• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA. ( Kritik Islam Terhadap Modernisme )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA. ( Kritik Islam Terhadap Modernisme )"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA

( Kritik Islam Terhadap Modernisme )

(2)

3 unsur Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran

JASADIAH

ALLAH menciptakan manusia dalam bentuk yang paling terbaik sebagaimana disebut dalam :

➢Qs. At-Tiin (95): 4 ;

➢Qs. Al-Anbiya’ (21): 30;

➢Qs.‘Abasa (19): 80 dan

➢Qs. Almukminun (23):

12

Dalam penciptaan manusia, ruh atau jiwa adalah yang paling akhir dipasang ke

dalam jasad manusia berupa non materil (Qs. As-Sajdah (32): 7-9

POTENSI AGAMA RUHANIAH

Sebelum manusia,

dilahirkan ke muka bumi,

Allah menegaskan bahwa

manusia adalah makhluk

yang ber-Tuhan. (Qs. Al-

A’raf (7): 172 dan Qs. Ar-

Rum (30): 30

(3)

POTENSI PENCIPTAAN MANUSIA

JASADIAH

Berasal dari air dan tanah menumbuhkan ketergantungan manusia terhadap apapun yang berasal dari tanah dan air. Maka hawa nafsu adalah pemberian Allah

yang baik, bagi tumbuhnya hasrat untuk tetap hidup.

JIWA

Dalam pemaknaan yang luas;

Jiwa berarti ruh yang menghidupkan dan

ketiadaannya berarti kematian jasadiah; Ruh juga bisa bermakna kemampuan berfikir,

bernalar dan berkesadaran.

Akal pikiran adalah

kemampuan spesifik manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk

lain

BERTUHAN

Sebelum manusia dilahirkan ke muka bumi, manusia telah menyatalan ikrar selaku makhluk yang religius. Sebab itu sekalipun Tuhan tidak mengirimkan nabi dan Rasul, manusia tetap akan mencari

cara berhubungan dengan Tuhan.

Dan itulah sebabnya, disetiap masa selalu ditemukan alat, model ritual

manusia dalam berhubungan

dengan Tuhan

(4)

HIKMAH PENCIPTAAN POTENSI MANUSIA

Penciptaan JASADIAH manusia yang memiliki nafsu/syahwat, adalah cara Allah agar manusia mampu melanjutkan estafeta peran dirinya selaku

“Khalifatullahi fil ‘ard”. Dengan nafsu / syahwatnya, ia akan melahirkan generasi baru yang akan membangun kehidupan dengan nilai-nilai ke ‘fitrahan dirinya’.

Ada dua hal yang tidak akan pernah mengalami 'tua' di dunia ini, hawa nafsu dan panjang angan-angan. Kedua hal ini bisa berpotensi positif dan negatif. Potensi

positif,

hawa nafsu akan membuat manusia memiliki

harga diri, martabat dan

kehormatan, tidak akan pernah direlakan untuk dicabik-cabik orang lain...apalagi

direndahkan.

Sedangkan panjang angan-angan, menyadarkan diri betapa surga adalah tujuan tertinggi kita. Sebab, hanya di surga lah semua ada bahkan melampaui batas

angan-angan...

(5)

Penciptaan JASADIAH manusia yang berasal dari tanah menumbuhkan ketergantungan dirinya terhadap apa pun yang berasal dari tanah, karena hanya dengan demikian tubuh mereka bisa tumbuh dan berkembang.

Sebab itu nafsu untuk memiliki apapun yang bisa membuat jasad mereka nyaman, baik berupa, ketersediaan pangan; Rasa aman( dengan

menciptakan persenjataan diri), atau sifat ingin menyenangkan jasadiahnya (dengan menguasai sebanyak mungkin sumberdaya alam), telah berdampak pada ketidak mampuan alam untuk memenuhi tuntutannya itu.

Maka dengan akal pikiran yang Allah ciptakan, lahirlah kreativitas untuk menumbuh kembangkan alam semesta sehingga tumbuh berkembanglah teknologi pertanian, teknik pengairan, pembudi dayaan tanaman dll. Maka tumbuh dan berkembanglah peradaban.

HIKMAH PENCIPTAAN POTENSI MANUSIA

(6)

FUNGSI AKAL

Keberdaan akal merupakan sarana utama bagi manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidupnya yang terkait dengan hal- hal yang bersifat duniawi. Potensi seperti itu sangat berguna dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia yang bersifat fisik dunia.

POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya

(7)

FUNGSI AKAL

POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya

Betapapun cerdasnya akal, AKAL memiliki 3 KELEMAHAN Pokok:

(1) tidak mampu mengetahui hakikat kebenaran.

(2) Akal tidak mengetahui letak dan hakikat kebahagiaan dan

(3) Akal tidak bisa mengetahui asal muasal manusia.

(4) Dalam hal ini, AKAL TERNYATA TIDAK MAMPU

MEMBERI SOLUSI ATAS MASALAH RUHANIYAH

MANUSIA

(8)

◦ Kemajuan IPTEK (Hasil penciptaan akal) sebagai icon masyarakat modern, terbukti melahirkan manusia yang Kapitalis, Materialis dan Hedonis, yang melahirkan:

Imprealisme, Kolonialisme dan Penjajahan

◦ Konteks penjajahan yang masih eksis hingga kini adalah adanya HAK VETO yang dimiliki 5 Negara pemenang perang, untuk mengontrol

kehidupan negara lain di dunia ini

POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya

(9)

Banyak hal di dunia ini yang tak bisa dipecahkan dengan sainstifik, manusia butuh

Tuhan, butuh agama

POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya

(10)

Agama ada di semua zaman, ditandai dengan ditemukannya berbagai artefak dalam setiap

peradaban manusia dan model ritual dari zaman primitif hingga

modern, ini bukti bahwa manusia tak lepas dari agama, butuh agama

FITRAH MANUSIA BERAGAMA

(11)

Dinamisme adalah

kepercayaan terhadap

kekuatan-kekuatan benda- benda tertentu di alam ini.

Animisme adalah kepercayaan kepada ruh. Alam ini adalah ruh- ruh nenek moyang.

Kepercayaan pada dewa ,

alam ini diatur dan dikuasi oleh

sosok Dewa Dewi

(12)

AGAMA YAHUDI , untuk pertama kalinya muncul di Ibrani atau Israel dibawa oleh Nabi Musa AS. Kitab suci agama ini adalah Taurat atau yang sering disebut Perjanjian Lama.

Namun pada perjalanannya banyak berpegang pada Talmudz, tulisan

pendeta Yahudi

(13)

AGAMA NASHRANI/ KRISTEN , dibawa oleh Nabi Isa AS/Yesus Kristus.

Konsep ketuhanan agama ini pada

awalnya, sesuai yang dibawa Nabi Isa AS, adalah tauhid (monotheisme).

Namun kemudian muncul konsep

Trinitas sebagaimana terdapat dalam

Injil Yohanes. (el-Khatib : 63).

(14)

FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM

• AGAMA ISLAM , adalah agama yang sesuai dengan FITRAH manusia

ۗ ِ ه للّٰا ِق ْ

لَخ ِل َ

لْي ِدْبَت ا َ ل ۗا َه ْي َ

ل َع َساَّنلا َر َط َ ف ْي ِت َّ

لا ِ ه

للّٰا َت َر ْط ِف ۗا ً

ف ْيِن َح ِنْي ِ دلِل َكَه ْجَو ْمِق َ ا َ

ف ل َو ُُۙمِ ي ق َ ْ ذ

لا ُنْي ِ دلا َكِل ُۙ َ

َۙ ْْ ُُ َ ل َْْي ا َ

ل ِساَّنلا ََ َ

َ ْ

ْ َ ا ََّّ ِكِ

Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut).

Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Qs. Ar-Rum/30: 30)

Maksud fitrah Allah pada ayat ini adalah ciptaan Allah Swt. Manusia diciptakan Allah Swt.

dengan naluri beragama, yaitu agama tauhid. Jadi, manusia yang berpaling dari agama

tauhid telah menyimpang dari fitrahnya. (Tafsir Kemenag)

(15)

FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM

MUHAMMADIYAH berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, (MKCH poin b)

ْْ ُ

ق َْْي َو َق ح ْس ِا َو َ

ل ْي ِْ ُ ْس ِا َو َم ٖه رْب ِا ى ٰٓ لِا َل ِزْن ُ

ا ْٓا َم َو اَنْي َ ل ِا َ

ل ِز ْنُا ْٓاَمَو ِ هللّٰاِب اَّنَم ا آْ ْْ ُ ل ْْ ق ُ سْي ِع َو ى س ْْ ُم َي ِت ْو ُ َب

ا ْٓا َم َو ِطاَب ْس َ ا ْ

لا َو

َ َۙ ْْ ُّيِب َّ

نلا َي ِت ْو ُ

ا ْٓا َم َو ى

َ َۙ ْْ ُُ ِل ْس ُم ٗه َ

ل َُّ ْح َ

ن َو ْْۖم ُهْن ِ م ٍد َح َ

ا َنْيَب ُق ِ ر فُن ا َ َ

ل ْْۚم ِهِ ب َّر َّْ ِم

Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman), “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunannya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka.

Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.”

(Qs. Al-Baqarah/2: 136

(16)

FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM… Lanjutan

۞ َعَر َش ْم ُ

كِ َ ََّ ِ م ل ِنْي ِ دلا ا َم

ى هص َو ٖهِب

ا ًحُْْن ْْٓي ِذ َّ

لا َّو ْٓاَنْي َح ْو َ

ا َك ْي َ

ل ِا ا َم َو

اَنْي َّ ص َو ْٖٓهِب

َمْي ِه رْب ِا ى س ْْ ُم َو

ى ٰٓسْي ِع َو

ْ َۙ َ اْ ُُ ْي ِق َ ا

ا َنْي ِ د لا

ا َ ل َو ا ْْ ق َّر ُ فَتَت َ ِۗهْي ِف

ََُب َ

ْ ى َ

َنْي ِِْر ْشُُْلا ل َع ا َم

ْم ُه ْْ ُع ْدَت ِۗهْي َ

ل ِا ُ ه

للّٰ َ ْْٓي ِب َت ْج َي ا ِهْي َ

ل ِا َّْ َم ُءۤا َشَّي ْْٓي ِد ْهَي َو

ِهْي َ ل ِا َّْ َم ُۗبْيِنُّي

Dia (Allah) telah mensyariatkan bagi kamu agama yang Dia wasiatkan (juga) kepada Nuh, yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad), dan yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya.

Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki pada (agama)-Nya dan memberi petunjuk pada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya) (Qs. Asy-Syura/42: 13)

َنْي ِِْر ْشُُْلا ََّ ِم ََۙاَك اَمَو ۗاًُِل ْسُّم اًفْيِن َح ََۙاَك َّْ ِكِ ل َّو ا ًّيِنا َر ْصَن ا َ

ل َّو اًّي ِد ْْ ُهَي ُمْي ِه رْب ِا َۙا َ َ كا َم Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah

seorang yang hanif (lurus) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan)

orang-orang musyrik.

(17)

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

HANYA AGAMA ISLAM yang menempatkan KEUTAMAAN AKAL

setelah KEUTAMAAN AGAMA , dengan penjelasan sbb:

Ilmu menyesuaikan kita dengan lingkungan kita, iman menyesuaikan kita dengan jatidiri kita.

Ilmu itu mempercepat kita sampai ke tujuan … Iman itu menentukan arah yang kita tuju

Ilmu itu seperti air telaga yang terkadang mengeruhkan pikiran pemiliknya, Iman itu seperti air bah yang selalu menenangkan pemiliknya.

Ilmu itu hiasan lahir, iman itu hiasan batin.

(18)

Pertama. Manusia memiliki naluri ingin tahu. Dengan menggunakan panca indera, akal dan jiwanya, sedikit demi sedikit pengetahuannya bertambah.

Namun demikian, keterbatasan panca indera dan akal menjadikan sekian banyak tanda tanya.yang muncul dalam benaknya tidak terjawab. Hal ini dapat mengganggu perasaan dan jiwanya, dan semakin mendesak pertanyaan tersebut semakin gelisah bila tidak terjawab. Kalau demikian manusia membutuhkan informasi tentang apa yang tidak diketahuinya itu, khususnya dalam hal-hal yang sangat mengganggu ketenangan jiwanya atau syarat bagi kebahagiannya. Di sinilah informasi Tuhan itu datang (Agama itu dibutuhkan).

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

Prof. Dr. M. Quraish Shihab.

Alasan manusia

butuh agama:

(19)

Kedua. Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendirian. Banyak kebutuhan yang tidak dapat dipenuhinya sendiri, karena berbagai keterbatasan waktu, pengetahuan dan kemampuan yang lainnya. Hidup manusia bagaikan lalu lintas, masing-masing ingin berjalan dengan selamat sekaligus cepat sampai tujuan. Namun, karena kepentingan mereka berbeda-beda, maka apabila tidak ada peraturan lalu lintas kehidupan, pasti akan terjadi benturan dan tabrakan. Dengan demikian manusia membutuhkan peraturan demi lancarnya lalu lintas kehidupan. Di sinilah Agama sangat diperlukan.

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

Prof. Dr. M. Quraish Shihab.

(20)

FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM

Manusia tidak layak mengatur hidupnya sendiri, paling tidak dalam persoalan pengaturan di atas, manusia mempunyai dua kelemahan, yaitu:

Pertama, keterbatasan pengetahuan, dan

Kedua, sifat egoisme, ingin mendahulukan kepentingan diri sendiri.

Akibatnya bila manusia yang mengatur lalu lintas kehidupan, akan timbul banyak ketidakharmonisan dan ketidak adilan dalam kehidupan.

Dengan demikian yang berhak mengatur lalu lintas kehidupan adalah:

• Yang paling mengetahui kehidupan, dan

• Yang tidak mempunyai kepentingan sedikitpun.

Dialah Allah swt yang menetapkan peraturan, baik secara umum, berupa niali nilai, maupun secara rinci. Peraturan itulah yang kemudian dinamai agama.

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

(21)

Pertama, karena manusia ingin bertahan diri untuk.tetap menjadi makhluk Tuhan yang mulia. Untuk itu manusia harus beriman dan beramal shaleh, yang merupakan bagian utama bagi agama Islam.

Dasar jawaban ini adalah mengacu pada QS, At-Tin, (95): 4-6

“Sesungguhnya telah Kami jadikan manusia itu dalam bentuk/konstrksi yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia menjadi serendah-rendah makhluk yang rendah. Kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, mereka mendapat pahala yang tidak berkesudahan”.

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

Alasan manusia butuh agama:

KH AHMAD AZHAR BASYIR KETUA PP MUHAMMADIYAH

PERIODE 1990 - 1995.

(22)

Kedua, untuk membimbing akal agar mampu berpihak pada panggilan hati nurani. Di dalam diri manusia terdapat kekuatan yang senantiasa mengajak hidup baik, yaitu yang sering dinamakan “hati nurani”. Tetapi di samping itu terdapat juga kekuatan yang menarik-narik ke arah keburukan, kekuatan ini dinamakan “hawa nafsu”. Akal berfungsi pula antara hal-hal yang merupakan panggilan hati nurani dan yang merupakan bisikan hawa nafsu.

Akal seharusnya senantiasa berpihak kepada panggilan hati nurani. Tetapi tidak selalu demikian halnya. Amat sering terjadi bahwa dalam menghadapi desakan-desakan hawa nafsu itu, akal tidak berdaya. Hawa nafsu juga yang menang. Hati nurani terdesak. Bahkan pertimbangan akal sering tertarik untuk membenarkan ajakan-ajakan hawa nafsu

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

KH AHMAD AZHAR BASYIR KETUA PP MUHAMMADIYAH

PERIODE 1990 - 1995.

(23)

Di sinilah diperlukan adanya hal yang dapat mengatasi itu semua. Hal itu harus datang dari luar manusia, dan berupa ketentuan-ketentuan yang pasti untuk menjadi pedoman hidup manusia.

Hal itu adalah AGAMA yang datangnya dari Tuhan

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM

(24)

Wallahu a’lam

ُد َُْح ْ ْي ُِ َ لا

ل ْ ْ

لا ِ ب َر ِ للّٰ ه ِ

َُۙن

Referensi

Dokumen terkait

Kemunculan kata serapan bahasa asing dalam teknologi informasi yang ditulis dalam bahasa Indonesia telah memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang

Pada periode berikutnya antara abad XVI M hingga abad XX M justru Pulau Kampai kembali menjadi lokasi pusat aktivitas maritim di pesisir timur Sumatera Utara,

AZIMUTH PRODUCTION GUGUR Tidak melampirkan surat dukungan KSO atau Surat Dukungan Distributor resmi bahan-bahan bangunan/kontruksi dan alat dan surat keterangan ketersedian bahan

Dalam penelitian memiliki perbedaan dalam segi variabel bebas yang digunakan adalah persepsi terhadap Financial Reward dengan variabel terikat Komitmen Organisasi,

• Multimedia : penggunaan komputer untuk menampilkan dan mengkombinasikan text, graphics, audio, video dan animasi dengan menggunakan links dan tools yang memungkinkan pemakai

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Setiawan (2006) yang menyatakan bahwa hubungan likuiditas dengan struktur modal yaitu semakin

Lilis Setiawati, S.Pd yang telah mendukung penulis baik secara moral maupun materi yang sesungguhnya tidak dapat terbalas oleh apapun yang penulis miliki, tak lupa

penelitian ini adalah analisis regresi linear, Negasa menemukan bahwa total debt ratio berpengaruh positif terhadap profitabilitas, selanjutnya (Ejupi & Ferati,