Hal. 1 dari 103 hal. Putusan Nomor 149 - K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
PENGADILAN MILITER III-12 SURABAYA
P U T U S A N
Nomor 149 - K / PM.III-12 / AD / XII / 2020
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : Bambang Siswantono.
Pangkat / NRP : Peltu, 2910033410769.
Jabatan : Bati Bengrah 05-41-01.
Kesatuan : Paldam V/Brawijaya Tempat / tanggal lahir : Sidoarjo, 19 Juli 1969.
Jenis kelamin : Laki-laki.
Kewarganegaraan : Indonesia.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Asrama Bengrah 05-41-01 Paldam V/Brawijaya Jl. Hayam Wuruk No. 18 Surabaya.
Terdakwa ditahan oleh Kapaldam V/Brawijaya selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 16 September 2020 sampai dengan tanggal 05 Oktober 2020 berdasarkan Surat Keputusan Penahanan sementara dari Kapaldam V/Brawijaya selaku Ankum Nomor Kep/06/IX/2020 tanggal 16 September 2020 kemudian dibebaskan dari Tahanan pada tanggal 06 Oktober 2020 berdasarkan Keputusan Pembebasan tahanan dari Kapaldam V/Brawijaya selaku Ankum Nomor Kep/07/X/2020 tanggal 06 Oktober 2020.
PENGADILAN MILITER III-12 SURABAYA tersebut diatas:
Membaca : Berkas Perkara dari Pomdam V/Brawijaya Nomor BP-10 / A-10 / IX / 2020 tanggal 17 September 2020 atas Bambang Siswantono, Peltu NRP 2910033410769.
Hal. 2 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Pangdam V/Brawijaya Nomor Kep/317/X/2020 tanggal 21 Oktober 2020.
2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/219/K/AD/XI/2020 tanggal 18 Nopember 2020.
3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor Tapkim / 149-K / PM.III-12 / AD / XII / 2020 tanggal 3 Desember 2020 tentang Penunjukan Hakim.
4. Penunjukan Panitera Nomor Juktera / 149-K / PM.III-12 / AD / XII / 2020 tanggal 4 Desember 2020 tentang Panitera Pengganti.
5. Penetapan Hakim Ketua Nomor Tapsid / 149-K / PM.III-12 / AD / XII / 2020 tanggal 4 Desember 2020 tentang Penetapan Hari sidang
6. Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para saksi serta Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.
Mendengar: 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/219/K/AD/XI/2020 tanggal 18 Nopember 2020, didepan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.
2. Hal-hal yang diterangkan oleh para saksi dipersidangan dibawah sumpah.
Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa :
a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :
Kesatu :
Dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang
Hal. 3 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
membahayakan bagi nyawa yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan”
Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 311 ayat (1) jo ayat (3) Undang-UndangRI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dan Kedua :
“Penganiayaan”
Sebagaimana diatur dan diancam dengan Pidana yang tercantum dalam Pasal 351 ayat(1) KUHP.
b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi:
Pidana Penjara selama: 5 (Lima) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam penahanan sementara.
c. Menetapkan barang-barang bukti berupa yaitu:
1) Barang-barang.
a) 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza warna silver metalik Nopol W 1549 PC;
b) 1 (satu) lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Toyota Avanza warna Silver Nopol W 1549 PC;
c) 1 (satu) buah Surat Izin Mengemudi (SIM) A atas nama Bambang Siswantoro;
d) 1 (satu) buah kunci kontak mobil
Hal. 4 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Toyota Avanza type 1.5 S warna silver metalik Nopol W 1549 PC.
Dikembalikan kepada yang berhak yaitu Terdakwa.
e) 1 (satu) lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Yamaha Vixion warna merah Nopol L 5659 AS;
f) 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah Nopol L 5659 AS; dan
g) 1 (satu) buah kunci kontak sepeda motor Yamaha Vixion type 3C wama merah Nopol L 5659 AS.
Dikembalikan kepada yang berhak yaitu yaitu Sdr. Fajar Ali Wahyudi (Saksi-1) 2) Surat-surat :
a) 2 (satu) lembar foto kendaraan mobil Toyota Avanza warna silver Nopol W 1549 PC yang tampak pada bagian depan, belakang, samping kiri dan samping kanan;
b) 1 (satu) lembar foto STNK mobil Toyota Avanza warna Silver Nopol W 1549 PC beserta kunci kontaknya;
c) 1 (satu) lembar foto Surat Izin Mengemuid (SIM) A atas nama Bambang Siswantoro;
d) 2 (dua) lembar foto sepeda motor Yamaha Vixion warna merah Nopol L 5659 AS yang tampak pada bagian depan, belakang, samping kiri dan samping kanan
Hal. 5 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
e) 1 (satu) lembar foto tanda bukti pelunasan pembayaran pajak Yamaha Vixion warna merah Nopol L 5659 AS atas nama Mariati;
f) 1 (satu) lembar foto kunci kontak Yamaha Vixion warna merah Nopol L 5659 AS;
g) 4 (empat) lembar foto korban atas nama Sdr. Fajar Ali Wahyudi dan Sdr. Achmad Muzain Efendi yang luka dibagian pada kaki, telapak tangan dan wajah;
h) 2 (dua) lembar Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Nomor VER/08/IX/2020 tanggal 17 September 2020 atas nama Sdr. Achmad Ali Wahyudi;
i) 2 (dua) lembar Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Nomor VER/08/IX/2020 tanggal 17 September 2020 atas nama Sdr. Achmad Muzain Efendi;
j) 1 (satu) lembar Surat Kesepakatan Bersama yang dibuat pada tanggal 8 September 2020;
k) 2 (dua) lembar Surat pernyataan yang dibuat pada tanggal 17 September 2020; dan
l) 2 (dua) lembar foto pemberian biaya pengobatan terhadap Sdr.
Fajar Ali Wahyudi dan Sdr.
Achmad Muzain Efendi
Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.
Hal. 6 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
d. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp.10.000,-(Sepuluh Ribu) Rupiah.
2. Permohonan (Clemenci) Terdakwa yang menyatakan bahwa ia menyesali dan menyadari akan kesalahannya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, oleh karena itu Terdakwa mohon agar dijatuhi pidana yang seringan-ringannya karena Terdakwa sudah pasang ring dan selama berdinas Terdakwa belum perhan dijatuhi Pidana atau disiplinoleh kesatuannya dan Terdakwa juga sudah mendeketi masa pensiun/Purna tugas.
3. Atas Permohonan (Clemensi) dari Terdakwa tersebut Oditur Militer tidak mengajukan tanggapan dan menyatakan tetap pada Tuntutannya.
Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, para Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut : Kesatu :
Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat- tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada hari Selasa tanggal Delapan bulan September tahun 2000 dua puluh atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan September tahun 2000 dua puluh, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 dua puluh bertempat di pertigaan JL Kayoon dengan JL Pemuda tepatnya di samping Graha Pari Teikomsel Surabaya atau setidak- tidaknya di suatu tempat yang termasuk dærah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana :
“Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang yang mengakibatkan kecelakaan lalu tintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang”
Hal. 7 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1991 meialui pendidikan Secaba di Pusdik Arhanud Malang, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kejuruan Arhanud setelah selesai lalu ditempatkan di Arhanudse-8 Kodam V/Brawijaya, setelah mengalami kenaikan pangkat dan mutasi berdinas di Bengrah 05-41-01 Paldam V/Brawijaya sampai saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Pettu NRP 2910033410769;
Bahwa Terdakwa tidak kenai dengan Sdr. Fajar Ali Wahyudi (Saksi-1) maupun Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) dan antara keduanya tidak ada hubungan keluarga/family;
b. Bahwa pada hari Senin tanggal 7 September 2020 sekira pukul 21.30 Wib, Terdakwa dengan menggunakan mobil Toyota Avansa warna Silver Nopol W 1540 PC dan memakai baju garnis koko serta kopyah datang untuk menghampiri Sdr. Arief Chairul Hasda (Saksi-3), Sdr. Aris Sigit Darmawan (Saksi-4) dan Sdr. Keling yang sedang duduk/nongkrong di warung kopi di pertigaan Pompa air Gunungsari Kota Surabaya, kemudian dilanjutkan berbincang-bincang sampai pukul 23.00 Wib Terdakwa mengajak Saksi-2, Saksi-4 dan Sdr.
Keling untuk berziarah dan mengaji ke makam Sunan Ampel Surabaya, setelah sampai di Makam Sunan Ampel Surabaya sekira pukul 23.45 Wib dilanjutkan ziarah, mengaji dan berdoa ± 45 (empat puluh) menit;
c. Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 sekira pukul 00.45 Wib setelah Terdakwa, Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling selesai berziarah lalu jalan-jaian dengan menggunakan
Hal. 8 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mobil Toyota Avanza wama Silver yang dikemudikan oieh Terdakwa menuju ke Jembatan Suramadu tepatnya di warung kopi, setibanya di warung kopi Terdakwa tidak memesan kopi melainkan menyuruh lelaki penjaga warung kopi tersebut untuk membeli minuman beralkohol jenis Bir Bintang, lalu minuman tersebut diminum oleh Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling, sedangkan Terdakwa bergabung minum dengan temannya, setelah Terdakwa, Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling selesai minum-minuman sekira pukul 02.00 Wib lalu pulang ke asrama Bengrah dengan menggunakan mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Terdakwa dengan posisi Saksi-3 duduk dibelakang Terdakwa, sedangkan Saksi-4 duduk disamping kiri Saksi-3 dan Sdr. Keling duduk dibangku depan samping Terdakwa;
d. Bahwa selanjutnya sekira pukul 02.25 Wib saat kendaraan Terdakwa melintas di depan Delta Plaza Jl. Pemuda Surabaya ada sepeda motor Yamaha Vixion Wama Merah Nopol L 5659 AS yang dikendarai oleh Sdr.Fajar Ali Wahyudi (Saksi-1) berboncengan dengan Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) yang telah selesai berbelanja Tomat di Pasar Keputran Surabaya berada di jalan lajur sisi kiri dari arah belakang kendaraan Toyota Avanza warna Silver yang dikemudian Terdakwa membunyikan klakson berulang-ulang lalu Saksi-1 bergeserke sisi jalan sebelah kanan, namun Terdakwa mendahului dari sebelah kiri dan membuka kaca mobil sambil berteriak “Bangsat kamu, tak tabrak kamu”, Saksi-1 terkejut dan langsung mempercepat laju sepeda motomya dan dikejar oleh Terdakwa sambil membunyikan klakson secara terus menerus dengan berteriak
“mandek...mandek(berhenti-berhenti)”,
sedangkan Sdr. Keling berteriak “cok mandek (cok
Hal. 9 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
berhenti)” dengan tehakan Terdakwa tersebut Saksi-1 menambah kecepatan sepeda motomyadan tetap dikejar oleh Terdakwa, kemudian Saksi-1 bertanya kepada Saksi-2 “apakah mobil itu mengejar kita” lalu Saksi-2 menjawab “iya mas”, sehingga Saksi-1 membelokkan sepeda motomya ke arah Jl. Panglima Sudtrman Surabaya, dan ketika tiba di monumen Bambu Runcing Saksi-1 belok menuju arah Jl. Embong Ploso Surabaya;
e. Bahwa sekira pukul 02.10 Wib ketika Saksi-1 dan Saksi-2 berada di Jalan Embong Malang tepatnya di depan PMI Kota Surabaya sepeda motor Saksi-1 ditabrak oleh kendaraan Toyota Avanza Wama Silver Nopol W 1549 PC yang dikemudikan oleh Terdakwa dari belakang, sehingga sepeda motor yang Saksi-1 kendarai ofeng, namun Saksi-1 masih tetap dapat melanjutkan perjalanan dan berusaha mempercepat laju sepeda motomya, namun Terdakwa tetap mengejar dan pada saat Saksi-1 sampai di pertigaan Jl. Kayoon dengan Jl.
Pemuda tepatnya di samping Graha Pari Telkomse! Surabaya ditabrak kembaü oleh Terdakwa dari belakang, sehingga Saksi-1 dan Saksi-2 terjatuh serta tersungkur/terguling ± 1 (satu) meter bersama sepeda motor dan tomat berserakan dijalan raya yang kondisi jalan dalam keadaan terang karena banyak cahaya lampu, lalu ada orang yang berteriak “maling, maling, maling”, setelah itu Saksi-2 langsung mengambil Handphone yang terjatuh berlari ke arah WTC Plaza Marina;
f. Bahwa seianjutnya Terdakwakeluar dari dalam mobii bersama Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling dan langsung menghardik Saksi-1 dengan kata-kata
“Preman kamu, bangsat kamu” saya tombait kamu” Terdakwa langsung memukul Saksi-1 sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan kanan mengepal mengenai kepala atas
Hal. 10 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
sebelah kiri dan merampas Handphone milik Saksi- 1, sedangkan Saksi-3 menarik dan mengambil tas milik Saksi-1, lalu ada satu orang teman Terdakwa dengan perawakan tua berbadan kecil memukuli Saksi-1 berulang kali mengenai kepala atas dan muka serta menjambak rambut Saksi-1;
g. Bahwa kemudian banyak warga yang mulai mendekat termasuk ada karyawan Satpam Hôtel Grand Dafam Sdr. Eko Supriadi (Saksi-5) dan ada juga ojek online, laluTerdakwa menyampaikan
“tidak apa-apa, saya anggota TNI”, seianjutnya Saksi-1 di masukkan ke dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Terdakwa dan selama dalam perjalanan pulang ke arah Asrama Bengrah di dalam mobil Terdakwa menempeleng Saksi-1 sebanyak 2 (dua) kali dengan menggunakan tangan kiri mengenai sisi luar wajah, setelah mobil Toyota Avanza wama silver Nopol W 1649 PC yang dikemudian oleh Terdakwa sampai di depan bank BRI Hayam Wuruk Surabaya Terdakwa menurunkan Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling, sedangkan Saksi-1 masih ikut dengan Terdakwa menuju ke arah Asrama Bengrah;
h. Bahwa setelah Terdakwa dan Saksi-1 masuk kedalam asrama, Saksi-1 melihat ada satu orang sedang jaga di Markas Terdakwa menyampaikan kepada penjaga “Ini lo saya bawa jambret”, tetapi orang tersebut tidak merespon sesampainya didalam markas Saksi-1 diminta untuk menunggu digarasi, sedangkan Terdakwa masuk ke sebuah ruangan untuk ganti baju menggunakan pakaian kerja werpak warna hijau loreng dan pada sekira puku) 04.30 Wib, Terdakwa mengantar Saksi-1 dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio wama Putih Merah untuk mengambil sepeda motor yang diamankan oleh Saksi-5 di Hôtel Gand Dafam Jl. Kayoon Surabaya, setelah
Hal. 11 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mengambil sepeda motor Saksi-1 diantar pulang oleh Terdakwa dengan mengikuti dari belakang;
i. Bahwa pada saat sampai diperempatan Kedung Cowek sepeda motor Saksi-1 kehabisan bensin dan ketika akan mengisi bahan bakar Saksi-1 kaget uang sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) yang disimpan di dalam tas temyata hilang, seianjutnya Terdakwa memberikan uang Saksi-1 untuk beli bensin, kemudian Terdakwa dan Saksi-1 melanjutkan perjalanan arah pulang ke rumah Saksi-1, sekira pukul 04.45 Wib Terdakwa dan Saksi-1 sampai di rumah dan bertemu dengan Sdri.
Musammah (Saksi-6) ibunya Saksi-1 dengan merintih kesakitan Saksi-1 menyampaikan telah tertabrak mobil TNI, lalu Saksi-6 menanyakan mengapa Saksi-1 sampai ditabrak dan Saksi-1 menjelaskan gak tahu mengapa ditabrak, seianjutnya Saksi-1 masuk ke kamar karena merasa pusing dan mengantuk;
j. Bahwa kemudian Saksi-6 dan Sdr. Muhammad Azmul Qolbi (Saksi-7) menemui Terdakwa dan Terdakwa mengatakan“Bu anak sampean tak tabrak”, lalu Saksi-6 bertanya, “Kenapa anak saya, pak?” dan di jawab oleh Terdakwa, Anak sampean tadi nggak pakai helm, disuruh berhenti nggak mau… Lagaknya kayak jambret/
bajingan selanjutnya Terdakwa membahas masalah mobil miliknya jenis Toyota Avanza Nopol W 1549 TC yang rusak setelah digunakan menabrak sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Saksi-1;
k. Bahwa karena kondisi di rumah Saksi-6 saat itu banyak tetangga yang keluar rumah, maka Terdakwa mengajak Saksi-7 keluar rumah untuk membahas kelanjutan penyelesaian perkara tersebut dan Terdakwa menyampaikan lagi agar kerusakan mobilnya ditanggung oleh pihak keluarga
Hal. 12 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Saksi-7 dengan meminta ganti rugi sebesarRp.
7.000.000,- (tujuh juta rupiah) supaya cepat reda dan tidak diketahui banyak orang, Terdakwa merayu Saksi-7 agar mengakui Terdakwa yang telah menolong Saksi-1, selanjutnya sekira pukul 05.30 Wib Sdr. H. Supono, S.H. (Saksi-8) selaku Ketua RW 01 di Kel. Kedungcowek Kec. Bulak Kota Surabaya datang ke rumah Saksi-6 untuk melihat kondisi Saksi-1 yang sedang rebahan di ruang tamu bersama Saksi-6, kemudian Saksi-8 menyampaikan ucapan terima kasih kepada Terdakwa karena sudah menolong dan mengantarkan Saksi-1 kerumahnya, lalu Terdakwa berpamitan pulang dan akan datang lagi ke rumah Saksi-6 untuk melihat kondisi Saksi-1 ;
l. Bahwa selanjutnya Saksi-8 berkoordinasi dengan Babinkamtibmas Polsek Kenjeran Aiptu Fuji S dan Serka Suwardi (Saksi-9) untuk bermusyawarah di Kelurahan berkenaan permasalahan Saksi-1 dan Terdakwa, lalu Saksi-8 menjemput Saksi-1, Saksi-6, Sdr. Samsul dan Sdr. Mukarom untuk diajak mediasi/kekeluargaan, kemudian Saksi-9 menghubungi Provost Paldam V/Brawijaya supaya Terdakwa datang ke Kelurahan Kedung Cowek Kec.
Bulak Surabaya untuk menyetesaikan permasalahan kecelakaan lalu lintas, selanjutnya pada pukul 13.30 Wib Terdakwa datang ke Kelurahan Kedung Cowek Surabaya dan dilanjutkan pertemuan oleh kedua belah pihak dengan diputuskan bersama permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dengan tidak menuntut kerugian fisik maupun material apapun yang drtanda tangani dan dibubuhi materai sebesar Rp. 6000,- (enam ribu rupiah);
m. Bahwa akibat kecelakaan lalu lintas yang dilakukan Terdakwa terhadap Saksi-1 (Sdr. Fajar Ali Wahyudi) tersebut Saksi-1 mengalami luka lecet pada lutut
Hal. 13 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
kanan dengan warna merah kehitaman ukuran tidak beraturan ± tujuh sentimeter dikalt lima sentimeter pada lutut kanan, luka lecet terbuka pada jempol kaki kanan dengan wama merah kehitaman dengan ukuran tiga sentimeter dikali tiga sentimeter, kiri ditemukan luka lecet merah dengan ukuran diameter ± tiga sentimeter sesuai dengan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Tingkat III Surabaya Nomor VER/09/IX/2020 tanggal 17 September 2020 yang ditandatangani oleh dr. Grady Christian dan diketahui oleh Kepala Rumah Sakit Tk III Surabaya Letkol Ckm dr. Raden Indra Sp.An., M.Kes NRP 11990011630273; dan
n. Bahwa sedangkan Saksi-2(Sdr. Achmad Muzain Efendi) mengalami kanan dan kiri ditemukan luka lecet pada lutut kanan dengan warna merah kehitaman ukuran tidak beraturan ± tiga sentimeter dikali empat sentimeter, luka lecet pada jempol kaki kanan wama kehitaman dengan ukuran diameter ± tiga sentimeter, luka lecet pada punggung kaki kanan dengan ukuran diameter tiga sentimeter dengan wama kehitaman sesuai dengan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Tingkat III Surabaya Nomor VER/08/IX/2020 tanggal 17 September 2020 yang ditandatangani oleh dr. Grady Christian dan diketahui oleh Kepala Rumah Sakit Tk III Surabaya Letkol Ckm dr. Raden Indra Sp.An., M.Kes NRP 11990011630273.
Dan : Kedua :
Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat- tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada hari Selasa tanggal Delapan bulan September tahun 2000 dua puluh atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan September tahun 2000 dua puluh, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 dua puluh bertempat di
Hal. 14 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
pertigaan Jl. Kayoon dengan Jl. Pemuda tepatnya di samping Graha Pari Telkomsel Surabaya dan di dalam mobif dalam peijalanan pulang ke arah As rama Bengrah atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana :
“Penganiayaan”
Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD sejak tahun 1991 melalui pendidikan Secaba di Pusdik Arhanud Malang,setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kejuruan Arhanud setelah seiesai lalu ditempatkan di Arhanudse-8 Kodam V/Brawijaya, setelah mengalami kenaikan pangkat dan mutasiberdinas di Bengrah 05-41-01 Paldam V/Brawijaya sampai saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Peltu NRP 2910033410769;
a. Bahwa pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 sekira pukul 00.45 Wibsetelah Terdakwa, Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling seiesai berziarah lalu jalan-jalan dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna Silver Nopol W 1549 PC yang dikemudikan oleh Terdakwa menuju Jembatan Suramadu ke warung kopi, setelah tiba di warung kopi Terdakwa tidak memesan kopi melainkan menyuruh lelaki penjaga warung kopi tersebut untuk membeli minum-minuman beralkohol jenis Bir Bintang, lalu diminum oleh Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling selama ± 1 (satu) jam, sedangkan Terdakwa bergabung minum dengan temannya, setelah seiesai minum-minuman sekira pukul 02.00 Wib, Terdakwa, Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr.
Keling pulang ke asrama Bengrah dengan menggunakan mobil Toyota Avanzayang
Hal. 15 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
dikemudikan Terdakwadengan posisi Saksi-3 duduk dibelakang Terdakwa, sedangkan Saksi-4 duduk disamping kiri Saksi-3 dan Sdr. Keling duduk dibangku depan samping Terdakwa;
b. Bahwa selanjutnya sekira pukul 02.25 Wib saat kendaraan Terdakwa melintas di depan Delta Plaza Jl. Pemuda Surabaya ada sepeda motor Yamaha Vixion Wama Merah Nopol L 5659 AS yang dikendaraî oleh Sdr.Fajar Ali Wahyudi (Saksi- 1) berboncengan dengan Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2)yang telah seiesai berbelanja Tomat di Pasar Keputran Surabaya berada di jalan tajur sisi kiri dari arah belakang kendaraan Toyota Avanza warna Silver yang dikemudian Terdakwa membunyikan klakson berulang-ulang lalu Saksi-1 bergeser ke sisi jalan sebeiah kanan, namun Terdakwa mendahului dari sebelah kiri dan membuka kaca mobil sambil berteriak Bangsat kamu, tak tabrak kamu”, Saksi-1 terkejut dan langsung mempercepat laju sepeda motornya dan dikejar oleh Terdakwa sambil membunyikan klakson secara terus menerus dengan berteriak
“mandek...mandek (berhenti-berhenti), sedangkan Sdr. Keling berteriak “cok mandek (cok berhenti) dengan teriakan Terdakwa tersebut Saksi-1 menambah keœpatan sepeda motomyadan tetap dikejar oleh Terdakwa, kemudian Saksi-1 bertanya kepada Saksi-2 “apakah mobil itu mengejar kita”
lalu Saksi-2 o menjawab “iya mas”, sehingga Saksi-1 membelokkan sepeda motornya ke arah Jl. Panglima Sudirman Surabaya, dan ketika tiba di monumen Bambu Runcing Saksi-1 belok menuju arah Jl. Embong Ploso Surabaya;
c. Bahwa sekira pukul 02.10 Wib saat Saksi-1 dan Saksi-2 berada di Jalan Embong Malang tepatnya di depan PMI Kota Surabaya sepeda motor Saksi-
Hal. 16 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
1 ditabrak oleh kendaraan Toyota Avanza Wama Silver Nopol W 1549 PC yang dikemudikan oleh Terdakwa dari belakang, sehingga sepeda motor yang Saksi-1 kendarai oleng, namun Saksi-1 masih tetap dapat melanjutkan peijalanan dan berusaha mempercepat laju sepeda motornya, namun Terdakwa tetap mengejar dan pada saat Saksi-1 sampai di pertigaan Jl. Kayoon dengan Jl.
Pemuda tepatnya di samping Graha Pari Telkomsel Surabayaditabrak kembali oleh Terdakwa dari belakang, sehingga Sak$i~1 dan Saksi-2 terjatuh serta tersungkur/terguling ± 1 (satu) meter bersama sepeda motor dan tomatberserakan dijalan raya yang kondisi jalan dalam keadaan terang karena banyak cahaya lampu, lalu ada orang yang berteriak “maling, maling, maling”, setelah itu Saksi-2 langsung mengambil Handphone yang terjatuh beriari ke arah WTC Plaza Marina;
d. Bahwa selanjutnya Terdakwa keluar dari dalam mobil bersama Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling dengan langsung menghardik Saksi-1 dengan kata-kata Preman kamu, bangsat kamu” saya tembak kamu Terdakwa tangsung memukul Saksi-1 sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan kanan mengepal mengenai kepala atas sebelah kiri dan merampas Handphone milik Saksi-1, sedangkan Saksi-3 menarik dan mengambil tas milik Saksi-1, lalu ada satu orang teman Terdakwa dengan perawakan tua berbadan kecil memukuli Saksi-1 berulang kali mengenai kepala atas dan muka serta menjambak rambut Saksi-1;
e. Bahwa kemudian banyak warga yang mulai mendekat termasuk ada karyawan Satpam Hôtel Grand Dafam Sdr. Eko Supriadi (Saksi-5) dan
Hal. 17 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
juga ojek online, laluTerdakwa menyampaikan
“tidak apa-apa, saya anggota TNI”, selanjutnya Saksi-1 di masukkan ke dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Terdakwa dan selama dalam perjalanan pulang ke arah Asrama Bengrah di dalam mobil Terdakwa menempeleng Saksi-1 sebanyak 2 (dua) kali dengan menggunakan tangan kiri mengenai sisi luar wajah, setelah mobil Toyota Avanza wama silver Nopol W 1549 PC yang dikemudian oleh Terdakwa sampai di depan bank BRI Hayam Wuruk Surabaya Terdakwa menurunkan Saksi-3, Saksi-4 dan Sdr. Keling, sedangkan Saksi-1 masih ikut dengan Terdakwa menuju ke arah Asrama Bengrah;
f. Bahwa setelah Terdakwa dan Saksi-1 masuk kedalam asrama, Saksi-1 melihat ada satu orang sedang jaga di Markas Terdakwa menyampaikan kepada penjaga “Ini lo saya bawa jambret", tetapi orang tersebut tidak merespon sesampainya didalam markas Saksi-1 diminta untuk menunggu digarasi, sedangkan Terdakwa masuk ke sebuah ruangan untuk ganti baju menggunakan pakaian kerja werpak wama hijau loreng dan pada sekira pukul 04.30 Wib, Terdakwa mengantar Saksi-1 dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio wama Putih Merah untuk mengambil sepeda motor yang diamankan oleh Saksi-5 di Hôtel Gand Dafam Jl. Kayoon Surabaya, setelah mengambil sepeda motor Saksi-1 diantar pulang oleh Terdakwa dengan mengikuti dari belakang;
g. Bahwa pada saat sampai diperempatan Kedung Cowek sepeda motor Saksi-1 kehabtsan bensin dan ketika akan mengisi bahan bakar Saksi-1 kaget uang sebesarRp. 150.000,- (seratus lima
Hal. 18 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
puluh ribu rupiah) yang disimpan di dalam tas temyata hilang, selanjutnya Terdakwa memberikan uang Saksi-1 untuk beli bensin, kemudian Terdakwa dan Saksi-1 melanjutkan perjalanan arah pulang ke rumah Saksi-1, sekira pukul 04.45 Wib Terdakwa dan Saksi-1 sampai di rumah dan bertemu dengan Sdh. Musammah (Saksi-6) ibunya Saksi-1 dengan merintih kesakitan Saksi-1 menyampaikan tetah tertabrak mobil TNI, lalu Saksi-6 menanyakan mengapa Saksi-1 sampai ditabrak dan Saksi-1 menjelaskan gak tahu mengapa ditabrak, selanjutnya Saksi-1 masuk ke kamar karena merasa pusing dan mengantuk;
h. Bahwa kemudian Saksi-6 dan Sdr. Muhammad Azmul Qolbi (Saksi-7) menemui Terdakwa dan Terdakwa mengatakan "Bu anak sampean tak tabrak”,lalu Saksi-6 bertanya, "Kenapa anak saya, pak ? “ dan di jawab oleh Terdakwa, “Anak sampean tadî nggak pakai heim, disuruh berhenti nggak mau.. Lagaknya kayak jambret/
bajingan”seianjutnya Terdakwa membahas masalah mobil miliknya jenis Toyota Avanza Nopol W 1549 TC yang rusak setelah digunakan menabrak sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Saksi-1 ;
i. Bahwa karena kondist di rumah Saksi-6 saat itu banyak tetangga yang keluar rumah, maka Terdakwa mengajak Saksi-7 keluar rumah untuk membahas kelanjutan penyelesaian perkara tersebut dan Terdakwa menyampaikan lagi agar kerusakan mobilnya ditanggung oleh pihak keluarga Saksi-7 dengan meminta ganti rugi sebesar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) supaya cepat reda dan tidak diketahui banyak orang, Terdakwa merayu Saksi-7 agar mengakui
Hal. 19 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Terdakwa yang telah menolong Saksi-1, selanjutnya sekira pukul 05.30 Wib Sdr. H.
Supono, S.H.(Saksi-8) selaku Ketua RW 01 di Kel.
Kedungcowek Kec. Bulak Kota Surabaya datang ke rumah Saksi-6 untuk melihat kondisi Saksi-1 yang sedang rebahan di ruang tamu bersama Saksi-6, kemudian Saksi-8 menyampaikan ucapan terima kasih kepada Terdakwa karena sudah menolong dan mengantarkan Saksi-1 kerumahnya, lalu Terdakwa berpamitan pulang dan akan datang (agi ke rumah Saksi-6 untuk melihat kondisi Saksi-1 ;
j. Bahwa selanjutnya Saksi-8 berkoordinasi dengan Babinkamtibmas Polsek Kenjeran Aiptu Puji S dan Serka Suwardi (Saksi-9) untukbermusyawarah di Kelurahan berkenaan permasalahan Saksi-1 dan Terdakwa, laluSaksi-8 menjemput Saksi-1, Saksi- 6, Sdr. Samsul dan Sdr. Mukarom untuk diajak mediasi/kekeluargaan, kemudian Saksi-9 menghubungi Provost Paldam V/Brawijhaya supaya Terdakwa datang ke Kelurahan Kedung Cowek Kec. Bulak Surabaya untuk menyelesaikan permasalahan kecelakaan lalu lintas, selanjutnya pada pukul 13.30 Wib Terdakwa datang ke Kelurahan Kedung Cowek Surabaya dan dilanjutkan pertemuan oleh kedua belah pihak dengan diputuskan oleh bersama permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dengan tidak menuntut kerugian fisik maupun material apapunyang ditandatangani dan dibubuhi materai sebesar Rp. 6000,- (enam ribu rupiah).
k. Bahwa akibat pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut Saksi-1 mengalami pusing di kepala, mata bengkak dan mengeluarkan darah, pipi bengkak untuk makan susah, dada kiri terasa sakit dan untuk makan dirahang terasa sakit serta
Hal. 20 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
sekujur tubuh Saksi-1 terasa sakit dengan luka- luka tersebut Saksi-1 hanya dirawat membeli obat di apotik saja dan tidak dibawa ke rumah sakit karena Saksi-1 tidak mempunyai biaya, dan akibat luka-luka tersebut Saksi-1 tidak terganggu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam : Kesatu : Pasal 311 ayat (1) jo ayat (3) Undang-Undang
RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dan
Kedua : Pasal 351 ayat (1) KUHP
Menimbang : Bahwa terhadap Dakwaan Oditur Militer tersebut di atas, Terdakwa menyatakan mengerti atas Dakwaan yang didakwakan kepadanya.
Menimbang : Bahwa atas Dakwaan Oditur Militer tersebut,Terdakwa tidak mengajukan keberatan atau Eksepsi.
Menimbang : Bahwa didalam persidangan Terdakwa tidak didampingi oleh penasehat Hukum dan mengatakan akan menghadapinya sendiri perkaranya.
Menimbang : Bahwa para Saksi yang dihadapkan di sidang menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut :
Saksi-1.
Nama lengkap : Fajar Ali Wahyudi
Pekerjaan : Swasta
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 15 Mei 1998 Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
A g a m a : Islam
Tempat tinggal : Jl. Kedung Cowek III No. 22 Rt.02 Rw.01 Kedung Cowek Surabaya
Hal. 21 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa sebelum kejadian ini Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga/family.
2. Bahwa pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 sekira pukul 01.30 Wib, Saksi disuruh oleh ibunya Sdri. Musamah (Saksi-3) untuk membeli tomat di pasar Keputran Kota Surabaya, kemudian Saksi mengajak Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) untuk menemani ke pasar Keputran dengan mengendarai sepeda motor Yamaha V-xion warna Merah Nopol L 5956 AS, setelah Saksi selesai membeli tomat kembali arah pulang tapi sesampainya di Jalan Pemuda depan Delta Plaza Surabaya Saksi dan Saksi-2 yang awalnya mengendarai sepeda motor berada di jalan sisi kiri dan dari arah belakang ada Toyota Avanza warna silver Nopol W 1549 TC yang dikemudikan oleh Terdakwa sambil membunyikan klakson berulang ulang.
3. Bahwa selanjutnya Saksi bergeser ke sisi jalan sebelah kanan, namun Terdakwa mendahului dari sebelah kiri dan membuka kaca mobilnya sambil berteriak “Bangsat kamu, tak tabrak kamu”, melihat hal tersebut Saksi terkejut dan langsung mempercepat laju sepeda motornya tapi rupanya dikejar oleh mobil Terdakwa sehingga Saksi menambah kecepatan sepeda motomya namun tetap dikejar oleh Terdakwa, sehingga Saksi menuju ke arah Jl. Panglima Sudirman Surabaya.
4. Bahwa ketika Saksi tiba di monumen Bambu Runcing saat Saksi belok menuju arah Jl. Embong Ploso Surabaya, sekira pukul 02.10 Wib ketika perjalanan Saksi dan Saksi-2 berada di Jalan Embong Ploso tepatnya di depan PMI Kota Surabaya sepeda motor Saksi ditabrak oleh Terdakwa dari belakang, sehingga sepeda motor
Hal. 22 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
yang Saksi kendarai oleng tetapi saksi masih tetap dapat meianjutkan perjalanan dan Saksi berusaha lebih mempercepat laju sepedanya, namunrupanya tetap dikejar oleh Terdakwa.
5. Bahwa sekira pukul 02.15 Wib saat saksi sampai di samping Graha Pari Telkomsel Surabaya Saksi ketemu lagi dengan mobil yang Terdakwa kendarain kemudian sepeda motor yang saksi kendarai kembali ditabrak lagi oleh Terdakwa dari belakang, sehingga Saksi dan Saksi-2 terjatuh bersama sepeda motornya dan tomat yang dibeli dari pasar Keputran berserakan,saat itu saksi-2 lari meninggalkan saksi yang masih jatuh di jalan ke arah delta Plaza dan saat itu Terdakwa menggunakan baju koko dan berkopyah bersama ketiga temannya yang ada di dalam mobil keluar menghampiri saksi dan langsung menghardik Saksi dengan kata-kata “Preman kamu, bangsat kamu, saya tembak kamu” kemudian Terdakwa langsung melakukan pemukulan kepada Saksi sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan kanan terbuka namun saksi berhasil mengelak sehingga kemudian Terdakwa memukul lagi dengan punggung tangannya yang terbuka dan mengenai bagian muka sebelah kiri dan Terdakwa juga merampas Handphone milik Saksi saat saksi akan menghubungi Sertu Supono (Saksi-8), lalu teman terdakwa yang bernama Sdr. Arif Khoirul Hasda (Saksi-5) menarik tas milik Saksi, kemudian satu orang lainnya yang perawakan tua berbadan kecil juga ikut memukuli Saksi dengan cara memukul kepala atas dan muka berulang kali dan menjambak rambut
6. Bahwa pada saat Saksi dipukuli oleh Terdakwa bersama 2 (dua) orang temannya yang Saksi tidak tahu namanya ,banyak warga termasuk ada pengemudi ojek Online serta Satpam yang
Hal. 23 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mendekati ke tempat Saksi, saat itu Terdakwa menyampaikan “tidak apa-apa, saya anggota TNI”, dan Saksi melihat sepeda motor Yamaha V-xion diamankan oleh salah seorang, selanjutnya Saksi dimasukkan ke daiam mobil milik Terdakwa dan selama perjalanan di dalam mobil Terdakwa menempeleng kepala Saksi dengan menggunakan tangan kiri sîsi luar mengenai wajah, sedangkan Saksi-5 melakukan pemukulan berulang kali ke arah perut saksi bahkan menarik masker Saksi sampai tercekik, dan di dalam mobil itu Saksi mencium aroma minuman keras, kemungkinan keempat orang di dalam mobil tersebut dalam pengaruh minum-minuman keras.
7. Bahwa selama Saksi dalam perjalanan diancam akan dibunuh dan ditembak oleh Terdakwa, Saksi bingung dengan ancaman tersebut karena Saksi merasa tidak punya salah dan sebelum tiba di kantor markas Terdakwa, ketiga temannya terdakwa turun di jalan dan masih melakukan pemukulan terhadap Saksi yang tidak ingat berapa kali karena Saksi sudah merasa kesakitan dan kepala pusing akibat pemukulan sebelumnya
8. Bahwa setelah sampai di kantor Terdakwa, kemudian Terdakwa dan Saksi masuk ke dalam asrama, terlihat ada satu orang sedang jaga di Markas tersebut dan Terdakwa menyampaikan kepada penjaga “Ini lo saya bawa jambret”, tetapi orang tersebut tidak merespon, sesampainya di dalam markas Saksi diminta untuk menunggu di garasi, sedangkan Terdakwa masuk ke sebuah ruangan untuk ganti baju menggunakan pakaian dinas loreng hijau;
9. Bahwa sekira pukul 04.30 Wib, Terdakwa dengan menggunakan baju dinas loreng hijau dengan berboncengan sepeda motor Yamaha Mio warna Putih Merah saksi diantar oleh Terdakwa untuk
Hal. 24 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mengambil sepeda motor yang diamankan oleh seorang Satpam Hôtel Gand Dafam Jl. Kayon Surabaya, setelah mengambil sepeda motor Saksi diantar pulang oleh Terdakwa dengan mengikuti dari belakang sesampainya di perempatan Kedung Çowek, sepeda motor Saksi kehabisan bensin dan ketika akan mengisi bahan bakar Saksi kaget uang sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) yang disimpan di dalam tasnya ternyata hilang, selanjutnya Terdakwa memberi uangpada saksi sebesar Rp.10.000,-(sepuluh ribu) Rupiah untuk beli bensin, kemudaian Saksi dan Terdakwa meianjutkan perjalanan ke Rumah Saksi.
10. Bahwa sekira pukul 04.45 Wib, Saksi tiba di rumah dan bertemu dengan Saksi-3, selanjutnya Saksi menyampaikan kalau telah tertabrak mobil TNI dan Saksi-3 menanyakan mengapa Saksi sampai ditabrak, Saksi menjelaskan ngak tahu mengapa ditabrak, selanjutnya Saksi masuk ke kamar karena pusing dan mengantuk untuk tidur, dan terdengar Terdakwa berbincang dengan Saksi-3, Terdakwa menjelaskan kalau Saksi ngebut gak pakai helm dan tidak mau berhenti serta terdengar membicarakan ganti rugi, selanjutnya pembicaraan kerugian dilakukan adik ipar Saksi a.n. Sdr.
Muhammad Azmul Qolbi (Saksi-4) selanjutnya pembicaraan apa lagi Saksi tidak mengetahui karena sudah tertidur.
11. Bahwa pada sekira pukul 13.00 Wib, Saksi didatangi oleh Supono (Saksi-7) menanyakan tentang masalah ganti rugi kerusakan mobil milik Terdakwa yang meminta sebesar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah), namun Saksi dan Saksi-3 menyampaikan tidak bisa untuk mengganti kerugian karena tidak punya uang, Saksi-7 menyampaikan agar dibuat kesepakatan damai saja dan Terdakwa juga tidak menuntut biar diselesaikan masalah
Hal. 25 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
secara kekeluargaan akhirnya dilakukan pertemuan di Kelurahan Kedung Cowek untuk menyelesaikan permasalahan kecelakaan lalu lintas antara Saksi dengan Terdakwa dan dibuatkan Surat Pernyataan kesepakatan bersama yang sebelumnya sudah ditulis oleh Babinkamtibmas yaitu Aiptu Puji S di kelurahan Kedung Cowek dengan disaksikan oleh Saksi-3, Serka Suwardi (Saksi-8) Babinsa, Sdr.
Samsul dan Sdr. Mukarom.
12 Bahwa selanjutnya pada hari Senin tanggal 14 September 2020 sekira pukul 11.30 Wib Saksi didatangi oleh Sdr. Abdul Latif (Saksi-10) kakeknya Saksi-2 untuk mengajak Saksi menuntut kejelasan perkara yang Saksi hadapi, namun saat itu Saksi tidak mau karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan di kantor Kelurahan, Saksi-10 sampai 4 (empat) kali datang ke rumah Saksi juga dengan tujuan yang sama untuk minta kejelasan permasalahan Saksi .karena Terdakwa tidak juga minta maaf dan memberikan santunan, akhimya malam harinya Saksi ikut Saksi-10 ke kantor Denpom V/4 Surabaya untuk melaporkan perkara tersebut, dengan didampingi orang yang mengaku sebagai wartawan, setelah dilakukan pertemuan di kantor Denpom V/4 Surabaya Saksi baru mengetahui para pelaku teman dari Terdakwa;
13. Bahwa akibat pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa, bersama Saksi-5 dan kawan-kawannya tersebut Saksi mengalami luka robek pada lutut kanan sebelah kiri, telapak tangan kanan dan kiri robek, selangkangan kaki kiri lecet, mata bengkak dan mengeluarkan darah, pipi bengkak untuk makan susah, dada kiri terasa sakit, kepala terasa pusing, untuk jalan susah, untuk makan dirahang terasa sakit dan sekujur tubuh terasa sakit, luka- luka tersebut Saksi hanya rawat dengan membeli obat di apotik, untuk ke rumah sakit Saksi tidak
Hal. 26 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mempunyai biaya, sehingga terganggu aktifitas sehari-hari;
14. Bahwa selain Saksi mengalami luka luka terdapat juga kerusakan yaitu sepeda motor Yamaha V-xion warna Merah Nopol L 5956 AS milik Saksi mengalami rusak lampu depan pecah, tengki kanan pesok, lampu belakang rusak, jok sobek, body di sisi kanan sepeda motor lecet, spedometer rusak, sedangkan kerusakan pada mobil Toyota Avanza warna silver Nopol W 1549 TC yang dikemudikan Terdakwa mengalami rusak di bagian kap depan saja.
15. Bahwa Saksi selaku korban dari perkara tersebut menganggap perkara telah selesai, karena Saksi sudah menandatangani surat kesepakatan bersama yang intinya perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan,
16. Bahwa kemudian setelah perdamaian di kantor kelurahan itu kemudian beberapa kari kemudian keluarga Terdakwa datang memberikan bantuan biaya pengobatan pada saksi dan saksi-2 yang di serahkan di rumah terdakwa dan di saksikan oleh Saksi-7 sekalu pak RW dan juga dsaksi-8 dan juga disaksikan oleh polisi dari polsek.
17. Bahwa Saksi selaku korban dari perkara tersebut menganggap perkara telah selesai, karena Saksi sudah menandatangani surat kesepakatan bersama yang intinya perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, dan dari pihak Terdakwa telah memberikan santunan untuk pengobatan saksi dan saksi-2 sebesar Rp.2.250.000,-(dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) udan Terdakwa berjanji juga akan memperbaiki sepeda motor Saksi dan dari pihak kesatuan Terdakwa juga memberikan bantuan uang.
Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa menyangkal sebagaian keterangan tersebut yaitu :
Hal. 27 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
- Saat di kelurahan Terdakwa langsung minta maaf pada saksi-1 dan saksi-2 ,
Dan atas sangkalan dari Terdakwa tersebut saksi membenarkannya.
Saksi-2.
Nama lengkap : Achmad Muzain Efendi Pekerjaan : Pelajar
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 20 Mei 2004 Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia A g a m a : Islam
Tempat tinggal : Jl. Bulak Banteng Lor I Nomor 216 Kel. Bulak Banteng Kec.
Kenjeran Surabaya.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi tidak kêrial dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga/family;
2. Bahwa pada hari Senin tanggal 7 September 2020 sekira pukul 21.00 Wib, Saksi bersama teman- temannya berada di tempat kerja Sdr. Fajar Ali (Saksi-1) untuk merencanakan mencari hewan Jangkrik di samping sawah tempat kerja Saksi-1 di rumah Kompos (pupuk kompos) di daerah Kedung Cowek Surabaya, namun rencana Saksi bersama teman- temannya tidak jadi sehingga kemudaian saksi pulang.
3. Bahwa pada tanggal 8 September 2020 sekira pukul 02.00 Wib saat Saksi bersama 2 (dua) temannya hendak menuju arah pulang, ditengah perjalanan di daerah Kedung Cowek tepatnya di depan SDN Kedung Cowek Saksi bertemu lagi dengan Saksi-1 kemudaian saksi-1 mengajak Saksi untuk menemani belanja Tomat di Pasar Keputran Surabaya dengan berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha V-ixion warna merah.
Hal. 28 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
4. Bahwa kemudian sekira pukul 02.45 Wib setelah Saksi-1 dan Saksi membeli tomat di pasar Keputran Surabaya bergegas akan kembali ke arah pulang ke rumahnya, namun sesampainya di depan Delta Plaza Surabaya Saksi dan Saksi-1 dengan berboncengan menggunakan sepeda motor di klakson/bell berulang-ulang oleh mobil Toyota Avanza warna silver Nopol tidak mengetahuinya yang dikemudikan Terdakwa, lalu Terdakwa membuka kaca langsung berteriak, namun Saksi tidak mendengar secara jelas kata- kata yang diucapkan Terdakwa tersebut sepertinya kata-kata yang diucapkan seperti orang sedang cek-cok pada saat itu Saksi terkejut, kemudian oleh Saksi-1 sepeda motor yang berboncengan dengan Saksi dipercepat, namun dikejar oleh Terdakwa setelah itu Saksi-1 bertanya kepada Saksi “apakah mobil itu mengejar kita” lalu Saksi menjawab “îya mas”, kemudian Saksi-1 membelokan sepeda motornya ke arah monumen Bambu Runcing Kota Surabaya namun masih tetap dikejar oleh Terdakwa;
5. Bahwa selanjutnya Saksi-1 makin mempercepat laju sepeda motornya menuju ke arah Jl. Embong Ploso Surabaya kemudaian belok ke arah kiri.ke arah Jl. Kayoon Surabaya dan sekira pukul 03.00 Wib tepatnya dipertigaan Jl. Kayon Surabaya di depan Graha Pari sepeda motor yang di kendarai Saksi-1 bersama Saksi ditabrak dari belakang oleh mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Terdakwa tersebut, kemudian Saksi-1 dan Saksi terjatuh serta tersungkur/terguling di jalan raya ada orang yang berteriak “maling, maling, maling”, setelah itu Saksi mengambil HP yang terjatuh dan berlari ke arah WTC Plaza Surabaya pergi meninggalkan saksi-1, kemudian Saksi berhenti
Hal. 29 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
berlari di depan SMAN 9 Surabaya setelah itu Saksi menelpon Sdr. Adit meminta tolong untuk dijemput, setelah dîjemput Saksi tidak langsung pulang ke rumah melainkan menuju ke rumah Sdr.
Mukarom yang beralamat di daerah Kedung Cowek dekat rumah Saksi-1 .
6. Bahwa setelah sepeda motor Saksi-1 terjatuh akibat ditabrak dari belakang dengan kendaraan mobil Toyota wama silver milik Terdakwa, Saksi tidak mengetahui kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa karena setelah kejadian tersebut Saksi langsung berlari menginggalkan tempat kejadian.
7. Bahwa. akibat kecelakaan sepeda motor V-xion yang dikendarai Saksi dan Saksi-1 ditabrak oleh Terdakwa tersebut, Saksi mengalami iuka-luka di bagian lutut, kaki, dan tangan serta Saksi membutuhkan perawatan dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya setelah ditabrak dari belakang oleh kendaraan Toyota Avanza warna silver yang dikemudikan oleh Terdakwa.
8. Bahwa pada siang harinya saat saksi sedang berada di ruamhgnya skais di beritahu oleh saksi-2 dan di ajak ke kantor kelurahan untuk bertemu dengan Terdakwa dan juga saksi -1 tapi saksi tidak datang.
9. Bahwa pada tanggal 14 September 2020 sekira pukul 19.00 Wib, Saksi diajak oleh kakek Saksi a.n. Sdr. Abdul Latief (Saksi-10) untuk meminta pertanggungjawaban kepada orang yang menabrak Saksi tersebut, kemudian pada hari Selasa tanggal 15 September 2020 Saksi dipanggil ke Pomdam V/Brawijaya untuk dimintai keterangan dan di Visum Et Revertum di Rumah Sakit Tingkat lll/Surabaya.
Hal. 30 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
10. Bahwa setelah saksi di panggil ke denpom V/
Brawijaya keluarga Terdakwa datang dan bertemu dengan saksi-1 dan saksi-2 di rumah saksi-1 yang menyerahkan uang sebersar Rp. 1250,000, ( Satu juta dua ratus lima puluh ribu ) Rupiah kepada saksi dan juga saksi-1 yang saat itu disaksikan oleh Saksi-7 Selaku ketua Rw dan juga saksi-8 ( Selaku babinsa dan juga disaksikan babinkantib dan saat itu sudah sama sama memaafkan dan sama sama menerima untuk tidak menuntut dan salaing menerima atas kejadian itu sebagai suatu musibah.
11. Bahwa Saksi selaku korban dari perkara tersebut menganggap perkara telah selesai, karena Saksi sudah menandatangani surat kesepakatan bersama pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 yang intinya perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan disaksikan oleh Ketua RW, Babinsa dan Babinkamtibmas, dan dari pihak Terdakwa telah memberikan santunan untuk pengobatan kepada saksi dan saksi-1 sebesar Rp.2.250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) pada tanggal 17 September 2020 di rumah Sdr, Abdul Latif (Saksi-10)
Atas keterangan Saksi-2 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Saksi-3
Nama lengkap : Musammah Pekerjaan : Pedagang
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 10 Nopember 1971 Jenis kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia A g a m a : Islam
Tempat tinggal : JL Kedung Cowek III/22 Rt.002 Rw.001 Kel. Kedung Cowek, Kec. Bulak Surabaya.
Hal. 31 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga/family.
2. Bahwa Saksi kenal dengan Sdr. Fajar Ali Wahyudi (Saksi-1) dalam hubungan anak kandung (anak pertama dari dua bersaudara), sedangkan dengan Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) sudah kenal sejak Saksi-2 masih kecil dan dalam hubungan tetangga di Kedung Cowek Surabaya dan tidak ada hubungan keluarga/family;
3. Bahwa pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 sekira pukul 03.30 Wib, Terdakwa datang mengantarkan Saksi-1 ke rumah dengan kondisi tubuh Saksi-1 merintih kesakitan, kemudian Saksi dan Sdr. Muhammad Azmul Qolbi (Saksi-4) menantu Saksi menemui Terdakwa yang mengatakan "Bu anak sampean tak tabrak”, kemudian Saksi bertanya, “Kenapa anak saya, pak
? " Ialu di jawab Terdakwa, “Anak sampean tadi nggak pakai heim, disuruh berhenti nggak mau.
