• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL KEGIATAN SEMINAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN HASIL KEGIATAN SEMINAR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL KEGIATAN SEMINAR

Seminar Nasional Harsiarnas Ke 88

“Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi”

Disusun Oleh :

Nama Dosen : Venessa Agusta Gogali S.Ikom, M.M NIDN : 0329088904

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BAHASA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

JAKARTA 2021

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Istilah tv digital marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Mungkin sebagian orang bertanya sebenarnya apa tv digital itu? apakah ada bedanya dengan tv-tv biasa. Tapi ternyata bukan tv-nya yang digital melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan yaitu sinyal digital atau siaran digital (Digital Brodcasting).

Siaran televisi digital di Indonesia sudah tidak dapat terelakkan lagi keberadaannya. Sistem penyiaran digital merupakan perkembangan yang sangat pesat di dunia penyiaran dimana terdapat peningkatan kapasitas layanan melalui efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio. Sistem penyiaran televisi digital bukan hanya mampu menyalurkan data gambar dan suara tetapi juga memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.

Mulai awal tahun 2012, Indonesia melalui Peraturan Menteri Kominfo No.

05 tahun 2012, mengadopsi standar penyiaran televisi digital terestrial Digital Video Broadcasting – Terrestrial second generation (DVB-T2) yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2007. Dalam hal ini, pemerintah berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menganggapnya sebagai suatu peluang bagi pengembangan industri penyiaran nasional ke depan. Sebelum menetapkan standar digital tersebut, pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian dan konsultasi publik dengan melibatkan para stakeholders terkait.

Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Lain halnya dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi. Singkat kata, penyiaran TV digital hanya mengenal dua status: Terima (1) atau Tidak (0). Artinya, apabila perangkat

(3)

penerima siaran digital dapat menangkap sinyal, maka program siaran akan diterima. Sebaliknya, jika sinyal tidak diterima maka gambar-suara tidak muncul.

Dengan siaran digital, kualitas gambar dan suara yang diterima pemirsa jauh lebih baik dibandingkan siaran analog, dimana tidak ada lagi gambar yang berbayang atau segala bentuk noise (bintik-bintik semut) pada monitor TV. Pada era penyiaran digital, penonton TV tidak hanya menonton program siaran tetapi juga bisa mendapat fasilitas tambahan seperti EPG (Electronic Program Guide) untuk mengetahui acara-acara yang telah dan akan ditayangkan kemudian.

Dengan siaran digital, terdapat kemampuan penyediaan layanan interaktif dimana pemirsa dapat secara langsung memberikan rating terhadap suara program siaran.

Semua negara harus telah menetapkan tahun migrasi dari siaran analog ke digital. Negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat bahkan telah mematikan siaran analog (analog switch-off) dan beralih ke siaran digital.

Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa selambat-lambatnya implementasi penyiaran digital dimulai tahun 2012 dan di tahun-tahun berikutnya di kota-kota besar yang telah bersiaran digital akan dilakukan analog switch-off. Dalam roadmap implementasi penyiaran televisi digital, Pemerintah merencanakan bahwa tahun 2018 akan dilakukan analog switch-off secara nasional. Oleh karena itu, sejak kini masyarakat dan para pelaku industri agar mempersiapkan diri untuk melakukan migrasi dari era penyiaran televisi analog menuju era penyiaran televisi digital.

1.2. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini agar mampu:

1. Guna memberikan gambaran penyiaran yang ada di Indonesia

2. Guna memberikan gambaran tentang bagaimana manfaat siaran analog menjadi siaran digital

3. Guna memberikan informasi penyiaran sebgai pendorong kebangkitan Ekonomi pasca Pandemi

(4)

BAB II

LAPORAN KEGIATAN

2.1 Bentuk Kegiatan

Nama Kegiatan ini adalah webinar “Seminar Nasional HARSIARNAS ke 88”dengan tema Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi. Kegiatan berbentuk seminar secara online menggunakan zoom meeting dan juga disiarkan melalui youtube channel . narasumber Meutya Cinta Hafid ( Ketua Komisi 1 DPR RI, Dr.

Ahmad M Romly ( Dirjen PPI Kominfo), Agung Suprio ( Ketua KPI), Rosarita Niken Widyastuti Staf Khusus Menteri Kominfo, Imam Brotoseno ( Direktur Utama TVRI), Suleman Yusuf ( direktur program LPPl RRI ) dan Syafril Nasution ketua asosiasi TV swasta dengan moderator Maya Karim, peserta menyimak dari tempat masing-masing.

Komunikasi pembicara secara online secara visual, peserta seminar bisa menggunakan fasilitas chat yang ada. Tanya jawab bisa berlangsung dengan baik dan lancar.

2.2 Tempat/Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Seminar Nasional Harsiarnas Ke 88 “Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi”

dilaksanakan pada:

Hari : S e l a s a Tanggal : 30 Maret 2021 Waktu : 09.00 - 12.00

Tempat : zoom cloud meeting

Link Webinar : https://zoom.us/j/97676488208

(5)

2.3 Hasil Kegiatan

Acara dimulai pukul 09.00-12.00, oleh moderator Maya kemudian Wakil Walikota Teguh Prakosa dalam sambutan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang dibacanya mengatakan, Pandemi Covid – 19 telah mengubah tatanan kehidupan yang berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Media penyiaran memiliki tugas penting menyebarkan informasi untuk masyarakat.

Khususnya pesan positif dalam percepatan ekonomi.

“Kemajuan penyiaran diharapkan memberikan manfaat khususnya dalam percepatan ekonomi. Jika semua melakukan apresiasi pada lembaga penyiaran maka akan jadi mitra yg baik dalam kerangka percepatan pemulihan ekonomi,”

jelasnya. Sementara Ketua KPI Pusat, Agung Suprio mengatakan, sejarah Hasiarnas berawal dari Kota Surakarta. Pada Waktu Jokowi masih Wali Kota Surakarta, beliau memberikan setumpuk dokumen pada Presiden Susilo BY saat itu dan berharap agar 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional. Sosok di balik Jokowi saat itu yg berikan dokumen arsip historis dan artefak. adalah Hari Wiryawan.

Setelah Jokowi jadi presiden, KPI berkirim surat pada pada Presiden Dijawab dengan Kepres dengan bersejarah bahwa 1 april sebagai Hari Penyiaran Nasional. “Kami berterimakasih pada Presiden Jokowi yg mendatangani Keputusan Presiden.“Tema yg kami ambil adalah saat yg tepat saat mengalami stagnan ekonomi pada Pandemi covid 19. Kami berharap setelah pemberian vaksin selesai oleh pemerintah maka akan terjadi kebangkitan ekonomi,”

terangnya.

Sementara Ketua DPR RI, Puan maharani yang membuka kegiatan Seminar secara daring mengharapkan Medium penyiaran harus bisa berevolusi agar diandalkan masyarakat menjadi penyebar informasi, memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Di tengah banjir informasi lembaga

(6)

penyiaran harus bisa menjadi pengontrol hoax, disinformasi dengan informasi yg kredibel dengan kaidah jurnalistik, standar dan perilaku program siaran,” katanya.

Menurutnya, sub sektor komunikasi dan informasi khususnya Industri penyiaran dalam multi plier effect yang diberikan, mengungkit berbagai potensi keunggulan ekonomi daerah. Media penyiaran dapat membangkitkan semangat gotong royong.

Diketahui narasumber Niken Widyastuti menyampaikan peran Pemerintah Pusat dalam percepatan transformasi digital penyiaran dari analog ke sistem digital. Diharapkan 2 Nopember 2022, masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati siaran televisi digital.Direktur TVRI, Imam Brotoseno mengungkapkan, manfaat perpindahan atau switch off dari siaran analog menjadi digital bagi stasiun penyiaraan cukup dengan transmisi tunggal namun mengandung berbagai konten dan adanya efisiensi serta biaya operasional siaran yang relatif murah. Terbuka kemungkinan memperoleh efisiensi infrastruktur.“Nah, bagi pemirsa, kualitas gambar dan tampilan jernih dan suara jelas. Dan dimungkinkan untuk memperoleh pilihan program siaran yang lebih banyak. Hal ini mendukung dalam diseminasi atau penyebaran informasi yang layaktayang atau berisi konten positif bagai khalayak umum,” ungkapnya.

Bagi negara, siaran televisi yang sudah digital membawa digital devident dan penggunaan spektrum frekuensi radio akan menjadi lebih efisien. Sementara bagi masyarakat adalah terbukanya peluang bisnis untuk UMKM, membangun Rapat Koordinasi Program Kerja Masjid Agung Surakarta Tahun 2022 Didukung APBD Kota Surakarta anak dalam content creation dan Bagi industri perangkat:

penyiaran digital ini akan memberi kesempatan bagi industri nasional untuk memproduksi set to box.“Secara umum, penyiaran analog tidak menghasilkan kualitas gambar dan suara yang memadai di pesawat televisi. Sedangkan penyiaran digital membantu kualitas penerimaan sinyal gambar dan suara di televisi agar sesuai dengan sinyal asalnya,” tutur Imam. Sementara Suleman Yusuf mengungkapkan kesiapan RRI dalam mendukung siaran radio berbasis frekuensi digital serta Syafril Nasution menyatakan kesiapan stasiun televisi

(7)

swasta dalam digitalisasi siaran dengan menyajikan konten yang sehat dan tidak menjurus SARA

(8)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Ketua Panitia Hari Penyiaran Nasional, Hardly Stefano Fanelon mengatakan Napak Tilas hari penyiaran Nasional di Kota Solo ini ditujukan agar di tengah perkembangan industri penyiaran senantiasa mengingat semangat awal dari penyiaran itu sendiri. Dengan acara webinar ini diharapkan dunia penyiaran senantiasa memproduksi konten-konten yang baik dan berkualitas sesuai dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga semakin banyak saluran televisi dan terjadi persaingan serta kompetisi konten. KPI berharap persaingan dan kompetisi konten bisa menghasilkan siaran yang baik dan berkualitas.

3.2 Saran

1. Dengan kegiatan seperti ini memang sangat membantu para dosen dan juga masayararakat tetang informasi mengenai Siaran digital

2. Para dosen di bidangnya bisa melaksanakan seminar dengan cara seperti ini sehingga bisa mengikuti dengan mudah

Lampiran 1. Foto kegiatan

(9)
(10)

Venessa Agusta Gogali

Referensi

Dokumen terkait

Untuk meningkatkan aktifitas kelompok tani Saluyu dan usahanya, program yang telah gulirkan oleh pemerintah (SL-FTT) dapat aplikasi dengan baik. Stakeholder yang perlu

Dalam rangka menjamin pasien memperoleh pelayanan asuhan keperawatan berkualitas, maka perawat sebagai pemberi pelayanan harus bermutu, kompeten, etis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: manajemen program MGMP dalam peningkatan profesionalisme guru fikih, meliputi: (1) pelaksanaan program MGMP dalam peningkatan

Apabila dilihat dari faktor mengerti, data penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (peserta didik) menyatakan bahwa materi statistika dalam kehidupan

Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Program Studi: Teknik Fisika dan Teknik

Idiopatik trombositopenia purpura sendiri ditegakkan bila ditemukan antara lain adanya purpura pada kulit, uji tourniquete positif, jumlah trombosit kurang ditemukan antara lain

Dari proses sakarifikasi, yang paling maksimum menghasilkan gula reduksi adalah konsentrasi substrat tepung onggok 10% pada hari ke-3.. Dengan konsentrasi substrat, jumlah spora

Selain dari plastik, benda dapat terbuat dari bahan lain, misalnya kayu, kaca, kertas, tanah liat, dan logam1. Untuk membuat benda-benda apa bahan