• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI LESSON 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MANAJEMEN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI LESSON 2"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN INDUSTRI

TEKNOLOGI INFORMASI

(2)

Strategi diimplementasikan melalui berbagai proyek Masing-masing proyek harus memiliki hubungan

yang jelas dengan strategi organisasi

Strategi Organisasi dan Pemilihan Proyek

2

(3)

Pertanyaan yang Muncul karena Proyek Tak Jelas

3

 Darimana proyek ini berasal?

 Apakah saya sebaiknya berhenti mengerjakan proyek ini dan memulai proyek baru?

 Mengapa kami mengerjakan proyek ini?

 Bagaimana proyek ini bisa menjadi prioritas pertama?

 Dimana kami mendapatkan sumber daya untuk

mengerjakan proyek ini?

(4)

Strategi Organisasi dan Pemilihan Proyek

4

Setiap proyek seharusnya menyumbangkan nilai bagi rencana strategis perusahaan, yang dirancang untuk kebutuhan di masa mendatang dari para pelanggan mereka

Tugas manajemen puncak dan madya  menciptakan, memelihara, dan memastikan hubungan yang kuat antara rencana strategis dan proyek

Agar perusahaan dapat memastikan hubungan dan

kesesuaian tersebut, proyek harus diintegrasikan dengan rencana strategis  menganggap eksistensi rencana

strategis dan sebuah proses untuk memprioritaskan proyek

berdasarkan kontribusinya terhadap rencana strategis

(5)

Strategi Organisasi dan Pemilihan Proyek

5

 Banyak organisasi tidak mengembangkan sebuah proses yang secara jelas menghubungkan pemilihan proyek dengan rencana strategis sehingga

penggunaan sumber daya organisasi menjadi

sangat menyedihkan—orang, uang, peralatan, dan berbagai kompetensi inti

 Organisasi yang punya hubungan koheren antara

proyek dengan strategi memiliki kerja sama yang

lebih baik, kinerja yang lebih baik pada proyek

yang dikerjakan, dan punya lebih sedikit proyek

(6)

Pemikiran lama vs Pemikiran baru

 Manajemen proyek

dikerjakan semata-mata dengan perencanaan dan eksekusi proyek

 Strategi dianggap menjadi tanggung jawab manajemen senior

Manajemen proyek adalah poin paling penting dari strategi dan operasi

Peran tradisional manajer proyek diperluas dari operasional ke perspektif yang lebih luas

Manajer proyek akan fokus pada aspek-aspek bisnis, dan peran mereka akan meluas, dari membuat pekerjaan dilakukan menjadi mencapai hasil-hasil bisnis dan memenangkan pasar

6

Pemikiran lama Pemikiran baru

(7)

Alasan Manajer Proyek perlu Memahami Strategi

7

Agar manajer proyek dapat membuat keputusan serta penyesuaian secara tepat

Agar manajer proyek dapat menjadi penasehat proyek yang efektif

Manajer proyek harus mampu menunjukkan kepada manajemen senior bagaimana proyek mereka memberikan kontribusi

terhadap misi perusahaan  Proteksi dan dukungan yang terus- menerus dapat diperolej dengan cara menyesuaikan proyek dengan sasaran perusahaan

Manajer proyek juga perlu mampu menjelaskan kepada anggota

tim dan stakeholder lain mengapa sasaran dan prioritas tertentu

dari proyek adalah kritis  agar dapat terlibat dalam

(8)

Dampak manajer proyek tidak memahami peran proyek untuk mencapai strategi

8

Fokus pada masalah atau solusi yang secara strategis punya prioritas rendah

Fokus pada pelanggan saat itu ketimbang pada pasar keseluruhan dan rantai nilai

Terlalu menekankan teknologi, akibatnya adalah proyek yang mengejar teknologi canggih yang tidak cocok dengan strategi atau kebutuhan pelanggan

Berusaha memecahkan setiap masalah pelanggan dengan sebuah produk atau jasa ketimbang fokus pada

penyelesaian masalah berbasis Hukum Pareto (20:80)

Terus-menerus mengusahakan kesempurnaan yang tidak

menjadi perhatian siapa pun kecuali tim proyek

(9)

Project Portfolio Management

9

(10)

Project Portfolio Management

10

 The centralized management of processes, methods,

and technologies used by project managers and project management offices (PMOs) to analyze and collectively manage a group of current or proposed projects based on numerous key characteristics.

 The objectives of PPM are to determine the optimal resource mix for delivery and to schedule activities to best achieve an organization’s operational and

financial goals ― while honoring constraints imposed by

customers, strategic objectives, or external real-world

factors.

(11)

Key Players and Responsibilities

11

Business Unit/Sponsor

Project Manager Project Portfolio Manager

Executive Team

Any organizational component that requests or

consumes a portion of the budget for the purpose of

conducting projects.

Individual with overall

responsibility for successful planning and execution of a project.

Manager with

responsibility for the project portfolio.

Usually supported by a team.

Team may be composed of directors of the business areas.

Select corporate

officers who guide

and provide inputs

to the PPM process.

(12)

Key Players and Responsibilities

12

Business Unit/Sponsor

Project Manager Project Portfolio Manager

Executive Team

Each business unit Identifies projects, assists project managers in

constructing business cases for justifying projects, and

champions its

projects and project portfolio.

The business unit is responsible for providing quality

Project managers work closely with business

units/sponsors to provide good data for the portfolio management process.

Project managers are responsible for ensuring that

approved projects perform according

The project portfolio manager establishes the rules, and

procedures for making portfolio decisions.

The portfolio

manager analyses projects and

portfolios proposed by business units and recommends the overall project

The executive team provides policy inputs for the process, including weights for trading off different types of project benefits.

The team sets

targets, approves

the budget and

project portfolios,

and ensures that

portfolio decisions

(13)

Perlunya sistem manajemen portofolio proyek yang efektif

13

 Masalah yang timbul karena adanya implementasi proyek tanpa sebuah sistem prioritas yang kuat

yang terkait dengan strategi:

 Kesenjangan implementasi

 Politik organisasi

 Konflik sumber daya dan multitasking

(14)

Keuntungan Manajemen Portofolio Proyek

14

Membangun disiplin ke dalam proses pemilihan proyek

Menghubungkan pemilihan proyek dengan matrik strategis

Memprioritaskan usulan/proposal proyek berdasarkan sekumpulan kriteria yang umum ketimbang berdasarkan emosi atau politik

Mengalokasikan sumber daya pada proyek yang selaras dengan arah strategis

Menyeimbangkan resiko di semua proyek

Membenarkan menghapus proyek yang tidak mendukung strategi organisasi

Meningkatkan komunikasi dan mendukung kesepakatan

terhadap tujuan proyek

(15)

Sistem manajemen portofolio

15

 Manajemen portofolio memastikan bahwa proyek sesuai dengan tujuan strategis dan diprioritaskan dengan tepat

 Manajemen portofolio menyediakan informasi untuk membuat keputusan bisnis secara lebih baik

 Perancangan sistem portofolio proyek meliputi:

 Klasifikasi proyek

 Kriteria pemilihan yang tergantung pada klasifikasi

 Sumber proposal

 Evaluasi proposal

 Mengelola portofolio proyek

(16)

Klasifikasi Proyek

16

Proyek Pemenuhan (compliance) dan Keadaan Darurat (harus dilakukan)

Proyek pemenuhan (compliance) umumnya adalah proyek-proyek yang perlu memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi di suatu wilayah sehingga harus dilakukan

Proyek keadaan darurat harus memenuhi kriteria

Proyek pemenuhan dan proyek keadaan darurat biasanya mendapat penalti bila tidak dilakukan

Proyek operasional

Proyek yang diperlukan untuk mendukung operasi yang sedang berjalan;

dirancang untuk meningkatkan efisiensi sistem penyerahan, mengurangi biaya produk, dan meningkatkan kinerja

Proyek strategis

Proyek yang secara langsung mendukung misi jangka panjang organisasi

Diarahkan langsung untuk meningkatkan pendapatan atau pangsa pasar

(17)

Klasifikasi Proyek

17

 Semua proyek yang berada dalam kategori

“harus” mengabaikan kriteria pemilihan lainnya

 Aturan utama untuk menempatkan sebuah proyek yang diusulkan masuk dalam kategori “harus”

adalah 99% stakeholder organisasi menyetujui

bahwa proyek harus diimplementasikan; tidak ada pilihan selain mengimplementasikan proyek

 Semua proyek yang lain dipilih dengan

menggunakan kriteria pemilihan dihubungkan

dengan strategi organisasi

(18)

Kriteria Pemilihan

18

 Kriteria Pemilihan secara umum dibedakan menjadi dua:

 kriteria finansial

 Payback

 net present value (NPV)

 kriteria nonfinansial

(19)

Kriteria Pemilihan

19

 Payback

 Model payback mengukur waktu yang diperlukan untuk memulihkan investasi proyek, lebih pendek lebih

diinginkan

 Digunakan untuk menghapus proyek khusus yang penuh resiko

 Mengabaikan nilai waktu dari uang, mengasumsikan penerimaan kas untuk periode investasi, dan tidak mempertimbangkan profitabilitas

proyek biaya

estimasi

(20)

Contoh Payback

20

(21)

Kriteria Pemilihan

21

 NPV

 Menggunakan tingkat pengembalian minimum yang

diinginkan untuk menghitung nilai saat ini dari semua kas bersih

 Rumus:

 Dengan:

I

0

= investasi awal (karena pengeluaran, maka nilainya negatif)

F

t

= aliran kas bersih untuk periode t

k = tingkat pengembalian yang diharuskan

 

  

n

t

t t

k I F

1

0 1

Proyek

NPV

(22)

Contoh NPV

22

(23)

Kriteria Pemilihan

23

Kriteria Nonfinansial  bertahan hidup dalam jangka panjang adalah tergantung pada pengembangan dan pemeliharaan kompetensi inti

Untuk menangkap pangsa pasar yang lebih besar

Untuk membuat pesaing sulit memasuki pasar

Untuk mengembangkan sebuah produk enabler, yang pengenalannya akan meningkatkan penjualan produk-produk yang lebih profitable

Untuk mengembangkan teknologi inti yang akan digunakan dalam produk generasi berikutnya

Untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok yang tidak dapat dipercaya

Untuk mencegah intervensi dan regulasi pemerintah

Kriteria intangible  untuk mengembalikan citra perusahaan, untuk

meningkatkan pengenalan merek

(24)

Kriteria Pemilihan

24

 Karena tidak ada kriteria tunggal yang dapat mencerminkan signifikansi strategis, manajemen

portofolio memerlukan model penyaringan dengan banyak kriteria

 Model skoring terbobot

 Menggunakan beberapa kriteria pemilihan untuk mengevaluasi usulan proyek

 Membobot kriteria individual sehingga proyek yang

memberikan kontribusi pada sasaran strategis yang paling utama akan lebih dipertimbangkan/diperhatikan

 Memasukkan kriteria kuantitatif dan kualitatif

 Setiap kriteria diberi bobot dan skor  dikalikan untuk

mendapatkan total skor terbobot

(25)

Contoh Model Skoring Terbobot

25

Kriteria Tetap dalam kompetensi inti Kesesuaian strategis Urgensi 25% dari penjualan produk baru Mengurangi cacat sampai kurang dari 1% Meningkatkan loyalitas pelanggan ROI 18% plus Bobot total

Bobot 2 3 2 2,5 1 1 3

Proyek 1 1 8 2 6 0 6 5 66

Proyek 2 3 3 2 0 0 5 1 27

Proyek 3 9 5 2 0 2 2 5 56

Proyek 4 3 0 10 0 0 6 0 32

Proyek 5 1 10 5 10 0 8 9 102

Proyek 6 6 5 0 2 0 2 7 55

(26)

Contoh Model Skoring Terbobot

26

 Proyek 5 mendapat nilai paling tinggi

 Proyek 2 mendapat nilai paling rendah

 Jika sumber data menciptakan “cutoff treshold” 50

poin, maka tim prioritas akan membuang proyek 2

dan proyek 4

(27)

Menerapkan Model Pemilihan

27

Klasifikasi Proyek

Proyek yang berbeda (strategis dan operasional) tidak perlu punya kriteria yang sama persis

Kriteria yang paling penting untuk pemilihan adalah kesesuaian proyek dengan strategi organisasi  konsisten di semua jenis proyek dan mendapat prioritas relatif lebih tinggi dibanding kriteria lainnya

Keseragaman di semua model prioritas yang digunakan dapat mencegah perusahaan untuk tidak berlebihan menggunakan sumber daya organisasi

Siapa pun yang membuat usulan proyek perlu mengelompokkan

proposal berdasarkan jenis sehingga kriteria yang sesuai dapat

(28)

Menerapkan Model Pemilihan

28

Memilih model

Peralihan berdasarkan kriteria finansial menjadi multi kriteria

Manajemen senior berniat mengidentifikasi bauran potensial dari

banyak proyek yang akan memungkinkan penggunaan terbaik sumber daya manusia dan modal untuk mengembalikan investasi dalam jangka panjang

Model skoring terbobot membawa proyek semakin dekat dengan tujuan-tujuan strategis

Disiplin dan kredibilitas perlu dilibatkan dalam pemilihan proyek

Jumlah proyek yang menghabiskan banyak sumber daya dapt dikurangi

Proyek politik dan “sacred cow” diekspos

Tujuan proyek lebih mudah dikenali dan dikomunikasikan dengan

menggunakan kriteria pemilihan sebagai bukti-bukti yang menguatkan

Membantu manajer proyek memahami bagaimana proyek tersebut dipilih,

bagaimana proyek tersebut memberikan kontribusi bagi tujuan organisasi,

dan bagaimana proyek tersebut dibandingkan dengan proyek lain

(29)

Meranking Proposal dan Memilih Proyek

29

(30)

Meranking Proposal dan Memilih Proyek: contoh format evaluasi

30

(31)

Tanggung jawab untuk menentukan prioritas

31

 Melibatkan disiplin, akuntabilitas, tanggung jawab, batasan, berkurangnya fleksibilitas, dan hilangnya kekuasaan

 Dapat menjadikan hal yang tidak menyenangkan bagi para manajer

 Komitmen manajemen puncak tidak lebih dari sekadar memberi restu kepada sistem prioritas

 Manajemen harus meranking dan membobot

berbagai sasaran dan strategi yang mereka yakini

paling kritis bagi organisasi

(32)

Organization: Structure and Culture

32

(33)

Project Management Structures

33

 Challenges to Organizing Projects

 The uniqueness and short duration of projects relative to ongoing longer-term organizational activities

 The multidisciplinary and cross-functional nature of

projects creates authority and responsibility dilemmas.

 Choosing an Appropriate Project Management Structure

 The best system balances the needs of the project with

the needs of the organization.

(34)

Main Choices

34

 Functional Organization

 Dedicated Project Team

 Matrix

(35)

Project Management Structures

35

 Organizing Projects: Functional organization

 Different segments of the project are delegated to respective functional units.

 Coordination is maintained through normal management channels.

 Used when the interest of one functional area

dominates the project or one functional area has a

dominant interest in the project’s success.

(36)

Functional Organizations

36

(37)

Functional Organization of Projects

 No Structural Change

 Flexibility

 In-Depth Expertise

 Easy Post-Project Transition

 Lack of Focus

 Poor Integration

 Slow

 Lack of Ownership

37

Advantages Disadvantages

(38)

Project Management Structures

38

 Organizing Projects: Dedicated Teams

 Teams operate as separate units under the leadership of a full-time project manager.

 In a projectized organization where projects are the

dominant form of business, functional departments are

responsible for providing support for its teams.

(39)

Dedicated Project Team

39

(40)

Project Organizational Structure

40

(41)

Project Organization: Dedicated Team

 Simple

 Fast

 Cohesive

 Cross-Functional Integration

 Expensive

 Internal Strife

 Limited Technological Expertise

 Difficult Post-Project Transition

41

Advantages Disadvantages

(42)

Project Management Structures

42

 Organizing Projects: Matrix Structure

 Hybrid organizational structure (matrix) is overlaid on the normal functional structure.

 Two chains of command (functional and project)

 Project participants report simultaneously to both functional and project managers.

 Matrix structure optimizes the use of resources.

 Allows for participation on multiple projects while performing normal functional duties

 Achieves a greater integration of expertise and project

requirements

(43)

Matrix Organization Structure

43

(44)

Division of Project Manager and Functional

Manager Responsibilities in a Matrix Structure

44

Project Manager Negotiated Issues Functional Manager What has to be done? Who will do the task? How will it be done?

When should the task be done?

Where will the task be

done? How will the project

involvement impact normal functional activities?

How much money is

available to do the task?

Why will the task be done?

How well has the functional input been integrated?

How well has the total project been done?

Is the task satisfactorily

completed?

(45)

Different Matrix Forms

45

 Functional (also Weak or Lightweight) Form

 Balance (or Middleweight) Form

 Strong (Heavyweight) Form

(46)

Project Organization: Matrix Form

 Efficient

 Strong Project Focus

 Easier Post-Project Transition

 Flexible

 Dysfunctional Conflict

 Infighting

 Stressful

 Slow

46

Advantages Disadvantages

(47)

Rated Effectiveness of Different Project Structures by Type of Project

47

(48)

Choosing the Appropriate Project Management Structure

48

 Organization (Form) Considerations

 How important is the project to the firm’s success?

 What percentage of core work involves projects?

 What level of resources (human and physical) are

available?

(49)

Choosing the Appropriate Project Management Structure

49

 Project Considerations

 Size of project

 Strategic importance

 Novelty and need for innovation

 Need for integration (number of departments involved)

 Environmental complexity (number of external interfaces)

 Budget and time constraints

 Stability of resource requirements

(50)

Organizational Culture

50

 Organizational Culture Defined

 A system of shared norms, beliefs, values, and assumptions which bind people together, thereby creating shared meanings

 The “personality” of the organization that sets it apart from other organizations.

 Provides a sense of identify to its members

 Helps legitimize the management system of the organization

 Clarifies and reinforces standards of behavior

(51)

Key Dimensions Defining an Organization’s Culture

51

(52)

Cultural Dimensions of an Organization Supportive of Project Management

52

(53)

End of This Chapter

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk penyempurnaan bentuk Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, perlu ditetapkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Bentuk Peraturan Daerah

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 19 orang responden yang memiliki sikap positif yang melaksanakan tindakan triage berdasarkan prioritas yang sesuai

Tujuan kegiatan ini yakni tersedianya data sumberdaya zirkon, pasirkuarsa, dan kaolin yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah,

Pada perlakuan L4 konsumsi ayam menurun karena dipengaruhi oleh suhu lingkungan terlalu tinggi maka ayam broiler akan mengurangi jumlah pakan yang dikonsumsi,

Dengan dasar tersebut penggunaan teknologi Web Rich Application (RIA) yang kini telah menjadi salah satu platform yang memiliki banyak keuntungan akan sangat tepat

Sebuah mitos, secara individual, selalu dikisahkan dalam suatu waktu: ia menunjuk pada kejadian-kejadian yang dipercaya begitu saja pernah terjadi di waktu

Struktur kitosan, ditunjukkan pada Gambar 2-5 merupakan polisakarida yang mengandung lebih dari 5000 unit glukosamin dan asetilglukosamin.. Kitosan memiliki berat molekul lebih