• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI DI STIE PEMBANGUNAN NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI DI STIE PEMBANGUNAN NASIONAL"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

Abstract

Universities as educational service providers are highly expected to be able to answer the demands of the times of development, especially in the field of Accounting. The researcher aims to find out what factors influence students in choosing Accounting study programs at STIE Pembangunan Nasional. The population and samples in this study were 19 people consisting of active students of the 2015 and Force 2016 accounting study programs.

This study used descriptive qualitative research. The results of this study are that personal factors show that seriousness to study accounting is the main factor, a recommendation factor, indicating that values when schools take respondents to choose accounting courses, as well as professional factors, indicate that the accounting profession is always needed in business.

Keywords: Students, Personal Factors, Recommended Factors, Professional Factors

Abstrak

Perguruan Tinggi sebagai lembaga pemberi layanan pendidikan sangat diharapkan mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman terutama dalam bidang Akuntansi, Peneliti bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih program studi Akuntansi di STIE Pembangunan Nasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 orang terdiri dari mahasiswa aktif program studi akuntansi angkatan 2015 dan Angkatan 2016.

Penelitian ini menggunakan riset deskritif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yakni bahwa faktor personal, menunjukkan bahwa kesungguhan untuk mem-pelajari akuntansi merupakan factor utama, faktor rekomendasi, menunjukkan bahwa nilai-nilai ketika sekolah yang mengantar responden untuk memilih program studi akuntansi, serta faktor profesi, menunjukkan bahwa profesi akuntansi selalu dibutuhkan dalam bisnis.

Kata Kunci: Mahasiswa, Faktor Personal , Faktor Rekomendasi , Faktor Profesi

http://ejournal.stiepembnas.ac.id ISSN XXX

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI

DI STIE PEMBANGUNAN NASIONAL

DESMAN SERIUS NAZARA Email : [email protected]

(2)

PENDAHULUAN

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) yang semakin pesat menimbulkan berbagai perubahan di segala bidang kehidupan, salah satunya adalah perubahan dalam dunia kerja. Tuntutan dari dunia kerja semakin berat. Yang dibutuhkan oleh dunia kerja adalah sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari segi intelektual, moral, serta keterampilan yang dimilikinya. Oleh karena itu, tingkat pendidikan yang tinggi saja belum dapat menjamin seseorang diterima dalam dunia kerja, namun mereka juga dituntut untuk memiliki moral, kreatifitas, serta keterampilan yang tinggi di bidangnya. Hal tersebut merupakan beberapa persyaratan yang diperlukan untuk dapat diterima di dunia kerja, selain persyaratan-persyaratan khusus lainnya yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan.Tuntutan dari dunia kerja yang semakin berat, ditambah dengan banyaknya pencari kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia di masyarakat mengakibatkan persaingan dalam mencari pekerjaan semakin berat.

Dalam hal ini belajar keras serta etos kerja yang tinggi menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh seseorang untuk memenangkan persaingan di dunia kerja.

Oleh karena itu, sistem belajar dan pembelajaran yang mengacu pada pembentukan manusia cerdas, kreatif dan bermoral menjadi sangat mendesak.

Demikian halnya tuntutan lapangan kerja di Kepulauan Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kotamadya, dimana sebagian besar harapan masyarakat bisa diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil maupun pegawai BUMN yang ada didaerah karena perusahaan-perusahaan yang menawarkan lapangan pekerjaan yang menjanjikan sangatlah minim.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Nasional Nias yang merupakan salah satu perguruan tinggi dikepulauan Nias yang diharapkan dapat memenuhi tuntutan kebutuhan Sumber Daya Manusia telah menyediakan 2 (dua) Program Studi yakni : Program Studi Manajemen S1 dan Program Studi Akuntansi D3.

Program Studi Akuntansi D3 merupakan program studi yang Alumninya sangat minim dibandingkaan dengan program studi Manajemen S1, sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan setelah tamat sangatlah besar.

Melalui program studi Akuntansi D3, Mahasiswa dipersiapkan menjadi tenaga-tenaga yang ahli dibidang akuntansi yang dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantor terutama yang berhubungan dengan Administrasi Keuangan, akan tetapi setiap mahasiswa juga memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus dalam memilih program studi. Bagi mahasiswa yang hendak memilih program studi Akuntansi D3, mereka akan mempertimbangkan bakat yang dimiliki, peluang kerja yang akan mereka peroleh setelah mereka lulus nanti dengan melihat kebutuhan dunia kerja dan jumlah pesaing, serta dorongan dari orang tua dan teman sebaya terhadap suatu pekerjaan maupun terhadap

(3)

program studi Akuntansi D3 itu sendiri.

Pertimbangan setiap mahasiswa berbeda satu sama lain. Hal itu disebabkan karena mereka memiliki bakat, minat, cita-cita dan persepsi atau pandangan yang berbeda dalam menilai suatu program studi khususnya program studi Akuntansi D3.

Banyaknya pertimbangan- pertimbangan mahasiswa dalam memilih suatu program studi, membuat penulis tertarik untuk meneliti Analisis faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi Akuntansi D3 dengan mengambil judul :

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa dalam Memilih Program Studi Akuntansi D3 di STIE Pembnas Nias”

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Ruvendi dkk, ada beberapa dasar pertimbangan mahasiswa dalam menentukan pilihan perguruan tinggi swasta yaitu: reputasi, status akreditasi, jalur dan jenjang pendidikan, gelar dan sebutan, fasilitas pendidikan, serta kualitas dan kuantitas dosen (Ruvendi & Djan, 2015:36).

Sedangkan Sulaiman (2011) menyatakan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi daya tarik perguruan tinggi diantaranya adalah biaya pendidikan dan beasiswa, informasi dari radio, teknologi Informasi, brosur dan spanduk.

Berdasarkan uraian tersebut, secara umum beberapa faktor yang mempengaruhi

sesorang untuk menentukan pilihan antara lain :

1. Faktor Personal

Kepribadian (personality) adalah karakteristik psikologis yang unik, yang mengahsilkan tanggapan yang relatif konsisten dan menetap (lasting) terhadap lingkungan seseorang.

Kepribadian biasanya diuraikan ber-dasarkan sifat–sifat seseorang seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan agre-sivitas. Kepribadian dapat berguna untuk menganalisis perilaku konsumen atas suatu produk maupun pilihan merek.Banyak penelitian mengidentifi-kasi bahwa keputusan memilih program studi dipengaruhi oleh mahasiswa sendiri. Zhang (2006) menemukan bahwa ketertarikan mahasiswa terhadap subjek dan kemampuan sangat memegang peranan penting untuk memutuskan kuliah diprogram studi akuntansi. Sedangkan faktor lainnya seperti kemampuan kualittif dan intelektual juga mem-pengaruhi mahasiswa dalam memutus- kan pilihan program studi.Sedangkan penelitian (Jacklin & Calero, 2006) menemukan bahwa kenyamanan juga mempengaruhi mereka dalam memutus-kan program studi akuntansi dan lebih lanjut akan mempengaruhi mereka untuk berkarier sebagai akuntan.

2. Faktor rekomendasi

Keputusan ketika memilih program studi bisa dipengaruhi melalui referensi atau dukungan yang mereka dapatkan dari orang- orang di lingkungan terdekat seperti orang tua, teman, dan guru. Referensi yang diharapkan

(4)

seperti, membantu dalam menimbang- nimbang, memberi informasi, berdiskusi mengenai program studi dan meyakinkan pilihan program studi dari individu apabila sudah mengambil keputusan program studi. Referensi tersebut dapat berbagai macam bentuknya ter-gantung dari individu yang mem-butuhkan referensi. Referensi tersebut dapat berupa konsultasi, perhatian, pemberian informasi, mengapresiasi usaha.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor refrensi memegang peranan penting dalam pemilihan program studi. (Guerra

&Braungart_Rieke,1999) mengemukanan bahwa keluarga memainkan peranan penting dalam pekembangan karir putra- putrinya. Sedangkan (Hardin, O'Bryan, &

Quirin 2000) mengemukakan bahwa guru di sekolah memiliki referensi yang mem- pengaruhi untuk memutuskan program studi yang dipilih.

3. Faktor Pekerjaan/profesi

Atribut pekerjaan memainkan peranan penting dalam mempengaruhi untuk memilih program studi. Atribusi pekerjaan tersebut antara lain: jenis pekerjaan, gaji, dan perusahaan serta lingkungan kerja. (Lowe & Simons, 1997) menyebutkan terdapat faktor yang mempengaruhi untuk memilih program studi bisnis, antara lain gaji dimasa depan, pemilihan karir, gaji awal dan kemampuan. Kim et al (2002) menyebutkan bahwa kuliah di program studi bisnis (akuntansi, keuangan, bisnis,

mana-jemen, pemasaran, dan sistem informasi manajemen) disebabkan oleh lima alasan utama, antara lain: ketertarikan di karir, kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih besar, kemampuan bisnis yang lebih baik, berkeinginan untuk wirausaha dan memiliki prospek gaji yang tinggi. Alasan terakhir menjadi alasan paling utama untuk memilih program studi bisnis di perguruan tinggi yang memiliki reputasi yang bagus, guru yang berkualitas, dukungan orang tua, biaya dan promosi yang mereka peroleh.

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi Penelitian dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Nasional (STIE Pembnas), Jl. Karet No. 30 Kel. Ilir Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akuntansi D3 di STIE Pembangunan Nasional Angkatan T.A. 2015/2016 dan T.A. 2016/2017 berjumlah 19 Orang.

Metode peenlitian yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif dan metode pengambilan data berupa wawancara yang dilakukan secara mendalam (indepth interview) dengan menggunakan interviewguiede maupun secara bebas dengan melaksanakan proses tanya jawab secara lisan antar dua pihak yang mempunyai kaitan dengan masalah yang akan diteliti guna mendapatkan keterangan yang diperlukan.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Responden penelitian ini adalah mahasiswa aktif diprogram studi D3 akuntansi

(5)

STIE Pembangunan Nasional T.A. 2015/2016 dan T.A. 2016. Mahasiswa yang menjadi responden pada penelitian ini adalah mahasiswa yang duduk disemester II, dan IV, kuesioner dibagikan dikelas setelah perkuliahan selesai, dimana diambil setiap kelas untuk mewakili dua angkatan , Berikut ringkasan penyebaran kuesioner :

Tabel 4.1 Distribusi Kuisioner Kuesioner yang dibagikan/disebar 19 Kuesioner yang kembali 19 Kuesioner yang rusak -

Sampel penelitian 19

Catatan : Data Primer yang diolah penulis Tabel 4.2 Demografi responden

Keterangan Frek Presentase Gender

Perempuan 11 57,89 % Laki-laki 8 42,11 % Semester

II (Dua) 12 63,16%

IV (Empat) 7 36,84%

Usia

17 s.d 20 Th 14 73,69%

21 s.d 23 Th 4 21,05%

≥ 23 Th 1 5,26%

Penelitian ini meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk memilih Program Studi D3 Akuntansi. Faktor tersebut dibagi dalam tiga faktor antara lain:

faktor personal, faktor rekomendasi, dan faktor profesi.

1. Faktor Personal

Faktor personal menunjukkan keminatan responden terhadap program studi Akuntansi. Faktor personal dibagi dalam 11 faktor yang mereka pilih dalam bentuk jawaban ya atau tidak, kemudian dirangking serta diuji bedakan antara responden laki-laki dengan responden perempuan. Berikut rangkuman faktor personal : (1) responden akan bersungguh-sungguh mempelajari akuntansi, dimana sebanyak 98% responden mengatakan bersungguh-sungguh mempelajari akuntansi. Dua faktor berikutnya adalah mempelajari akuntansi merupakan suatu tantangan; (2); dan para responden dapat mem-pertahankan IPK (3);

Faktor selanjutnya adalah akuntansi adalah progdi yang memiliki banyak tugas (4); saya me-nyukai akuntansi (5); akuntansi sangat menarik (6); saya bercita-cita menjadi akuntan (7); motivasi saya adalah kuliah di program studi akuntansi (8); keempat faktor terakhir merupakan faktor personal mereka sendiri mengenai prodi akuntansi sehingga mereka memilih program studi akuntansi. Faktor personal selanjutnya adalah suka menjawab pertanyaan mengenai angka-angka (9); lebih cermat dalam perhitungan (10); bersedia menghabiskan waktu untuk mempelajari akuntansi (11); Ketiga faktor personal tersebut menunjukkan usaha para responden untuk mempelajari akuntansi cukup besar, hal ini juga tercermin pada perolehan IPK para responden direntang diatas 3 sampai dengan 3,5. Hasil rangking penelitian ini ber-beda dengan penelitian (Odia & Ogiedu, 2013) dimana menunjukkan bahwa responden

(6)

menyukai akuntansi me-nempati rangking pertama. Kesebelas faktor tersebut, hanya faktor dapat mempertahankan IPK yang memiliki perbedaan antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan. Dimana responden perempuan memiliki ke- inginan yang tinggi untuk mem- pertahankan IPK. Sedangkan kesepuluh faktor lainnya tidak memiliki perbedaan antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian (Odia &

Ogiedu, 2013) yang menunjukkan hasil bahwa tugas bahwa faktor tugas di program studi akuntansi terdapat perbedaan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.

2. Faktor Rekomendasi

Faktor rekomendasi adalah faktor kedua pada penelitian ini. Faktor rekomendasi terdiri dari pihak-pihak yang mempengaruhi responden untuk memilih program studi akuntansi. Faktor rekomendasi terdiri dari 6 item pertanyaan yang dijawab dengan “ya “ atau “tidak”, kemudian dirangking serta diuji bedakan antara responden laki-laki dengan responden perempuan. Berikut rangkuman faktor rekomendasi : Berdasarkan rangking faktor rekomendasi, faktor nilai-nilai sekolah membuat untuk memilih program studi akuntansi merupakan faktor yang me- miliki nilai tertinggi. Selanjutnya keinginan orang tua (2); dan pekerjaan orang tua (3),

kedua faktor tersebut merupakan rekomendasi dari dari orang tua.

Rekomendasi dari teman (4) merupakan faktor selanjutnya. Sedang-kan rekomendasi dari Guru disekolah (5) dan konselor / Guru BK (6), kedua faktor tersebut merupakan faktor dari guru berdasrkan nilai atau prestasi ketika sekolah.

Terdapat perbedaan antara hasil penelitian ini dengan penelitian (Odia & Ogiedu, 2013) yang menjukkan bahwa konselor memiliki rekomendasi yang paling utama yang dilanjutkan rekomen-dasi dari orangtua serta rekomendasi dari teman. Tidak ada perbedaan faktor rekomendasi untuk memilih program studi akuntansi antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa rekomendasi baik dari orangtua, guru ataupun teman memiliki pengaruh yang besar kepada responden baik responden laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian ini juga serupa dengan penelitian (Odia & Ogiedu, 2013), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan faktor rekomendasi antar mahsiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan.

3. Faktor Pekerjaan/profesi

Faktor profesi merupakan refleksi dari cita-cita atau harapan dari para responden ketika para responden memilih program studi akuntansi.

Cita-cita tersebut diharapkan akan terwujud saat mereka telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi. Faktor profesi terbagi dalam 9 item pertanyaan yang dijawab dengan “ya “ atau

“tidak”, kemudian dirangking serta diuji bedakan antara responden laki-laki dengan

(7)

responden perempuan. Berikut rangkuman factor profesi : Faktor profesi merupakan faktor ketiga pada penelitian ini.

Berdasarkan rangking yang merupakan faktor utama adalah akuntansi selalu dibutuhkan dalam bisnis, seluruh responden setuju dengan item pertanyaan ini. Faktor berikutnya berdasrkan rangking antara lain: akan ad banyak pekerjaan tersedia ketika saya lulus (2); profesi yang terhormat (3); akan menerima gaji yang tinggi (4); ada lowongan pekerjaan yang hebat (5); gaji awal memuaskan (6); profesi yang bergengsi (7); profesi yang sejajar dengan dokter atau pengacara (8); dan yang terakhir profesi yang membosankan (9).

Hasil penelitian ini mendukung penelitian (Odia & Ogiedu, 2013) dimana responden berpersepsi bahwa dalam setiap bisnis pasti akuntansi sangat dibutuhkan.

Perbedaan faktor profesi antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan adalah akan ada pekerjaan yang hebat setelah lulus dan gaji awal yang memuaskan. Hasil peneliitian ini terdapat perbedaan dengan penelitian (Odia &

Ogiedu, 2013) yang me-nunjukkan tidak terdapat perbedaan faktor profesi antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan penelitian ini antara lain:

1. Faktor personal, menunjukkan bahwa kesungguhan untuk mem-pelajari akuntansi merupakan faktor utama serta

terdapat perbedaan untuk mempertahankan IPK antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan.

2. Faktor rekomendasi, menunjukkan bahwa nilai-nilai ketika sekolah yang mengantar responden untuk memilih program studi akuntansi, serta tidak ada perbedaan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam hal rekomendasi.

3. Faktor profesi, menunjukkan bahwa persepsi akuntansi selalu dibutuhkan dalam bisnis merupakan faktor utama para responden memilih program studi akuntansi, serta terdapat perbedaan dalam hal tersedianya lowongan pekerjaan yang hebat dan gaji awal yang memuaskan antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan.

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas adalah sebagai berikut

1. Perguruan tinggi sebagai lembaga penyedia layanan pendidikan, diharapkan mampu memperkenalkan sejak dini kepada calon mahasiswa (siswa SMA Sederajat) pentingnya memilih Program Studi Akuntansi.

2. Perguruan tinggi diharapkan lebih banyak melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang Akuntansi sehingga diharapkan mampu sebagai salah satu daya tarik calon mahasiswa.

3. Perguruan tinggi diharapkan dapat bekerja sama dengan pengguna dan penyedia lapangan kerja, sehingga Alumni dapat sesegera mungkin mendapatkan pekerjaan.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, S. (1995). Sikap Manusia Teori.

Pustaka Pelajar.

Hardin, J., O'Bryan, D., & Quirin, J.

(2000). Accounting Versus

Engineering, Law and Medicine:

Perceptions of Influential High

Scholl Teachers. Advances in Accounting.

Iranita. (2012). Analisis Faktor Yang

Mempengaruhi Pilihan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Dalam Menciptakan Keunggulan Kompetitif (Competitif Advantages). JEMI, 3(2).

Jacklin, B.,& Calero, C. (2006).

Influence on Undergraduate Students Intentions to Become Qualified Accountants:

Evidence From Australia.

Accounting Education:

AnInternational Journal, 15(4).

Odia, J., & Ogiedu, K. (2013). Factors Affecting The Sudy of Accounting in Nigerian

Universities. Journal of Educational and Social Research, 3(3), 89-96.

Sari, B. I. (2012). Mengapa Memilih program studi Akuntansi. Dipetik Maret 11, 2017, dari http://bungaikasari.blogspot.com

Gambar

Tabel 4.1 Distribusi Kuisioner  Kuesioner yang dibagikan/disebar  19  Kuesioner yang kembali  19  Kuesioner yang rusak  -

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, Majelis Hakim tidak melihat adanya halangan signifikan atas diri Tergugat untuk menjadi pengasuh atas

Alasan pemilihan subjek penelitian di SMP adalah karena usia siswa SMP (12-15 tahun) menurut Piaget berada pada tahap peralihan antara konkrit ke abstrak. Siswa pada rentang usia

Hipotesis dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dengan komunikasi interpersonal pada mahasiswa Fakultas Psikologi

Jelaskan perbedaannya!” Validator 1: Validator 2: Validator 3 Bagian indikator disajikan gambar, siswa dapat…., Gunakan data valid, ketika pintu kulkas dibuka lebih dari 450 belum

Dengan adanya sistem informasi pemesanan tersebut memudahkan wisatawan dalam memesan tiket bus kapanpun sesuai kebutuhan dengan tidak harus mengantri atau dengan

Selama ini ramuan buah sirih ( Piper betle L), daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.), madu dan kuning telur banyak dimanfaatkan secara tradisional sebagai

Namun, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nuzliati, Nurkila dan Karimah yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara

Bagi kelompok usaha mete kerjo utomo, pemasaran tidak mengalami kendala, karena sudah mempunyai tim pengepul mete yang mempunyai kios-kios di lokasi pariwisata