• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

33

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pendekatan ini dipakai karena dapat berpengaruh di pola pengumpulan data dan analisis data.

Melalui pendekatan ini, hal- hal yang akan dipaparkan lebih mengarah pada deskripsi dan hasil data berupa persepsi, asumsi dan opini. Sifatnya sangat subjektif, karena setiap manusia memiliki paradigma, mindset dan cara berpikir yang berbeda- beda.

Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip dari Rosady Ruslan (2012:215) bahwa pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang di amati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertenu dalam suatu konteks setting tertetu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistic.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kualitatif peneliti menjadi instrument kunci, dimana apabila teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obeservasi partisipasi. Karena secara langsung peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan informan kunci yang menjadi subjek penelitian dan sumber informasi penelitian.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus, dimana dalam penelitian ini menelaah satu kasus secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif.

Menurut Cozby dalam Ardianto (2011:64) studi kasus memberikan deskripsi tentang individu, dimana individu ini biasanya orang atau tempat seperti perusahaan, sekolah dan lingkungan sekitar.

Penelitian yang menggunakan metode studi kasus biasanya berbagai variabelnya ditelaah dan ditelusuri termasuk kemungkinan hubungan antarvariable yang ada. Melalui metode penelitian studi kasus ini dapat melahirkan pernyataan- pernyataan yang bersifat eksplanasi, namun eksplanasi tersebut tidak dapat diangkat sebagai suatu generalisasi

(2)

sedang terjadi di dalam LPP TVRI yang nantinya akan menghasikan suatu pernyataan yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan teknik atau cara-cara yang dapat digunakan untuk pengumpulan data. Kegiatan pengumpulan data merupakan suatu prosedur yang sangat menentukan baik atau tidaknya suatu riset. Teknik pengumpulan data dapat dibedakan menjadi dua yaitu (Kriyantono, 2010:95) :

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama yang diteliti dilapangan. Dalam analisis ini data primernya adalah isi komunikasi yang telah diteliti. Sumber data ini merupakan hasil dari wawancara secara mendalam terhadap Humas LPP TVRI dalam kaitannya meningkatkan brand loyalty LPP TVRI sendiri melalui email website keluhan dari masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis teknik pengumpulan data, yaitu :

i. Metode wawancara mendalam (in-depth interview) dalam Ardianto (2011:178), yaitu teknik mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertatap muka langsung dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Hal ini dilakukan dengan cara tanya jawab kepada manager Humas maupun karyawan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

Narasumber yang akan diwawancarai antara lain :

- Wiwin S.Soendari selaku Manager Humas LPP TVRI yang memiliki wewenang untuk menyusun rencana operasional bidang kehumasan, mendistribusikan tugas kepada staf, mengelola dan mengoptimalisasi sistem informasi (website) dan media, serta menyelengarakan konferensi pers guna peningkatan kerjasama dengan pers dan lembaga lain.

- Chandra Kirana W selaku Staf Humas di LPP TVRI yang bertugas untuk membantu berbagai kegiatan di bidang kehumasan atau keprotokolan.

(3)

ii. Observasi Lapangan dalam Ardianto (2011:179) merupakan kegiatan yang setiap saat dilakukan dengan kelengkapan pancaindra yang dimiliki. Mengadakan observasi atau pengamatan lapangan untuk memahami keadaan lingkungan penelitian, membaca sumber referensi, mendengarkan berita, mengamati gejala-gejala yang timbul, mengumpulkan data-data yang tidak tertulis secara lengkap dan menganalisis data tersebut untuk melengkapi hasil penelitian

b. Data Sekunder

Data Sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua yang diteliti dilapangan. Data sekunder dapat membantu jika data primer tidak lengkap atau terbatas. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data internal yang diperoleh dari LPP TVRI, buku, jurnal, dan lain-lain. Untuk mendapatkan data sekunder, Digunakan jenis pengumpulan data sebagai berikut :

1. Dokumentasi.

Menurut Sugiyono dalam Kriyanto (2010:326) dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.

Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah, cerita, biografi, peraturan atau kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya : foto, gambar, sketsa dan lainnya.

Informasi yang dijadikan dokumentasi oleh peneliti untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :

a) Foto atau gambar kegiatan yang dilakukan oleh LPP TVRI terutama di divisi humas.

b) Company profile dan struktur organisasi dari LPP TVRI

2. Studi Pustaka.

Bentuk studi pustaka yang dilakukan oleh peneliti adalah pembahasan buku serta jurnal yang berkaitan dengan humas terutama di perusahaan yang bergerak di bidang pertelevisian atau media.

(4)

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dimana dalam Kriyantono (2010:69) teknik ini bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat dari objek tertentu.

Disini biasanya periset sudah memiliki konsep dan kerangka konseptual, dimana dengan kerangka konseptual tersebut periset melakukan operasionalisasi konsep yang nantinya akan menghasilkan variable beserta indikatornya.

Dalam riset ini mengambarkan bagaimana realitas yang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antar variabelnya. Analisi data dilakukan dan dimulai sejak data dikumpulkan sampai akhir penelitian di lapangan. Proses analisis data diawali dari menelah data yang ada secara keseluruhan baik yang diperoleh dari proses wawancara, observasi dan cacatan dilapangan. Selanjutnya data disusun dan dirangkum ke dalam satuna-satuan yang dikategorisasikan.

Penelitian ini menggunakan analisis data secara kualitatif, jadi data yang diperoleh selama penelitian dilapangan akan disajikan dalam bentuk uraian yang dijelaskan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan pemahaman dan penjelasan mengenai peningkatan brand loyalty melalui website email keluhan masyarakat di LPP TVRI.

3.5 Teknik Keabsahan Data

Keabsahan data harus dipastikan benar-benar tepat dalam suatu penelitian kualitatif. Salah satu pemeriksaan keabsahan data adalah dengan cara triangulasi.

Tujuan triangulasi adalah mengecek kebenaran data tertentu dengan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain, pada berbagai fase penelitian lapangan, pada waktu yang berlainan dan dengan menggunakan metode yang berlainan. (Ardianto, 2011:197)

Seperti yang dikutip dari Bachtiar S.Bahri dalam jurnal ”Meyakinkan Validitas Data melalui Triangulasi pada penelitian Kualitatif” , Triangulasi terdiri dari beberapa cara, antara lain (Bahri, 2010: 55-57) :

• Triangulasi sumber

berarti membandingkan mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara; membandingkan antara apa yang

(5)

dikatakan umum dengan yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

• Triangulasi Waktu

Triangulasi digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan perubahan suatu proses dan perilaku manusia, karena perilaku manusia mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Untuk mendapatkan data yang sahih melalui observasi peneliti perlu mengadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja.

• Triangulasi Teori

Triangulasi teori adalah memanfaatkan dua teori atau lebih untuk diadu atau dipadu. Untuk itu diperlukan rancangan penelitian pengumpulan data dan analisis data yang lebih lengkap. Dengan demikian akan dapat memberikan hasil yang komprehensif.

• Triangulasi Peneliti

Triangulasi peneliti adalah menggunakan lebih dari satu peneliti dalam mengadakan observasi atau wawancara. Karena masing-masing peneliti mempunyai gaya, sikap dan persepsi yang berbeda dalam mengamati suatu fenomena maka hasil pengamatan dapat berbeda dalam mengamati fenomena yang sama. Pengamatan dan wawancara dengan menggunakan dua atau lebih pengamat/pewawancara akan dapat memperoleh data yang lebih absah.

Sebelumnya tim peneliti perlu mengadakan kesepakatan dalam menentukan kriteria/acuan pengamatan dan atau wawancara.

• Triangulasi Metode

Triangulasi metode adalah usaha mengecek keabsahan data, atau mengecek keabsahan temuan penelitian. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sama. Pelaksanaannya dapat juga dengan cara cek dan recek.

(6)

menggunakan beberapa sumber yang berbeda yang memiliki jawaban serta pandangan yang berbeda pula terhadap pertanyaan yang diberikan. Dari sudut pandang inilah yang nantinya akan ditarik suatu kesimpulan untuk memperkuat penelitian yang dilakukan.

Referensi

Dokumen terkait

1) Dengan bentuknya yang besar peserta didik dapat melihat dengan jelas setiap halaman yang terdapat dalam buku tersebut. book kegiatan pembelajaran akan lebih terfokus,

Spermatozoa immature adalah sperma yang masih mengandung sisa-sisa sitoplasma yang mempunyai ukuran separuh dari ukuran kepala dan masih terikat, baik pada kepala,

Hasil analisis data menjelaskan bahwa responden pasien yang menyatakan kualitas keperawatan onkologi: kenyamanan baik sebesar 68% terhadap perawat dengan tingkat

Fluks panas radiasi yang dihasilkan dari bola api pada tangki pengangkut dan penyimpan tidak dipengaruhi oleh diameter lubang kebocoran dan

Press, 2012, h.. b) Menurut hubungan perkawinan, yaitu ahli waris yang timbul karena adanya ikatan perkawinan antara pewaris dengan ahli waris, ahli waris ini meliputi

Perbedaan pengeluaran wisatawan nusantara pada setiap kota atau kabupaten di Daerah istimewa Yogyakarta dapat dilihat dari pengeluaran berdasarkan daya tarik wisata

Pada tahap ini, petugas kesehatan mengamati apakah tangan klien benar-benar lemas, jika klien masih dapat menggerakkan tangannya dengan mudah, maka segera ulangi bagian sript

Akan dikaji sifat-sifat lebih jauh dari integral Henstock-Dunford, yaitu sifat-sifat small Riemann sumsnya, khususnya locally dan globally small Riemann sums..