• Tidak ada hasil yang ditemukan

KIMIA DASAR 01 KONSEP KIMIA DASAR. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KIMIA DASAR 01 KONSEP KIMIA DASAR. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

KIMIA DASAR

01 KONSEP KIMIA DASAR

Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik

Universitas Pasundan

(2)

Absensi : 5%

Tugas /Quis : 25%

Ujian Tengah Semester : 30%

Ujian Akhir : 35%

Keaktifan : 5%

Literatur (Buku Bacaan) bisa dalam bentuk E-book (download via Google) : Wajib : 1. Chemistry by Raymond Chang (latest edition : 10th Edition)

2. General Chemistry for Engineer by Jeffrey S. G & Nancy A. M Penunjang : 1. buku textbook General Chemistry

2. Buku kima untuk Universitas 3. dll

(3)

I. Pertemuan ke - 1 1. Pendahuluan

a Ilmi Kimia

b Sifat Fisik dan Kimia c Pengukuran dan Satuan d Perhitungan kimia

II. Pertemuan ke - 2

2. Struktur Atom dan Sifat Periodik a. Perkenbangan teori atom

b. Atom,No Atom,No Massa,mol

c. Partikel Atom ( proton,neutron dan elektron) d. Dualisme Zat ( Partikel dan Radiasi)

e Sifat – sifat Atom

f REM ( Radiasi Elektro Magnetik,Sinar λ,σ )

g Komfigurasi Elektron

(4)

II Pertemuan ke - 3

2. Struktur Atom dan Sifat Periodik h Sistem Periodik

i Logam

j Non Logam k Metaloida

l Sifat Asam,Sifat Basa,pH ( Derajat Keasaman ) m Golongan – golongan dalam sistem Periodik n Kepolaran

o Bilangan Oksidasi p Potensial Ionisasi q Afinitas Elektron

r Sifat Magnetik (Moment Magmet)

s Sifat Radioaktivitas

(5)

III Pertemuan ke - 4

3 Struktur Molekul dan Ikatan Kimia a Unsur Berdiri Sendiri ( Na,S dll)

b Unsur berikatan dengan unsur sejenis ( O2,H2,N2 dll)

c Unsur berikatan dengan unsur lain,molekul,ikatan ionik,ikatan kovalen (σ,π rangkap 2, π rangkap 3 ) ikatan logam)

d Ikatan Ionik e Ikatan Kovalen

f Ikatan dalam Logam g Ikatan Van der Waals III Pertemuan –ke 5

3. Struktur Molekul dan Ikatan Kimia h Geometri molekul dan Hibridisasi i Senyawa Gabungan

j Lingkar Born Haber

k Senyawa Kompleks,Unsur Transisi,Bilangan Koordinat,Ligan

(6)

IV Pertemuan ke - 6 4. Reaksi Kimia

Sifat Umum Larutan Berair a Reaksi Asam Basa

b Konsentrasi Larutan c Stoikiometri Larutan IV. Pertemuan ke - 7

4. Reaksi Kimia (Reaksi Oksidasi reduksi oksidasi) d Partikel ( elektron,proton dan neutron )

e Reduksi f Oksidasi g Reduktor h Oksidator

i Bilangan Oksidasi

j Lingkungan Reaksi (Asam,Basa,Netral, H+,OH-,H2O ) k Aplikasi reaksi Reduksi-Oksidasi

V. Pertemuan ke – 8. Ujian Tengah Semester

(7)

VI Pertemuan ke - 9

6 LARUTAN

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Definisi Larutan (termasuk zat terlarut dan pelarut) Asam,Basa dan Garam

Elektrolit Kuat Elektrolit Lemah

Derajat Dissosiasi/Iomisasi (α) VI Pertemuan ke - 10

6 LARUTAN

Pengertian pH Pengukuran pH Perhitungan pH Larutan Buffer Proses Hidrolisis

(8)

VII Pertemuan ke - 11

7 Kinetika Reaksi

Konsep kinetika/laju Reaksi

Faktor- faktor yang mempengaruhi laju Reaksi Orde Reaksi dan Waktu Paruh

Perhitungan Orde Reaksi

VIII Pertemuan ke - 12

8. Kesetimbangan

Definisi Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan Homogen dan Heterogen

Hubungan Kesetimbangan dan Thermodinamika Tetapan Kesetimbangan untuk Gas

(9)

IX Pertemuan ke- 13 9. Thermokimia

a Definisi Thermokimia,Sistem dan Lingkungan b Reaksi Eksoterm dan EndotermHukum Hess c Hukum Thermodinamika

d Entropi

e Energi Bebas

f Perhitungan Thermokimia X Pertemuan ke- 14

10 Wujud Zat (Gas)

a Kondisi : Tekanan,Suhu,Volume,mol dengan satuan b Konstanta Gas (R)

c Hukum–hukum Fase gas (Boyle,Gay Lussaac, Avogadro, Charles, Dalton, Graham).

d Hubungan P,V,T dan mol dari gas.

e Gas Ideal dan Non Ideal

(10)

X Pertemuan ke- 15

10 Wujud Zat (Cair) a Sifat fase Cair

b Titik Didih,Titik Beku,Tekanan Uap c Tegangan permukaan

d Viskositas e Berat Jenis f Adhesi,Kohesi X Pertemuan ke- 15

10 Wujud Zat (Padat) a Sifat fase Padat

b Ikatan dalam Fase Padat c Hukum Brahg

d Bentuk – bentuk kristal

e Sifat – sifat Kristal dari zat padat

f Ciri – ciri Kristal ( Sumbu dan sudut )

XI. Pertemuan ke 16: Ujian Akhie Semester

(11)

Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar kimia yang melandasi berbagai bidang ilmu baik dasar maupun terapan khususnya di Bidang Pangan.

Mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan kuantitatif

dasar terkait dengan materi dan energi dalam ilmu kimia.

(12)

Mengelompokkan Sifat Materi

Apa itu ilmu kimia?

Ilmu yang mempelajari tentang:

1. Materi (struktur, susunan, sifat) 2. perubahan materi dan

3. energi yang menyebabkan terjadinya

perubahan materi

(13)

Kimia adalah Ilmu pengetahuan yang memepelajari komposisi dan sifat suatu materi

Materi segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa

Massa adalah ukuran jumlah materiyang terdapat dalam suatu ruang

Materi

Punya massa

= Ukuran :

Jumlah penyusun

Perlu ruang

(14)

Apa itu materi ?

• Segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang

Bagaimana dengan udara

dalam balon???

(15)

Sifat-sifat Materi

dikaitkan dengan perubahan

dikaitkan dengan

ukuran

Sifat Fisika

Sifat Kimia

Sifat Intensif

Sifat

Ekstensif

(16)

Sifat Materi

Sifat Intensif SifatEkstensif

Sifat Fisika

SifatKimia Sifat Ekstensif

: sifat materi yang bergantung pada jumlah dan ukuran zat misalnya volume, massa, dan berat.

Sifat Intensif

: sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah dan

ukuran zat. Misalkan warna, bau, membeku, mencair, melarut, menguap, menyublim.

Sifat Intensif suatu materi dapat dikelompokkan menjadi :

1. Sifat Fisika

: sifat materi yang dapat diamati tanpa materi itu mengalami perubahan yang kekal, seperti warna, bau, rasa, kekerasan, titik didih, dan titik leleh.

2. Sifat Kimia : sifat materi yang dapat diamati di saat materi tersebut

mengalami perubahan yang kekal, seperti perubahan warna,

kereaktifan, kestabilan, dan lain-lain.

(17)

Bagan klasifikasi materi

Logam Non

Logam Metaloid

Larutan

(18)

Bagan Klasifikasi Materi

Tabel Perbedaan sifat logam dan non logam

Yang dibandingkan Logam Non Logam

1.Wujud pada suhu kamar

Umumnya padat

Padat, cair, gas

2. Daya hantar panas Baik Tidak menghantarkan panas

3. Daya hantar listrik Baik Tidak menghantar listrik

4. Permukaan Mengkilap,

dapat ditempa

Rapuh, tidak dapat

ditempa

(19)
(20)

SUSUNAN MATERI

MATERI

ZAT TUNGGAL (Materi yang mempunyai komposisi tetap) Contoh: air, gula, garam, arang, oksigen, besi dll

CAMPURAN

Contoh: tanah, air sungai, udara dll

▪ Campuran merupakan kombinasi dari dua atau lebih zat dimana tiap-tiap zat masih mempertahankan sifatnya.

1. Campuran homogen – komposisi campuran sama di semua tempat Contoh soft drink, susu

2. Campuran heterogen – komposisinya tidak sama disemua tempat. Contoh :semen, serbuk besi dalam pasir

(21)

SUSUNAN MATERI

ZAT Tunggal tersusun dari unsur dan senyawa ZAT TUNGGAL

UNSUR = zat yang paling mendasar dan sebagai penyusun segala macam senyawa.

Contoh : besi (Fe), emas, (Au) aluminium (Al) , perak (Ag) , oksigen (O2) ), hidrogen (H2 )dkk.

SENYAWA

▪ Unsur adalah

suatu zat yang tidak dapat dipisahkan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia.

116 unsur telah didentifikasi

82 unsur terjadi secara alamiah di bumi (Emas, aluminum, timbal, oksigen, karbon)

34 unsur telah disintesis oleh para ahli (technetium, americium)

(22)

Senyawa adalah suatu zat yang disusun dari atom-atom dari dua atau lebih unsur yang menyatu secara kimia dalam komposisi

tertentu.

Senyawa hanya dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen murninya (unsur) dengan cara kimia.

SENYAWA = perpaduan dua unsur atau lebih dengan komposisi tertentu.

Contoh : air Air (H

2

O), garam (Nacl), glukosa

(C

6

H1

2

O

6

), alkohol (C

2

H5OH), gula

(C

12

H

22

O

11

) Amonia (NH

3

)dll

(23)

1. Mengklasifikasi materi

a. Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat

diuraikan lagi menjadi zat lain dengan reaksi

kimia biasa.

(24)
(25)

Contoh unsur logam dan lambangnya:

unsur logam Lambang unsur logam Lambang

Kalsium (Calsium) Ca Mangan Mn

Kobalt (Cobalt) Co Perak (Argentum) Ag

Krom (Chromium) Cr Nikel Ni

Kadmium (Cadmium) Cd Besi (Ferrum) Fe

Kalium K Emas (Aurum) Au

Aluminium Al Timah (Stannum) Sn

Barium Ba Timbal (Plumbum) Pb

Magnesium Mg

Raksa (Hydrargyrum)

Hg

Natrium Na Seng (Zinc) Zn

Platina Pt Tembaga (Cuprum) Cu

(26)

Contoh unsur non logam dan lambangnya:

unsur non logam Lambang unsur nonlogam Lambang

Argon Ar Belerang (Sulfur) S

Helium He Fosfor (Phosphorus) P

Bromin Br Fluorin F

Hidrogen H Karbon (Carbon) C

Neon Ne Klorin (Chlorine) Cl

Nitrogen N Oksigen O

Silikon Si Iodin I

(27)

5B 10,81

13 Al 26,98

14Si

28,09 Non logam

32Ge 72,59

33As 74,92

51Sb 121,8

52Te 127,6

Logam 84

(209)Po

85At (210)

Berikut ini Unsur-unsur semi logam

yang tersusun dalam tabel periodik.

(28)

• Zat tunggal/ zat murni

= zat yang hanya tersusun dari satu jenis zat

= zat yang komposisinya tetap

• Campuran

= perpaduan dari beberapa zat dengan perbandingan sembarang

• Unsur

= zat tunggal yang tidak dapat diurai menjadi zat yang lebih sederhana → tersusun dari satu jenis atom

• Senyawa

= perpaduan dari beberapa zat tunggal dengan perbandingan massa tertentu.

Penulisan unsur dibedakan :

• mono atom = besi (Fe), tembaga (Cu), karbon (C), emas (Au), dll

• diatom = H2, O2, N2, F2, Cl2, Br2, I2

• tetraatom = P4

Senyawa → air (H

2

O) ,

gula pasir (sukrosa C

12

H

22

O

11

) , alkohol (etanol C

2

H

5

OH)

Rumus molekul hidrogen = H

2

Lambang atom hidrogen = H

(29)

b. Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia.

Misal, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen

dapat bergabung membentuk molekul air (H

2

O).

(30)

Senyawa

• Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat lain dengan reaksi kimia.

• Senyawa termasuk zat tunggal karena komposisinya selalu tetap.

• Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya.

• Contoh senyawa: air (H2O), garam dapur (Natrium

klorida/NaCl), CO2 (karbondioksida), gula tebu (sukrosa).

• Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) menyatakan bahwa perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.

• Contoh:

Perbandingan massa hidrogen : oksigen dalam air = 1 : 8 (H2O)

Perbandingan massa magnesium : oksigen dalam magnesium

oksida = 3 : 2 (MgO)

(31)

Molekul = gabungan atom-atom

Molekul Unsur → atom-atomnya sejenis H

2

, O

2

, N

2

Molekul senyawa → atom-atomnya berbeda jenis

NaCl, H

2

O, CH

4

Atom = partikel terkecil penyusun unsur

Molekul = partikel terkecil penyusun senyawa

(32)

Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan

perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.

Misal, air sungai, tanah, udara, makanan, minuman, larutan

garam, larutan gula, dll.

(33)

Campuran

• Campuran terbentuk dari dua atau lebih zat yang masih

mempunyai sifat asalnya. Ketika gula dicampurkan dengan air,

akan terbentuk larutan gula (campuran gula dan air). Campuran ini masih mempunyai sifat gula (yaitu manis) dan sifat air.

• Senyawa mempunyai komposisi yang tetap, sedang campuran tidak memiliki komposisi yang tetap.

• Campuran dapat berupa larutan, suspensi atau koloid.

a. Larutan adalah campuran homogen.

• Ciri campuran homogen:

1. tidak ada bidang batas antar komponen penyusunnya 2. komposisi di seluruh bagian adalah sama

• Komponen larutan terdiri dari pelarut dan zat terlarut.

• Komponen yang jumlahnya terbanyak dianggap sebagai pelarut.

• Tapi jika larutan adalah campuran dari zat padat dan cair, maka

cairan dianggap sebagai pelarut.

(34)

b. Suspensi

• Suspensi adalah campuran kasar dan tampak heterogen.

Batas antar komponen dapat dibedakan tanpa perlu menggunakan mikroskop.

• Suspensi tampak keruh dan zat yang tersuspensi lambat laun terpisah karena gravitasi.

• Contoh: campuran kapur dan air c. Koloid

• Koloid adalah campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi.

• Secara makroskopis koloid tampak homogen, tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra akan tampak

heterogen. Contoh: santan, air susu, cat.

(35)

Campuran Zat

Campuran Heterogen Campuran Homogen

(Larutan)

No. Yang dibandingkan Campuran Senyawa

1. Cara Pembuatan Secara fisika Secara kimia 2. Perbandingan Massa Zat

Pembentuknya

Sembarang Tertentu 3. Sifat Komponen-komponen

Pembentuknya

Masih ada Tidak tampak lagi

4. Pemisahan Komponen- komponen Pembentuknya

Secara fisika Secara kimia

(36)

Stainless steel (nikel, besi,krom

)

Campuran nikel, besi, dan krom yang menghasilkan stainless steel (baja tahan karat) → kromium ± 11% , logam besi 50% ،dan sisanya adalah zat zat lain seperti

(karbon, nitrogen, mangan dll.) hingga saat ini

dimanfaatkan untuk

membuat peralatan dapur,

contohnya sendok garpu,

panci, wajan, dan lainnya.

(37)
(38)

2. Pengelompokan sifat materi

Bentuk dan volumenya tetap, selama tidak ada pengaruh dari luar.

Bentuknya selalu

berubah sesuai dengan tempatnya, volume zat cair adalah tetap.

Baik bentuk dan

volumenya tidak tetap dan akan mengisi

seluruh ruang yang ditempatinya.

Padat Cair Gas

(39)

2. Pengelompokkan Perubahan Materi

Perubahan Fisika Perubahan Kimia

Es → Air → Uap Air kayu/kertas dibakar berubah menjadi abu

Lilin meleleh Besi Berkarat

Pelarutan garam/gula Nasi menjadi basi

Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang tidak menghasilkan materi

baru,yang berubah hanya bentuk dan wujud materi

Perubahan Kimia atau reaksi kimia yaitu perubahan yang

menghasilkanmateri baru

(40)

PERUBAHAN FISIKA

Perubahan yang bersifat dapat balik (

reversible ) dan tidak menghasilkan zat yang baru, misalnya lilin yang meleleh , air yang

menguap , membeku , mencair .

(41)

Perubahan Materi

• Materi dapat berubah. Perubahan materi dapat digolongkan menjadi dua macam.

1. Perubahan Fisika

• Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak

menghasilkan materi baru dan hanya bersifat sementara.

• Contoh : Air membeku menjadi es, gula larut dalam air, pembuatan garam, logam dipanaskan, kayu atau kertas dipotong-potong.

2. Perubahan Kimia

• Perubahan kimia adalah perubahan materi yang

menghasilkan materi baru dan tidak dapat kembali menjadi materi asal. Materi baru adalah materi yang sifat-sifatnya berlainan dengan materi asal dan sifat tersebut tidak dapat kembali ke sifat asalnya.

• Contoh : proses fotosintesis, besi berkarat, meledaknya

bom/petasan, proses peragian, makanan membusuk,

perubahan warna, proses pernafasan.

(42)

• Untuk selanjutnya perubahan kimia disebut reaksi kimia.

• Berdasarkan hasil eksperimen, dapat disimpulkan gejala-gejala yang menyertai reaksi kimia yaitu:

# Terbentuknya endapan

# Terbentuknya gelembung-gelembung gas

# Terjadinya perubahan warna

# Terjadinya perubahan suhu / kalor

• Perubahan fisika → campuran

• air gula + pewarna merah -→ sirup

• Sifat air = cair, tak beracun

• Gula = padatan manis

• Pewarna merah = warna merah

• Sirup = cairan merah rasa manis

• Perubahan kimia / reaksi kimia → senyawa

• Logam Na + gas Cl2 → NaCl (garam dapur)

• Logam Na = logam reaktif, warna putih, dapat diiris dengan pisau, dengan air terbakar/ meledak.

• Gas Cl2 = gas warna hijau, beracun

• NaCl = padatan putih, rasa asin, tidak beracun.

Perubahan gula Pembakaran gas/LPG

(43)
(44)

Materi disusun atas atom-atom dan molekul yang bergerak

.

KEADAAN MATERI

1. PADAT — memiliki bentuk yang tetap, volume tertentu. Bentuk luarnya dapat merefleksikan penyusunan atom dan molekulnya.

Cukup baik difahami.

2. CAIR — memiliki bentuk yang tidak tetap dan dan tidak memenuhi seluruh wadah dengan sempurna.

Belum difahami dengan baik.

3. GAS — mengembang memenuhi wadahnya.

Pemahaman secara teoritik baik.

(45)

▪ PLASMA — suatu gas yang dimuati secara elektrik;

Contohnya: matahari atau bintang lainnya

▪ BOSE-EINSTEIN CONDENSATE — suatu kondensat yang dibentuk pada temperatur mendekati nol

mutlak yang memiliki sifat-sifat superkonduksi;

Contohnya : supercooled Rb gas

(46)

Zat Semula

a. Perubahan Fisika b. Perubahan Kimia

Zat masih sama Menjadi zat lain

(47)

Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak

menghasilkan materi baru dan hanya bersifat sementara.

Contoh : Air membeku menjadi es, gula larut dalam air, pembuatan garam, logam dipanaskan, kayu atau kertas dipotong-potong.

Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkan materi baru dan tidak dapat kembali menjadi materi asal.

Materi baru adalah materi yang sifat-sifatnya berlainan dengan materi asal dan sifat tersebut tidak dapat kembali ke sifat

asalnya.

Contoh : proses fotosintesis, besi berkarat, meledaknya bom/petasan, proses peragian, makanan membusuk, perubahan warna, proses pernafasan.

(48)

Pemisahan Komponen Campuran

Komponen pembentuk campuran dapat dipisahkan secara fisik. Ada beberapa cara pemisahan campuran yaitu :

a. Dekantasi, digunakan untuk memisahkan campuran dari zat padat yang tidak larut dalam cairan. Contoh : Pasir dalam air.

(b).Penyaringan / Filtrasi, digunakan untuk

memisahkan campuran zat padat dan zat cair.

Contoh : Daun teh dari air teh.

c). Kristalisasi, digunakan untuk memisahkan zat padat dari larutannya dengan cara penguapan. Contoh : Pembuatan garam.

(49)

(d). Destilasi, digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan

titik didih masing-masing komponen.

Contoh : memisahkan alkohol dari air.

(e). Kromatografi, digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan

kecepatan rambatan suatu zat dalam medium tertentu.

Contoh : Kromatografi kertas

(untuk memisahkan zat warna dalam tinta).

(f). Sublimasi, digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perubahan wujud zat dari padat menjadi gas, kemudian kembali

ke wujud padatnya tanpa melalui wujud cairnya.

Contoh : pemurnian kapur barus (naftalena)

(50)
(51)

Dualisme tentang Zat

-

Zat sebagai materi dan zat sebagai Radiasi (REM),Foton

-

Radiasi Elektromagnetik (REM)

-

Radiasi : suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan panas

(Swarmadika, 2009).

-

Gelombang elektromagnetik : gelombang yang dihasilkan oleh sumber arus dan tegangan (sumber listrik) yang

dibedakan atas medan listrik dan medan magnet.

Maka radiasi elektromagnetik : kombinasi medan listrik dan

medan magnet yang berosilasi & merambat lewat ruang dan

membawa energi dari satu tempat ke tempat lain

.

(52)

▪ Newton mengajukan bahwa cahaya mempunyai sifat seperti sekumpulan patikel yang terdiri dari aliran partikel berenergi

▪ Huygens menyatakan bahwa cahaya terdiri dari gelombang energi

▪ Pembuktian dengan pengukuran kecepatan cahaya pada berbagai medium menunjukkan cahaya berkurang

kecepatannya dalam medium yang lebih rapat

▪ Tetapi Einstein menganggap bahwa foton cahaya bersifat sebagai partikel untuk menjelaskan efek fotolistrik

▪ Timbul gagasan baru bahwa cahaya mempunyai dua

macam sifat sebagai gelombang dan sebagai partikel

(53)
(54)

Materi – segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.

massa – ukuran kuantitas materi

Satuan SI massa adalah kilogram (kg) 1 kg = 1000 g = 1 x 103 g

berat – gaya dimana gravitasi bekerja pada suatu objek berat = c x massa

1 kg benda akan memiliki berat

Di bumi, c = 1.0 1 kg di bumi

Di bulan, c ~ 0.1 0.1 kg di bulan Volume

satuan turunan SI untuk volume adalah meter kubik (m3) 1 cm3 = (1 x 10-2 m)3 = 1 x 10-6 m3

1 dm3 = (1 x 10-1 m)3 = 1 x 10-3 m3 1 L = 1000 mL = 1000 cm3 = 1 dm3

1 mL = 1 cm3

(55)

Densitas – satuan turunan SI untuk densitas adalah kg/m

3

1 g/cm

3

= 1 g/mL = 1000 kg/m

3

densitas =

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒

d =

𝑚

𝑣

Suatu potongan logam platinum dengan densitas 21.5 g/cm

3

memiliki volume 4.49 cm

3

. Berapakah massanya?

Jawab : d =

𝑚

m = d x V = 21.5 g/cm3 x 4.49 cm3 = 96.5 g

𝑣

(56)

Konversi Metrik dan Inggris

Jika mengetahui SATU konversi untuk tiap-tiap jenis pengukuran, maka akan dapat mengkonversi apapun!

Harus mengingat dan menggunakan konversi ini:

Massa: 454 grams = 1 pound

Panjang: 2.54 cm = 1 inch

Volume: 0.946 L = 1 quart

(57)

Satuan Pangkat dua dan Kubik

Gunakan faktor konversi yang telah diketahui dengan baik, akan tetapi ketika akan membuat pangkat dua atau kubik suatu satuan, jangan lupa untuk

memangkatkan atau mengkubikkan bilangannya juga!

Contoh: Konversikanlah 4.3 cm

3

menjadi mm

3

(58)

K = 0C + 273.15 273 K = 0 0C 373 K = 100 0C

0F =9/5 x 0C 32 0F = 0 0C 212 0F = 100 0C

(°F - 32) * 5/9 = °C

Conversikan 172.9 0F menjadi derajat Celsius.

0F = 9

5 x 0C + 32

0F - 32 = 9

5 x 0C

0C = 9

5 x (0F - 32 )

0C = 9

5 x (172,90- 32 )= 78,3

(59)

TERIMA KASIH

Gambar

Tabel Perbedaan sifat logam dan non logam

Referensi

Dokumen terkait

Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Diet Remaja.. Putri Di SMA Negeri 1 Aek Kuasan

[r]

Menurut panas atau kalor atau energi yang dihasilkan, suatu reaksi kimia dibedakan menjadi reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.. Reaksi dikatakan eksoterm bila proses reaksi

Banyak dari perupa perupa tersebut adalah seniman kontemporer.. Indonesia, oleh karena itu tak dinyana lagi bila karya yang muncul

Dari hasil analisis data tersebut, maka teori yang penulis pergunakan dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa kepuasan kerja mempengaruhi kedisiplinan pegawai

Praktik Pengalaman Lapangan itu meliputi kegiatan yang harus dilakukan oleh praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam

Sejalan dengan hal tersebut dalam Permendikbud No 146 tahun 2014 menetapkan bahwa penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ETNOKOREOLOGI MELALUI TARI TOPENG BANJAR KALIMANTAN SELATAN DI PERGURUAN TINGGI PENDIDIKAN SENI. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |