• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Jalan Dipenogoro No. 86, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Alasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Jalan Dipenogoro No. 86, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Alasan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Brawijaya Istana Oleh-oleh yang berlokasi di Jalan Dipenogoro No. 86, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Alasan memilih lokasi tersebut dikarenakan banyaknya toko oleh-oleh di daerah Kota Batu yang menyebabkan persaingan bisnis yang ketat.

B. Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan data primer. Sugiyono (2013) mengatakan bahwa metode survei adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), di mana peneliti mengumpulkan data dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur, dan sebagainya. Penelitian kuantitatif yang dilakukan ini sangat penting karena menyangkut evaluasi Brawijaya Istana Oleh-oleh dalam meningkatkan penjualannya. Menurut Martono (2015) penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena atau gejala sosial secara kuantitatif atau menjelaskan bagaimana fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat saling berhubungan satu sama lain.

(2)

33 C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

a. Populasi

Populasi adalah sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah yang banyak dan luas (Darmawan, 2013). Populasi dalam penelitian ini yaitu, pelanggan yang berkunjung langsung ke Brawijaya Istana Oleh-oleh yang berlokasi di Jalan Dipenogoro No. 86, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

b. Sampel

Sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan masalah, tujuan, hipotesis, metode dan instrumen penelitian, disamping pertimbangan waktu, tenaga, dan pembiayaan. Sebagaimana didefinisikan bahwa sampel terdiri atas subjek penelitian (responden) yang menjadi sumber data yang terpilih dari hasil pekerjaan teknik sampling (Darmawan, 2013). Besar sampel yang ditentukan dalam penelitian ini adalah 100 responden karena menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini pelanggan yang berkunjung langsung ke Brawijaya Istana Oleh-oleh. karena ukuran populasi dalam penelitian ini sangat banyak dan tidak dapat diketahui dengan pasti. Oleh karena itu, besar sampel yang digunakan dihitung dengan rumus menurut Eriyanto (2007) sebagai berikut:

n = 𝑍

2. 𝑝(1−𝑝) 𝑒2

n = (1,96)

2. (0,5)(1−0,5) (0,1)2

(3)

34 n = (3,8416).(0,5)(0,5)

0,01

n = (3,8416).(0,25) 0,01

n = 0,9604

0,01

n = 96,04 n = 100 Keterangan:

n = Ukuran Sampel

Z = mengacu pada nilai z atau tingkat kepercayaan. Menurut Sekaran dan Bougie (2016) untuk tingkat kepercayaan 90% maka nilai Z sebesar 1,645; untuk tingkat kepercayaan 95% maka nilai Z sebesar 1,96; untuk tingkat kepercayaan 99% maka nilai Z sebesar 2,576.

p(1-p) = variasi populasi dinyatakan dalam bentuk proporsi. Menurut Eriyanto (2007) jika dalam penelitian sebelumnya belum diketahui berapa jumlah proporsinya maka diasumsikan nilai proporsi sebesar 0,5.

e = kesalahan sampel yang dikehendaki dalam penelitian (sampling error). Pada penelitian ini sampling error yang digunakan sebesar 10%.

Jadi, sampel yang harus diambil berjumlah 100 orang.

c. Teknik Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel penelitian ini menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan teknik accidental sampling.

(4)

35

Sugiyono (2009), menyatakan metode accidental sampling adalah teknik pengambilan sampel yaitu peneliti memilih siapa saja anggota populasi yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dianggap dapat memberikan informasi yang diperlukan. Metode accidental sampling diaplikasikan peneliti dengan mengunjungi toko Brawijaya Istana Oleh-oleh.

D. Definisi Operasional Definisi Operasional

Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu keputusan pembelian (Y) dan kepuasan pelanggan (Z). Sedangkan variabel bebas (independent variabel) adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel dependen yaitu word of mouth (X). Penjelasannya sebagai berikut:

a. Word of mouth (X)

Word of mouth adalah komunikasi dari orang ke orang antara sumber pesan dan penerima pesan dimana penerima pesan menerima pesan dengan cara tidak komersil mengenai suatu produk, pelayanan, atau merek. Word of mouth menjadi referensi yang membentuk harapan pelanggan. Sernovitz (2009) berpendapat ada lima dimensi atau indikator dasar word of mouth yaitu:

1) Talker (pembicara)

a) Memiliki tingkat pengetahuan yang luas.

b) Memiliki pengaruh/saran yang meyakinkan.

(5)

36 2) Topics (topik)

a) Mengenai informasi produk b) Mengenai perusahaan

3) Tools (alat)

a) Menyampaikan pesan melalui media sosial b) Disampaikan melalui media brosur.

4) Taking part (partisipasi perusahaan) a) Dalam menyebarkan informasi produk b) Dalam membantu pelayanan informasi.

5) Tracking (pengawasan)

a) Memberikan ruang saran pada konsumen b) Memberikan ruang keluhan pada konsumen b. Kepuasan Konsumen (Y)

Kepuasan pelanggan merupakan konsekuensi dari perbandingan yang dilakukan oleh pelanggan yang membandingkan antara tingkatan dari manfaat yang dirasakan terhadap manfaat yang diharapkan oleh pelanggan.

Indikator kepuasan pelanggan menurut Rangkuti (2011):

1) Nilai Pelanggan

a) Tanggap atas keluhan pelanggan.

b) Memberikan informasi dengan baik terhadap sesuatu yang dibutuhkan pelanggan.

2) Respon Pelanggan

a. Melakukan pembelian ulang.

(6)

37

b. Membicarakan hal-hal yang baik tentang perusahaan.

3) Persepsi Pelanggan

a. Pelanggan merasa puas dengan proses dan pelayanan yang diberikan.

b. Pelanggan merasa aman dan nyaman selama berurusan dengan perusahaan tersebut.

c. Keputusan Pembelian (Z)

Menurut Kotler dan Armstrong (2012) dalam keputusan pembelian terdapat tahapan proses pengambilan keputusan pembelian, berikut tiga indikator yang dilewati konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu:

1) Kemantapan pada sebuah produk 2) Kebiasaan dalam membeli produk

3) Kecepatan dalam membeli sebuah produk E. Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini, skala likert digunakan untuk mengukur variabel dari jawaban responden. Darmawan (2013) menyatakan bahwa Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Dengan menggunakan skala likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, dan untuk analisis kuantitatif tanggapannya dibagi menjadi lima kategori. Dalam penelitian ini masing-masing variabel yang bertanggung jawab atas kualitas konsumen dan kepuasan konsumen menggunakan sistem nilai berbasis likert yang disajikan pada Tabel 3.1 sebagai berikut:

(7)

38 Sumber: Darmawan (2013)

F. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Jenis Data yang digunakan dalam penilitian ini adalah data kuantitatif.

Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan apa yang ingin kita ketahui (Darmawan, 2013). Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa kuesioner yang akan diberikan kepada pelanggan yang berkunjung langsung ke Brawijaya Istana Oleh-oleh Kota Batu yang bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner.

b. Sumber Data

Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Menurut Sugiyono (2011) data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber penyedia data yang merupakan objek penelitian, sedangkan data sekunder adalah data yang didapatkan tidak langsung dari sumber penyedia data. Data primer dapat diperoleh sendiri oleh peneliti dengan melakukan penyebaran kuisioner secara langsung. Data sekunder dapat No. Word of mouth Keputusan pembelian Kepuasan konsumen Skor

1. Sangat Setuju Sangat Setuju Sangat Puas 5

2. Setuju Setuju Puas 4

3. Ragu-Ragu/Netral Ragu-Ragu/Netral Ragu-Ragu/Netral 3

4. Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Puas 2

5. Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Puas 1 Tabel 3.1 Skala Pengukuran

Data

(8)

39

diperoleh peneliti melalui dokumen atau arsip data yang dimiliki perusahaan tempat penelitian.

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner secara langsung mengunjungi Brawijaya Istana Oleh-oleh. Menurut Sugiyono (2011) kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi sekumpulan pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuisioner yang diberikan berisikan pertanyaan- pertanyaan terkait variabel word of mouth terhadap keputusan pembelian serta dampaknya pada kepuasan konsumen Brawijaya Istana Oleh-oleh.

H. Uji Instrumen a. Uji Validitas

Uji Validitas menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item, kita mengkolerasikan skor item dengan total item-item tersebut (Darmawan, 2013). Uji validitas menggunakan Teknik corrected item total correlation. Perhitungan dilakukan dengan analisis stastik berbasis komputer yaitu SPSS. Uji validitas ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Saat menguji valid tidaknya masing-masing pertanyaan dapat dilihat dari nilai r hitung dan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilainya positif, maka item atau pertanyaan atau indikator tersebut valid.

(9)

40

Jika r hitung lebih kecil dari r tabel dan nilainya negatif, item atau pertanyaan atau indikator tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono 2016). Perhitungan dilakukan dengan analisis stastik berbasis komputer yaitu SPSS. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen uji dapat dipercaya atau tidak. jika jawaban yang diberikan responden berupa skala misalnya 1-3, 1-5, atau jawaban responden mengartikan penilaian sikap. Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

𝜏𝑖𝑖 = ( 𝑘

𝑘 − 1) (1 −∑ 𝜎𝑏2 𝜎𝑡2 ) Keterangan :

𝜏𝑖𝑖 = Reliabilitas instrument 𝑘 = Banyaknya butir pertanyaan

∑ 𝜎𝑏2 = Jumlah varian butir 𝜎𝑡2 = Varian total

Adapun kriteria reliabilitas adalah sebagai berikut : 1) Apabila nilai alpha cronbach ≥ 0,6 = reliabel 2) Apabila nilai alpha cronbach ≤ 0,6 = tidak reliabel

(10)

41 I. Teknik Analisis Data

a. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan bertujuan untuk memperoleh hasil regresi yang baik dan tidak bias. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Adapun uraian dari pengujian asusmsi klasik dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunkan terdistribusi normal. Pengujian normalitas menggunakan uji kolmogrov smirvon dengan perangkat lunak SPPSS. Apabila thitung >

taraf signifikan maka data terdistribusi normal jika thitung < taraf signifikan data tidak terdistribusi normal (Akila, 2017).

2) Uji Multikolineritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen, jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel- variabel ini tidak ortogonal. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikonlinieritas dalam model regresi, dapat dilihat dari tolerance value dan variance inflation factor (VIF) (Ghozali, 2011). Pada uji ini memiliki kriteria sebagai berikut:

(11)

42

a) Apabila nilai toleransi ≥ 0,1 atau nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas.

b) Apabila nilai toleransi < 0,1 atau nilai VIF ≥ 10 maka terjadi multikolonieritas.

3) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2011).

Jika ada korelasi disebut masalah autokorelasi. Untuk mendeteksi adanya autokorelasi yaitu dengan cara menggunakan uji Durbin Watson (DW). Uji ini digunakan dengan cara membandingkan nilai Durbin Watson dengan table Durbin Watson. Dalam table Durbin Watson terdapat nilai batas atas (upper bound atau du) dan nilai batas atas (lower bound atau d1). Adapun kriteria yang diberlakukan untuk menjadi patokan adalah sebagai berikut:

a) Bila d4-dL, berarti ada korelasi yang negatif.

b) Bila dL≤d≤dU, berarti tidak dapat di ambil kesimpulan apa-apa.

c) Bila dU≤d≤4-dU, berarti ada korelasi yang positif maupun negatif.

d) Bila 4-dU≤d≤4-dL, berarti tidak dapat di ambil kesimpulan apa- apa.

e) Bila d>4-dL, berarti ada korelasi yang negatif.

(12)

43 4) Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas dilakukan untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan-pengamatan yang lain. Agar data yang diperoleh bersifat homogen, Kriteria yang digunakan untuk mengetahui heterokedastisitas atau homokedastisitas adalah apabila ρ hitung lebih kecil dari ρ tabel, atau signifikansinya lebih besar dari 0,05, maka terjadi heterokedastisitas.

b. Path Analysis

Ghozali (2018) menyatakan bahwa analisis jalur (Path Analysis) merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antara variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Model yang digunakan dalam analisis jalur, yaitu :

Z = a + b2X + e Y = a + b1X + e

Keterangan : X = Word of mouth Y = Kepuasan konsumen Z = Keputusan pembelian

a1,a2 = Konstanta b1,b2 = Koefisien regresi e1,e2 = Standart Error

(13)

44 c. Uji Hipotesis

1) Pengujian Hipotesis Uji T

Menurut Sugiyono (2013) Uji T atau Uji Parsial digunakan untuk menguji signifikasi hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal. Dalam menguji Hipotesis Uji T atau Uji parsial pada penelitian ini akan menggunakan program SPSS. Adapun langkahnya yaitu sebagai berikut:

a. Jika t Sig ≤ α = 0,05, maka hipotesis diterima.

b. Jika t Sig > α = 0,05, maka hipotesis ditolak.

2) Uji Sobel

Uji sobel digunakan untuk menguji pengaruh variabel antara dalam penelitian ini yaitu mengenai kepuasan pelanggan yang memediasi pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan. Menurut (Ghozali, 2011) suatu variabel dapat dikatakan sebagai variabel intervening atau variabel mediasi apabila variabel tersebut mempengaruhi hubungan antara variabel independen (eksogen) dan variabel dependen (endogen).

Selanjutnya untuk menghitung signifikasi variabel pengaruh mediasi menggunakan sobel teste sebagai berikut:

Sp₂p₃ = √𝑝₃2𝑆𝑝₂2+ 𝑝₂2𝑆𝑝₃2+ 𝑆𝑝₂2𝑆𝑝₃2 t =𝑝2 𝑋 𝑝₃

𝑆𝑝₂𝑝₃

(14)

45 Keterangan:

P2 = koefisien pengaruh langsung word of mouth terhadap keputusan pembelian

p3 = koefisien pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap kepuasan pelanggan

Sp2 = standart error dari koefisien P2

Sp3 = standart error dari koefisien p3

t = nilai t hitung

Jika One-tailed probability > 0,05 maka variable kepuasan pelanggan tidak dapat memediasi pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan. Jika One-tailed probability < 0,05 maka kepuasan pelanggan dapat memediasi pengaruh antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Serta Dampaknya Pada Kualitas Pelayanan Housekeeping Department Di Padma Hotel Bandung.. Universitas Pendidikan Indonesia

Provided by UMM Institutional Repository.. Perhitungan yang dilakukan setelah melakukan survei di Kabupaten Malang dan Kota Batu adalah petani jagung yang berjumlah sebanyak

Angket ini ditujukan kepada mahasiswa program studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Negeri Yogyakarta semester 5 dan semester 7 yaitu angkatan tahun 2010

Metode atau teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yakni untuk mencari dimana peristiwa-peristiwa yang

Penelitian ini dilaksanakan di MAN Kota Batu yang beralamat di Jalan Pattimura No 25, Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pemilihan tempat sebagai lokasi

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana instrument tersebut dapat diberikan hasil yang relatif sama bisa dilakukan pengukuran kembali terhadap

Pengujian dilakukan dengan melihat persentase varian yang dijelaskan R 2 untuk variabel laten dependen yang dimodelkan mendapatkan pengaruh dari variabel laten

Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan