3 BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pakan
Pakan ialah makanan/asupan (semua bahan pakan) yang diberikan kepada hewan ternak atau peliharaan.zat yang penting dalam pakan ialah protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin yang seimbang.. Pakan merupakan komoditas yang sangat penting untuk ternak. Zat dan nutrisi yang terdapat dalam pakan dimanfaatkan oleh lemak untuk memenuhi kebutuhan pokok dan produksi ternak sendiri. Pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh hewan ternak tersebut, bahan pakan merupakan bahan makanan yang terdiri dari bahan kering dan air yang harus diberikan kepada ternak.
2.2 Formulasi Bahan Pakan
Formulasi pakani yang dibuat oleh Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan Vol.3,No.2, 2017, berdasarkan kandungani protein yang diibuthukan oleh masing- masing fase hidup ayam adalah sebagai berikut:
Tingkat (level) penggunaan masing-masing bahan pakan adalah; jagungi 43%±8,13, dedak 22%±3,93, konsentrat (KLK) 33%±4,83. Bahan baku tersebut jika mengacu pada komposisi bahan pakan pada kandungan protein yang didapat sebesar 17,21%±1,23). Kandungan protein tersebut sudah mencukupi kebutuhan protein bagi ayam ras petelur yang sedang bertelur dan sesuai dengan SNI berkisar 15 – 18%.
Kandungan lemak kasar dan serat kasar yang terknadung dalam komposisi bahan pakan didapat sebesar 4,03 %±0,2 dan 6.29%±0.46. Kandungan tersebut masih berkisar yang
diacukan Standar Nasional Indonesia sebesar 2.5 – 7.0% lemak kasar maksimal 7.0%
serat kasar. Kandungan Ca dan P campuran pakan yang diterapkan didapat sebesar 3.61% ± 0.53 dan 0.51% ± 0.03. Kandungan Ca dan P tersebut sudah memenuhi kebutuhan bagi ayam ras petelur yang sedang bertelur dan sesuai dengan SNI berkisar 3,25 - 4,0 % Ca dan 0,6 - 0,9 % P.ii
2.3 Mesin Mixer
Salah satu dari macam-macam jenis mesin yang dipakai untuk mencampur berbagai jenis material disebut Mesin mixer , penggunaannnya di bidang industri maupun penelitian. Proses pencampur dua atau lebih material sangat berpengaruh oleh beberapa parameter proses seperti kecepatan pengadukan, komposisi maupun temperatur. Kualitas pencampuran jika menggunakan metode yang lama ditakar karakteriistik fisis campuran seperti densiitas, berat rata-rata partikel dan ukuran masiing-masing komponen namun beberapa persamaan. untuk mengukur seberapa acak campuran dapat digunakan Poole, Taylor dan Wall
Mixer ialah salah satu alat pencampur dalam sistem emulsi sehingga menghasilkan suatu dispersisi yang seragam atau homogen. Terdapat dua jenis mixer yang berdasarkan jumlah propeller-nya (turbin), yaitu mixer dengan satu propeller dan mixer dengan dua proeiller. Mixer yang biasanya dipakai untuk cairan dengan viskoistas rendah ialah Mixer dengan satu propelller. Sedangkan mixer dengan dua propiller umumnya dipakai pada cairan dengan viskositasi tinggi. Hal ini dikarenkan satu propeller tidak bisa mensirkualsiikan keseluruhan massa dari bahan pencampur (emulsi), sementara itu ketinggi emulsi heterogen dari waktu ke waktu.
2.4 Jenis – Jenis Mesin Mixer
2.4.1 Planetary Mixer
Gambar 2.1 Mixer Planetary
Alat pencampuran bahan viskous ialah Mixer Planetary , dibandingkan dengan pencampuran pada bahan cair, proses pencampuran bahan yang viscous memerlukan tenaga yang lebih banyak. Mixer Planetary terdiri dari wadah atau bejana yang sifatnya stasioner sedangkan pengaduk yang dipakai mempunyai gerakan melingkar sehingga ketika berputar, pengaduk secara berulang mencangkup seluruh bagian pada bejana.
Pada saat proses pencampuran berlangsung ruang pencampuran berada dalam keadaan tertutup. Hal itu diperkirakan agar bahan yang sedang dicampur tidak sampai luber keluar karena perputaran dari pengaduk.
2.4.2 Ribbon Blender
Gambar 2.2 Blender Ribbon
Salah satu alat pencampur dalam sistem emulsi sehingga menciptakan suatu dispersi/adonan yang seragam atau homogen ialah Ribbon Blender. Sumber tenaga pada Ribbon Blender dipergunakan sebagai penggerak dalam proses pengadukan. Tenaga dari motor penggerak untuk pengaduk ditransmisiikan secara langsung dengan menggunakan besi. Pengaduk itu sendiri bertugas untuk mengalirkan bahan dalam alat pengaduk yang bergerak dan wadah yang diam. Pengaduk juga berfungsi untuk mengaduk slama proses untuk menghindari pengendapan. Proses pencampuran adonan dengan Ribbon Blender ditargetkan untuk memperoleh adonan yang elastis dan menghasiilkan pengembangan gluten yang diinginkan.
2.4.3. Double Cone Blender
Gambar 2.3 Blender Double Cone
Alat pencampur yang cocok untuk bahan halus dan rapuh merupakan Double cone mixer. Energi yang digunakan dalam pencampurannya kecil. Untuk spesifikasi alat
ini kapasitasnya mencapai 2 sampai 100.000 liter dan muatannya bekerja secara otomatis. Keuntungan dari double cone mixer ini ialah mudah dipakai untuk pencampuran berbahan halus, higienis dan mudah dibersihkan.
2.5 Kecepatan Pencampur
Salah satu variasi dasar dalam proses pengadukan dan pencampuran ialah kecepatan putaran pengaduk yang dipakai. Variasi kecepatan putaran pengaduk bisa memberikan gambaran mengenai pola aliran yang didapat dan daya listrik yang dibutuhkan untuk proses pencampuran dan pengadukan. Secara umum klasifikasi kecepatan putaran pengaduk dibagi tiga, yaitu : kecepatan putaran rendah, sedang dan tinggi. Variasi putaran ini akan mempengaruhi kualitas pencampuran material yang didapat. 400 rpm merupakan kecepatan rendah, 1150 rpm menengah dan kecepatan tinggi berkisar 1750 rpm.
Pengaduk berfungsi untuk menggerakkan bahan didalam bejana pengaduk yang dipakai. Alat pengaduk ini biasanya terdiri atas sumbu pengaduk dan sirip pengaduk yang ditata menjadi satu kesatuan. Alat pengaduk didesain dan dibuat sesuai dengan keperluan pengadukan. Jenis pengaduk harus disesuaikan dengan faktor berikut ini yakni: Jenis dan ukuran pengaduk, Jenis dan jumlah bahan yang dicampur, Jenis bejana pengaduk. Pemilihan alat pengaduk dari sejumlah besar alat pengaduk yang ada hanya dapat dilakukan dengan percobaan dan pengalaman.Jenisjenis pengaduk yang biasa digunakan yaitu pengaduk balingbaling (propeller), pengaduk turbin (turbine), pengaduk dayung (paddle) dan pengaduk helical ribbon.
1. Pengaduk Baling-baling
Pengaduk jenis ini dipakai pada kecepatan berkisar antara 400 hingga 1750 rpm (revolution per minute) dan dipergunakan untuk bahan berupa cairan dengan viskositas rendah. Terdapat 3 jenis pengaduk baling-baling yang sering dipakai yaitu hydrofoil propeller, Marine propeller dan high flow propeller.
Bentuk dari pengaduk tersebut bisa dilihat pada gambar 2.5 dibawah ini:
Gambar 2.5 Pengaduk Baliing-baling
2. Pengaduk Dayung (Paddle)
Pengaduk model ini digunakan pada putaran rendah diantaranya 20 hingga 200 rpm. Pengaduk jenis ini lebih baiknya tidak dipakai untuk bahan dengan viskositas tinggi seperti padatan. Terdapat beberapa jenis pengaduk dayung antara lain, paddle flat beam-basic, paddle double-motion, Paddle anchor ,paddle gate, paddle horseshoe, paddle glassed steel, paddle finger, paddle helix, dan multi helix. Bentuk salah satu dari pengaduk ini seprti yang ditunjukkan pada gambar 2.6 dibawah ini :
Gambar 2.6 Pengaduk.Dayung
3. Pengaduk Turbin
Pengaduk ini mempunyai bentuk dasar yang hampir sama dengan pengaduk dayung hanya saja pengaduk turbin memiliki daun yang lebih banyak dan pendek. Pengaduk jenis ini bias dipakai untuk bahan kering maupun basah.
Pengaduk turbin dengan daun berbentuk datar memberikan aliran yang radial.
Pengaduk turbin jenis ini baik dipergunakan untuk mendispersi gas sebab gas akan dialirkan dari bagian bawah pengadukan dan akan menuju bagian daun
pengaduk lalu terpotong-potong menjadi gelembung gas. Ada pun beberapa jenis pengaduk turbin ialah sebagai berikut:, turbine hub mounted curved blade, turbine pitched blade, turbine bar, turbine disc flat blade dan turbine shrouded.
Seperti yang ditunjukkan gambar 2.7 dibawah ini :
Gambar 2.7 Pengaduk Turbin 4. Pengaduk Helical-- Ribbon
Pengaduk model Helical- Ribbon mempunyai bentuk seperti pita (ribbon) yang dibentuk dalam sebuah bagian yang bentuknya seperti baling- baling helicopter dan ditempelkan kepusat sumbu pengaduk (helical). Pengaduk jenis ini mempunyai rpm yang rendah dan diaplikasikan untuk bahan-bahan dengan viskositas tinggi. Ada pun beberapa jenis pengaduk helical-ribbon ialah sebagai berikut: ribbon impeller, double ribbon impeller, helical screw impleller, sigma impleller, dan z-blades.
Gambar 2.8 Pengaduk Helical- Ribbon