• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAGAM TINJAUAN ASPEK PENGEMBANGAN PROFESIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RAGAM TINJAUAN ASPEK PENGEMBANGAN PROFESIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

RAGAM TINJAUAN ASPEK PENGEMBANGAN PROFESIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

Eka Abdul Hamid

STAI Sebelas April Sumedang Email: [email protected]

Asep Surya Atmaja

SMA Negeri 1 Sukaresmi Cianjur Email: [email protected]

Ishak Abdulhak

Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung Email: [email protected]

Achmad Mudrikah

Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung Email: [email protected]

Abstract

The reality in the field is that there are still many principals who do not carry out their duties and functions as educational leaders because in the process of appointment there is no transfer, the low mentality of the principal is marked by a lack of motivation and enthusiasm and lack of discipline in carrying out tasks and often arrives late and many factors Another obstacle to improving the quality of education implies low work productivity of school principals which also has implications for quality (inputs, processes, and outputs), this is inversely proportional to example. Therefore, to find out how to improve the quality of the principal's competence, more in-depth research is needed regarding the Professional Development of Educational Leadership. From this phenomenon, several research problems were formulated to find answers to the nature of the professional development of educational leadership at SMKN 1 Buahdua, how is the basis of religion, philosophy, psychology, and sociology for the development of professional leadership in education at SMKN 1 Buahdua. The methodology used in writing this paper is descriptive qualitative method with Library Research and field research approaches. Field research was carried out using interviews with the leadership and other parties related to visits to several locations in the school environment. The results of the study, the Religious Foundations of Professional Development of Educational Leadership at SMKN 1 Buahdua lead to Q.S Ali-Imron: 159 about deliberation and monotheism of the principal and noble character; wise and prudent;

democratic; honest; sportsmanship; sincere in carrying out their duties with indicators always praying for their students. In terms of self-potential, Q.S Al-Isro: 70 emphasizes increasing self-potential at SMKN 1 Buahdua, especially the principal. The foundation of the Philosophy of Professional Development of Educational Leadership at SMKN 1 Buahdua leads to a Progressivism Philosophy which is always the principal continuously updates himself with various self-development efforts by continuing to hone experience so that the role of the principal at SMKN 1 Buahdua increases. The foundation of Psychology of Professional Development of Educational Leadership at SMKN 1 Buahdua leads to Developmental Psychology where the Principal as the leader of Education there continues to develop himself with various efforts, such as attending seminars. The Sociological Foundation of Professional Development of Educational Leadership at SMKN 1 Buahdua leads to an intergalactic understanding because indeed to develop

(2)

professional education leaders, the principal always makes efforts to improve professionalism in leading schools by participating in various types of training in various seminar activities.

Keywords: Professional Development; Educational Leadership; Religion; Philosophy;

Psychology; Sociology.

Abstrak

Kenyataan dilapangan masih banyak kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output)(Suryanti, n.d.), hal ini berbanding terbalik dengan ketauladanan. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas kompetensi Kepala Sekolah, maka tentunya diperlukan penelitian lebih mendalam terkait dengan Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan. Dari fenomena tersebut, maka dirumuskanlah beberapa masalah penelitian untuk mencari jawaban Bagaimana Hakikat pengembangan profesionalitas kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua, Bagaimana Landasan Agama, Filosofi, Psikologi dan Sosiologi pengembangan profesionalitas kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua. Metodologi yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Library Research (penelitian kajian kepustakaan) dan field research (penelitian lapangan).

Penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dengan pihak pimpinan dan pihak lain yang terkait kunjungan ke beberapa lokasi yang terdapat di lingkungan sekolah tersebut. Hasil penelitian, Landasan Agama Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada Q.S Ali-Imron ayat 159 tentang bermusyawarah dan ketauhidan kepala sekolah serta akhlak mulia; arif dan bijaksana; demokratis; jujur; sportif; ikhlas dalam menjalankan tugasnya dengan indikator selalu mendoakan peserta didiknya. Dalam hal potensi diri Q.S Al-Isro ayat 70 lebih menekankan adanya peningkatan potensi diri di SMKN 1 Buahdua lebih khususnya kepala sekolah. Landasan Filosofi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah Filsafat Progresivisme yang senantiasa kepala sekolah terus menerus mengupdate dirinya dengan berbagai upaya pengembangan diri dengan terus mengasah pengalaman, sehingga peranan kepala sekolah di SMKN 1 Buahdua meningkat. Landasan Psikologi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada Psikologi Perkembangan dimana Kepala Sekolah selaku pimpinan Pendidikan disana terus melakukan pengembangan diri dengan berbagai upaya yang dilakukan misalnya mengikuti seminar-seminar. Landasan Sosiologi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada paham integralistik karena memang dalam upaya pengembangan professional pemimpin Pendidikan yang tepatnya kepala sekolah selalu melakukan upaya dalam meningkatkan keprofesionalan dalam memimpin sekolah dengan mengikuti berbagai ragam pelatihan diberbagai kegiatan seminar.

Kata Kunci: Pengembangan Professional; Kepemimpinan Pendidikan; Agama; Filsafat;

Psikologi; Sosiologi.

(3)

Pendahuluan

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan ideal untuk direalisasikan melalui sistem pendidikan nasional. Dalam sistem sekolah, terjadi proses interaksi antara kepala sekolah, guru, pegawai, pengawas, komite sekolah serta murid. Semua proses interaksi berlangsung, karena dipengaruhi fungsi pengorganisasian, pembagian tugas, komunikasi, motivasi, kewenangan dan keteladanan.(Kepemimpinan Pendidikan Di Sekolah – Widyasari Press, n.d.)

Kepala sekolah berfungsi sebagai pemimpin, manajer, pendidik, pengawas, dan motivator bagi guru-guru dalam proses kependidikan melalui pembelajaran dan latihan. Guru berinteraksi dengan sesama guru dan murid dalam kegiatan pembelajaran. Demikian pula ada pola komunikasi di dalam interaksi ini sebagai inti kegiatan kemanusiaan mengembangkan potensi anak didik menuju kedewasaan dalam makna yang luas sehingga dapat mengisi peran sesuai dengan sistem sosial(Syafaruddin, 2008).

Untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan peran sosial sekolah, maka peran kepemimpinan pendidikan harus berjalan optimal. Secara operasional kepemimpinan pendidikan harus berlangsung efektif bagi kemajuan organisasi sekolah. Pada era informasi saat ini, keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sekolah sebagian besar ditentukan oleh mutu kepemimpinan yang dimiliki oleh orang-orang yang diserahi tanggungjawab sebagai pemimpin dalam suatu organisasi sekolah. Untuk itu kepemimpinan pendidikan perlu diberdayakan dengan cara meningkatkan kemampuannya secara fungsional, sehingga mampu berperan sesuai dengan tugas, wewenang, dan tujuannya.

Dalam mengembangkan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan perlu berlandaskan pada aspek agama. Salah satu ayat al-qur’an yang tentunya mengandung profesionalisme ialah Q.S Ali-Imron ayat 159 (Website Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, n.d.) ;

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berkata kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal”

Profesionalitas dalam pandangan ayat tersebut, hendaknya dijadikan sebagai kekuatan supranatural yang harus menjadi dasar maupun core skill yang mampu menggerakan roda organisasi dibalik kekuatan yang sesungguhnya(Wasehudin, 2018). Selain dari pada itu merupakan bentuk indikator dari keikhlasan pemimpin dalam melaksanakan tugasnya serta bagian dari bentuk keteladanan yang sesungguhnya. Menjadi teladan (modelling/uswah hasanah) merupakan bagian yang tak terpisahkan (integral) dari seorang pemimpin profesional. Menjadi pemimpin profesional berarti harus siap menerima tanggung jawab sebagai teladan (modelling)(Mulyasa, 2008).

Ayat lain yang menjelaskan tentang potensi diri ialah Q.S Al-Isro ayat 70 (Website Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, n.d.):

(4)

“Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Bila dipahami maka dalam Surat al-Isro’ ayat 70, mencakup mengenai kemulyaan manusia. Serta kelebihan pada diri manusia dari makhluk lain, kelebihan berupa potensi yang ada dalam diri manusia. Hal ini dijelaskan dalam penafsiran para mufasir menjelaskan mengenai makna dan tafsir dari Surat al-Isro’ ayat 70 tersebut.

Tafsir Al-Lubab karya M. Quraish Shihab juga menjelaskan mengenai tafsir Surat al-Isro’ Ayat 70. Bahwa Allah dengan sumpahNya, Sungguh Allah telah memuliakan anak cucu Adam dengan bentuk tubuh yang bagus, kemampuan berbicara dan berfikir, serta berpengetahuan dan memberi mereka kebebasan untuk memilah dan memilih. Allah mengangkat mereka dari darat dan lautan dengan alat transportasi yang ditundukan kepada mereka., atau Allah ilhami mereka pembuatanya agar manusia dapat menjelajai bumi dan angkasa yang kesemuanya di ciptakan Allah untuk mereka.(Tafsir Al-Lubab : Makna, Tujuan &

Pelajaran Dari Surah-Surah Al-Quran - Store Lentera Hati, n.d.)

Aspek filsafat merupakan salah satu tinjauan yang tidak kalah penting dari pengembangan profesionalisme kepemimpinan Pendidikan. Aliran Progresivisme merupakan salah satu aliran yang mendukung adanya perubahan dalam pelaksanaan Pendidikan. Aliran ini merupakan sebuah gerakan yang menentang pelaksanaan pendidikan secara tradisional seperti halnya aliran esensialisme dan perennialisme. Aliran progresif mendukung adanya pelaksanaan pendidikan yang dipusatkan pada potensi diri dan mengembangkan berbagai kemampuannya sebagai bekal menghadapi kehidupkan sosial di lingkungannya.

Sejalan dengan itu, (Filsafat Pendidikan - Jalaluddin & Abdullah Idi - Rajagrafindo Persada, n.d.) menjelaskan bahwa filsafat progresivisme menaruh kepercayaan terhadapap kekuatan alamiah manusia, yakni kekuatan yang diwarisi manusia sejak lahir (man’s natural powers). Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa manusia sejak lahir telah membawa bakat dan kemampuan atau potensi dasar, terutama daya akalnya, sehingga manusia akan dapat mengatasi segala problematika hidupnya, baik itu tantangan, hambatan, ancaman maupun gangguan yang timbul dari lingkungan hidupnya.(ALIRAN PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA. M. Fadlillah Universitas Muhammadiyah Ponorogo. - PDF Download Gratis, n.d.)

Aspek Psikologi tentunya tidak kalah penting dalam melengkapi tinjauan yang mesti dipertimbangkan dalam proses pengembangan professional. dengan mempelajari psikologi, berarti ada usaha untuk mengenal manusia. Mengenal berarti bisa memahami, berarti juga bisa menguraikan dan menggambarkan tingkah laku dan kepribadian manusia beserta aspek-aspeknya.

Dan juga bisa membantu mempersiapkan guru atau calon guru yang professional untuk mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar dan juga bisa memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi yang baik kepada anak didik. Oleh karena itu, jika seorang guru menguasai betul pengetahuan ini maka, bisa membantu menciptakan suasana edukatif, efektif, efisien dan menyenangkan. Tentunya peneliti menggunakan tinjauan psikologi

(5)

perkembangan sebagai upaya mengungkap literatur penguat dalam tinjauan aspek tersebut.

Aspek Sosiologi mengandung norma-norma dasar Pendidikan yang berasal dari norma-norma sosial yang dianut oleh bangsa. Untuk memahami kehidupan sosial suatu bangsa, kita harus fokus pada pola hubungan interpersonal dan antara kelompok dalam masyarakat. Untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai, menciptakan nilai-nilai sosial dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan masyarakat dan harus diikuti oleh setiap anggota masyarakat.(Penerapannya Dalam Bidang Pendidikan.

1, n.d.)

Dalam kehidupan sosial dibedakan tiga jenis norma diadopsi oleh para pengikutnya, yaitu paham individualisme, paham kolektivisme, paham integralistik. Tentunya sesuai apa yang diuraikan diatas, paham sosiologi yang tepat dalam menyikapi pengembangan professional kepemimpinan Pendidikan dalam kontek ini ialah paham integralistik. Sebagaimana kita ketahui bersama paham integralistik didasarkan pada pemahaman bahwa setiap anggota masyarakat berkaitan erat satu sama lain secara organik. Integralistik menempatkan manusia tidak individualis melainkan dalam kontek struktur manusia individual dan juga sosial(Pengertian Definisi Sosiologi Pendidikan - Teori Politik, n.d.). Kepentingan masyarakat secara keseluruhan diutamakan tanpa merugikan kepentingan pribadi. Landasan sosiologi Pendidikan di Indonesia mengadopsi integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat:

1. Kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, musyawarah mufakat.

2. Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat.

3. Negara melindungi warga negaranya, dan

4. Selaras, serasi, dan seimbang antara hak dan kewajiban.

Oleh karena itu, Pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia secara orang per orang melainkan juga kualitas struktur masyarakat.

Paradigma baru pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara efektif dan efisien, perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan-pilahan. Proses pengembangan SDM tersebut harus menyentuh berbagai bidang kehidupan yang tercermin dalam pribadi pimpinan, termasuk pemimpin pendidikan, seperti kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana”.(1990, 2004)

Namun kenyataan dilapangan masih banyak kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output). Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas kompetensi Kepala Sekolah,

(6)

maka tentunya diperlukan penelitian lebih mendalam terkait dengan Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua sebagai salah satu sample yang akan kami teliti.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2021 di salah satu sekolah yang mempunyai banyak prestasi sehingga mendapat berbagai bantuan dari dinas terkait pada tahun 2020 di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat yaitu SMKN 1 Buahdua. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Library Research (penelitian kajian kepustakaan) (Sawarjuwono, 2003) dan field research (penelitian lapangan) (Edmondson & Mcmanus, 2007).

Penelitian kajian kepustakaan dilakukan dengan berbagai buku penunjang guna memperdalam bidang keilmuan secara teoritik dari Pengembangan Professional dari aspek agama, filsafat, psikologi dan sosiologi yang fokus utamanya kepemimpinan Pendidikan. Sedangkan Penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dan observasi dengan pihak pimpinan di SMKN 1 Buahdua yaitu tepatnya kepala sekolah dan para guru untuk memperoleh data yang sebenarnya mengenai kepimpinan kepala sekolah di SMKN 1 Buahdua perihal pengembangan professional baik dari aspek agama, filsafat, psikologi, dan sosiologi.

Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan model Miles dan Huberman. Adapun langkah-langkah analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data atau sajian data dan verifikasi atau penyimpulan data(Huberman & Miles, 1992). Setelah data wawancara terkumpul, peneliti melakukan reduksi data, dimana peneliti menyortir data yang sudah didapatkan dari inforrman dan dipilah-pilih, serta memisahkan data yang dianggap penting dan tidak penting digunakan dapat disisihkan. Langkah selanjutnya, penyajian data, peneliti menyajikan data yang sesuai dengan fokus dalam penelitian ini. Dan langkah terakhir, verifikasi atau penyimpulan data, peneliti menyimpulkan seluruh data dan membuat analisis akhir dalam bentuk laporan hasil penelitian.

Kesimpulan akan dianggap valid jika didukung dengan data-data yang valid dan realible. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibutuhkan teknik pengecekan keabsahan data. Dalam hal ini, peneliti menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan cara mengecek kebenaran data dengan memanfaatkan berbagai sudut pandang yang berbeda(Moleong, 2002). Adapun triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dengan menyinkronkan hasil wawancara informan satu dengan informan lainnya, dan membandingkan keseluruhan melalui hasil analisis data.

Hasil dan Pembahasan

Landasan Agama Pengembangan Profesional di SMKN 1 Buahdua

Al-Qur’an sebagai Mr google-nya segala persoalan sudah barang tentu berbagai jenis jawaban dengan penuh kepastian ada di dalamnya karena ia bukan Kitab yang diperuntukkan masa kenabian Muhammad hingga para sahabatnya melainkan juga Kitab Undang-undang kemanusiaan maupun kealaman yang dibuat oleh Allah SWT. sebagai Tuhan hingga berakhirnya zaman kehidupan. Jika kita hendak mencarikan jawaban atas suatu persoalan misalnya yang terkait dengan pola, model, maupun karakter guru profesional sebagai ujung tombak dalam

(7)

dunia pendidikan maka Al-Qur’an sudah mempersiapkan jawabannya. Didalam Q.S Ali-Imron ayat 159 sebagaimana dijelaskan di atas, tentunya pengembangan profesionalisme kepemimpinan Pendidikan yang ada di SMKN 1 Buahdua sudah berlandaskan ayat tersebut terbukti dari hal Keputusan yang senantiasa diambil berdasarkan hasil musyarawah yang dilakukan sebelum pengambilan keputusan.

Seperti halnya dalam penentuan kegiatan keagamaan dimasa pandemi covid-19 pemerintah sebetulnya telah mengeluarkan peraturannya untuk kegiatan yang sifatnya berkerumun dimasa pandemi tidak diperkenankan bahkan dilarang sebab dikhawatirkan menjadi klaster baru pada penyebaran covid-19 dengan himbauan berupa daring, namun para guru diajak bermusyawarah oleh kepala sekolah untuk menentukan sifatnya kegiatan kegamanaan yang penting dalam meningkatkan karakter peserta didik bukan hanya berupa daring, namun ada beberapa siswa yang luring perwakilan datang ke sekolah dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan yang pada akhirnya diputuskan dari hasil musyawarah tersebut bahwa kegiatan keagamaan bukan hanya berupa daring namun ada perwakilan siswa yang datang kesekolah untuk tatap muka secara langsung mengikuti kegiatan tersebut kolaborasi media daring dan luring ialah hybrid. Tentunya berdasarkan hasil rapat/musyawarah para guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua yang diwakili komite sekolah.

Berdasarkan Q.S Ali-Imron ayat 159 Pemimpin Pendidikan disekolah yaitu tepatnya kepala sekolah harus memiliki keimanan dan ketaqwaan (tauhid) kepada Tuhan YME terbukti berdasarkan agama yang dianut oleh kepada sekolah di SMKN 1 Buahdua beragama islam, tentunya disetiap peringatan hari besar islam yang ada disekolah selalu mengadakan acara kegiatan keagamaan, misalnya Ketika memasuki bulan romadhon para peserta didik diikutsertakan dalam kegiatan pesantren Ramadhan yang diisi dengan kajian keagamaan islam yang menekankan peningkatan karakter religious sesuai dengan visi misi sekolah smkn 1 buahdua. Selanjutnya pemimpin Pendidikan di sekolah tepatnya SMKN 1 Buahdua yaitu kepala sekolah memiliki akhlak mulia; arif dan bijaksana;

demokratis; jujur; sportif; ikhlas dalam menjalankan tugasnya dengan indikator selalu mendoakan peserta didiknya agar menjadi anak yang berguna bagi nusa dan agamanya; serta menjadi teladan baik ketika berada dilingkungan sekolahnya maupun dalam lingkungan keluarga dan masyarakatnya.

Berdasarkan Q.S Al-Isro ayat 70 bahwa sesungguh Allah telah memberikan karunia kepada manusia berupa fisik yang baik, kemampuan berbicara dan berfikir, kebebasan dalam memilih dan memilah. Perihal potensi diri pimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua yaitu kepala sekolah tentunya sudah sangat baik, lalu dalam hal pengembangan profesinalisme kepala sekolah sudah banyak upaya yang dilakukan dengan terus mengupdate dirinya dalam berbagai pelatihan-pelatihan yang dilakukan baik yang sudah terjadwal oleh dinas Pendidikan yang menaunginya ataupun diluar jadwal tersebut sehingga dalam kesehariannya selalu dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang sifatnya pengembangan diri.

Landasan Filosofis Pengembangan Profesional di SMKN 1 Buahdua

Berkaitan dengan Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua lebih mengarah kepada aliran progresivisme yang lebih menekankan pada memberikan pengalaman empiris kepada peserta didik, sehingga terbentuk pribadi yang selalu belajar dan berbuat. Maksudnya pendidikan

(8)

dimaksudkan untuk memberikan banyak pengalaman kepada peserta didik dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi di lingkungan sehari-hari. Dalam hal ini, pengalaman yang dipelajari harus bersifat riil atau sesuai dengan kehidupan nyata. Oleh karenanya, seorang pendidik harus dapat melatih anak didiknya untuk mampu memecahkan problem-problem yang ada dalam kehidupan.

Sejalan dengan itu, aliran progresivisme harus mampu memberikan keterampilan dan alat-alat yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda dalam proses perubahan secara terus menerus.Yang dimaksud dengan alat-alat adalah keterampilan pemecahan masalah (problem solving) yang dapat digunakan oleh individu untuk menentukan, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Proses pengembangan professional pimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua tepatnya kepala sekolah tentunya berlandaskan aliran progresivisme yang senantiasa kepala sekolah terus menerus mengupdate dirinya dengan berbagai upaya agar bisa memiliki pengalaman yang lebih sehingga peranan kepala sekolah bisa lebih maksimal dan senantiasa meningkat. Misalnya mengikuti pelatihan-pelatihan pemantapan kepala sekolah demi meningkatkan keprofesionalan menjadi kepala sekolah sehingga berdampak kepada warga sekolah yang secara bersama-sama mewujudkan visi misi sabda juara.

Landasan Psikologis Pengembangan Profesional di SMKN 1 Buahdua

Landasan psikologi pengembangan professional di SMKN 1 Buahdua lebih kepada psikologi perkembangan, karena dengan mempelajari psikologi, berarti ada usaha untuk mengenal manusia. Mengenal berarti bisa memahami, berarti juga bisa menguraikan dan menggambarkan tingkah laku dan kepribadian manusia beserta aspek-aspeknya. Dan juga bisa membantu mempersiapkan guru atau calon guru yang professional untuk mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar dan juga bisa memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi yang baik kepada anak didik.

Oleh karena itu, jika seorang guru menguasai betul pengetahuan ini maka, bisa membantu menciptakan suasana edukatif, efektif, efisien dan menyenangkan.

Tentunya di SMKN 1 Buahdua landasan psikologi perkembangan sangat berperan penting. Apalagi disisi pengembangan profesional pemimpin pendidikan. Hal yang sangat mendasar dalam proses pengembangan profesional ialah psikologi perkembangan. Jika dilihat di SMKN 1 Buahdua segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pengembangan profesional pasti dikaitkan dengan psikologi perkembangan, misalnya dalam hal peningkatan kemampuan profesionalisme kepala sekolah selalu lebih maju untuk mengembangkan diri yang tentunya bertujuan untuk mengembangkan warga sekolah yang berdampak kepada tercapainya tujuan visi misi smkn 1 buahdua.

Landasan Sosiologi Pengembangan Profesional di SMKN 1 Buahdua

SMKN 1 Buahdua dalam hal pengembangan professional pemimpin Pendidikan dengan landasan sosiologis menggunakan paham integralistik. Paham integralistik dilandasi pemahaman bahwa masing-masing anggota masyarakat saling berhubungan erat satu sama lain secara organis merupakan masyarakat.(Makalah Landasan Sosiologis Pendidikan | Kumpulan Makalah Lengkap, n.d.) Masyarakat integralistik menempatkan manusia tidak secara individualis melainkan dalam konteks strukturnya manusia adalah pribadi dan

(9)

juga merupakan relasi. Kepentingan masyarakat secara keseluruhan diutamakan tanpa merugikan kepentingan pribadi.

Dalam hal ini SMKN 1 Buahdua menganut paham integralistik karena memang dalam upaya pengembangan professional pemimpin Pendidikan yang tepatnya kepala sekolah selalu melakukan upaya dalam meningkatkan keprofesionalan dalam memimpin sekolah dengan mengikuti berbagai ragam pelatihan diberbagai kegiatan seminar.

Kesimpulan

Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan ialah Suatu proses pendidikan jangka panjang bagi para pimpinan Pendidikan untuk memperoleh penguasaan konsep-konsep abstrak dan teoritis secara sistematis terkait dengan keprofesionalan.

Landasan Agama Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada Q.S Ali-Imron ayat 159 tentang bermusyawarah dan ketauhidan kepala sekolah serta akhlak mulia; arif dan bijaksana; demokratis; jujur; sportif; ikhlas dalam menjalankan tugasnya dengan indikator selalu mendoakan peserta didiknya. Dalam hal potensi diri Q.S Al-Isro ayat 70 lebih menekankan bahwa perlu adanya peningkatan potensi diri di SMKN 1 Buahdua lebih khususnya kepala sekolah.

Landasan Filosofi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah Filsafat Progresivisme yang senantiasa kepala sekolah terus menerus mengupdate dirinya dengan berbagai upaya agar bisa memiliki pengalaman yang lebih sehingga peranan kepala sekolah bisa lebih maksimal dan senantiasa meningkat. Misalnya mengikuti pelatihan-pelatiahn pemantapan kepala sekolah, dsb.

Landasan Psikologi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada Psikologi Perkembangan dimana Kepala Sekolah selaku pimpinan Pendidikan disana terus melakukan pengembangan diri dengan berbagai upaya yang dilakukan misalnya mengikuti seminar-seminar.

Landasan Sosiologi Pengembangan Profesional Kepemimpinan Pendidikan di SMKN 1 Buahdua mengarah kepada paham integralistik karena memang dalam upaya pengembangan professional pemimpin Pendidikan yang tepatnya kepala sekolah selalu melakukan upaya dalam meningkatkan keprofesionalan dalam memimpin sekolah dengan mengikuti berbagai ragam pelatihan diberbagai kegiatan seminar.

(10)

Daftar Pustaka

1990, U. nomor 40 tahun. (2004). Presiden republik indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1985 Tentang Jalan, 1, 1–5.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rj a&uact=8&ved=2ahUKEwjWxrKeif7eAhVYfysKHcHWAOwQFjAAegQICRA C&url=https%3A%2F%2Fwww.ojk.go.id%2Fid%2Fkanal%2Fpasar-

modal%2Fregulasi%2Fundang-undang%2FDocuments%2FPages%2Fundang- undang-nomo

ALIRAN PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA. M.

Fadlillah Universitas Muhammadiyah Ponorogo. - PDF Download Gratis. (n.d.).

Retrieved September 25, 2021, from https://docplayer.info/46849903-Aliran- progresivisme-dalam-pendidikan-di-indonesia-m-fadlillah-universitas-

muhammadiyah-ponorogo.html

Edmondson, A. C., & Mcmanus, S. E. (2007). Methodological fit in management field research. Https://Doi.Org/10.5465/Amr.2007.26586086, 32(4), 1155–1179. https://doi.org/10.5465/AMR.2007.26586086

Filsafat Pendidikan - Jalaluddin & Abdullah Idi - Rajagrafindo Persada.

(n.d.). Retrieved September 25, 2021, from

http://www.rajagrafindo.co.id/produk/filsafat-pendidikan/

Huberman, & Miles. (1992). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 02(1998), 1–11.

Kepemimpinan Pendidikan di Sekolah – Widyasari Press. (n.d.). Retrieved September 25, 2021, from https://widyasari-press.com/kepemimpinan- pendidikan-di-sekolah/

Makalah Landasan Sosiologis Pendidikan | Kumpulan Makalah Lengkap.

(n.d.). Retrieved September 25, 2021, from

http://kumpulanmakalahlengakap.blogspot.com/2013/11/makalah-landasan- sosiologis-pendidikan.html

Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, 17. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (Enco). (2008). Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan : kemandirian guru dan kepala sekolah. 279.

https://books.google.com/books/about/Implementasi_kurikulum_tingkat_satuan_p e.html?hl=id&id=qlAOAQAAMAAJ

penerapannya dalam bidang pendidikan. 1. (n.d.).

Pengertian Definisi Sosiologi Pendidikan - Teori Politik. (n.d.). Retrieved September 25, 2021, from https://teori-politik.blogspot.com/2017/03/pengertian- definisi-sosiologi-pendidikan.html

Sawarjuwono, T. (2003). Intellectual Capital: Perlakuan, Pengukuran Dan Pelaporan (Sebuah Library Research). Intellectual Capital: Perlakuan, Pengukuran Dan Pelaporan (Sebuah Library Research), 5(1), 35–57.

https://doi.org/10.9744/jak.5.1.pp.35-57

Suryanti, E. W. (n.d.). PENGEMBANGAN PROFESIONAL PEMIMPIN PENDIDIKAN.

Syafaruddin, S. (2008). Kepemimpinan pendidikan kontemporer.

Citapustaka.

Tafsir Al-Lubab : Makna, Tujuan & Pelajaran dari Surah-Surah al-Quran - Store Lentera Hati. (n.d.). Retrieved September 25, 2021, from

(11)

https://store.lenterahati.com/en/penerbit-lentera-hati/170-tafsir-allubab--makna- tujuan--pelajaran-dari-surahsurah-alquran.html

Wasehudin, W. (2018). Perspektif Al-Qur’an Dan Undang-Undang Tentang Guru Profesional. TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education, 5(1), 86. https://doi.org/10.17509/t.v5i1.13335

Website Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (n.d.). Retrieved September 26, 2021, from https://lajnah.kemenag.go.id/

Referensi

Dokumen terkait

Total pendapatan triwulan II 2020 terlihat bahwa pendapatan daerah Provinsi Lampung sebesar Rp11,84 triliun lebih besar dibandingkan dengan pendapatan pemerintah pusat

Teknik Sipil, Universitas Widya Dharma Klaten, Pengaruh Disiplin Kerja dan Kepemimpinan Pelaksana terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Studi Kasus

dalam sistem perkawinan adat yang mereka miliki. Jika seseorang pemuda hendak meminang perempuan Lampung, biasanya dari pihak keluarga perempuan memiliki permintaan

Berdasarkan tabel 6 dapat disimpulkan bahwa komposisi jenis kupu-kupu famili nympalidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas yang paling tertinggi yaitu pada spesies Junonia

Surabaya yang telah meberikan ilmu pengetahuan kepada penulis dalam. menjalani masa –

tidak menjadikan suatu perjanjian sebagai sumber hukum, dan yang menjadi sumber hukum adalah Undang-Undang Dasar 1945,undang-undang/ perpu, Peraturan Pemerintah,

Dari sisi kualitatif penelitian ini mengutamakan keaslian, kevalidan, dan desain user interface dari konten yang berasal dari buku Durusul Lughoh Al Arobiyyah 'Ala

Inpres Kebijakan Perberasan yang berlaku. 10) Musyawarah Desa (Mudes)/Musyawarah Kelurahan (Muskel) adalah forum pertemuan musyawarah di desa/ kelurahan yang melibatkan