• Tidak ada hasil yang ditemukan

Birokrasi di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Birokrasi di Indonesia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Birokrasi di Indonesia

Tata Kelola dan Dinamikanya Helen Dian Fridayani S.IP., M.IP

(2)

Birokrasi

1. Disebut dengan ASN ( Aparatur Sipil Negara ). ASN terdiri dari PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) dan PPPK ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja )

2. Diatur dalam UU no 5 Tahun 2014

3. PP 17 tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS

4. PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS

5. Paradigma birokrasi di Indonesia : Dikotomi, namun posisi Birokrasi di Indonesia adalah bawahan Politik 6. Tata Kelola Birokrasi : New Public Management

(3)

“Pegawai Negeri Sipil adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang

ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau

diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku”.

APA ITU PNS

PNS ADALAH...

(4)

PPPK

ADALAH...

“Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang

selanjutnya disingkat PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat

berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan”.

Kedudukan hukum PPPK sebagai ASN diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 dan turunannya pada PP 11 Tahun 2017, PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan

Peraturan Badan Kepegawaian Negara tentang Petunjuk

Teknis Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian

Kerja.

(5)

PNS DULU

1. Pegawai Negeri Sipil

2. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

3. Anggota Tentara Nasional Indonesia

PNS SEKARANG

ASN (PNS & PPK)

Jenis Pegawai Negeri Sipil

1. Jabatan Administrasi Aparatur Sipil Negara

2. Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil 3. Jabatan Fungsional Aparatur Sipil

Negara

4. Jabatan Pimpinan Tinggi Aparatur Sipil Negara

Jenis Pegawai Negeri Sipil

1. Jabatan Administrasi (termasuk Jabatan Pelaksana);

2. Jabatan Fungsional, dan;

3. Jabatan Pimpinan Tinggi.

(6)

Pegawai Negeri Sipil dan politik praktis

Pada masa Orde Baru, Pegawai Negeri Sipil dipolitisasi dengan cara monoloyalitas terhadap Golkar, yang menjadikan Pegawai Negeri Sipil dari sebagai abdi masyarakat menjadi abdi penguasa. Secara formal pegawai negeri memang tidak dipaksa menjadi anggota dan memilih Golkar dalam pemilihan umum, namun pada kenyataannya mereka dimobilisasi untuk memenangkan Golkar. Kebijakan monoloyalitas pegawai negeri kepada pemerintah dalam praktiknya diselewengkan menjadi loyalitas tunggal kepada Golkar.

Setelah adanya Reformasi 1998, terjadi perubahan paradigma kepemerintahan. Pegawai Negeri Sipil yang sebelumnya dikenal sebagai alat kekuasaan pemerintah, kini diharapkan menjadi unsur aparatur negara yang profesional dan netral dari pengaruh semua golongan dari partai politik (misalnya menggunakan fasilitas negara untuk golongan tertentu) serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk menjamin netralitas tersebut, pegawai negeri dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik.

Pegawai Negeri Sipil memiliki hak memilih dalam Pemilu, sedangkan anggota TNI maupun Polri, tidak memiliki hak memilih atau dipilih dalam Pemilu.

(7)

Dalam era Reformasi ini, larangan PNS Berpolitik dipertegas dalam pasal

255Peraturan PemerintahRepublik Indonesia No. 11 Tahun 2017

Tentang Manajemen PNS

1) PNS dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

2) PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik wajib mengundurkan diri secara tertulis.

3) PNS yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberhentikan dengan hormat sebagai PNS terhitung mulai akhir bulan pengunduran diri PNS yang bersangkutan.

4) PNS yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS.

5) PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terhitung mulai akhir bulan PNS yang bersangkutan menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

(8)

Manajemen PNS

Manajemen PNS meliputi:

a. penyusunan dan penetapan kebutuhan;

b. pengadaan;

c. pangkat dan Jabatan;

d. pengembangan karier;

e. pola karier;

f. promosi;

g. mutasi;

h. penilaian kinerja;

i. penggajian dan tunjangan;

j. penghargaan;

k. disiplin;

l. pemberhentian;

m. jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan n. perlindungan.

Dalam rangka penyelenggaraan Manajemen ASN yang berdasarkan Sistem Merit, maka diperlukan pengaturan Manajemen PNS. Pengaturan Manajemen PNS bertujuan untuk menghasilkan PNS yang

profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam rangka pelaksanaan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu.

Penyelenggaraan Manajemen PNS dilaksanakan oleh Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi

pembinaan ASN yang dapat mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada PPK.

(9)

Arti Penting manajemen

PNS

Dalam penyelenggaraan Manajemen PNS, Presiden atau PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS serta pembinaan Manajemen PNS di Instansi Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewenangan pembinaan Manajemen PNS dapat didelegasikan kepada PyB (Pejabat yang Berwenang) dalam pelaksanaan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam rangka menjamin efisiensi, efektivitas, dan akurasi pengambilan keputusan dalam Manajemen PNS

diperlukan sistem informasi pengembangan kompetensi, sistem informasi pelatihan, sistem informasi manajemen karier, dan sistem informasi manajemen pemberhentian dan pensiun, yang merupakan bagian yang terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN.

(10)

SISTEM MERIT

Merit merupakan penopang utama bagi terselenggaranya manajemen atau tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam segala aspek, termasuk pengangkatan jabatan dalam manajemen pegawai pemerintah.

Sistem merit adalah kebijakan dan mana- jemen ASN yang

berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam UU ASN Pasal 51 bahwa manajemen ASN diselenggarakan berdasa sistem merit. Prinsip sistem merit mensejajarkan aspek

kompetensi (competence), kualifikasi (qualification), prestasi kerja (performance), adil (fairness), dan terbuka (open). Dalam

pengangkatan jabatan merit seharusnya sebagai nilai yang dijunjung tinggi untuk mendapatkan profesionalitas ASN.

• proses seleksi dan promosi hanya dinilai lewat kemampuan

• informasi lowongan posisi dan promosi diberitahukan pada semua orang

• adanya pilihan untuk mengajukan banding ke HRD jika ada masalah dalam seleksi dan promosi

(11)
(12)

Kriteria Penilaian Penerapan Sistem Merit

1. Mempunyai rencana kebutuhan ASN untuk 5 tahun yang dirinci menurut jenis dan jenjang jabatan dan disusun berdasarkan Analisa Jabatan (disusun berdasarkan Anjab dan ABK), dengan

mempertimbangkan pegawai yang memasuki masa pensiun.

2. Melakukan rekrutmen pegawai secara terbuka dan kompetitif, baik dari jalur CPNS, PPPK, dan juga dari PNS yang berasal dari instansi lain.

3. Mempunyai kebijakan dan program pengembangan karier yang dimulai dengan pemetaan talenta, analisis kesenjangan kompetensi dan kesenjangan kinerja, strategi dan program untuk mengatasi kesenjangan, serta pembentukan talent pool dan rencana suksesi.

4. Menerapkan manajemen kinerja yang dimulai dengan penetapan target kinerja, evaluasi kinerja secara berkala dengan menggunakan metode yang obyektif, menganalisis kesenjangan kinerja, dan mempunyai strategi untuk mengatasinya.

(13)

Kriteria Penilaian Penerapan Sistem

Merit

5. Mengaitkan kebijakan penggajian, pemberian

penghargaan, dan promosi dengan kinerja dan disiplin.

6. Melaksanakan promosi, mutasi secara obyektif dan transparan didasarkan pada kesesuaian kualifikasi, kompetensi dan kinerja dengan memanfaatkan talent pool.

7. Memberi perlindungan agar pegawai dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberi pelayanan kepada publik.

8. Mempunyai sistem pendukung seperti sistem informasi kepegawaian yang terintegrasi, assessment center, dan aplikasi lainnya yang mendukung pelaksanaan

manajemen ASN.

(14)
(15)

Disiplin PNS

§ Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan

menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman

disiplin.

§ Penting, karena

§ Untuk mewujudkan PNS yang handal, professional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance), maka PNS sebagai unsur Aparatur Negara di tuntut untuk setia dan taat pada Pancasila,

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin, jujur, adil, transparan dan

akuntabel dalam melaksanakan tugas.

(16)

1. Untuk lebih terjaminnya ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PNS;

2. Mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS;

3. Meningkatkan kedisiplinan PNS;

4. Meningkatkan tanggung jawab PNS;

5. Mempercepat proses perubahan kearah peningkatan profesionalisme dalam bekerja;

TUJUAN

(17)

Contoh

1) Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (Lima) hari kerja, dikenakan hukuman disiplin Teguran Lisan;

2) Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6-10 hari kerja, dikenakan hukuman disiplin Teguran Tertulis;

3) Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11-15 hari kerja, dikenakan hukuman disiplin Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis;

4) Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16-20 hari

kerja, dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Gaji Berkala Selama 1 (Satu) Tahun;

5) Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21-25 hari kerja, dikenakan hukuman disiplin Penundaan Kenaikan Pangkat Selama 1 (Satu) Tahun;

(18)

PENTING

Berdasarkan pada PP 53/2010, terdapat 3 tingkat hukuman disiplin yaitu ringan, sedang berat. Untuk hukuman ringan hanya diberi teguran lisan, tertulis ataupun pernyataan tidak puas secara tertulis. Sedangkan untuk hukuman sedang dan berat yaitu:

•Sedang

o Penundaan kenaikan gaji kelama selama 1 tahun.

o Penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun.

o Penurunan pangkat yang setingkat lebih rendah selama 1 tahun.

•Berat

o Penurunan pangkat yang setingkat lebih rendah selama 3 tahun.

o Pemindahan selama penurunan jabatan yang setingkat lebih rendah.

o Pembebasan jabatan.

o Pemberhentian tidak hormat yang bukan atas keinginan

atau permintaan sendiri.

(19)

Pelanggaran Paling Banyak

Kamis (11/4/2019), Bapek (badan Pertimbangan Kepegawaian) bersama dengan Kementerian

Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Sekretaris Kabinet dan Kejaksaan Agung

mengadakan rapat.

Dalam rapat tersebut ada banyak pembahasan dan salah satunya adalah kasus disiplin PNS.

Setidaknya terdapat 23 kasus disiplin PNS yang sebagian besar berkaitan dengan tidak masuk kerja yang melampaui aturan dari jam kerja

instansi. Selain membolos, ada pula kasus seperti penyalahgunaan wewenang dan perbuatan

asusila.

(20)

Pelanggaran

Tidak hanya kasus membolos, setidaknya ada 990 kasus pelanggaran netralitas PNS sejak Januari 2018-Maret 2019.

Sebagian besar dilakukan PNS daerah lewat medsos. Misalnya memberikan dukungan secara langsung ke salah satu paslon tertentu.

(21)

Discussion

§ Berikan salah satu contoh dan analisa kasus atau masalah birokrasi di Indonesia!

§ Berikan salah satu contoh dan analisa keberhasilan atau penghargaan birokrasi di Indonesia!

Referensi

Dokumen terkait

JCI mencoba breakout Resistance 5.987, bila berhasil berpeluang melanjutkan penguatan dengan mencoba next Resistance 6.027 dan 6.050. Namun, bila JCI tidak berhasil breakout

0 artinya anda tidak suka dan 10 anda SANGAT SUKA dan angka diantaranya (2 – 8 atau 9) menunjukkan level seberapa tinggi anda bergairah dengan aktivitas itu. Pilih mana saja

Pendidikan jasmani dan olahraga pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik (jasmani) dan olahraga untuk menghasilkan perubahan yang lebih

tersebut belum diterapkan di laboratorium BPPTKG sehingga perlu dilakukan verifikasi.Verifikasi metode ini bertujuan untuk memastikan laboratorium BPPTKG dapat

Rapat anggota dilaksanakan setiap tahun sekali yang biasa disebut dengan RAT (Rapat Anggota Tahunan). RAT bertujuan melaporkan pertanggung jawaban pengurus kepada

KABUPATEN / KOTA ALKON JML KEGAGALAN TEMPAT PELAYANAN.

Disarankan kepada keluar- ga, sekolah dan pihak-pihak yang peduli dengan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia agar lebih memperhatikan remaja

Diceritakan  bahwa  Raja  Sungging  Perbangkara  tengah  pergi  berburu.  Di  tengah  hutan  Sang