Lagaknya kayak jambretl bajingan.” selanjutnya Terdakwa membahas masalah mobil miliknya jenis Toyota Avanza Nopol W 1549 TC yang rusak setelah digunakan menabrak sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Saksi-1 berboncengan dengan Saksi-2;
4. Bahwa Terdakwa mencerïtakan kejadian tersebut kepada Saksi dan Saksi-4 yaitu pada sekira pukul 02.00 Wib, saat Terdakwa sedang mengemudikan mobil Toyota Avanza Nopol W 1549 TC melintas dari arah JL Gubeng menuju JL Pemuda Surabaya, sedangkan Saksi-1 melintas dari arah JL Kayoon ke arah JL Pemuda Surabaya tepatnya di simpang tiga depan Grapari Telkomsel, Terdakwa membunyikan klakson mobilnya karena
Hal. 32 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
akan teijadi srempetan, sehingga Terdakwa berusaha menegur Saksi-1 tetapi tidak dihiraukan dan menambah kecepatan, sehingga terjadi kejar kejaran hingga menyusuri jalan dekat patung Bambu Runcing berputar ke arah Jl. Kayoon tepatnya di depan Graha Pari Telkomsel sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Saksi-1 yang berboncengan dengan Saksi-2 ditabrak oleh mobil Toyota Avansa yang dikemudikan Terdakwa;
5. Bahwa setelah Terdakwa mengaku menabrak sepeda motor milik Saksi-1 lalu Terdakwa memukul Saksi-1, sedangkan Saksi-2 melarikan diri dan Saksi menanyakan kepada Terdakwa mengapa Saksi-1 diperlakukan demikian, Terdakwa tidak mengjawab tapi Terdakwa daiam pertemuan tersebut Terdakwa meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya yang mengalami kerusakan di bagian tutup mesin rusak/bengkok, bemper depan bengkok, lampu depan pecah, radiator dan ac mobil bocor, karena kondisi di rumah Saksi saat itu ramai dan banyak tetangga yang keluar rumah, maka Terdakwa keluar rumah dan mengajak Saksi-3 keluar membahas kelanjutan penyelesaian perkara tersebut, kemudian saksi-4 mengikuti Terdakwa keluar sedangkan Saksi-3 melanjutkan merawat dan membersihkan tubuh serta luka-luka Saksi-1 di rumahnya.
6. Bahwa akibat kecelakaan lalu lintas dan pemukulan yang dilakukan Terdakwa terhadap Saksi-1 tersebut kondisi Saksi-1 mengalami luka- luka dan mengeluarkan darah pada bagian lutut kaki kanan dan kiri, luka di bagian ibu jari telapak kaki kanan, luka di bagian siku tangan kiri, luka gores di kedua telapak tangan, luka gores/memar di bawah pantat dan luka memar di bagian kelopak
Hal. 33 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
mata kiri, selain itu Saksi-1 juga mengeluh kepalanya pusing, mual dan merasa sakit di bagian tulang iga kiri, sehingga Saksi-1 tidak bisa bekerja /beraktifitas untuk mengelola sampah/kompos, selanjutnya Saksi segera merawat Saksi-1 dengan membersihkan luka-luka tersebut dengan air hangat sambil mengolesi obat betadine untuk mengobati luka lukanya dan anak saksi hanya berobat jalan tidak pernah dirawat di Rumah Sakit.
7. Bahwa pada siang haringa saksi dan saks-1 diapangik dan dipertemukan dengan Terdakwa di kantor kelurahan dan saat itu juga ada Saksi-3 selaku ketua RW dan juga ada saksi-8 selaku babinsa dan juga ada pak lurah dan juga ada kepolisian dari polsek dan saat itu dilakukan perdamaian dan dengan saling menandatangai surat pernyataan perdamaian yang isisnya sudah sama sama memaafkan dan tidak ada yang saling menuntut kerugian.
8. Bahwa setelah kejadian tersebut dari pihak keluarga Saksi menunggu itikad baik Terdakwa yang janji akan datang lagi ke rumah dan baru beberapa hari kemudian dari keluarga Terdakwa datang memberikan uang sebesar Rp. 1250,000 9 Satu juta dua ratus lima puluh ribu ) Rupiah untuk biaya pengobatan dan selain itu dari kesatuan Terdakwa juga datang ke rumah saksi.
9. Bahwa Saksi menerangkan kalau terhadap sepeda motor yang di Tabrak oleh Terdakwa itu sampai sekarang masih rusak dan belum di perbaikin sehingga saksi minta pada Terdakwa agar sepeda motor msaksi yang rusak diperbaiki karena motor itu yang dipakai oleh saksi-1 untuk trasportasi kerjanya.
Hal. 34 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Atas keterangan Saksi-3 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Saksi-4
Nama lengkap : Muhammad Azmul Qolbi Pekerjaan : Swasta
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 16 Juni 2001 Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia A g a m a : Islam
Tempat tinggal : Jl. Kedung Cowek lil/22 Rt.002 Rw.001 Kel. Kedung Cowek, Kec. Bulak Surabaya.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga/family;
2. Bahwa Saksi kenal dengan Sdr. Fajar Ali Wahyudi (Saksi-1) daiam hubungan saudara/kakak ipar Saksi, sedangkan dengan Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) sudah kenal sejak bulan Juni 2020 daiam hubungan rekan kerja di lokasi pengolahan sampah/kompos di Kedung Cowek Tegal Surabaya, namun tidak ada hubungan keluarga/family;
3. Bahwa pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 sekira pukul 03.30 Wib, Terdakwa datang mengantarkan Saksi-1 ke rumah dengan kondisi tubuh Saksi-1 merintih kesakitan, kemudian Saksi dan ibu mertua Saksi Sdri. Musammah (Saksi-6) menemui Terdakwa yang mengatakan "Bu anak sampean tak tabrak”, kemudian Saksi-6 bertanya,
"Kenapa anak saya, pak ? “ lalu di jawab Terdakwa, “Anak sampean tadi nggak pakai helm, disuruh berhenti nggak mau. Lagaknya kayak jambretf bajingan.” selanjutnya Terdakwa membahas masalah mobil miliknya jenis Toyota Avanza Nopol W 1549 TC yang rusak setelah digunakan menabrak sepeda motor Yamaha
Hal. 35 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Vixion yang dikendarai oleh Saksi-1 berboncengan dengan Saksi-2;
4. Bahwa Terdakwa menceritakan kejadian tersebut kepada Saksi dan Saksi-3 yaitu pada sekira pukul 02.00 Wib, saat Terdakwa sedang mengemudikan mobil Toyota Avanza Nopol W 1549 TC melintas dari arah JJ. Gubeng menuju Jl. Pemuda Surabaya, sedangkan Saksi-1 melintas dari arah Jl. Kayoon ke arah Jl. Pemuda Surabaya tepatnya di simpang tiga depan Grapari Telkomsei, Terdakwa membunyikan klakson mobilnya karena akan terjadi srempetan, sehingga Terdakwa berusaha menegur Saksi-1 tetapi tidak dihiraukan oleh saksi-1.
5. Bahwa setelah setelah ditegor oleh Terdakwa Tersebut kemudian Saksi-1 menambah keœpatan motornya, sehingga terjadi kejar kejaran sampai menyusuri jalan dekat patung Bambu Runcing berputar ke arah Jl. Kayoon lagi kemudian sampai di depan Graha Pari Telkomsei sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Saksi-1 yang sedang berboncengan dengan Saksi-2 ditabrak dari belakang oleh mobil Toyota Avansa yang dikemudikan Terdakwa sehingga motor saksi-1 jatuh berikut saksi-1 dan juga saksi-2.
6. Bahwa setelah Terdakwa menabrak sepeda motor milik Saksi-1 lalu Terdakwa menghampiri saksi-1 dan memukul Saksi-1 sedangkan Saksi-2 melarikan diri, dan kemudian Terdakwa membawa masuk Saksi-1 ke dalam mobilnya.
7. Bahwa mendengar cerita dari Saksi-1 tersebut kemudian Saksi dan Saksi-3 menanyakan kepada Terdakwa mengapa Saksi-1 diperlakukan demikian oleh Terdakwa, dan Terdakwa saat itu meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya yang mengalami kerusakan di bagian tutup mesin rusak/bengkok, bemper depan bengkok, lampu
Hal. 36 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
depan pecah, radiator dan ac mobil bocor karena menabrak motor saki-1 .
8. Bahwa karena kondisi di rumah saat itu banyak tetangga yang keluar rumah, maka Terdakwa keluar rumah dan mengajak Saksi ikut keluar untuk membahas kelanjutan penyelesaian perkara tersebut , saat itu Terdakwa menyampaikan lagi agar kerusakan mobilnya ditanggung oleh pihak keluarga Saksi supaya cepat reda dan tidak diketahui oleh banyak orang dan Terdakwa merayu Saksi agar mengaku Terdakwa yang menolong Saksi-1, selanjutnya Terdakwa menjanjikan akan datang lagi untuk melihat kondisi Saksi-1 .
9. Bahwa akibat kecelakaan lalu lintas dan pemukulan yang diiakukan Terdakwa terhadap Saksi-1 tersebut kondisi Saksi-1 mengalami banyak luka dan mengeluarkan darah pada bagian lutut kaki kanan dan kiri, luka dibagian ibu jari telapak kaki kanan, luka dibagian siku tangan kiri, luka gores di kedua telapak tangan, luka gores/memar dibawah pantat dan luka memar dibagian kelopak mata kiri, selain itu Saksi-1 juga mengeluh kepalanya pusing, muai dan merasa sakit dibagian tulang iga kiri, sehingga terhalang fungsi alat tubuhnya selama kurang lebih satu minggu tidak bisa bekerja/beraktifitas untuk mengefolah sampah/kompos, selanjutnya Saksi-3 merawat Saksi-1 dengan membersihkan luka-luka tersebut dengan air hangat sambil mengolesi obat betadine untuk mengobati luka lukanya dan saksi mengetahui saksi-1 tidak di opname hanya rawat jalan saja.
10. Bahwa pada siang harinya masih di tanggal 20 Nopember 2020 telah di adakan pertemuan perdamaian anatar Terdakwa dengan saksi-1 yang dilakukan di kantor kelurahan yang dihadiri oleh
Hal. 37 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
saksi-1, Terdakwa, saksi-3, pak lurah, ketua RW (saksi-7) dan juga ada bapak babinsa dan bapak babinkantip namun pada saat dilakukan perdamaian tersebut saksi tidak ikut karena saksi sudah berangkat kerja.
11. Bahwa setelah kejadian tersebut dari pihak keluarga Saksi menunggu itikad baik Terdakwa yang janji akan datang lagi ke rumah tetapi temyata sampai sekarang Terdakwa tidak datang dan menjenguk Saksi-1 dan merasa dirugikan serta menuntut ganti rugi atas biaya hidup dan biaya berobat Saksi-1, sehingga pada hari Selasa tanggal 15 September 2020 sekira pukul 10.00 Wib Saksi-6 bersama keluarga datang untuk melaporkan Terdakwa ke Pomdam V/Brawijaya guna memproses hukum yang berlaku.
12. Bahwa saksi mengetahui beberapa hari kemudian dari satuan Terdakwa dan juga dari keluarga Terdakwa datang lagi menemui saksi-1 dan memberikan uang sebersar Rp. 1250.000,-( Satu juta dua ratus lima puluh ribu ) rupiah yang di berikan di rmah saksi-1 untuk bantuan biaya pengobatan dan saat mengasihkan itu disaksikan oleh saksi-7, selaku ketua RW dan disaksikan bapak bainsa dan juga kepolisian dari polsek.
Atas keterangan Saksi-4 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Saksi- 5
Nama lengkap : Arief Chairul Hasda Pekerjaan : Swasta (Bengkel) Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 18 Mei 1983 Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia A g a m a : Islam
Tempat tinggal : Jln. Gunungsari Gg. 5 No. 2 Rt.5 Rw.7 Kel. Sawunggaling Kec. Wonokromo - Surabaya.
Hal. 38 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 2017 di bengkel Dinamo tempat Saksi bekerja alamat Jl. Gunungsari I, Kel. Sawunggaling, Kec.
Wonokromo Kota Surabaya karena Terdakwa sering betulin Mobilnya di bengkel tempat saksi bekerja namun Saksi tidak ada hubungan keluarga/family dengan Terdakwa.
2. Bahwa pada hari Senin tanggal 7 September 2020 sekira pukul 22.00 Wib, saat Saksi sedang duduk minum kopi di Warkop di Simpang Tiga Pompa Air Gunungsari Kota Surabaya bersama dengan Sdr.
Aris Sigit Darmawan (Saksi-6) dan Sdr. Keling, tiba-tiba datang Terdakwa mengenakan baju koko ke Warkop dengan menggunakan Mobil Toyota Avanza Warna Silver Nopol W 1549 PC kemudian dilanjut berbincang-bincang sampai pukul 23.00 Wib kemudian Saksi bersama Terdakwa, Saksi-6 dan Sdr. Keling berangkat menuju makam Sunan Ampel alamat Jl. Ampel Kota Surabaya dengan menggunakan mobil Toyota Avanza Wama Silver Nopol W 1549 PC, dan sekira pukul 23.45 Wib tiba di makam Sunan Ampel selanjutnya melaksanakan Ziarah selama + 45 menit.
3. Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 sekira pukul 00.45 Wib, seteiah selesai ziarah Saksi bersama Terdakwa, Saksi-6 dan Sdr. Keling berangkat menuju Jembatan Suramadu untuk membeli kopi, namun saat berada tiba di warkop Suramadu tidak minum kopi melainkan minum-minuman beralkohol merk Bir Bintang sebanyak 3 (tiga) botol yang diberi oleh teman Terdakwa sambil duduk santai dan berbincang-bincang selama ±1 (satu) jam, sedangkan Terdakwa duduk terpisah bergabung minum dengan teman laki-laki yang Saksi tidak
Hal. 39 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
tahu namanya, selanjutnya minuman tersebut oleh Saksi habiskan bersama Saksi-6 dan Sdr. Keling;
4. Bahwa pada sekira pukul 02.00 Wib, seteiah Saksi bersama Terdakwa, Saksi-6 dan Sdr. Keling minum-minuman beralkohol jenis Bir Bintang, selanjutnya saksi, Terdakwa , saksi-6 dan sdr Keling hendak mau pulang ke rumah dengan menggunakan mobil Toyota Avanza Warna Silver Nopol W 1549 PC yang dikemudikan oleh Terdakwa dengan posisi Saksi saat itu duduk dibelakang Terdakwa, sedangkan Saksi-6 duduk disamping kiri Saksi dan Sdr. Keling duduk dibangku depan disamping Terdakwa, saat perjalanan pulang kondisi Terdakwa dalam keadaan sadar walaupun telah minum minuman berakohol.
5. Bahwa selanjutnya sekira pukul 02.25 Wib saat mobil yang saksi tumpangi yang dikemudian oleh Terdakwa saat melintas di pertigaan Jl. Raya Gubeng (Monkasel) tiba-tiba melaju sepeda motor Yamaha Vixion Warna Merah Nopol L 5659 AS yang dikendarai oleh Sdr.Fajar Ali Wahyudi (Saksi- 1) yang berboncengan dengan Sdr. Achmad Muzain Efendi (Saksi-2) mendahului dari arah kiri.
6. Bahwa selanjutnya Saksi-1 menuju ke arah kanan dan berjalan (zig-zag) di depan Mobil Toyota Avanza Warna Silver Nopol W 1549 PC yang Terdakwa kemudiakan, melihat hal tersebut Terdakwa langsung membunyikan klakson secara terus menerus sambil berteriak “mandek...mandek (berhenti-berhenti) dan Sdr. Keling berteriak “cok mandek (cok berhenti) saat itu Saksi berpikir Saksi-1 adalah jambret karena membawa sepeda motor kencang dan disuruh berhenti tidak menghiraukan hal tersebut yang menimbulkan kecurigaan Saksi, sedangkan Saksi-6 hanya diam
Hal. 40 dari 103 hal. Putusan Nomor 149- K / PM. III-12 / AD / XII / 2020
saja, kemudian Terdakwa berusaha mengejar sepeda motoryang dikemudiakan oleh Saksi-1 tersebut, namun teriakan Terdakwa dan terikana sdr Keling tersebut tidak di hiraukan oleh Saksi-1 malah Saksi-1 semakin menambah kecepatan sepeda motomya + 80 Km/Jam, sehingga terjadi kejar kejaran antara sepeda motor Saksi-1 dengan Mobil Toyota Avanza Wama Silver Nopol W1549 PC + 2 meter;
7. Bahwa pada sekira pukul 02.30 Wib, Terdakwa melihat sepeda motor Vi-xion Warna Merah Nopol L 5659 AS yang dekendarai Saksi-1 berboncengan dengan Saksi-2 berhenti di Pertigaan Jl. Kayoon Surabaya, kemudian Terdakwa langsung menabrak dari belakang sepeda motor yang dkemudikan oleh saksi-1 tersebut hingga menyebabkan Saksi-1 dan Saksi-2 terpental sejauh kurang lebih 1 (satu) meter dari sepeda motomya dan begitu melihat keduanya jatuh kemudian Terdakwa langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Saksi-1 lalu Terdakwa memukul skais-1 dengan tangan kanannya Terbuka namun pukulan Terdakwa itu dapat di hindari oleh Terdakwa kemudian terdakwa memukul lagi dengan punggung tangan kananya Terbuka dan mengenai bagian mata kiri Terdakwa ,namun saat itu Saksi sudah tidak melihat Saksi-2 karena saksi- 2 lari , kemudian Saksi berinisiatif mengamankan sepeda motor Saksi-1 ke tempat security Hôtel Dafam Surabaya, tapi Saksi tidak melihat kerusakan yang ada pada mobil milik Terdakwa seteiah menabrak sepeda motor Saksi-1 itu.
8. Bahwa kondisi saat terjadinya kejadian itu dalam keadaan terang karena banyak cahaya lampu dan masyarakat banyak yang melihat tetapi tidak mendekat ke arah mobil, dan seteiah kurang lebih