambah

(Overton, 2002).

Ada yang berpendapat bahwa istilah

kewirausahaan itu merupakan singkatan

dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet,

Supel, Antusias, Hemat, Asa, Ambisi, Negosiatif. (Anonim 1, 2005)

Semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha

dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya

mencari, menciptakan,

menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru

dengan meningkatkan

efisiens

i dalam rangka memberikan

pelayanan yang lebih baik

dan atau

memperoleh

keuntungan yang lebih besar

(Inpres No. 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional

Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan)

(50)

KEPEMIMPINAN

KEWIRAUSAHAAN

Kepemimpinan kewirausahaan adalah...?

kepemimpinan

dengan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan

yang

mampu menciptakan inovasi, kerja keras, motivasi, pantang

menyerah,dan naluri kewirausahaan dalam rangka

memberikan

pelayanan yang lebih baik dan atau

(51)

KARAKTERISTIK

(52)

INOVATIF

Inovatif

adalah

kemam puan

berpikir kreatif,

mengembangkan ide-ide baru

yang berman faat di setiap

kesem patan,

memanfaatkan

sumber daya

yang tersedia,

dan mampu

memecahkan

masalah

(53)

Kreatif

berarti

menghasilkan sesuatu

yang belum pernah ada

sebelumnya.

Inovatif

berarti

memperbaiki/memodifika

si/mengembangkan

sesuatu yang sudah ada.

(BPSDPPP 2011)

(54)
(55)

Cara Melakukan Inovasi

1.Anda harus

ke luar dari kawasan

yang membuat anda

nyaman

(

comfort zone

);

2.Jangan berpikir dengan cara yang sudah terbiasa

ada/dilakukan;

3.Bergerak

lebih cepat

4.Dengarkan

ide

stakeholders

5.Apa yang perlu diubah di sekolah/madrasah ini

secara

berkala segera diubah sesuai kemampuan

6.Dorong diri sendiri dan orang lain untuk

cepat

bergerak tetapi selamat

(56)

KERJA KERAS

Kerja keras

adalah

berusaha dengan sepenuh hati

dan sekuat tenaga

untk berupaya mendapatkan

(57)

1. Tanamkan keyakinan bahwa

banyak bukti keberhasilan

seseorang karena kerja keras

. Apabila kita ditanya tentang

keberhasilan kita, maka jawaban kita adalah berkat kerja

keras.

2. Tanamkan keyakinan, “Saya harus bekerja keras agar yang

saya butuhkan tercapai”. “

Jangan mengharapkan sesuatu, jika

tidak berbuat sesuatu

”.

3. Tanamkan keyakinan,

saya ingin jadi orang yang bermanfaat.

Banyak penganggur ingin bekerja, mengapa mereka yang

sudah mendapat pekerjaan ingin menganggur?

4. Tentukan

target yang harus dicapai

.

5. Tunjukkan

kerja keras Anda untuk dijadikan contoh

bawahan

(58)

MOTIVASI BERPRESTASI

Motivasi

adalah

dorongan

melakukan sesuatu

untuk

meraih sesuatu/

kepentingan/ kebutuhan

yang diinginkan atau

dianggap penting

(59)

Cara Menumbuhkan Motivasi Yang Kuat

1. Berpikir

positif

2. Menciptakan

perubahan yang kuat

. Adanya kemauan

yang kuat untuk mengubah situasi oleh diri sendiri

3. Membangun

harga diri

4. Memantapkan pelaksanaan

. Ungkapkan dengan jadwal

yang jelas dan laksanakan

5. Binalah

keberanian, kerja keras, bersedia belajar dari

orang lain

6. Ingin selalu

melakukan yang terbaik

(60)

PANTANG MENYERAH

Pantang menyerah

adalah

da- ya

tahan seseorang bekerja sampai

sesuatu yang diingin kannya tercapai

.

Pantang me nyerah adalah

kombinasi

anta ra bekerja keras dengan moti

(61)

Cara menumbuhkan Sifat Pantang Menyerah

• Kuatkan hati diri sendiri

• Kuatkan hati warga sekolah

• Tidak mudah putus asa

(62)

NALURI KEWIRAUSAHAN KEPALA

SEKOLAH

Kepala sekolah/madrasah yang memiliki

naluri

kewirausahaan

akan

menciptakan

pengalaman dan sumber belajar bidang

kewirausahaan

bagi guru dan peserta didiknya

Sumber belajar berupa unit usaha/produksi

antara lain dapat berupa koperasi sekolah,

kantin sekolah, unit jasa transportasi, hotel,

bengkel sekolah dan yang sejenisnya.

(63)

Cara Mengenal Naluri Kewirausahaan

1. Evaluasi diri

dalam rangka mengenal tentang

tingkat/level naluri kewirausahaan

2. Lakukan

“belajar”.

3. Melalui

membaca, magang, kursus,

dialog/belajar dengan wirausahawan sukses,

pengamatan langsung di lapangan, dan

4. Mencoba

melakukan usaha

(64)

STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN

DI SEKOLAH

1.Karakter kewirausahaan

terintegrasi dalam

seluruh mata pelajaran

2.Karakter kewirausahaan

yang

terpadu dalam

kegiatan

ekstrakurikuler

3.Pengintegrasian karakter

kewirausahaan melalui

(65)

PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH

• Belajar berbasis pengalaman

• Belajar melalui interaksi sosial

• Pengenalan peluang

(66)

PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

SEKOLAH

1. Nama Program :

Judul Program yang akan dikembangkan.

Contoh :

a. Pengembangan Nilai-nilai Kewirausahaan Sekolah

Melalui Model Pembelajaran Inovatif

b. Pengembangan Kewirausahaan Sekolah Melalui

Koperasi Sekolah

c. Peningkatan Kualitas Lulusan Melalui

Pengembangan Softskill Siswa.

(67)

Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia - 2014

PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

SEKOLAH

2. Latar Belakang

Alasan memilih program yang akan dikembangkan

(berdasarkan analisis SWOT sekolah/EDS)

3. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari program yang akan

dikembangkan

4. Indikator Keberhasilan

Ukuran keberhasilan dari program yang akan

dikembangkan

(68)

PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

SEKOLAH

6. Skenario/Langkah-Langkah Kegiatan

adalah penjelasan prosedur metode/teknik tindakan

menjadi langkah-langkah (s

tep

) yang lebih rinci.

7.Sumber daya

berbagai person maupun non person yang

diberdayakan untuk mendukung tindakan agar tujuan

dapat tercapai

8.Metode pengumpulan data

instrumen/cara yang digunakan untuk

mengumpulkan data.

9. Nilai kepemimpinan

(69)

SIMPULAN

Indonesia membutuhkan kepala

sekolah-kepala sekolah yang berjiwa wirausaha yang

mau selalu berusaha meningkatkan

kinerjanya untuk mencapai tujuan pendidikan

seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan

UUD 1945.

(70)
(71)

Tugas Manajerial

• Menyusun perencanaan sekolah

• Mengelola program pembelajaran

• Mengelola kesiswaan

• Mengelola sarana dan prasarana

• Mengelola personal sekolah

• Mengelola keuangan sekolah

• Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat

• Mengelola administrasi sekolah

• Mengelola sistem informasi sekolah

• Mengevaluasi program sekolah

(72)

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN

(Eggen & Kauchak 2004).

Tindakan yang dilakukan (Kepala sekolah) untuk

mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan

memuaskan bagi guru pada akhirya mampu

menciptakan

(73)

Kempimpinan pembelaajaran dalam

dimensi proses

Kepemimpinan pembelajaran merupakan tindakan yang

mengarah pada terciptanya iklim sekolah yang mampu

mendorong terjadinya proses pembelajaran yang optimal.

(74)

Tujuan Kepemimpinan Pembelajaran

Untuk memfasilitasi guru agar

dapat peningkatan prestasi

belajar, kepuasan belajar, motivasi belajar, keingintahuan,

kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kesadaran

untuk belajar sepanjang hayat

.

(75)

KLEINE-KRACHT, 1993

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN

• Kepala sekolah belajar bekerja dengan

guru dan staf untuk mengembangkan

proses belajar mengajar

KEPEMIMPINAN

PEMBELAJARAN SECARA

LANGSUNG

• memberikan sejumlah kemudahan dan mendorong para guru dan staf untuk mengembangkan diri, melakukan pengambilan keputusan secara bersama-sama (sharing on decision making), dan mengubah tata nilai serta visi sekolah yang mengarah kepada peningkatan kualitas

pembelajaran.

KEPEMIMPINAN

PEMBELAJARAN SECARA

TIDAK LANGSUNG

(76)

PENTINGNYA

KEPEMIMPINAN

PEMBELAJARAN

Berkontribusi sangat signifikan terhadap

peningkatan prestasi belajar siswa

Memberikan dorongan dan arahan terhadap warga

sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa

Memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk

menuju pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah.

Membangun komunitas belajar warga dan

menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar

(77)

KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN

PEMBELAJARAN

1

. Sebagai penyedia sumber daya,

menunjukkan kemampuan dan manajemen waktu dan

sumber daya secara efektif, menunjukkan kondisi kelas sebagai master pengubah, dan mampu

mengenal dan memotivasi anggota staf sekolah,

2.

Sebagai sumber instruksional

’ terlihat dan memajukan kondisi kelas yang efektif untuk

menunjang hasil belajar, mendorong staf pengajar untuk menggunakan berbagai macam

materi pengajaran dan strategi belajar mengajar, memberikan perhatian dan mampu

mengembangkan gagasan inovatif.

3.

Sebagai komunikator

, menyampaikan visi sekolah secara jelas, memahami tujuan sekolah

serta mampu menerjamahkan, membina hubungan yang efektif dengan stakeholders, jelas

dalam menyampaian sesuatu baik lisan maupun tulisan. Keempat, kehadirannya bermakna;

mampu berinteraksi dan mempengaruhi seluruh lingkungan sekolah (Guru, staf, siswa dan

petugas lainnya.

(78)

DIAGRAM HUBUNGAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN,

MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN BUDAYA SEKOLAH

FAKTOR EKSTERNAL Budaya Sekolah Manajemen Kelas Kepemimpinan Pembelajaran Pengeta huan Keteram -pilan Sikap Manajemen Perubahan

Siswa

(79)

Efektivitas Peran Kepemimpinan

Pembelajaran

Semakin berdaya peran kepala sekolah dalam mengarahkan,

memotivasi, dan mempengaruhi guru dalam proses belajar

mengajar maka dapat meningkatkan efektivitas siswa belajar

(80)
(81)

ENAM PRINSIP KEPALA SEKOLAH DALAM MEMERANKAN DIRINYA

SEBAGAI

PEMIMPIN PEMBELAJARAN

1. Membangun tujuan bersama

2. Meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum

3. Mengembangkan motivasi pendidik dalam mengembangkan kompetensi

4. Menjamin pelaksanaan mutu proses pembelajaran melalui pelaksanaan

monitoring atau supervisi

5. Mengembangkan sistem penilaian dalam memantau perkembangan belajar

siswa

(82)

PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 82

MODEL

RENCANA TINDAK STRATEGIS

KEPALA SEKOLAH

1

. Memfasilitasi penyusunan tujuan pembelajaran dan standar

pembelajaran

2. Melakukan sosialisasi tujuan pembelajaran dan standar

pembelajaran

3. Memfasilitasi pembentukan kelompok kerja guru

4. Menerapkan ekspektasi yang tinggi

5. Melakukan evaluasi kinerja guru dan tindak lanjut pengembangannya

(83)

Model Tindakan (lanjutan)

6. Membentuk kultur sekolah yang kondusif bagi pembelajaran

7. Membangun learning person dan learning school

8. Menyediakan sebagian besar waktu untuk pembelajaran dan selalu mempunyai waktu

untuk guru dan siswanya

9. Melayani dengan prima kepada guru, siswa, dan orang tua siswa

10. Melakukan koordinasi terhadap guru, siswa, dan orangtua siswa

11. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan pembelajaran akibat

(84)

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN

PEMBELAJARAN

.

1.

Merumuskan dan mengartikulasikan tujuan pembelajaran

2. Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum

3. Membimbing pengembangan dan perbaikan proses belajar

mengajar (PBM)

4. Mengevaluasi kinerja guru dan mengembangkannya

5. Membangun komunitas pembelajaran

6. Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional

(85)

Kompetensi Kepala Sekolah (Lanjutan..)

7.

Melayani siswa dengan prima

8. Melakukan perbaikan secara terus menerus

9. Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif

10. Membangun Warga Sekolah agar Pro-perubahan

11. Membangun teamwork yang kompak

12. Memberi contoh dan menginspirasi warga sekolah

(86)
(87)

Gambar

Grafik Pencapaian
DIAGRAM  HUBUNGAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN,  MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN BUDAYA SEKOLAH

Referensi

Dokumen terkait

Berdasar hasil penelitian yang penulis lakukan baik di PT Lakumas Tegal maupun studi kepustakaan berkaitan dengan judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Kontrak

Sistem rekomendasi toko buku online Social Agency Baru berhasil dirancang dengan bahasa pemrograman WML dan PHP serta menggunakan basis data MySQL; Sistem

Segala puji, puja serta syukur saya panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah memberikan ridhonya untuk dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan tugas akhir dengan

Ma- hasiswa dengan kemampuan rendah Mate- matika Dasar cenderung mempunyai bayan- gan konsep yang tidak variatif dan cenderung mempunyai kategori bayangan konsep instru-

Buku besar merupakan ringkasan seluruh rekening yang memuat setiap data transaksi yang memberikan informasi saldo untuk setiap rekening dalam suatu periode

Peraturan yang dikeluarkan pemerintah mengenai fasilitas kredit sebagaimana yang dimaksud Pasal 12 undang-undang perbankan yakni pemerintah dan Bank Indonesia

Hasil penelitian tentang persepsi mahasiswa kebidanan tingkat 1 tantang pentingnya SADARI di Poltekkes Majapahit Mojokerto tahun 2014 menunjukkan bahwa sebagian besar

Ada perbedaan proporsi sisa makanan antara responden yang menilai penampilan makanan sudah menarik dengan yang menilai tidak menarik pada pasien dan ada perbedaan