LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
PET CARE CENTER DI DENPASAR
Oleh :
I GEDE RAI DWIJA PUTRA
1219251017
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (NON REGULER)
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
PET CARE CENTER DI DENPASAR
Oleh :
I GEDE RAI DWIJA PUTRA
1219251017
Dosen Pembimbing:
1. Gusti Ayu Made Suartika, ST., MEngSc., Ph.D.
2. Ir. I Gusti Bagus Budjana, MT.
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (NON REGULER)
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
–
JURUSAN ARSITEKTUR
Kampus Bukit Jimbaran – Bali
(0361) 701806, 703320, Fax: 701806 www.ar.unud.ac.id
PERNYATAAN
Judul Tugas Akhir : Pet Care Center di Denpasar
Nama : I Gede Rai Dwija Putra
NIM : 1219251017
Program Studi : Arsitektur Periode : Februari 2016
Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah diajukan
untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya
tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain,
kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.
Denpasar, 16 Juni 2016
Pet Care Center di Denpasar
v
ABSTRAK
Dewasa ini memelihara hewan peliharaan terutama anjing dan kucing sudah
menjadi hal yang umum di Denpasar. Kesadaran masyarakat kini tentang pentingnya
merawat hewan peliharaan juga telah meningkat. Dari awalnya, kebanyakan hanya
menyediakan kebutuhan dasar, namun kini banyak pemilik anjing dan kucing yang
mulai menyediakan kebutuhan-kebutuhan lain seperti kesehatan, aksesoris dan
lain-lain. Hal ini juga dipertegas dengan bermunculannya fasilitas-fasilitas komersial yang
menyediakan kebutuhan-kebutuhan bagi anjing dan kucing, namun di kota Denpasar
belum tersedia tempat yang mampu melayani semua kebuthan anjing dan kucing dalam
satu tempat. Hal tersebut yang menjadi dasar pemikiran perlunya Pet Care Center di
Denpasar. Fasilitas yang ada meliputi klinik hewan, salon hewan, pet shop dan tempat
penitipan hewan. Target pasar yang dituju adalah kalangan menengah ke atas,
khususnya pecinta anjing dan kucing di kota Denpasar. Perancangan dan pemrograman
didasarkan pada kebutuhan pengguna bangunan yaitu manusia dan hewan peliharaan
(anjing dan kucing).
Pet Care Center di Denpasar
vi
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya pembuatan laporan Seminar Tugas Akhir sebagai bahan ujian seminar ini
dapat dikerjakan dan diselesaikan tepat pada waktunya. Tujuan dari penyusunan
laporan dengan judul Pet Care Center di Denpasar ini adalah untuk memenuhi persyaratan Mata Kuliah Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik,
Universitas Udayana.
Melalui Seminar Tugas Akhir ini, diharapkan dapat membuat konsep-konsep
perancangan yang dapat digunakan sebagai informasi dasar dalam Studio Tugas Akhir
nantinya. Dalam upaya penyelesaian penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan,
bimbingan, data-data serta informasi dari berbagai pihak yang terkait. Maka dari itu
dalam kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Yth :
1. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT, Ph.D., selaku Dekan Fakultas
Teknik, Universitas Udayana ;
2. Ibu Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. selaku Ketua Jurusan Arsitektur,
Fakultas Teknik, Universitas Udayana ;
3. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP., selaku Dosen Koordinator Mata
Kuliah Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas
Udayana ;
4. Ibu Gusti Ayu Made Suartika, ST., MEngSc., PhD., selaku Dosen Pembimbing
I, Mata Kuliah Seminar Tugas Akhir yang telah meluangkan waktu,
memberikan masukan, bimbingan dan saran dalam menyusun dan
Pet Care Center di Denpasar
vii 5. Bapak Ir. I Gusti Bagus Budjana, MT., selaku Dosen Pembimbing II, Mata
Kuliah Seminar Tugas Akhir yang telah meluangkan waktu, memberikan
masukan, bimbingan dan saran dalam menyusun dan menyelesaikan laporan ini
;
6. Rekan-rekan Arsitektur 2012 dan keluarga, yang telah memberikan dukungan
moril maupun materiil.
7. Serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
membantu dalam menyusun dan menyelesaikan laporan ini.
Dalam kesempatan ini, disampaikan permohonan maaf kepada pembaca
apabila terdapat kesalahan pada penyusunan laporan ini. Maka dari itu, sangat
diharapkan adanya bimbingan, saran dan kritik demi kesempurnaan laporan
ini.Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Denpasar, 15 Juni 2016
Pet Care Center di Denpasar
Pet Care Center di Denpasar
2.6 Kajian Terhadap Proyek Sejenis ... 24
2.6.1 Piara Renon ... 25
2.6.2 Rumah Terraria ... 29
2.6.3 Las Gaviotas Pet Hotel ... 31
2.7 Kesimpulan Proyek Sejenis... 33
2.8 Spesifikasi Umum Pet Care Center ... 34
2.8.1 Pengertian ... 34
2.8.2 Batasan ... 34
2.8.3 Lingkup Pelayanan ... 34
2.8.4 Fasilitas ... 35
BAB 3 STUDI PERANCANGAN PET CARE CENTER DI DENPASAR 3.1 Tinjauan Umum Lokasi ... 37
3.1.1 Aspek Fisik ... 37
3.1.2 Aspek Non Fisik ... 40
3.2 Analisis SWOT (Studi Pengadaan Pet Care Center di Denpasar) ... 46
Pet Care Center di Denpasar
3.3.10 Persyaratan Lokasi dan Bangunan ... 56
BAB 4 PEMROGRAMAN RUANG 5.1 Konsep Perancangan Tapak ... 128
5.1.1 Konsep Entrance Tapak ... 128
5.1.2 Konsep Zoning Tapak ... 130
5.1.3 Konsep Bentuk, Pola dan Orientasi Massa ... 131
5.1.4 Konsep Sirkulasi Tapak ... 133
Pet Care Center di Denpasar
xi
5.1.6 Konsep Ruang Luar... 136
5.2 Konsep Perancangan Bangunan ... 137
5.2.1 Konsep Entrance Bangunan ... 138
5.2.2 Konsep Ruang Dalam ... 139
5.2.3 Konsep Tampilan Bangunan ... 140
5.2.4 Konsep Struktur Bangunan ... 142
5.2.5 Konsep Utilitas Bangunan ... 144
Pet Care Center di Denpasar
Gambar 2.13 Tampilan Eksterior Piara Renon ... 25
Gambar 2.14 Klinik Hewan Piara Renon ... 26
Gambar 2.15 Pet Shop Piara Renon ... 26
Gambar 2.16 Tempat Penitipan Hewan Piara Renon... 27
Gambar 2.17 Salon Hewan Piara Renon ... 27
Gambar 2.18 Zoning Ruang Piara Renon ... 28
Gambar 2.19 Lapangan Outdoor Rumah Terraria ... 29
Gambar 2.20 Dog Kennel Rumah Terraria ... 30
Gambar 2.21 Proses Grooming Rumah Terraria ... 30
Gambar 2.22 Kegiatan Pelatihan Anjing Rumah Terraria ... 31
Pet Care Center di Denpasar
Gambar 4.11 Peta Kecamatan Denpasar Selatan ... 108
Gambar 4.12 Lokasi Tapak Alternatif 1 ... 108
Gambar 4.19 Analisis Bentuk, BUA dan Ukuran Tapak ... 114
Gambar 4.20 Hasil Analisis Bentuk, BUA dan Ukuran Tapak ... 115
Gambar 4.21 Analisis Topografi pada Tapak ... 116
Gambar 4.22 Analisis Klimatologi pada Tapak ... 118
Gambar 4.23 Hasil Analisis Klimatologi pada Tapak ... 119
Gambar 4.24 Analisis Vegetasi pada Tapak ... 120
Gambar 4.25 Analisis Geologi dan Hidrologi pada Tapak ... 121
Gambar 4.26 Analisis Traffic pada Tapak ... 123
Gambar 4.27 Analisis Utilitas pada Tapak ... 124
Gambar 4.28 Analisis Kebisingan pada Tapak ... 126
Gambar 4.29 Hasil Analisis Kebisingan pada Tapak ... 127
Gambar 5.1 Penempatan Entrance pada Tapak ... 129
Gambar 5.2 Dimensi Entrance pada Tapak ... 130
Gambar 5.3 Konsep Zoning pada Tapak ... 131
Gambar 5.4 Bentuk, Pola dan Orientasi Massa Bangunan ... 133
Pet Care Center di Denpasar
xiv
Gambar 5.6 Konsep Parkir pada Tapak ... 136
Gambar 5.7 Konsep Ruang Luar pada Tapak ... 137
Gambar 5.8 Konsep Entrance Bangunan ... 139
Gambar 5.9 Entrance Khusus Hewan ... 139
Gambar 5.10 Konsep Tampilan Ruang Dalam ... 140
Gambar 5.11 Konsep Tampilan Bangunan ... 141
Gambar 5.12 Pondasi Menerus dan Foot Plat ... 143
Gambar 5.13 Sistem Rangka Kolom dan Balok ... 143
Gambar 5.14 Konstruksi Atap Baja Ringan ... 144
Gambar 5.15 Sistem Peredam Suara pada Dinding ... 145
Gambar 5.16 Diagram Pembuangan Limbah Laboratorium dan Biologis ... 145
Gambar 5.17 Diagram Pembuangan Limbah Kotoran Hewan dan Kandang ... 146
Gambar 5.18 Diagram Pembuangan Limbah Dapur dan Air Mandi Hewan ... 146
Pet Care Center di Denpasar
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Takaran Pakan Anjing Menurut Berat Badan ... 11
Tabel 2.2 Jadwal Vaksinasi pada Anjing ... 12
Tabel 2.3 Takaran Pakan Kucing ... 21
Tabel 2.4 Jadwal Vaksinasi pada Kucing... 22
Tabel 2.5 Kesimpulan Pemahaman Proyek Sejenis ... 33
Tabel 3.1 Letak Geografis Kota Denpasar Menurut Kecamatan ... 38
Tabel 3.2 Luas Wilayah Kota Denpasar dan Ketinggiannya dari Permukaan Laut Menurut Kecamatan ... 39
Tabel 3.3 Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Masing-masing Kecamatan dan Desa di Kota Denpasar ... 40
Tabel 3.4 Estimasi Populasi Anjing di Bali per Kabupaten ... 42
Tabel 3.5 Pembagian Wilayah Kota Sesuai dengan Sistem dan Fungsi Kota Denpasar ... 43
Tabel 3.6 Kesimpulan Analisis SWOT ... 49
Tabel 4.1 Proses Kegiatan pada Pet Care Center di Denpasar ... 62
Tabel 4.2 Studi Banding Pengunjung pada Proyek Sejenis ... 69
Tabel 4.3 Studi Banding Pengunjung (Hewan) pada Proyek Sejenis 69
Tabel 4.4 Asumsi Jumlah Pengelola pada Pet Care Center di Denpasar ... 70
Tabel 4.5 Kebutuhan Ruang pada Pet Care Center di Denpasar ... 71
Tabel 4.6 Program Performansi pada Pet Care Center di Denpasar . 73 Tabel 4.7 Studi Besaran Ruang pada Pet Care Center di Denpasar .. 80
Tabel 4.8 Rekapitulasi Kebutuhan Luasan Ruang ... 99
Tabel 4.9 Penilaian Kriteria Lokasi Tapak... 107
“Pet Care Center di Denpasar”
1
BAB 1
PENDAHULUAN
Pada Bab 1 – Pendahuluan akan membahas latar belakang pemilihan judul
berkaitan dengan topik perencanaan dan perancangan yang diambil, rumusan
permasalahan, tujuan serta metode penelitian yang digunakan.
1.1Latar Belakang
Hewan peliharaan atau hewan timangan adalah hewan yang dipelihara sebagai
teman sehari-hari manusia. Hewan peliharaan berbeda dengan hewan ternak, hewan
percobaan, hewan pekerja atau hewan tunggangan yang dipelihara untuk
kepentingan ekonomi atau untuk melakukan suatu tugas tertentu. Memiliki hewan
peliharaan di rumah bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Denpasar
merupakan hal yang sudah umum. Banyak masyarakat yang memilki seekor atau
lebih hewan peliharaan di setiap rumah.
Setiap hewan peliharaan memiliki kebutuhan-kebutuhan yang juga mirip
dengan manusia, namun disayangkan banyak pemilik-pemilik hewan peliharaan
terkadang terlalu sibuk dengan urusannya hingga lupa kalau mereka memiliki
hewan peliharaan di rumah. Sehingga banyak hewan peliharaan yang tidak terawat
dengan baik dan bisa menyebabkan rasa stress maupun menimbulkan penyakit bagi
“Pet Care Center di Denpasar”
2 Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang peduli dengan
hewan peliharaan agar dapat mencegah hal tersebut. Salah satu contohnya yaitu
pemberian sosialisasi pada masyarakat daerah Bali tentang pentingnya menjaga
kesehatan bagi hewan serta pentingnya menjaga kesejahteraan hewan peliharaan
yang marak dilakukan oleh organisasi-organisasi Animal Welfare yang ada di Bali.
Selain itu, yang paling marak belakangan ini adalah mulai bermunculannya
komunitas-komunitas pencinta hewan peliharaan serta munculnya penyedia
jasa-jasa perawatan hewan peliharaan terutama di daerah Denpasar dan sekitarnya.
Fasilitas-fasilitas seperti diatas mulai bermunculan di kota Denpasar dengan
tujuan memudahkan pemilik hewan peliharaan memenuhi kebutuhan hewan
peliharaannya. Menurut data yang didapat dari Dinas Peternakan, Kelautan dan
Perikanan Kota Denpasar Tahun 2014 hewan peliharaan yang mendominasi yaitu
anjing memiliki jumlah populasi di Denpasar yaitu 57.528 ekor dari 4 Kecamatan
Kota Denpasar dengan dr. Hewan yang memiliki perpanjangan ijin praktek hingga
tahun 2015-2017 adalah 14 orang dr. Hewan dan baru terdapat 34 Pet Shop yang
tedaftar di Denpasar dan dirasa fasilitas tersebut masih sangat kurang jika dilihat
dari angka perbandingan populasi anjing dengan fasilitas maupun tenaga yang
dapat menangani kesehatan maupun perawatan anjing tersebut. Di kota Denpasar
sendiri masih belum terdapat satu tempat yang bisa memfasilitasi semua jenis
kebutuhan hewan peliharaan.
Kebanyakan tempat pelayanan hewan peliharaan di kota Denpasar hanya
mengakomodasi beberapa kebutuhan saja seperti penjualan makanan hewan serta
grooming, sehingga kebutuhan lainnya harus dipenuhi di tempat lain. Hal ini sangat
bertentangan dengan gaya hidup orang pada jaman sekarang yang ingin serba cepat,
efisien, dan mudah. Selain itu tingkat kemacetan di kota Denpasar saat ini sudah
semakin meningkat karena hal inilah yang membuat orang seringkali enggan untuk
berpindah- pindah dalam memenuhi kebutuhan hewan peliharaanya. Oleh sebab itu
adanya Pet Care Center dirasa menguntungkan apabila dibangun di lokasi yang strategis.
Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan dari Euromonitor International
yaitu “Pet Care is expected to grow at a constant value CAGR of 8% over the
“Pet Care Center di Denpasar”
3 urbanization, growing awareness of pet healthcare, increases in the level of
disposable income of consumers and wider distribution of pet care products are
expected to be the main driving factors behind the growth of pet food and of pet care over the forecast period” yang artinya perawatan hewan peliharaan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada CAGR nilai konstan 8% selama
periode proyeksi, terutama didorong oleh makanan hewan. Peningkatan
kepemilikan hewan peliharaan, meningkatnya urbanisasi, meningkatnya kesadaran
tentang kesehatan hewan, peningkatan tingkat pendapatan konsumen dan distribusi
yang lebih luas dari produk perawatan hewan peliharaan diharapkan menjadi faktor
penting pendorong utama pertumbuhan makanan hewan dan perawatan hewan
peliharaan lebih dari perkiraan periode. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka
dirasa tepat untuk merancang sebuah Pet Care Center di Denpasar dengan gagasan one stop pet care center yang menempatkan beberapa fungsi perawatan hewan
peliharaan dalam sebuah lokasi mulai dari klinik hewan, pet shop¸salon hewan dan
tempat penitipan hewan untuk memenuhi semua kebutuhan hewan peliharaan.
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan,
antara lain :
1. Bagaimana spesifikasi rancangan yang diterapkan pada Pet Care Center ?
2. Fasilitas apa saja yang akan terdapat pada Pet Care Center ?
3. Bagaimana menerapkan prinsip-prinsip tema yang dipilih untuk diterapkan
pada desain bangunan agar sesuai dengan peruntukan fungsi bangunan ?
4. Bagaimana penerapan konsep perencanaan dan perancangan pada Pet Care
Center ?
1.3Tujuan
Adapun tujuan yang dapat dirumuskan dari perancangan Pet Care Center ini,
antara lain :
1. Untuk merumuskan spesifikasi rancangan pada Pet Care Center
2. Untuk mengetahui fasilitas apa saya yang akan terdapat pada Pet Care
Center
3. Untuk mengetahui cara penerapan prinsip-prinsip tema agar sesuai dengan
“Pet Care Center di Denpasar”
4 4. Untuk merumuskan penerapan konsep perencanaan dan perancangan Pet
Care Center
1.4Metode Penelitian
1.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data yang diperlukan untuk
perencanaan dan perancangan Pet Care Center. Terdapat dua jenis data, antara lain
:
A. Data Primer
a. Teknik Observasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara
menuju langsung ke lokasi atau objek dengan fungsi yang sama seperti
Piara Renon, Bali Pet Care Center untuk melakukan pengamatan
langsung di lapangan.
b. Teknik Wawancara merupakan metode yang dilakukan dengan
cara mewawancara pihak-pihak yang terkait seperti pemilik hewan
peliharaan, dokter hewan, perawat hewan, penyedia jasa untuk
mendapatkan informasi serta data-data terkait perencanaan dan
perancangan Pet Care Center. Dalam kasus ini dilakukan kepada
pemilik Piara Renon yaitu Agustini.
B. Data Sekunder
Studi Literatur merupakan metode yang dilakukan dengan cara
mempelajari literatur yang terkait, sebagai bahan perbandingan dan pedoman
untuk merancang Pet Care Center. Adapun beberapa studi literatur didapat
dari buku
1.4.2 Teknik Pengolahan Data
Pada tahap ini, dapat-data serta informasi yang telah diperoleh kemudian
diolah agar dapat digunakan sebagai bahan dalam perencanaan dan perancangan
Pet Care Center. Terdapat tiga jenis teknik pengolahan data, antara lain :
a. Kompilasi Data
Kompilasi data yaitu mengumpulkan informasi-informasi berdasarkan
jenis, kriteria dan hubungan antara data yang satu dengan data yang lain.
“Pet Care Center di Denpasar”
5 Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam proses
pengolahan data. Analisis data dapat berdasarkan analisis statistik atau
analisis nonstatistik.
Analisis Statistik yaitu data yang hasilnya berupa bentuk bilangan.
Analisis Nonstatistik yaitu data yang hasilnya berupa deskriptif.
c. Sintetis
Sintetis merupakan teknik pengolahan data yang dilakukan dengan cara
mengumpulkan hasil-hasil data yang kemudian didapatkanlah solusi berupa
alternatif-alternatif dari permasalahan-permasalahan yang didapatkan.
1.4.3 Teknik Penyimpulan Data
Teknik penyimpulan data merupakan teknik yang dilakukan untuk membuat
sebuah kesimpulan dari data-data yang telah didapat. Terdapat 2 jenis teknik
penyimpulan data, antara lain :
a. Deduktif
Teknik penyimpulan data yang digunakan dengan cara menyimpulkan
data dari yang bersifat umum hingga yang bersifat khusus.
b. Induktif
Teknik penyimpulan data yang digunakan dengan cara menyimpulkan
“Pet Care Center di Denpasar”
6
BAB 2
PEMAHAMAN TERHADAP PET CARE CENTER
Pada Bab 2 – Pemahaman Terhadap Pet Care Center membahas mengenai tinjauan
pustaka dan ha-hal yang berkaitan dengan Pet Care Center. Pada bab ini juga
membahas mengenai batasan-batasan serta kajian terhadap proyek sejenis yang dapat
digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan proyek ini.
2.1 Pengertian
Kata Pet Care Center berasal dari tiga suku kata bahasa inggris yaitu Pet, Care dan Center yang memiliki definisi sebagai berikut :
Pet (Webster Comprehensive Dictionary, Encyclopedia Edition, Vol.2) :
1. A tame, fondled animal (hewan yang jinak dan dicintai).
2. Any loved and cherished creature (hewan yang dicintai dan dihargai).
Care (Webster Comprehensive Dictionary, Encyclopedia Edition, Vol.2) :
1.
Feel concern or interest (merasa perihatin atau tertarik).2.
Look after and provide for the needs of (merawat dan menyediakan“Pet Care Center di Denpasar”
7 Center (Webster Comprehensive Dictionary, Encyclopedia Edition, Vol.2) :
1. The point from which activity or process is directed, or on which it is focused
(titik dari mana satu kegiatan atau proses diarahkan atau difokuskan).
2. The object upon which interest and attention focuses (objek dimana minat
dan perhatian difokuskan).
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Pet
Care Center adalah pusat terjadinya kegiatan yang menyediakan kebutuhan bagi hewan
yang jinak dan dicintai (hewan peliharaan) yang terfokus pada perawatan hewan
peliharaan.
Sedangkan Pet Care Center secara fisik merupakan suatu tempat yang
menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan oleh hewan-hewan peliharaan dan
pemelihara hewannya. Berbagai macam fasilitas yang disediakan mulai dari penjualan
hewan peliharaan beserta perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan seperti
makanan hewan, kandang, shampoo dll. Kemudian dilengkapi juga dengan tempat
perawatan kesehatan hewan dan pengobatan hewan (klinik hewan). Tempat penitipan
serta salon hewan untuk perawatan kebersihan dan kecantikan hewan. Untuk perawatan
hewan seperti perawatan bulu (biasanya pada hewan mamalia seperti kucing dan anjing
pada umumnya), pembersihan kuping, mata, mulut dan gigi dan menggunting kuku
hewan.
2.2 Batasan Mengenai Pet
Batasan mengenai pet yaitu terkait dengan proyek yang didesain. Pertimbangan
batasan dilakukan dengan untuk menentukan jenis pet (hewan peliharaan) yang dapat
dirawat pada proyek ini. Melihat tingkat sasaran konsumen serta perkembangan
khususnya di Bali, dengan melihat proyek sejenis serta antusias terhadap jenis hewan
peliharaan yang lebih digemari oleh masyarakat di daerah Denpasar berdasarkan hasil
studi banding yang telah dilakukan yaitu mengarah kepada jenis anjing dan kucing.
Dominasi jenis anjing dan kucing memperlihatkan sasaran yang tepat yaitu pada dua
jenis hewan tersebut. Sehingga pemahaman dan penerapan mengenai tinjauan arsitektur
maupun hal lainnya akan mengarah terhadap hewan jenis anjing dan kucing. Dengan
adanya batasan tersebut maka tidak semua jenis hewan peliharaan akan dilakukan
“Pet Care Center di Denpasar”
8 2.3 Fasilitas pada Pet Care Center
Pada Pet Care Center ini nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan hewan
peliharaan. Untuk itu beberapa fasilitas yang akan disediakan, antara lain :
2.3.1 Klinik Hewan
Klinik hewan sebagai fungsi utama pada Pet Care Center ini, menyediakan sarana
medis (kesehatan dan perawatan) untuk hewan peliharaan.
A. Lingkup Pelayanan
Adapun pelayanan yang tersedia pada klinik hewan, antara lain (Peraturan
Menteri Pertanian Nomor : 02/Permentan/OT.140/1/2010) :
a. Konsultasi dan Terapi
b. Vaksinasi
c. Operasi Major dan Minor
d. Rawat Inap
e. Pemeriksaan Laboratorium
f. USG dan X-Ray
g. Gawat Darurat
B. Ruang-ruang pada Klinik Hewan
Terdapat beberapa jenis ruangan yang tersedia pada klinik hewan, antara lain
(Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 02/Permentan/OT.140/1/2010) :
a. Ruang Tunggu
Pet Shop merupakan tempat penjualan hewan peliharaan serta
kebutuhan-kebutuhan bagi hewan peliharaan itu sendiri. Pet Shop biasanya menggunakan sistem
penjualan yang mirip dengan sistem pada mini market. Secara umum belum terdapat
acuan mengenai fasilitas serta persyaratan lainnya mengenai pet shop, maka yang
“Pet Care Center di Denpasar”
9 nantinya adalah data-data dari observasi lapangan. Berikut adalah beberapa fasilitas
yang dianggap perlu pada sebuah pet shop, antara lain :
a. Area penjualan
b. Kasir
c. Area santai
2.3.3 Salon Hewan
Salon hewan merupakan sarana kebersihan dan kecantikan bagi hewan peliharaan
agar tampilan hewan peliharaan tetap terjaga dengan baik. Berikut merupakan beberapa
fasilitas pada salon hewan secara umum, antara lain :
a. Ruang Mandi hewan
b. Ruang cukur/blow
c. Spa and massage
2.3.4 Tempat Penitipan Hewan
Tempat penitipan hewan merupakan sarana pelayanan penitipan dan penginapan
bagi hewan peliharaan yang ingin ditinggal sementara oleh pemiliknya. Secara umum,
fasilitas yang terdapat pada tempat penitipan hewan, antara lain :
a. Ruang periksa
b. Kandang
c. Area bermain outdoor dan indoor
2.4 Pemahaman Tentang Anjing
Dalam proses memahami objek yang menjadi tujuan proyek yaitu anjing dan kucing
diperlukan berbagai teori serta informasi yang terkait dan menjadi dasar dari pengadaan
fungsi serta kebutuhan ruang dan lainnya.
2.4.1 Ukuran Tubuh Anjing
Ukuran tubuh anjing terbagi menjadi dua kelompok yaitu ukuran tubuh besar dan
ukuran tubuh kecil. Ukuran tubuh anjing nantinya akan menentukan ruang gerak yang
mempengaruhi perkembangan dari kesehatan tubuh mereka. Anak anjing berukuran
besar diusahakan tidak bergerak diatas lantai yang licin karena dapat merusak
pertumbuhan tulang kaki menjadi bengkok berbentuk huruf x atau menjadi lumpuh
(Sanusi, 2004 : 3).
2.4.2 Perilaku Anjing
Kebiasaan anjing menjadi kajian dalam mendapatkan informasi bagaimana
mereka melakukan sesuatu dan menanggapi lingkungannya. Berikut adalah beberapa
“Pet Care Center di Denpasar”
10
a. Berurine
Anjing berurine 3-4 kali sehari. Kebiasaan ini tumbuh sejak umur 6 bulan
yang merupakan masa pendewasaan bagi seekor anjing. Anjing berurine dengan
cara mengangkat 1 kaki di bagian belakang. Anjing menandakan daerah
kekuasaan dengan cara berurine pada batas daerahnya.
b. Mengunyah
Anjing biasa mengunyah ketika menjumpai apa saja yang membuat dia
tertarik dan yang menjadi incarannya. Ketika gigi pada anjing muncul, maka rasa
gatal juga ikut muncul yang mengakibatkan anjing mengunyah dan menggigit apa
saja yang membuat giginya tidak gatal.
c. Menggonggong
Anjing yang sehat selalu menggonggong sebagai salah satu naluri yang
diwariskan sejak kecil dan sebuah reaksi alami terhadap sesuatu di sekitarnya.
Suara gonggonggan anjing dapat menandakan sesuatu, dan merupakan bentuk
pengungkapan perasaan.
2.4.3 Sistem Pengindraan Anjing
Anjing memiliki sistem pengindraan yang berbeda dari manusia. Beberapa sistem
pengindraan anjing jauh lebih sensitif dari manusia. Hal ini dapat terlihat perilaku
sehari-hari anjing yang menggunakan sistem indranya dalam menemukan sesuatu,
menangkap dan lainnya (Sunaryo, 2013 : 20-22).
a. Penciuman
Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhadap bau.
Luasnya kira-kira selebar sapu tangan, sangat luas bila dibandingkan dengan sel
penciuman yang dimiliki manusia. Sebagai pembanding, manusia hanya memiliki
5 juta sel penciuman yang menempati luas selebar perangko.
b. Pendengaran
Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16Hz hingga 70 KHz
sementara manusia hanya mendengar frekuensi 20 Hz hingga 20 KHz. Jumlah
lebar frekuensi ini termasuk cukup bagus, namun masih kalah dari pendengaran
kucing. Anjing mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia,
sekaligus bias mendengar suara yang sumbernya 4 kali lebih jauh dari yang dapat
didengar manusia.
“Pet Care Center di Denpasar”
11 Anjing dulunya disangka dikromatis, sehingga bias disebut buta warna
menurut standar manusia. Tapi penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini justru
menunjukkan anjing bias melihat beberapa warna walaupun tidak seperti yang
bisa dilihat manusia. Anjing memiliki kekurangan tidak dapat membedakan
antara lingkaran dan bujur sangkar kecuali dengan meraba tepi-tepinya. Lensa
mata anjing lebih datar dibandingkan dengan lensa mata manusia, sehingga anjing
kurang bias melihat secara detail dibandingkan manusia. Sebaliknya, mata anjing
lebih sensitif terhadap cahaya dan gerakan dibandingkan mata manusia.
2.4.4 Perawatan Anjing
Perawatan pada anjing menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi
kebutuhan anjing. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan
anjing, antara lain :
a. Makanan
Untuk anak anjing dengan anjing yang besar dapat dibedakan tergantung pada
besar dan beratnya (Lihat Tabel 2.1):
Tabel 2.1
Takaran Pakan Anjing Menurut Berat Badan
Berat Jumlah
Sumber : Panduan Lengkap Memelihara, Merawat dan Melatih Anjing Kesayangan
b. Kesehatan
Kesehatan pada tubuh anjing harus dijaga dengan baik dan benar. Berikut
merupakan beberapa cara menjaga kesehatan dan kebersihan pada beberapa
bagian tubuh anjing, antara lain :
Mulut : Dapat dilakukan dengan menggosok gigi dengan pasta khusus
untuk menghindari hard calculus atau tartan.
Mata : Kotoran mata dapat dibersihkan dengan memakai kain
“Pet Care Center di Denpasar”
12
Telinga : Telinga anjing umumnya sangat sensitif terutama jenis spaniel sehingga untuk membersihkannya cukup dengan tisu lembut atau untuk
anjing tertentu dengan cotton bud.
Kaki : Kuku anjing tidak boleh menyentuh tanah sebagai syarat utama,
bila tidak nantinya dapat tumbuh hingga ke tapak kaki sehingga harus
senantiasa dipotong. Bila memotong pun harus memperhatikan bagian
kuku yang berwarna merah jambu tidak terpotong agar tidak terjadi
pendarahan.
Kulit : Agar bulunya tidak berkutu, anjing harus selalu dimandikan secara teratur setiap tiga kali sebulan.
c. Vaksinasi
Vaksinasi sangat penting untuk menghindari penyakit-penyakit yang dapat
terjangkit. Khusus untuk anak anjing harus diisolasi dari anjing-anjing lain setelah
divaksinasi selama 7-10 hari dan begitu seterusnya hingga berumur 12 minggu.
Pada minggu ke-12 nantinya akan diberi suntikan rabies (Lihat Tabel 2.2).
Tabel 2.2
Jadwal Vaksinasi pada Anjing
*DH LPP = Distemper Canine Inf. Leptospirosis, parainfluensza dan Parvovirus
Umur Jumlah
6 minggu Vaksin I anak anjing
8 minggu DH LPP
12 minggu DH LPP II
14 minggu DH LPP II + suntikan rabies
Sumber : Budiana (2008 : 77)
2.4.5 Kebutuhan Ruang Anjing
Ruang untuk anjing menurut standar USDA (United States Department of
Agriculture) tentang perencanaan kandang kennel. Kebutuhan luas lantai untuk seekor
anjing adalah :
[Panjing (dari ujung hidung hingga ujung ekornya) + 15 cm]2 = Lanjing cm2
Untuk luasan kandang per ekor anjingnya adalah 2 kali dari Lanjing
Untuk kandang yang berkapasitas lebih sari satu ekor anjing = total seluruh Lanjing
x 2
Pada dasarnya, anjing adalah makhluk yang hidup berkelompok (makhluk social).
“Pet Care Center di Denpasar”
13 bermain dengan sesamanya. Maka sangat diperlukan sebuah fasilitas yang
menyediakan area taman bermain anjing atau DEA (Dog Exercise Area). DEA
merupakan tempat bagi anjing-anjing ini untuk beraktifitas olahraga, bermain sekaligus
berinteraksi. Standar DEA yang nyaman menurut Arlington County Open Space Master
Plan, luas DEA untuk kapasitas satu ekor anjing adalah 450 ft2. Ukuran minimal DEA
adalah 10.000 ft2 yang dapat menampung kapasitas sebanyak 22 ekor anjing (Salman,
2011 : 29)
Untuk tembok pembatas taman minimal setinggi 1,2 meter. Bahan material untuk
pembatas bias dari kayu, pagar besi, ataupun dengan vegetasi alami (Lihat Gambar 2.1).
Material pada permukaan lapangan sebaiknya meminimalkan elemen keras. Anjing
sangat suka mengendus ke daerah sekelilingnya atau kemanapun anjing berjalan.
Sehingga sangat dianjurkan menggunakan elemen yang lembut seperti rerumputan
untuk mencegah luka pada hidung anjing akibat bergesekan dengan benda keras.
2.4.6 Jenis-jenis Anjing
Berikut akan dijabarkan mengenai beberapa yang memiliki kemungkinan akan
ada dalam pertimbangan proyek, data ini didapat dari beberapa survey di lokasi yang
berdekatan dengan lokasi proyek yaitu di daerah Denpasar dan diambil secara
mayoritas. Hal ini dilakukan untuk mempelajarai lebih dalam mengenai kebutuhan
hewan terutama anjing.
1. Golden Retriever
Golden Retriever adalah anjing trah yang mulanya dibiakkan sebagai anjing
pemburu untuk mengambil burung hasil buruan yang sudah ditembak. Anjing trah
ini termasuk jenis Retriever (pengambil) yang menemukan atau mengambilkan
burung air atau unggas liar untuk pemburu. Bulu mereka keemasan (golden) di
bawah sinar matahari sehingga disebut Golden Retriever. Mereka dibiakkan
sebagai anjing yang secara intuisi menyenangi air. Kecerdasan dan kepandaian
yang beraneka ragam menjadikan Golden Retriever sebagai anjing multiguna. Di
Gambar 2.1 Standar Ukuran Tinggi dan Bahan Pagar Pembatas Taman
“Pet Care Center di Denpasar”
14 antaranya, mereka dipekerjakan sebagai anjing pelacak narkoba, anjing
penyelamat (Search and Rescue), anjing pemburu, dan anjing penuntun. Sifatnya
yang bersahabat, sabar, dan selalu ingin menyenangkan hati pemiliknya,
menjadikan Golden Retriever sebagai salah satu anjing keluarga yang paling
populer di dunia.
2. Siberian Husky
Siberian Husky termasuk dalam jenis anjing ras berukuran medium dan
berbulu tebal. Anjing ras ini tidak ganas, bahkan terlalu baik dan manja
terhadap manusia. Ras ini sekilas mirip serigala, mungkin juga diperkirakan
terjadi karena hasil persilangan alam. Siberian Husky memiliki sifat yang
menyenangkan. Dia sangat mesra. Watak yang lembut dan bersahabat ini
mungkin terjadi sebagai warisan masa lalu, sejak masyarakat Chukchi
memelihara anjing-anjing ini dalam penghargaan yang besar. Mereka
merumahkan anjing-anjing ini dalam perlindungan keluarga dan mendorong
anak-anak mereka untuk bermain bersamanya. Siberian Husky sangat
waspada, gemar menyenangkan dan mudah menyesuaikan diri. Tingkat
kecerdasannya telah dibuktikan, tetapi jiwa merdekanya setiap waktu
menantang kecerdikan manusia. Kemampuan serba bisanya membuat dia
menjadi teman yang serasi bagi manusia pada semua umur pada berbagai
kesukaan.
Gambar 2.2 Anjing Golden Retriever
Sumber :
“Pet Care Center di Denpasar”
15 3. Labrador Retriever
Labrador Retriever adalah salah satu dari beberapa jenis anjing pemungut
buruan (retriever) dan salah satu anjing ras terpopuler di dunia karena
energetik, pandai, dan bersahabat sehingga cocok dijadikan anjing pekerja.
Labrador Retriever terkenal pintar dan cepat belajar, serta senang dipuji dan
diperhatikan. Sebagian besar Labrador sangat senang main air, sehingga
sengaja dibiakkan untuk mengambil hewan buruan yang jatuh ke air. Pemburu
bebek liar sering ditemani anjing Labrador untuk mengambil bebek hasil
buruan di semak-semak atau di air dan memberikannya (retrieve) untuk sang
majikan.
Gambar 2.3 Anjing Siberian Husky
Sumber :
http://4.bp.blogspot.com/_mVUjIdb42OI/ TSbkhwuSMOI/AAAAAAAAAFE/2vE3Vx
8x5Ug/s1600/55.JPG
Gambar 2.4 Anjing Labrador Retriever
Sumber :
http://3.bp.blogspot.com/_mVUjIdb42OI/ TSPTNS_USBI/AAAAAAAAAEM/m073S
“Pet Care Center di Denpasar”
16
4. Chihuahua
Chihuahua adalah ras anjing terkecil, dan dinamakan berdasar daerah
Chihuahua di Meksiko. Penampilan Standar yang diakui oleh AKC (American
Kennel Club) dikenal sebagai "chihuahua", tetapi mereka ada dua jenis, bulu
panjang dan bulu halus. Chihuahua tidak boleh lebih dari enam pon. Mereka
banyak warnanya, dan dikenal karena telinganya yang berdiri. Anak
chihuahua sering disangka hamster, karena mukanya yang pipih, sangat kecil,
dan bulu tipis.
5. Bulldog
Bulldog adalah salah satu anjing ras tertua di dunia yang berasal dari
Inggris, maka sering dikenal sebagai English Bulldog. Mula-mula anjing ini
dipelihara sebagai anjing adu/petarung dengan sapi liar/banteng, sehingga
Bulldog merupakan anjing yang agresif dan tangguh. Secara bertahap Bulldog
dibiakkan menjadi anjing sahabat manusia yang baik, termasuk dengan
anak-anak. Anatomi juga mengalami perubahan dari anjing yang cukup tinggi
menjadi anjing yang pendek dan lucu serta berhidung pesek. Saat ini Bulldog
dikenal sebagai anjing sahabat yang baik , tidak agresif walaupun tampangnya
menyeramkan. Bulldog cocok dipelihara didalam rumah sebagai anjing
keluarga yg setia dan baik.
Gambar 2.5 Anjing Chihuahua
Sumber :
http://1.bp.blogspot.com/_mVUjIdb42OI/
“Pet Care Center di Denpasar”
17
6. Pomeranian
Jenis anjing ini berasal dari Jerman. Pomeranian yang ada saat ini
merupakan anjing yang berukuran sangat kecil dengan berat kurang lebih 1,5 – 3,5 kg dan tinggi 20 – 28 cm. Memiliki bentuk kepala bulat, tengkorak pendek, mata gelap, dan ekor berbulu lebat. Anjing ini memiliki dua lapis bulu
yaitu bagian dalam yang lembut dan padat serta bulu lapisan luar yang panjang
dan lurus.
7. Anjing Kintamani
Secara fenotipe Anjing Kintamani mudah dikenal, dapat dibandingkan
dengan jelas antara Anjing Kintamani dengan anjing-anjing lokal yang
ada, ataupun anjing hasil persilangan antara ras yang sama maupun
persilangan lainnya.
Gambar 2.6 Anjing Bulldog
Sumber :
http://1.bp.blogspot.com/_mVUjIdb42OI/ TSIOHG9TWMI/AAAAAAAAAC4/cJMuK
HYHR4M/s1600/22.jpg
Gambar 2.7 Anjing Pomeranian
Sumber :
“Pet Care Center di Denpasar”
18 Standar fenotipe Anjing Kintamani meliputi ciri-ciri umum, sifat-sifat
umum, tinggi badan hingga ke gumba, dasar pigmentasi kulit, bentuk
kepala, telinga, mata, hidung, gigi, bentuk leher, bentuk badan, kaki dan
ekor mempunyai kesamaan. Perbedaannya pada distribusi warna bulu dan
ditetapkan pada tanggal 16 Oktober 1994. Standar ini dipakai sebagai
acuan dasar pada setiap kontes anjing dan pameran Anjing Kintamani dan
telah mendapat pengakuan PERKIN.
2.5 Pemahaman Tentang Kucing
Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 – 7 kg. Dalam penangkaran,
kucing dapat hidup selama 15 – 20 tahun. Kucing peliharaan yang tinggal di dalam
rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di
18utt hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk
mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk
menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga
kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak
merusak perabotan (Ardyka, 2014 : 19).
2.5.1 Perilaku Kucing
Perilaku kucing menjadi kajian dalam mendapatkan informasi bagaimana mereka
melakukan sesuatu dan menanggapi lingkungannya. Berikut adalah beberapa kebiasaan
tersebut, antara lain :
a. Mendengkur
Kucing mendengkur ketika dia senang dan bahagia. Kucing merupakan
satu-satunya hewan yang dapat mengeluarkan suara dengkuran. Dengkuran biasanya
Gambar 2.8 Anjing Kintamani
Sumber :
http://4.bp.blogspot.com/_mVUjIdb42OI/ TSPLSlCKFrI/AAAAAAAAAEA/BRDje29
“Pet Care Center di Denpasar”
19 merupakan tanda kepuasan hati pada kucing, namun ada beberapa penyebab lain
jika kucing mendengkur. Penyebab lain kucing mendengkur ketika dia akan mati
dan sakit, agar dapat membuatnya menjadi nyaman dan mengurangi stres. Selain
itu, kucing akan mendengkur ketika akan melahirkan dan anaknya akan
mendengkur ketika sedang menyusui.
b. Memijat
Memijat adalah salah satu kegiatan yang juga dilakukan oleh kucing. Kucing
memijat dengan cara menekankan telapak tangannya secara bergantian (kanan
dan kiri), dan ada juga yang memijat dengan menarik (mengeluarkan) cakarnya.
Kucing biasanya memijat manusia atau kucing lain dengan disertai suara
dengkuran.Ketika anak kucing sedang menyusui, mereka pasti akan
memijat-mijat perut induknya. Hal ini dilakukan untuk melancarkan aliran air susu melalui
puting-puting induknya. Jika kucing memijat pemiliknya, hal tersebut telah
menandakan bahwa mereka merasa aman dan nyaman. Selain itu, dia juga telah
mengklaim orang yang dipijatnya sebagai pemiliknya.
c. Refleks Meluruskan
Refleks meluruskan adalah kemampuan yang dimiliki oleh kucing untuk
mengarahkan tubuhnya ketika jatuh dengan benar. Kemampuan ini akan dimiliki
oleh kucing ketika berumur 3-4 minggu, dan akan sempurna ketika berumur 7
minggu. Kemampuan ini dapat dilakukan oleh kucing karena kucing
memiliki tulang punggung yang sangat fleksibel dan memiliki tulang selangka
yang fungsional.
2.5.2 Psikologi Kucing
Kucing memiliki daya tangkap yang berbeda dari hewan lainnya. Hal ini dapat
menjadi informasi dalam perencanaan dan perancangan proyek kedepannya. Berikut
dibawah ini merupakan sisi tersebut, antara lain (Ardyka, 2014 : 20) :
a. Egois
Kucing pada dasarnya mandiri karena melakukan segala hal sendiri. inilah
yang menyebabkan kucing dikenal memiliki sifat egois. Ada dua penjelasan yang
dapat menggambarkan sifat egois kucing. Pertama, kucing sejak awal diciptakan
sebagai hewan pemburu. Kedua, kucing tidak pernah dipaksa oleh manusia untuk
berperilaku karena memang ini adalah insting hewan.
“Pet Care Center di Denpasar”
20 Kucing adalah hewan yang mudah beradaptasi. Kucing juga memiliki daya
ingat yang luar biasa. Karakteristik itulah yang dapat membantu atau merusak
hubungan antara kucing dengan pemiliknya. Memori kucing terhadap perlakuan
manusia akan sangat terekam dengan baik olehnya. Oleh karena itu, saat
memperlakukan kucing, pikirkanlah apakah siap untuk menerimanya, bahkan saat
sedang tidak ingin diganggu.
c. Teritori kucing
Kucing merupakan hewan yang cenderung menandai teritori atau wilayahnya.
Kucing juga akan selalu bertahan untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya
dari pendatang lain. Kucing biasanya akan bereaksi luar biasa pada pendatang
baru dengan cara meludah dan mendesis. Alasannya untuk mempertahankan
wilayah kekuasaannya. Di alam liar, hal tersebut mutlak dilakukan. Oleh karena
itu, pendatang sebaiknya dikenalkan terlebih dahulu secara perlahan-lahan agar
tercipta hubungan yang baik.
d. Terlihat galak
Saat kucing merasa diperlakukan tidak baik atau ada sesuatu yang
mengancamnya, bulunya biasanya berdiri, badannya melengkung, dan miring.
Reaksi insting ini membuat tubuhnya terlihat lebih besar dari yang sebenarnya
sehingga membuat lawan takut untuk mendekatinya. Dengan kata lain, semakin
besar tubuhnya terlihat, semakin sedikit gangguan/serangan dari lawan.
e. Rasa ingin tahu kucing
Kucing merupakan hewan dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
lingkungannya. Jika sesuatu terlihat tidak sesuai atau aneh, seperti mainan yang
bergerak-gerak dengan cepat, sesuatu yang terbang seperti burung, atau aroma
yang wangi, kucing akan menyelidikinya. Perilaku ini memang umum pada
predator. Pikirannya selalu terjaga dan tidak berhenti menyelidiki lingkungannya.
Tujuannya agar kucing dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut.
2.5.3 Perawatan Kucing
Perawatan pada anjing menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi
kebutuhan anjing. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan
anjing, antara lain :
a. Makanan
Anak kucing yang baru lahir harus diasuh oleh induknya hingga ia berhenti
“Pet Care Center di Denpasar”
21 diberi makan 4 kali sehari yaitu 25 gram sekali makan. Pada umur 12-16 minggu,
makanannya dikurangi menjadi 3 kali sehari dan berkurang terus menjadi 2 kali
sehari setelah 16 minggu sehingga nantinya total makanannya hanya sebesar
150-250 gram, namun untuk kucing hamil jumlah tersebut dapat dinaikkan hingga 300
gram (Lihat Tabel 2.3).
Tabel 2.3 Takaran Pakan Kucing
Umur Kadar Pakan (gr)
Bayi baru lahir – 8 minggu Menyusui langsung oleh induknya
12 minggu @25 gram dalam 4 kali sehari
16 minggu @100 – 200 gram dalam 3 kali sehari
Kucing hamil @200 – 240 gram dalam 3 kali sehari
Sumber : Panduan Perawatan dan Pemeliharaan Kucing Peliharaan
b. Kesehatan
Kesehatan pada tubuh kucing harus dijaga dengan baik dan benar. Berikut
merupakan beberapa cara menjaga kesehatan dan kebersihan pada beberapa
bagian tubuh kucing, antara lain :
Mulut : Harus selalu membersihkan gigi dan gusi serta melakukan pemeriksaan berkala setiap tahun ke dokter hewan. Ini bertujuan untuk
menghindari terbentuknya tar ataupun patahan gigi.
Mata : Kotoran dimata harus senantiasa dibersihkan dengan memakai
bahan yang lembut seperti kapas/tisu.
Telinga : Dapat dibersihkan dengan minyak zaitun dan cotton bud, tetapi dengan catatan bahwa cotton bud tidak boleh dimasukkan kedalam telinga
kucing.
Kaki : Kuku harus selalu dipotong agar tidak tumbuh berlebih.
Kulit : Kucing hanya perlu dimandikan apabila bulunya kotor terkena
lumpur dan debu. Bulunya cukup disisir setiap hari serta diperiksa secara
rutin adanya kutu atau tidak.
c. Vaksinasi
Kucing harus divaksinasi secara teratur terhadap beberapa penyakit yang
berbahaya seperti panleucopenia, feline calicivirus, dan rhinotrachietis. Selama
“Pet Care Center di Denpasar”
22 adanya antibosi yang diperoleh dari susu induknya. Setelah lepas, barulah mereka
perlu diberi vaksinasi (lihat tabel 2.4).
Tabel 2.4
Jadwal Vaksinasi pada Kucing
Penyakit Vaksinasi I Vaksinasi II Vaksinasi III
Panleucopenia 8 – 10 minggu 12 – 16 minggu 12 bulan
Viral
Rhinotrachietis
8 – 10 minggu 12 – 16 minggu 12 bulan
Calivirus 8 – 10 minggu 12 – 16 minggu 12 bulan
Chlamydiosis 8 – 10 minggu 12 – 16 minggu 12 bulan
Rabies 12 minggu 64 minggu 12 atau 36 bulan
Sumber : Panduan Perawatan dan Pemeliharaan Kucing Pemeliharaan
2.5.4 Kebutuhan Ruang Kucing
Standar ruang yang nyaman minimum untuk satu ekor kucing menurut The Cat
Fanciers Association adalah 30 ft2 ditambah dengan ruang bermain, tempat tidur dan
sanitasinya. Untuk mendapatkan ruang yang nyaman yang berisikan kandang-kandang
kucing ditambah dengan area bermain, tempat pembuangan/pembersihan dan meja
grooming (perawatan bulu) = 2 kali luas kandang kucing (Salman, 2011 : 29).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
Ukuran volume kandang kucing = 2,5 ft x 4 ft x 3 ft = 30 ft2.
Luas kandang kucing = 2,5 ft x 4 ft = 10 ft2
Luas ruangan kandang kucing = 2 x 10 ft2 = 25 ft2
Gambar 2.9 Sketsa Konsep Desain Ruang Kandang Kucing.
“Pet Care Center di Denpasar”
23 2.5.5 Jenis-jenis Kucing
Berikut akan dijabarkan mengenai beberapa yang memiliki kemungkinan akan
ada dalam pertimbangan proyek, data ini didapat dari beberapa survey di lokasi yang
berdekatan dengan lokasi proyek yaitu di daerah Denpasar dan diambil secara
mayoritas. Hal ini dilakukan untuk mempelajarai lebih dalam mengenai kebutuhan
hewan terutama kucing.
1. Kucing Anggora
Anggora adalah kucing berukuran sedang, dengan badan yang panjang,
ramping, langsing dan elegan. Anggora memiliki hidung yang panjang, kepala
yang berbentuk segitiga, serta telinga yang panjang, lebar dan berbentuk segitiga.
Kakinya panjang dan tinggi, ekornya juga panjang serta mengembang.
Anggora adalah kucing yang aktif, senang bermain, energik dan penurut.
Anggora adalah kucing yang senang masuk dalam kegiatan orang-orang dan
kucing ini setia serta senang berinteraksi dengan manusia. Anggora juga
merupakan kucing yang cerdas, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah
dilatih, mudah beradaptasi dan ramah dengan manusia serta hewan peliharaan
lain.
2. Kucing Persia
Kucing persia adalah jenis kucing berambut panjang dengan karakter
wajah bulat dan moncong pendek. Kucing Persia merupakan salah satu kucing
yang menjadi idaman bagi para pecinta kucing. Banyak pecinta kucing yang
memelihara kucing Persia walaupun biaya pemeliharaannya agak mahal.
Gambar 2.10 Kucing Anggora
Sumber :
“Pet Care Center di Denpasar”
24
3. Kucing Ragdoll
Ragdoll adalah salah satu ras kucing terbesar di dunia yang telah diakui
oleh Guinness World Records. Ragdoll adalah kucing berbadan besar, dada
yang lebar dan panggul yang besar dengan berat jantan sekitar 5,4 – 9 kg dan
betina sekitar 5,4 – 6,8 kg. Ragdoll memiliki bulu yang panjangnya sedang,
dengan tekstur seperti bulu pada kelinci. Selain itu, ragdoll memiliki 4 pola
warna yaitu bicolor (dua warna), mitted, vandan point (solid, lynx dan tortie).
2.6 Kajian Terhadap Proyek Sejenis
Kajian terhadap proyek sejenis diperlukan untuk medapatkan gambaran yang nyata
di lapangan sehingga mampu membandingkan desain yang nantinya akan dibuat dan
bangunan yang sudah ada di lapangan.
Gambar 2.11 Kucing Persia
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kemra2.jpg
Gambar 2.12 Kucing Ragdoll
Sumber :
“Pet Care Center di Denpasar”
25 2.6.1 Piara Renon
Piara Renon merupakan salah tempat yang menyediakan berbagai macam fasilitas
untuk hewan peliharaan terutama untuk anjing dan kucing. Piara Renon berlokasi di
Jln. Badak Agung No.71, Renon, Denpasar.
A. Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan yang disediakan oleh Piara Renon untuk pelanggan
adalah sebagai berikut :
a. Konsultasi dan pengobatan hewan
b. Penjualan makanan dan aksesoris hewan
c. Penitipan hewan
d. Grooming
B. Fasilitas pada Piara Renon
Adapun beberapa fasilitas serta ruang-ruang yang tersedia pada Piara Renon
ini yaitu sebagai berikut :
a. Klinik hewan
Pada Piara Renon ini menyediakan fasilitas klinik hewan yang
menyediakan beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut :
General Check Up
Operasi Mayor dan Minor
Pemeriksaan Lab
Ronsen
Gambar 2.13 Tampilan Eksterior Piara Renon
“Pet Care Center di Denpasar”
26
Cek Darah dan Feses
b. Pet Shop
Pada Piara Renon ini menyediakan fasilitas pet shop, namun hanya
sebuah petshop kecil yang menjual makanan serta aksesoris untuk hewan.
Berikut adalah sarana dan fasilitas yang terdapat pada pet shop di Piara
Renon, yaitu sebagai berikut :
Area kasir
Area tunggu
c. Tempat penitipan hewan
Pada Piara Renon ini menyediakan fasilitas penitipan hewan bagi
customer yang ingin menitipkan hewan peliharaannya yang ingin ditinggal
pergi untuk waktu sementara. Adapun fasilitas yang terdapat pada tempat
penitipan hewan ini adalah sebagai berikut :
Dog kennel (kandang anjing)
Gambar 2.14 Klinik Hewan Piara Renon
Sumber : Dokumentasi Lapangan (10 Oktober 2015)
Gambar 2.15 Pet Shop Piara Renon
“Pet Care Center di Denpasar”
27
Cat kennel (kanang kucing)
d. Salon hewan
Pada Piara Renon ini menyediakan fasilitas salon hewan untuk
perawatan kebersihan serta kecantikan hewan. Terdapat beberapa fasilitas
yang disediakan pada salon hewan ini yaitu :
Bathtub
Meja perawatan
Gambar 2.17 Salon Hewan Piara Renon
Sumber : Dokumentasi Lapangan (10 Oktober 2015)
Gambar 2.16 Tempat Penitipan HewanPiara Renon
“Pet Care Center di Denpasar”
28 C. Tinjauan Arsitektur
Hasil dari observasi lapangan pada Piara Pet Renon dapat dilihat dari segi
tampilan tampilan dan fungsi pada bangunan tersebut dapat dikatakan masih
terdapat kekurangan dari segi hal penataan ruang-ruang dalam bangunan dan
juga serta masalah-masalah utilitas yang terdapat pada bangunan tersebut. Dari
segi luas lahan, piara renon memilik lahan sempit.
Dari segi penataan ruang penitipan hewan masih dikatakan kurang layak
karena ketidakrapian pengelola dalam mengatur penempatan kandang dalam
ruang tersebut sehingga ruang tersebut terkesan sempit dan kumuh. Dari segi
pengaturan utilitas bangunan dapat dikatakan sangat kurang layak karena belum
tersedianya saluran pembuangan air kotor pada ruang penitipan hewan namun
dari segi penghawaan, bangunan tersebut sudah dapat dikatakan cukup baik
karena menggunakan sistem Cross Ventilation sehingga penyaluran udara dapat
merata keseluruh ruangan.
Gambar 2.18 Zoning Ruang Piara Renon
“Pet Care Center di Denpasar”
29 2.6.2 Rumah Terraria
Rumah Terraria, sebuah kawasan hunian yang asri, nyaman dan menyenangkan
untuk anjing yang berlokasi di Jln. Platina No.2, Parung, Bogor. Sesuai dengan motonya “One Stop Dog’s Entertainment”, mereka membuat sebuah konsep penitipan, pelatihan, perawatan dan pembiakan anjing yang berorientasi kepada
kenyamanan fisik dan psikis dari anjing yang dititipkan.
A. Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan yang disediakan oleh Rumah Terraria untuk pelanggan
adalah sebagai berikut :
a. Penitipan hewan
b. Grooming
c. Pelatihan hewan
d. Pembiakan hewan
B. Fasilitas pada Rumah Terraria
Adapun beberapa fasilitas yang disediakan oleh Rumah Terraria yang
disediakan untuk pelanggan sebagai berikut :
a. Tempat penitipan hewan
Rumah Terraria memiliki konsep tempat penitipan yang tidak membuat
hewan merasa tertekan dan stress ketika berada ditempat tinggal / kandang
mereka yang baru, dengan suasana yang lapang dan terbuka serta
pemandangan hijauan disekelilingnya dapat membuat mereka merasa leluasa
dan dapat merasakan udara yang bersih.
Gambar 2.19 Lapangan Outdoor Rumah Terraria
“Pet Care Center di Denpasar”
30 b. Tempat perawatan ( Grooming )
Rumah Terraria menyediakan fasilitas grooming untuk para penyayang
anjing yang tidak sempat memberikan perawatan kepada anjing
kesayangannya. Selain kulit dan bulu menjadi sehat, anjing Anda akan
merasa segar dan bersemangat setelah menjalani proses grooming ini, seperti
layaknya kita setelah habis mandi.
c. Pelatihan Anjing
Rumah Terraria dilengkapi dengan jasa pelatihan kepatuhan dasar (basic
obedience) dengan konsep kasih sayang. Di dukung oleh pelatih-pelatih yang
berpengalaman yang pada dasarnya adalah penyayang anjing, akan membuat
anjing merasa senang berlatih. Selain kepatuhan dasar, termasuk di dalam
pelatihan ini adalah pembinaan fisik.
Gambar 2.20 Dog Kennel Rumah Terraria
Sumber : http://www.rumah-terraria.com/
Gambar 2.21 Proses Grooming Rumah Terraria
“Pet Care Center di Denpasar”
31 2.6.3 Las Gaviotas Pet Hotel
Las Gaviotas Pet Hotel berlokasi di Chesapeake, Virginia. L.G Pet Hotel ini
mengutamakan kelengkapan fasilitas bagi para hewan kesayangan dan pemiliknya. L.G
pet hotel memiliki tujuan untuk melengkapi semua kebutuhan dengan
bermacan-macam fasilitas-fasilitas yang berkualitas tinggi dan menawarkan kegiatn-kegiatan
yang sangat bermanfaat bagi hewan kesayangan.
A. Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan yang disediakan oleh Rumah Terraria untuk pelanggan
adalah sebagai berikut :
a. Penitipan hewan
b. Grooming
c. Penjualan makanan dan aksesoris hewan
B. Fasilitas pada Las Gaviotas Pet Hotel
Gambar 2.22 Kegiatan Pelatihan Anjing Rumah Terraria
Sumber : http://www.rumah-terraria.com/
“Pet Care Center di Denpasar”
32 Adapun beberapa fasilitas yang disediakan oleh L.G Pet Hotel yang
disediakan untuk pelanggan sebagai berikut :
a. Pet Boarding (Tempat penitipan hewan)
Tempat penitipan hewan pada L.G Pet Hotel dilengkapi dengan kennel
(kandang hewan kesayangan) yang besar dengan tujuan membiarkan hewan
kesayangan untuk berlatih dengan menghiraukan cuaca yang terjadi di luar.
Dua kali sehari, pada pagi dan sore, hewan kesayangan akan dikeluarkan dari
kandang selama kurang lebih setengah jam untuk berlatih.
b. Grooming
Pada L.G Pet Hotel juga melayani grooming untuk hewan kesayangan,
mulai dari pemandian hingga semua jenis perawatan hewan kesayangan agar
tubuh mereka bersih dan makin menarik.
Gambar 2.24 Dog kennelL.G Pet Hotel Sumber : http://www.lgpethotel.com/
“Pet Care Center di Denpasar”
33
c. Pet Shop
Meskipun tidak terlalu luas, namun L.G Pet Hotel menyediakan berbagai
macam makanan, permainan, pengikat hewan dan lain-lain dengan berbagai
jenis yang berbeda.
2.7 Kesimpulan Proyek Sejenis
Proyek yang menjadi tinjauan studi observasi secara langsung memberikan
informasi terkait proyek yang akan dirancang. Berikut merupakan kesimpulan terhadap
observasi proyek sejenis di lapangan (Lihat Tabel 2.5) :
Tabel 2.5
Kesimpulan Pemahaman Proyek Sejenis
Piara Renon Rumah Terraria Las Gaviotas Pet Hotel
Lokasi Jln. Badak Agung No.7,
Renon, Denpasar
Fungsional Fungsional Fungsional
“Pet Care Center di Denpasar”
34
Keunggulan Berada pada area yang strategis dan mudah
Kelemahan Fasilitas yang tidak terawat dengan baik dan
2.8 Spesifikasi Umum Pet Care Center
Spesifikasi umum mengenai Pet Care Center yang dapat dijabarkan sesuai dengan
teori maupun tinjauan langsung pada proyek sejenis adalah sebagai berikut :
2.8.1 Pengertian
Berdasarkan definisi serta tinjauan teori diatas, dapat disimpulkan bahwa, Pet
Care Center adalah suatu tempat yang menyediakan kebutuhan serta fasilitas bagi
hewan peliharaan dan terfokus pada perawatan hewan peliharaan serta dilengkapi
fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.
2.8.2 Batasan
Hal-hal yang digunakan sebagai batasan proyek ditinjau dari beberapa aspek
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan dan Perancangan yang dijadikan objek adalah hewan peliharaan
dengan civitas utama yaitu hewan peliharaan terutama anjing dan kucing.
b. Peraturan Daerah setempat yang berlaku dan dipakai dalam pertimbangan
untuk perencanaan dan perancangan.
c. Biaya pembangunan dianggap diluar kewenangan perencana, meskipun
dalam perencanaan perlu diperhitungkan efisiensi dalam batas-batas tertentu.
2.8.3 Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan yang nantinya akan tersedia pada Pet Care Center ini, yaitu
antara lain :
a. Konsultasi dan pengobatan hewan peliharaan yang dilayani oleh dokter
hewan.
b. Penjualan makanan dan aksesoris serta keperluan lain yang menyangkut
hewan peliharaan.
“Pet Care Center di Denpasar”
35 d. Perawatan (grooming) hewan peliharaan.
e. Pemberian edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan hewan.
f. Penyewaan ruangan untuk penyelenggaraan event.
2.8.4 Fasilitas
Secara umum, fasilitas yang nantinya akan diadakan pada Pet Care Center ini
adalah sebagai berikut :
a. Klinik Hewan (Sarana medis untuk hewan-hewan peliharaan) :
Ruang konsultasi
b. Pet Shop (Tempat penjualan berbagai kebutuhan dan perlengkapan untuk
hewan peliharaan) :
Area retail
Kasir
Gudang stok
Loading dock
c. Salon Hewan (Sarana pemeliharaan kebersihan dan kecantikan bagi
hewan-hewan peliharaan) :
Ruang mandi hewan
Ruang cukur bulu dan potong kuku
Ruang spa and massage
d. Tempat Penitipan Hewan (Pelayanan penitipan dan penginapan bagi
hewan-hewan peliharaan yang hendak ditinggal oleh pemiliknya sementara) :
Ruang tidur anjing
Ruang tidur kucing
Area bermain indoor
Area bermain outdoor
“Pet Care Center di Denpasar”
36 e. Fungsi Penunjang (Sebagai kegiatan penunjang pada kegiatan pada Pet Care
Center) :
Lobby
Ruang edukasi
Ruang aula
Ruang servis