BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Metode dan Alur Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Pendekatan kuantitatif memiliki tujuan mengembangkan hubungan
antara dua variabel terukur, dan proses penelitiannya berurut dikembangkan
sebelum studi dimulai (Schumacher dan Millan, 2001:22). Pendekatan kuantitatif
konsep adanya perubahan. Selanjutnya digunakan statistika sebagai bagian dari
matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan,
pengolahan, penyajian, analisis, dan penafsiran data. Tahapan dan tujuan
analisisnya dimulai dari statiska deskriptif, statistika inferensial atau statiska
induktif. Dilihat asumsi mengenai distribusi populasi data yang dianalisis,
penelitian ini menggunakan statistik inferensial parametrik. Data kuantitatif yang
diperoleh, diolah menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science) ver
19.0 for windows agar diperoleh informasi statistik tentang keterandalan
instrument, analisa korelasional, analisis regresi, dan analisis jalur.
Metode merupakan salah satu bagian penting dalam melakukan penelitian,
karena berfungsi sebagai strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan quasi experiment.
Menurut Creswell (2010:238) menjelaskan bahwa dalam quasi experiment,
peneliti menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, namun tidak
kelompok tersebut Selanjutnya Creswell (2010:242) dalam kuasi eksperimen
menggunakan pre-test-dan post-test. Dimana kelompok eksperimen (A) dan
kelompok kontrol (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random
assignment). Pada dua kelompok tersebut sama-sama dilakukan pre-test dan
post-test. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang di treatment.
Dalam penelitian, yang menjadi fokus adalah pengaruh project citizen
untuk meningkatkan keterampilan kewarganegaraan siswa SMP. Penelitian
bermaksud melihat hubungan sebab akibat. Variabel bebasnya adalah project
citizen dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat, sedangkan varibel
terikatnya adalah keterampilan kewarganegaraan meliputi keterampilan
intelektual dan keterampilan partisitoris. Untuk mendapatkan gambaran pengaruh
project citizen untuk meningkatkan keterampilan kewarganegaraan siswa SMP
dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat digunakan metode quasi
experiment dengan desain “randomized control group pre-test-post-test design”
(Fraenkel, 1993). Dengan desain ini sampel dibagi dalam 2 kelompok yaitu satu
kelompok kelas VII A dengan eksperimen dan satu kelompok kelas VII B dengan
kelompok kontrol. Kelompok eksparimen mendapatkan pembelajaran
kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan project citizen sedangkan
kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional.
Terhadap dua kelompok dilakukan pre-test. Post-test untuk melihat pengeruh
pembelajaran kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan project citizen untuk
mengingkatkan keterampilan kewarganegaraan siswa seperti yang digambarkan
Tabel 3.1 Pre-Test dan Post-Test
Kelompok Random Pre-test Perlakuan Post-test
Eksperimen
Kelas VII A R O1 v O2
Kontrol
Kelas VII B R O1 0 O2
Keterangan
R : Pemilihan kelas secara acak
O1 : Pre test
O2 : Post tes
V : Perlakuan pembelajaran Project Citizen
0 : Perlakukan pembelajaran konvensional
Pada bagan diatas terlihat bahwa kelompok eksperimen diberi perlakuan
sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, kedua-duanya diuji baik
pre-test maupun post-test. Tujuan dilakukan pre-test untuk melihat baik kelas kontrol
maupun kelas eksperimen memiliki tingkat homogenitas yang sama terutama
tingkat aspek akademis siswa sehari-hari dalam pembelajaran PKn. Sedangkan
pengujian post-test dipergunakan untuk membuktikan bahwa kelompok
eksperimen yang diberi perlakuan dengan pembelajaran project citizen
Adapun alur penelitian dapat pada gambar berikut:
Studi Pendahuluan tentang Pembelajaran PKn di SMP Kahirupan Lembang Bandung
Merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian
Studi literatur tentang:
Buku pelajaran PKn Kelas VII
Kurikulum PKn 2006 dan kompetensi siswa
Project Citizen
Penyusun pembelajaran kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan project citizen
Pengaruh project citizen
Validasi, Uji coba, revisi
Kelompok Kontrol
Media Pembelajaran konvensional
Tes awal (Pre-test)
Kelompok Eksperimen
Tes akhir (Post-test)
Analisis data
Project citizen
Angket dan Semantic Deferensial Osgood
Temuan
Kesimpulan
Alur penelitian diawali dengan studi literatur, mengkaji kurikulum
Pendidikan kewarganegaraan SMP, Buku Paket Pendidikan Kewarganegaraan
kelas VII dan beberapa buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relevan dengan
materi pokok Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat yang dijadikan sumber
dalam penyusunan instrumen berupa tes, LKS, bahan ajar, angket dan pedoman
wawancara. Kemudian dilakukan validasi tes pada siswa SMP Kahuripan
Lembang Bandung mempelajari materi pokok Kemerdekaan Mengemukakan
Pendapat. Validasi tes dilakukan untuk menganalisis tingkat kesukaran, daya
pembeda, dan reliabilitas tes.
Penerapan project citizen dilakukan pada satu kelas yang telah ditentukan
sebelumnya. Tahap ini dimulai dengan pre-test untuk mengetahui kemampuan
awal siswa, kemudian diberikan perlakuan berupa penerapan project citizen dan
diakhiri dengan post-test. Sejanjutnya siswa untuk mengetahui minat, motivasi
dan tanggapan terhadap project citizen yang diterapkan dalam pembelajaran.
Langkah terakhir diadakan analisis data dan temuan yang diperoleh berupa data
untuk menyusun laporan.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
Secara umum penegrtian populasi ditemukan oleh Rohcman N (1973:19)
sebagai berikut:
Populasi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah riset
dalam riset yang bersangkutan. Sedangkan sampel diartikan sebagai kesatuan
yang langsung dijadikan sumber data.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Kahuripan
Lembang Bandung, yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 97 orang.
Sampel penelitian diambil dua kelas yang ditentukan secara random kelas sebagai
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil secara acak didapat kelas VII
A sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas VII B
sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 35 orang siswa. Penelitian ini
dilaksanakan pada semester genap tahun pembelajaran 2010/2011
C.Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Persiapan
Persiapan yang dilakukan dalam penelitian meliputi:
a. Melakukan studi pendahuluan yang meliputi kajian teori tentang materi
kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan project citizen.
b. Menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian.
c. Melakukan validasi instrumen.
d. Melakukan uji coba dan analisis tes.
2. Pelaksanaan
a. Memperkenalkan pembelajaran kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan
b. Melakukan uji coba tes, mengadakan pre-test pada kelompok eksperimen dan
kontrol untuk mengetahui pemahaman konsep awal siswa tentang kemerdekaan
mengemukakan pendapat.
c. Menerapkan pembelajaran kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan
project citizen pada kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan pembelajaran
konvensional pada kelas kontrol.
d. Memberikan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk
mengetahui pemahaman materi kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan
project citizen.
3. Pengolahan dan Analisis data
Menghitung Gain ternormalisasi pemahaman materi untuk kelas
eksperiment dan kontrol, melakukan uji normalitas data gain ternorrmalisasi,
melakukan uji homogenitas varians, melakukan uji kesamaan dua rata-rata, serta
melakukan analisis data angket dan obeservasi.
D.Definisi Operasional Variabel Penelitian
Setiap termonologi memiliki makna yang berbeda dalam konteks dan
dalam lapangan studi yang berbeda. Untuk memperjelas konsep dari variabel yang
diteliti maka dirumuskan definisi opersional atas varibel penelitian sebagai
berikut:
1. Pembelajaran Project Citizen
Pembelajaran project citizen secara adaptif merupakan konsep dan prinsip
citizenship transmission (Barr, Barth, dan Shermis:1978), social involment
(Newmann:1977), yang bersifat fasilitatif, empirik, dan simulative. (Budimansyah
dan Suryadi, 2008:24-25). Merupakan kerangka operasional pembelajaran nilai
yang berfungsi sebagai wahana psiko-pedagogis untuk memfasilitasi peserta didik
mengenal. Memahami, menyakinkan, dan menjalankan nilai-nilai yang
terkandung sebagai hak, kewajiban dan tanggung jawab warganegara.
Pembelajaran project citizen yang dikemas dalam quasi eksperiment serta fokus
penelaahan yaitu terdiri dari enam langkah strategi pembelajaran yang terdiri dari:
1) mengidentifikasi masalah untuk kebijakan publik dalam masyarakat,
2) memilih suatu masalah untuk dikaji kelas, 3) mengumpulkan informasi yang
berkaitan pada masalah itu, 4) mengembangkan portofolio kelas, 5) menyajikan
portofolio (Showcase), 6) pengalaman belajar.
Berdasarkan pendapat diatas dapat dijelaskan secara rinci langkah-langkah
pembelajaran dariproject citizen sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi masalah
Para siswa membuat daftar masalah yang ditemukan dalam masyarakat.
Daftar ini mewakili masalah-masalah yang ada disekitar siswa.
b. Memilih masalah sebagai bahan kajian kelas
Kelas hendaknya mendiskusikan semua informasi yang telah didapat
berkenaan dengan daftar masalah yang ditemukan dalam masyarakat, kemudian
c. Mengumpulkan informasi
Para siswa harus bias memutuskan tempat-tempat atau sumber-sumber
dimana bias mendapatkan informasi.
d. Mengembangkan portofolio kelas.
Pada tahap ini siswa mulai mengembangkan portofolio kelas. Kelas dibagi
menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok akan bertanggung jawab
untuk mengembangkan satu bagian dari portofolio kelas. Bahan-bahan yang
dimaksud dalam portofolio hendaknya mencakup dokumentasi-dokumentasi yang
telah dikumpulkan dalam tahapan penelitian masalah.
e. Menyajikan portofolio
Jika portofolio kelas sudah selesai, para siswa dapat menyajikan hasil
pekerjaannya dihadapan para hadirin. Presentasi itu atau yang dikenal pula dengan
sebutan showcase yang dilakukan dihadapan dewan juri, dengan kegiatan ini para
siswa akan dibekali dengan pengalaman belajar bagaimana cara
mempresentasikan ide-ide dan pemikiran kepada orang lain.
f. Merefleksikan pengalaman belajar
Refleksi pengalaman belajar ini merupakan salah satu cara untuk belajar,
untuk menghindari agar jangan sampai melakukan suatu kesalahan, dan untuk
meningkatkan kemampuan yang sudah siswa miliki.
2. Keterampilan Kewarganegaraan
Keterampilan kewarganegaraan merupakan suatu kemampuan untuk
menerapkan atau mengimplementasikan pengetahuan kewarganegaraan yang telah
mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban, serta bertanggung jawab atas segala
tindakan-tindakanya, disamping hak-hak yang diperolehnya. Dengan demikian
terdapat adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Keterampilan
kewarganegaraan terdiri atas keterampilan intelektual dan keterampilan
partisipatoris, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Keterampilan Intelektual
Keterampilan-keterampilan intelektual dalam bidang kewargenegaraan dan
pemerintahan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keterampilan berpikir kritis
tentang isu politik tertentu.
b. Keterampilan Partisipatoris
Keterampilan partisipatoris yang bertangngung jawab, efektif, dan ilmiah,
dalam proses politik dan dalam civil society. Keterampilan-keterampilan tadi itu,
dapat dikatagorikan sebagai interaksi (interacting), memonitor (monitoring), dan
mempengaruhi (influencing).
Untuk mempermudah uraian di atas berikut ini akan ditampilkan dalam
bentuk tabel untuk definisi operasional tersebut.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Intrumen Penelitian
2. Pemilihan materi kajian kelas
2.1 aktivitas diskusi dalam kelompok kecil
2.2bermusyawarah tentang masalah yang akan jadi bahan kajian di kelas
1.1 menjelaskan pentingnya masalah tersebut
1.2 memiliki informasi yang cukup
2.1 Mempromosikan masalah dipilih oleh kelas
2.2 Musyawarah untuk memilih masalah
1.1mencari informasi tambahan dari nara sumber
1.2menggunakan informasi untuk materi kajian kelas
2.1 pembagian tugas untuk materi kajian kelas
sangat positif diberi
bobot 5,
netral diberi bobot 3, dan positif diberi
bobot 5,
netral diberi bobot 3, dan positif diberi
bobot 5,
4. Mengembang rencana kerja
1. Refleksi
1.1 menyusun langkah-langkah sebagai usulan agar dapat diterima pemerintah dan melaksanakan usulan kebijakan tersebut
1.2 menyusun pokok-pokok rencana kerja
2.1 langkah-langkah kelompok tanyangan portofolio
2.2 langkah-langkah kelompok dokumentasi
1.1 memberikan informasi kepada hadirin
1.2 mendiskusikan dengan hadirin bahwa pilihan kebijakan adalah yang paling tepat
2.1 memberikan positif diberi
bobot 5,
netral diberi bobot 3, dan positif diberi
bobot 5,
netral diberi bobot 3, dan positif diberi
bobot 5,
netral diberi bobot 3, dan sangat
18-26
27-31
Keterampilan sebagai WNI yang baik
1.1 membedakan masalah satu dengan yang lainnya 1.2 berpikir secara
3. Mengambil contoh mengenai kemerdekaan kajian yang luas 2.5 menberikan
gambaran mengenai fungsi dan tujuan permasalahan
3.1 memberikan penghargaan kepada orang lain ketika mereka mengemukakan pendapatnya. 3.2 menjelaskan
kekuatan-kekuatan mengenai sebuah isu/permasalahan
3.4 mempertahankan pendapat yang telah dikemukakan 3.5 menyarankan apa
yang akan ditimbulkan dari suatu peristiwa atau perbuatan.
Keterampilan
1.1 mengemukakan ide
1.2 mendengarkan ide 1.3 mengambil dan
melaksanakan keputusan 1.4 mempertimbangka
n pro dan kontra
1.5 berorientasi ke depan dalam berpikir sebelum bertindak
2.2 mempengaruhi orang lain 2.3 mengatasi konflik 2.4 cara yang beda
E.Instrumen Penelitian
Untuk menjawab permasalahan penelitian dibuat instrumen penelitian
sebagai alat bantu untuk mengumpulkan data. Instrument yang digunakan berupa:
tes pemahaman materi, angket tanggapan siswa dan wawancara terhadap guru dan
siswa mengenal pengaruh project citizen untuk meningkatkan keterampilan
1. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel (x) Project Citizen
dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat meliputi:
a. Tes Pemahaman Konsep Tentang Mengidentifikasi Masalah (X1)
Tes pemahaman konsep yang dipergunakan dalam penelitian ini dalam
bentuk pernyataan 5 alternatif jawaban sebanyak 6 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetensi yang berhubungan dengan mengidentifiaksi
masalah. Pernyataan yang digunakan sebagai tes ini menggunakan alat ukur
Semantic Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran: 5 = aktif, 4 = sedikit
aktif, 3 = kadang-kadang aktif, 2 = sedikit pasif, 1 = pasif
Instrumen dibuat sendiri oleh peneliti dan dikonsultasikan dengan
pembimbing. Uji coba alat pengumpul data dilakukan pada sampel yang
karakteristik populasinya sama. Konsultasi item-item instrumen pada pembimbing
dari segi kecocokan, kalimat dan pilihan jawaban.
Instrumen tersebut digunakan pada pre-test. Dengan membandingkan
kedua hasil tes tersebut, maka akan diketahui peningkatan pemahaman konsep
setelah pembelajaran dilaksanakan. Berdasarkan hasil uji coba, maka soal tidak
ada yang harus dibuang. Pengolahan data validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran
b. Tes Pemahaman Konsep Tentang Memilih Masalah (X2)
Tes pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini bentuk
pernyataan dengan 5 alternatif jawaban dengan 5 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetisi yang berhubungan dengan memiliki masalah.
Pernyataan yang digunakan sebagai tes ini menggunakan alat ukur Semantic
Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran: 5 = dilakukan, 4 = sering
dilakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = sering tidak dilakukan, 1 = tidak dilakukan.
c. Tes Pemahaman Konsep Tentang Mengumpulkan Informasi (X3)
Tes pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini bentuk
pernyataan dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 6 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetensi yang digunakan sebagai tes ini
menggunakan alat ukur Semantic Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran:
5 = dilakukan, 4 = sering dilakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = sering tidak
dilakukan, 1 = tidak dilakukan.
d. Tes Pemahaman Konsep Tentang Mengembangkan Project Citizen Kelas (X4)
Tes pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini bentuk
pernyataan dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 9 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetensi yang berhubungan dengan mengembangkan
portofolio kelas. Pernyataan yang digunakan sebagai tes ini menggunakan alat
ukur Semantic Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran: 5 = dilakukan,
4 = sering dilakukan, 3 = kadang-kadang , 2 = sering tidak dilakukan, 1 = tidak
e. Tes Pemahaman Konsep Tentang Menyajikan Project Citizen Kelas (X5)
Tes pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini bentuk
pernyataan dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 5 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetensi yang berhubungan dengan mengembangkan
portofolio kelas. Pernyataan yang digunakan sebagai tes ini menggunakan alat
ukur Semantic Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran: 5 = dilakukan,
4 = sering dilakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = sering tidak dilakukan, 1 = tidak
dilakukan.
f. Tes Pemahaman Konsep Tentang Merefleksikan Pengalaman Belajar (X6)
Tes pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini bentuk
pernyataan dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 5 butir soal. Tes pemahaman
konsep ini mengacu pada kompetensi yang berhubungan dengan merefleksikan
pengalaman belajar. Pernyataan yang digunakan sebagai tes ini menggunakan alat
ukur Semantic Deferensial Osgood, dengan skala pengukuran: 5 = dilakukan,
4 = sering dilakukan, 3 = kadang-kadang , 2 = sering tidak dilakukan, 1 = tidak
dilakukan.
2. Instrumen yang Digunakan Untuk Mengukur Variabel (Y) Yaitu
Keterampilan Kewarganegaraan Siswa SMP Meliputi:
a. Angket Keterampilan Intelektual (Intellectual Skill)
Angket tentang keterampilan intelektual (Intellectual Skill) dari nomor soal
A, B, C, D, dan E (Merujuk Pada Civics Assessment Database dari National
Center for Learning and Citizenship)
b. Angket Keterampilan Partisipatori (Participatory Skill)
Angket keterampilan partisipatori (Participatory Skill) diukur dengan
kemampuan partisipatori umum dari nomor soal 1 sampai dengan 20, (Merujuk
Pada Civics Assessment Database dari National Center for Learning and
Citizenship) dengan skor jawaban: 5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = biasa-biasa,
2 = kurang, 1 = kurang baik.
Kemudian angket keterampilan partisipatori (participatory skill) diukur
dengan skala Lickert dari nomor soal 21 sampai dengan 30 dengan skor jawaban:
5 = sangat setuju, 4 = setuju , 3 = ragu-ragu, 2 = tidak setuju , 1 = sangat tidak
setuju.
F. Analisa Tes
Uji coba tes pemahaman konsep dilakukan dikelas VII untuk mendapatkan
tes yang dipercaya, maka soal-soal yang telah diujicoba perlu diketahui dulu
tinggkat validitas, reliabilitas, dan analisis butir soal sebelum digunakan dalam
pengumpulan data.
1. Validitas Butir Soal
Sebuah alat tes disebut valid apabila mampu mengukur apa yang hendak
diukur, sehingga perlu diuji validitasnya untuk mengetahui kesahihan alat tes
tersebut. Validitas butir soal digunakan untuk mengetahui dukungan suatu butir
r
xy =�� − � (� ) [�� 2− (� )2][ �� 2−( � )2]
butir soal yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total. Sebuah soal yang
memiliki validitas yang tinggi jika skor soal tersebut memiliki dukungan yang
besar terhadap skor total. Dukungan setiap butir soal dinyatakan dalam bentuk
korelasi sehingga untuk mendapatkan validitas suatu butir soal digunakan rumus
korelasi.
Rumus yang digunakan menghitung validitas keseluruhan soal tes adalah
korelasi product moment. (Arikunto, 2008:72)
Keterangan :
r
xy : Koefisien korelasi antaravariabel X dan YΝ : Jumlah siswa
X : Skor tiap, butir soal
Y : Skor total
Kriteria validitas berdasarkan besarnya koefesien korelasi adalah sebagai
berikut:
0,80 sampai dengan 1,00 : Sangat tinggi
0,60 samapai dengan 0,79 : Tinggi
0,40 sampai dengan 0,59 : Cukup
0,20 sampai dengan 0,39 : Rendah
0,00 sampai dengan 0, 19 : Sangat rendah
Nilai ryang diperoleh menggunakan rumus product moment dati Karl’s Pearson,
harus diuji keberartiannya. Uji keberartian nilai r dilakukan dengan menggunakan
statistik uji-t sebagai berikut:
Keterangan,
R = Koefisien korelasi (validitas)
n = Jumlah responden
t = Harga t hitung
Menurut Sudjana (1986:377), jika t-hitung > t-tabel maka item dianggap
berarti atau dalam hal ini soal tersebut dapat dikatakan valid. Dan sebaliknya
apabila. T-hitung<t-tabel maka butir item tersebut dianggap tidak valid. Dimana t
tabel, adalah nilai peluang distribusi t dengan taraf signifikansi 1-
α
dan dk= n-2.2. Reliabilitasi Tes
Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi
jawaban butir-butir pernyataan yang diberikan oleh responden. Adapun alat
analisisnya menggunakan metode rumus Alpa. Nilai reliabilitas dihitung dengan
menggunakan rumus Alpa sebagai berikut:
Keterangan t= −2
1− 2
(Sudjana, 1986:377)
r
11= [
−1
][
1
-
��2
Keterangan,
r11 = Reliabilitas instrument
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya item
Σαn2 =Jumlah varian butir
αt2 = Varian total
Dengan:
αn2
= Varians butir tiap item
n = Jumlah responden uji coba instrumen
(ΣX)2 = Kuadrat jumlah skor seluruh responden dari setiap item
ΣX2
= Jumlah kuadrat jawaban responden dari setiap item
Varians total dihitung dengan rumus:
Keterangan
αn2
= Varians butir tiap item
n = Jumlah responden uji coba instrument
(ΣY) 2 = Kuadrat jumlah skor seluruh responden dari setiap item
ΣY2
= Jumlah kuadrat jawaban responden
α
n2
=
�2−
(� )2
α
t 2=
�2−
Pedoman dari Sugiono (2000:109), pemberian interpretasi terhadap
reliabilitas (r1) pada umumnya patokan sebagai berikut: 1) reliabilitas (r1) uji
coba sama dengan atau lebih dari 0,70 berarti hasil coba tesnya memiliki
reliabilitas tinggi: 20 reliabilitas (r1) uji coba kurang dari 0,70 berarti hasil uji
coba tesnya memilki reliabilitas kurang (un-reliable)
Kriteria besarnya reliabilitas adalah sebagai berikut:
0,80 sampai dengan 1,00 : sangat tinggi
0,60 sampai dengan 0,79 : tinggi
0,40 sampai dengan 0,59 : cukup
0,20 sampai dengan 0,39 : rendah
0,00 sampai dengan 0,19 : tidak reliabel
Hasil uji reliabilitas untuk soal pilihan ganda, diperoleh 0,615.
Berdasarkan kriteria besarnya nilai reliabilitas, nilai tersebut adalah tinggi.
Sedangkan, untuk hasil uji reliabilitas untuk angket, diperoleh sebesar 0,802.
Berdasarkan kriteria besarnya nilai reliabilitas, nilai tersebut adalah sangat tinggi
3. Analisis Butir Soal
Yaitu bilangan yang menunjukan sukar dan mudahnya suatu soal.
Berdasarkan indeks kemudahan soal pilihan ganda dapat dihitung dengan rumus
(Arikunto, 2005:208):
P = �
Keterangan:
P = Indeks kemudahan soal
B = Banyaknya siswa yang menjawab saol dengan betul
Js = Jumlah peserta tes
Sedangkan untuk soal uraian terbatas dengan rumus: (Munaf,2001:20)
Keterangan
P = Indeks kemudahan soal
X = Skor rata-rata siswa pada satu nomor soal tertentu
Xmaks = Skor tertinggi yang telah ditetapkan untuk satu nomor soal tersebut
Kriteria indeks kemudahan soal adalah
Tabel 3.3
Klasifikasi Kemudahan Soal
P Klasifiaksi Soal
00,0 < 0,3
0,3 < P < 0,70
0,70 < P < 1,00
Sukar
Sedang
Mudah
Sumber (Arikunto, 2008:210)
Setelah dilakukan perhitungan untuk mengetahui tingkat kesukaran soal
Tabel 3.4 Indeks Kesukaran
No soal Banyaknya siswa benar
Indeks
kesukaran Kriteria
1 32 0.941 Mudah
2 30 0.882 Mudah
3 31 0.912 Mudah
4 7 0.206 Sukar
5 23 0.676 Sedang
6 31 0.912 Mudah
7 32 0.941 Mudah
8 26 0.765 Mudah
9 29 0.853 Mudah
10 30 0.882 Mudah
11 25 0.735 Mudah
12 23 0.676 Sedang
13 33 0.971 Mudah
14 22 0.647 Sedang
15 31 0.912 Mudah
16 30 0.882 Mudah
17 28 0.824 Mudah
18 31 0.912 Mudah
19 29 0.853 Mudah
20 32 0.941 Mudah
21 33 0.971 Mudah
22 32 0.941 Mudah
23 31 0.912 Mudah
24 21 0.618 Sedang
25 31 0.912 Mudah
26 30 0.882 Mudah
27 28 0.824 Mudah
28 32 0.941 Mudah
29 28 0.824 Mudah
Keterangan
G.Teknik Analisis data
Setelah penelitian diperoleh data. Data tersebut merupakan data mentah
yang harus diolah agar dapat memberikan gambaran nyata mengenai
permasalahan yang diteliti dan memberikan arah untuk mengkaji lebih lanjut.
Adapun untuk mengetahui peningkatan keterampilan kewarganegaraan siswa
tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat terdiri atas data pre-tes dan
post-test menggunakan skor gain yang dinormalisasi. Gain yang dinormalisasi dapat
dihitung dengan menggunakan rumus Gain skor ternormalisasi dengan rumusan
Meltzer (Dewi, 2004) sebagai berikut:
H. Pengolahan Data
Pengolahan data analisa data menggunakan uji Statistic Inferensial
Parametric sebagai berikut:
1. Menyeleksi Data
Menyeleksi data agar dapat diolah lebih lanjut, yaitu dengan memeriksa
jawaban responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Mudah
Sedang
Sukar
0.7 < IK < 1
0.3 < IK < 0.7
0 < IK < 0.3
Normalisasi Gain = − − −
2. Menentukan Bobot Nilai
Penentuan bobot nilai untuk setiap kemungkinan jawaban pada setiap item
variabel penelitian dengan menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan,
kemudian menentukan skornya.
3. Pemberian Koding
Untuk setiap jawaban pada angket selanjutnya skor tersebut dijumlahkan.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui kecenderungan jawaban responden secara
umum terhadap satiap variabel penelitian.
Rumus
keterangan
P = prosentase skor rata-rata yang dicari
X = skor rata-rata setiap variabel
Xid = skor rata-rata ideal setiap variabel
Selanjutnya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa berdasarkan
kriteria tingkat kemampuan oleh Arikunto (1990) seperti berikut : P =
Tabel 3.5
Tafsiran Prosentase Pemahaman
Tafsiran Prosentase Kriteria Kemampuan
81-100 Sangat baik
61-80 Baik
41-60 Cukup
21-40 Kurang
0-20 Sangat kurang
Menganalisis hasil penafsiran presentasi peningkatan pemahaman konsep
siswa secara keseluruhan dengan tafsiran pengikatan hasil belajar yang
dikemukakan oleh Koentjaraningrat (1990).
Tabel 3.6
Tafsiran Presentase Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Tafsiran Prosentase Tafsiran kualitatif
0 Tidak ada
1-25 Sebagian kecil
26-49 Hampir separuhnya
50 Separuhnya
51-75 Sebagian besar
76-99 Hampir seluruhnya
1000 Seluruhnya
4. Melakukan analisis secara deskriptif, untuk mengetahui kecenderungan data.
Dari anlisis ini dapat diketahui rata-rata median, standar deviasi, dan
varians data dari masing-masing variabel.
5. Pemeriksaan distribusi populasi data sampel
Pengujian distribusi populasi dari data sampel bertujuan untuk mengetahui
sebaran dari populasi data sampel yang diperoleh, apakah data sampel berasal
berpengaruh terhadap pemilihan uji statistik yang dipergunakan apakah prametik
atau nonparametrik. Dalam penelitian ini, data sampel yang diperoleh
diasumsikan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Oleh karena itu,
pengujian atas asumsi tersebut dilakukan denagn uji kecocokan atau lebih sebagai
kolmogorov-smirnov. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan
software statistic SPSS vers 19.0
6. Menghitung skor Gain ternormalisasi
Untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang peningaktan pemahaman
konsep dan keterampilan proses sains antara sebelumnya dan sesudah
pembelajaran, dilakukan berdasarkan petimbangan hasil perhitungan skor gain
yang dinormalisasi dengan rumus : (Gall, 2002)
Keterangan :
Spost = skor tes akhir
Spre = skor tes awal
Smaks = skor maksimum
Kriteria tingkat gain ternormalisasi adalah:
Tabel 3.7 Kriteria Tingkat Gain
Tingkat gain Kriteria
g > 0.7 Tinggi
0.3 < g < 0.7 Sedang
g < 0.3 Rendah
g=
� −�7. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji variansi data gain yang
dinormalisasi dua kelompok dengan rumus : (Sudjana, 1996)
Pada taraf signifiakansi α, variansi sampel dikatakan homogen jika: F (Ftab dengan
Ftabel = F1/2α, (v1, v2).
8. Uji kesamaan dua rata-rata (bebas) jika sebaran data berdistribusi normal dan
homogen, dilakukan menggunakan uji statistik paramentrik, yaitu uji-t (t-test)
satu pihak (pihak kanan). Tujuan dari uji hipotesis adalah untuk mencari gain
yang lebih besar antara peningkatan (gain) kelompok kontrol dengan kelompok
eksperimen. Rumus yang digunakan adalah uji-t. (Sudjana, 1996) F= �
2
�2 �
t =
��−�( 1�
