• Tidak ada hasil yang ditemukan

daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. BANTEN b. Bila ditinjau dari faktor tingkat pendidikan masyarakat yang berpendidikan dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. BANTEN b. Bila ditinjau dari faktor tingkat pendidikan masyarakat yang berpendidikan dan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HOTEL RESOR PANTAI DAN KLUB SELAM DI TANJUNG LESUNG

Ridho Cristian Satdes Limbong 20305044

ABSTRAKSI

Banten merupakan wilayah potensial yang mempunyai kekayaan alam yang sangat tinggi. Sehingga perencanaannya menggunakan site di Banten, khususnya di Tanjung Lesung ini. Tanjung Lesung memiliki kekayaan alam laut yang tak terhingga, namun belum banyak orang mengenal itu. Dalam pembuatan Hotel Resor Pantai dan Klub Selam ini, Tanjung Lesung memberikan nuansa keindahan alami pada perancangan bangunan, sehingga membuat pengunjung menjadi tertarik untuk mengeksplorasi alam/laut Tanjung Lesung lebih dalam. Dengan adanya fasilitias ini, maka akan membuat pariwisata bangkit lagi dan memberikan dampak positif di segala aspek.

Kata Kunci : Tanjung Lesung, Hotel Resor Pantai, Klub Selam, Eksplorasi

PENDAHULUAN

Indonesia adalah salah satu negara berkembang dimana kegiatan sektor pariwisata merupakan salah satu unsur penting dari penerimaan devisa dalam pembangunan ekonominya. Sektor pariwisata di Indonesia dewasa ini mempunyai potensi yang amat besar untuk lebih dikembangkan, sehingga pemerintah merasa perlu untuk memberi perhatian yang lebih serius di sektor pariwisata ini.

Salah satu pantai yang memiliki kawasan pariwisata yang menarik adalah Tanjung Lesung, daerah ini memiliki luas 1.500 Ha dengan panjang pantai 15 km di ketiga sisinya.

Kawasan ini mempunyai potensi wisata seperti pantai, terumbu karang, keindahan dasar laut, dan sebagainya.

Pariwisata mempunyai peluang yang besar untuk berkembang di daerah ini, hal ini di tunjang dengan rencana pembangunan akses, baik darat

maupun udara, yang berlokasi di Kecamatan Panimbang, oleh Pemprov Banten.

Hasil studi Japan International Corporation Agency (JICA) juga menyebutkan bahwa kawasai Tanjung Lesung merupakan daerah terbaik untuk dijadikan sebagai kawasan wisata terpadu. Maka tidak heran jika kawasan yang dibangun oleh PT Banten West Java Tourism Development Corporation sejak 1996 ini memiliki rencana induk yang ideal di masa datang.

Saat ini kawasan wisata Tanjung Lesung dilengkapi akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya dan akan terus dikembangkan ke depan.

Namun belum ada tempat untuk mengakomodasi hal tersebut di atas berupa Hotel Resor dan Kegiatan menyelam. Itu semua dapat menjadi

(2)

daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

BANTEN

Gambar 1.1 Peta Banten

Maka jika melihat hal – hal di atas adalah sangat tepat jika membangun sebuah Hotel Resor Pantai dan Klub Selam di sana, sebagai respon atas segala tuntutan yang ada, baik secara Kepariwisataan, Ekonomi dan secara Arsitektural.

KRITERIA PEMILIHAN SITE 1. Potensi lingkungan

Tujuan proyek akan berhasil bila didukung oleh masyarakat yang aktif dan mampu untuk mengadakan kegiatan tesebut secara kontinu. Pengertian mampu disini adalah :

a. Bila ditinjau dari ekonomi masyarakat, target yang diinginkan adalah mengenah keatas dan profesional muda, untuk bisa lebih bersaing di dunia internasional, dan untuk dapat brand pariwisata di Indonesia.

b. Bila ditinjau dari faktor tingkat pendidikan masyarakat yang berpendidikan dan luas pandangannya, yaitu masyarakat penikmat (konsumen) dan masyarakat penilai (arsitek).

c. Mempunyai nilai filosofi yang tinggi sehingga mencerminkan identitas.

d. Hubungan dengan instansi- instansi daerah (bidang pariwisata, komersil, dan sebagainya).

e. Merupakan kawasan yang berkembang dengan cepat, dapat diartikan memiliki prospek masa depan yang baik.

2. Sarana dan Prasarana

a. Pencapaian terhadap lokasi mudah dan berbagai sarana transportasi dan jalur utama.

b. Dipertimbangkan faktor jaringan listrik, air bersih, kenyamanan, dan keamanan.

ANALISA PEMILIHAN SITE

Dalam pemilihan lokasi di Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, maka harus dipertimbangkan hal-hal yang menjadi potensi bagi lahan pembangunan :

a. Letak wilayah Pandeglang mempunyai akses dari segala arah dengan adanya Bandara dan terminal transit maka memudahkan dalam pencapaian.

(3)

b. Jalur transportasi yang cukup ramai, mendukung pencapaian ke lokasi, serta teraturnya peta jalanan dan kawasan.

c. Sesuai dengan peraturan pemerintah tentang kawasan.

SITE

Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Kec. Panimbang, Kab. Pandeglang, Banten

a. Lokasi Site

Gambar 1.2 Peta Site

b. Peraturan Bangunan KDB : 30 % KLB : 60 % GSB : 4 Lantai GSP : 100 m

Luas lahan : ± 5 Ha Peruntukan : Kawasan Pariwisata

c. Batas Bangunan

Barat : Selat Sunda Timur : Jalan Raya Utara : Lahan Kosong Selatan : Lahan Kosong d. Kondisi Site

 Berada tepat di pesisir pantai.

 Kontur relatif datar.

 Vegetasi di dominasi oleh, rerumputan dan sebagian ilalang.

 Kondisi pantai cukup baik.

e. Potensi Site

 Lokasi berada tepat di kawasan wisata Tanjung Lesung

 Akan dijadikan kawasan wisata bertaraf Internasional.

 Dekat dengan bandar udara dengan skala internasional di daerah Panimbang.

 Dekat dengan pelabuhan umum dan wisata di daerah panimbang.

 View ke laut sangat bagus karena tepat di teluk.

Gambar 1.3 Lokasi Site

TEMA

Tema yang dipakai adalah

“EXPLORATION LIVING”.

Penjabarannya adalah sebagai berikut :

(4)

 Exploration (Menjelajah, Pencarian) adalah sebuah kegiatan untuk bepergian menjelajahi sebuah tempat.

 Living (Tempat Tinggal) adalah area yang dapat berfungsi sebagai pelindung dari gejala-gejala alam yang tidak diinginkan.

Maksud dari tema “Exploration Living” yaitu memberikan suasana tempat tinggal yang membuat pengunjung mempunyai akses untuk menjelajahi keindahan alam pada objek Hotel Resor dan Klub Selam di Tanjung Lesung. Serta memberikan keharmonisan, keselarasan serta keseimbangan alam sekitar dengan bangunan yang dijadikan acuan konsep utama di dalam perancangan baik facade, interior, maupun studi massa yang merupakan tujuan utama dari peraturan pemerintah provinsi Banten sendiri yang ingin mengembangkan potensi sektor pariwisata.

KONSEP PERANCANGAN

Konsep dasar bangunan Hotel Resor dan Klub Selam ini lebih mengarah kepada bentuk-bentuk bangunan alami, dan menyesuaikan dengan alam/site. Menggunakan konsep percampuran gaya Arsitektur Futuristik dengan Organik. Dengan konsep tersebut maka Thema Exploration Living-nya semakin terasa, karena konsepnya mengikuti site atau objek yang dilihat yaitu laut sebagai poros dari subjek yang diamati atau dieksplorasi.

Adapun uraiannya adalah sebagai berikut :

Arsitektur Organik

Aplikasi terhadap Objek : Menciptakan / membuat Hotel dan Klub Selam dengan nuansa tempat tinggal dan pelatihan, rekreasi yang mengarahkan pengguna melalui Bangunan ke arah laut, dan juga merespon bantuk pantai agar bangunannya menyesuaikan dengan alam/laut.

Arsitektur Futuristik

Aplikasi terhadap Objek : Menciptakan / membuat kawasan Resor dengan bentuk yang dinamis melalui mereklamasi pantai dengan tujuan tetap untuk membebaskan pengunjung untuk mengeksplorasi alam/laut.

Dua dasar penerapan pencampuran gaya Arsitektur di atas dapat diterapkan pada bangunan melalui prinsip desain keseimbangan, skala, irama, proporsi, tekanan, urutan-urutan, dan kesatuan.

Peletakan bangunan Hotel Resor dan Klub Selam ini didasarkan kepada Konsep Organik yang mengikuti keadaan lingkungan kemudian di aplikasikan ke dalam site.

Gambar 1.4 Tata Letak

Semua bangunan utama berorientasi ke arah alam/laut, tetapi untuk bangunan-bangunan pendukung tidak berorientasi ke laut karena memang fokus bangunan tersebut

Area Resor

Area Parki r Area Terbuka Area

Dermaga

Area Hotel

Area Service

(5)

bukan untuk menikmati keindahan alam.

Gambar 1.5. Orientasi Bangunan

Gambar 1.6. Sirkulasi

Pohon besar ditanam di sekitar

site, berfungsi untuk

pelindung/peredam dari sengatan matahari, tiupan angin dan kebisingan.

Juga ada pohon palem sebagai penunjuk jalan di sepanjang jalan masuk-keluar. Didalam site, vegetasi yang ada hanya berupa pohon-pohon kecil dan perdu berfungsi sebagai tanaman penghias dan penyejuk udara. Serta adanya rancangan sebagai daerah resapan air (kolam).

Gambar 1.7. Vegetasi

HASIL RANCANGAN

Gambar 1.8 Site Plan

Gambar 1.9 Blok Plan

Gambar 1.10 Tampak Kawasan Keterangan :

Pejalan Kaki Kendaraan Bermotor

(6)

Gambar 1.11 Perspektif Kawasan Keseluruhan

Gambar 1.12 Hotel

Gambar 1.13 Resor

Gambar 1.14 Pelatihan Selam dan Rekreasi

Gambar 1.15 Exterior

Gambar 1.16 Parkir

MAKET

Gambar 1.17 Maket

DAFTAR PUSTAKA

W.J.S., Purwadarmanita, Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1976

Hornby, A. S Oxford Advance Learner’s Dictionary of Current English. Oxford University, 1974.

A.M. Mac Donald OBE, BA Chambere Collage Dictionary Barcelona, Printer Industria Grafica, 1984

(7)

Ching, Francis D.K., Arsitektur Bentuk Ruang dan Susunannya, Penerbit Erlangga, Jakarta : 1991.

Hasegawa, Itsuko., Theoris and Manifestoes of Contemporary Architecture, Architecture as another nature.

Purnama, Salura., Ber-Arsitektur (AMI – IAI – UNPAR),

Neufert, Ernst., Data Arsitek edisi kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta: 1992.

Neufert, Ernst., Data Arsitek Jilid I, Penerbit Erlangga, Jakarta:

1997.

URL : http://www.google.com URL : http://www.googleearth.com URL : http://www.budpar.go.id/page.ph p?ic=511&id=5245

URL : http://www.kamus.com/eng- indmay/exploration

URL :

http://pusatbahasa.diknas.go.id/k bbi/index.php

URL :

http://www.waterfrontsouth.co.uk/

Gambar

Gambar 1.1 Peta Banten
Gambar 1.2 Peta Site
Gambar 1.4 Tata Letak
Gambar 1.5. Orientasi Bangunan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa pencapaian penelitian siklus I sudah signifikan. Bila pada perkuliahan selama tiga tahun sebelumnya

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika peserta didik yang diajar dan tidak diajar dengan

Ketika negara melakukan pelanggaran terhadap norma-norma internasional yang tidak tercantum dalam konvensi, meskipun hal itu tidak secara jelas ditulis di dalam konvensi,

Dimana, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Santika Adhi (2017) yang menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan secara bersama-sama berpengaruh

Bahan kemasan harus memenuhi syarat-syarat seperti bahan tidak toksik, harus cocok dengan bahan yang dikemas, harus menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan, dapat

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian mengenai Studi Perbandingan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Herbal dan Obat Sintetik di Campagayya

Seiring dengan kemajuan teknologi, Alat pelindung diri (APD) semakin beragam bentuk dan fungsinya dan ini sangat membantu menurunkan jumlah pekerja yang cidera atau meninggal

MEDAN 2018.. Skripsi berjudul, Analisis Penerapan Sistem Bagi Hasil Belah Sapi dalam Peternakan Sapi di Desa Lobu Rampah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu