PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATERI BANGUN RUANG DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 EREMERASA KABUPATEN BANTAENG
Teks penuh
(2) iv.
(3) v.
(4) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURAT PERNYATAAN. Nama. : RISKA DEVITALISA. Nim. : 105361107816. Program Studi. : Pendidikan Matematika. Judul Skripsi. : Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya sendiri dan bukan hasil ciptaan atau dibuatkan oleh siapapun. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.. Makassar, Oktober 2020 Yang Membuat Pernyataan. Riska Devitalisa NIM. 105361107816. vi.
(5) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURAT PERJANJIAN. Nama. : RISKA DEVITALISA. Nim. : 105361107816. Program Studi. : Pendidikan Matematika. Judul Skripsi. : Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut: 1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya yang menyusunnya sendiri (tidak dibuatkan oleh siapapun). 2. Dalam penyusunan skripsi ini saya selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas. 3. Saya tidak akan melakukan penciplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi ini. 4. Apabila saya melanggar perjanjian saya seperti butir 1, 2, dan 3 maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang ada. Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.. Makassar, Oktober 2020 Yang Membuat Perjanjian. Riska Devitalisa NIM. 105361107816. vii.
(6) MOTTO DAN PERSEMBAHAN. Teruslah Berjuang, Jika Lelah Istrahatlah Tapi Jangan Sampai Berhenti. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Asy-Syarh: 5) Kupersembahkan karya ini untuk: Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, baik berupa mikmat kesehatan maupun kesempatan, serta dipermudah dalam setiap urusan sehingga karya ini dapat terselesaikan. Selanjutnya kepada Ibu dan bapakku tercinta atas doa, serta kasih sayang yang tidak henti-hentinya, yang penuh kesabaran dalam mendidik dan membesarkanku, dan segala dukungan yang menjadi motivasi untukku. Karya ini juga saya persembahkan kepada teman-teman seperjuanganku Algoritma 16C (ajal) yang selalu setia menemani dan menyemangati serta kampus biru, Universitas Muhammadiyah Makassar.. viii.
(7) ABSTRAK Riska Devitalisa. 2020. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Skripsi. Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I H. Djadir, dan Pembimbing II Ikhbariaty Kautsar Qadry. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan untuk perangkat pembelajaran pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi bangun ruang dan mengetahui hasil dari pengembangan perangkat pembelejaran berbasis proyek pada materi bangun ruang. Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subyek dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Obyek penelitian ini ialah perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan yaitu RPP dan LKPD. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, angket respons siswa, Tes Hasil Belajar (THB) Dari hasil penelitian, ditunjukkan kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilihat dari tiga aspek, yaitu hasil validasi dari dua validator ahli yang memperoleh hasil 3,7 (sangat valid) ketgori valid dengan interval 3,5 ≤ 𝑉̅ ≤ 4. Lembar observasi Aktivits Guru diperoleh rata-rata skor kemampuan guru 3,8 (Sangat Baik) dengan interval 3,5 ≤ 𝑉̅ ≤ 4. Lembar observasi Aktivits Siswa persentase keseluruhan sebesar 90% (sangat baik) dengan interval presentase 80 ≤ 𝑃 ≤ 100. Angket respons siswa, dengan persentase respons siswa ialah 96% (positif). Dan THB dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan belajar kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng sebesar 82,6% (tinggi), dengan ketuntansan klasikal maksimal 78%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng sudah layak digunakan. Kata kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Berbasis Proyek, Bangun Ruang.. ix.
(8) KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng”. Salawat serta salam juga semoga senantiasa Allah curahkan kepada jungjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, kepada sahabat, keluarga, serta umat yang istiqamah dijalannya. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban sebagai salah satu persyaratan guna menempuh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Motivasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam perampungan tulisan ini. Segala rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Ayahanda Saming dan Ibunda Farida. yang telah berjuang, berdoa, mengasuh, membesarkan, mendidik dan membiayai penulis dalam pencarian ilmu. Demikian pula, penulis mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudaraku yang selalu memberi dukungan baik berupa materi maupun motivasi. Terima kasih penulis ucapkan dengan segala ketulusan dan kerendahan hati kepada bapak Dr. H. Djadir, M.Pd, pembimbing I dan Ibu Ikhbariaty Kautsar Qadry, S.Pd,. M.Pd, pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi sejak awal penyusunan proposal hingga selesainya skripsi ini.. x.
(9) Tak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Mukhlis, S.Pd,. M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika serta seluruh dosen dan para staf pegawai dalam lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali penulis dengan serangkaian ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada Kepala SMP Negeri 1 Eremerasa beserta guru dan staf yang berada di sekolah telah memberi izin dan bantuan untuk melakukan penelitian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat seperjuanganku yang aku sayangi karena Allah Subhanahu Wata’ala, serta seluruh rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2016 khususnya Algoritma 16 C (AJAL) atas kebersamaan, motivasi, saran dan bantuannya kepada penulis yang telah memberi warna dalam hidup saya. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang dapat menyempurnakan skripsi ini sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis. Aamiin. Makassar ,. Oktober 2020. Penulis. xi.
(10) DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. iii SURAT PERNYATAAN .............................................................................. iv SURAT PERJANJIAN ................................................................................. v MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ vi ABSTRAK ..................................................................................................... vii KATA PENGANTAR ................................................................................... viii DAFTAR ISI .................................................................................................. x DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah. .......................................................................... 6 C. Tujuan .............................................................................................. 6 D. Spesifik Produk Yang dikembankan ............................................... 6 E. Manfaat Pengembangan................................................................... 7 F. Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan ...................................... 7 G. Definisi Operasional Variabel ......................................................... 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengembangan ................................................................................ 9 B. Perangkat Pembelajaran .................................................................. 13 C. Model Pembelajaran Berbasis Proyek ............................................. 18. xii.
(11) D. Bangun Ruang ................................................................................. 22 E. Penelitian Yang Relevan.................................................................. 30 F. Kerangka Pikir ................................................................................. 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan ..................................................................... 33 B. Prosedur Pengembangan ................................................................. 33 C. Data Dan Sumber Data .................................................................... 38 D. Instrumen Penelitian........................................................................ 38 E. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 39 F. Teknik Analisis Data........................................................................ 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ............................................................................... 47 B. Pembahasan ..................................................................................... 69 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan...................................................................................... 76 B. Saran ................................................................................................ 78 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP. xiii.
(12) DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Proyek.............................. 21 Tabel 3.1 Kategori Validitas ......................................................................... 41 Tabel 4.1 Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator ...................... 47 Tabel 4.2 Revisi Desai Produk ...................................................................... 52 Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Uji Coba Terbatas ........................................ 53 Tabel 4.4 Hasil Validasi RPP ........................................................................ 55 Tabel 4.5 Hasil Validasi LKPD .................................................................... 57 Tabel 4.6 Hasil Validasi Aktivitas Guru ....................................................... 58 Tabel 4.7 Hasil Validasi Aktivitas Siswa ...................................................... 59 Tabel 4.8 Hasil Validasi Respons Siswa ....................................................... 61 Tabel 4.9 Hasil Validasi Tes Hasil Belajar Siswa......................................... 62 Tabel 4.10 Hasil Analisis Aktivitas Guru ..................................................... 64 Tabel 4.11 Hasil Analisis Aktivitas Siswa .................................................... 66 Tabel 4.12 Hasil Analisis Respons Siswa ..................................................... 67 Tabel 4.13 Hasil Analisis Tes Hasil Belajar Siswa ....................................... 68 Tabel 4.14 Deskripsi Ketuntasan Pencapaian THB Siswa........................... 68. xiv.
(13) DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 macam-macam limas ................................................................. 23 Gambar 2.2 macam-macam prisma.............................................................. 27 Gambar 3.1 tahapan model pengembangan model ADDIE .......................... 33 Gambar 3.2 tahapan model pengembangan perangkat pembelajaran ………35. xv.
(14) BAB I PENDAHULUAN A.. Latar Belakang Dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, pendidikan. merupakan salah satu faktor utama yang dapat merealisasikan upaya tersebut. Agar mutu sumber daya manusia semakin meningkat, pendidikan seharusnya bisa melahirkan insan-insan yang memiliki kreativitas, pengetahuan tinggi, semangat kompetisi, dan tata krama. Pernyataan tersebut selaras dengan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yang dikutip oleh Amaliah (2012) yang disebutkan bahwa: “Pendidikan nasional berupaya untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Oleh karena itu, tujuan dari pendidikan tidaklah dapat terwujud dan berdampak pada rendahnya ketersediaan sumber daya manusia yang bermutu apabila kualitas pendidikan rendah. Dalam dunia pendidikan, matematika mempunyai peranan yang penting. Matematika bisa diartikan sebagai ilmu umum yang menjadi dasar dari kemajuan teknologi saat ini. Dalam hal disiplin ilmu dan pengembangan keterampilan berpikir manusia matematika mempunyai peran yang sangat penting. Pelajaran matematika sangat membutuhkan penalaran dan logika tingkat tinggi, karena. 1.
(15) 2. memahami dan menerapkan konsep yang dipelajari dalam matematika menuntut siswa untuk menjadi kreatif, mandiri, cerdas dan terampil. Mempelajari matematika merupakan suatu kewajiban di sekolah dan oleh banyak orang dikenal sebagi mata pelajaran yang memiliki kaitan dengan keahlian dalam berhitung, penganalisaan, dan penggunaan logika. Oleh karena matematika memiliki peranan yang penting, maka untuk mencapai keoptimalan tujuan yang diinginkan dalam mempelajari matematika kita harus memperhatikan berbagai unsur yang saling berkaitan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran, model pembelajaran, materi pelajaran atau bahan ajar, danmedia pembelajaran. Agar siswa masih dapat diberi ruang dalam pengembangan daya pikirnya, maka guru harus menyusun bahan ajar dengan memiliki prinsip konsistensi, kecukupna dan relevansi. Mauzana (2016), menyatakan bahwa dalam penentuan ruang lingkup atau cakupan dari materi yang akan diajarkan, maka seorang guru harus memperhatika tiga aspek yaitu psikomotorik, kognitif dan afektif dalam menyampaikan materinya. Apa yang diketahui manusia mengenai matematika sangatlah berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui peranan tersebut, maka di setiap jenjang pendidikan, mata pelajaran matematika diajarkan. Dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik, telah banyak dilakukan upaya misalnya, pemakaian metode yang disesuaikan dengan kenyataan dan yang berada di sekitar peserta didik, dilakukan beberapa kali perubahan kurikulum, dan penyediaan serta dikembangkannya perangkat belajar mengajar matematiak misalnya, silabus dan RPP..
(16) 3. Untuk memulai peningkatan kualitas mata pelajaran matematika, prosesnya dapat dilakukakn di dalam kelas. Maka untuk dapat mewujudkan kualitas yang meningkat tersebut, dibutuhkanlah sarana yang dapat menunjang kebutuhan belajar peserta didik yang disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang dipakai. Tujuan dari Kegiatan ini yaitu agar dalam proses belajar mengajar siswa lebih aktif. Dalam proses belajar mengajar dan pemberian assesment atau penilaian, hendaknya seorang guru memiliki perangkat pembelajaran yang bagus yang disesuaikan dengan keadaan kelasnya sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Sesuai dengan data yang ditemukan di lapangan, ditemukan model pembelajaran yang menggunakan gurusentris atau guru yang lebih mendominasi situasi dalam proses belajar mengajar. Aktifitas peserta didik jauh lebih kurang dari aktifitas seorang guru. Dan dalam penyampaian materi guru kurang mengaitkan dengan aktifitas keseharian peserta didik dalam kehidupan. Dalam menyampaikan materi terkesan tidak memiliki makna sebab siswa hanya mendengar, mencatat, lalu menghafal, yang menyebabkan siswa tidak kreatif dan aktif dalam pemecahan problem matematika yang pada akhirnya hasil belajar siswa akan rendah. Maka dari itu, agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kegiatan pembelajaran maka seorang guru diharuskan menyajikan materi yang sesuai dengan keadaan dan kondisi keseharian siswa, maka guru harus memilih dan menerapkan suatu model pembelajarn yang efektif. Model pembelajaran yang cocok digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika salah satunya yaitu dengan mengunakan Perangkat pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran yang berbasis proyek adalah bentuk pembelajaran.
(17) 4. yang fokusnya hanya pada berbagi prinsip dan konsep dari suatu bidang ilmu, yang dimana usaha penyelesaian suatu terhadap permasalahan harus melibatkan siswa untuk memecahkannya dan berbagai tugas lainnya yang bermakna, adanya peluang yang diberikan kepada peserta didik secara otonom untuk melakukan konstruksi cara belajar mereka dan klimaksnya adalah dihasilkannya suatu karya yang memiliki nilai tinggi (Ngalimun, 2013: 185). Pola tingkah siswa dalam belajar akan lebih tinggi dan siswa dapat lebih kreatif dan aktif jika dalam proses belajar mengajar mengunakan model pembelajaran project based learning. Model pembelajaran seperti ini dapat pula memberikan suatu pengalaman belajar yang bermakna dan menarik. Dalam penggunaan model pembelajaran ini, siswa dapat pula melakukan suatu investigasi dalam pemecahan suatu masalah, menghasilkan suatu produk berupa hasil proyek, dan memiliki sifat students centered. Dalam pengunaan media, metode Pembelajaran berbasis proyek sendiri mengunakan media berupa suatu kegiatan atau proyek. Dapat diartikan bahwa Pembelajaran berbasis proyek itu sebagai pembelajaran yang berupaya menghubungkan berbagai permasalahan yang sering siswa hadapi di kehidupan sehari-harinya. atau proyek bersama di sekolah. Pembelajaran berbasis proyek diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan penemuan dan teori, merekam. semua. kegiatan. yang. dilakukan. untuk. membantu. siswa. mengembangkan keterampilan proses, dan mempelajari pengalaman siswa dalam konsep melalui proses pengajaran, khususnya materi yang berkaitan dengan materi Bangun Ruang. Dari penjelasan yang ada di atas dapat disimpulkan bahwa, sebuah media pembelajaran yang berbasis proyek untuk materi ajar Bangun Ruang pada mata.
(18) 5. pelajaran matematika kelas VIII harus perlu dikembangkan. Diharapkan dengan memanfaatkan lingkungan pada penggunaan metode project based learning, keaktifan, kemampuan dalam menyelesaikan suatu problem dapat meningkat, siswa lebih mudah dalam memahami permasalahan dalam kesehariannya, serta diperolehnya suatu pengalaman baru dalam penggunaan metode ini. Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, seorang guru harus menyesuaikan perangkat tersebut dengan Kurikulum yang berlaku dan berbagai tahapan pembelajaran yang berbasis praktik (proyek). Perangkat tersebut yaitu RPP (rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan LKPD (Lemebar Kerja Pesserta Didik). Mengacu pada hasil pengamatan saat peneliti melakukan magang di SMP Negeri 1 Eremerasa, penggunaan metode project based learning telah dilakukanoleh guru, namun peneliti berupaya untuk melakukan beberapa perbaikan dan melengkapi perangkat pembelajaran (RPP dan LKPD). Seharusnya dalam penggunaan metode pembelajaran project based learning siswa dapat memperoleh suatu pengalaman yang menarik dan bermakna, serta peserta didik mampu menciptakan suatu hasil berupa produk. Tetapi fakta yang ditemukan di lapangan, ditemukan bahwa masih kurang lengkapnya beberapa perangkat pembelajaran yang menyebabkan peserta didik bosan, sulit dalam memahami suatu soal serta tidak lagi memperhatikan pelajaran bahkan dengan berbagai alasan beberapa siswa meninggalkan kelas. Mengacu pada permasalahan yang telah dipaparkan, maka dirumuskan judul penelitian sebagai berikut: “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng”.
(19) 6. B.. Rumusan Masalah Mengacu pada latar belakang sebagai landasan dalam penelitian ini, maka. rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut: 1.. Bagaimanakah proses dalam mengembangkan perangkat pembelajaran matematika yang berbasis proyek untuk siswa SMP kelas VIII pada materi Bangun Ruang yang praktis, efektif dan valid?. 2.. Bagaimana hasil dari sebuah perangkat pembelajaran matematika yang telah dikembangkan yang berbasis proyek untuk materi ajar Bangun Ruang terhadap siswa kelas VIII SMP?. C.. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka penelitian ini. bertujuan untuk: 1.. Mengetahui proses dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mata pelajaran matematika yang berbasis proyek untuk materi ajar Bangun Ruang yang praktis, efektif dan valid pada murid SMP kelas VIII. 2.. Mengetahui hasil dari mengembangkan perangkat pembelajaran mata pelajaran matematika pada materi Bangun Ruang yang praktis, efektif dan valid untuk siswa SMP kelas VIII.. D.. Spesifik Produk Yang dikembangkan Dari penlitian ini akan menghasilkan sebuah Perangkat pembelajaran. berbasis proyek. Dimana dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran seperti RPP dan LKPD yang dapat dipergunakan menjadi sebuah pedoman dan sumbur belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar tingkat SMP..
(20) 7. Pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dengan memakai project based learning difokuskan pada materi bangun ruang saja. Sementara perangkat pembelajaran LKPD, pengembangannya berupa lembar kerja yang memuat soalsoal yang berkaitan dengan materi ajar bangun ruang. Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan metode ini, spesifikasi produknya adalah mengembangkan RPP dan LKPD. E.. Manfaat Pengembangan. 1.. Manfaat teoritis Melalui penelitian ini diharapkan bisa memberikan suatu pengetahuan baru. yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran yang berbasis proyek. 2.. Manfaat Praktis. a.. Untuk siswa, melalui penelitian ini diharapkan bisa menambah kemampuan. siswa dalam menyelesaikan suatu masalah dan siswa termotivasi dalam belajar mata pelajaran matematika. b.. Untuk guru, dengan penelitian ini diharapkan bisa digunakan sebagai. sumber acuan dalam kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat menyesuaikan dengan setiap perubahan kurikulum. c.. Untuk peneliti, dengan penelitian ini diharapkan bisa digunakan sebagai. referensi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang serupa. F.. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan. 1.. Asumsi. a.. proses pembelajaran akan lebih mudah dilakukan karena metode yang. digunakan adalah metode pembelajaran project based learning yang dimana materi pelajaran digunakan akan dihubungkan dengan keseharian peserta didik..
(21) 8. b.. Dengan metode project based learning guru dapat terbantu untuk membuat. peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses belajar mengajar. 2. Keterbatasan pengembangan. a.. Dalam pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode berbasis. proyek, produk yang dihasilkan adalah sebuah RPP dan LKPD. b.. Materi bangun ruang merupakan Pokok bahasan yang diajarkan dan. dijadikan sebagai batasan dalam pengembangan RPP dan LKPD dan hanya dilakukan pada siswa kelas VIII SMP di SMP negeri 1 Eremerasa. G.. Definisi Operasional Variabel. 1.. Untuk mengukur validasi perangkat pembelajaran dilakukan dengan cara. memberikan nilai pada lembaran validasi ahli berupa RPP dan LKPD pada perangkat yang dikembangkan. 2.. Aktivitas siswa merupakan berbagai kegiatan yang oleh siswa dilakukan. selam kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan mengamati alat lembar pengamatan aktivitas peserta didik. 3.. Respon siswa adalah penilaian atau pendapat peserta didik mengenai proses. belajar belajar mengajar yang diukur melalaui angket respon peserta didik..
(22) BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengembangan Pengembangan. didefenisikan. sebagai. suatu. proses. perancangan. pembelajaran yang sistematis dan logis yang bertujuan untuk penetapan program yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar yang menyesuaikan dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki oleh siswa (Majid, 2005). Pengembangan pembelajaran merupakan upaya peningkatan kualitas materi, metode dan pelengkapnya dalam kegiatan belajar mengajar (Hamdani, 2013: 15). Research and Development atau metode penelitian dan pengembangan merupakan salah satu metode riset yang bertujuan untuk memperbaiki atau menciptakan suatu produk baru dengan cara menguji produk tersebut (Sugiyono, 2018: 297). Berdasarkan tujuannya, deskripsi penelitian pengembangan menurut Van Den Akker dan Plomp adalah (1) pengembangan bertujuan untuk memperoleh suatu prototipe produk, dan (2) saran-saran yang metodologis dirumuskan dengan tujuan perancangan dan penilaian terhadap protipe suatu produk. Pengertian penelitian pemgembangan menurut Richey dan Nelson (Rafiqah, 2013: 95) adalah pengkajian yang tersistematis terhadap suatu perancangan, pengembangan, dan penilaian suatu program, suatu proses dan produk pembelajaran yang kriteria validitas, efektivitas dan praktikalitasnya harus terpenuhi.. 9.
(23) 10. a. Model Pengembangan a.. Model Plomp Dalam model Plomp ada empat fase yang harus diperhatikan menurut. Kasturi, dkk (2015) yakni: 1) Fase investigasi awal, dalam fase ini ada lima kegiatan yang harus dilakukan yakni, analisis kondisi siswa, analisis ujung depan, analisis spesifikasi tujuan pembelajaran, analisis tugas dan analisis materi. 2) Faes desain, fase ini terdiri dari dua kegiatan yakni perancangan instrumen penelitian dan perancangan perangkat pembelajaran. 3) Fasekonstruksi atau realisasi, fase ini merupakan fase yang menghasilkan suatu protipe I dari suatu perangkat pembelajaran yang terdiri dari Buku siswa, RPP, Tes hasil Belajar, LKS dan buku guru. 4) Fase uji coba, penilaian dan perbaikan, dalam fase ini kegiatan yang harus dilakukan ada dua yakni, perangkat divalidasi oleh validator atau ahli atau pakar yang selanjutnya direvisi, dan perangkat diujicobakan pada siswa yang disertai engan perbaikan. b.. Model Dick & Carey (Borg & Gall, 1981) Model pendekatan yang didesain oleh Walter Dick dan Lou Carey (Emir,. 2017: 275) merupakan salah satu model penelitian dan pengembangan yang sering dipakai. Menurut model Dick dan Carey ini, ada 10 cara yang harus digunakan yakni: 1) Program pembelajaran tujuannya didefenisiskan secara jelas atau menentukan tujaun produk yang biasanya mencakup analisa kebutuhan..
(24) 11. 2) Melakukan. analisa. intruksional. dengan. tujuan. keterampilan-. keterampilan khusus diidentifikasikan, dalam pencapaian berbagai tujuan dalam pembelajaran, tugas-tugas dan prosedur dilibatkan. 3) Karakteristik latar belakang dari pembelajaran, keterampilan baru yang digunakan, keterampilan dan sikap siswa, serta karakteristik latar belakang pengetahuan diidentifikasikan. 4) Tujuan dan kebutuhan diterjemahkan ke dalam tujuan secara spesifik mengenai perilaku. 5) Instrument penelitian dikembangkan 6) Dalam rangka membantu siswa dengan tujuan untuk memperoleh setiap tujuan maka dilakukan pengembangan dengan startegi pembelajaran khusus. 7) Materi pembelajaran dilakukan pengembangan yang meliputi berbagai hasil cetak misalnya buku manual dan teks bagi guru atau media semisal audio kaset. 8) Selama produk atau program masih pada tahap proses dikembangkan maka dilakukanlah evaluasi secara formatif. 9) Melakukan perbaikan (revisi) pada setiap tahap 10) Untuk penentuan efektivitas dari program maka dilakukan evaluasi secara summative, terkhusus apabila dilakukan pembandingan dengan program lain yang serupa. c.. Model 4-D Model ini dikembangkan dengan mengacu pada model pengembangan dari. Telker, Buck, dan Urbach (Hartono dan Afkar, 2017) yakni model pengembangan.
(25) 12. intruksional yang dimana model ini diartikan dalam 4 tahap yakni: analysis, design, evaluation, dan dissemination. Setelah melalui proses pengembangan yang dilakukan dalam suatu penelitian maka model ini selanjutnya dinela dengan sebutan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap, sebagai berikut: 1) Define atau tahap defenisi, dalam tahap ini ada lima fase yang harus dilakukan yakni, analisis pembelajaran, analisis awal dan akhir, analisis tujuan-tujuan intruksi khusus, analisis konsep, dan analisis tugas. 2) Design atau tahap perancangan, fase dalam tahap ini ada dua yakni, melakukan konstruksi tes yang didasarkan pada kriteria, pemilian format dan media, dan perancangan awal. 3) Tahap pengembangan, dalam tahap ini ada dua kegiatan atau fase yang harus dilakukan yakni, ahli melakukan peneliana dan pengembangan diujicoba 4) Tahap penyebaran, pada tahap ini fase yang dilakukan ada tiga yakni, validasi diujicoba, pengemasan, dan adopsi dan difusi. d.. Model ADDIE Dalam melakukan penelitian dan pengembangan model yang paling sering. dilakukan adalah model ADDIE. Menurut Sugiyono (2018: 297) Research and Development atau metode penelitian dan pengembangan merupakan salah satu metode riset yang bertujuan untuk memperbaiki atau menciptakan suatu produk baru dengan cara menguji produk tersebut. Sifat. dari. model. desain. pembelajaran. adalah. generik.. ADDIE. dikembangkan oleh Reiser dan Molleda pada tahun 1990-an. Menurut Pargito (2016: 46) menyatakan bahwa model ADDIE memiliki fungsi, salah satunya.
(26) 13. adalah model ADDIE dijadikan sebagai panduan dalam menyusun suatu perangkat dan infrastruktur rancangan pelatihan yang dinamis, efektif dan mendukung kinerja pembelajaran dan pelatihan. Ada lima tahap dalam model ADDIE yakni, Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Berdasarkan penjelasan dari keempat model pengembangan yang telah dipaparkan di atas maka peneliti dalam melakukan penelitian ini mengambil dan memilih model ADDIE sebagai model pengembangan. Hal ini dikarenakan model ADDIE mempunyai 5 komponen yang memiliki keterkaitan satu sama lain dan secara sistematis terstruktur yang memiliki arti bahwa dalam melakukan pengaplikasian setiap tahapan harus secara beruntut. Fase atau tahap dalam model ADDIE sangat sederhana dibandingkan dengan model pengembangan yang lainnya sehingga setiap dalam model ADDIE sangat mudah untuk diaplikasikan. B. Perangkat Pembelajaran Salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran adalah perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu kumpulan alat atau sumber belajar yang mengharuskan guru dan siswa untuk melakukan proses belajar mengajar di kelas. Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas akan dipengaruhi oleh perangkat pembelajaran yang digunakan sebab perangkat pembelajaran dapat membantu dan memudahkan guru dalam persiapan dan pelaksanaan setiap proses di dalam kelas. Maka dari itu, Munawarah (2017: 170) menyatakan bahwa dalam mengelola pembelajaran seorang guru wajib memiliki perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku..
(27) 14. Nazarudin (Agriat Barata) menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran merupakan suatu persiapan yang dirancang oleh guru dengan tujuan kegiatan dan penilaian pembelajaran secara sistematis dapat dilaksanakan dan didapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang diinginkan, seperti: program tahunan, program semester, analisis pekan efektif, silabus, RPP, LKPD, kriteria ketuntasan minimun dan instrumen evaluasi. Perangkat pembelajaran merupakan kumpulan alat, petunjuk, media, pedoman, dan bahan yang dalam kegiatan pembelajaran akan digunakan. RPP, bahan ajar dan LKPD merupakan contoh perangkat pembelajaran yang paling menentukan efektifitas pembelajaran. Idealnya RPP dirancang dan dipersiapkan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai oleh seorang guru.. Rencana. Pelaksanaan. Pembelajaran. merupakan. suatu. perangkat. pembelajaran yang bertujuan untuk menghasilkan proses belajar mengajar yang efektif yang membantu guru dalam pelaksanaannya. Ismail (2017: 15) menyatakan bahwa setiap peremuan atau beberapa pertemuan dalam kelas harus ditaungkan dalam RPP. a) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1) Pengertian Dan Fungsi RPP RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikategorikan sebagai rencana pengorganisasian dan prosedur pembelajaran, yang menyebabkan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam setiap standar isi pada mata pelajaran tercapai, seperti yang dalam silabus telah dijabarkan. Menurut Trianto (2017: 255) menyatakan bahwa RRP sebagai suatu perencanaan dalam sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan dimana setiap bagiannya dirinci yang didasarkan pada silabus menyesuaikan kurikulum yang berlaku..
(28) 15. Penjelasan lain mengenai RPP ialah penggambaran prosedur dari suatu rencana dan organisasi dalam pembelajaran yang dijabarkan dalam silabus dengan tujuan untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Ruang lingkup rencana studi yang paling luas mencakup 1 (satu) kemampuan dasar, termasuk 1 indikator atau beberapa indikator untuk 1 kali pertemuan atau lebih. Mengacu pada defenisi RPP di atas maka fungsi RPP bagi guru adalah aturan atau rambu dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Tujua akhir dari rambu-rambu tersebut yang akan tercapai setelah pembelajaran, metode pembelajaran dan materi apa yang akan disampaikan oleh guru, sumber atau alat dan langkah apa yang akan dipakai oleh guru, dan bentuk evaluasi apa yang akan dilakukan oleh guru. Ismail (2017: 16-17) menyatakan bahwa sebuah desain awal dalam RPP akan tergambarkan bagaiaman cara pembelajaran di dalam kelas yang akan dilaksanakan seorang guru yang terdiri dari interaksi siswa dengan siswa lainnya dan guru dengan siswa. 1.. Komponen dan struktur RPP Sebagai proses dari lanjutan silabus, ada beberapa komponen yang dimiliki. oleh RPP. Berbagai komponen inilah yang akan mengambarkan bagaimana awal dari kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan. Adapun struktur dan komponen yang terdapat dalam RPP yaitu: a.. Judul. b.. Tujuan pembelajaran. c.. Materi ajar. d.. Metode pembelajaran. e.. Langkah-langkah pembelajaran.
(29) 16. f.. Sumber belajar. g.. Penilaian hasil belajar. 2.. Kriteria penilaian dan pemilihan RPP Untuk mendapatkan RPP yang baik ada beberapa kriteria penilaian dan. pemilihannya yang meliputi: a.. Minimal dalam sebuah RPP harus memiliki kompone dan struktur yaitu,. penilaian. hasil. belajar,. sumber,. langkah-langkah. pembelajaran,. metode. pembelajaran, materi ajar, tujuan, dan identitas. b.. Setiap komponen yang terdapat dalam RPP secara fungsional secara. berkaitan dan menunjang indikator kompetensi dasar yang ingin tercapai. c.. Cakupan penyajian, tingkat kesulitan, kedalaman, serta urutan dalam. materinya harus memperhatikan perkembangan teknologi dan ilmu serta menyesuaikan dengan keadaan sekitar siswa. d.. Langkah-langkah dan metode pembelajaran yang kreatif, efektif, aktif dan. menyenangkan disajikan dalam RPP. e.. Penilaian hasil belajar yang beragam teknik dan aspek penilaiannya di. sesajikan dalam RPP. f.. Sumber belajar mudah diperoleh, beragam, berkaitan dengan keseharian. siswa dan sekolah, efektif hasinya, murah, dan beragam disajikan dalam RPP. g.. Guru dapat menggunakan keseluruhan komponen yang terdapat dalam RPP. yang menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi di sekitar sekolah (Komalasari, 2013)..
(30) 17. b) LKPD atau lembar kerja peserta didik LKPD merupakan pekerjaan rumah atau bentuk lembaran latihan yang di dalamnya terdapat soal yang disesuaikan dengan materi yang telah diajarkan. Lembar kerja peserta didik merupakan alat yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran yang materi-materi pembelajarannya disajikan dalam bentuk rangkuman sekaligus sebagai bahan evaluasi. LKPD sebagai bahan evaluasi sebab LKPD merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai peserta didik dalam memahami materi yang telah diberikan atau dikenal sebagai bentuk ulangan nilai harian. Menurut Komalasari (2013: 117),. keberadaan LKPD bisa dijadikan. sebagai pelengkap atau penunjang buku sumber bagi beberapa sekolah yang kondisi ekonomi siswanya kurang mampu. Namun, apabila keadaanya sebaliknya maka LKPD dapat dijadikan sebagai buku utama sekaligus buku yang menjadi dasar dalam mengevaluasi pemahaman siswa. LKPD dapat pula diartikan sebagai sarana yang dapat mempermudah dan membantu pendidik dalam proses pembelajaran sehingga antara siswa dan guru terjalin interaksi yang lebih efektif yang dapat meningkatkan kualitas dan prsetasi belajar siswa. Guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar, salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkannya adalah LKPD (Endang Widjajanti, 2011: 1). Untuk merancang, menyusun dan mengembangkan LKPD seorang guru harus menyesuaikan situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran yang dihadapi serta kurikulum yang sedang berlaku. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Lestari (2006: 19) mengemukakan bahwa sebaiknya seorang guru dalam merancang.
(31) 18. LKPD harus menyesuaikan sendiri tujuan dan pokok bahasan pembelajarannya. Dalam melakukan proses belajar mengajar di sekolah LKPD yang disusun oleh guru dapat memanfaatkan tahap menyampaikan konsep baru (tahap penanaman konsep) atyau tahap lanjutan dari penanaman konsep, sebab perancangan LKPD tujuannya adalah untuk psesrta didik dibimbing dalam mempelajari suatu topik pembelajaran. C. Model Pembelajaran berbasis proyek Sebuah model pembelajaran yang lebih menekankan pada pembelajaran yang kontekstual dan inovatif melalui kompleksitas suatu kegiatan disebut sebagai pembelajaran proyek.. Untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih. bermakna dan menarik bagi siswa dapat diperoleh dari pembelajaran berbasisi proyek. Model pembelajaran yang memakai kegiatan atau proyek sebagai medianya merupaka model pembelajaran berbasis proyek. Pendidik menerikan tugas kepada peserta didik untuk melaksanakan penilaian, eksplorasi, sintesis, interprestasi dan informasi untuk memperoleh bentuk-bentuk hasil belajar. Model project based learning merupakan suatu model pembelajaran yang guru diberikan kesempatan dalam mengelola kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan melakuka kegiatan proyek kerja, dimana beberapa tugas termuat secara kompleks yang mengacu pada permasalahan dan diberikan kepada siswa sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan penginterpretasian suatu ilmu baru yang didasarkan pada pengalaman nyatanya, dimana siswa dituntut untuk mampu merancang pengalaman tersebut, lalu melakukan penyelidikan atau investigasi, pemecahan suatu masalah, membuat suatu keputusan dan siswa diberikan kesempatan untuk bisa bekerja secara kelompok atau mandiri (Pusat.
(32) 19. Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) tahun 2014). Menurut Olson (Widyiantini, 2014) mengemukakan bahwa siswa dalam merencanakan dan melaksanakan suatu penyelidikan terhadap tema atau topik-topik yang memakai lintas materi atau lintas mata pelajaran dalam pembelajaran berbasis proyek. Mengacu pada beberapa pernyataan yang telah dikemukakan maka penulis menarik sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan suatu model pembelajaran dimana guru diberikan kesempatan untuk mengelola kelas dengan melibatkan siswa dalam kerja proyek. Berbagai tugas yang kompleks yang mengacu pada project atau permasalahan dimuat dalam kerja proyek sebagai langkah yang awal dalam pengumpulan dan pengintegrasian suatu ilmu yang baru yang mengacu pada pengalaman dalam melakukan suatu aktivitas nyata dan siswa dituntut mampu merancang suatu kegiatan, masalah-masalah dipecahkan, menentukan suatu keputusan, kegiatan investigasi dilakukan, dan siswa diberi kesempatan untuk berkegiatan secara team atau mandiri. Suatu produk berupa presentasi, rekomendasi, dan laporan tertulis dan tulisan merupakan hasil akhir dari kerja proyek. Untuk dapat meransang peserta didik agar rajin, giat dan tekun dalam belajar maka salah satu cara yang paling bagus untuk dilakukan adalah project based learning. Kejadian yang dialami atau diamati oleh siswa dihubungkan dengan pelajaran, bisa pula laporan tentang berbagai bahan bacaan misalnya buku atau menjawab beberapa pertanyaan yang ada di dalam buku dapat dijadikan sebagai tugas dalam project based learning..
(33) 20. Ada 3 langkah yang dapat dilakukan dalam pembelajaran berbasis proyek yaitu: a). Tahap perencanaan Dalam setiap proses pembelajaran tahap perencanaan merupakan tahap yang. paling penting sebab pada tahap ini kualitas hasil pembelajaran sangat dipengaruhi. b). Tahap Pelaksanaan Tahap berikutnya ialah tahap pelaksanaan proyek setelah tahap perencanaan. proyek. Ada tiga persiapan dalam melakukan proyek agar dalam pelaksanaannya berjalan baik dan sesuai dengan apa yanh direncanakan dan mencapai tujuan sesuai denga kesepakatan, yakni: tugas proyek dijelaskan, pembagian kelompok proyek, dan pengerjaan proyek. c). Tahap Evaluasi Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah tahapan. evaluasi, tang tujuannya adalah untuk mengukur capaian dari tujuan pembelajaran berbasis proyek. Secara jelas kemajuan dan kelemahan peserta didik dapat diketahui secara lengkap melalui kegiatan evaluasi, sehingga revisi dan perbaikan perangkat pembelajaran dengan tepat dapat dilakukan..
(34) 21. Table 2.1 Sintaks model pembelajaran berbasis proyek Langkah-Langkah Pembelajaran Langkah 1 Pertanyaan dasar ditentukan. Langkah 2 pendesainan proyek perencanaan. Kegiatan Pembelajaran. •. Guru mengajukan beberapa pertanyaan dasar yang didasarkan pada pengalaman belajar siswa untuk menggali pengetahuan yang telah dikuasai siswa, sehingga mendorong siswa untuk menugaskan suatu kegiatan.. •. Peserta didik dibagi menjadi 4-5 orang ke dalam satu kelompok oleh guru Secara demokratis setiap kelompok menentukan ketuanya yang difasilitasi oleh guru, dan guru menjelaskan peran setiap anggota kelompok serta lembar kerja proyek dibagikan kepada setiap kelompok. Dalam proses penyelesaian proyek aturan main disepakati secara bersama oleh guru dan siswa misalnya: Guru dan siswa membicarakan aturan main untuk disepakati bersama dalam proses penyelesaian proyek, seperti: Pemilihan kegiatan, waktu perencanaan. •. • •. maksimum, lokasi pelaksanaan proyek, proyek yang akan dilaporkan, serta alat dan bahan yang tersedia untuk membantu penyelesaian proyek. Langkah 3 Penyusunan Jadwal. •. Langkah 4. •. Memantau peserta didik dan perkembangan proyek •. Langkah 5 Pengujian hasil. •. Langkah 6 Pengalaman dievaluasikan. •. Jadwal pelaksanaan proyek disusun oleh peserta didik, yakni penyusunan berbagai tahap dalam melaksanakan proyek dengan pertimbangan kompleksitas berbagai teknik dan langkah-langkah dalam menyelesaikan proyek dan guru menentukan waktunya. Dengan dipantau dan difasilitasi oleh guru, siswa menyelesaikan proyek, yakni dengan mengumpulkan dan mencari material/data dan diolah agar mewujudkan /menyusun perbagian hingga didapatkan hasil akhir berupa produk. dalam membuat laporan siswa didampingi oleh guru, misalnya laporah yang berkaitan dengan proses kerja proyek dan berbagai hambatan dalam pengerjaan proyek diceritakan siswa kepada guru. hasil proyek dipublikasikan/dipresentasikan oleh siswa, yakni dalam bentuk diskusi, presentasi produk disajikan dalam rangka menegtahui tanggpan dari guru dan peserta didik lainnya aktivitas dan hasil produk dari proyek yang telah dilakukan direfleksi oleh peserta didik dan guru.. (Sumber:Maudi,2016) Ada tiga kriteri yang harus terpenuhi agar dapat memperoleh kualitas proyek pengembangan yang baik menurut Nieveen dalam Arifah (2013), yaitu:.
(35) 22. 1). Kevalidan Dalam penelitian pengembangan, validitas merupakan ukuran tingkat. kelayakan atau kesahihan suatu rancangan produk yang dilakukan oleh 2 ahli yakni, ahli media dan ahli materi. 2). Kepraktisan Kepraktisan merupakan ukuran tingkat kemudahan atau keajegan suatu. proyek atau pengembangan suatu proyek pada saat pemakaiannya. 3). Keefektifan Keefektifan merupakan ukuran ketercapaian atau keberhasilan terhadap. pencapaian tujuan atas dukungan produk yang dikembangkan. D. Bangun Ruang Bentuk tiga dimensi yang mempunyai isi, volume, dan ruang serta pembatasan beberapa sisinya disebut sebagai bangun ruang. Ada dua kategori dari bangun ruang secara garis besar yaitu: bangun ruang sisi lengkung dan bangun ruang sisi datar. Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang terdiri dari bola kerucut dan tabung, sedangkan bangun ruang sisi datar yaitu, limas, prisma, balok dan kubus. 1). Jenis-jenis bangun ruang. a). Limas. a). Pengertian Limas. Suatu bangun yang dibatasi oleh sebuah segi-n alas dan n buah yang bidangnua memiliki bentuk segitiga yang pada suatu puncak bertemu dinamakan sebagai limas. Penamaan jenis limas didasarkan sesaui dengan.
(36) 23. jenis alasnya, yaiti limas segiempat, limas segiliam, dan lima segitiga serta limas segilainnya.. Perhatikanlah beberapa bangun ruang berikut ini:. Gambar 2.1 : Macam-macam Jenis Limas. Gambar di atas merupakan bangun ruang yang alasnya terdiri dari satu bidang saja, sementara bidang lainnya yang memiliki bentuk segitiga yang pada titik puncaknya saling bertemu. Bangun ruang yang demikianlah yang disebut sebagai limas.. b). Jenis-jenis limas. Ada beberapa macam jenis limas dan penamaannya disesuaikan dengan bidang alas yang membentuknya. Seperti pada gambar (a) diberi nama sebagai limas segi tiga, pada gambar (b) penamaannya sebagai limas segi empat, sementara pada gambar (c) penamaannya adalah limas segi lima..
(37) 24. ➢. Limas Segitiga. Limas segi tiga mempunyai beberapa sifat diantaranya:. 1. Bidang alasnya terdiri atas satu yakni ABC 2. Sisi tegaknya terdiri atas tiga yakni TAC, TAB, dan TBC 3. Rusuk tegaknya terdiri atas tiga buah, yakni: TC, TA, dan TB 4. Rusuk alasnya terdiri atas tiga buah yakni: BC, AC, dan AB 5. Titik puncak terdiri atas yaitu titik T 6. Garis tinggi terdiri atas buah. Garis yang ditarik dari titik dan tegak lurus dengan bidang alasnya yaitu ABC disebut garis tinggi. ➢. Limas Segi empat.
(38) 25. 1. Bidang alasnya terdiri atas satu buah, yakni ABCD 2. Sisi tegaknya terdiri atas empat bagian yakni TBC, TAB, TAD, dan TCD 3. Rusuk tegaknya terdiri atas empat buah yakni TC, TB, TD, dan TA 4. Rusuk alas terdiri atas empat bagian yakni, DA, BC, CD, dan AB 5. Diagonal bidang terdiri atas dua buah yakni, BD dan AC 6. Titik puncaknya hanya satu yakni, titik T 7. Garis tinggi hanya satu buah yakni garis yang ditarik dari titik T dan tegak lurus dengan bidang alas ABCD.. Volume Limas Dengan menggunakan rumus di bawah ini, kita dapat mencari volume limas: 1. V= 3 𝑥 𝐿. 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 Luas Permukaan Limas Dengan menggunakan rumus di bawah ini, kita dapat mencari luas permukaan limas: Luas permukaan = Luas alas + Luas sisi tegak. Contoh Soal : 1. Hitunglah luas sebuah permukaan limas apabila sebuah alas berbentuk segi panjang memiliki alas dengan tinggi 15 cm dan panjang 10 cm! Cara menyelesaikan: Diketahui: s = 10 cm t = 15 cm Ditanyakan : luas permukaan yang dimiliki limas?.
(39) 26. Jawab : Ada 4 bidang yang terdapat pada limas segiempat Luas permukaan limas = (luas alas) + 4 (luas segitiga pada bidang tegak). = 10 x 10 + 4(1/2x10x15) = 100 + 300 = 400 cm2 2. Berapakah volume limas apabila tingginya adalah 14, dan alas limas tersebut adalah memiliki bentuk segitiga dengan tinggi 10 cm dan panjang 12 cm?. Cara menyelesaiakan Diketahui alas = 12 cm tinggi segitiga = 10 cm tinggi limas = 14 cm Ditanyakan: berapakah volume limas tersebut? Jawab:. V= 1/3 x (1/2 x 12 x 10) x 14 V=1/3 x 60 x 14 V= 280 cm Jadi, volume limas tersebut adalah 280.
(40) 27. b). Prisma. a). Pengertian prisma Perhatikan gambar bangun ruang berikut!. Gambar 2.2 Macam-Macam Prisma Pada gambar di atas disebut sebagai bangun ruang yang dikenal sebagai prisma karena pada beberapa bangun tersebut kesemuanya memiliki dua bidang yang sejajar dan beberapa bidang lainnya saling berpotongan berdasarkan beberapa garis yang sejajar pula.. Maka bangun ruang yang mempunyai sepasang bidang yang kongruen dan sejajar yang merupakan tutup dan alas disebut sebagai prisma. Sementara beberapa bidang lainnya yang didapatkan dengan cara tiap titik sudutnya dihububgkan dari kesejajaran dua bidang.. b). Jenis-Jenis Prisma. Sesuai dengan bentuk alas prismanya ada beberapa macam nama dari prisma, misalnya yang terdapat pada gambar (a) karena dua bidangnya yang sejajar dan terlihat seperti segi empat maka disebut sebagai prisma segiempat, pada gambar (b) merupakan prisma segi lima, sementara gambar (c) adalah prisma segi lima..
(41) 28. Apabila kita memerhatikan pada keseluruhan prisma a, b, dan c memiliki rusuk yang tegak, maka prisma tersebut diberi nama sebagai prisma tegak. Sementara dengan memerhatikan prisma pada gambar d kita akan menemukan bahwa prisma tersebut memiliki rusuk yang tidak tegak lurus denagn tutup dan alasnya. Maka prisma inilah yang disebut sebagai prisma miring, namun pada kesempatan ini kita hanya akan membahas prisma tegak. Prisma segi tiga ABC DEF mempunyai ciri-ciri yaitu:. 1. rusuknya terdiri atas 9 bagian yakni, AB, AC, AD, BC, BE, CF, DE, DF, dan EF 2. Sisi diagonalnya terdiri atas 6 buah yakni, EC, BF, AF, CD, BD, dan AE 3. Sisinya terdiri atas 4 buah yakni: CBEF, ABED, DEF, dan ABC 4. Diagonalnya terdiri atas 6 buah yakni: BD, AE, CD, AF, BF, dan CE. Volume Prisma Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini untuk menghitung volume prisma, yaitu: V = Luas alas x Tinggi.
(42) 29. Luas Permukaan Prisma Kita dapat memggunakan rumus berikut apabila menghitung luas permukaan dari prisma yakni: L = (2 x Luas alas) + Jumlah luas bidang tegak L = (2 x Luas alas) + (tinggi x Keliling alas) Contoh Soal 1.. Hitunglah luas permukaan prisma apabila sebuah prisma segitiga diketahui memiliki volume 100 cm3 dengan tinggi 5 cm!. Cara menyelesaikan: Diketahui: V = 150 m3 t =5m Ditanyakan: Berapakah luas permukaan prisma tersebut? Jawab : V. = Luas alas x tinggi. 150 = Luas alas x 5 Luas alas =30 Cm2.
(43) 30. Keliling alas =a+b+c =5+7+9 = 21 cm Luas permukaan = (2 x Luas alas) + (tinggi x Keliling alas) = (2 x 30) + (10 x 21) = 60 + 210 = 270 Cm2 E. Penelitian Yang Relevan Penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan oelh para peneliti sebelumnya yaitu:. 1. penelitian yang berjudul penggunaan model project based learning terhadap keaktifan dan kemampuan berfikir kritis siswa kelas VII Mts pada materi garis dan sudut tahun 2014/2015 yang telah dilakukan oleh Aniswatul Khikmah diperoleh hasil penelitian bahwa rerata kemampuan kritis peserta didik yang diajar melalui penggunaan model konvensional lebih rendah daripada speserta didik yang diajar melalui penggunaan metode project based learning. Temuan ini didasarkan pada hasil tes rerata sebesar 73,7019 sementara nilai rerata sebesar 64,1442 ditemukan pada kelas kontrol. Skor rerata kelas eksperimen sebesar 448,67 yang dipresentasekan sebesar 72% dengan kategori baik pada observasi keaktifan siswa pada setiap pertemuan, sementara diperoleh kategori cukup baik dengan nilai rerata 290 dan persentase sebesar 45,33% pada kelas kontrol. Maka kesimpulan yang diperoleh berdasarkan nilai tersebut adalah.
(44) 31. kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa MTs Tarbiyatul Mubtadiin Wilalung tahun ajaran 2014/2015 pada kelas VII adalah efektif jika menggunakan model project based learning. 2. Penelitian. yang dilakukan oleh Ulfa. arisa. Cahyani. yang berjudul. pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan penemuan terbimbing (Guided Discovery) materi prisma dan limas untuk siswa SMP kelas VIII semester II. Model pengembangan ADDIE merupakan jenis penelitian pengembangan yang digunakan dan menghasilkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Program Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, serta media pembelajaran. Mengacu pada hasil validasi yang telah dilakukan maka deitemukan kriteria “Baik” pada RPP dengan skor 4,15, diperoleh kriteria “sangat baik” dengan skor 4,21 pada LKS, dan kriteria baik pada kategori media pembelajaran, yang menyebabkan perangkat pembelajaran tersebut efektif untuk digunakan.. F. Kerangka Pikir Seharusnya dalam penggunaan pembelajaran berbasis proyek dapat diperoleh makna dan pengalaman yang lebih menarik untuk siswa, dan guru mengarahkan siswa untuk dapat menciptakan suatu produk baru. Tetapi fakta yang ditemukan di lapangan bahwa tidak semua guru dapat menerapkannya yang menyebabkan kebosanan melanda pada beberapa siswa dan sukar dalam pemahaman suatu soal. yang guru berikan sehingga. mereka. tidaklah. memperhatikan lagi pelajaran lalu dengan berbagai alasan mereka meninggalkan pembelajaran di dalam kelas..
(45) 32. Mengacu pada beberapa uraian yang di atas, maka materi pelajaran matematika kelas VII pada materi bangun ruang perlu dilakukan suatu pengembangan perangkat dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Diharapkan keaktifan, kemampuan kritis peserta didik dalam berpikir, dan dalam memahami permasalahan sehari-hari dapat meningkat dengan penggunaan model pembelajaran proyek yang memanfaatkan lingkungan. RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran dan LKPD atau lembar kerja peserta didik merupakan perangkat pembelajaran yang dimaksudkan. Disamping itu pula, penggunaan perangkat pembelajaran tersebut dapat meningkatkan semangat dan keaktifan siswa dalam belajar, serta siswa terbantukan dalam pengembangan keterampilan proses melalui pencatatan seluruh aktifitas yang dilakukan khususnya pada materi ajar bangun ruang. Perangkat pembelajaran berbasis proyek yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran belum sepatutnya dikatakan sebagai model pembelajaran berbasis proyek yang sesungguhnya. LKPD yang diberikan kepada siswa sangat sulit dipahami dan membosankan. Mengembangkan Perangkat pembelajaranberbasis proyek pada materi bangun ruang. Soal-saol yang terdapat dalam LKPd dapat diselesaikan oleh siswa.
(46) BAB III METODE PENGEMBANGAN A.. Model Pengembangan Sugiyono mengemukakan bahwa Metode yang digunakan dalam penelitian. ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Arisal, 2019). Model pengembangan penelitian yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE.Model pengembangan ini meliputi 5 tahap yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. B.. Prosedur Pengembangan Prosedur penelitian pengembangan ini berisi prosedur yang dilakukan dalam. membuat produk yang akan dikembangkan. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran pada materi bangun ruang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa yaitu dengan menggunakan model ADDIE, seperti gambar berikut ini: Analysis. Evaluation. Design. Implementation. Development. Gambar3.1 TahapanModel PengembanganADDIE. 33.
(47) 34. Tahap analisis (analysis); dilakukan sebelum mengembangkan perangkat pembelajaran.. Analisis yang. dilakukan. adalah analisis masalah. dalam. pembelajaran, analisis kebutuhan diketahui masalah dasar yang ada dalam pembelajaran matematika khususnya pada pembelajaran materi bangun ruang. Tahap desain (design); peneliti melakukan perancangan perangkat pembelajaran, mengumpulkan referensi yang di jadikan patokan dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Tahap pengembangan (development): peneliti membuat produk awal (prototype1), lalu melakukan revisi dan validasi media. Untuk melihat validnya maka dilakukan validasi prototype yang dilakukan oleh para ahli. Tahap penerapan (implementation): peneliti menerapkan produk yang dikembangkan dalam pembelajaran bangun ruang disekolah. Tahap evaluasi (evaluation): untuk menguji praktis dan efekti prototype dengan memakai intrumen angket dan tes di lakukan pada tahap evaluasi. Adapun langkah-langkah pengembangn perangkat pembelajaran yang menggunakan model pengembangan ADDIE dapat digambarkan sebagai berikut:.
(48) 35. Langkah Ke 1 Analysis. Langkah Ke 2 Design. Langkah ke 3 Development. Langkah ke 4 Implementati on. Langkah ke 5 Evaluation. ➢ Mengidentifikasi kebutuhan, kurikulum,dan karakteristik siswa. ➢ Mengidentifikasi dan menetapkan tujuan pengembangan perangkat pembelajaran.. ➢ Menyiapkan buku referensi yang berkaitan dengan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan ➢ menyusun rancangan perngkat pembeljaran berupa RPP dan LKPD sesuai analisis.. ➢ Mengembangkan perangkat pemblajaran sesuai dngan desain yang sudah di susun. ➢ dilakukan validasi pengembangan perangkt pembelajaran oleh ahli media dan materi.. ➢ Uji coba produk perangkat pembelajaran berupa. RPP dan LKPD di dalam kelas. ➢ Menguji Kevalidan Perangkat pembelajaran. ➢ Menguji kepraktisan Perangkat pembelajaran. ➢ Menguji keefektifan Perangkat pembelajaran.. Gambar 3.2. TahapanPengembanganPerangkat Pembelajaran model ADDIE.
(49) 36. Berikut penjelasan dari tahap pengembangan yang akan dilakukan sebagai berikut: 1.. Analysis Tahapan. alisis. ialah. kegiatan. awal. sebelum. membuat. konsep. pengembangan perangkat pembelajaran. Kegiatan yang di lakukan di tahap ini yaitu: a.. Menelaah kebutuhan kurikulum,dan karakteristik siswa. ➢. analisis kebutuhan analisis ini dilakukan dengan terlebih dahulu menganalisis terkait masalah. dan kebutuhan pada pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Eremerasa. Penulis berkomunikasi dengan guru yang mengajar dikelas VIII. dia yang akan memberikan informasi terkait. dengan pembelajaran matematika di kelas. khususnya kelas VIII. ➢. analisis kurikulum pada analisis ini dilakukan analisis di materi pembelajaran dan pencapaian. kompetensi yang berpatokan Kurikulum 2013. kompetensi yang dipilih berkaitan dengan materi bangun ruang. dari KD akan di rumuskan indikator pencapaian yang wajib di capai oleh siswa. ➢. analisis karakteristik peserta didik Analisis ini dilakukan analisis terkait kemampuan akademik peroranga,. dan kemampuan kerja kelompok. b.. Mengidentifikasi. pembelajaran.. dan. menetapkan. tujuan. pengembangan. perangkat.
(50) 37. Pengembangan perangkat bertujuan untuk mendukung dan di gunakan guru matematika saat mengajar dan mampu menumbuhkan motivasi minat belajar siswa. 2.. Desain Di tahap ini yang di lakukan penulis ialah menyusun rancangan perangkat. pembelajaran, mengumpulkan patokan untuk di jadikan referensi pada perangkat pembelajaran dan menyusun intrumen yang di gunakan menilai layaknya perangkat pembelajaran yang di kembangkan. Adapun Kegiatan di lakukan di tahap ini yaitu: a.. membuat konsep dan desain perangkat pembelajaran.. b.. menyusun rancangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKPD. sesuai dengan analisis yang telah dilakukan khusunya dikelas VIII pada pelajaran matematika dalam materi bangun ruang. 3.. Development Pada. tahap. ini. pengembangan. perangkat. pembelajaran. peneliti. mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan rancangan yang sudah di susun. Dalam model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk. Langkahlangkah yang dilakukan sebagai berikut: a.. Perangkat pembelajaran di kembangkan sesduai rancangan yang di susun.. b.. melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing untuk di lakukan. perbaikan terkait hal yang perlu diperbaiki. c.. melakukan validasi kepada validator terhadap perangkat pembelajaran yang. di kembangkan..
(51) 38. d.. melakukan perbaikan (revisi) perangkat pembelajaran di kembangkan. berdasarkan saran, masukan, dan penilaian dari validator. 4.. Implementation Kegiatan ini adalah mengimplementasikan atau melakukan uji coba. keseluruhan rancangan yang telah disusun ditahap design yang telah dikembangkan pada situasi yang nyata yaitu di kelas. Selama implementasi, keseluruhan rancangan yang telah dikembangkan diterapkan pada kondisi yang sebenarnya yaitu pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 eremerasa. 5.. Evaluation Tahap evaluation mencakup formatif dan sumatif. Evaluasi formatif. berlangsung selama tahap analisis hingga tahap pengembangan. Tujuan dari evaluasi formatif ini adalah untuk meningkatkan instruksi sebelum di implementasikan.. Sedangkan. evaluasi. sumatif. dilakukan. setelah. tahap. implementasi untuk menilai keefektifan instruksi secara keseluruhan. C.. Data Dan Sumber Data Data yang di hasilkan dari penelitian ini ialah hasil tes kelas VIII SMP. Negeri 1 Eremerasa. Dari hasil pengembangan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi bangun ruang. Sumber data dalam penelitian ini di peroleh di peroleh dari hasil observasi penulis, data hasil validasi yang di peroleh dari ahli serta tes hasil belajar siwa. D.. Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis. menggunakan instrumen pengumpulan data yang tepat. Tujuannya agar diperoleh.
(52) 39. data yang objektif. Metode yang dipakai untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi, aktivitas guru dan siswa, angket respon siswa. E.. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara. Berikut ini data yang. akan dikumpulkan dan teknik pengumpulan data yang digunakan: 1. Lembar validasi Lembar observasi ini di gunakan untuk mendapatkan informasi tentang validnya instrumen sesuai dengan penilaian ahli. Informasi yang di dapat melalui instrumen ini dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam merevisi perangkat pembelajaran yang telah di kembangkan juga intrumen lainnya hingga layak untuk di gunakan.. 2. lembar observasi aktivitas siswa Inturmen ini di gunakan untuk melihat efektifnya perangkat pembelajaran yang sudah di buat. Data aktivitas siswa di peroleh dengan observsi dikelas selama pembelajaran berlangsung. Mengamati dilakukan saat guru melakukan kegiatan pembelajarn hingga selesai. Mengamati dilakukan pada semua siswa didalam kelas. 3. Lembar obsrvasi kmampuan guru menegelola pelajaran Untuk mendapatkan data kepraktisan perangkat pembelajaran maka di gunakan Lembar observasi aktivitas guru mengelola pelajaran untuk mengetahui aktivitas guru dikelas. Cara untuk memperoleh data yang di maksud ialah dengan memberi nilai pada aspek aktivitas guru mengelolah pembelajaran. Lembar observasi yang di pakai di sesuaikan dengan.
(53) 40. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 4. Angket respon siswa Respon siswa terhadp perangkat pembelajaran bisa di ketahui dengan angket. Angket respon siswa di susun untuk mengumpulkan data keefektifan perangkat pembelajaran pada mataeri Bangun Ruang. Agket dibagikan pada siswa pada saat pertemuan terakhir agar di isi dengan mengikuti petunjuk yang di sediakan. Respon siswa, diantaranya pendapat siswa terkait proses pembelajaran dengan menerapkan mediaa yang sudah dibuat oleh siswa itu sendiri pada bangun ruang dan kemudahan dalam memahami konsep. 5. tes hasil belajar Siswa untuk diketahui hasil belajar, di lihat pada saat sudah selesai kegiatan belajar mengajar dengan menyusul soal sama dengan RPP yang di gunakan ialah Lembar soal tes hasil belajar. Tes yang di berikan ialah tes uraian. sebab bentuk uraian bisa untuk mengetahui hasil belajar siswa. Memberi soal tes berupa bentuk uraian supaya siswa tidak memberi pendapat sendiri dalam menjawab soal tes lalu mengurangi adanya kerjasama sesama siswa. Soal yang dibuat ialah materi bangun ruang dalam materi prisma dan limas dengan durasi waktu 80 menit setiap siswa. Tes tersebut dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa. F.. Teknik analisis data Data yang sudah di kumpulkan menggunakan instrumen seperti yang di. sebutkan di atas, kemudian di analisis secara kuantitatf lalu di arahkan agar menjelaskan valid,praktis,efektif. Data di peroleh dari hasil validasi oleh ahli di.
(54) 41. analisis untuk di ketahui valid dan kelayakan penerapan perangkat pembelajaran yang susah di kembangkan. Adapun data hasil uji coba dikelas di gunakan untuk menjelaskan kepraktisan dan efektif. Berikut ini di uraikan tentang analisis data kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. 1.. Analisis Kevalidan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan data hasil penilaian validnya perangkat pembelajaran dari dua. validator atau ahli, di hitung nilai. V. dari V1 dan V2 dengan V1 = nilai rata-rata. yang diperoleh dari validator pertama dan V2 = nilai rata-rata yang di peroleh dari validator kedua. Nilai. V. ini lalu dikonfirmasikan memalalui interval penentu. kategori validitas perangkat pembelajaran berbasis proyek, yaitu: Tabel 3.1 Kategori Validitas Interval. Kategori. 3,5 ≤ 𝑉̅ ≤ 4. Sangat Valid. 2,5 ≤ 𝑉̅ < 3,5. Valid. 1,5 ≤ 𝑉̅ < 2,5. Cukup Valid. 𝑉̅ < 1,5. Tidak Valid (Sumber : Arsyad, 2016). ̅adalah validitas perangkat pembelajaran berbasis proyek Keterangan:V Yang di pakai dalam menentukan kalau perangkat pembelajara berbasis proyek yang terdiri dari buku siswa, LKPD dan RPP mempunyai derajat validitas yang memenuhi ialah (I) nilai V untuk keseluruhan aspek LKS dan RPP minimal berada dalam kategori “Cukup Valid”, dan (II) nilai V untuk setiap aspek minimal berada dalam kategori “Valid”. Jika tidak, maka perlu di lakukan revisi.
(55) 42. sesuai saran dan masukan. validator atau melihat kembali aspek-aspek yang. nilainya kurang. Selanjutnya di lakukan validasi ulang lalu di analisis kembali. Demikian seterusnya hingga memenuhi nilai V minimal berada didalam kategori valid. (Arsyad, 2016) 2.. Analisis Data Kepraktisan Perangkat Pembelajaran. a.. Analisis aktivitas guru Menurut Arsyad (2016: 170-171) hasil penilaian peneliti mengenai. kemampuan guru mengelolah pelajaran di analisis dengan cara menjumlahkan rata-rata setiap poin yaang di amati dalam proses pembelajaran dari banyaknya tatap muka yang di lakukan dengan penelitian. kemudian nilai rata-rata di konversikan pada kriteria dibawah: 3,5 ≤ KG < 4,5 sangat baik 2,5 ≤ KG < 3,5 baik 1,5 ≤ KG < 2,5 kurang KG < 1,5 sangat kurang Kategori yang di gunakan untuk dikatakan bahwa kemampuan guru mengelola pembelajaran memenuhi ialah nilai KG minimal dalam kategori tinggi yang artinya penampilan guru dapat di pertahankan. Kemudian di lakukan kembali pengamaatan terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran, kemudian di analisis lagi. seterusnya hingga memenuhi nilai KG minimal ada dalam kategori baik. Rata-rata keseluruhan =. 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒𝑒 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘.
(56) 43. 3.. Analisis data keefektifan perangkat pembelajaran Analisis data keefektifan dalam perangkat pembelajaran di dukung oleh dua. bagian keefektifan, yaitu respons siswa, aktivitas siswa. Olehnya itu, kegiatan analisis data terhadap keempat bagian ialah sebagai berikut: a.. Analisis data respons siswa Menurut Arisal (Arsyad 2016:169-170) data respons siswa di peroleh. melalui intrumen angket respons siswa, di analisis dengan langkah-langkah berikut: 1) Menghitung banyaknya ssiwa yang memberikan respons positif terhadap pertanyaan atau pernyataan di setiap aspek, dengan kategori “negatif” yaitu kriteria 1 dan 2 dan kategori “positif” yaitu 3 dan 4. penentu kategori aspek respons siswa di tentukan sesuai tabel kriteria berikut:. 2). Negatif. 1,5 – 2,4. CenderungNegatif. 2,5 – 3,4. CenderungPositif. 3,5 – 4,0. Positif. Menentukan persentasi dari (1) dengan menggunakan rumus: Persentase respons. 3). 1,0 – 1,4. 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑠 𝑃𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝐷𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑆𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝐴𝑠𝑝𝑒𝑘 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘. x100%. menentukaan kategori untuk respon positif dengn cara menyamakan hasil. persentase dengan kriteria yang di tetapkan. kalau hasil analisis menunjukkan bahwa respons siswa tidak positif, akan di lakukan revisi mengenai proses pembelajaran terkait dengan aspek yang nilainya kurang. 4). Jika hasil analisis membuktikan bahwa respons siswa belum positif, maka di. lakukan perbaikan terhadap perangkat pembelajaran di kembangkan..
(57) 44. Kategori yang di terapkan untuk dikatakan bahwa siswa memiliki respon positif ialah minimal 50% dari siswa yang memberi respon positif tentang 70% dari jumlah poin pernyataan atau pernyatan yang ada pada setiap poin. b.. Analisis Data Aktivitas Siswa Menurut Hasriani (2017:55) data dari observasi aktivitas siswa selama. aktivitas pembelajaran berlangsung, selanjutnya di analisis dan di jelaskan. Analisis hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa sebagai berikut : 1). memberi nilai pada tiap butir pengamatan. Jika pengematan untuk satu. orang siswa ada 7 deskripsi tampak. 2). Lalu nilai seluruh siswa di akumulasiksan.. 3). Menghitung persentase aktivitas siswa. 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ. Persentase. 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚. x100. 80 ≤ P ≤ 100 sangat baik 60 ≤ P < 70 baik 40 ≤ P < 60 cukup 20 ≤ P < 40 kurang 0 ≤ P < 20 sangat kurang Tolak ukur persentase aktivitas siswa yang di gunakan untuk menentukan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran ialah nilai persentase aktivitas siswa (P) sedikitinya ada dalam kategori baik artinya aktivitas siswa bisa di pertahankan. Jika nilai persentase aktivitas siswa ada dalam kategori yang lain, maka siswa harus mengubah aktivitasnya dengan memperhatikan kembali aspekaspek yang nilainya kurang. Kemudian di lakukan lagi pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, lalu di analisis kembali. Begitu.
(58) 45. seterusnya hingga memenuhi persentase aktivitas siswa minimal berada dalam kategori baik. c.. Analisis data hasil belajar siswa. Hasil Belajar siswa bisa di hitung secara perorangan dan juga secara. klasikal. Hasil tes yang di maksud dalam penelitian ini ialah nilai siswa yang di peroleh dengan mengerjakan tes kognitif (baik pretest maupun posttest) yang di berikan sesudah berakhirnya proses pembelajaran. Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang di tetapkan SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng maka siswa di katakan tuntas secara perorangan jika mendapat nilai ≥ 78 dengan artian siswa tersebut sudah bisa menyelesaikan, menguasai kompetensi, dan mencapai pembelajaran. Sedangkan keberhasilan (ketuntasan Klasikal) di lihat dari jumlah siswa yang bisa menyelesaikan atau mencapai nilai minimal 78, paling sedikit 78% dari jumlah siswa yang ada dikelas tersebut. prosentase ketuntasn klasikal dapat di hitung menggunakan rumus seperti berikut: Persentase ketuntasan. 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎. x 100%.
(59) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian. pengembangan. ini. bertujuan. menghasilkan. perangkat. pembelajaran matematika untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Pada Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa pada materi prisma dan limas telah diteliti dan dikembangkan dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap yakni analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Berikut proses dan hasil pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Bangun Ruang Di Kelas VIII SMP Neferi 1 Eremerasa. 1.. Analisis (Analysis) Tahap analisis ialah tahap awal yang di lakukan pada penelitian ini. dalam. penelitian ini. Tahap analisis dalam penelitian ini ialah : a.. Analisis kurikulum SMP Negeri 1 Eremerasa didalam pembelajarannya memakai kurikulum. 2013 (K-13). Pada kegiatan analisis ini, penulis mengetahui SK dan KD yang di butuhkan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang dengan memakai model pengembangan pembelajaran berbasis proyek. Dalam K-13, materi bangun ruang ada dalam standar kompetensi, yaitu memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas dan bagian-. 46.
(60) 47. bagiannya, serta menentukan ukurannnya. Sebab penulis akan melakukan pengembangan pada perangkat pembelajaran materi bangun ruang maka penulis mengambill 2 KD dan SK tersebut. Setalah menentukan kompetensi dasar yang di ambil, penulis merumuskan indikator yang berfungsi untuk mencapai kompetesi tersbt. Standar kompetesi bisa di lihat dalam table berikut. Tabel 4.1 SK dan KD Standar Kompetensi Memahami sifa-sifat kubus, balok, prisma, limas dan bagianbagiannya, serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar 3.10 menurunkan rumus untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (Kubus, balok, prisma, limas).. 1.. 2. 4.10 menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas permukaan 3. dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, limas) serta gabungannya. 4. b.. Indikator Mengetahui jaringjaring prisma dan limas sehingga dapat menemukan turunan rumus luas permukaannya Menghitung luas permukaan prisma dan limas Memahami proses dalam menemukan rumus prisma dan limas Menghitung volume prisma dan limas. Analisis Karakteristik Siswa Berdasarkan observasi pada saat magang 2 di SMP Negeri 1 eremerasa,. perangkat pembelajaran masih perlu dilengkapi dan kembangkan sehingga ada beberapa siswa yang merasa bosan, dan sulit memahami soal yang diberikan sehingga beberapa siswa tidak lagi memperhatikan pelajaran kemudian meninggalkan kelas dengan berbagai alasan. Guru telah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, akan tetapi peneliti ingin berusaha memperbaiki dan melengkapi sehingga kembali ingin mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKPD. Dalam pembelajaran berbasis proyek seharusnya memberikan pengalaman yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa, serta.
(61) 48. siswa diarahkan untuk menghasilkan produk. Dalam hal ini, penulis ingin mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. c.. Mengidentifikasi. dan. menetapkan. tujuan. pengembangan. perangkat. pembelajaran. Tujuan pengembangan perangkat adalah sebagai pendukung yang akan digunakan oleh guru matematika pada saat proses belajar mengajar serta mampu menumbuhkan motivasi minat belajar siswa. 2.. Desain (Design) Hasil untuk tahap perancangan yang sudah di lakukan penulis ialah seperti. berikut : a.. Mengumpulkan referensi yang berkaitan dengan materi pelajaran dan model pembelajaran yang mau di kembangkan. Penulis sudah mengumpulkan jurnal maupun skripsi dan beberapa buku yang ada kaitannya dengan model pembelajaran. Ialah model pembelajran yang berbasis proyek dan perangkat pembelajaran yang akan di kembangkan ialah RPP dan LKPD pada materi bangun ruang. Dimana dalam referensi tersebut seluruh perangkat pembelajaran memakai model pembelajaran berbasis proyek.. b.. Menyusun rancangan produk Ada dua produk yang akan di kembangkan penulis yaitu: RPP dan LKPD. Penyusunan rancangan Produk ini sesuai model dan materi yang sudah di pilih peneliti. Yaitu model berbasis proyek dan materi bangun ruang..
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Diandaruyata Kuncorowati. PengembanganMedia CD Interaktif Berbantuan Macromedia flash pada Materi Menghitung Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar Kelas
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan produk perangkat pembelajaran materi bangun ruang sisi datar yang mengakomodasi teori Van Hiele
Abstrak.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan keterlaksanaan perangkat pembelajaran matematika berbasis proyek pada materi bangun ruang sisi datar disalah satu SMP
Skripsi yang berjudul “Efektifitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kelas VIII MTs Negeri
Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas. VIII SMP Negeri 2 Sumbergempol
Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Program Strata Satu (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan
Proses pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan berpikir matmatis rigorous (RMT) pada materi bangun ruang mengacu pada model
Metode Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-B di SMP Negeri Daerah Kotabunan pada materi bangun ruang sisi datar dengan menggunakan