• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara

LAPORAN KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA

Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2014

Jl. Yos Sudarso No. 22 Jepara – Jawa Tengah

Telp (0291) 591043 Fax. (0291) 598647

(2)

Kata Pengantar | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 i

KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014, Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Komisi Pemilihan Umum yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 57/ PB/ 2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Jepara, Januari 2015 KPU KABUPATEN JEPARA, Kuasa Pengguna Anggaran

DA’FAF ALI, S.Sos, M.Si NIP 19740429 199803 1 005

(3)

Daftar Isi | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 ii

DAFTAR ISI

Hal

Kata Pengantar i i Daftar Isi ii Daftar Tabel iii

Ringkasan 1

Pernyataan Tanggung Jawab 4 iv Ringkasan 1

I. Laporan Realisasi Anggaran 5 3

II. Neraca 6 4

III. Catatan atas Laporan Keuangan 8 5

A. Penjelasan Umum 8

A.1. Dasar Hukum 8 X

A.2. Kebijakan Teknis 8 X

A.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan 10 XX

A.4. Kebijakan Akuntansi 11 XX

B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 19

B.1. Pendapatan Negara dan Hibah 19 XX

B.2. Belanja Negara 20 XX

C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca 24

C.1. Aset Lancar 24 XX

C.2. Aset Tetap 28 XX

C.3. Piutang Jangka Panjang 31 XX

C.4. Aset Lainnya 33 XX

C.5. Kewajiban Jangka Pendek 34 XX

C.6. Ekuitas Dana Lancar 36 XX

C.7. Ekuitas Dana Investasi 38 XX

D. Pengungkapan Penting Lainnya 38

D.1. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca 38 XX D.1.1 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca 38 XX

D.1.2 Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK 38 XX

D.1.3 Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual 38 XX

D.1.4 Rekening Pemerintah 39 XX

D.2 Pengungkapan Lain-lain 40 XX

Catatan Atas Laporan BMN Laporan-laporan Pendukung Berita Acara Rekonsiliasi KPPN Neraca SAKPA

LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja

Setoran UP/TUP

Persetujuan Pembukaan Rekening Rekening Koran

Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK

Daftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual LPJ Bendahara

Laporan Barang Pengguna

(4)

Daftar Tabel | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 iii

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 1 :

Tabel 2 : Tabel 3 : Tabel 4 : Tabel 5 ::

Tabel 6 Tabel 7 : Tabel 8 : Tabel 9 : Tabel 10 : Tabel 11 : Tabel 12 : Tabel 13 : Tabel 14 : Tabel 15 : Tabel 16 : Tabel 17 : Tabel 18 : Tabel 19 : Tabel 20 : Tabel 21 : Tabel 22 : Tabel 23 : Tabel 24 :

Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2014 dan 2013 Penggolongan Kualitas Piutang

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Perbandingan Realisasi Pendapatan TA 2014 dan 2013 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2014 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2014 dan 2013 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2014 dan TA 2013 Perbandingan Belanja Barang TA 2014 dan TA 2013 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2014 dan 2013 Rincian Aset Lancar per 31 Desember 2014 dan 2013 Rincian Kas di Bendahara

Lainnya dan Setara Kas Rincian Belanja Dibayar di Muka Rincian Rincian Persediaan

Rincian Aset Tetap

Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Rincian Aset Lainnya

Rincian Aset Tak Berwujud

Rincian Kewajiban Jangka Pendek Rincian Utang kepada Pihak Ketiga Rincian Pendapatan yang Ditangguhkan Rincian Ekuitas Dana Lancar

1 2 16 18 19 19 20 21 21 22 23 24 24 25 26 27 28 31 32 33 34 34 35 36

(5)

Ringkasan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 1

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal, dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2014.

Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2014 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 0,- atau mencapai 0,00 persen dari estimasi pendapatannya sebesar Rp 0,-.

Realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah sebesar Rp 29.262.870.090,-. atau mencapai 79,60 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 36.764.605.000,-.

Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 1

Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 (dalam Rupiah)

2013

% Realisasi Thdp. Anggaran

Pendapatan Negara 0 0 0,00% 0

Belanja Negara 36.764.605.000 29.262.870.090 79,60% 15.111.882.000

Uraian

Anggaran Realisasi

2014

Realisasi

(6)

Ringkasan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 2 2. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada 31 Desember 2014 dan 2013.

Neraca yang disajikan adalah hasil dari proses Sistem Akuntansi Instansi, sebagaimana yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Nilai Aset per 31 Desember 2014 dicatat dan disajikan sebesar Rp 2.457.669.048 yang terdiri dari : Aset Lancar sebesar Rp 1.990.031.766; Aset Tetap (neto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp 465.375.702; dan Aset Lainnya (neto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp 2.261.584.

Nilai Kewajiban seluruhnya tersaji sebesar Rp 4.044.906 yang berasal dari Kewajiban Jangka Pendek.

Nilai Ekuitas Dana disajikan sebesar Rp 2.453.624.146 yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp 1.985.986.860 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp 467.637.286 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2014 dan 2013 dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 2

Ringkasan Neraca per 31 Desember 2014 dan 2013 (dalam Rupiah)

Rp %

Aset

As et La nca r 1.990.031.766 1.977.025.600 13.006.166 0,66%

As et Teta p 465.375.698 297.337.039 168.038.659 56,51%

Pi uta ng Ja ngka Pa nja ng - - - 0,00%

As et La i nnya 2.261.584 3.166.220 (904.636) -28,57%

Jumlah Aset 2.457.669.048 2.277.528.859 180.140.189 7,91%

Kewajiban

Kewa ji ba n Ja ngka Pendek 4.044.906 3.904.643 140.263 3,59%

Jumlah Kewajiban 4.044.906 3.904.643 140.263 3,59%

Ekuitas Dana

Ekui ta s Da na La nca r 1.985.986.860 1.973.120.957 12.865.903 0,65%

Ekui ta s Da na Inves ta s i 467.637.286 300.503.259 167.134.027 55,62%

Jumlah Ekuitas Dana 2.453.624.146 2.273.624.216 179.999.930 7,92%

Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2.457.669.052 2.277.528.859 180.140.193 7,91%

Uraian 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Kenaikan/Penurunan

(7)

Ringkasan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 3 3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, Pendapatan Negara dan Hibah dan Belanja Negara diakui berdasarkan basis kas, yaitu diakui pada saat kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara.

Dalam penyajian Neraca untuk periode per tanggal 31 Desember 2014, nilai Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana diakui berdasarkan basis akrual, yaitu diakui pada saat diperolehnya hak atas dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara.

(8)

Pernyataan Tanggungjawab | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 4

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KABUPATE N JEPARA Alamat : Jl. Yos Sudarso 22 Jepara

Telp. (0291) 591043 Fax. (0291) 598647

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2014 sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Jepara, Januari 2015 Sekretaris

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran

Da’faf Ali, S.Sos, M.Si NIP 19740429 199803 1 005

(9)

LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 5

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN JEPARA LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 DAN 2013

TA. 2013

Anggaran Re alis as i % Thdp

Anggaran Re alis as i

1. Penerimaan Negara Bukan Pajak A.I.1.b 0 0 0,00% 0

Jum lah Pe ndapatan 0 0 0,00% 0

1. Belanja Pegaw ai B.I.1.a 791.965.000 767.499.957 96,91% 738.420.328

2. Belanja Barang B.I.1.b 35.629.010.000 28.207.392.633 79,17% 10.858.957.426

3. Belanja Modal B.I.1.c 343.630.000 287.977.500 83,80% 103.538.000

Jum lah Be lanja 36.764.605.000 29.262.870.090 79,60% 11.700.915.754

Uraian Catatan

TA. 2014

PENDAPATAN

BELANJA

(10)

Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 6

II. NERACA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN JEPARA NERACA

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 DAN 2013

URAIAN CATATAN 31 Desember

2014

31 Desember 2013

ASET

Aset Lancar C.1

Kas dan Bank

Kas di Bendahara Pengeluaran C.1.1 0 0

Kas di Bendahara Penerimaan C.1.2 0 0

Kas Lainnya dan Setara Kas C.1.3 0 0

Jumlah Kas dan Bank 0 0

Piutang

Piutang Bukan Pajak C.1.4 0 0

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak C.1.5 0 0

Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran C.1.6 0 0

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Bagian Lancar TPA C.1.7 0 0

Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi C.1.8 0 0

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Bagian Lancar Tagihan TGR C.1.9 0 0

Jumlah Piutang (Bersih) 0 0

Belanja Dibayar Dimuka C.1.10 25.000.000 0

Persediaan C.1.11 1.965.031.766 1.977.025.600

Jumlah Aset Lancar 1.990.031.766 1.977.025.600

Aset Tetap C.2

Tanah C.2.1 0 0

Peralatan dan Mesin C.2.2 1.286.932.883 998.955.383

Gedung dan Bangunan C.2. 3 129.994.000 129.994.000

Jalan Irigasi dan Jaringan C.2.4 0 0

Aset Tetap Lainnya C.2.5 0 0

KDP C.2.6 0 0

Akumulasi Penyusutan Aset C.2.7 -951.551.185 -831.612.344

Jumlah Aset Tetap 465.375.698 297.337.039

Piutang Jangka Panjang C.3

TPA C.3.1 0 0

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - TPA C.3.2 0 0

TP/TGR C.3.3 0 0

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - TP/TGR C.3.4 0 0

Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) 0 0

Aset Lainnya C.4

Aset Tak Berwujud C.4.1 0 0

Aset Lain-Lain C.4.2 73.690.476 73.690.476

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya C.4.3 -71.428.892 -70.524.256

Jumlah Aset Lainnya 2.261.584 3.166.220

JUMLAH ASET 2.457.669.048 2.277.528.859

KEWAJIBAN

Kewajiban Jangka Pendek C.5

Utang Kepada Pihak Ketiga C.5.1 4.044.906 3.904.643

Uang Muka dari KPPN C.5.2 0 0

Pendapatan yang Ditangguhkan C.5.3 0 0

Pendapatan Diterima Dimuka C.5.4 0 0

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 4.044.906 3.904.643

JUMLAH KEWAJIBAN 4.044.906 3.904.643

(11)

Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 7

URAIAN CATATAN 31 Desember

2014

31 Desember 2013

EKUITAS DANA

Ekuitas Dana Lancar C.6

Cadangan Piutang C.6.1 0 0

Cadangan Persediaan C.6.2 1.965.031.766 1.977.025.600

Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka

Pendek C.6.3 -4.044.906 -3.904.643

Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima C.6.4 25.000.000 0

Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan C.6.5 0 0

Jumlah Ekuitas Dana Lancar 1.985.986.860 1.973.120.957

Ekuitas Dana Investasi C.7

Diinvestasikan Dalam Aset Tetap C.7.1 465.375.698 297.337.039

Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya C.7.2 2.261.584 3.166.220

Jumlah Ekuitas Dana Investasi 467.637.282 300.503.259

JUMLAH EKUITAS DANA 2.453.624.142 2.273.624.216

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 2.457.669.048 2.277.528.859

(12)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 8

III. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

A. PENJELASAN UMUM

Dasar Hukum A.1. DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.

7. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 57/PB/2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

Dasar Hukum Entitas dan Rencana Strategis

A.2. PROFIL DAN KEBIJAKAN TEKNIS KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN JEPARA

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, KPU telah menyusun rencana strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin

dicapai selama kurun waktu lima tahun, yaitu periode 2010-2014 dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Rencana strategis KPU

Kabupaten Jepara berbasis kepada visi, misi, tujuan, dan sasaran dan secara prinsip Renstra KPU disusun untuk memberi arah gerak langkah institusi sehingga dapat dikerjakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

(13)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 9

Visi dan Misi A.2.1 VISI DAN MISI KPU

Visi :

Untuk mewujudkan tujuan di atas KPU Kabupaten Jepara berkomitmen dengan visi dan misi KPU. Visi KPU adalah

“Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Misi :

1. Membangun lembaga penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum.

2. Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, edukatif dan

3. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersih, efisien dan efektif

4. Melayani dan memperlakukan setiap peserta Pemilihan Umum secara adil dan setara, serta menegakkan peraturan Pemilihan Umum secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

5. eningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.

Sasaran Strategis A.2.2 SASARAN STRATEGIS

1. Meningkatnya kesadaran dan partisipasi rakyat yang tinggi tentang Pemilihan Umum yang demokratis

2. Terjaminnya pemilih dalam menggunakan hak pilihnya secara bebas dan tertib

3. Terjaminnya perlakuan yang adil dan setara bagi peserta

(14)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 10 Pemilihan Umum, calon Anggota Legislatif, calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta pejabat-pejabat publik lain sesuai. Terwujudnya organisasi pelaksana Pemilihan Umum yang memiliki sistem administrasi yang efisien, efektif dan memenuhi standar kerja profesional di seluruh tingkatan yang didukung dengan system komunikasi dan Teknologi Informasi yang menjangkau Komisi Pemilihan Umum

4. Tersedianya peta logistik Pemilu dan Pilkada yang memadai.

Struktur Orgnasisasi A.5. STRUKTUR ORGANISASI

Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan Tahun 2014 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi

(15)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 11 keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

Kebijakan Akuntansi A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2014 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara adalah sebagai berikut :

Kebijakan Akuntansi atas Pendapatan

(1) Kebijakan Akuntansi atas Pendapatan

• Pendapatan adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu

dibayar kembali oleh pemerintah pusat.

• Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

• Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerim aan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

• Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan

Kebijakan Akuntansi (2) Kebijakan Akuntansi atas Belanja

(16)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 12

atas Belanja • Belanja adalah semua pengeluaran yang mengurangi ekuitas

dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat.

• Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

• Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

• Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja.

Kebijakan Akuntansi atas Aset

(3) Kebijakan Akuntansi atas Aset

• Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan

kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.

• Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap,

• Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

Aset Lancar a. Aset Lancar

• Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

• Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal.

Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

(17)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 13

• Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan atau yang dipersamakan, yang diharapkan diterima pengembaliannya dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan dan disajikan sebagai Bagian Lancar Piutang.

• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.

• Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

• Persediaan dicatat di neraca berdasarkan hasil perhitungan fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:

➢ harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;

➢ harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

➢ harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.

Aset Tetap b. Aset Tetap

• Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

• Aset tetap dilaporkan pada neraca berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.

• Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah);

b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta

(18)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 14 rupiah);

c) Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

Piutang Jangka Panjang

c. Piutang Jangka Panjang

• Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

• TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran.

• TP adalah tagihan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.

• TGR adalah suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan

bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.

(19)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 15

Aset Lainnya d. Aset Lainnya

• Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud, dan Aset Lain-lain.

• Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk

digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.

• Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan operasional pemerintah

Kebijakan Akuntansi atas Kewajiban

4) Kebijakan Akuntansi atas Kewajiban

• Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

• Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam

kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

a. Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka

Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

b. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

• Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

(20)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 16

Kebijakan Akuntansi atas Ekuitas Dana

(5) Kebijakan Akuntansi atas Ekuitas Dana

• Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.

• Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi.

• Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek.

• Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tak Tertagih

(6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih

• Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah

• Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih.

Tabel 3

Penggolongan Kualitas Piutang

Kualitas Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d.

tanggal jatuh tempo 0.5%

Kurang Lancar Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan

pelunasan

10%

Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan

pelunasan

50%

Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak

dilakukan pelunasan

100%

2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang

Negara/DJKN

(21)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 17 (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap

• Penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

• Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap. Kebijakan penyusutan aset tetap

didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan

No.01/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.

• Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

a. Tanah

b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan

• Nilai yang disusutkan pertama kali adalah nilai yang tercatat dalam pembukuan per 31 Desember 2012 untuk aset tetap yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2012.

Sedangkan Untuk Aset Tetap yang diperoleh setelah 31 Desember 2012, nilai yang disusutkan adalah

berdasarkan nilai perolehan.

• Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

• Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.

• Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor:

(22)

Catatan Atas Laporan Keuangan | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 18 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat tersebut tersaji pada Tabel 4.

Tabel 4

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

(23)

Penjelasan Pos-Pos LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 19

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp 0

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORA REALISASI ANGGARAN

B.1 Pendapatan Negara dan Hibah

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 0. atau mencapai 0,00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp 0.

Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasinya dapat dilihat dalam Tabel 5 berikut ini:

Tabel 5

Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP

No Uraian Anggaran Realisasi %

1 Pendapatan Pendidikan 0 0 0,00%

2 Pendapatan Denda Keterlambatan 0 0 0,00%

3 Pendapatan Lain-Lain 0 0 0,00%

Jumlah 0 0 0,00%

Berdasarkan Tabel 6 Perbandingan Realisasi Pendapatan TA 2014 dan 2013 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan dari PNBP pada TA 2014 tidak mengalami kenaikan maupun penurunan atau sama, yaitu Rp. 0 atau 0,00 persen dari realisasi pendapatan dari PNBP TA 2013. Hal ini disebabkan karena KPU Kabupaten Jepara bukan unit akuntansi berpendapatan dan hanya memperoleh pendapatan dari PNBP Lainnya dari pegembalian belanja yang dibebankan pada DIPA tahun yang lalu serta tidak ada pemanfaatan BMN yang menghasilkan pendapatan negara.

Rincian Realisasi PNBP dapat dilihat dalam Tabel 5 berikut ini:

Tabel 6

Perbandingan Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2014 dan 2013

No Uraian Realisasi

T.A. 2014

Realisasi T.A. 2013

Naik (Turun)

%

1 Pendapatan dari Pengelolaan BMN 0 0 0,00%

2 Pendapatan Jasa 0 0 0,00%

3 Pendapatan Lain-Lain 0 0 0,00%

Jumlah Pendapatan 0 0 0,00%

(24)

Penjelasan Pos-Pos LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 20

Realisasi Belanja Negara Rp

29.262.870.090

B.2. Belanja Negara

Realisasi belanja KPU Kabupaten Jepara pada TA 2014 adalah sebesar Rp 29.262.870.090 atau 79,60 persen dari anggaran senilai Rp 36.764.605.000. Rincian Anggaran dan realisasi belanja TA 2014 tersaji pada Tabel 7.

Tabel 7

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2014

Uraian Jenis Belanja Anggaran Realisasi (%)

Belanja Pegawai 791.965.000 767.501.079 96,91%

Belanja Barang 35.629.010.000 28.208.190.633 79,17%

Belanja Modal 343.630.000 287.977.500 83,80%

Bantuan Sosial 0 0 0,00%

Total Belanja Kotor 36.764.605.000 29.263.669.212 79,60%

Pengembalian Belanja -799.122 0,00%

Belanja Netto 36.764.605.000 29.262.870.090 79,60%

Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

5.000.000.000 - 10.000.000.000 15.000.000.000 20.000.000.000 25.000.000.000 30.000.000.000 35.000.000.000 40.000.000.000

ANGGARAN

REALISASI

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Pembayaran Bunga Utang Subsidi

Hibah

Bantuan Sosial Belanja Lain-Lain

(25)

Penjelasan Pos-Pos LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 21 Berdasarkan Tabel 8 Perbandingan Realisasi Belanja (Bersih) TA 2014 dan TA 2013 menunjukkan bahwa realisasi belanja pada TA 2014 mengalami kenaikan sebesar 150,09 persen dibandingkan realisasi belanja pada TA 2013.

Hal ini disebabkan karena, penambahan pagu anggaran dalam rangka mendukung rencana kerja strategis sebagai penyelenggara Pemilu 2014; Dibandingkan tahun 2013 rangkaian kegiatan KPU Kabupaten Jepara lebih banyak dari sisi output kegiatan maupun anggaran seiring dengan pelaksanaan Pemilu 2014 baik anggaran KPU Kabupaten Jepara maupun angaran untuk Badan Ad Hoc.

Tabel 8

Perbandingan Realisasi Belanja TA 2014 dan 2013

Uraian Jenis Belanja Realisasi TA 2014 Realisasi TA 2013 Naik (Turun) %

Belanja Pegawai 767.499.957 738.420.328 3,94%

Belanja Barang 28.207.392.633 10.858.957.426 159,76%

Belanja Modal 287.977.500 103.538.000 178,14%

Bantuan Sosial 0 0 0,00%

Jumlah 29.262.870.090 11.700.915.754 150,09%

Belanja Pegawai Rp 767.499.957

B.2.1 Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai KPU Kabupaten Jepara pada TA 2014 meliputi: Belanja Gaji dan Tunjangan PNS dan Belanja Tunjangan Khusus/Kegiatan.

Realisasi Belanja Pegawai TA 2014 dan TA 2013 adalah masing- masing sebesar Rp 767.499.957 dan Rp 738.420.328. Berdasarkan Tabel 9, realisasi belanja TA 2014 mengalami kenaikan sebesar 3,94 persen dari realisasi belanja TA 2013. Hal ini disebabkan antara lain oleh:

1. Adanya kenaikan Gaji 6 persen

2. Adanya kenaikan Pangkat PNS di Lingkungan Sekretariat KPU Kab. Jepara.

Tabel 9

Perbandingan Belanja Pegawai TA 2014 dan 2013

Uraian Jenis Belanja Realisasi TA.

2014

Realisasi TA.

2013

Naik (Turun) % Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 767.501.079 739.235.434 3.82%

(26)

Penjelasan Pos-Pos LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 22

Belanja Gaji dan Tunjangan Non

PNS

Belanja Honorarium

Belanja Lembur

Belanja Vakasi

Total Belanja Kotor 767.501.079 739.235.434 3,82%

Pengembalian Belanja Pegawai -1.122 -815.106 -99,86%

Belanja Netto 767.499.957 738.420.328 3,94%

Belanja Pegawai Rp

28.207.392.633

B.2.2 Belanja Barang

Realisasi Belanja Barang TA 2014 dan TA 2013 adalah masing-masing sebesar Rp 28.207.392.633 dan Rp 10.858.957.426 . Berdasarkan Tabel 10, Realisasi Belanja Barang TA 2014 mengalami kenaikan 159,76 persen dari Realisasi Belanja Barang TA 2013. Hal ini disebabkan antara lain penambahan pagu belanja barang guna mendukung pelaksanaan tahapan Pemilu 2014.

Tabel 10

Perbandingan Belanja Barang TA 2014 dan 2013

Uraian Realisasi TA

2014

Realisasi TA 2013

Naik (Turun)

% Belanja Barang Operasional 6.448.209.524 216.594.560 2877,09%

Belanja Barang Non Operasional 18.398.655.024 9.543.388.560 92,79%

Belanja Jasa 2.503.732.132 657.923.106 280,55%

Belanja Pemeliharaan 84.988.443 105.773.200 -19,65%

Belanja Perjalanan Dinas 772.605.510 335.278.000 130,44%

Realisasi Belanja Bruto 28.208.190.633 10.858.957.426 159,77%

Pengembalian Belanja 798.000 0 100%

Realisasi Belanja Netto 28.207.392.633 10.858.957.426 159,76%

Belanja Modal Rp 287.977.500

B.2.3 Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal TA 2014 dan TA 2013 adalah masing-masing sebesar Rp 287.977.500. dan Rp 103.538.000.

Berdasarkan Tabel 11, Realisasi Belanja Modal TA 2014 mengalami kenaikan sebesar 168,69 persen dibandingkan Realisasi Belanja Modal TA 2013. Hal ini disebabkan antara lain : Pengadaan peralatan dan mesin untuk mendukung pelaksanaan tahapan pemilu 2014;

(27)

Penjelasan Pos-Pos LRA | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 23

Tabel 11

Perbandingan Belanja Modal TA 2014 dan 2013

Uraian Realisasi TA

2014

Realisasi TA 2013

Naik (Turun) %

Belanja Modal Tanah 0 0 0,00%

Belanja Modal Peralatan dan Mesin 287.977.500 107.180.000 168,69%

Belanja Modal Gedung dan Bangunan 0 0 0,00%

Belanja Modal Jalan, Irigasi dan

Jaringan 0 0 0,00%

Belanja Modal Fisik Lainnya 0 0 0,00%

Realiasi Belanja Bruto 287.977.500 107.180.000 168,69%

Pengembalian Belanja Modal 0 0 0,00%

Realisasi Belanja Netto 287.977.500 107.180.000 168,69%

Belanja Bantuan Sosial Rp 0

B.2.4. Belanja Bantuan Sosial

Realisasi Belanja Bantuan Sosial TA 2014 dan TA 2013 adalah masing-masing sebesar Rp 0 dan Rp 0.

Realisasi Belanja Bantuan Sosial TA 2014 tidak mengalami kenaikan maupun penurunan atau sama, yaitu Rp. 0 atau 0,00 persen

dibandingkan Realisasi Belanja Bantuan Sosial TA 2013. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya anggaran belanja sosial pada TA 2014 maupun TA 2013.

(28)

Penjelasan Pos-Pos Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 24 C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA

Aset Lancar

Rp 1.990.031.766 C.1. Aset Lancar

Nilai Aset Lancar per 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar Rp 1.990.031.766 dan Rp 1.977.025.600.

Aset lancar merupakan aset yang diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

Rincian Aset Lancar pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara per 31 Desember 2014 disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12

Rincian Aset Lancar per 31 Desember 2014 dan 2013

No Aset Lancar TA 2013 TA 2012

1 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp - Rp - 2 Kas di Bendahara Penerimaan Rp - Rp - 3 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp - Rp - 4 Belanja Dibayar di Muka Rp 25.000.000 Rp - 5 Piutang Bukan Pajak Rp - Rp - 6 Bag Lancar Tagihan TP/TGR Rp - Rp - 7 Persediaan Rp 1.965.031.766 Rp 1.977.025.600

Jumlah Rp 1.990.031.766 Rp 1.977.025.600

Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 0

C.1.1. Kas di Bendahara Pengeluaran

Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar Rp 0. dan Rp0. yang merupakan kas yang dikuasai, dikelola dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UP/TUP yang telah dipertanggungjawabkan atau sudah disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran disajikan dalam Tabel 13.

Tabel 13

Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran

No Jenis TA 2014 TA 2013

1 Bank Rp - Rp - 2 Uang Tunai Rp - Rp - Jumlah Rp - Rp -

(29)

Penjelasan Pos-Pos Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 25 Saldo Kas di Bendahara pengeluaran TA 2014 tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara pada tanggal 30 Desember 2014 dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) 0510090101011513 untuk sisa TUP dan 0214110206041407 untuk sisa UP.

Kas di Bendahara Penerima Rp0

C.1.2. Kas di Bendahara Penerimaan

Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebesar masing-masing Rp 0 dan Rp 0. Kas di Bendahara Penerimaan meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening di bank yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh Bendahara Penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Rekening Kas Negara per tanggal neraca.

Nilai Kas di Bendahara Penerimaan pada KPU Kabupaten Jepara pada tanggal pelaporan adalah Rp 0 karena di KPU Kabupaten epara tidak ada Bendahara Penerimaan.

Kas Lainnya dan Setara Kas Rp 0

C.1.3. Kas Lainnya dan Setara Kas

Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp 0. dan Rp 0.

Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan kas yang berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP, baik saldo rekening di bank maupun uang tunai.

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas disajikan dalam Tabel 14.

Tabel 14

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas

No Jenis TA 2014 TA 2013

1 Jasa Giro yang belum disetor ke kas negara Rp - Rp - 2 Paak PPh yang belum disetor Rp - Rp - 3 Honor kegiatan yang belum dibagikan Rp - Rp - 4 Pengembalian belanja belum disetor ke

kas negara Rp - Rp - Jumlah Rp - Rp -

(30)

Penjelasan Pos-Pos Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 26

Belanja Dibayar Dimuka Rp. 25.000.000

C.1.4. Belanja Dibayar di Muka

Saldo Belanja Dibayar di Muka per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing adalah sebesar Rp 25.000.000. Dan Rp 0.

Belanja dibayar di muka merupakan hak yang masih harus diterima dari pihak ketiga setelah tanggal neraca sebagai akibat dari telah dibayarkannya secara penuh belanja dan membebani anggaran tahun anggaran berjalan namun barang atau jasa belum diterima.

Rincian Belanja Dibayar di Muka disajikan dalam Tabel 15.

Tabel 15

Rincian Belanja Dibayar di Muka

No Jenis TA 2014 TA 2013

1 Pembayaran Internet Rp - Rp - 2 Pembayaran Sewa Peralatan dan Mesin Rp - Rp - 3 Pembayaran Sewa Gudang Logistik Rp 25.000.000 Rp -

Jumlah Rp 25.000.000 Rp -

Belanja Dibayar di Muka tersebut merupakan perjanjian sewa Gudang Logistik sesuai dengan perjanjian sewa Nomor 314/SPK/XII/2014 Tanggal 15 Desember 2014.

Piutang Bukan Pajak Rp. 0

C.1.5. Piutang Bukan Pajak

Saldo Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing- masing adalah sebesar Rp 0. dan Rp 0. Piutang bukan pajak merupakan hak atau pengakuan pemerintah atas uang atau jasa terhadap pelayanan yang telah diberikan dan belum diselesaikan pembayaran atau serah terimanya pada akhir tahun anggaran per tanggal neraca.

Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp. 0

C.1.6. Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak Nilai Penyisihan piutang tak tertagih – piutang bukan pajak per 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebesar Rp 0 dan Rp 0. Penyisihan piutang tak tertagih - piutang bukan pajak merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing debitur.

(31)

Penjelasan Pos-Pos Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 27

Bagian Lancar TP/TGR Rp. 0

C.1.7. Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/

Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)

Saldo Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing adalah sebesar Rp 0 dan Rp 0. Bagian Lancar Tagihan TP/TGR merupakan Tagihan TP/TGR yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.

Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Bagian Lancar TP/TGR Rp. 0

C.1.8 Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)

Nilai Penyisihan Piutang Tak Tertagih Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 0.

Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.

Persediaan Rp. 1.965.031.766

C.1.9 Persediaan

Nilai Persediaan per 31 Desember 2014 dan 2013 masing- masing adalahsebesar Rp 1.965.031.766 dan Rp 1.977.025.600.

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual, dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Rincian Persediaan per 31 Desember 2014 dan 2013 tersaji pada Tabel 20.

Tabel 16 Rincian Persediaan

No Persediaan TA 2014 TA 2013

1 Barang Konsumsi Rp 7.016.500,00 Rp 3.664.400,00 2 Barang Untuk Pemeliharaan Rp - Rp - 3 Suku Cadang Rp - Rp -

(32)

Penjelasan Pos-Pos Neraca | Laporan Keuangan KPU Kabupaten Jepara Tahun 2014 28

4 Persediaan Lainnya Rp 1.958.015.266,00 Rp 1.973.361.200,00 Jumlah Rp 1.965.031.766,00 Rp 1.977.025.600 ,00

Barang Konsumsi senilai Rp. 7.016.500 merupakan persediaan berupa Alat Tulis Kantor , sedangkan Persediaan Lainnya senilai Rp.

1.958.015.266 merupakan persediaan berupa Kotak Suara sejumlah 9.308 Buah, Bilik Suara sejumlah 7.751 Buah serta Kotak Suara Droping 2009 sejumlah 1.277 Buah.

Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik.

.

Aset Tetap Rp. 465.375.702

C.2 Aset Tetap

Nilai Aset Tetap per 31 Desember 2014 dan 2013 tersaji sebesar Rp 465.375.702 dan Rp 297.337.039. Aset Tetap yang tersaji merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.

Rincian Aset Tetap Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember 2014 dan 2013 disajikan pada Tabel 21.

Tabel 17 Rincian Aset Tetap

No Jenis TA 2014 TA 2013

1 Tanah - -

2 Peralatan dan Mesin 1.286.932.883 998.955.383

3 Gedung dan Bangunan 129.994.000 129.994.000 4 Jalan, Irigasi dan Jaringan - - 5 Aset Tetap Lainnya - - 6 Kontruksi dalam Pengerjaan - -

Jumlah 1.416.926.883 1.128.949.383

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (951.551.185) (831.612.344) Nilai Buku Aset Tetap 465.375.698 297.337.039

Tanah Rp. 0

C.2.1. Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki KPU Kabupaten Jepara per 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebesar Rp 0 atau tidak ada penambahan atas pengadaan tanah pada TA 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Temperatur dalam ruang primary chamber/ruang utama diatur pada rentang400-1000˚C dan untuk mencapai temperatur tersebut, pemanasan dalam primary chamber/ruang utama dibantu

Penyajian substansi dilaksanakan pada Sidang Pleno dan Sidang Komisi. Pada sidang pleno penyajian substansi sebagai berikut. Menteri Pendidikan Nasional menyampaikan

Sesuai tugas dan fungsi TRC Kementerian Sosial tersebut, TRC Yogyakarta yang terdiri TRC Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) dan TRC

Antara kaedah yang terdapat dalam pengajaran sains adalah penyediaan meja atau sudut sains di dalam kelas, sediakan kotak sains mudah alih, merancang pembelajaran dalam

Beberapa pengertian loyalitas pelanggan menurut para ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa loyalitas pelanggan merupakan kesetiaan konsumen terhadap perusahaan atau

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model model pemberdayaan masyarakat pada program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2K) di Banjarmasin dengan

Pengelolaan kawasan konservasi secara terintegrasi bertujuan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta perlindungan atas habitat dan sumberdaya alam. Dalam arti, skema

Setelah dilakukan sosialisasi dan monitoring terhadap implementasi senam ergonomi pada operator RTG yang rutin dilakukan terjadi penurunan kategori kelelahan kerja