Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Komitmen Organisasi dengan Subjective Well-Being (SWB) Karyawan pada Karyawan Produksi CV. Putra Buana Surakarta
Teks penuh
Dokumen terkait
Atas dasar bagan diatas juga diketahui bahwa antara upaya yang dilakukan karyawan Jawa dalam mencapai SWB saling berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi SWB, yaitu
marah, tidak bersemangat, sering berkhayal. Kondisi subjective well-being informan VN dan Dn SWB cenderung tinggi, hal ini dikarenakan informan Vn dan Dn mendapatkan pola
keluarga dengan subjective well-being pada siswa-siswi SMA N 5 Semarang. Kata kunci : Keberfungsian keluarga, subjective
Menggunakan teori Subjective Well-Being yang diciptakan oleh E.D Diener (1984),.. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Subjective Well-Being
Hasil analisa yang dilakukan pada variabel subjective well-being dengan kinerja menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara subjective well-being
This study presents Subjective Well- Being (SWB) to honorary employees at Malikussaleh University which highlights individual knowledge of SWB, work interpretation,
KOMITMEN ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN..
Hipotesis mayor yang diajukan adalah adanya hubungan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan bidang produksi CV.. Hipotesis minor