• Tidak ada hasil yang ditemukan

smp9mat BelajarMatAktifDanMenyenangkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "smp9mat BelajarMatAktifDanMenyenangkan"

Copied!
171
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Wahyudin Djumanta
    • Dwi Susanti
  • Pengajar:
    • Tim Setia Purna Inves
  • Sekolah: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Topik: Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. Pengantar

Buku 'Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan' ditujukan untuk siswa SMP/MTs Kelas IX, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika. Buku ini disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan mengutamakan pendekatan inkuiri. Dengan menyediakan bahan ajar yang komunikatif dan integratif, diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran.

II. Kesebangunan dan Kekongruenan

Bab ini membahas konsep kesebangunan dan kekongruenan, yang merupakan dasar dalam geometri. Siswa diajak untuk memahami hubungan antara bangun datar yang sebangun dan kongruen, serta cara mengidentifikasi dan menerapkan konsep ini dalam pemecahan masalah sehari-hari. Melalui diagram alur dan contoh-contoh praktis, siswa diharapkan dapat menggambarkan dan memahami sifat-sifat bangun datar.

2.1 Bangun-Bangun yang Sebangun dan Kongruen

Di sini, siswa belajar tentang sifat-sifat bangun yang sebangun, seperti perbandingan panjang sisi dan sudut yang bersesuaian. Contoh-contoh nyata, seperti foto berskala, digunakan untuk memperjelas konsep ini.

2.2 Segitiga-Segitiga yang Sebangun

Bab ini menjelaskan syarat-syarat dua segitiga yang dapat dikatakan sebangun, seperti perbandingan sisi yang bersesuaian dan sudut yang bersesuaian. Siswa diharapkan dapat menerapkan teori ini dalam berbagai situasi.

III. Bangun Ruang Sisi Lengkung

Bab ini membahas bangun ruang sisi lengkung, seperti tabung dan kerucut. Siswa diajarkan cara menghitung luas permukaan dan volume bangun-bangun tersebut. Melalui diagram dan contoh soal, siswa dapat memahami aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

3.1 Unsur-Unsur dan Luas Permukaan

Siswa mempelajari unsur-unsur yang membentuk bangun ruang dan cara menghitung luas permukaannya. Penjelasan disertai dengan contoh soal untuk meningkatkan pemahaman.

3.2 Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung

Di sini, siswa belajar menghitung volume bangun ruang, dengan penekanan pada rumus-rumus yang relevan. Contoh aplikasi nyata juga disertakan.

IV. Statistik

Bab ini mengajarkan siswa tentang pengumpulan dan penyajian data, serta ukuran pemusatan dan penyebaran data. Melalui grafik dan tabel, siswa dapat memahami cara menganalisis data secara efektif.

4.1 Pengumpulan dan Penyajian Data

Siswa diajarkan teknik pengumpulan data yang baik dan cara menyajikannya dalam bentuk tabel atau grafik. Ini bertujuan agar siswa dapat memahami data secara visual.

4.2 Ukuran Pemusatan Data

Dalam subbab ini, siswa belajar tentang mean, median, dan modus sebagai ukuran pemusatan data. Contoh soal disertakan untuk memperkuat pemahaman.

4.3 Ukuran Penyebaran Data

Siswa dikenalkan pada konsep deviasi standar dan rentang, yang membantu mereka memahami sebaran data dalam konteks yang lebih luas.

V. Peluang

Bab ini membahas konsep peluang, termasuk pengertian dasar dan frekuensi harapan. Siswa belajar menghitung peluang dari berbagai kejadian dan aplikasinya dalam situasi nyata.

5.1 Pengertian Peluang

Siswa diperkenalkan pada dasar-dasar peluang, termasuk rumus dasar dan contoh sederhana yang memudahkan pemahaman.

5.2 Frekuensi Harapan

Di sini, siswa belajar menghitung frekuensi harapan dari suatu kejadian, yang merupakan langkah awal dalam memahami statistik lebih lanjut.

VI. Pangkat dan Akar

Bab ini mengajarkan siswa tentang bilangan berpangkat dan akar. Siswa diajarkan cara menyelesaikan operasi matematika yang melibatkan pangkat dan akar dengan contoh yang relevan.

6.1 Bilangan Rasional Berpangkat

Siswa mempelajari bilangan berpangkat dan cara mengoperasikannya dalam berbagai bentuk. Penjelasan disertai dengan contoh soal.

6.2 Bentuk Akar dan Pangkat Pecahan

Di sini, siswa belajar tentang bentuk akar dan cara menyelesaikan perhitungan yang melibatkan pangkat pecahan.

VII. Barisan dan Deret Bilangan

Bab ini membahas tentang pola bilangan dan deret, termasuk deret aritmetika dan geometri. Siswa diajarkan cara menemukan suku ke-n dan menjumlahkan deret.

7.1 Pola Bilangan

Siswa dikenalkan pada pola-pola bilangan yang umum, yang membantu mereka dalam mengidentifikasi pola dalam deret.

7.2 Barisan dan Deret Bilangan

Di sini, siswa belajar tentang barisan aritmetika dan geometri, serta cara menghitung suku dan jumlah deret.

VIII. Penutup

Buku ini diakhiri dengan ringkasan dari semua materi yang telah dipelajari. Siswa diharapkan dapat merefleksikan pemahaman mereka dan mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar

Gambar 1.7 sebangun, tentukan besar �R dan �S.
Gambar 1.8(b) adalah gambar permukaan lantai yang
Gambar 1.12(a). Pada gambar tersebut, �ABC adalah segi-
Gambar 1.26 memperlihatkan segitiga siku-siku
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan