• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN KEUANGAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PT MORPHOSA INDONESIA

LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2020

(2)

LAPORAN KEUANGAN

Neraca …...………...………. 1 - 2

Laporan Laba Rugi …...……….………. 3

Laporan Perubahan Ekuitas ………..………..……….……….. 4

Laporan Arus Kas ...….………..……….. 5

Catatan atas Laporan Keuangan …...………. 6 - 13

=== oOo ===

PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN KEUANGAN

Per 31 Desember 2020

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

DAFTAR ISI

Halaman

(3)

LAPORAN KEUANGAN

(4)
(5)
(6)
(7)

4

Saldo laba

Penyertaan yang belum Jumlah dicadangkan

Saldo 1 Januari 2019 100.000.000 4.589.139.013 4.689.139.013

Laba bersih tahun berjalan - 656.133.795 656.133.795

Saldo Per 31 Desember 2019 100.000.000 5.245.272.808 5.345.272.808

Penambahan modal saham 450.000.000 - 450.000.000

Laba bersih tahun berjalan - 2.623.410.018 2.623.410.018

Saldo Per 31 Desember 2020 550.000.000 7.868.682.826 8.418.682.826 PT MORPHOSA INDONESIA

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

(8)

5

2020 2019

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Laba setelah pajak penghasilan 2.623.410.018 656.133.795

Beban pajak penghasilan 537.634.549 353.906.383

Beban penyusutan 159.529.113 188.534.454

Beban bunga 10.610.745 22.499.623

Pendapatan bunga (15.099.413) (9.573.514)

Perubahan modal kerja:

Piutang usaha (34.619.337) (1.949.878.990)

Pajak dibayar dimuka - 5.000.000

Uang muka biaya (257.916.749) (251.720.111)

Piutang lain-lain (861.240.000) (859.921.262)

Biaya dibayar dimuka 2.769.493 (11.220.998)

Piutang karyawan (2.254.201) (2.159.181)

Utang pajak 119.312.698 81.501.642

Uang muka diterima (596.315.900) 1.813.995.900

Utang usaha 17.600.000 140.626.605

Biaya yang masih harus dibayar 179.145.613 90.644.396

Utang leasing (167.025.257) 47.749.623

Utang pemegang saham 3.182.115 - Pembayaran pajak penghasilan (537.634.549) (353.906.383)

Penerimaan bunga 15.099.413 9.573.514

Pembayaran bunga (21.623.998) (23.409.703)

Arus kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi 1.174.564.353 (51.624.207)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aset tetap (23.250.000) (325.467.250)

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (23.250.000) (325.467.250)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Modal disetor 450.000.000 -

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 450.000.000 - Kenaikan/(Penurunan) bersih kas dan kas dibank 1.601.314.353 (377.091.457) Kas dan kas dibank awal tahun 1.278.132.085 1.655.223.542 Kas dan kas dibank akhir tahun 2.879.446.438 1.278.132.085

PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN ARUS KAS

Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak teripsahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

(9)

6

1. Pernyataan kepatuhan penyusunan laporan keuangan

2. Kebijakan Akuntansi

2.1. Dasar penyusunan laporan keuangan

2.2. Mata uang pelaporan dan transaksi, dan saldo dalam mata uang asing

2.3. Kas dan kas di bank

2.4. Piutang usaha

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020

Kas dan kas di bank merupakan saldo kas dan saldo kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak dijadikan jaminan suatu pinjaman.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan adalah Rp.14.105,- dan Rp.13.901,-untuk 1 US$.

Direktur Perseroan menyatakan bahwa laporan keuangan tahun 2020 dan 2019 telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) dan telah memenuhi semua persyaratannya.

Laporan keuangan Perseroan terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Perseroan menyajikan laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas secara tersendiri.

Pada tanggal pelaporan, saldo aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.

Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba/(rugi) tahun berjalan.

Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas di bank entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Perseroan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode tidak langsung.

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perseroan menetapkan SAK-ETAP sebagai basis penyusunan laporan keuangan dan penentuan kebijakan akuntansi penting yang diterapkan untuk mengakui dan mengukur transaksi dan peristiwa yang relevan dengan Perseroan.

Laporan keuangan disusun berdasarkan basis kesinambungan usaha dan biaya historis. Laporan keuangan juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas yang disusun berdasarkan basis kas.

Pembukuan Perseroan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Sedangkan transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam Rupiah dengan kurs tunai (spot rate ) pada saat terjadinya transaksi.

Perseroan tidak membuat penyisihan piutang tidak tertagih, akan tetapi piutang akan langsung dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.

Mata uang pelaporan yang digunakan oleh entitas adalah mata uang Rupiah, sekaligus sebagai mata uang fungsional. Semua jumlah-jumlah transaksi dan saldo akun disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain.

(10)

7

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.5. Aset tetap

Jenis aset tetap Masa Manfaat Persentase

Kelompok 1 4 tahun 25%

Kelompok 2 8 tahun 12,5%

2.6. Perpajakan

2.7. Pengakuan pendapatan dan beban

2.8. Imbalan kerja

Penyusutan aset tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dengan rincian sebagai berikut:

Aset tetap disajikan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan meliputi harga beli aset tetap termasuk biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang siap digunakan serta estimasi awal biaya pembongkaran aset, biaya pemindahan aset dan biaya restorasi relokasi. Pajak-pajak yang dapat dikreditkan dan semua diskon dikurangkan dalam menentukan biaya perolehan. Penyusutan dimulai pada saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan berhenti ketika aset tetap dihapuskan. Penyusutan tidak berhenti ketika aset tetap tidak digunakan. Penyusutan diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, kecuali memenuhi syarat untuk dikapitalisasi sebagai perolehan suatu aset berdasarkan SAK ETAP.

Pendapatan Perusahaan dari jasa perencanaan merupakan subjek pajak penghasilan final 6%, sedangkan pendapatan Perusahaan dari jasa kontraktor merupakan subjek pajak penghasilan final 4%. Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar.

Pengeluaran untuk perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.

Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi.

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Undang-undang Republik Indonesia No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mewajibkan untuk membayarkan imbalan kerja kepada karyawannya pada saat berhenti bekerja dalam hal mengundurkan diri, pensiun normal, meninggal dunia dan cacat tetap. Besarnya imbalan pascakerja tersebut terutama berdasarkan lamanya masa kerja dan besarnya kompensasi karyawan pada saat penyelesaian hubungan kerja. Pada dasarnya imbalan kerja berdasarkan UU RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan.

Pendapatan diakui pada saat jasa diserahkan dengan dikirimkannya invoice kepada pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya atau saat timbulnya kewajiban atas beban tersebut (accrual basis ).

(11)

8

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.8. Imbalan kerja - lanjutan

2.9. Pinjaman

2.10. Kewajiban kontijensi

3. Kas dan kas di bank 2020 2019

Kas 170.500 9.000

Kas di Bank

PT Bank Mandiri Persero Tbk - IDR 1.883.038.061 383.071.311 PT Bank J Trust Indonesia Tbk - IDR 994.985.661 733.536.155 PT Bank CIMB Niaga Tbk - IDR 1.008.980 160.639.383 PT Bank Victoria International Tbk - IDR 243.236 876.236

Jumlah kas dan kas di bank 2.879.446.438 1.278.132.085

4. Piutang usaha 2020 2019

Terdiri dari:

PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia 697.565.000 558.052.000 PT. Bursa Efek Indonesia 557.709.900 - Job Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi 419.985.500 - PT. Jakarta Propertindo (Perseroan) 254.100.000 - PT. Investree Radhika Jaya 79.750.000 -

PT Omega Moverindo Sukses 72.000.000 72.000.000

PT Avra Indonesia - 1.424.573

PT. Telekomunikasi Indonesia - 817.549.150

PT. Berau Coal - 313.290.000

PT. Gema Graha Sarana Tbk - 165.000.000 PT Colliers International Indonesia - 110.175.340 PT. Duta Realtindo Jaya - 9.000.000

Jumlah piutang usaha 2.081.110.400 2.046.491.063

SAK-ETAP Bab 23 "lmbalan Kerja" mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas imbalan kerja.

Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, belum menerapkan SAK ETAP Bab 23 tentang Imbalan Kerja.

Biaya pinjaman diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode terjadinya. Pinjaman diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek kecuali Perseroan memiliki diskresi dan niat untuk memperpanjang sesuai persyaratan perjanjian dan akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.

Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban potensial yang belum pasti. Perseroan tidak mengakui kewajiban kontinjensi sebagai kewajiban. Kewajiban kontinjensi diungkapkan pada tanggal pelaporan, uraian dan sifat kewajiban kontinjensi jika praktis dilakukan.

(12)

9

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. Piutang usaha - lanjutan

Analisa umur piutang usaha sebagai berikut: 2020 2019

1 - 30 hari 1.122.895.400 1.241.014.490

31 - 60 hari 806.465.000 732.052.000

> 91 hari 151.750.000 73.424.573

Jumlah umur piutang usaha 2.081.110.400 2.046.491.063

5. Piutang lain-lain

6. Aset tetap

1 Januari 2020 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2020 Harga perolehan

Inventaris kantor 171.186.601 - - 171.186.601 Mesin dan peralatan kantor 314.600.545 23.250.000 - 337.850.545 Kendaraan 791.485.000 - - 791.485.000

1.277.272.146

23.250.000 - 1.300.522.146 Akumulasi penyusutan

Inventaris kantor 165.132.976 2.417.412 - 167.550.388 Mesin dan peralatan kantor 193.024.090 60.197.325 - 253.221.415 Kendaraan 155.598.646 96.914.376 - 252.513.022

513.755.712

159.529.113 - 673.284.825

Nilai buku 763.516.434 627.237.321

1 Januari 2019 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2019

Harga perolehan

Inventaris kantor 165.131.851 6.054.750 - 171.186.601 Mesin dan peralatan kantor 258.503.045 56.097.500 - 314.600.545 Kendaraan 528.170.000 263.315.000 - 791.485.000

951.804.896

325.467.250 - 1.277.272.146 Akumulasi penyusutan

Inventaris kantor 130.218.981 34.913.995 - 165.132.976 Mesin dan peralatan kantor 132.853.527 60.170.563 - 193.024.090 Kendaraan 62.148.750 93.449.896 - 155.598.646

325.221.258

188.534.454 - 513.755.712

Nilai buku 626.583.638 763.516.434

2019 2020

Merupakan piutang kepada Tuan Okky Wardhana sebesar Rp 4.366.740.000,- pada tahun 2020 dan pada tahun 2019 sebesar Rp 3.505.500.000,-.

(13)

10

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. Perpajakan

a. Utang pajak 2020 2019

Terdiri dari:

PPN 147.769.310 82.862.516

PPh Ps. 21 67.404.519 24.020.706

PPh Ps. 23 208.643 202.283

PPh Ps. 26 155.369 152.891

Jumlah utang pajak 215.537.841 107.238.396

b. Beban pajak penghasilan 2020 2019

Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut:

Pendapatan subjek PPh final 4% 12.970.928.709 7.656.569.617 Pendapatan subjek PPh final 6% 313.290.000 794.060.000

PPh final 537.634.549 353.906.383

2020 2019

3.161.044.567

1.010.040.178

Koreksi fiskal:

Penghasilan final (13.299.318.122) (8.460.203.131)

Beban sehubungan penghasilan final 10.138.273.555 7.450.162.953 Penghasilan kena pajak - -

d. Administrasi

8. Utang leasing 2020 2019

Saldo awal pinjaman 327.815.494 280.065.871

Ditambah:

Kontrak leasing tahun berjalan 196.234.000

Dikurangi:

Bagian kewajiban jangka panjang jatuh

tempo dalam satu tahun 77.640.237 167.025.257

Pembayaran 167.025.257 148.484.377

Kewajiban jangka panjang 83.150.000 160.790.237

Laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi

Tingkat suku bunga pada tahun 2020 berkisar antara 7,36% (2019: berkisar 4,99%).

Berdasarkan self-assessment system , Perseroan menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakan. Kantor Pajak berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas kewajiban perpajakan tersebut dalam kurun waktu 5 tahun setelah tanggal laporan.

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perhitungan laba (rugi) akuntansi sebelum pajak penghasilan untuk tahun 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

(14)

11

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. Utang leasing - lanjutan

9. Modal saham

Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Jumlah lembar Persentase Nilai

saham kepemilikan nominal

Tuan Okky Wardhana 495 90% 495.000.000

Tuan Fajri Febrian 55 10% 55.000.000

Jumlah 550 100% 550.000.000

Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Jumlah lembar Persentase Nilai

saham kepemilikan nominal

Tuan Okky Wardhana 90 90% 90.000.000

Tuan Fajri Febrian 10 10% 10.000.000

Jumlah 100 100% 100.000.000

10. Pendapatan

11. Beban langsung 2020 2019

Terdiri dari:

Beban furniture 2.836.399.670 3.367.536.618

Beban pembelian material 2.771.168.802 632.726.454

Beban jasa 1.547.996.705 357.816.760

Beban gaji dan upah 17.460.000 67.260.000

Beban langsung lainnya (dibawah Rp 100 juta) 2.877.000 4.556.000

Jumlah beban langsung 7.175.902.177 4.429.895.832

`

12. Beban usaha 2020 2019

Terdiri dari beban administrasi dan umum dengan rincian sebagai berikut:

Beban gaji dan tunjangan - saldo dipindahkan 2.033.498.642 2.010.926.104 Beban bunga pinjaman yang dibebankan dalam laporan laba rugi berjalan tahun 2020 dan 2019, masing-masing sebesar Rp.10.610.745,- dan Rp.22.499.623,-.

Pendapatan Perseroan sebesar Rp. 13.284.218.709,- dan Rp. 8.450.629.617,- masing-masing pada tahun 2020 dan 2019.

Merupakan modal saham biasa dengan nilai nominal Rp.1.000.000,-. Modal dasar sebanyak 550 saham pada tahun 2020 (2019: 400 saham), dimana modal dasar telah ditempatkan dan disetor penuh pada tahun 2020 sedang pada tahun 2019 sebanyak 100 saham.

Nama Pemegang Saham

Nama Pemegang Saham

(15)

12

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. Beban usaha - lanjutan 2020 2019

Beban gaji dan tunjangan - saldo pindahan 2.033.498.642 2.010.926.104

Beban pemeliharaan 169.242.025 188.845.929

Beban Penyusutan 159.529.113 188.534.454

Beban konsultan 125.471.906 117.350.705

Beban telepon, listrik, dan internet 83.089.878 87.315.465

Beban rumah tangga kantor 36.176.135 26.238.100

Beban ATK dan cetakan 31.235.036 27.304.782

Beban transportasi 15.440.000 39.244.752

Lain-lain (di bawah Rp 10 juta) 296.405.018 312.059.616

Jumlah beban usaha 2.950.087.753 2.997.819.907

13. Sumber utama ketidakpastian estimasi

Penyusutan

Pajak Penghasilan

Ketidakpastian kewajiban perpajakan

Lihat catatan 6. Aset tetap yang mengungkapkan besarnya beban dan akumulasi penyusutan.

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal.

Perseroan mengakui kewajiban atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan penghasilan badan. Lihat catatan 7 atas laporan keuangan untuk penjelasan rinci.

Dalam situasi tertentu, Perseroan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah kewajiban pajak pada saat ini, atau masa depan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak dimasa depan.

Dalam menentukan jumlah yang harus diakui, terkait dengan kewajiban pajak yang tidak pasti, Perseroan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah kewajiban yang harus diakui sesuai dengan Bab 24 SAK ETAP - "Pajak Penghasilan". Perseroan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan apakah kewajiban pajak atas beban pajak yang belum diakui harus diakui.

Perseroan mengakui beban penyusutan aset tetap berdasarkan estimasi umur manfaat berdasarkan suatu metode penyusutan sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan. Metode penyusutan ditetapkan berdasarkan ekspektasi pola pemanfaatan ekonomi aset pada masa mendatang. Pada setiap akhir tahun, Perseroan mereviu umur manfaat dan metode penyusutan untuk mendapatkan basis estimasi yang paling optimal.

Dalam menyusun laporan keuangan, Perseroan menggunakan basis estimasian dan pertimbangan untuk menentukan saldo-saldo dalam laporan keuangan. Estimasi dan pertimbangan yang digunakan tersebut terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar. Meskipun estimasi dan pertimbangan tersebut disusun berdasarkan pengetahuan terbaik Perseroan atas peristiwa dan kondisi pada saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah estimasi semula. Berikut penjelasan sifat beberapa akun yang menggunakan estimasi dan pertimbangan secara signifikan, sedangkan terkait dengan penyajian jumlah dan saldo dapat dilihat pada catatan yang relevan.

(16)

13

PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. Umum

14.1. Pendirian

14.2. Susunan dewan komisaris dan dewan direksi

Komisaris : Tuan Fajri Febrian

Direktur : Tuan Okky Wardhana

14.3. Maksud dan tujuan

Perseroan berkedudukan dan melaksanakan kegiatan usaha di Jl. Wijaya 1 No. 3C, Jakarta 12170.

15. Tanggal penyelesaian laporan keuangan

Direksi Perseroan bertanggung jawab atas penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tahun berakhir pada 31 Desember 2020 yang diselesaikan pada tanggal 19 April 2021.

PT Morphosa Indonesia (“Perseroan”) didirikan berdasarkan akta No. 06 tanggal 11 Januari 2012, dari Merryana Suryana, S.H., notaris di Jakarta. Anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor AHU-03595.AH.01.01 Tahun 2012 pada tanggal 20 Januari 2012.

Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis.

Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas arsitektur dan perancangan khusus.

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapakali perubahan, terakhir melalui akta no. 07 oleh notaris Farahdiba, SH tanggal 13 Maret 2020, perihal perubahan maksud dan tujuan Perseroan, perubahan modal dasar dan modal ditempatkan serta pemberhentian dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan akta telah didaftarkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No.AHU-0022703.AH.01.02. Tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020.

Referensi

Dokumen terkait

PT MERCK SHARP DOHME PHARMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2020 DAN 31 DESEMBER 2019 DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2020 DAN 2019 Dinyatakan dalam

KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2015 dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain). PT TRIKOMSEL OKE Tbk

30 September 2020 dan 31 Desember 2019, Serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2020 dan 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali

CATATAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN (Lanjutan) Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain). PT MITRA INVESTINDO Tbk

Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 For the years ended December 31, 2013 and 2012 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed

Tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020 dan 2019.. (Disajikan dalam Rupiah, kecuali

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Periode Berakhir pada 31 Maret 2009 dan 2008. (Dalam

DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain - Lanjutan PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY &