PT MORPHOSA INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2020
LAPORAN KEUANGAN
Neraca …...………...………. 1 - 2
Laporan Laba Rugi …...……….………. 3
Laporan Perubahan Ekuitas ………..………..……….……….. 4
Laporan Arus Kas ...….………..……….. 5
Catatan atas Laporan Keuangan …...………. 6 - 13
=== oOo ===
PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2020
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN
4
Saldo laba
Penyertaan yang belum Jumlah dicadangkan
Saldo 1 Januari 2019 100.000.000 4.589.139.013 4.689.139.013
Laba bersih tahun berjalan - 656.133.795 656.133.795
Saldo Per 31 Desember 2019 100.000.000 5.245.272.808 5.345.272.808
Penambahan modal saham 450.000.000 - 450.000.000
Laba bersih tahun berjalan - 2.623.410.018 2.623.410.018
Saldo Per 31 Desember 2020 550.000.000 7.868.682.826 8.418.682.826 PT MORPHOSA INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
2020 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba setelah pajak penghasilan 2.623.410.018 656.133.795
Beban pajak penghasilan 537.634.549 353.906.383
Beban penyusutan 159.529.113 188.534.454
Beban bunga 10.610.745 22.499.623
Pendapatan bunga (15.099.413) (9.573.514)
Perubahan modal kerja:
Piutang usaha (34.619.337) (1.949.878.990)
Pajak dibayar dimuka - 5.000.000
Uang muka biaya (257.916.749) (251.720.111)
Piutang lain-lain (861.240.000) (859.921.262)
Biaya dibayar dimuka 2.769.493 (11.220.998)
Piutang karyawan (2.254.201) (2.159.181)
Utang pajak 119.312.698 81.501.642
Uang muka diterima (596.315.900) 1.813.995.900
Utang usaha 17.600.000 140.626.605
Biaya yang masih harus dibayar 179.145.613 90.644.396
Utang leasing (167.025.257) 47.749.623
Utang pemegang saham 3.182.115 - Pembayaran pajak penghasilan (537.634.549) (353.906.383)
Penerimaan bunga 15.099.413 9.573.514
Pembayaran bunga (21.623.998) (23.409.703)
Arus kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi 1.174.564.353 (51.624.207)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (23.250.000) (325.467.250)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (23.250.000) (325.467.250)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Modal disetor 450.000.000 -
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 450.000.000 - Kenaikan/(Penurunan) bersih kas dan kas dibank 1.601.314.353 (377.091.457) Kas dan kas dibank awal tahun 1.278.132.085 1.655.223.542 Kas dan kas dibank akhir tahun 2.879.446.438 1.278.132.085
PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak teripsahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
6
1. Pernyataan kepatuhan penyusunan laporan keuangan
2. Kebijakan Akuntansi
2.1. Dasar penyusunan laporan keuangan
2.2. Mata uang pelaporan dan transaksi, dan saldo dalam mata uang asing
2.3. Kas dan kas di bank
2.4. Piutang usaha
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020
Kas dan kas di bank merupakan saldo kas dan saldo kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak dijadikan jaminan suatu pinjaman.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan adalah Rp.14.105,- dan Rp.13.901,-untuk 1 US$.
Direktur Perseroan menyatakan bahwa laporan keuangan tahun 2020 dan 2019 telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) dan telah memenuhi semua persyaratannya.
Laporan keuangan Perseroan terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Perseroan menyajikan laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas secara tersendiri.
Pada tanggal pelaporan, saldo aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba/(rugi) tahun berjalan.
Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas di bank entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Perseroan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode tidak langsung.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perseroan menetapkan SAK-ETAP sebagai basis penyusunan laporan keuangan dan penentuan kebijakan akuntansi penting yang diterapkan untuk mengakui dan mengukur transaksi dan peristiwa yang relevan dengan Perseroan.
Laporan keuangan disusun berdasarkan basis kesinambungan usaha dan biaya historis. Laporan keuangan juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas yang disusun berdasarkan basis kas.
Pembukuan Perseroan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Sedangkan transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam Rupiah dengan kurs tunai (spot rate ) pada saat terjadinya transaksi.
Perseroan tidak membuat penyisihan piutang tidak tertagih, akan tetapi piutang akan langsung dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
Mata uang pelaporan yang digunakan oleh entitas adalah mata uang Rupiah, sekaligus sebagai mata uang fungsional. Semua jumlah-jumlah transaksi dan saldo akun disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain.
7
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.5. Aset tetap
Jenis aset tetap Masa Manfaat Persentase
Kelompok 1 4 tahun 25%
Kelompok 2 8 tahun 12,5%
2.6. Perpajakan
2.7. Pengakuan pendapatan dan beban
2.8. Imbalan kerja
Penyusutan aset tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dengan rincian sebagai berikut:
Aset tetap disajikan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan meliputi harga beli aset tetap termasuk biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang siap digunakan serta estimasi awal biaya pembongkaran aset, biaya pemindahan aset dan biaya restorasi relokasi. Pajak-pajak yang dapat dikreditkan dan semua diskon dikurangkan dalam menentukan biaya perolehan. Penyusutan dimulai pada saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan berhenti ketika aset tetap dihapuskan. Penyusutan tidak berhenti ketika aset tetap tidak digunakan. Penyusutan diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, kecuali memenuhi syarat untuk dikapitalisasi sebagai perolehan suatu aset berdasarkan SAK ETAP.
Pendapatan Perusahaan dari jasa perencanaan merupakan subjek pajak penghasilan final 6%, sedangkan pendapatan Perusahaan dari jasa kontraktor merupakan subjek pajak penghasilan final 4%. Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar.
Pengeluaran untuk perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi.
Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Undang-undang Republik Indonesia No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mewajibkan untuk membayarkan imbalan kerja kepada karyawannya pada saat berhenti bekerja dalam hal mengundurkan diri, pensiun normal, meninggal dunia dan cacat tetap. Besarnya imbalan pascakerja tersebut terutama berdasarkan lamanya masa kerja dan besarnya kompensasi karyawan pada saat penyelesaian hubungan kerja. Pada dasarnya imbalan kerja berdasarkan UU RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti.
Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan.
Pendapatan diakui pada saat jasa diserahkan dengan dikirimkannya invoice kepada pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya atau saat timbulnya kewajiban atas beban tersebut (accrual basis ).
8
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.8. Imbalan kerja - lanjutan
2.9. Pinjaman
2.10. Kewajiban kontijensi
3. Kas dan kas di bank 2020 2019
Kas 170.500 9.000
Kas di Bank
PT Bank Mandiri Persero Tbk - IDR 1.883.038.061 383.071.311 PT Bank J Trust Indonesia Tbk - IDR 994.985.661 733.536.155 PT Bank CIMB Niaga Tbk - IDR 1.008.980 160.639.383 PT Bank Victoria International Tbk - IDR 243.236 876.236
Jumlah kas dan kas di bank 2.879.446.438 1.278.132.085
4. Piutang usaha 2020 2019
Terdiri dari:
PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia 697.565.000 558.052.000 PT. Bursa Efek Indonesia 557.709.900 - Job Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi 419.985.500 - PT. Jakarta Propertindo (Perseroan) 254.100.000 - PT. Investree Radhika Jaya 79.750.000 -
PT Omega Moverindo Sukses 72.000.000 72.000.000
PT Avra Indonesia - 1.424.573
PT. Telekomunikasi Indonesia - 817.549.150
PT. Berau Coal - 313.290.000
PT. Gema Graha Sarana Tbk - 165.000.000 PT Colliers International Indonesia - 110.175.340 PT. Duta Realtindo Jaya - 9.000.000
Jumlah piutang usaha 2.081.110.400 2.046.491.063
SAK-ETAP Bab 23 "lmbalan Kerja" mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas imbalan kerja.
Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, belum menerapkan SAK ETAP Bab 23 tentang Imbalan Kerja.
Biaya pinjaman diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode terjadinya. Pinjaman diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek kecuali Perseroan memiliki diskresi dan niat untuk memperpanjang sesuai persyaratan perjanjian dan akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.
Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban potensial yang belum pasti. Perseroan tidak mengakui kewajiban kontinjensi sebagai kewajiban. Kewajiban kontinjensi diungkapkan pada tanggal pelaporan, uraian dan sifat kewajiban kontinjensi jika praktis dilakukan.
9
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. Piutang usaha - lanjutan
Analisa umur piutang usaha sebagai berikut: 2020 2019
1 - 30 hari 1.122.895.400 1.241.014.490
31 - 60 hari 806.465.000 732.052.000
> 91 hari 151.750.000 73.424.573
Jumlah umur piutang usaha 2.081.110.400 2.046.491.063
5. Piutang lain-lain
6. Aset tetap
1 Januari 2020 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2020 Harga perolehan
Inventaris kantor 171.186.601 - - 171.186.601 Mesin dan peralatan kantor 314.600.545 23.250.000 - 337.850.545 Kendaraan 791.485.000 - - 791.485.000
1.277.272.146
23.250.000 - 1.300.522.146 Akumulasi penyusutan
Inventaris kantor 165.132.976 2.417.412 - 167.550.388 Mesin dan peralatan kantor 193.024.090 60.197.325 - 253.221.415 Kendaraan 155.598.646 96.914.376 - 252.513.022
513.755.712
159.529.113 - 673.284.825
Nilai buku 763.516.434 627.237.321
1 Januari 2019 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2019
Harga perolehan
Inventaris kantor 165.131.851 6.054.750 - 171.186.601 Mesin dan peralatan kantor 258.503.045 56.097.500 - 314.600.545 Kendaraan 528.170.000 263.315.000 - 791.485.000
951.804.896
325.467.250 - 1.277.272.146 Akumulasi penyusutan
Inventaris kantor 130.218.981 34.913.995 - 165.132.976 Mesin dan peralatan kantor 132.853.527 60.170.563 - 193.024.090 Kendaraan 62.148.750 93.449.896 - 155.598.646
325.221.258
188.534.454 - 513.755.712
Nilai buku 626.583.638 763.516.434
2019 2020
Merupakan piutang kepada Tuan Okky Wardhana sebesar Rp 4.366.740.000,- pada tahun 2020 dan pada tahun 2019 sebesar Rp 3.505.500.000,-.
10
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. Perpajakan
a. Utang pajak 2020 2019
Terdiri dari:
PPN 147.769.310 82.862.516
PPh Ps. 21 67.404.519 24.020.706
PPh Ps. 23 208.643 202.283
PPh Ps. 26 155.369 152.891
Jumlah utang pajak 215.537.841 107.238.396
b. Beban pajak penghasilan 2020 2019
Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut:
Pendapatan subjek PPh final 4% 12.970.928.709 7.656.569.617 Pendapatan subjek PPh final 6% 313.290.000 794.060.000
PPh final 537.634.549 353.906.383
2020 2019
3.161.044.567
1.010.040.178
Koreksi fiskal:
Penghasilan final (13.299.318.122) (8.460.203.131)
Beban sehubungan penghasilan final 10.138.273.555 7.450.162.953 Penghasilan kena pajak - -
d. Administrasi
8. Utang leasing 2020 2019
Saldo awal pinjaman 327.815.494 280.065.871
Ditambah:
Kontrak leasing tahun berjalan 196.234.000
Dikurangi:
Bagian kewajiban jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun 77.640.237 167.025.257
Pembayaran 167.025.257 148.484.377
Kewajiban jangka panjang 83.150.000 160.790.237
Laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
Tingkat suku bunga pada tahun 2020 berkisar antara 7,36% (2019: berkisar 4,99%).
Berdasarkan self-assessment system , Perseroan menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakan. Kantor Pajak berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas kewajiban perpajakan tersebut dalam kurun waktu 5 tahun setelah tanggal laporan.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perhitungan laba (rugi) akuntansi sebelum pajak penghasilan untuk tahun 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
11
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. Utang leasing - lanjutan
9. Modal saham
Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
Jumlah lembar Persentase Nilai
saham kepemilikan nominal
Tuan Okky Wardhana 495 90% 495.000.000
Tuan Fajri Febrian 55 10% 55.000.000
Jumlah 550 100% 550.000.000
Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Jumlah lembar Persentase Nilai
saham kepemilikan nominal
Tuan Okky Wardhana 90 90% 90.000.000
Tuan Fajri Febrian 10 10% 10.000.000
Jumlah 100 100% 100.000.000
10. Pendapatan
11. Beban langsung 2020 2019
Terdiri dari:
Beban furniture 2.836.399.670 3.367.536.618
Beban pembelian material 2.771.168.802 632.726.454
Beban jasa 1.547.996.705 357.816.760
Beban gaji dan upah 17.460.000 67.260.000
Beban langsung lainnya (dibawah Rp 100 juta) 2.877.000 4.556.000
Jumlah beban langsung 7.175.902.177 4.429.895.832
`
12. Beban usaha 2020 2019
Terdiri dari beban administrasi dan umum dengan rincian sebagai berikut:
Beban gaji dan tunjangan - saldo dipindahkan 2.033.498.642 2.010.926.104 Beban bunga pinjaman yang dibebankan dalam laporan laba rugi berjalan tahun 2020 dan 2019, masing-masing sebesar Rp.10.610.745,- dan Rp.22.499.623,-.
Pendapatan Perseroan sebesar Rp. 13.284.218.709,- dan Rp. 8.450.629.617,- masing-masing pada tahun 2020 dan 2019.
Merupakan modal saham biasa dengan nilai nominal Rp.1.000.000,-. Modal dasar sebanyak 550 saham pada tahun 2020 (2019: 400 saham), dimana modal dasar telah ditempatkan dan disetor penuh pada tahun 2020 sedang pada tahun 2019 sebanyak 100 saham.
Nama Pemegang Saham
Nama Pemegang Saham
12
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. Beban usaha - lanjutan 2020 2019
Beban gaji dan tunjangan - saldo pindahan 2.033.498.642 2.010.926.104
Beban pemeliharaan 169.242.025 188.845.929
Beban Penyusutan 159.529.113 188.534.454
Beban konsultan 125.471.906 117.350.705
Beban telepon, listrik, dan internet 83.089.878 87.315.465
Beban rumah tangga kantor 36.176.135 26.238.100
Beban ATK dan cetakan 31.235.036 27.304.782
Beban transportasi 15.440.000 39.244.752
Lain-lain (di bawah Rp 10 juta) 296.405.018 312.059.616
Jumlah beban usaha 2.950.087.753 2.997.819.907
13. Sumber utama ketidakpastian estimasi
Penyusutan
Pajak Penghasilan
Ketidakpastian kewajiban perpajakan
Lihat catatan 6. Aset tetap yang mengungkapkan besarnya beban dan akumulasi penyusutan.
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal.
Perseroan mengakui kewajiban atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan penghasilan badan. Lihat catatan 7 atas laporan keuangan untuk penjelasan rinci.
Dalam situasi tertentu, Perseroan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah kewajiban pajak pada saat ini, atau masa depan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak dimasa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui, terkait dengan kewajiban pajak yang tidak pasti, Perseroan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah kewajiban yang harus diakui sesuai dengan Bab 24 SAK ETAP - "Pajak Penghasilan". Perseroan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan apakah kewajiban pajak atas beban pajak yang belum diakui harus diakui.
Perseroan mengakui beban penyusutan aset tetap berdasarkan estimasi umur manfaat berdasarkan suatu metode penyusutan sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan. Metode penyusutan ditetapkan berdasarkan ekspektasi pola pemanfaatan ekonomi aset pada masa mendatang. Pada setiap akhir tahun, Perseroan mereviu umur manfaat dan metode penyusutan untuk mendapatkan basis estimasi yang paling optimal.
Dalam menyusun laporan keuangan, Perseroan menggunakan basis estimasian dan pertimbangan untuk menentukan saldo-saldo dalam laporan keuangan. Estimasi dan pertimbangan yang digunakan tersebut terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar. Meskipun estimasi dan pertimbangan tersebut disusun berdasarkan pengetahuan terbaik Perseroan atas peristiwa dan kondisi pada saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah estimasi semula. Berikut penjelasan sifat beberapa akun yang menggunakan estimasi dan pertimbangan secara signifikan, sedangkan terkait dengan penyajian jumlah dan saldo dapat dilihat pada catatan yang relevan.
13
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2020 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. Umum
14.1. Pendirian
14.2. Susunan dewan komisaris dan dewan direksi
Komisaris : Tuan Fajri Febrian
Direktur : Tuan Okky Wardhana
14.3. Maksud dan tujuan
Perseroan berkedudukan dan melaksanakan kegiatan usaha di Jl. Wijaya 1 No. 3C, Jakarta 12170.
15. Tanggal penyelesaian laporan keuangan
Direksi Perseroan bertanggung jawab atas penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tahun berakhir pada 31 Desember 2020 yang diselesaikan pada tanggal 19 April 2021.
PT Morphosa Indonesia (“Perseroan”) didirikan berdasarkan akta No. 06 tanggal 11 Januari 2012, dari Merryana Suryana, S.H., notaris di Jakarta. Anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor AHU-03595.AH.01.01 Tahun 2012 pada tanggal 20 Januari 2012.
Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis.
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas arsitektur dan perancangan khusus.
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapakali perubahan, terakhir melalui akta no. 07 oleh notaris Farahdiba, SH tanggal 13 Maret 2020, perihal perubahan maksud dan tujuan Perseroan, perubahan modal dasar dan modal ditempatkan serta pemberhentian dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan akta telah didaftarkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No.AHU-0022703.AH.01.02. Tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020.