• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP MICROSOFT DYNAMICS NAVISION UNTUK MODUL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP MICROSOFT DYNAMICS NAVISION UNTUK MODUL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP

MICROSOFT DYNAMICS NAVISION

UNTUK MODUL SUPPLY CHAIN

MANAGEMENT

Eriyanto Vetanusi, Lindawati, Veronika, Noerlina N

Bina Nusantara University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Jakarta Barat 11530, +62 21 53696969, Jurusan Sistem Informasi

[email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

Abstract

The implementation of ERP system by using Microsoft Dynamics Navision and Point of Sales (POS) application is applied at the supermarket located in Kotamobagu, North Sulawesi. ERP module, Supply Chain Management (SCM), is used for improving performance and simplify sale business processes and inventory system. In addition, this paper is aimed at analyzing business processes and user requirements in implementing the system. Design methods consist of literature studies, interviews, and internship, also Microsoft implementation methodology as well. The analyses are carried out towards the user requirements of all related departments which will be documented as necessary requirements in the system development. The achieved results are that Microsoft Dynamics Navision system and Point of Sales (POS) can be used as a facility to lighten sales process and inventory. In the end, it is expected that the sales process becomes easier with the integration between Microsoft Dynamics Navision and Point of Sales (POS) so all the occurred transactions are recorded and stored in the system along with a structured system of goods inventory. (EV, L, V)

Keywords: ERP, Microsoft Dynamics Navision, Supply Chain Management (SCM)

Abstrak

Implementasi sistem ERP dengan mengaplikasikan Microsoft Dynamics Navision dan aplikasi Point of Sales (POS) dilakukan pada supermarket yang berlokasi di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Modul ERP, Supply Chain Management (SCM), diimplementasikan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kinerja dan memudahkan proses bisnis penjualan dan sistem inventori. Selain itu, penulisan ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap proses bisnis dan kebutuhan-kebutuhan user dalam mengimplementasikan sistem. Metode perancangan terdiri dari studi kepustakaan, wawancara, praktek kerja lapangan, serta metodologi implementasi Microsoft. Analisa dilakukan terhadap kebutuhan seluruh departemen terkait yang kemudian akan didokumentasikan sebagai kebutuhan yang diperlukan dalam pengembangan sistem. Hasil yang dicapai adalah sistem

Microsoft Dynamics Navision dan Point of Sales (POS) dapat digunakan sebagai sarana untuk

memudahkan proses penjualan dan inventori. Pada akhirnya, diharapkan proses penjualan menjadi lebih mudah dengan terintegrasinya Microsoft Dynamics Navision dan Point of Sales (POS) sehingga seluruh transaksi yang terjadi akan tercatat dan tersimpan oleh sistem, serta adanya sistem inventaris barang yang terstruktur. (EV, L, V)

(2)

PENDAHULUAN

Terdapat berbagai kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya, seperti kebutuhan akan suatu sistem yang terintegrasi dan sistematis yang dapat digunakan untuk mendapatkan, mengelola, serta menghasilkan informasi yang akurat dan real-time. Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan adanya suatu sistem yang disebut ERP (Enterprise Resource

Planning), yaitu suatu sistem yang dirancang untuk dapat mengintegrasikan seluruh area fungsional

dan proses bisnis di dalam perusahaan.

Terdapat berbagai kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya, seperti kebutuhan akan suatu sistem yang terintegrasi dan sistematis yang dapat digunakan untuk mendapatkan, mengelola, serta menghasilkan informasi yang akurat dan real-time. Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan adanya suatu sistem yang disebut ERP (Enterprise Resource

Planning). ERP merupakan sebuah perangkat lunak bisnis yang menyediakan prosedur standar,

mengintegrasikan proses dan pekerjaan yang terkait, dan menyebarkan informasi ke seluruh organisasi (Rhodes, Lok, Yang, & Xia, 2011). ERP mengumpulkan informasi dari keseluruhan fungsi di dalam perusahaan agar seluruh perusahaan menjadi memiliki cakupan yang lebih luas. (Yahia, 2010).

Berikut ini merupakan rumusan masalah dari penelitian yang dilakukan, antara lain: 1. Pencatatan barang secara manual yang rentan kesalahan

2. Pengecekan barang pada gudang masih manual

3. Proses penjualan masih manual mulai dari pencatatan barang sampai penerimaan

pembayaran

4. Sulitnya mengidenfitikasikan barang apa saja yang sudah habis pada display

5. Kesulitan untuk memberikan promo-promo barang ataupun menjual dalam bentuk parsel

6. Proses retur barang dari pelanggan tidak tercatat Tujuan dari penelitian ini, yaitu:

1. Menganalisa proses bisnis yang sedang berjalan dan user requirement.

2. Mengimplementasi Microsoft Dynamics Navision sesuai dengan user requirement.

3. Menerapkan proses bisnis yang sesuai dengan user requirement.

4. Membantu meningkatkan kinerja dari proses bisnis yang dilakukan, baik dalam proses bisnis pada kasir maupun proses bisnis pada gudang.

5. Mempercepat proses pencatatan dan pencarian data dalam perusahaan.

6. Meningkatkan kepuasan customer dengan mempercepat waktu tunggu setelah penerapan proses bisnis baru.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dan informasi, serta referensi-referensi yang dibutuhkan dalam penyusunan penilitian ini terdiri dari beberapa metode, antara lain yaitu studi pustaka, wawancara, praktek kerja lapangan, serta analisa dan observasi.

- Studi Pustaka

Studi pustaka yang dilakukan adalah untuk penyusunan landasan teori yang dibutuhkan di dalam penelitian yang menjadi acuan dan untuk menunjang penyusunan penelitian, yaitu mengenai teori umum dan teori khusus yang berhubungan dengan topik penelitian yang disusun.

- Wawancara

Wawancara dilakukan kepada pihak klien dan pihak pengembang yang terlibat langsung dalam kegiatan implementasi. Pada pihak klien ditanyakan mengenai apa saja kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Pada pihak pengembang ditanyakan mengenai bagaimana proses dan perkembangan yang terjadi dalam kegiatan implementasi tersebut.

- Praktek Kerja Lapangan

Terlibat langsung ke dalam proyek implementasi sistem ERP dengan berperan aktif dalam membantu pengerjaan proses implementasi. Dari hasil praktek kerja lapangan ini, maka dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses dan kendala apa saja yang terjadi pada saat melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan dalam pengerjaan proyek implementasi ini yaitu dengan menggunakan metodologi implementasi dari Microsoft, antara lain:

(3)

Gambar 1 Metodologi Implementasi Microsoft

Berikut ini merupakan kegiatan dari tahapan metodologi implementasi yang dilakukan, antara lain:

Kick-Off Meeting

Pada tahapan ini, dilakukan rapat awal untuk membahas beberapa hal, antara lain:

o Menentukan tim proyek dan sumber daya yang dibutuhkan

o Menentukan rencana kerja proyek dan ruang lingkup

o Menentukan tugas masing-masing anggota tim proyek

o Menentukan pengaturan software dan hardware

Analysis

Mendaftarkan semua kebutuhan sistem dari keseluruhan departemen dan

mendokumentasikan proses bisnis yang ingin dicapai secara detail. • Design & Mapping

Analisis kebutuhan yang mendalam untuk mengembangkan spesifikasi desain yang dibutuhkan. Proses desain akan dipetakan ke Microsoft Dynamics Navision standar untuk dilakukan identifikasi area yang perlu dimodifikasi, serta dilakukan pengujian aplikasi. • Key-User Training

Persiapan materi pelatihan. Pelatihan terhadap key-user dari setiap area aplikasi. Development

Termasuk semua konfigurasi, modifikasi, dan laporan pengembangan yang telah diajukan, dimana berdasarkan pada analisa kebutuhan, serta dilakukan pengujian aplikasi yang dikembangkan.

Conference Room Pilot

Pertemuan untuk mendemonstrasikan sistem kepada klien. • End-User Training

Melakukan pelatihan terhadap end-user aplikasi. Final System Set-Up

Melakukan uji coba sistem akhir. • Go-Live

Menerapkan dan mengoperasikan langsung aplikasi pada perusahaan klien.

Selain kegiatan diatas, terdapat beberapa kegiatan teknis yang diperlukan dalam proyek ini. Berikut ini merupakan kegiatan teknis dari tahapan metodologi implementasi yang dilakukan, antara lain:

Installation and Setup

Melakukan instalasi Microsoft Dynamics Navision dan POS di server dan di semua

(4)

Data Conversion

Klien akan mengkonversi data yang ada ke file excel atau file teks. Data akan diatur untuk dapat dipindahkan ke Microsoft Dynamics Navision. Klien akan menyiapkan data dan akan diunggah ke dalam sistem.

Final Data Conversion

Melakukan konversi data yang ada dan beginning balance yang dibutuhkan.

- Analisa dan Observasi

Melakukan analisa serta observasi terhadap proses yang berjalan di dalam perusahaan yang kemudian digambarkan dalam bentuk diagram flowchart dan diagram-diagram lainnya.

HASIL DAN BAHASAN

Berikut ini merupakan solusi-solusi dari masalah-masalah yang dihadapi berdasarkan hasil penelitian, antara lain:

(5)

5

Tabel 1 Masalah yang Dihadapi

No. Masalah Sebab Akibat Bagaimana seharusnya Rekomendasi Solusi

1. Pencatatan barang secara

manual yang rentan kesalahan

Tidak memiliki sistem

inventory

- Daftar barang dapat terjadi duplikasi atau tidak terdaftar

- Rentannya kesalahan pencatatan stok barang

- Jika barang hilang tidak jelas pertanggung jawabannya - Kesulitan pada saat melakukan perubahan harga barang

Pencatatan barang memiliki prosedur yang sistematis

- Mengimplementasi sistem

inventory

- Membuat prosedur pencatatan barang melalui sistem

2. Pengecekan barang pada

gudang masih manual

- Tidak memiliki prosedur

stock opname

- Tidak ada integrasi antara stok gudang dan

pengadaan barang

- Harus selalu mengecek barang apa yang harus dilakukan pengadaan - Dapat terjadi kesalahan pemesanan barang - Memiliki prosedur stock opname - Memiliki prosedur pengadaan barang melalui sistem - Mengimplementasi sistem

MRPdan stock opname

melalui sistem

3. Proses penjualan masih

manual mulai dari pencatatan barang sampai penerimaan pembayaran

- Tidak memiliki aplikasi

Point of Sales (POS)

- Dapat terjadi kesalahan penghitungan total belanja

- Dapat terjadi kesalahan pencatatan barang yang terjual

- Kecurangan pada penghitungan barang yang dapat merugikan perusahaan

- Manajer harus selalu ada di tempat untuk mengawasi kasir

- Memiliki aplikasi POS sebagai kasir dan sistem penjualan dan inventory

- Mengimplementasikan aplikasi POS dan sistem penjualan barang

(6)

6

No. Masalah Sebab Akibat Bagaimana seharusnya Rekomendasi Solusi

4. Sulitnya

mengidenfitikasikan barang apa saja yang sudah habis pada display

- Tidak memiliki sistem

transfer order

- Tidak memiliki sistem

inventory untuk stok pada display

- Stok pada display yang habis tidak dapat diidentifikasi

- Proses perpindahan barang dari gudang ke display sulit di verifikasi

- Memiliki prosedur transfer barang dan sistem untuk mengawasi stok yang akan habis pada display

- Mengimplementasi sistem transfer barang beserta

MRP-nya

5. Kesulitan untuk

memberikan promo-promo barang ataupun menjual dalam bentuk parsel

- Tidak memiliki sistem promo

- Tidak memiliki sistem

assembly untuk parsel

- Tidak dapat mengadakan promo-promo untuk barang tertentu

- Penjualan dalam bentuk parsel dapat mengakibatkan kekacauan pada inventaris barang

- Memiliki sistem promo - Memiliki sistem penjualan parsel

- Mengimplementasikan sistem promo yang terintegrasi dengan POS pada kasir

- Mengimplementasi sistem penjualan parsel yang terintegrasi dengan inventaris barang

6. Proses retur barang dari

pelanggan tidak tercatat

- Tidak memiliki sistem retur barang

- Kekacauan pada inventaris barang yang mengakibatkan kebingungan pada saat penghitungan aset

- Memiliki prosedur

retur barang yang

sistematis

- Mengimplementasikan

sistem retur barang yang terintegrasi dengan sistem inventaris barang

(7)

Solusi-solusi yang menjadi hasil dari penelitian telah dibuat berdasarkan dengan masalah yang dihadapi. Dengan adanya solusi-solusi di atas, maka menjadi jawaban atas masalah-masalah yang ada.

Berikut ini merupakan hasil analisa proses bisnis yang diterapkan untuk memenuhi solusi-solusi yang diajukan, antara lain:

- Proses Transfer Order

(8)

- Proses Stock Opname

Gambar 3 Activity Diagram Stock Opname

- Proses Sales dengan menggunakan POS

(9)

- Proses Sales dengan menggunakan Microsoft Dynamics Navision

(10)

- Proses Retur Item

Gambar 6 Activity Diagram Retur Item

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan mengenai kegiatan implementasi sistem ERP Microsoft Dynamics Navision dengan modul

Supply Chain Management (SCM) pada yaitu:

1. Pencatatan barang dengan menggunakan sistem pada page Item, menjadi lebih mudah untuk dikelola sehingga dapat menghindari terjadinya duplikasi pencatatan barang maupun kesalahan dalam melakukan pencatatan stok barang.

2. Dengan menggunakan Physical Inventory Journal maka terdapat proses stock opname yang sistematis yaitu pengecekan barang dilakukan dengan mengecek barang secara manual pada barang yang terdapat pada display dan gudang kemudian di input secara langsung ke dalam sistem menggunakan Microsoft Dynamics Anywhere. Hal ini akan mempermudah bagian gudang untuk mengetahui stok barang apa saja yang hilang atau lebih sehingga dapat menyelaraskan kembali stok pada gudang dengan yang tercantum di dalam sistem.

3. Aplikasi Point of Sales (POS) yang terintegrasi dengan Microsoft Dynamics Navision memberikan solusi dalam masalah penjualan sehingga seluruh transaksi dan pembayaran yang terjadi dicatat oleh sistem. Selain itu, dengan Point of Sales (POS) membantu klien untuk mengetahui jumlah penerimaan pembayaran hasil penjualan yang dilakukan oleh masing-masing kasir dan mampu menghindari terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

4. Sistem Material Resource Planning (MRP) membantu untuk mengidentifikasi stok persediaan barang yang sudah habis pada display dan membuat Transfer Order secara otomatis untuk melakukan pengiriman barang ke display. Proses pengiriman barang dengan menggunakan

Transfer Order menggunakan Microsoft Dynamics Anywhere sehingga barang yang keluar dari

gudang pusat dan masuk ke display dapat dicatat secara langsung pada lokasi kejadian dengan perangkat mobile.

5. Dengan adanya sistem promo dapat meningkatkan daya beli konsumen. Promo yang diberikan dapat ditentukan dan dijalankan pada tanggal-tanggal tertentu sesuai dengan keinginan klien.

(11)

Sistem assembly memberikan solusi untuk penjualan dalam bentuk parsel, sehingga pencatatan

inventory barang yang digunakan untuk parsel dapat diidentifikasi dan dicatat oleh sistem.

6. Pencatatan proses retur barang menggunakan Sales Credit Memo membuat pencatatan barang yang diretur tercatat dan kembali masuk ke dalam inventori barang yang diretur sehingga dapat diketahui intensitas retur dari konsumen dan tidak mengacaukan stok yang tercatat pada sistem

Berdasarkan proyek implementasi Microsoft Dynamics Navision yang telah dilakukan terdapat beberapa saran yang dapat menjadi pertimbangan untuk mendukung implementasi dan pengembangan selanjutnya, antara lain:

1. Implementasi modul Financial Management untuk menjalankan fungsi akuntansi pada Microsoft

Dynamics Navision sehingga terdapat laporan keuangan yang dapat menjadi acuan untuk

pengembangan perusahaan.

2. Implementasi sistem Member untuk konsumen yang berminat. Dengan sistem Member dapat meningkatkan loyalitas konsumen dengan cara memberikan reward dan promo-promo tertentu.

REFERENSI

Rhodes, J., Lok, P., Yang, S., & Xia, Y. (2011). The effects of organizational intangible factors on successful enterprise resource planning systems implementation and organizational performance: A china experience. Asian Business & Management , 10 (2), 287-317.

Yahia, Z. M. (2010). Enterprise resource planning: Risk and benefit analysis. Business Strategy Series

, 11 (5), 308-324.

RIWAYAT PENULIS

Eriyanto Vetanusi lahir di kota Tanjung Pinang pada 10 Juli 1993. Penulis menamatkan

pendidikan S1 di Bina Nusantara University dalam bidang Ilmu Komputer pada tahun 2015. Saat ini bekerja sebagai konsultan di PT. Megatama Inti Solusi.

Lindawati lahir di kota Jakarta pada 25 Oktober 1994. Penulis menamatkan pendidikan S1

di Bina Nusantara University dalam bidang Ilmu Komputer pada tahun 2015. Saat ini bekerja sebagai konsultan di PT. Megatama Inti Solusi.

Veronika lahir di kota Jakarta pada 08 April 1993. Penulis menamatkan pendidikan S1 di

Bina Nusantara University dalam bidang Ilmu Komputer pada tahun 2015. Saat ini bekerja sebagai konsultan di PT. Megatama Inti Solusi.

Gambar

Gambar 1  Metodologi Implementasi Microsoft
Tabel 1 Masalah yang Dihadapi
Gambar 2 Activity Diagram Transfer Order
Gambar 3 Activity Diagram Stock Opname
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian yang dilakukan (Burhanudin, 2017) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality pada Mata Pelajaran Dasar Elektronika di SMK Hamong

Jadi Pengunaan teknik pembelajaran Ask The Winner dan metode diskusi sangatlah tepat digunakan dalam meningkatkan kemampuan bertanya peserta didik karena teknik

Dan kebanyakan pelajar yang telah mengambil matapelajaran berkaitan pembangunan aplikasi multimedia dan web pula mengalami masalah dalam memilih kombinasi yang bersesuaian..

Mujiyati .... 251 Prosiding Seminar Nasional Prodi Pendidikan Guru SD dan Prodi Bimbingan Konseling FKIP Universitas Ahmad Dahlan , “Optimalisasi Active Learning dan

Berbeda pula menurut Connell (1972 : 68-69) yang menyimpulkan bahwa masyarakat adalah (1) suatu kelompok yang berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai kelompok yang

peluatrg, yaitu : keterampilan pengrajin perak yang dimiliki sudah tirrun temurun, dan permintaan yang tinggi terhadap industri kerajinan perak Koto gadang, baik

The English learner's lack of understanding of foreign cultures, let's say the western culture represented by American and British culture often causes non-native

mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak. mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan