ii ABSTRAK
Tujuan penelitian yang dilaksanakan pada perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa adalah merancang sebuah sistem informasi perpustakaan.
Sistem Informasi tersebut dibuat untuk memberikan kemudahan dalam penyampaian informasi tentang perpustakaan meliputi data buku yang tersedia dan buku yang sedang dalam pinjaman. Sistem Informasi Perpustakaan ini dirancang dengan menggunakan Software Macromedia Dreamweaver MX, Xampp 1.5.4 (Apache, MySQL), serta PHP5 sebagai bahasa pemrogramannya.
Data yang menjadi input dari database ini adalah data buku dan beberapa data perpustakaan lainnya dengan hasil keluaran berupa laporan data transaksi peminjaman buku pada perpustakaan.
Kata kunci: Sistem Informasi, Perpustakaan, PHP, Xampp.
iii BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi sebagai cabang yang mempelajari teori maupun implementasi teknik digital yang banyak direalisasikan dalam bentuk perangkat lunak dan perangkat keras. Untuk membuat sistem informasi pada sebuah instansi baik pemerintah maupun swasta mulai menggunakan media digital seperti penyimpanan data, manajemen database maupun surat elektronik.
Penyajian sistem informasi yang lengkap dengan sebuah aplikasi pada sebuah perpustakaan merupakan hal yang penting karena dapat menyajikan dan mengolah data secara cepat untuk menghasilkan informasi yang tepat. Dalam prosesnya informasi sering disajikan dalam bentuk manual dan berbasis komputer.
Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (MA RIAB) adalah salah satu sekolah menengah atas yang mengajarkan tentang pengetahuan agama dan pengetahuan umum, sistem belajar mengajarnya juga sangat bagus, sama dengan sekolah-sekolah menengah atas lainnya, Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa mempunyai perpustakaan untuk mendukung belajar mengajar murid- muridnya. Perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa menyediakan sejumlah buku-buku yang dapat dipinjamkan kepada siswa-siswa yang sekolah pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam dan para guru yang mengajar pada sekolah tersebut. Selama ini, perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam melakukan proses pendataan dan peminjaman buku secara manual. Selain ketidak validan data, proses pendataan dan peminjaman buku pun membutuhkan waktu yang lama.
Pembuatan Sistem Informasi Perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa dirancang menggunakan PHP (PHP Hypertext Processor) sebagai bahasa Pemrograman dan MySQL sebagai aplikasi database SQL (Syntax Query Language), yang kemudian akan dijalankan di Server Apache untuk pengujian aplikasi.
iv 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas pada pembuatan Sistem Informasi Perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa adalah bagaimana merancang sebuah sistem informasi perpustakaan untuk mengefesiensikan pendataan dan peminjaman buku.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah yang digunakan dalam sebuah pembahasan bertujuan agar dalam pembahasannya lebih terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Adapun batasan masalah dalam laporan ini adalah :
1) Aplikasi ini dibuat dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, serta menggunakan Web Server Apache untuk menjalankannya di komputer/laptop.
2) Aplikasi ini hanya dibatasi pada pencarian buku, dapat menambah/input buku, terdapat tabel untuk transaksi buku, tabel pengembalian buku dan dapat melihat buku yang telah dipinjam serta dapat melihat lama peminjaman buku tersebut.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari pembuatan sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa adalah menghasilkan sebuah sistem informasi perpustakan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa
1.5 Manfaat penelitian
Manfaat dari pembuatan Sistem Informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa adalah sebagai berikut:
1. Memberikan kemudahan bagi sekolah khususnya petugas perpustakaan dalam memproses pendataan dan peminjaman buku.
2. Meminimalkan duplikasi saat pengentrian data buku.
3. Memberikan kemudahan dalam pencarian data buku yang terlalu banyak.
v BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Singkat Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa
Sekolah merupakan rumah pendidikan bagi anak-anak. Dengan Sekolah, anak-anak dapat menimba dan menggali ilmu serta mengenal lingkungan sekitarnya. SMA merupakan pendidikan tingkatan menengah untuk remaja.
Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), merupakan salah satu Madrasah Aliyah Swasta di Aceh Besar yang berada di bawah pengawasan Departemen agama Aceh Besar.
Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa, mempunyai beberapa ruangan, ruangan tersebut yaitu: Ruang Kepala Sekolah, Tata Usaha(TU), Ruang Siswa, Kantin, Unit Kesehatan Siswa(UKS), Pustaka,Asrama Putra dan Putri, Aula, LAB, Masjid dan Ruang Olahraga. Adapun jumlah guru di Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa ini, adalah 30 orang yang diantaranya yaitu : Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Wali kelas, Honorer, dan pegawai lainnya yang bertugas di Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa. Jumlah siswa di pada setiap kelasnya yaitu : maksimal 30 orang, yang merupakan standar pendidikan dalam sistem pembelajaran yang efektif.
Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa berdiri pada tahun pelajaran 1997/1998 Pendirian Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa berasal dari usulan dan prakarsa Gubernur Kepala Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh (sekarang, Provinsi Nanggor Aceh Darussalam), Profr. DR.H.Syamsuddin Mahmud, MBA, yang disambut gembira oleh tokoh-tokoh pendidikan di Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Prop. Aceh .
2.2 Visi dan Misi Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa
Adapun visi dan misi dari sekolah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa Adalah sebagai berikut:
2.2.1 Visi
vi
Membina akhlak, meraih prestasi dan berwawasan global yang dilandasi nilai-nilai budaya luhur sesuai dengan ajaran agama.
2.2.2 Misi
1. Menambah keyakinan / akidah melalui pengalaman ajaran agama.
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
3. Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, Bahasa Olahraga dan Seni Budaya sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa.
4. Menjalankan kerja sama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.
2.3 Pengertian Sistem
Sebuah sistem terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang saling berhubungan yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran tertentu.
Menurut Jogiyanto (2009: 2) mendefinisikan “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran permasalahan tertentu”.
Menurut Abdul Kadir (2002: 54) “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”.
Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.
2.4 Pengertian Informasi
Menurut Jogiyanto (2005:8) dalam buku Analisis dan desain sistem informasi adalah Informasi diartikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Informasi yang benar dan baru, dapat mengkoreksi dan mengkonfirmasi
vii
informasi sebelumnya. Informasi dapat juga dikatakan sebagai data yang telah diproses, yang mempunyai nilai tentang tindakan atau keputusan.
Manfaat informasi adalah untuk mengurangi kepastian, hal ini sangat berguna untuk proses pengambilan keputusan.
2.5 Konsep Dasar Informasi
Informasi mempunyai nilai kejutan atau mengungkapkan sesuatu yang penerimaannya tidak tahu, tidak dikira, atau disangka. Jangka waktu yang tidak menentu informasi mengurangi ketidakpastian atau kemungkinan besar hasilnya yang diharapkan dalam sebuah keputusan merupakan nilai dalam proses keputusan.
Kategori informasi dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu :
1) Informasi Strategis yang digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal (tindakan pesaing dan langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
2) Informasi Taktis yaitu informasi yang dibutuhkan untuk mengambil jangka menengah seperti trend penjualan yang dapat dipakai menyusun rencana.
3) Informasi Teknis yaitu informasi yang dibutuhkan oleh keperluan operasional sehari-hari yang berupa informsi persediaan dan laporan.
2.6 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Abdul kadir (2003:10) definisi dari sistem informasi adalah sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknolog informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Adapun kegiatan sistem informasi adalah sebagai berikut :
1. Input, yaitu menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
viii
2. Proses, yaitu menggambarkan bagaimana suatu data diproses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
3. Output, yaitu suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari suatu proses informasi.
4. Penyimpanan, yaitu suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
5.Control, yaitu suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
2.7 DFD (Data Flow Diagram)
Menurut Sutabri (2003:163) Data Flow Diagram adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat/komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. Adapun simbol dan keterangannya adalah sebagai berikut :
a) External Entity, merupakan simbol yang mewakili elemen yang berada di luar sistem, tetapi memiliki hubungan interaksi dengan sistem.
Gambar 2.1 Simbol External Entity
b) Proses, merupakan simbol yang mewakili kegiatan untuk mengubah data menjadi informasi atau masukan untuk data lain.
Gambar 2.2 Simbol Proses
c) Data Store, merupakan simbol yang mewakili tempat penyimpanan dari data dan dapat dipergunakan bila dibutuhkan.
External Entity
1 Proses
ix
Gambar 2.3 Simbol Data Store
d) Data flow, merupakan simbol yang mewakili arah aliran data yang berasal dari satu proses, data store atau elemen lingkungan menuju ke satu proses, data store atau enviromental element lainnya.
Gambar 2.4 Simbol Data Flow
2.8 Konsep Basis Data
Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objeck seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya (Fathansyah, 2007).
Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti : 1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang
diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundansi ) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
3. Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi.
4. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang saling disimpan dalam media penyimpanan elektronik (Kusrini, 2007).
2.8.1 Pemodelan Sistem
Data Store
x
Pemodelan sistem adalah cara formal untuk menggambarkan data yang digunakan dan diciptakan dalam suatu sistem bisnis. Model ini menunjukkan orang, tempat atau benda dimana data diambil dan hubungan antar data tersebut.
Pemodelan data juga dibedakan menjadi dua, yaitu model data logis (Logical data model) dan model data fisik (physical data model). Model data logis menujukkan pengaturan data tanpa mengindikasikan bagaimana data tersebut tersimpan, dibuat, dan dimanipulasi. Model data fisik menunjukkan bagaimana data akan disimpan sebenarnya dalam database atau file. Penyusunan pemodelan data harus seimbang dengan pemodelan proses. Salah satu cara pemodelan data adalah dengan ERD (Entity Relational Diagram) (Al-Fatta, 2007).
2.8.2 ERD (Entity Relationship Diagram)
Entity Relation Diagram adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. Entity Relation Diagram digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan Entity Relation Diagram, model dapat diuji dengan mengabaikan proses.
Diagram keterhubungan entitas menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar entitas. Simbol-simbol yang digunakan pada perancangan diagram keterhubungan entitas yaitu dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.1 Lambang Notasi Entity Relation Diagram
Notasi Keterangan
Entitas, adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai.
Relasi, menunjukkan adanya hubungan antara sejumlah entitas yang berbeda
Entitas
Relasi
xi
Atribut, berfungsi mendeskribsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah) Garis, sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.
Dalam Entity Relation Diagram hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajat relasi. Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajat minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain.
ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data, pada dasarnya ada tiga macam simbol yang digunakan yaitu:
1) Entity, merupakan suatu objek yang datanya diidentifikasikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.
2) Attribute, merupakan bagian dari Entity atau suatu field yang menunjukkan suatu data yang sejenis, setiap entitas harus memiliki atribut, contoh: Nama, Nip, Alamat, dll .
3) Relationship, sebagaimana halnya entitas maka dalam hubunganpun harus dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entitas dengan isi dari hubungan itu sendiri.
Hubungan antara dua entity dapat dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu:
a) One to One Relationship
Hubungan antara entitas pertama dan kedua adalah satu berbanding satu.
b) One to Many Relationship
Hubungan antara entitas pertama dan kedua adalah satu berbanding banyak.
c) Many to Many Relationship Atribut
xii
Hubungan kedua entitas adalah banyak berbanding banyak.
Pemetaan E-R Diagram perlu dilakukan untuk menterjemahkan bentuk perancangan sistem ke bentuk tabel (skema relasi) sebagai langkah awal implementasi progam dengan melakukan tujuh langkah pemetaan berikut :
1) Untuk setiap non weak entity (strong entity) , dibuat relasi yang terdiri dari semua atribut menjadi tabel.
2) Setiap entitas lemah (weak entity) L dari entitas kuat K menjadi tabel yang terdiri dari semua atribut dari L ditambah primary key dari K.
Primary key L menjadi kombinasi dari key L dan primary key K.
3) Untuk setiap relasi 1:1(one to one) antara entitas K dan L buatlah masing-masing tabel dengan masing-masing atribut semua, tetapi di salah satu tabel jadikan primary key dari tabel yang lain sebagai foreign keynya.
4) Untuk setiap relasi 1:n(one to many): tambah di entitas yang sisi “n”
primary key dari entitas yang sisi “1” sebagai foreign key
5) Untuk setiap relasi n:m akan tercipta satu tabel baru yang disebut intermediet tabel dengan primary key di masing-masing sisi many menjadi foreign key pada tabel tersebut.
6) Untuk setiap multi value atribut dari entitas L, buat relasi dengan atributnya adalah atribut L itu sendiri yang ditambah dengan atribut dari primary key dari L.
7) Untuk setiap non binary relationship, buat relasi dengan atributnya adalah primary key dari entitas yang berhubungan, dan juga dimasukkan atribut yang berada dibagian relationship.
2.8.3 SQL (Sructured Query Languange)
SQL adalah kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya (seperti bahasa C, basic, pascal atau bahasa pemprograman yang lain) Bahasa SQL sengaja dirancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.
xiii
Statement SQL digunakan untuk melakukan tugas-tugas seperti melakukan update terhadap database, atau mengambil data dari sebuah database. Beberapa database relasional yang menggunakan SQL dan cukup popular adalah: MySQL, Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Access, Ingres, dan lain-lain. Meskipun sebagian besar sistem database menggunakan SQL, namun sebagian besar dari mereka juga memiliki ekstensi khusus yang hanya bisa digunakan di sistem masing-masing. Namun demikian, perintah standar SQL seperti “Select”,
“Insert”, “Update”, “Delete”, “Create”, dan “Drop” dapat digunakan untuk melakukan hampir semua hal yang perlu dilakukan terhadap sebuah database.
Tutorial ini akan mengenalkan kamu pada penggunaan dasar dari perintah tersebut (Kristanto, 1994).
2.9 Definisi Perpustakaan
Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.
Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
xiv
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
2.10 PHP
PHP adalah bahasa (scripting language)yang telah dirancang secara khusus untuk penggunaan pada Web. PHP adalah tool untuk pembuatan halaman web dinamis. Kaya akan fitur yang membuat perancangan Web dan pemograman lebih mudah, PHP digunakan pada 13 juta domain. PHP kependekan untuk Hypertext Preprocessor. Pada awal pengembangannya oleh Rasmas Lerdorf, dia menyebutnya sebagai tools Personal Home Page.
Seperti bahasa pemograman web lainnya PHP memproses seluruh perintah yang berada dalam skrip PHP didalam web server dan menampilkan outputnya kedalam web browser klien. PHP adalah bahasa scripting yang menghasilkan output HTML ataupun output lain sesuai keinginan pemogram (misalnya:PDF, dan lain-lain) yang dijalankan pada server side. Artinya, semua sintaks kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan kebrowser hanya hasilnya(output) saja (Simarmata, 2006).
2.11 XAMPP
Xampp merupakan sebuah tool yang menyediakan beberapa paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan mengisntal XAMPP, tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP 5, dan MySQL secara manual. XAMP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis. Arief Ramadhan & Hendra Saputra (2005:2)
xv 2.12 Apache Web Server
Apache merupakan web server open source dan tersedia di berbagai platform termasuk linuk dan windows. Web server ini terkenal cukup handal dan banyak digunakan oleh sebahagian besar website yang ada diinternet. Selain tangguh dan kuat, apache juga dapat diperoleh secara gratis. Namun kekurangannya ada pada pengaturan konfigurasi yang berbasis teks sehingga harus memahami dasar-dasar konfigurasi secara manual (Sanjaya, 2006).
Apache merupakan pengembangan web server yang dikeluarkan oleh NSCA pada tahun 1995 dan saat ini merupakan tulang punggung www (world wide web).
Apache berfungsi memenuhi kebutuhan client dengan browser, seperti Mozilla, IE, dan lain-lain (Putranto, 2004).
2.13 MySQL
Pendapat Sukarno (2006, hal:3) mengenai pengertian MySQL adalah merupakan perangkat lunak untuk sistem manajemen database (database management system). Karena sifatnya yang open source dan memiliki kamampuan menampung kapasitas yang sangat besar, maka MySQL menjadi database yang sangat popular dikalangan programmer web.
Pada bulan Mei 1996, MySQL versi 1.0 berhasil dirilis namun penggunanya terbatas 4 orang saja.mnamun di bulan Oktober di tahun yang sama versi 3.11.0 dilepaskan ke public tapi belum bersifat open source. Bulan Juni 2000, MySQL AB mengumumkan bahwa sejak versi 3.23.19, MySQL merupakan software database yang bebas berlisensi GPL atau General Public License yang open source. Mulanya MySQL hanya berjalan di system operasi linux namun pada saat MySQL versi 3.22 tahun 1998-1999 sudah tersedia diberbagai platform termasuk windows. Ini terjadi karena MySQL menjadi semakin populer dan dilirik banyak orang karena kestabilan dan kecepatan yang meningkat.
Beberapa keuanggulan dari MySQL adalah:
a. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
b. Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.
xvi c. Sangat cepat mengekskusi perintah.
d. Memiliki user privilege yang mudah dan efisien.
xvii BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian proyek akhir ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013 sampai dengan Agustus 2013 yang bertempat di Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
3.2 Alat dan Bahan
Hardware yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi perpustakaan adalah 1 unit laptop Toshiba Satelite L510 dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Prosessor Intel Pentium Dual CPU T2390 1.86 Ghz 2. Memory DDR2 1024 MB
3. Harddisk Sata 120 GB
Sedangkan perangkat lunak yang digunakan adalah : 1. Apache 2.0
2. MySQL 5.1.37 3. PHP 5.3.0
4. Macromedia Dreamweaver MX 6.0 3.3 Prosedur Kerja
Pembuatan sistem informasi perpustakaan ini melalui beberapa tahapan kerja yaitu:
1) Studi Lapangan (Field Research)
Studi yang dilakukan secara langsung ke tempat penelitian tepatnya pada sekolah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa guna untuk
mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan, serta menganalisa data tersebut untuk dijadikan sebagai rujukan pembuatan sistem informasi perpustakaan.
a) Wawancara (Interview)
xviii
Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan
pendekatan langsung dengan mengajukan pertanyaan tanya jawab kepada karyawan/i pada perpustakaan sekolah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
b) Pengamatan (Observasi)
Selain wawancara, juga dilakukan pengamatan langsung secara rutinitas yang dilakukan pada sekolah tepatnya dibidang perpustakaan.
2) Studi Pustaka
Data diperoleh melalui buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti sebagai bahan referensi bagi penulis.
3) Analisis Sistem
Menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi.
4) Perancangan Sistem
Merancang output, input, struktur file, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi perpustakaan sekolah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
5) Pembangunan dan Pengujian Sistem
Membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan pengujian secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak.
6) Operasi dan Perawatan
Mendukung jalannya operasi sistem informasi perpustakaan dengan lancar dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas, serta perawatan sistem agar tidak terjadi kerusakan atau yang dapat menghambat jalannya sistem.
7) Evaluasi Sistem
Mengevaluasi sejauh mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan, sehingga tidak terjadi error/kerusakan pada
xix
saat sistem dijalankan, dengan demikian sistem dapat diperbaiki dengan cepat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perancangan Sistem
Berdasarkan hasil survei, pengamatan dan analisa sistem di perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa yang masih menggunakan sistem manual, maka dapat di rencanakan sebuah sistem informasi perpustakaan. Dalam perencanaan sebuah sistem, tahap-tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
4.1.1 DFD (Data Flow Diagram)
Pembuatan DFD di gunakan untuk menggambarkan alur dari pembuatan sistem yang meliputi alur proses pembuatan rancangan sistem yang akan dibuat.
Pembuatan DFD yang akan direncanakan adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1 Diagram Konteks
xx
Dari diagram konteks di atas dipersiapkan bagan berjenjang atau Hierarcy Chart untuk semua proses yang terlibat dalam sistem tersebut. Bagan berjenjang ini dipersiapkan untuk menggambarkan DFD ke level-level yang lebih dalam.
Bagan berjenjang untuk aplikasi sistem informasi perpustakaaan dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 4.2 Bagan Berjenjang Sistem Informasi Perpustakaan
Agar lebih jelas proses yang terjadi pada bagan berjenjang, maka dibuat rancangan DFD untuk setiap level. Pada level satu digambarkan semua proses yang terlibat, setelah itu proses-proses yang terlibat, digambarkan lebih rinci pada level-level selanjutnya. Dapat dilihat pada gambar berikut :
xxi
Gambar 4.3 DFD Level 1 Proses Pendaftaran Anggota
Gambar 4.4 DFD Level 1 Proses Transaksi
xxii
Gambar 4.5 Proses Peminjaman, Pengembalian dan Denda
Gambar 4.6 DFD Level 1 Proses Pendataan Buku
xxiii
Gambar 4.7 Proses Tambah, Edit, Hapus Data Buku
Gambar 4.8 Level 1 Proses Laporan
4.1.2 ER-D (Entity Relation Diagram)
ER-Diagram merupakan data modeling yang dipergunakan untuk mendokumentasikan data sistem atau hasil dari requirements (permintaan).
Dokumentasi dilakukan dengan cara menentukan kelompok data apa saja yang
xxiv
terdapat dalam tiap entity dan bagaimana hubungan antara entity satu dengan lainnya. Entity dapat berupa environmental element, resource dan transaksi yang sangat diperlukan dan didokumentasikan dalam bentuk data. Berikut ini adalah diagram Entity Relationship (ER) Program aplikasi sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Rak Penempatan
Lokasi_rak Kode_rak
n
1 Buku
Tahun_terbit Status_buku
penerbit stock
pengarang Judul
Kode_buku
Anggota nama
kelas
nis alamat
Id_anggota
J_kel
Transaksi
Harga_deanda Jlh_hari_denda Tanggal_kembali Tanggal_transaksi
Status_pinjaman Id_peminjam
Dikarang
Diterbitkan
1 n 1
n n m
Penerbit
Id_penerbit Contact_person
alamat nama
Pengarang
nama
Id_pengarang Email Contact_person alammat
status nip
Gambar 4.9 Entity Relation Diagram database perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa
4.1.3 Logical Schema/Final Mapping
xxv
Ruang lingkup informasi yang digambarkan pada diagram ER dapat dijelaskan dalam bentuk yang lebih detil melalui pemetaan Entity Relationship Diagram yang meliputi langkah-langkah berikut, yaitu:
1. Langkah 1: Untuk setiap entitas kuat (strong entity) menjadi relation dengan semua atributnya menjadi tabel.
Anggota (id_anggota, nama, nis, j_kel, alamat, kelas)
Buku (kode_buku, judul, pengarang, stock, penerbit, thn_terbit, status_buku)
Rak (kode_rak, lokasi_rak)
Pengarang (id_pengarang, nama, alamat, contact_person, email)
Penerbit (id_penerbit, nama, alamat, contact_person, email)
Petugas (id_petugas, user_name, password)
2. Langkah 2: Setiap entitas lemah (weak entity) L dari entitas kuat K menjadi tabel yang terdiri dari semua atribut dari L ditambah primary key dari K. Primary L menjadi kombinasi dari key L dan primary key K.
(Tidak Ada).
3. Langkah 3: Untuk setiap relasi 1:1(one to one) antara entitas S dan T buatlah masing-masing tabel dengan masing-masing atribut semua, tetapi di salah satu tabel jadikan primary key dari tabel yang lain sebagai foreign key nya. (Tidak Ada)
4. Langkah 4: Untuk setiap relasi 1:n (one to many): tambah di entitas yang sisi “n” primary key dari entitas yang sisi “1” sebagai foreign key.
Buku (kode_buku, judul, pengarang, stock, penerbit, tahun_terbit, status_buku, kode_rak*, id_pengarang*, id_penerbit)
5. Langkah 5: Untuk setiap relasi n:m akan tercipta satu tabel baru yang disebut intermediet tabel dengan primary key di masing-masing sisi many menjadi foreign key pada tabel tersebut.
xxvi
Primary key dari entitas “buku” dan “anggota” menjadi foreign key pada tabel peminjam.
Peminjam (id, tanggal_pinjam, tanggal_kembali, jmlh_hari_denda, harga_denda, status_pinjam, kode_buku*, id_anggota*)
Final Mapping Database Perpustakaan:
Anggota (id_anggota, nama, nis, j_kel, alamat, kelas)
Buku (kode_buku, judul, pengarang, stock, penerbit, tahun_terbit, status_buku, kode_rak*, id_pengarang*, id_penerbit*)
Rak (kode_rak, lokasi_rak)
Peminjam (id, tanggal_pinjam, tanggal_kembali, jmlh_hari_denda, harga_denda, status_pinjam, kode_buku*, id_anggota*)
Pengarang (id_pengarang, nama, alamat, contak_person, email)
Penerbit (id_penerbit, nama, alamat, contak_person, email)
Petugas (id_petugas, user_name, password)
Keterangan :
Atribut yang bergaris bawah adalah primary key
Atribut yang bertanda * adalah foreign key
4.1.4 Perancangan Basis Data
Struktur tabel terdiri dari elemen-elemen data yang berisi item data pada perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa adalah penyimpanan data yang kemudian akan ditampilkan pada web nantinya. Berikut implementasi tabel-tabel yang telah dihasilkan dari proses maping dan menghasilkan tabel di bawah ini:
xxvii 1. Tabel Admin
Tabel ini dirancang untuk menampung data admin yang terdiri dari username, password dan hak akses.
Tabel 4.1 Data Petugas
Field name Data type Size Description
Id Int 11 Id petugas
User_name Varchar 30 User name
Password Varchar 15 Password
Hak akses Varchar 30 Hak login
2. Tabel Anggota
Tabel ini dirancang untuk menampung semua data anggota perpustakaan Tabel 4.2 Data Anggota
Field name Data type Size Description
id_anggota Int 11 Nomor anggota
Nama Varchar 30 Nama anggota
Nis Int 20 Alamat
Nip Int 30 Nip Anggota
jenis_kelamin Varchar 10 Jenis kelamin
Status Varchar 30 Status
Alamat Varchar 50 Alamat
Kelas Varchar 20 Kelas
3. Tabel Buku
Tabel ini dirancang untuk menampung semua data buku diperpustakaan Tabel 4.3 Data Buku
Field name Data type Size Description
kode_buku Int 11 Nomor buku
Judul_buku Varchar 50 Judul buku
Pengarang Varchar 50 Pengarang
Penerbit Varchar 30 Penerbit
Tahun_terbit Varchar 10 Tahun terbit
Stock Varchar 10 Stock
tatus_buku Varchar 20 Status_buku
Kd_rak * Varchar 10 Kode_buku
xxviii 4. Tabel Rak
Tabel ini dirancang untuk mengetahui lokasi buku pada perpustakaan Tabel 4.4 Data Rak
Field name Data type Size Description
Kode_rak Int 11 Kode rak
Lokasi_rak Varchar 20 Lokasi rak
5. Tabel Peminjam
Tabel ini dirancang untuk menampung semua transaksi diperpustakaan Tabel 4.5 Data Peminjam
Field name Data type Size Description
Id_peminjam Int 11 Nomor peminjam
Tanggal_pinjam Date 10 Tanggal_pinjam
Tanggal_kembali Date 10 Tanggal kembali
Jlh_hari_denda Varchar 10 Jumlah hari denda
Harga_denda Int 10 Harga_denda
Status_buku Varchar 25 Status
Kode_buku * Int 11 Nomor buku
Id_anggota * Int 11 Nomor anggota
6. Tabel Pengarang
Tabel ini dirancang untuk menampung data pengarang Tabel 4.6 Data Pengarang
Field name Data type Size Description
Id_pengarang Int 11 Id
Nama Varchar 30 Nama
Alamat Varchar 50 Alamat
CP Varchar 20 Contact person
Email Varchar 20 Email
xxix 7. Tabel Penerbit
Tabel ini dirancang untuk menampung data penerbit Tabel 4.7 Data Penerbit
Field name Data type Size Description
Id_penerbit Int 11 Id
Nama Varchar 30 Nama
Alamat Varchar 50 Alamat
CP Varchar 20 Contact person
Email Varchar 20 Email
4.2 Implementasi
Secara umum pembuatan Sistem Informasi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu: bagian Public Site dan administrator site. Public Site merupakan bagian dimana terdapat halaman-halaman yang dapat diakses oleh siapa saja. Sedangkan administrator site adalah bagian operator dari pemilik sistem informasi ini yaitu operator dari Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Implementasi dari pembuatan Sistem Informasi Perpustakaan ini dapat akses melalui semua web browser seperti Mozilla Firefox, Internet Explore dan web browser lainnya.
4.2.1 Public site
Ketika shortcut Mozilla Firefox di pilih maka akan tampil :
xxx
Gambar 4.10 Tampilan halaman awal Mozilla Firefox
Gambar 4.10. Menunjukkan halaman depan dari Mozilla Firefox yang telah dipilih. Pada halaman tersebut diminta untuk memasukkan URL pada bagian address bar, dan untuk mengakses sistem informasi yang telah dirancang oleh penulis, maka masukkan alamat http://localhost/perpustakaan/ pada address bar tersebut. Maka akan tampil halaman depan dari sistem informasi Perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
xxxi
Gambar 4.11 Tampilan Halaman Depan
Dari gambar 4.11 dapat dilihat, terdapat menu-menu yang ditampilkan disana, diantaranya adalah home, data buku, profil, visi misi, sejarah, lokasi.
Tampilan gambar 4.11 diatas merupakan halaman site yang dapat diakses bagi public.
xxxii
Gambar 4.12 Tampilan Halaman Data Buku
Halaman data buku terdapat koleksi data-data buku yang tersedia pada perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa, siswa dan guru yang ingin melakukan peminjaman dapat melihat koleksi buku pada tabel diatas, dan jika koleksi buku pada tabel terlalu banyak maka untuk mempermudah anggota, sistem juga menyediakan link untuk pencarian buku.
xxxiii
Gambar 4.13 Tampilan Profil
Tampilan profil merupakan link yang menampilkan data profil sekolah dari Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Gambar 4.14 Tampilan Visi Misi
Tampilan visi misi yang terlihat seperti pada gambar 4.14 menampilkan visi misi dari Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
xxxiv 4.2.2 Administrator site
Administrator site ini merupakan site bagi pihak admin atau yang mempunyai wewenang atas website ini. Dalam administrator site menyediakan berbagai informasi yang ada dari sistem informasi perpustakaan ini, baik itu yang ditampilkan dalam Public Site maupun tidak ditampilkan pada halaman public.
Pada administrator site ini, pengguna atau administrator dari pihak perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa yang dapat melakukan pengimputan, pengeditan dan penghapusan terhadap data-data yang terdapat disana.
Untuk mengakses administrator ini, maka ketikkan http://localhost/perpustakaan/admin/ pada bagian address bar browser, maka halaman utama yang di tampilkan adalah halaman login bagi administrator untuk melakukan login.
Gambar 4.15 Halaman login Administrator
Setelah melakukan login atau memasukkan user id dan password yang hanya dimiliki oleh pihak administrator dari sistem informasi perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa ini, maka akan langsung diarahkan ke halamn index bagi admin yang telah login sebelumnnya.
xxxv
Gambar 4.16 Halaman Administrator
Pada database perpusatakaan terdapat tabel data buku yang berfungsi menampilkan data buku. Pada tabel data buku petugas dapat menginput, mengedit dan menghapus data buku.
Gambar 4.17 Tampilan Data Buku
xxxvi
Pada tabel rak terdapat kode dan lokasi rak untuk mempermudah anggota dalam pencarian letak buku.
Gambar 4.18 Tampilan Data Rak
Pada tabel peminjam berfungsi untuk melakukan transaksi peminjaman dan pengembalian buku, dalam tabel ini juga terdapat nama-nama peminjam yang melakukan peminjaman buku, apabila anggota telat mengembalikan buku maka akan ada tanda peringatan seperti gambar warning yang menujukkan bahwa anggota tersebut sudah melewati batas pengembalian buku dan wajib membayar denda kepada perpustakaan.
xxxvii
Gambar 4.19 Tampilan Data Peminjam
Pada menu tabel pengembalian buku berfungsi untuk melakukan pengembalian buku dengan cara memasukkan nomor anggota dan sistem akan mecari nomor anggota yang dimaksud untuk melakukan pengembalian buku, proses ini dilakukan oleh petugas perpustakaan.
Gambar 4.20 Tampilan Data Pengembalian
Berikut adalah tampilan menu data anggota yang menampilkan seluruh nama anggota yang terdaftar mejadi anggota pada perpustakaan, hanya anggota
xxxviii
yang telah terdaftar saja yang diperbolehkan meminjam buku. Sedangkan bagi siswa yang tidak terdaftar hanya bisa membaca koleksi buku diperpustakaan dan tidak diperbolehkan untuk melakukan peminjaman.
Gambar 4.21 Tampilan Data Anggota
Tampilan menu data pengarang menampilkan daftar data dan nama pengarang koleksi buku yang tersedia pada perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
xxxix
Gambar 4.22 Tampilan Data Pengarang
Tampilan menu data penerbit menampilkan daftar nama dan data penerbit koleksi buku yang tersedia pada perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Gambar 4.23 Tampilan Data Penerbit
xl
Tampilan menu laporan menampilkan laporan dari data transaksi yang dilakukan pada sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Gambar 4.24 Tampilan Laporan
Menu logout berfungsi untuk admin keluar dari halaman administrator, jika admin melakukan logout maka akan menampilkan halaman login seperti pada gambar 4.23 dibawah ini:
Gambar 4.24 Tampilan login admin.
xli BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembuatan sistem informasi perpustakaan Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa, maka dapat diperolah beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut:
1. Dalam pembuatan sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa ini ada beberapa tahap yang dilalui oleh penulis, diantaranya pengamatan, studi pustaka, analisa sistem, perancangan sistem, pengujian, perawatan, dan evaluasi sistem.
2. Sistem informasi perpustakaan mempunyai beberapa tabel yaitu, tabel buku, tabel anggota, tabel rak, tabel peminjam, tabel penerbit dan tabel pengarang.
3. Sistem informasi perpustakaan ini secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu public site yang merupakan site bagi pengunjung biasa, dan administrator site yang merupakan site bagi pihak administrator perpustakaan sekolah Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa.
4. Sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa ini Menghasilkan beberapa laporan yaitu: laporan data anggota, laporan data buku, laporan peminjaman, laporan data penerbit dan laporan data pengarang
5.2 Saran
Sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa ini memerlukan operator dari perpustakaan sekolah yang bisa menjalankan fungsi operator untuk sistem ini, yaitu untuk mengelola data buku,
xlii
anggota, transaksi peminjaman atau pengembalian agar tidak salah dalam menjalankan sistem informasi ini, untuk menggunakan sistem informasi ini diperlukan ketelitian dalam pengisian data-data yang ada.
Sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa masih sebatas transaksi yang dilakukan oleh petugas, diharapkan kedepannya diperluas lagi sampai dengan transaksi yang dilakukan sendiri oleh anggota yang akan melakukan transaksi.
Sistem informasi ini masih banyak kekurangan ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan penulis karena keterbatasan kemampuan. Diharapkan dengan adanya sistem informasi perpustakaan pada Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaan.
xliii
DAFTAR PUSTAKA
Abdul-Kadir. 2002. Pengenalan Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.
Abdul-Kadir. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta.
Al-Fatta, Hanif. 2007. Analisa dan Perancangan Sistem Informasi. Andi, Yogyakarta.
Fathansyah, 2007. Basis Data. Informatika, Bandung.
Jogiyanto, H.M. 2005. Sistem Teknologi Informasi Edisi II. Yogyakarta:
Penerbit ANDI
Jogyianto, HM. 2009. Analisis & Disain Sistem Informasi: Pendekatan Terstrukrur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Andi, Yogyakarta.
Kristanto, Harianto. Ir. 1994. Konsep dan Perancangan Database. Andi Offset, Yogyakarta.
Kusrini, 2007. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data. Andi, Yogyakarta.
Putranto, Erie. 2004. Membangun Web Portal dengan eNdonesia 8.3. Andi, Yogyakarta.
Ramadhan, Arif dan Hendra Saputra. 2005. Buku Latihan PHP 5 dan MySQL. Jakarta : Elex Media Komputindo
Sanjaya, R. 2006. Rekayasa Grafis dengan Menggunakan PHP. Andi, Yogyakarta.
Simarmata. J. 2006. Aplikasi Mobile Commerce Menggunakan PHP dan MySQL. Andi, Yogyakarta
Sukarno, Muhammad. 2006. Membangun website Dinamis Interaktif dengan PHP-MySQL. Eska Media, Bekasi
http://www.pemustaka.com/pengertian-tujuan-dan-peran-perpustaan/ 24 September 2013