LKIP TAHUNAN
TAHUN ANGGARAN 2020
RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KOTAMOBAGU KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
Jln. Jend. A.Yani Nomor 636 Kotamobagu 95711 Telp (0434)-21030, Fax (0434)-21697,
KATA PENGANTAR
Dengan memanjat puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2020. Laporan LKIP Tahunan ini di susun dengan harapan dapat dijadikan :
1. Sebagai acuan / pedoman dalam melaksanakan tugas/ kinerja bagi seluruh Pejabat Struktural dan pegawai dalam tugas sehari-hari
2. Guna menyamakan Visi, Misi dan Persepsi yang sama bagi seluruh Pejabat Struktural dan pegawai dalam melaksanakan tugas serta menghadapi kendala yang ada.
3. Guna mempermudah pengawasan dan kontrol terhadap pelaksanaan tugas.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini masih banyak kekurangan / kelemahan oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan guna perbaikan selanjutnya.
Kotamobagu, 20 Januari 2021 Kepala Rutan Kelas IIB Kotamobagu
SETYO PRABOWO
NIP. 196905101992031001
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A.LATAR BELAKANG ... 1
B. TUGAS FUNGSI DAN WEWENANG ... 3
C. STRUKTUR ORGANISASI ... 3
D. DASAR HUKUM ... 4
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 7
A. RENCANA STRATEGIS ... 7
B. PERJANJIAN KINERJA ... 9
C. ALOKASI ANGGARAN ... 14
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 15
A. . CAPAIAN KINERJA SUB BAGIAN TATA USAHA ...15
B. REALISASI ANGGARAN ... 33
BAB IV. PENUTUP A. KESIMPULAN ... 34
B. SARAN ... 35
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rutan Kelas IIB Kotamobagu merupakan unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Hukum dan HAM RI di bidang pemasyarakatan tahanan, narapidana/anak didik.
Sesuai dengan keberadaannya sejak awal dibangun sampai saat ini, Rutan Kelas IIB Kotamobagu telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi di Rutan Kelas IIB Kotamobagu, serta memberikan gambaran tentang berbagai hal yang telah dilaksanakan serta hambatan-hambatan dalam pelaksanaan tugas, secara berkala dilakukan evaluasi yang salah satunya melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).
Sistem Kinerja Instansi Pemerintah (SKIP) merupakan instrumen yang digunakan oleh instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi. Sistem KIP ini terdiri dari komponen-komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran dan evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja. Sebagai implementasi SKIP inilah maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) disusun menjadi tindak lanjut dari proses pengukuran kinerja.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dibuat sebagai implementasi Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Kinerja Instansi Pemerintah dalam rangka pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi lembaga berdasarkan perencanaan stratejik yang telah ditetapkan. Untuk melakukan pelaporan pengukuran
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 1
pencapaian kinerja pada Tahun 2020, maka dibuatkan LKIP Tahun 2020. Dalam LKIP Tahun 2020 beserta analisisnya, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran untuk tahun 2020. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Rutan Kelas IIB Kotamobagu ini difokuskan pada pencapaian kinerja selama tahun 2020
LKIP Tahun 2020 dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai : 1. Keberhasilan maupun kegagalan pencapaian kegiatan dan sasaran selama bulan April
sampai dengan Juni tahun berjalan.
2. Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan dan usaha-usaha yang dilakukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas Rutan Kelas IIB kotamobagu.
Sedangkan tujuan penyusunan LKIP adalah :
1. Sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Organisasi di lingkungan Rutan Kotamobagu;
2. Untuk mengetahui tingkat capaian kinerja Rutan Kotamobagu selama periode April sampai dengan Juni tahun berjalan;
3. Untuk bahan masukan bagi Jajaran Pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM dalam menentukan kebijakan strategis pada masa mendatang.
LKIP Rutan Kotamobagu merupakan perwujudan kewajiban organisasi untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Penyusunan LKIP ini juga merupakan salah satu perwujudan tekad untuk senantiasa bersungguh-sungguh mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ”good governance”
Rutan Kotamobagu Tahun 2020 2
B. Tugas, Fungsi, dan Wewenang.
Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.HH-05.OT.01.01 tahun 2011 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-PR.07.03 Tahun 1985 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Kelas IIB Kotamobagu mempunyai tugas melaksanakan
pemasyarakatan narapidana/anak didik. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Rutan Kotamobagu menyelenggarakan fungsi:
1. Melaksanakan Ketatausahaan Kepegawaian,Perlengkapan dam Keuangan;
2. Melaksanakan Bimbingan dan Pembinaan tentang Tahanan, Narapidana, Anak Didik;
3. Melaksanakan kegiatan kerja dan memberikan bimbingan kerja kepada Tahanan Narapidanana dan Anak Didik;
4. Mempersiapkan administrasi pelaksanaan tugas pengamanan dan ketertiban Rutan;
5. Mempersiapkan Laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas serta menyiapkan laopran berkala di bidang keamanan dan tata tertib;
6. Melakksanakan pengamatan dan menjaga ketertiban Rutan;
C. Struktur Organisasi
Susunan Organisasi Rutan Kotamobagu terdiri atas:
1. Kepala Rutan;
2. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan 3. Kepala Subsi Pengelolaan
4. Kepala Subsi Yantan
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 3
Pada tingkatan di bawah Kepala Rutan terdapat tiga eselon yang masing-masing mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Urusan Tata Usaha Tugas :
Melakukan urusan perencanaan, kepegawaian dan keuangan, tata usaha, perlengkapan dan rumah tangga serta penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan.
e. Seksi Kesatuan Pengamanan Rutan Tugas : Menjaga Keamanan dan Ketertiban Rutan
D. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
LAKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2018 4
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
7. Peraturan Pemerintah RI Nomor 99 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
8. Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 1999 Tentang Kerjasama Penyelenggaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.
9. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
10. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.
11. Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 29 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM.
12. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 28 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
13. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.HH- 05.OT.01.01 tahun 2011 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-PR.07.03 Tahun 1985
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan;
15. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No: PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah
16. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2013 tentang Perubahan Lampiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 5
Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
17. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
18. Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2015-2019.
19. Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-19.PR.01.01 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2015-2019.
20. Keputusan Kepala LAN No: 239/IX/2003 tentang Pedoman Penyusunan LAKIP.
21. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No: KEP/135/M.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi LAKIP.
ISU-ISU STRATEGIS PEMASYARAKATAN
1. OVER STAYING 2. SINGLE IDENTITY
3. REHABILITASI NARAPIDANA NARKOBA
4. REVITALISASI PENYELENGGARAAN PEMASYARAKATAN 5. MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS ( ZI ) MENUJU WBK / WBBM
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. Rencana Strategis
Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS- 19.PR.01.01 Tahun 2015 tanggal 11 Juni 2015 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tahun 2015-2019, ditetapkan bahwa visi, misi dan tujuan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah merupakan visi, misi, dan tujuan yang harus dipedomani oleh Unit Pelaksana Teknis emasyarakatan. Visi, misi, dan tujuannya adalah sebagai berikut:
1. Visi dan Misi
Isu-isu strategis pemasyarakatan sebagai gambaran keadaan yang terus meneus dihadapi dalam upaya untuk mewujudkan sistem hukum nasional yang mencakup pembangunan substansi hukum, penyempurnaan struktur hukum dan pelibatan seluruh komponen masyarakat yang mempunyai kesadran hukum tinggi untuk mendukung pembentukan sistem hukum nasional yang dicita-citakan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025. Berdasarkan hasil analisis lingkungan strategis maka dirumuskan visi dan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yaitu :
Visi : Menjadi Penyelenggara Pemasyarakatan yang profesional dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM.
Misi : • Menegakkan hukum dan hak asasi manusia terhadap
tahanan, narapidana, anak, dan klien pemasyarakatan.
• Mengembangkan pengelolaan pemasyarakatan dan menerapkan standar pemasyarakatan berbasis IT.
• Meningkatkan pastisipasi masyarakat (pelibatan, dukungan dan pengawasan) dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.
• Mengembangkan profesionalisme dan budaya kerja petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat.
• Melakukan pengkajian dan pengembangan penyelenggaraan pemasyarakatan.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 7
Nilai-Nilai Dasar a. Profesional;
b. Akuntabel;
c. Sinergi;
d. Transparan;
e. Inovatif;
2. Tujuan.
Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendukung upaya pencapaian visi dan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelaksanaan sistem pemasyarakatan.
b. Terbangunnya kelembagaan yang akuntabel, transparan dan berbasis kinerja.
c. Terwujudnya sinergi dengan institusi terkait dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.
d. Terwujudnya reintegrasi sosial WBP secara sehat dalam hidup, kehidupan, dan penghidupan.
e. Terpenuhinya kebutuhan dasar WBP.
f. Terlindunginya dan terpeliharanya benda sitaan dan barang rampasan negara.
g. Terwujudnya keamanan dan ketertiban UPT Pemasyarakatan.
h. Meningkatnya profesionalisme dan budaya kerja petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat.
i. Terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan berbasis teknologi informasi (menuju e- government).
3. Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang menggambarkan sesuatu yang akan dicapai melalui serangkaian kebijakan, program dan kegiatan prioritas agar penggunaan sumber daya dapat efisien dan efektif. Sasaran
yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, tujuan dan nilai organisasi adalah sebagai berikut : a. Perspektif Stakeholder
• Meningkatnya kesadaran hukum WBP dan tahanan
• Meningkatnya kualitas pelayanan pemasyarakatan
• Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pemasyarakatan
• Meningkatnya produktifitas WBP menuju manusia mandiri yang berdaya guna b. Perspektif Proses Internal
• Meningkatkan standarisasi pelayanan pemasyarakatan.
• Meningkatkan koordiasi dan kerjasama
• Meningkatkan kualitas pengawasan internal pemasyarakatan
• Meningkatkan partisipasi public dalam mendorong reintegrasi sosial c. Perspektif Pengembangan Organisasi
• Mengembangkan kompetensi, integritas, profesionalisme dan etos kerja petugas pemasyarakatan
• Mengembangkan iklim dan budaya kerja yang kondusif
• Optimalisasi proses pemasyarakatan berbasis teknologi informasi d. Perspektif Anggaran
• Peningkatan akuntabilitas
B. Perjanjian Kinerja
Perjanjian Kinerja pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara Kepala Rutan Kotamobagu yang menerima amanah/tanggungjawab/kinerja dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Dengan demikian, Perjanjian Kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya.
Perjanjian Kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan olehRutan Kotamobagu dalam kurun waktu satu tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Berikut akan diuraikan target kinerja tahun 2018 sesuai dengan indikator setiap
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 9
sasaran serta kegiatan yang dilakukan dalam upaya mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
Tabel 1.
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target
Meningkatnya
1. Persentase pelayanan
pembinaan sesuai standar 100 %
kualitas
pelayanan
pemasyarakatan
2 .
Persentase pelayanan perawatan 100 % kesehatan sesuai standar
3 .
Persentase pelayanan keamanan dan 100 % ketertiban sesuai standar
4 .
Persentase pelayanan pendidikan, 100 % perlindungan, dan pengentasan anak
sesuai standar 5
.
Persentase layanan informasi dan 100 % komunikasi pemasyarakatan yang
diberikan sesuai standar
Penjelasan indikator : 1. Indikator 1.
Persentase pelayanan pembinaan sesuai standar a. Definisi Indikator :
Persentase pelayanan pembinaan narapidana sesuai standar adalah persentase pelaksanaan pemberian layanan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
b. Formulasi penghitungan :
Menghitung Persentase pelayanan pembinaan narapidana sesuai standar adalah dengan menghitung presentase pelayanan pembinaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
c. Tipe Penghitungan : Non Kumulatif
Polaritas :
Semakin tinggi persentase pelayanan pembinaan narapidana sesuai standar maka kualitas pelayanan pemasyarakatan semakin baik.
d. Sumber Data :
Hasil Pengisian Instrumen
2. Indikator 2
Persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai standar a. Definisi indikator:
Persentase perawatan kesehatan sesuai standar adalah persentase pelaksanaan pemberian layanan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
b. Formulasi penghitungan :
Menghitung Persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai standar adalah dengan menghitung persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
c. Tipe Penghitungan : Non Kumulatif
d. Polaritas :
Semakin tinggi persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai standar maka kualitas Pelayanan Pemasyarakatan semakin baik.
e. Sumber Data :
Hasil Pengisian Instrumen
3. Indikator 3.
Persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 11
a. Definisi indikator:
Persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar adalah persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
b. Formulasi penghitungan :
Persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar adalah dengan menghitung persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
c. Tipe Penghitungan : Non Kumulatif
d. Polaritas :
Semakin tinggi persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar maka kualitas Pelayanan Pemasyarakatan semakin baik.
e. Sumber Data :
Hasil Pengisian Instrumen
4. Indikator 4.
Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar a. Definisi Indikator :
Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar adalah Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
b. Formulasi penghitungan :
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 12
Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar adalah persentase Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrument melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan sesuai standar.
c. Tipe penghitungan : Non Kumulatif
d. Polaritas :
Semakin tinggi persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar maka kualitas pelayanan pemasyarakatan semakin baik
e. Sumber data :
Hasil pengisian instrument
5. Indikator 5.
Persentase layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan yang diberikan sesuai standar
a. Definisi indikator:
Persentase pelayanan informasi dan komunikasi Pemasyarakatan sesuai standar adalah persentase pelayanan informasi dan komunikasi Pemasyarakatan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
b. Formulasi penghitungan :
Persentase layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan yang diberikan sesuai standar adalah dengan menghitung persentase layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 13
melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
c. Tipe Penghitungan : Non Kumulatif
d. Polaritas :
Semakin meningkatnya persentase pelayanan informasi dan komunikasi Pemasyarakatan sesuai standar maka kualitas Pelayanan Pemasyarakatan semakin baik.
e. Sumber Data :
Hasil Pengisian Instrumen
C. Alokasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan pada Rutan Kotamobagu sesuai dengan DIPA 406916 T.A. 2020 memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp. 6.565.499.000,- Dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 2.
Program/ Kegiatan Belanja Belanja Barang Belanja Modal Jumlah Pegawai
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan
Penyelenggaraan
Pemasyarakatan di Rp. 3,321,331,000 Rp.3.244.168.000 - . Rp. 6.565.499.000 Wilayah
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 14
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/ kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok individu. Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau kelompok invidu tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan atau target, kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukurnya.
Sedangkan pengukuran kinerja (performance measurement) adalah suatu metode atau alat yang digunakan untuk mencatat dan menilai pencapaian pelaksanaan kegiatan berdasarkan tujuan, sasaran, dan strategi sehingga dapat diketahui kemajuan organisasi serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Untuk itu diperlukan indikator kinerja yang jelas, dapat dihitung, diukur, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai tingkat kinerja yang baik.
Pengukuran capaian kinerja Lembaga Rutan Kotamobagu Tahun 2020, dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja pada masing-masing sasaran kegiatan. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan pada aspek kinerja keuangan dan non keuangan sebagai indikator untuk mengukur keberhasilan suatu organisasi yang terintegrasi dalam sistem manajemen organisasi.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja pada tahun 2020, maka diperoleh data capaian kinerja Rutan Kotamobagu dengan perincian sebagai berikut :
LKIP Rutan kotamobagu Tahun 2020 15
Tabel 3.
Capaian Kinerja Rutan kotamobagu Tahun 2020
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2018
Meningkatnya 1. Persentase pelayanan 100%
pembinaan sesuai standar 2
.
Persentase pelayanan 100%
perawatan kesehatan sesuai Standar
3 .
Persentase pelayanan 100%
keamanan dan ketertiban sesuai standar
4 .
Persentase pelayanan 100%
pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai Standar
5 .
Persentase layanan informasi 100%
dan komunikasi pemasyarakatan yang diberikan sesuai standar
Berikut akan disampaikan penjelasan capaian dari masing-masing indikator kinerja.
Indikator 1 :
Persentase pelayanan pembinaan sesuai standar
Indikator ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan cara menghitung presentase pelayanan pembinaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
Namun mengingat instrument untuk mengukur persentase pelayanan pembinaan sesuai standar belum ditetapkan, maka pengukuran indikator ini akan dinilai dari capaian sub indikator sebagai berikut :
1. Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan keagamaan 2. Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan kemandirian.
3. Persentase narapidana yang mendapatkan program integrasi.
Berdasarkan data dapat dilihat bahwa tingkat hunian di Rutan Kotamobagu sudah over kapasitas. Kapasitas Rutan saat ini adalah 294 orang.
1. Capaian Sub Indikator : Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan keagamaan Pada tahun 2020, Rutan Kotamobagu telah dilaksanakan pembinaan kepribadian berupa pembinaan keagamaan kepada narapidana dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 4.
Agama
Jumlah Narapidana dan tahanan yang mendapatkan Pembinaan
Keagamaan
Islam 223
Katolik
Kristen
Protestan 71
Budha -
Hindu -
Konghucu -
Jumlah 294
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 18
sebanyak 294 orang, yang telah mendapatkan pembinaan keagamaan adalah sebanyak 294 orang. Maka capaian sub indikator ini adalah 100 %.
2. Capaian Sub Indikator : Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan kemandirian.
Selain pembinaan kepribadian, Rutan Kotamobagu melaksanakan pembinaan kemandirian kepada narapidana dengan tujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada narapidana. Pada Tahun 2020, telah dilaksanakan beberapa kegiatan pembinaan kemandirian yang diikuti oleh beberapa narapidana dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 7 Pembinaan
Kemandirian
Jumlah Narapidana yang mengikuti
Pertanian
Pangkas rambut 2
Pertukangan 3
Renovasi Sofa 1
Montir 2
Kerajinan tempurung
Umum 4
Las Listrik 2
JUMLAH 14
Dari data di atas, maka dapat dilihat bahwa narapidana yang telah mendapatkan pembinaan kemandirian sebanyak 14 Orang, sedangkan
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 19
jumlah keseluruhan narapidana adalah 294 orang. Dengan demikian capaian sub indikator ini adalah
3. Capaian Sub Indikator : Persentase narapidana yang mendapatkan program integrasi.
Program integrasi adalah salah satu tahapan pembinaan tahap akhir sebelum narapidana mendapatkan pelepasan/bebas. Setiap narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan dapat diberikan program integrasi dengan tujuan untuk mereintegrasikan narapidana ke tengah masyarakat/keluarga.
Pada tahun 2020, Rutan Kotamobagu telah melaksanakan program integrasi sebagai berikut.
Tabel 8
Program Integrasi
Jumlah narapidana
Jumlah narapidana yang
diusulkan
yang disetujui
Asimilasi 8 6
Pembebasan
Bersyarat 7 4
Cuti Bersyarat 11 11
Cuti Mengunjungi
Keluarga 8 8
Cuti Menjelang
Bebas 7 6
JUMLAH
Berdasarkan data di atas, maka capaian sub indikator ini adalah sebesar 50
atau sebanyak 35 orang narapidana yang telah disetujui dari orang narapidana yang diusulkan.
Dengan demikian, berdasarkan capaian dari sub indikator di atas, untuk menghitung capaian dari indikator “Persentase pelayanan pembinaan sesuai standar, dapat dihitung secara komulatif atas capaian dari sub indikator. Dengan demikian capaian dari indikator ini adalah jumlah capaian dari sub indikator dibagi tiga, yaitu :
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 20
As,PB,CB,CMK,CMB
--- x 100% ---x 100% = 64 % Yang Disertujui
Indikator 2 :
Persentase Pelayanan Perawatan Kesehatan Sesuai Standar.
Indikator ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan cara menghitung persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
Namun mengingat instrument untuk mengukur persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai standar belum ditetapkan, maka pengukuran indikator ini akan dinilai dari capaian sub indikator sebagai berikut :
1. Persentase tahanan dan narapidana yang sakit dan mendapatkan penanganan medis.
2. Persentase tahanan dan narapidana yang mendapatkan perawatan makanan sesuai standar
3. Persentase tahanan/narapidana yang mendapatkan perlengkapan tidur, makan, dan MCK
Adapun capaian dari masing-masing sub indikator tersebut adalah :
1. Capaian Sub Indikator : Persentase tahanan dan narapidana yang sakit dan mendapatkan penanganan medis.
Tabel 8.
Data Kesehatan Narapidana Dan TahananTahun 2020
Tabel 9.
Jumlah
Jumlah
Yang Jumlah Jenis Penanganan
Tahanan dan
Sakit
Tahun Yang
Narapidana 2020 Ditangani
115 orang 115 Rawat jalan 8 -
294
d i
Poliklinik Rutan
Jumlah
Berdasarkan data tersebut diatas maka capaian sub indikator ini adalah 100%
2. Capaian Sub Indikator : Persentase tahanan dan narapidana yang mendapatkan perawatan makanan sesuai standar
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 22
Jumlah narapidana dan tahanan pada tahun 2020 berdasarkan hari tinggal adalah 597 orang. Jumlah narapidana dan tahanan yang
mendapatkan perawatan makanan adalah Orang. Jadi capaiannya adalah 100%.
3. Capaian Sub Indikator : Persentase narapidana yang mendapatkan perlengkapan tidur, makan, dan MCK.
Tabel 11.
Jumlah Napi/ Jenis Perawatan Jumlah Napi/
Tahanan Tahanan yang
mendapatkan Perlengkapan tidur 148
Perlengkapan makan 148
Perlengkapan MCK 148
Berdasarkan data tersebut diatas maka capaian sub indikator ini adalah 100% atau 148 orang narapidana pada tahun 2020.
Dengan demikian berdasarkan capaian dari sub indikator di atas, untuk menghitung capaian dari indikator “Persentase pelayanan perawatan kesehatan sesuai standar, dapat dihitung secara komulatif atas capaian dari sub indikator. Dengan demikian capaian dari indikator ini adalah jumlah capaian dari sub indikator dibagi tiga, yaitu :
100% + 100% + 100%
--- 3
= 100%
Target dari indikator ini pada tahun 2018 adalah sebesar 100%. Sehingga capaian dari inidkator ini melebihi dari target yang telah ditetapkan.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 23
Namun demikian secara kualitas pencapaian indikator ini terdapat beberapa catatan, yaitu:
1. Tidak adanya anggaran pengadaan matras, sehingga pemenuhan kebutuhan matras menggunakan matras pengadaan tahun-tahun sebelumnya yang kondisinya tentunya banyak sudah tidak layak.
2. Tidak adanya anggaran pengadaan tempat makan (Ompreng) sehingga pemenuhan alat makan menggunakan ompreng pengadaan Tahun sebelumnya.
3. Pengadaan perlengkapan MCK volumenya terbatas, sehingga hanya diberikan sekali dalam satu tahun.
Indikator 3 :
Persentase Pelayanan Keamanan dan Ketertiban Sesuai Standar.
IKU ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan cara menghitung persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar.
Namun mengingat instrument untuk mengukur persentase pelayanan pembinaan sesuai standar belum ditetapkan, maka pengukuran indikator ini akan dinilai dari capaian sub indi
kator sebagai berikut :
1. Persentase kasus gangguan keamanan dan ketertiban yang telah ditindaklanjuti 2. Persentase Pelanggaran Kode Etik yang telah ditindaklanjuti.
Capaian sub indikator ini pada tahun 2020 adalah sebagai berikut :
1. Capaian Sub Indikator : Persentase kasus gangguan keamanan dan ketertiban yang telah ditindaklanjuti
Pada tahun 2020 telah dilaksanakan tindak lanjut gangguan keamanan dan ketertiban baik yang dilakukan oleh penghuni maupun petugas sebagai berikut :
LKIP Rutan kotamobagu Tahun 2020 24
Tabel 12.
Data Pelanggaran Tata Tertib pada Tahun 2020 Jenis Gangguan Kamtib Jumlah Kasus Jumlah yang
Terlibat
Perkelahian 10 6
Pemberontakan - -
Penganiayaan /
Kekerasan - -
Kerusuhan - -
Penyelundupan
Narkoba - -
Penyalahgunaan
Handphone 6 9
Lain-lain - -
Jumlah
Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh WBP pada tahun 2020 adalah sebanyak kasus. Dari pelanggaran sebanyak 16 kasus, telah ditindaklanjuti sebanyak 8 kasus. Tindaklanjut yang telah dilaksanakan adalah :
Tabel 13.
JENIS
WAKTU
PELANGGARAN TINDAK LANJUT
KEJADIAN
TATA TERTIB
Penyelundupan Hasil BAP sudah di TTP
Narkoba
Penyalagunaan
Hand Phone Hasil BAP sudah di TTP
Perkelahian Hasil BAP sudah di TTP
-
Sehingga untuk mengukur capaian dari Sub Indikator Kinerja ini adalah sebagai berikut:
Jumlah pelanggaran tata tertib oleh WBP yang telah ditindaklanjuti R
K U
= 100%
Jumlah pelanggaran tata tertib oleh WBP
= 7/7x 100
= 100 %
2. Capaian Sub Indikator : Persentase Pelanggaran Kode Etik yang telah ditindaklanjuti.
Tabel 14.
Data Pelanggaran Kode Etik Tahun 2020
Jenis Tindak Lanjut
Pelanggaran
NIHIL
Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Petugas pada tahun 2020 adalah Nihil.
Sehingga untuk mengukur capaian dari Sub Indikator Kinerja ini adalah sebagai berikut:
Jumlah pelanggaran kode etik oleh Petugas yang telah ditindaklanjuti R
K
U = 100%
Jumlah pelanggaran kode etik oleh Petugas
= 0
0 100%
= 100 %
Berdasarkan capaian dari sub indikator di atas, untuk menghitung capaian dari indikator “Persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar, dapat dihitung secara komulatif atas capaian dari sub
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 26
indikator. Dengan demikian capaian dari indikator ini adalah jumlah capaian dari sub indikator dibagi dua, yaitu :
100% + 100%
--- 2
= 100%
Target dari indikator ini pada tahun 2020 adalah sebesar 100%. Sehingga capaian dari indikator ini melebihi dari target yang telah ditetapkan. Faktor yang mendukung pencapaian indikator ini adalah :
1. Berjalannya tugas dan fungsi dari Tim Satgas Kamtib dan Tim Pengawasan internal dalam menegakkan peraturan dan kode etik bagi petugas.
2. Adanya komitmen dan konsistensi dalam penegakan disiplin baik bagi warga binaan pemasyarakatan maupun petugas.
Indikator 4 :
Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar
Indikator ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan cara menghitung persentase Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi.
Apabila hasil penilaian instrument melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan sesuai standar.
Namun mengingat instrument untuk mengukur persentase pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar belum ditetapkan, maka pengukuran indikator ini akan dinilai dari capaian sub indikator sebagai berikut :
1. Persentase anak yang mendapatkan pendidikan 2. Persentase anak yang mendapatkan program integrasi.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 27
Pada Tahun 2020, capaian dari sub indikator ini adalah sebagai berikut :
1. Capaian Sub Indikator : Persentase anak yang mendapatkan pendidikan Pada tahun 2018, terdapat anak pidana sebanyak 0
Jumlah Anak
Jumlah Anak yang mendapatkan
Pendidikan
NIHIL NIHIL
Berdasarkan data tersebut diatas, dari jumlah anak di Rutan Kotamobagu sebanyak Nihil orang, yang telah mendapatkan pendidikan adalah sebanyak Nihil orang. Maka capaian sub indikator ini adalah 100 %.
2. Capaian Sub Indikator : Persentase anak yang mendapatkan program integrasi.
Pada tahun 2020,Rutan Kotamobagu telah melaksanakan program integrase kepada anak sebagai berikut :
Tabel 8
Program Integrasi Jumlah anak yang Jumlah anak yang diusulkan disetujui
Asimilasi - -
Pembebasan Bersyarat - -
Cuti Bersyarat - -
Cuti Mengunjungi Keluarga - -
Cuti Menjelang Bebas - -
JUMLAH - -
Berdasarkan data di atas, maka capaian sub indikator ini adalah sebesar 100%, atau sebanyak Nihil orang narapidana yang telah disetujui dari Nihil orang narapidana yang diusulkan.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 28
Dengan demikian, berdasarkan capaian dari sub indikator di atas, untuk menghitung capaian dari indikator “Persentase pelayanan pembinaan sesuai standar, dapat dihitung secara komulatif atas capaian dari sub indikator. Dengan demikian capaian dari indikator ini adalah jumlah capaian dari sub indikator dibagi dua, yaitu :
100% + 100%
--- 2
= 100 %
Indikator 5 :
Persentase Layanan Informasi dan Komunikasi Pemasyarakatan Yang Diberikan Sesuai Standar.
IKU ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan cara menghitung persentase layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan jawaban instrument yang telah diisi. Apabila hasil penilaian instrumen melebihi passing grade yang telah ditetapkan maka dinyatakan telah sesuai standar:
Namun mengingat instrument untuk mengukur persentase pendidikan, perlindungan, dan pengentasan anak sesuai standar belum ditetapkan, maka pengukuran indikator ini akan dinilai dari capaian sub indikator sebagai berikut :
1. Persentase sistem database pemasyarakatan yang up to date.
2. Persentase media layanan informasi yang telah digunakan.
Pada tahun 2020, capaian dari masing-masing sub indikator di atas adalah sebagai berikut :
1. Capaian Sub Indikator : persentase sistem database pemasyarakatan yang up to date.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 29
Capaian dari sub indikator ini dapat dilihat dari kelengkapan data pada fitur-fitur yang ada pada system database pemasyarakatan, yaitu :
a. Kelengkapan data registrasi yang up to date pada tahun 2020 Tabel 15.
Jenis Data Kriteria/ Kontent
Manajeman
1 . Kuantitas Data
Registrasi
2 . Foto
3 . Sidik Jari
4 .
Penerimaan dan Penolakan Tahanan/ Narapidana
5 .
Perpanjangan Tahanan
6 .
Pengalihan Jenis Tahanan
7 .
Mutasi Golongan / Berkas
8 . Mutasi UPT
9 . Remisi / Grasi 10. Surat Sidang
11. Pembayaran Denda / Subsider 12. Meninggal Dunia
Semester I
1 0 0
%
Tabel 16.
Jenis Data Kriteria/ Kontent
S t a t u s
C a p a i a n (
% )
(
% )
Integrasi dan
1 .
Administasi PB Online
1 0 0
%
8 0
%
Pembinaan
2 . Sidang TPP
1 0 0
%
9 0
% 3
.
Admisi dan Orientasi
8 0
%
7 0
% 4
.
Pembinaan Kepribadian
7 5
%
7 5
%
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020
3 0
5 .
Pembinaan Kemandirian
7 5
%
7 0
%
6 . Sistem Perwalian
1 0 0
%
1 0 0
% 7
.
Tamping/ Pemuka / Pekerja
7 5
%
7 0
%
c. Kelengkapan data keamanan yang up to date pada tahun 2020 Tabel 17.
Jenis Data Kriteria/ Kontent
Manajeman 1
.
Administrasi Keamanan
Keamanan (Sarpras)
2 .
Manajeman Blok dan Kamar
3 .
Manajeman Penghuni Baru
4 . Manajeman Blok
Penampungan
5 . Surat Mutasi Kamar
6 .
Pelanggaran / Register F
7 .
Pengasingan / Register H
8 . Portir (P2U)
Jenis Data Kriteria/ Kontent
S t a t u s
C a p a i a n (
% )
(
% )
Layanan
1 .
Pendaftaran Kunjungan
9 0
%
9 8
% Kunjungan
2 .
Manajeman Pemanggilan
1 0 0
%
9 8
% Antrian
3 .
Manajeman Ruang Kunjungan
1 0 0
%
9 8
%
4
. Pemanggilan WBP
1 0 0
%
9 8
%
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020
3 1
5. Manajeman Ruang Kunjungan
1 0 0
%
9 8
%
e. Kelengkapan data SMS Gateway yang up to date pada Semester II Tahun 2020 Tabel 19.
Jenis Data Kriteria/ Kontent
S t a t u s Capaian
(
% ) (%)
Smslap /
1 .
Laporan Harian Penghuni
1 0 0
% 98%
SMS Gateway
2 .
Laporan Bulanan Khusus
1 0 0
% 98%
3 .
Laporan Bulanan Klasifikasi
1 0 0
% 98%
Anak
4 .
Lapbul Perawatan
1 0 0
% 98%
5 . Lapbul SDM
1 0 0
% 98%
6 .
Lapbul Anggaran dan
1 0 0
% 98%
Realisasi 7 .
Laporan Keamanan dan
8 3
% 80%
Ketertiban
8 . Laporan Insidentil
0
% 95%
Sesuai dengan capaian kinerja di atas maka diperoleh capaian sub indikator pada tahun 2020 dengan menjumlahkan masing-masing capaian yaitu sebesar 70%
2. Capaian Sub
: persentase media layanan informasi yang telah digunakan.
Rutan Kotamobagu dalam melaksanakan layanan informasi, telah memanfaatkan beberapa media layanan informasi, yaitu :
Tabel 20.
Media Informasi Sudah Belum Capaian
Digunakan Digunakan
Website/Blog %
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 32
Touchscreen
( S e l
f √
Service)
Banner/Leflet √ Papan Informasi √
Ruang
L a y a n a
√ n Informasi
Media Sosial (Twiter, √ Facebook, dll)
Berdasarkan data tersebut diatas maka capaian sub indikator ini adalah 83 % atau 5 media informasi dari 6 media informasi yang wajib digunakan sesuai standar.
Berdasarkan capaian dari sub indikator di atas, untuk menghitung capaian dari indikator “Persentase layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan yang diberikan sesuai standar, dapat dihitung secara komulatif atas capaian dari sub indikator. Dengan demikian capaian dari indikator ini adalah jumlah capaian dari sub indikator dibagi dua, yaitu :
86% + 83%
--- 2
= 84%
Target dari indikator ini pada tahun 2020 adalah sebesar 75%. Sehingga capaian dari inidkator ini melebihi dari target yang telah ditetapkan.
Namun demikian terdapat beberapa catatan dalam pencapaian indikator ini, yaitu:
1. Minimnya sarana dan prasarana yang ada.
2. Minimnya anggaran yang ada yang mendukung pelaksanaan layanan informasi.
3. Minimnya petugas yang memiliki kapasitas dalam memberikan layanan informasi.
LKIP Rutan Kotamobagu Tahun 2020 33
B. REALISASI ANGGARAN
Rutan Kotamobagu memiliki pagu anggaran pada tahun 2020 sebesar Rp.
Realisasi anggaran tahun 2020 adalah sebesar Rp. 6.565.499.000 atau sebesar 98.56%, dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 21.
. K O D E
URAIAN PAGU REALISASI SISA %
0 0 4
Pembinaan Narapidana 21.473.000 21.473.000 0 100%
0 0 5
Layanan Perawatan napi 2.528.714.000 2.528.200.000 0 99,4%
9 5 . 6 3
% dan tahanan
0 1 0
Layanan internal
(overhead) 62.390.000 62.390.000 0 100%
3 5 . 8 6
%
0 1 2
Layanan keamanan dan 2.250.000 2.250.000 0 100%
3 3 . 2 7
% ketertiban
5 1
Layanan Perkantoran 3.863.652.000 3.863.652.000 0 100%
9 8 . 8 4
%
Dari table di atas dapat dilihat bahwa capaian realisasi anggaran Rutan Kotamobagu sampai dengan Tahun 2020 adalah sebesar 99.56%