i
RESPON PEMBERIAN SARI DAUN KELOR (Moringa oleivera) DAN JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum) TERHADAP MUTU
MINUMAN JELLY SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
Program Studi Teknologi Pangan
Oleh :
NINDI KURNIAWATI 201610220311153
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2021
ii
iii
iv
v
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Lumajang Jawa Timur pada tanggal 11 Juni 1996, anak kedua dari pasangan bapak Gimbang dan Kariati.
Alamat tinggal di Jl. Merpati Desa Sumberurang RT 22 RW 01 Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Penulis mengawali pendidikan dari SDN Sidomulyo 3 pada tahun 2003 - 2009. SMP AL- Munawwariyyah di Bululawang pada tahun 2009-2012. SMA AL- Munawwariyyah di Bululawang pada tahun 2012-2015. Penulis melanjutkan pendidikan strata 1 di Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2016.
vi
KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Respon Pemberian Sari Daun Kelor (Moringa oleivera) dan Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum) Terhadap Mutu Minuman Jelly”.
Karya Ilmiah ini diajukan sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan persyaratan dalam menempuh tingkat sarajana pada Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Penulisan karya ilmiah ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Ir. David Hermawan, MP, IPM selaku Dekan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Sri Winarsih, S.TP, MP selaku Kepala Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP selaku Dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan, memberikan arahan, serta saran untuk melakukan bimbingan dari awal penulisan tugas akhir ini hingga selesai.
4. Bapak Mochammad Wachid STP, MSc selaku Dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan, memberikan arahan, serta saran untuk melakukan bimbingan dari awal penulisan tugas akhir ini hingga selesai.
5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Teknologi Pangan yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat selama perkuliahan.
6. Kedua orang tua saya serta saudara yang memberikan dorongan semangat dan dukungan moral maupun spiritual.
vii
7. Pihak lain ( teman-teman ) yang berperan dalam penulisan tugas akhir yaitu Muhammad Rafie Septiawan ( Indah, Ima, Ardiana, Rizda, Ria, Addin, Alwi).
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dalam karya ilmiah ini agar dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.
Malang, 20 Maret 2021 Penulis
Nindi Kurniawati
viii
Nindi Kurniawati, 201610220311153. Respon Pemberian Sari Daun Kelor (Moringa oleivera) dan Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum) Terhadap Mutu Minuman Jelly. Dosen Pembimbing I: Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP dan Dosen Pembimbing II: Mochammad Wachid STP, MSc.
ABSTRAK
Minuman jelly merupakan produk yang terbuat dari bahan utama berupa hidrokoloid yang jika dicampur dengan air akan menghasilkan tekstur yang kenyal.
Hidrokoloid adalah suatu polimer yang larut dalam air, mampu membentuk koloid dan mengentalkan larutan atau membentuk gel dari larutan tersebut. Jenis hidrokoloid yang umum digunakan untuk pembuatan minuman jelly seperti agar – agar, karagenan, pectin, alginat, pati termodifikasi, dan gelatin. Komponen karagenan, agar-agar dan alginat merupakan produk olahan yang terbuat dari rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan sari daun kelor dan sari jahe emprit dalam pembuatan minuman jelly yang dapat menghasilkan karakteristik minuman jelly yang memenuhi standar.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun secara faktorial, dengan faktor pertama yaitu konsentrasi sari daun kelor (5%; 7,5%;
10%), dan faktor kedua yaitu konsentrasi sari jahe emprit (3%; 4%; 5%). Parameter mutu minuman jelly yang diuji adalah kadar air, kadar abu, antioksidan, total fenol, pH, organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara sari daun kelor dan sari jahe emprit terhadap kadar air minuman jelly dengan rerata 80,52-85,31%.
Penngunaan konsentrasi sari daun kelor yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar abu dengan rerata 0,15-0,23%, antioksidan 21,09-37,91%, total fenol 0,04- 0,05%, pH 7,08-7,41, yaitu skor rasa 3,20-3,64%, warna 3,20-3,51%. Perbedaan konsentrasi sari jahe emprit berpengaruh nyata terhadap kadar abu 0,16-0,21%, total fenol 0,04-0,05%, pH 7,19-7,31. Minuman jelly perlakuan terbaik didapat dari perlakuan R2P1 (sari daun kelor 7,5% dan sari jahe emprit 3%) dengan kadar air 85,31%, kadar abu 0,15%, aktivitas antioksidan 29,89%, total fenol 0,040, nilai pH 7,30, skor rasa 3 (cukup enak), skor warna 4 (menarik), skor kesukaan 4 (suka).
Kata kunci : minuman jelly, jelly drink, daun kelor, jahe emprit
ix
ABSTRACT
Jelly drink is a product made from the main ingredient in the form of hydrocolloid which when mixed with water will produce a chewy texture.
Hydrocolloid is a polymer that is soluble in water, capable of forming colloids and thickening the solution or forming a gel from the solution. Types of hydrocolloids commonly used for the manufacture of jelly drinks such as agar, carrageenan, pectin, alginate, modified starch, and gelatin. The components of carrageenan, agar and alginate are processed products made from seaweed. The purpose of this study was to determine the use of Moringa leaf extract and emprit ginger extract in the manufacture of jelly drinks that can produce jelly drink characteristics that meet the standards.
This study used a randomized block design (RAK) arranged in a factorial manner, with the first factor being the concentration of Moringa leaf extract (5%;
7.5%; 10%), and the second factor being the concentration of emprit ginger extract (3%; 4%; 5 %). The jelly drink quality parameters tested were water content, ash content, antioxidant, total phenol, pH, organoleptic.
The results showed that there was an interaction between Moringa leaf extract and emprit ginger extract on the water content of jelly drinks with an average of 80.52-85.31%. The use of different concentrations of Moringa leaf extract significantly affected the ash content with an average of 0.15-0.23%, antioxidants 21.09-37.91%, total phenol 0.04-0.05%, pH 7.08-7 ,41, namely taste score 3,20- 3,64%, color 3,20-3,51%. The difference in the concentration of emprit ginger extract significantly affected the ash content of 0.16-0.21%, total phenol 0.04-0.05%, pH 7.19-7.31. The best jelly drink was obtained from the R2P1 treatment (7.5% Moringa leaf extract and 3% emprit ginger extract) with 85.31% water content, 0.15% ash content, 29.89% antioxidant activity, 0.040 total phenol value. pH 7.30, taste score 3 (pretty good), color score 4 (interesting), preference score 4 (like).
Keywords: jelly drink, jelly drink, Moringa leaves, emprit ginger
x DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
RIWAYAT HIDUP ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
I.PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan ... 2
1.3 Hipotesis ... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1 Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Manfaatnya ... 4
2.2 Jahe Emprit dan Kandungannya ... 6
2.3 Bahan Pengental : Karagenan dan Jenisnya ... 10
2.4 Minuman Jelly dan Standar SNI nya ... 11
III. METODE PENELITIAN ... 15
3.1. Waktu dan Tempat ... 15
3.2. Alat dan Bahan ... 15
3.2.1.Alat………..……….15
3.2.2.Bahan ... 15
3.4 Pelaksanaan Penelitian ... 17
3.4.1.Pembuatan Sari Daun Kelor ... 17
xi
3.4.2.Pembuatan Sari Jahe Emprit ... 18
3.4.3Pembuatan Minuman Jelly ... 19
3.4.4Prosedur Analisis Parameter... 20
3.5 Prosedur Analisa Parameter Penentian ... 20
3.5.1Analisa Kadar Air… ... 20
3.5.2Analisa kadar Abu… ... 20
3.5.3Uji Aktivitas Antioksidan ... 20
3.5.4Uji Nilai pH……… ... 21
3.5.5Uji Total Fenol………… ... 21
3.5.6Uji Organoleptik….. ... 23
3.6 Analisis Data ... 23
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 24
4.1 Analisis Sifat Kimia Minuman Jelly ... 24
4.1.1 Kadar Air ... 24
4.1.2 Kadar Abu……… ... 25
4.1.3 Aktivitas Antioksidan ... 27
4.1.4 Nilai pH………. ... 29
4.1.5 Total Fenol……… ... 31
4.2 Analisa Organoleptik Minuman Jelly ... 33
4.2.1 Organoleptik Skor Rasa ... 33
4.2.2 Organoleptik Skor Warna ... 35
4.2.3 Organoleptik Kesukaan ... 38
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 41
5.1 Kesimpulan ... 41
5.2 Saran ... 41
xii
DAFTAR PUSTAKA ... 42 LAMPIRAN ... 50
xiii
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1. Komposisi Kimia Jahe per 100 gram ... 9
2. Komponen Volatil dan Non-volatil Jahe ... 10
3. Syarat Mutu Minuman Jelly ... 14
4. Kombinasi Perlakuan ... 16
5. Skor Organoleptik ... 23
6. Rerata Kadar Air Minuman Jelly. ... 24
7. Rerata Kadar Abu Minuman Jelly... 25
8. Rerata Kadar Abu Minuman Jelly... 26
9. Rerata Antioksidan Minuman Jelly. ... 27
10. Rerata Nilai pH Minuman Jelly. ... 29
11. Rerata Nilai pH Minuman Jelly. ... 30
12. Rerata Total Fenol Minuman Jelly. ... 31
13. Rerata Total Fenol Minuman Jelly. ... 32
14. Rerata Organoleptik Rasa Minuman Jelly. ... 33
15. Rerata Organoleptik Warna Minuman Jelly. ... 36 Teks
xiv
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
1. Daun Kelor ... 5
2. Jahe Emprit... 7
3. Diagram alir pembuatan sari daun kelor yang telah dimodifikasi ... 17
4. Diagram alir pembuatan air jahe yang telah dimodifikasi ... 18
5. Diagram alir pembuatan minuman jelly yang telah dimodifikasi ... 19
6. Histogram Rerata Antioksidan Minuman Jelly. ... 28
7. Histogram Rerata Uji Organoleptik Rasa Minuman Jelly ... 34
8. Histogram Rerata Uji Organoleptik Skor Warna Minuman Jelly ... 37
9. Histogram Rerata Uji Organoleptik Skor Kesukaan Minuman Jelly ... 38
10. Histogram Rerata Uji Organoleptik Skor Kesukaan Minuman Jelly ... 39
11. Hasil pembuatan sari daun kelor ... 53
12. Daun kelor ... 53
13. Hasil pembuatan sari jahe emprit ... 53
14. Jahe Emprit... 53
15. Gula pasir ... 54
16. Sari daun kelor ... 54
17. Minuman jelly daun kelor ... 54.
Teks
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Halaman
Lampiran 1. Analisis Ragam Kadar Air ... 50
Lampiran 2. Analisis Ragam Kadar Abu ... 50
Lampiran 3. Analisis Ragam Nilai Antioksidan ... 50
Lampiran 4. Analisis Ragam Nilai pH ... 51
Lampiran 5. Analisis Ragam Total Fenol ... 51
Lampiran 6. Analisis Ragam Organoleptik Rasa ... 51
Lampiran 7. Analisis Ragam Organoleptik Warna ... 52
Lampiran 8. Analisis Ragam Organoleptik Kesukaan ... 52
Lampiran 9. Analisis De Garmo ... 52
Lampiran 10. Pembuatan Sari Daun Kelor ... 53
Lampiran 11. Pembuatan Sari Jahe Emprit ... 53
Lampiran 12. Bahan Pembuatan Minuman Jelly ... 54 Teks
xvi
DAFTAR PUSTAKA
Agung A. 2016. Perbedaan Kadar Glukosa Serum Dan Plasma Natrium Fluorida Dengan Penundaan Pemeriksaan. Tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.
Andarwulan N, Feri K dan Dian H. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat : Jakarta Andriani D. 2008. Formulasi Sari Buah Jeruk Pontianak (Cytrus nobilis ver.
microcarpa) dengan Aplikasi Metode Lye Feeling sebagai Upaya Penghilang Rasa Pahit pada Sari Buah Jeruk. Skripsi, IPB, Bogor.
Aminah S, Ramdhan T dan Yanis M. 2015. Kandungan Nutrisi Dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa Oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan.
AK & Prasetyowati H. 2012. Daya Larvasida Ekstrak Biji Srikaya (Annona squamosa) dengan Rentang Waktu Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Larva Culex quinquefasciatus. Universitas Jendral Soedirman.
AOAC. 2005. Official methods of analysis of the Association of Analytical Chemist.
Virginia USA : Association of Official Analytical Chemist, Inc.
Arlin K, Enny S dan Moh S. 2017 “Studi Pembuatan Permen Jelly Dengan Variasi Konsentrasi Sari Kulit Buah Naga, (Hylocereus Costaricencis), dan Ekstrak Angkak”, atau Study Of Jelly Candy Processing With Variation Of Concentration Of Dragon Skin Fruit, Hylocereus Costaricencis And Angkak Extract. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian “AGRIKA”.
Cahyadi W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara : Jakarta.
Campo V.L, Kawano D.F, Da Siva J.R, DB. Carvalho 2009. Carageenant: Biological Properties, Chemical Modification and Stuctural Analysis – A Review Carbohyd.
Chumark P.P, Khunawat Y, Sanvarinda S, Phornchirasilp N.P, Morales L, Phivthong- ngam P, Ratanachamnong S, Srisawat dan KS. Pongrapeeporn. 2008. The in vitro and ex vivo antioxidant properties, hypolipidaemic and antiatherosclerotic activities of water extract of Moringa oleifera Lam.
leaves. J. Ethnopharm.
Diantoro A, Rohman M, Budiarti R dan Palupi HT. 2015. Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleiera L.) Terhadap Kualitas Yoghurt. Jurnal Teknologi Pangan.
Diakses dari http:// jurnal.yudharta.ac.id/category/jurnal-teknologipangan/.
Evivie S, Ebabhamiegebho P, Imaren J dan Igene J. 2015. Evaluating The Organoleptic Properties of Soy Meatballs (BEEF) with Varying Level of (Moringa Oleifera) Leaves Powder. Journal Application Science
xvii
Environment Management (JASEM), 649–656. Diakses dari www.bioline.
org/br/ja.
Fahey J.W. 2005. Moringa oleifera: A review of the medical evidence for its nutritional, therapeutic, and prophylactic properties.
Fathonah W, Wijaya T dan Ronny H. 2011. Pengaruh Penambahan Gula Dan Karagenan Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoletik Soft Candy Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Jurnal Agroindustry.
Febriyanti Lenny Y dan Joni K. 2015. “Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Pisang Terhadap Pertumbuhan Bakteri Lactobacillus casei Pada Es Krim Probiotik”. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.
Ferizal S. 2005. Formulasi Jelly Drink dari Campuran Sari Buah dan Sari Sayuran.
[Skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Fitri A.T, Toharmat D.A, Astuti dan Tamura H. 2008. The potential use of secondary metabolites in moringa oleifera as an antioxidant source. Media Peternakan.
Bogor.
Ghasemzadeh A, Jaafar H.Z dan Rahmat A. 2010. Antioxidant activities, total phenolics and flavonoids content in two varieties of malaysia young ginger (Zingiber officinale Roscoe). https://doi.org/10.3390/ molecules15064324.
Gunawan I. 2018. ‘Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam terhadap Pertumbuhan Bakteri (Streptococcus pyogenes) dan (Klebsiella pneumonia).
Hapsoh dan Hasanah Y. 2010. Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. USU Press:
Medan
Harborne J.B. 2006. Metode Fitokimia: Penentuan Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, terjemahan K. Padmawinata. ITB : Bandung.
Haryadi N.K. 2011. Kelor Herbal Multikhasiat. Penerbit Delta Media: Solo.
Herlina R, Murhananto J, Endah T, Listyarinidan S.T, Pribadi. 2006. Khasiat Manfaat Jahe Merah Si Rimpang Ajaib. Agro Media Pustaka : Jakarta.
Husnul T dan Ahmadi. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara : Jakarta Ibrahim A.M, Yunianta, Sriherfyna, F.H. 2014. Pengaruh Suhu Dan Lama Waktu
Ekstraksi Terhadap Sifat Kimia dan Fisik Pada Pembuatan Minuman Sari Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Dengan Kombinasi Penambahan Madu Sebagai Pemanis. Jurnal Pangan dan Agroindustri.
Ilona A.D dan Rita I. 2015. Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kelor Dan Waktu Inkubasi Terhadap Sifat Organoleptik Yoghurt. Jurnal Tata Boga.
xviii
Kasolo J.N, Bimeya G.S, Ojok L, Ochieng J dan Okwal okeng J.W. 2010.
Phytochemicals and uses of Moringa oleifera leaves in Ugandan Rural Communities Josephine. J. Med. Plants Res.
Kholis N dan Hadi F. 2010. Pengujian Bioassay Biskuit Balita Yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa Oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian. Diakses dari http:// jtp.ub.ac.id.
Krisnadi S. 2012. Cincau Cara Pembuatan dan Variasi Olahannya. Agromedia Pustaka. Tangerang.
Kumalaningsih S. 2006. Antioksidan Alami. Trubus Agrisarana. Surabaya
Kusumaningati R.W. 2009. Analisa Kandungan Fenol Total Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Secara Invitro. Fakultas Kedokteran UI. Jakarta
Kurtys O.C, Acevedo F, Pedreschi J, Enrions F, Osorio dan JM. Aquilera. 2011.
Food hydrocolloid edible films and coating. htpp//intrawww.ing.puc.d/.
Diakses pada 03 Juni 2015.
Lestari A. 2019. Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Rimpang Jahe
Madukwe E, Ugwuoke A dan Ezeugwu J. (2013). Effectiveness Of Dry Moringa Oleifera Leave Powder In Treatment Of Anemia. Academic Journals.
Diakses dari www. academicjournals.org/.
Magat S.S, Raquepo M.C dan Pabustan C.D. 2009. ‘Mineral Macro-Nutrients, Micro-Nutrients and Other Elements in Leaves of Malunggay Plant (Moringa Oleifera) Sampled in Some Locations in The Phlilippines’, Technology-Advisory.
Moyo B. 2012. Antimicrobial activities of Moringa oleifera Lam leaf extracts.
African Journal of Biotechnology.
Muhlisah F. 2005. Tanaman Obat Keluarga. Penebar Swadaya : Jakarta.
Mulyani N. 2019. Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstraks Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Sebagia Antiseptic Pada Sabun Mandi Cair (Boody Foam). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Panca Budi : Medan.
Munte L, Runtuwene MR dan Citraningtyas G. 2015. Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Daun Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.), PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi.
Necas J dan Bartosikova L. 2013. ‘Carrageenan : a review, Veterinarni Medicina.
Palada M.C dan Chang L. C. 2003. Suggested Cultural Practices for Vegetable Amaranth. Vegetable Reseach and Development Center.
xix
Prasetyowati D.A, Widiowati E, Nursiwi A. 2014. Pengaruh penambahan gum arab terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris fruit leatther nanas (Ananas comosus L.Merr) dan wortel (Daucus carota). Jurnal Teknologi Pertanian.
Putri IS. 2011. Pengaruh penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap aktivitas antioksidan, total fenol dan karakteristik sensoris pada telur asin. Universitas Sebelas Maret.
Rahayu WP. 2001. Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian. Bogor : Bogor.
Ravindran P.N dan Babu K.N. 2005. (Ginger The Genus Zingiber) CRC Press : New York.
Rika S, Marwita SP, Azwin A. 2013. Optimasi Berunok ( Acaudina molpadioises) Sebagai Minuman Fungsional Jelly Drink. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji- Tanjungpinang.
Rizkayanti,Anang Wahid M, Diah dan Minarni R. 2017. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Air Dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera LAM) Pendidikan kimia FKIP Universitas Tadulako Palu Indonesia.
Rohyami Y. 2008. Penentuan Kandungan Flavonoid dari Ekstrak Metanol Daging Buah Mahkota Dewa.. Jurnal Logika.
Roloff AH. Weisgerber U, Lang B. Stimm. 2009.” (Moringa oleifera)”.
Rosyidah A.Z dan Rita I. 2015. Studi tentang tingkat kesukaan responden terhadap penganekaragaman lauk pauk dari daun kelor (Moringa oleivera). Jurnal Tata Boga.
Sandrasari D.A. 2008. Kapasitas antioksidan dan hubungan nilai total fenol ekstrak sayuran Indigenous. (Tesis). Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Santoso JS, Gunji Y, Yoashie-Strak dan T Suzuki. 2006. Mineral content of Indonesian seaweed and mineral solubility affected by basic cooking. Food Science and Techolgy Research.
Saputra P.I. 2007. Sifat Kimia dan Viskositas Minuman Jelly Berbahan Baku Yogurt Probiotik Selama Penyimpanan. Skripsi S-1. Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Bogor.
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11138.
Saputra M.W dan Abdi C.R. Khair. 2015. Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok (Musa acuminate L.) sebagai karbon aktif untuk pengolahan air sumur kota Banjarbaru : Fe dan Mn. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan.
Simbolan J.M, Simbolan M dan KatharinaN. 2007. Cegah Malnutrisi dengan Kelor.
Kanisius : Yogyakarta.
xx
Sreelatha S dan Padma P.R. 2009. Antioxidant Activity And Total Phenolic Of Moringa Oleifera Leaves In Two Stage Of Maturity. Plant Foods Hum Nutr.
Srikanth M, Srikumari D.V dan Madhavi D.K. 2014. Effectiveness Of Muscle Energy Technique On Pain & Cervical Range Of Motion In Patients With Myofascial Pain In Upper Trapezius‟, Effectiveness Of Muscle Energy Technique On Pain & Cervical Range Of Motion In Patients With Myofascial Pain In Upper Trapezius.
Standar Nasional Indonesia 01-3552-1994. Syarat Mutu Jelly : Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Standar Nasional Indonesia 06-6989.11-2004. Air dan air limbah – Bagian 11 : Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta: Dewan Standarisasi Indonesia.
Soma PL. 2009. Solid Wastes of Fruits Peels As Source of Low Cost Broad Spectrum Natural Antimicrobial Compounds- Furanone, Furfural and Benezenetriol.
Institute Of Technology, Biotechnology Department, Hyderabad, India.
International Journal of Research in Engineering and Technology.
Srinivasan K. 2017. Ginger rhizomes (Zingiber officinale): A spice with multiple health beneficial potentials. Pharma Nutrition. https://doi.org/ 10.1016/
j.phanu.2017.01.001.
Tautua A, Raghuwanshi A, John J, Aravindakumar CT, Bamidele Martin W, Diepreye ERE dan Bhasin PS. 2014. Optimization of a Uv-Vis Spectrometric Method for Caffeine Analysis in Tea, Coffee and Other Beverages. Food Chemistry.
Thangaraj P. 2016. pharmalogical assays of plant-based natural products springer international publishing Switzerland.
Toripah S.S, Jemmy A, dan Frenly W. 2014. Aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera Lam.). Jurnal Ilmiah Farmasi. Manado.
Wardhani N. 2011. Pembuatan Jelly drink Tomat.
http://kreasiumbiku.blogspot.com/2011/08/pembuatan-jelly-drinktomat.html.
Windono T dan Sutarjadi. 2008. Penyebaran dalam Aneka Jenis Bahan Alami serta Profil Struktur Kimia Senyawa Anti fungi terhadap (Candida albicans dan Trichophytonmentagrophytes, Artocarpu).
Winarno FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta
Winarno FG. 2008. Ilmu Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
xxi
Winarsi H. 2007. Antioksidan alami dan radikal bebas potensi dan aplikasinya dalam kesehatan. Kanisius : Yogyakarta.
Wulandari S, Kadekoh L dan Alam N. 2018. Sifat Fisik Kimia dan Organoleptik Jelly pada Berbagai Rasio Gula Pasir Daging Buah Naga (Hylocereus polyhizus Britt and Rose). E-J Agrotekbis.
Yameogo WC, Bengaly DM, Savadogo A, Nikièma PA, Traoré SA. 2011.
Determination of Chemical Composition and Nutritional values of Moringa oleifera Leaves. Pakistan Journal of Nutrition.
Yowandita R. 2018. Pembuatan Jelly Drink Nanas (Ananas comosus L) Kajian Tingkat Kematangan Buah Nanas dan Konsentrasi Penambahan Karagenan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik. Fakultas Tekonologi Pangan, Universitas Brawijaya Malang.
Zakaria, Thamrin A, Lestari RS dan Hartono R. 2016. Pemanfaatan Tepung Kelor (Moringa oleifera) dalam Formulasi Pembuatan Makanan Tambahan untuk Balita Gizi Kurang. Media Gizi Pangan. Diakses dari https://jurnalmediagizipangan.fi les.wordpress. com.
Zega Y. 2010. Pengembangan Produk Jelly Drink Berbasis Teh (Camelia sinensis) dan Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Pangan Fungsional. IPB : Bogor.
xxii