KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA
( Kritik Islam Terhadap Modernisme )
3 unsur Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran
JASADIAH
ALLAH menciptakan manusia dalam bentuk yang paling terbaik sebagaimana disebut dalam :
➢Qs. At-Tiin (95): 4 ;
➢Qs. Al-Anbiya’ (21): 30;
➢Qs.‘Abasa (19): 80 dan
➢Qs. Almukminun (23):
12
Dalam penciptaan manusia, ruh atau jiwa adalah yang paling akhir dipasang ke
dalam jasad manusia berupa non materil (Qs. As-Sajdah (32): 7-9
POTENSI AGAMA RUHANIAH
Sebelum manusia,
dilahirkan ke muka bumi,
Allah menegaskan bahwa
manusia adalah makhluk
yang ber-Tuhan. (Qs. Al-
A’raf (7): 172 dan Qs. Ar-
Rum (30): 30
POTENSI PENCIPTAAN MANUSIA
JASADIAH
Berasal dari air dan tanah menumbuhkan ketergantungan manusia terhadap apapun yang berasal dari tanah dan air. Maka hawa nafsu adalah pemberian Allah
yang baik, bagi tumbuhnya hasrat untuk tetap hidup.
JIWA
Dalam pemaknaan yang luas;
Jiwa berarti ruh yang menghidupkan dan
ketiadaannya berarti kematian jasadiah; Ruh juga bisa bermakna kemampuan berfikir,
bernalar dan berkesadaran.
Akal pikiran adalah
kemampuan spesifik manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk
lain
BERTUHAN
Sebelum manusia dilahirkan ke muka bumi, manusia telah menyatalan ikrar selaku makhluk yang religius. Sebab itu sekalipun Tuhan tidak mengirimkan nabi dan Rasul, manusia tetap akan mencari
cara berhubungan dengan Tuhan.
Dan itulah sebabnya, disetiap masa selalu ditemukan alat, model ritual
manusia dalam berhubungan
dengan Tuhan
HIKMAH PENCIPTAAN POTENSI MANUSIA
Penciptaan JASADIAH manusia yang memiliki nafsu/syahwat, adalah cara Allah agar manusia mampu melanjutkan estafeta peran dirinya selaku
“Khalifatullahi fil ‘ard”. Dengan nafsu / syahwatnya, ia akan melahirkan generasi baru yang akan membangun kehidupan dengan nilai-nilai ke ‘fitrahan dirinya’.
Ada dua hal yang tidak akan pernah mengalami 'tua' di dunia ini, hawa nafsu dan panjang angan-angan. Kedua hal ini bisa berpotensi positif dan negatif. Potensi
positif,hawa nafsu akan membuat manusia memiliki
harga diri, martabat dankehormatan, tidak akan pernah direlakan untuk dicabik-cabik orang lain...apalagi
direndahkan.
Sedangkan panjang angan-angan, menyadarkan diri betapa surga adalah tujuan tertinggi kita. Sebab, hanya di surga lah semua ada bahkan melampaui batas
angan-angan...
Penciptaan JASADIAH manusia yang berasal dari tanah menumbuhkan ketergantungan dirinya terhadap apa pun yang berasal dari tanah, karena hanya dengan demikian tubuh mereka bisa tumbuh dan berkembang.
Sebab itu nafsu untuk memiliki apapun yang bisa membuat jasad mereka nyaman, baik berupa, ketersediaan pangan; Rasa aman( dengan
menciptakan persenjataan diri), atau sifat ingin menyenangkan jasadiahnya (dengan menguasai sebanyak mungkin sumberdaya alam), telah berdampak pada ketidak mampuan alam untuk memenuhi tuntutannya itu.
Maka dengan akal pikiran yang Allah ciptakan, lahirlah kreativitas untuk menumbuh kembangkan alam semesta sehingga tumbuh berkembanglah teknologi pertanian, teknik pengairan, pembudi dayaan tanaman dll. Maka tumbuh dan berkembanglah peradaban.
HIKMAH PENCIPTAAN POTENSI MANUSIA
FUNGSI AKAL
Keberdaan akal merupakan sarana utama bagi manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidupnya yang terkait dengan hal- hal yang bersifat duniawi. Potensi seperti itu sangat berguna dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia yang bersifat fisik dunia.
POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya
FUNGSI AKAL
POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya
Betapapun cerdasnya akal, AKAL memiliki 3 KELEMAHAN Pokok:
(1) tidak mampu mengetahui hakikat kebenaran.
(2) Akal tidak mengetahui letak dan hakikat kebahagiaan dan
(3) Akal tidak bisa mengetahui asal muasal manusia.
(4) Dalam hal ini, AKAL TERNYATA TIDAK MAMPU
MEMBERI SOLUSI ATAS MASALAH RUHANIYAH
MANUSIA
◦ Kemajuan IPTEK (Hasil penciptaan akal) sebagai icon masyarakat modern, terbukti melahirkan manusia yang Kapitalis, Materialis dan Hedonis, yang melahirkan:
◦ Imprealisme, Kolonialisme dan Penjajahan
◦ Konteks penjajahan yang masih eksis hingga kini adalah adanya HAK VETO yang dimiliki 5 Negara pemenang perang, untuk mengontrol
kehidupan negara lain di dunia ini
POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya
◦ Banyak hal di dunia ini yang tak bisa dipecahkan dengan sainstifik, manusia butuh
Tuhan, butuh agama
POTENSI PENCIPTAAN AKAL MANUSIA & Kelemahannya
◦ Agama ada di semua zaman, ditandai dengan ditemukannya berbagai artefak dalam setiap
peradaban manusia dan model ritual dari zaman primitif hingga
modern, ini bukti bahwa manusia tak lepas dari agama, butuh agama
FITRAH MANUSIA BERAGAMA
◦ Dinamisme adalah
kepercayaan terhadap
kekuatan-kekuatan benda- benda tertentu di alam ini.
◦ Animisme adalah kepercayaan kepada ruh. Alam ini adalah ruh- ruh nenek moyang.
◦ Kepercayaan pada dewa ,
alam ini diatur dan dikuasi oleh
sosok Dewa Dewi
◦ AGAMA YAHUDI , untuk pertama kalinya muncul di Ibrani atau Israel dibawa oleh Nabi Musa AS. Kitab suci agama ini adalah Taurat atau yang sering disebut Perjanjian Lama.
Namun pada perjalanannya banyak berpegang pada Talmudz, tulisan
pendeta Yahudi
◦ AGAMA NASHRANI/ KRISTEN , dibawa oleh Nabi Isa AS/Yesus Kristus.
◦ Konsep ketuhanan agama ini pada
awalnya, sesuai yang dibawa Nabi Isa AS, adalah tauhid (monotheisme).
Namun kemudian muncul konsep
Trinitas sebagaimana terdapat dalam
Injil Yohanes. (el-Khatib : 63).
FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM
• AGAMA ISLAM , adalah agama yang sesuai dengan FITRAH manusia
ۗ ِ ه للّٰا ِق ْ
لَخ ِل َ
لْي ِدْبَت ا َ ل ۗا َه ْي َ
ل َع َساَّنلا َر َط َ ف ْي ِت َّ
لا ِ ه
للّٰا َت َر ْط ِف ۗا ً
ف ْيِن َح ِنْي ِ دلِل َكَه ْجَو ْمِق َ ا َ
ف ل َو ُُۙمِ ي ق َ ْ ذ
لا ُنْي ِ دلا َكِل ُۙ َ
َۙ ْْ ُُ َ ل َْْي ا َ
ل ِساَّنلا ََ َ
َ ْ
ْ َ ا ََّّ ِكِ
Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut).
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Qs. Ar-Rum/30: 30)
Maksud fitrah Allah pada ayat ini adalah ciptaan Allah Swt. Manusia diciptakan Allah Swt.
dengan naluri beragama, yaitu agama tauhid. Jadi, manusia yang berpaling dari agama
tauhid telah menyimpang dari fitrahnya. (Tafsir Kemenag)
FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM
MUHAMMADIYAH berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, (MKCH poin b)
ْْ ُ
ق َْْي َو َق ح ْس ِا َو َ
ل ْي ِْ ُ ْس ِا َو َم ٖه رْب ِا ى ٰٓ لِا َل ِزْن ُ
ا ْٓا َم َو اَنْي َ ل ِا َ
ل ِز ْنُا ْٓاَمَو ِ هللّٰاِب اَّنَم ا آْ ْْ ُ ل ْْ ق ُ سْي ِع َو ى س ْْ ُم َي ِت ْو ُ َب
ا ْٓا َم َو ِطاَب ْس َ ا ْ
لا َو
َ َۙ ْْ ُّيِب َّ
نلا َي ِت ْو ُ
ا ْٓا َم َو ى
َ َۙ ْْ ُُ ِل ْس ُم ٗه َ
ل َُّ ْح َ
ن َو ْْۖم ُهْن ِ م ٍد َح َ
ا َنْيَب ُق ِ ر فُن ا َ َ
ل ْْۚم ِهِ ب َّر َّْ ِم
Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman), “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunannya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka.
Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.”
(Qs. Al-Baqarah/2: 136
FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM… Lanjutan
۞ َعَر َش ْم ُ
كِ َ ََّ ِ م ل ِنْي ِ دلا ا َم
ى هص َو ٖهِب
ا ًحُْْن ْْٓي ِذ َّ
لا َّو ْٓاَنْي َح ْو َ
ا َك ْي َ
ل ِا ا َم َو
اَنْي َّ ص َو ْٖٓهِب
َمْي ِه رْب ِا ى س ْْ ُم َو
ى ٰٓسْي ِع َو
ْ َۙ َ اْ ُُ ْي ِق َ ا
ا َنْي ِ د لا
ا َ ل َو ا ْْ ق َّر ُ فَتَت َ ِۗهْي ِف
ََُب َ
ْ ى َ
َنْي ِِْر ْشُُْلا ل َع ا َم
ْم ُه ْْ ُع ْدَت ِۗهْي َ
ل ِا ُ ه
للّٰ َ ْْٓي ِب َت ْج َي ا ِهْي َ
ل ِا َّْ َم ُءۤا َشَّي ْْٓي ِد ْهَي َو
ِهْي َ ل ِا َّْ َم ُۗبْيِنُّي
Dia (Allah) telah mensyariatkan bagi kamu agama yang Dia wasiatkan (juga) kepada Nuh, yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad), dan yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya.
Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki pada (agama)-Nya dan memberi petunjuk pada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya) (Qs. Asy-Syura/42: 13)
َنْي ِِْر ْشُُْلا ََّ ِم ََۙاَك اَمَو ۗاًُِل ْسُّم اًفْيِن َح ََۙاَك َّْ ِكِ ل َّو ا ًّيِنا َر ْصَن ا َ
ل َّو اًّي ِد ْْ ُهَي ُمْي ِه رْب ِا َۙا َ َ كا َم Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah
seorang yang hanif (lurus) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan)
orang-orang musyrik.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
HANYA AGAMA ISLAM yang menempatkan KEUTAMAAN AKAL
setelah KEUTAMAAN AGAMA , dengan penjelasan sbb:
Ilmu menyesuaikan kita dengan lingkungan kita, iman menyesuaikan kita dengan jatidiri kita.
Ilmu itu mempercepat kita sampai ke tujuan … Iman itu menentukan arah yang kita tuju
Ilmu itu seperti air telaga yang terkadang mengeruhkan pikiran pemiliknya, Iman itu seperti air bah yang selalu menenangkan pemiliknya.
Ilmu itu hiasan lahir, iman itu hiasan batin.
Pertama. Manusia memiliki naluri ingin tahu. Dengan menggunakan panca indera, akal dan jiwanya, sedikit demi sedikit pengetahuannya bertambah.
Namun demikian, keterbatasan panca indera dan akal menjadikan sekian banyak tanda tanya.yang muncul dalam benaknya tidak terjawab. Hal ini dapat mengganggu perasaan dan jiwanya, dan semakin mendesak pertanyaan tersebut semakin gelisah bila tidak terjawab. Kalau demikian manusia membutuhkan informasi tentang apa yang tidak diketahuinya itu, khususnya dalam hal-hal yang sangat mengganggu ketenangan jiwanya atau syarat bagi kebahagiannya. Di sinilah informasi Tuhan itu datang (Agama itu dibutuhkan).
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
Prof. Dr. M. Quraish Shihab.
Alasan manusia
butuh agama:
Kedua. Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendirian. Banyak kebutuhan yang tidak dapat dipenuhinya sendiri, karena berbagai keterbatasan waktu, pengetahuan dan kemampuan yang lainnya. Hidup manusia bagaikan lalu lintas, masing-masing ingin berjalan dengan selamat sekaligus cepat sampai tujuan. Namun, karena kepentingan mereka berbeda-beda, maka apabila tidak ada peraturan lalu lintas kehidupan, pasti akan terjadi benturan dan tabrakan. Dengan demikian manusia membutuhkan peraturan demi lancarnya lalu lintas kehidupan. Di sinilah Agama sangat diperlukan.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
Prof. Dr. M. Quraish Shihab.
FITRAH MANUSIA BERAGAMA ISLAM
Manusia tidak layak mengatur hidupnya sendiri, paling tidak dalam persoalan pengaturan di atas, manusia mempunyai dua kelemahan, yaitu:
Pertama, keterbatasan pengetahuan, dan
Kedua, sifat egoisme, ingin mendahulukan kepentingan diri sendiri.
Akibatnya bila manusia yang mengatur lalu lintas kehidupan, akan timbul banyak ketidakharmonisan dan ketidak adilan dalam kehidupan.
Dengan demikian yang berhak mengatur lalu lintas kehidupan adalah:
• Yang paling mengetahui kehidupan, dan
• Yang tidak mempunyai kepentingan sedikitpun.
Dialah Allah swt yang menetapkan peraturan, baik secara umum, berupa niali nilai, maupun secara rinci. Peraturan itulah yang kemudian dinamai agama.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
Pertama, karena manusia ingin bertahan diri untuk.tetap menjadi makhluk Tuhan yang mulia. Untuk itu manusia harus beriman dan beramal shaleh, yang merupakan bagian utama bagi agama Islam.
Dasar jawaban ini adalah mengacu pada QS, At-Tin, (95): 4-6
“Sesungguhnya telah Kami jadikan manusia itu dalam bentuk/konstrksi yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia menjadi serendah-rendah makhluk yang rendah. Kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, mereka mendapat pahala yang tidak berkesudahan”.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
Alasan manusia butuh agama:
KH AHMAD AZHAR BASYIR KETUA PP MUHAMMADIYAH
PERIODE 1990 - 1995.
Kedua, untuk membimbing akal agar mampu berpihak pada panggilan hati nurani. Di dalam diri manusia terdapat kekuatan yang senantiasa mengajak hidup baik, yaitu yang sering dinamakan “hati nurani”. Tetapi di samping itu terdapat juga kekuatan yang menarik-narik ke arah keburukan, kekuatan ini dinamakan “hawa nafsu”. Akal berfungsi pula antara hal-hal yang merupakan panggilan hati nurani dan yang merupakan bisikan hawa nafsu.
Akal seharusnya senantiasa berpihak kepada panggilan hati nurani. Tetapi tidak selalu demikian halnya. Amat sering terjadi bahwa dalam menghadapi desakan-desakan hawa nafsu itu, akal tidak berdaya. Hawa nafsu juga yang menang. Hati nurani terdesak. Bahkan pertimbangan akal sering tertarik untuk membenarkan ajakan-ajakan hawa nafsu
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA ISLAM
KH AHMAD AZHAR BASYIR KETUA PP MUHAMMADIYAH
PERIODE 1990 - 1995.