ANALISIS EMPIRIS TEORI PURCHASING POWER PARITY DI INDONESIA
HALAMAN JUDUL
TUGAS AKHIR
Diajukan Kepada
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ilmu Ekonomi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh:
AHMAD ZULFIKRI 222017040
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA 2021
ii
.
iii
ANALISIS EMPIRIS TEORI PURCHASING POWER PARITY DI INDONESIA
LEMBAR PERSETUJUAN
Oleh:
Ahmad Zulfikri 222017040
TUGAS AKHIR
Diajukan Kepada Program Studi Ilmu Ekonomi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Disetujui oleh:
Dr. Birgitta Dian Saraswati, S.E., M.Si.
Pembimbing
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA 2021
iv
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Kertas Kerja : Analisis Empiris Teori Purchasing Power Parity di Indonesia Nama Mahasiswa : Ahmad Zulfikri
NIM : 222017040
Program Studi : Ilmu Ekonomi
Menyetujui,
Dr. Birgitta Dian Saraswati, S.E., M.Si.
Pembimbing
Mengesahkan,
Dinyatakan Lulus Ujian Tanggal 6 Desember 2021
v ABSTRACT
This study aims to see how the application of Purchasing Power Parity (PPP) theory applies in Indonesia in the period 1989-2019 and also to identify how the inflation targeting framework (ITF) monetary policy or inflation target can affect fluctuations in inflation and the rupiah exchange rate against the US dollar.
This study uses the Vector Error Correction Model (VECM) analysis method because the variables used namely inflation and exchange rates have shown a structural relationship as described in the PPP theory explanation. The data used is secondary data obtained from the websites of the World Bank and Bank Indonesia. The results of the study found that the PPP theory was proven to be valid in Indonesia in the long term from 1989 to 2019. Meanwhile, in the short term, the PPP theory did not apply or inflation had no effect on the rupiah exchange rate. In addition, the inflation target monetary policy that has been implemented by Bank Indonesia since 2005 has shown a positive effect on the rupiah exchange rate.
Where after the implementation of the ITF, the rupiah exchange rate depreciated more by 11.26 percent against the US dollar.
Keywords: Purchasing Power Parity, Vector Error Correction Model, inflation, exchange rate
vi ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaplikasian teori Purchasing Power Parity (PPP) berlaku di Indonesia pada periode 1989-2019 dan juga untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan moneter inflation targeting framework (ITF) atau target inflasi dapat berpengaruh terhadap fluktuasi inflasi dan nilai tukar rupiah atas dolar AS. Penelitian ini menggunakan metode analisis Vector Error Correction Model (VECM) karena variabel yang digunakan yaitu inflasi dan nilai tukar telah menunjukkan adanya hubungan struktural seperti yang ada pada penjelasan teori PPP. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari website World Bank dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa teori PPP terbukti berlaku di Indonesia dalam jangka panjang pada periode 1989 hingga 2019. Sedangkan dalam jangka pendek, teori PPP tidak berlaku atau inflasi tidak berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah. Di samping itu, kebijakan moneter target inflasi yang telah ditetapkan Bank Indonesia sejak 2005 menunjukkan pengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah. Di mana setelah penerapan ITF, nilai tukar rupiah lebih terdepresiasi sebesar 11,26 persen terhadap dolar AS.
Kata kunci: Purchasing Power Parity, Vector Error Correction Model, inflasi, nilai tukar
vii
KATA PENGANTAR
Proses globalisasi merupakan proses yang saat ini telah menjadikan setiap negara di dunia ini menjadi satu kesatuan global. Di bidang ekonomi, proses globalisasi mengakibatkan negara untuk saling berlomba dalam membuka dan menawarkan kerja sama dengan negara lain. Salah satu bentuk keterbukaan tersebut yaitu dapat dilihat dari aktivitas perdagangan internasional. Peristiwa krisis 1997/1998 menjadi contoh tentang bagaimana kompleksnya dinamika perdagangan internasional yang pada mulanya diawali dari anjloknya mata uang Thailand yakni baht yang kemudian merambat ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia yang pada akhirnya mengalami krisis moneter pada saat itu.
Fenomena tersebut lantas menjadi pengalaman berharga bagi Indonesia tentang bagaimana fluktuasi nilai tukar sangat berdampak pada berbagai sektor dalam perekonomian. Teori Purchasing Power Parity (PPP) merupakan salah satu teori yang mengungkapkan bahwa pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh tingkat inflasi antar dua negara yang bermitra dagang. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk melihat bagaimana pengaplikasian teori PPP apakah berlaku di Indonesia atau tidak pada periode 1989 hingga 2019 dan juga untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan moneter target inflasi dapat berpengaruh terhadap pergerakan inflasi dan nilai tukar rupiah.
Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan yang sekiranya kurang berkenan bagi pembaca. Oleh karena itu, penulis menerima segala bentuk kritik dan saran dari pembaca agar tugas akhir ini ke depannya bisa menjadi lebih baik. Dengan segala kerendahan hati, penulis berharap agar tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi para pembaca baik masyarakat maupun para pemangku kebijakan agar terlibat dalam cara yang positif untuk mengatasi permasalahan perekonomian yang ada.
Salatiga, 27 Oktober 2021
Penulis
viii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat, rahmat, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Analisis Empiris Teori Purchasing Power Parity di Indonesia”.
Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dalam program studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menyadari bahwa tanpa dukungan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak tugas akhir ini tidak akan terselesaikan. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tua dan kakak-kakak tercinta yang telah memberikan dukungan moral dan meteril sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana dengan baik
2. Ibu Roos Kities Andadari, S.E., MBA., PhD selaku dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis
3. Bapak Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S selaku ketua program studi S1 Ilmu Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana
4. Ibu Dr. Sotya Fevriera, S.Si., M.T selaku wali studi program studi S1 Ilmu Ekonomi angkatan 2017 yang telah memberikan arahan dan motivasi selama perkuliahan penulis
5. Ibu Dr. Birgitta Dian Saraswati, S.E., M.Si selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulisan tugas akhir ini
6. Teman-teman program studi S1 Ilmu Ekonomi Angkatan 2017 atas segala bentuk bantuan dan dukungannya selama perjalanan kuliah penulis
7. Teman-teman fungsionaris SMF FEB UKSW periode 2019/2020 atas segala bentuk kebaikan dan pengalaman dalam keorganisasian yang pastinya akan berguna bagi penulis di masa mendatang
8. Segenap dosen dan seluruh staf akademik Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana yang telah membantu dalam memberikan bimbingan, fasilitas, dan didikan sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dengan lancar.
Terima kasih untuk setiap bantuan maupun dukungan yang telah diberikan.
Penulis kiranya hanya bisa berdoa semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala kebaikan seluruh pihak tersebut dengan kebaikan yang berlipat ganda. Akhir kata, semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
ix DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
ABSTRACT ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
UCAPAN TERIMA KASIH ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Masalah Penelitian ... 5
1.3. Rumusan Persoalan Penelitian... 6
1.4. Tujuan Penelitian ... 6
1.5. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II ... 7
TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1. Landasan Teori ... 7
2.1.1. Teori Purchasing Power Parity ... 7
2.1.1.1. Paritas Daya Beli Absolut ... 7
2.1.1.2. Paritas Daya Beli Relatif ... 8
2.1.2. Nilai Tukar ... 8
2.1.3. Inflasi ... 11
2.2. Penelitian Terdahulu ... 12
2.3. Hubungan antar Variabel dan Perumusan Hipotesis ... 15
2.4. Model Penelitian ... 16
BAB III ... 18
METODE PENELITIAN ... 18
x
3.1. Jenis dan Sumber Data ... 18
3.2. Skala Pengukuran Konsep ... 18
3.3. Teknik Analisis Data ... 19
3.4. Tahapan Analisis ... 21
BAB IV ... 25
HASIL DAN PEMBAHASAN ... 25
4.1. Pengujian Stasioneritas Data ... 25
4.2. Pengujian Panjang Lag ... 25
4.3. Pengujian Kestabilitasan Model VAR ... 26
4.4. Pengujian Kointegrasi... 26
4.5. Estimasi Model VECM ... 27
4.6. Analisis Impulse Response Function (IRF) ... 30
4.7. Analisis Variance Decomposition (VD) ... 31
BAB V ... 33
PENUTUP ... 33
5.1. Kesimpulan ... 33
5.2. Implikasi Kebijakan ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 35
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Skala Pengukuran Konsep ... 18
Tabel 2. Hasil Uji Stasioner ... 25
Tabel 3. Hasil Uji Panjang Lag ... 26
Tabel 4. Hasil Uji Stabilitas VAR ... 26
Tabel 5. Hasil Uji Kointegrasi Johansen ... 27
Tabel 6. Hasil Estimasi VECM dalam Jangka Panjang dan Jangka Pendek ... 28
Tabel 7. Analisis Dekomposisi Variansi Nilai Tukar Rupiah ... 32
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS ... 2
Gambar 2. Model Penelitian ... 16
Gambar 3. Respon Nilai Tukar Rupiah terhadap Guncangan pada Inflasi ... 30
Gambar 4. Respon Nilai Tukar Rupiah terhadap Guncangan pada ITF ... 31