PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN
PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS X
SMA NEGERI 2 CIAMIS
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS)
SKRIPSI
DiajukanSebagaisalahSatuSyaratmemperoleh GelarSarjana Strata Satu (SI) Pendidikan
Oleh
MOCHAMAD IRFAN SATRIADI 0700667
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN
PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS X
SMA NEGERI 2 CIAMIS
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS)
Oleh
MochamadIrfanSatriadi
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan OlahragadanKesehatan
© MochamadIrfanSatriadi 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Juli 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
LEMBAR PENGESAHAN
NAMA : MOCHAMAD IRFAN SATRIADI
NIM : 0700667
JUDUL :PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN
PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 CIAMIS (PENELITIAN TINDAKAN KELAS)
Disetujui dan Disahkan Oleh :
Pembimbing I
Dr. Nuryadi, M.Pd. NIP. 197101171998021001
Pembimbing II
Drs. Mudjihartono, M.Pd. NIP. 196508171990011001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi
iii Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
ABSTRAK... i
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Batasan Penelitian... 8
F. Batasan Istilah... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS TINDAKAN ... ... 10
A. Hakekat Pendidikan Jasmani ... 10
1. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Jasmani ... 10
2. PerbedaanMaknaPendidikanJasmanidanPendidikanOlahraga ... 12
B. Definisi Penerapan... 13
C. Hakekat Media Pembelajaran ... 14
1. Pengertian Media Pembelajaran ... 15
2. Posisi Media Pembelajaran ... 16
3. Fungsi Media Pembelajaran ... 18
4. KarakteristikBeberapaJenis Media Pembelajaran ... 19
iv Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. DefinisiBelajar ... 23
2. DefinisiMengajar ... 23
3. Pengertian Proses BelajarMengajar (PBM) ... 24
E. HakikatSepakbola ... 25
1. PengertianSepakbola ... 26
2. Pengertian Dribbling ... 26
3. PengertianMengontrol Bola ... 27
4. Pengertian Passing ... 28
5. Pengertian Shooting ... 28
F. PenelitianTindakanKelas ... 29
G. HipotesisTindakan ... 30
BAB III METODE PENELITIAN ... 31
A. JenisdanRancanganPenelitian ... 31
B. WaktudanTempatPenelitan ... 34
C. SubjekPenelitian ... 34
D. VariabeldanDefinisiOperasionalVariabel ... 35
E. Langkah-langkahPenelitian ... 36
F. ProsedurPenelitian ... 38
1. TahapPerencanaanTindakan ... 39
2. TahapPelaksanaan ... 39
3. TahapObservasidanEvaluasi ... 40
4. TahapAnalisisdanRefleksi ... 40
G. InstrumendanTeknikPengumpulan Data ... 43
1. Instrumen Penelitian... 43
2. Teknik Pengumpulan Data... 47
H. TeknikPengolahan Data danAnalisis Data ... 48
1. TeknikPengolahan Data ... 48
2. Analisis Data ... 48
I. Validasi Data ... 49
v Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ... 51
A. Deskripsi Pembelajaran Permainan Sepakbola di Kelas X SMA Negeri 2 Ciamis ... 51
B. Hasil Observasi Awal Pembelajaran Permainan Sepakbola di SMA 2 Ciamis Kelas X. 4 ... 52
C. HasilPengolahandanAnalisis Data ... 57
D. Pembahasan ... 82
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 85
A. Kesimpulan ... 85
B. Rekomendasi ... 86
DAFTAR PUSTAKA ... 88
vi Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tujuan Pendidikan Jasmani Meliputi Tiga Ranah Sebagai Satu
Kesatuan ... 11
Tabel 2.2 PerbedaanAntaraPendidikanJasmaniDenganPendidikanOlahraga ... 13
Tabel 2.3 Perbedaan Pengajaran dan Pembelajaran ... 25
Tabel 3.1 Skenario Penelitian Tiap Siklus ... 40
Tabel 3.2 Lembar Observasi Guru ... 43
Tabel 3.3 Lembar Observasi siswa ... 44
Tabel 3.4 Lembar Observasi Siswa Kemampuan Gerak Dasar Permainan Sepakbola... 45
Tabel 4.1 Nilai Observasi AwalKemampuanGerakDasarPermainanSepakbola ... 53
Tabel 4.2 Hasil Observasi Awal Siswa ... 55
Tabel 4.3 Hasil Observasi Awal Guru ... 56
Tabel 4.4 PerkembanganKemajuanHasilBelajarSiswa Dalam Bentuk Persentase ... 58
Tabel 4.5 Hasil Penilaian Observasi Kemampuan Gerak Dasar Permainan Sepakbola Siklus I tindakan 1 ... 61
Tabel 4.6 Hasil Observasi Siswa Siklus I Tindakan 1... 63
Tabel 4.7 Hasil Observasi Guru Siklus I Tindakan 1... 64
Tabel 4.8 Hasil Penilaian Observasi Kemampuan Gerak Dasar Permainan Sepakbola Siklus I Tindakan 2 ... 66
Tabel 4.9 Hasil Observasi Siswa Siklus I Tindakan 2 ... 68
vii Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.11 Hasil Penilaian Observasi Kemampuan Gerak Dasar Permainan
Sepakbola Siklus II Tindakan 1 ... 76
Tabel 4.12 Hasil Observasi Siswa Siklus II Tindakan 1 ... 77
Tabel 4.13 Hasil Observasi Guru Siklus II Tindakan 1 ... 79
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Cara Melatih Keterampilan Dribbling ... 27
Gambar 2.2 Cara Mengontrol Bola Dengan Paha dan Dada ... 28
Gambar 2.3 Cara Melakukan Passing ... 28
Gambar 2.4 Cara Melakukan Shooting ... 29
Gambar 3.1 Rancangan PTK Menurut Kurt Lewin ... 34
Gambar 3.2 SatuSiklusPelaksanaanTindakanDalam PTK Yusuf (2007:15) ... 38
i Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRAK
MochamadIrfanSatriadi (2014). Judul:Penerapan Media Audio VisualDalamPembelajaranPermainanSepakbolaPadaSiswaKelas X SMA NEGERI 2 Ciamis(PenelitianTindakanKelas) Skripsi. Program
StudiPendidkanJasmaniKesehatandanRekreasi (PJKR).FPOK–
UPI.PembimbingI: Dr. Nuryadi, M.Pd. PembimbingII: Drs. Mudjihartono, M.Pd.
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang rendah pada pembelajaran permainan sepakbola, hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya kecenderungan siswa yang kurang termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, minimnya penggunaan sarana pendukung media audio visual sebagai alat pembelajaran, dan proses pembelajaran yang monoton atau masih menggunakan pendekatan teknis sehingga siswa menjadi cepat jenuh saat pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang timbul adalah : “Apakah penerapan media audio visual pada saat proses pembelajaran permainan sepakbola dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X.4 SMAN 2 Ciamis?”. Pembelajaranpermainansepakbola di SMAN 2 Ciamis yang
diajarkankepadasiswadenganmenerapkan media audio
visualmemberikankontribusi yang optimal dalammempermudahpenilaian proses
pembelajaranpenjas. Pembelajaran yang dilaksanakanmelaluipenerapan media
audio
visualuntukmempermudahsiswamengertidanmemahamibagaimanamelakukantekni
kdasardanketerampilanbermaindalampermainansepakbola.Pembelajarandenganme
nerapkan media audio visualmenuntutsiswamengamatiapa yang
dilihatnyapadatayangan video
danberpikiruntukmemecahkanmasalahdalamkesulitanmelakukanketerampilandasa rdalampermainansepakbola.
Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodePenelitianTindakanKelas (PTK).SubjekpenelitiansiswakelasX.4 SMAN 2 Ciamisberjumlah 33 orang yang terdiridari 11 siswaputradan 22 siswaputri. Instrumenpenelitian yang digunakanadalahlembarobservasi, wawancara, dan catatanlapangan.Pengumpulan data yang dilakukanadalahobservasi, wawancara, catatanlapangan,
danrekamanfoto.Dari data yang
dihasilkanmenunjukanadanyapeningkatankemampuanpembelajaranpermainansepa kbolasiswapadaobservasiawalmemilikinilai rata-rata 65,54, siklus I tindakan 1 67,39, siklus I tindakan 2 74,27,siklus II tindakan 1 menjadi78,45. Hasilpengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa denganmenerapkan media
audio visualdapat mempermudah siswa mengatasi kesulitan dalam melakukan
ii Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
Mochamad Irfan Satriadi (2014). Title: Application of Audio Visual Media in Learning Football Games In Class X SMAN 2 Ciamis (Classroom Action Research) Thesis. Studies Program of Physical Education and Recreation Health (PJKR) .FPOK-UPI.
Supervisor I: Dr. Nuryadi, M.Pd. Advisor II: Drs. Mudjihartono, M.Pd.
The background of the problem in this study is the low student learning outcomes in learning the game of football, this is due to several factors, including the tendency of students who are less motivated to engage actively in the learning process, the lack of use of means of support of audio visual media as a tool of learning, and the learning process monotonous or still using a technical approach so that students become quickly saturated when learning takes place.
Based on the above, the formulation of the problem that arises is: "What is the application of audio-visual media during the process of learning the game of football can improve student learning outcomes in the classroom X.4 SMAN 2 Ciamis?". Learning the game of football at SMAN 2 Ciamis is taught to students by applying audio-visual media provide optimal contribution in facilitating the learning process of physical education assessment. Learning is implemented through the application of audio-visual media to facilitate students mengertidan understand how to do basic techniques and skills to play in the game of football. Learning by applying audio-visual media requires students observe he saw in the video and thinking to solve problems in difficulty performing basic skills in the game of football.
iii Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Swt, yang senantiasa memberikan rahmat dan
karunia-Nya pada kita semua. Shalawat beserta salam penulis sampaikan pada
baginda Nabi Muhammad S.A.W. beserta sahabat-sahabatnya hingga akhir jaman.
Alhamdulillah atas karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
lancar.
Dalam skripsi ini, berisikan hasil penelitian yang telah penulis laksanakan
di SMA Negeri 2Ciamis dengan judul: Penerapan media audio
visualdalampembelajaranpermainansepakbolapadasiswakelas X SMA Negeri 2
Ciamis (PenelitianTindakanKelas). Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi
gambaran dan rujukan bagi guru pendidikan jasmani dalam mengelola proses
pembelajaran siswa.
Penulis menyadari banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.
Oleh karena itu, kritik dan saran positif sangat penulis harapkan demi perbaikan
dikemudian hari. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Amiin.
Bandung, Juli 2014
Penulis
1 Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani termasuk bagian yang integral dari sistem pendidikan
secara keseluruhan. Pendidikan jasmani pada hakekatnya merupakan suatu proses
yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan, serta membina
kemampuan jasmani dan rohani pelakunya. Melalui pendidikan jasmani diharapkan
seseorang mempunyai jasmani dan rohani yang sehat, sehingga mampu melaksanakan
tugas untuk kepentingan sendiri maupun bagi kepentingan bangsa.
Seperti yang diungkapkan oleh Jenny(1961) dan Williams(1961) menyatakan
bahwa:
Pendidikan Jasmani merupakan suatu proses yang bertujuan meningkatkan prestasi manusia melalui aktivitas fisikal yang berkait rapat dengan pemilikan dan penghalusan kemahiran-kemahiran motor, pembangunan dan pemeliharaan kecerdasan untuk kesehatan optimum dan keadaan baik, memperoleh pengetahuan, dan pembangunan sikap-sikap positif terhadap aktivitas fisikal.Pendidikan Jasmani memberi pendidikan melalui aktivitas fisikal dan manfaatnya mempengaruhi semua perkembangan fisikal termasuk perkembangan mental dan sosial.
Pendidikan jasmani secara keseluruhan bertujuan untuk mengembangkan
aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis,
keterampilan sosial, penalaran stabilitas nasional, dan lain sebagainya. Pada
hakekatnya pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan kegiatan
pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani untuk mencapai tujuan pendidikan
bukan prestasi dalam cabang olahraga, akantetapi tidak menutup kemungkinan
adanya pengembangan prestasi bagi siswa yang memiliki bakat dan kemampuan
dalam cabang olah raga tertentu.
Tujuan pendidikanjasmani sudah tercakup dalam pemaparan di atas yaitu
memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang
membina sekaligus mengembangkan potensi anak, baik dalam aspek fisik, mental,
sosial, emosional dan moral.Singkatnya, pendidikan jasmani bertujuan untuk
2
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pembelajaranadalah proses, caramenjadikan orang atau mahluk hidup belajar.
Proses pembelajaran dialami setiap orang sepanjang hayat serta dapat berlaku di
manapun dan kapanpun. Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik
dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan prilaku kearah yang lebih
baik.Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan
lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik.Pada
dasarnya pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran,
walaupun memiliki konotasi yang berbeda.Dalam konteks pendidikan, guru mengajar
supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai
sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi
perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang
peserta didik.Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu
pekerjaan guru saja.Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi
antara guru dengan peserta didik. di dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan
atau tanpa hadirnya guru.
Pembelajaran penjas telah mengalami perkembangan yang sangat pesat di
beberapa negara maju di dunia seperti China, Jepang, Belanda, Amerika Serikat,
Jerman dan sebagainya.Berbanding terbalik dengan negara kita yang masih mengacu
kepada pendidikan yang mengarahkan siswa kepada pembelajaran kecabangan
olahraga tertentu, ini merupakan suatu keadaan yang sangat ironis karena seharusnya
pembelajaran penjas sudah merupakan bagian yang sangat penting untuk menunjang
pembelajaran gerak dan sebagai sarana untuk meningkatkan kebugaran yang
menyenangkan tanpa adanya suatu unsur olahraga didalamnya.Hal ini berkaitan
dengan kaidah penjas itu sendiri yang mengutamakan kesenangan dan aspek bermain
tanpa mengesampingkan nilai-nilai pendidikan dan tujuan pembelajaran.
Pembelajaran penjas bukanlah merupakan suatu pembelajaran yang mengarahkan
siswa kepada suatu prestasi dari suatu kecabangan olahraga, akan tetapi adalah suatu
pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang bersumber pada “human movement”
atau dapat diartikan gerak insani yang merupakan inti dari pendidikan jasmani.
Dunia olahraga dewasa ini mengalami perkembangan yang pesat, pesatnya
perkembangan olahraga tidak lepas dari kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi.
3
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
hanya untuk aktivitas gerak saja namun dimanfaatkan untukkesenangan, pekerjaan,
kebugaran atau prestise.Hal itulah yang berdampakterhadap pandangan orang bahwa
olahraga tidak hanya bertujuan untuk aktivitasgerak semata tetapi masuk ke ranah
kompetisi (pertandingan), materi, kesehatandan lain-lain.
Sepakbola adalah satu olah raga yang sangat populer di dunia. Dalam
pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang
masing-masing berjuang untuk memasukan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing-masing
kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut
dinamakan kesebelasan.
Menurut Sucipto dkk (2000, hal. 7)
Sepakbola adalah permainan beregu, masing-masing regu terdiri atas sebelas pemain dan salah satunya penjaga gawang.Permainan ini hampir seluruhnya dimainkan dengan menggunakan tungkai, kecuali penjaga gawang yang dibolehkan menggunakan lengannya didaerah tendangan hukumannya.
Tujuan permainan sepakbola, dua tim yang masing-masing terdiri dari sebelas
orang bertarung untuk memasukan sebuah bola bundar ke gawang lawan (“mencetak gol”). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam
jangka waktu 90 menit), tetapi ada cara lain untuk menentukan pemenang jika
hasilnya seri dalam jangka waktu 90 menit akan diadakan pertambahan waktu 2 x 15
menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu
penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang
bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga
hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para
pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka
selama masih dalam permainan.
Perkembangan sepakbola akhir-akhir ini menunjukan peningkatan yang
sangat pesat, yaitu dengan banyaknya perkumpulan dan pertandingan baik di daerah,
provinsi, maupun nasional. Serta banyaknya dukungan penonton dalam suatu
pertandingan baik tua maupun muda. Hal ini memberikan gambaran bahwa
permainan sepakbola sangat populer dan sangat digemari oleh masyarakat.
Dalam permainan sepakbola, mencapai sebuah kemenangan merupakan hal
4
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pasti diperoleh. Namun dalam konteks penjas kemenangan bukanlah tujuan utama
yang harus diutamakan melainkan pemahaman siswa atau peserta didik pada saat
pembelajaran permainan sepak bola sedang berlangsung.
Sedangkanmedia pembelajaran dapat diartikan:
1. Kata media, berasal dari bahasa Latin, bentuk jamak dari medium secara
harfiah berarti perantara atau pengantar.
2. Media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (chennel) untuk
menyampaikan pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resource)
kepada penerimanya (reciver) (Soeparno, 1988, hal. 1).
3. Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide,
sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S. hamijoyo).
4. Media pengajaran merupakanhardware (perangkat keras) yang dipakai untuk
menunjang berlangsungnya proses belajar mengajar.
5. Media pengajaran pada hakekatnya hanya merupakan alat yang berfungsi
untuk menvisualisasikan konsep tertentu.
Dalam penjas juga ada beberapa cara yang dilakukan untuk menunjukan
cara-cara pembelajaran yaitu salah satunya dengan menggunakan media audio visual.
Maksud audio visual adalah wadah atau sarana yang mengandalkan penglihatan dan
pendengarannya. Terutama dalam pembelajaran sepakbola dengan menggunakan
media audio visual. Maka dari itu kita sebagai guru penjas harus bisa meneliti dengan
benar, apakah dengan penerapan media audio visual tersebut siswa yang kita didik
akan berkembang yang memungkinkan akan meningkatkan kreativitas, imajinasi,
ekspresi, dan sebagainya dalam pembelajaran sepakbola. Media audio visual harus
bisa memberikan contoh yang efektif dan menarik bagi siswa didik tentang
gerakan-gerakan yang dipelajarinya.
Tujuan utama dalam pembelajaran menggunakan media audio visual adalah
memberikan pengetahuan baru tentang pembelajaran sepakbola terhadap siswa dan
mengembangkan segenap potensi yang optimal bagi siswa melalui media audio
visual. Oleh karena itu, contoh gerakan yang diberikan melalui media audio visual
terhadap peserta didik harus menarik dan dapat dipahami agar memberikan pengaruh
5
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembelajaran sepakbola ditentukan oleh beberapa faktor yang ada diluar individu
adalah bahan ajar yang memberikan kemudahan bagi individu untuk dipelajarinya.
Dalam proses pembelajaran sepakbola dengan menerapkan media pembelajaran
memberikan pengaruh yang positif sehingga tujuan pembelajaran tersebut dapat
dicapai. Menurut Gamayanti (2005) mengatakan :
Anak yang terbiasa bermain dengan media audio visual terbiasa dengan stimulus 5 komponen yaitu: gambar, suara, warna, gerakan, dan cahaya. Maksudnya adalah keleluasaan objek dan kecepatan gambarnya cepat, luas, dan penuh serta banyak sekali efek sinarnya ternyata berpengaruh pada keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri, karena itu melalui pembelajaran media audio visual siswa akan lebih mudah mempraktekan gerakan teknik dasar pada pembelajaran sepakbola dan mengetahui langsung gerakannya seperti nyata atau sungguhan.
Kegunaan menerapkan media pembelajaran antara lain dapat :
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis,
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra,
c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar,
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori, dan kinestekiknya, serta
e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan
menimbulkan persepsi yang sama.
Dengan demikian, penerapan audio visual cenderung lebih sesuai dengan
tuntutan pembelajaran khususnya sepakbola, karena siswa akan lebih mudah untuk
menirukan gerakan teknik dasar sepakbola diantaranya :menendang, mengontrol, dan
menggiring bola yang sebelumnya siswa menafsirkan gerakan tersebut. Hal tersebut
membantu dalam pencapaian suatu gerakan menendang, mengontrol, dan menggiring
bola yang baik dalam proses pembelajaran sepakbola.
Selama ini banyak faktor yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran
pendidikan jasmani khususnya sepakbola, sehingga kurang berhasil dalam
menyampaikan materi pembelajaran permainan sepakbola. Kendala atau
6
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
metode pembelajaran yang kurang bervariasi, sarana dan pra sarana yang kurang
lengkap, alat dan media yang dipergunakan kurang.
Demikian juga dengan persoalan pembelajaran pendidikan jasmani di kelas
X.4 (tempat penulis melakukan observasi awal), hasil observasi awal menunjukan
kecenderungan umum siswa kurang termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
proses pembelajaran, proses pembelajaran yang monoton atau masih menggunakan
pendekatan teknis sehingga siswa menjadi jenuh saat pembelajaran berlangsung, dan
minimnya penggunaan media audio visual pada saat proses pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas, persoalan pokok yang dihadapi penulis saat
melakukan proses pembelajaran di kelas X.4 Sekolah Menengah Atas Negeri 2
Ciamis, yaitu mayoritas siswa menunjukan hasil belajar yang rendah pada
pembelajaran permainan sepakbola. Persoalan pokok ini akan mempengaruhi pada
iklim pembelajaran secara keseluruhan dan juga menggangu kenyamanan siswa-siswa
lainnya dalam mengikuti pembelajaran. Pada gilirannya, akan berimbas pada kurang
memuaskannya prestasi akademik atau nilai akhir yang diperoleh siswa dengan
indikasi pokok masih minimnya penguasaan keterampilan gerak dasar permainan
sepakbola mahasiswa dan rendahnya hasil belajar siswa, sekaligus menambah citra
kurang bagus mata pelajaran pendidikan jasmani.
Sesuai dengan uraian pokok diatas dan kondisi riil permasalahan yang
dihadapi dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan maka perlu
dilakukan upaya kongkrit dan inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil
pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani, salah satunya antara lain dengan
menerapkan media audio visual. Untuk itu, penulis bermaksud melakukan penelitian
tindakan kelas, dan merumuskannya dalam sebuah judul penelitian “Penerapan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Permainan Sepak Bola Pada Siswa Kelas
X SMA Negeri 2 Ciamis”.
B. Rumusan Masalah
Dari hasil observasi awal peneliti saat melihat langsung pembelajaran di kelas
X.4 SMA Negeri 2 Ciamis terdapat beberapa fenomena yang terjadi pada
siswa.Diantaranya : kecenderungan siswa kurang termotivasi untuk terlibat secara
7
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembelajaran, dan minimnya pemenfaatan media pembentu dalam proses
pembelajaran. Persoalan pokok ini akan mempengaruhi pada iklim pemebelajaran
secara keseluruhan dan juga mempengaruhi kenyamanan siswa dalam mengikuti
pembelajaran. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar yang kurang memuaskan
hususnya dalam pembelajaran permainan sepakbola.
Menurut penulis penerapan media audio visual dianggap sebagai suatu
strategi alternatif yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran permainan sepakbola.
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka penulis
merumuskan masalah penelitian yang timbul sehingga betul-betul merasa tertarik
untuk meneliti lebih lanjut. Memperhatikan kenyataan ini, maka timbul permasalahan
yang mendorong penulis untuk meneliti, yaitu sebagai berikut:
Apakah penerapan media audio visual pada saat proses pembelajaran
permainan sepakbola dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X.4 SMAN 2
Ciamis?
C. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran dengan menerapkan media audio visual kelas X.4 SMAN 2 Ciamis.
Sedangkan secara khusus di dasarkan pada beberapa tujuan sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis dengan
menerapkan mediaaudio visual pada saat proses pembelajaran permainan
sepakbola yang diantaranya menendang, mengontrol, dan menggiring bola.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat membantu semua pihak, terutama
kepada yang berkecimpung dalam dunia pendidikan jasmani. Penelitian ini juga
diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis, yaitu:
1. Sebagai bahan masukan dan informasi yang dibutuhkan oleh guru untuk dapat
melaksanakan proses pembelajaran permainan sepakbola dengan cara
8
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Dapat dijadikan sebagai acuan dan variasi dari kegiatan belajar mengajar
permainan sepakbola bagi guru yang di sekolahnya sudah menerapkan
pembelajaran menggunakan mediaaudio visual.
3. Penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi kepentingan perkembangan dan
kemajuan dunia pendidikan khususnya pendidikan jasmani dalam proses
pembelajaran menggunakan media audio visual.
E. Batasan Penelitian
Agar penelitian ini memperoleh sasaran yang sesuai dengan tujuan yang
diharapkan, maka perlu adanya pembatasan masalah. Tentang perlu adanya
pembatasan ini, sebagaimana yang dikemukakan oleh Surakhmad (2006, hal. 13)
sebagai berikut:
Pembatasan masalah diperlukan untuk memudahkan menyederhanakan masalah, untuk menetapkan daerah, suatu yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dibatasi oleh keadaan waktu, tenaga, kecakapan masalah ini juga untuk menghindari terlalu luasnya masalah yang akan dibahas.
Berpedoman dari latar belakang di atas, serta untuk menghindari timbulnya
penafsiran yang terlalu luas dan untuk memperoleh gambaran yang jelas, maka
batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Masalah pokok penelitian berkenaan dengan penerapan media audio visual
dalam pembelajaran permainan sepakbola pada siswa kelas X.4 SMAN 2
Ciamis.
2. Media yang akan digunakan adalah audio visual.
3. Penelitian dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung untuk pokok
bahasan menendang, mengontrol, dan menggiring bola dalam permainan
sepakbola di kelas X.4 SMAN 2 Ciamis.
4. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis.
5. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ciamis Jalan. Kh. Ahmad
Dahlan No 2 kabupaten Ciamis.
6. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah
dengan cara Observasi, Wawancara, Catatan lapangan, dan Dokumentasi foto
9
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
7. Populasi terdiri dari siswa kelas X.4 SMA Negeri 2 Ciamis sebanyak 33
orang.
F. Batasan Istilah
Untuk menghindari salah penafsiran terhadap istilah yang digunakan dalam
penelitian ini, maka penulis mencoba memberikan penjelasan mengenai istilah
sebagai berikut :
1. Sepakbola,menurut Sucipto dkk (2000, hal. 7) sepakbola adalah permainan
beregu, masing-masing regu terdiri atas sebelas pemain dan salah satunya
adalah penjaga gawang. Permainan ini hampir seluruhnya dimainkan dengan
menggunakan tungkai, kecuali penjaga gawang yang dibolehkan
menggunakan lengannya didaerah tendangan hukumannya.
2. Media audio visual, Slide bersuara merupakan salah satu contoh dari media
pembelajaran yaitu media audio- visual. Media audio-visual yaitu media yang
mempunyai unsur suara dan unsur gambar (Djamarah S.B, 1997, hal. 212).
3. Belajar, menurut Slameto (2003, hal. 2) adalah proses untuk memperoleh
suatu pengetahuan atau materi dengan tujuan untuk merubah prilaku sehingga
dapat merubah prilaku sehingga dapat diperoleh dari hasil proses.
4. Hasil belajar, hasil belajar umumnya dapat didefinisikan sebagai kemampuan
seorang siswa dalam menerima pembelajaran di sekolah, dimana kemampuan
itu dapat diukur melalui suatu tes atau ujian dengan menggunakan skala point.
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses
belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik
pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi
lebih baik dari sebelumnya. Hamalik (1995, hal. 15) mengatakan bahwa hasil
belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku subjek yang
meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor dalam situasi tertentu
31 Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Dan Rancangan Penelitian
Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research).Menurut Abidin Yunus (2009, hal. 105) Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) secara sederhana adalah:
Seperangkat proses penelitian yang dilakukan dengan jalan mengidentifikasi masalah melakukan sesuatu untuk memecahkannya, melihat keberhasilan pemecahan masalah tersebut dan jika belum memuaskan akan dilakukan beberapa pengulangan.
Menyimak penjelasan diatas, dapat penulis jabarkan bahwa pada proses
penelitian tindakan kelas membutuhkan data-data yang akurat mengenai masalah di
dalam kelas untuk menemukan apa yang harus dilakukan peneliti terhadap pemecahan
masalah tersebut, sehingga masalah-masalah itu dapat ditanggulangi serta apa yang
diharapkan dapat tercapai dengan baik.
Menurut Susilo Herawati et al. (2008, hal. 2) Penelitian Tindakan Kelas
merupakan “Penelitian refleksi yang dilaksanakan secara siklis (berdaur) oleh guru
atau calon guru di dalam kelas”. Dikatakan demikian karena proses penelitian
tindakan kelas dimulai dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi
untuk memecahkan masalah dan mencobakan hal-hal baru demi peningkatan hasil
belajar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model kolaborasi yang
mengutamakan kerjasama antar kepala sekolah, guru, dan peneliti. Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan upaya untuk mengkaji apa yang terjadi dan
telah dihasilkan atau belum tuntas pada langkah upaya sebelumnya. Hasil refleksi
digunakan untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan
keberhasilan atau kegagalan terhadap pencapaian tujuan tindakan pembelajaran.
Pada dasarnya penelitian tindakan kelas (PTK) memiliki beberapa
karakteristik, yaitu: (1) bersifat situasional, yaitu berkaitan dengan mendiagnosis
masalah dalam konteks tertentu, dan berupaya untuk menyelesaikan dalam konteks
32
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
bersifat self-evaluatif, yaitu kegiatan modifikasi praktis yang dilakukan secara
kontinue, dievaluasi dalam situasi yang terus berjalan dengan tujuan akhir untuk
meningkatkan perbaikan dalam praktiknya secara nyata; (4) bersifat luwes dan
menyesuaikan; (5) memanfaatkan data pengamatan dan perilaku empiris; (6)
sasarannya bersifat situasional-spesifik untuk menyelesaikan masalah praktis.
Sementara itu, subjek penelitiannya terbatas dan tidak representatif.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan untuk melihat hasil dari tindakan
yang telah dilaksanakan dalam rangka memperbaiki mutu pembelajaran dan guru
dapat mempraktekannya dalam pembelajaran mereka sendiri. Tujuan penelitian
tindakan kelas menurut Susilo et al. (2008, hal. 8), diantaranya:
1. PTK dilaksanakan demi perbaikan dan atau peningkatan praktek pembelajaran
secara berkesinambungan yang pada dasarnya melekat pada terlaksananya
misi profesional pendidikan yang diemban guru.
2. Pengembangan kemampuan dan keterampilan guru untuk menghadapi
masalah aktual pembelajaran di kelasnya dan atau di sekolahnya sendiri.
3. Dapat ditumbuhkannya budaya meneliti di kalangan guru dan dosen sebagai
pendidik.
4. Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pengajaran (pembelajaran)
melalui teknik-teknik pengajaran yang tepat sesuai dengan masalah dan
tingkat perkembangan peserta didik.
Jadi, tujuan utama penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki kegiatan
proses belajar mengajar secara berkesinambungan melalui teknik-teknik yang tepat
sesuai dengan masalah yang dihadapinya.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini,
diantaranya, menurut Susilo et al. (2008, hal. 9) antara lain sebagai berikut:
1. Guru dan calon guru dapat langsung memperbaiki praktek-praktek
pembelajaran agar menjadi lebih baik dan efektif.
2. Guru dan calon guru dapat meneliti sendiri kegiatan praktek pembelajaran
yang ia lakukan di kelas.
3. Guru dan calon guru dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah
praktek-praktek pembelajaran yang dilakukan selama ini memiliki keefektifan
33
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4. Guru dan calon guru dapat mencari cara atau prosedur baru untuk
memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar
mengajar di kelas dengan cara melihat berbagai indikator keberhasilan proses
dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa.
5. Menumbuhkan budaya meneliti pada guru atau calon guru agar terjadi inovasi
pembelajaran.
6. Meningkatkan keprofesionalan guru atau calon guru, terutama kemampuan
dalam menjabarkan kurikulum sesuai dengan tuntutan lokal, sekolah, dan
kelas.
7. Meningkatkan mutu pengajaran dan hasil belajar peserta didik berdasarkan
temuan langsung dari kelas guru sendiri.
8. Mengembangkan kerja sama atau kolaborasi antar guru di sekolah itu dan
guru-guru di sekolah lain dalam memecahkan masalah pengajaran dan
pembelajaran.
9. Menumbuhkan kebiasaan guru atau calon guru melaksanakan pembelajaran
yang berwawasan penelitian (learning through research).
10.Membiasakan guru atau pihak lain untuk memecahkan masalah dan
merumuskan program pembelajaran berdasarkan temuan empiris yang
kontekstual.
Rancangan berarti struktur, kerangka, bentuk, atau desain. Rancangan
penelitian disebut juga rancang bangun penelitian, diartikan sebagai rencana dan
struktur penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat
memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. Penentuan rancangan
SPTK disesuaikan dengan jenis rancangan atau model penelitian tindakan kelas,
terdiri atas jenis rancangan (a) Model Kurt Lewin, (b) Model Kemmis dan Mc
Taggart, (c) Model Jhon Elliot, (d) Model Hopkins, dan (e) Model Mc Kernan.
Jenis SPTK ini yang akan digunakan merujuk pada rancangan Model Kurt
Lewin. Alasannya, karena model ini menjadi acuan pokok atau dasar dari adanya
berbagai model penelitian tindakan yang lain, rancangan modelnya sederhana dan
lebih mudah dipahami, serta paling banyak digunakan dalam penelitian-penelitian
tindakan kelas. Rancangan model PTK menurut Kurt Lewin, terdiri atas 4 komponen,
34
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
observing, dan (4) refleksi atau reflecting. Lebih jelasnya disajikan pada gambar
dibawah ini:
Merencanakan
Refleksi (Planning) Melakukan
Tindakan
(Reflecting) (Acting)
Mengamati
(Observing)
Gambar 3.1. Rancangan PTK menurut Kurt Lewin
B. Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian akan di laksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Ciamis,
Jalan Kh. Ahmad Dahlan No. 2 Ciamis. Penelitian direncanakan akan dilaksanakan
selama satu bulan (empat kali pertemuan atau tindakan) dan dikompilasi dalam dua
siklus, setiap siklus terdiri atas 2 tindakan
C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.4 Sekolah Menengah Atas
Negeri 2 Ciamis yang berjumlah 33 orang, terdiri atas 11 orang siswa putra dan 22
orang siswi putri. Adapun dipilihnya SMA Negeri 2 Ciamis sebagai lokasi penelitian
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1. Minimnya penggunaan media audio visual sebagai sarana pendukung
pembelajaran, salah satunya pada pembelajaran permainan sepakbola.
2. Peneliti ingin melakukan perubahan dalam meningkatkan hasil belajar siswa
kelas X.4 SMA Negeri 2 Ciamis pada pembelajaran permainan sepakbola.
3. Perizinan untuk penelitian lebih mudah didapat karena peneliti merupakan
35
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
D. VariabelDan Definisi Operasional Variabel
Variabel adalah gejala yang bervariasi yang akan dijadikan obyek pengamatan
yang kemunculannya berbeda-beda pada setiap subyek. Lawan dari variabel adalah
konstanta, yakni gejala yang kemunculannya bersifat tetap.Ada tiga variabel yang
dikaji dalam PTK, yaitu variabel input, variabel proses, dan variabel output. Variabel
input adalah subjek penelitian yang dijadikan sumber pengambilan data. Variabel
proses adalah variabel tindakan yang diyakini dapat mempengaruhi atau
menyebabkan perubahan dalam variabel output (dalam penelitian formal akademik
biasanya disebut variabel bebas atau independent variable). Adapun variabel output
adalah variabel yang perubahannya disebabkan karena pemberian tindakan pada
variabel proses (dalam penelitian formal akademik biasanya disebut variabel terikat
atau dependent variable).
Tiga variabel pokok yang dilibatkan dalam PTK ini, yaitu:
1. Variabel input: Siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis;
2. Variabel proses: Penerapan Media Audio Visual;
3. Variabel output: Hasil belajar keterampilan dasar permainan sepakbola
(menendang, mengontrol, dan menggiring bola).
Definisi oprasional adalah definisi yang memiliki arti tunggal yang
menjelaskan tentang rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk memperoleh data
atau indikator yang menunjukan konsep tersebut.Untuk merumuskan definisi
oprasional, maka definisi istilah dari variabel yang diteliti yang sudah dirumuskan
harus diubah menjadi definisi operasional.
Ketiga jenis variabel di atas perlu dioprasionalisasikan agar dapat diukur,
berikut definisi operasional setiap variabel:
1. Media audio visual, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar
pesan dari pengirim ke penerima pesan. Jadi, media audio visual adalah
perantara atau pengantar pesan berupa kombinasi antara penglihatan dan
pendengaran. Penggunaan media ini akan semakin lengkap dan optimal untuk
36
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya, kemampuan ini mencakup bidang kognitif, afektif,
dan psikomotor.
3. Penguasaan keterampilan gerak adalah presentase skor tingkat penguasaan
siswa dalam melakukan keterampilan gerak menendang, mengontrol, dan
menggiring yang diukur dengan data hasil observasi selama proses
pembelajaran berlangsung.
E. Langkah-Langkah Penelitian
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian yaitu sebagai
berikut:
1. Ide Awal
Pada ide awal peneliti mengidentifikasi masalah yang akan ditemukan dalam
proses pembelajaran, identifikasi masalah tersebut dilakukan dengan cara
observasi langsung pada siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis.
2. Temuan Analisis
Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan dapat ditemukan masalah
yaitu minimnya penggunaan media audio visual pada saat pembelajaran dan
kurang aktifnya siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga
peneliti memutuskan siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis untuk dijadikan objek
penelitian.
3. Perencanaan
a. Meminta izin kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Ciamis.
Permintaan izin dapat diperoleh dari kepala sekolah, karena peneliti
merupakan alumni dari SMAN 2 Ciamis.
b. Melakukan sosialisasi dengan siswa
Peneliti melakukan sosialisasi dengan siswa kelas X.4 SMAN 2 Ciamis
yang akan dijadikan subjek penelitian.
c. Observasi dan wawancara
Observasi dan wawancara dilakukan untuk memperoleh gambaran
mengenai situasi dan kondisi SMAN 2 Ciamis, terutama siswa kelas X.4
37
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
KTSP dan silabus SMAN 2 Ciamis untuk mempelajari kompetensi dasar
dari mata pelajaran Penjasorkes khususnya materi permainan sepakbola,
setelah itu peneliti menyiapkan materi yang akan digunakan dalam
pembelajaran.
4. Impementasi
a. Siklus 1
Pada siklus 1 dilakukan dengan 2 tindakan pembelajaran.Kegiatan yang
dilakukan yaitu membuat RPP pembelajaran permainan sepakbola tentang
gerak menendang, mengontrol, dan menggiring bola dengan menerapkan
media audio visual di kelas X.4 SMAN 2 Ciamis.
1) Tindakan 1
Pada tindakan 1 proses pembelajarannya yaitu pembelajaran
permainan sepakbola tentang menendang, mengontrol, dan menggiring
bola dengan menerapkan media audio visualselama pembelajaran
berlangsung guru melakukan penilaian terhadap siswa dengan catatan
lembar observasi.
2) Tindakan 2
Pada tindakan 2 masih samadengan tindakan 1 namun tayangan video
lebih menarik lagi untuk meningkatkan antusias siswa.
b. Siklus 2
1) Tindakan 1
Pada tindakan 1 pada siklus 2 ini pembelajaran mempokuskan dan
perbaikan pada rangkaian gerak menendang, mengontrol, dan
menggiring bola.
2) Tindakan 2
Pengulangan seluruh pembelajaran dari mulai tahap siklus 1 tindakan 1
sampai dengan siklus sebelumnya. Dan tidak lupa selalu melakukan
penilaian dengan catatan lembar observasi selama pembelajaran
38
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Identifikasi Masalah
Perencanaan
Perencanaan Ulang
5. Penjelasan Kegagalan
Pada tahap ini, peneliti melakukan pengkajian terhadap kegiatan pembelajaran
yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan untuk dijadikan
bahan pertimbangan dan perbaikan pada tindakan selanjutnya.
F. Prosedur Penelitian
Arikunto (2002:83) mengemukakan konsep poko penelitian tindakan dari
empat komponen pokok yang menunjukan langkah langkah sebagai berikut (1) tahap
perencanaan tindakan, (2) tahap pelaksanaan tindakan, (3) tahap observasi dan
interpretasi, (4) tahap analisis dan refleksi.
Berdasarkan langkah langkah penelitian tindakan maka untuk mempermudah
alur penelitian dibuatlah skema prosedurnya. Sesuai dengan prosedur umum
penelitian yang misalnya dikemukakan oleh Yusuf (2007:42) setiap siklus tindakan
memuat langkah langkah membuat rencana tindakan, pelaksanaan tindakan,
observasi, dan refleksi. Semua tahapan tersebut dilakukan setelah melakukan
observasi awal untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik kemampuan
siswa dalam mengikuti proses pembelajaran permainan sepakbola.
Gambar 3.2
Satu siklus pelaksanaan Tindakan dalam PTK (Yusuf (2007:15) Aksi
Refleksi
39
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Atas dasar itu maka upaya pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan
dengan beberapa tindakan :
1. Tahap Perencanaan Tindakan
Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti adalah guru yang mengajar mata
pelajaran pendidikan jasmani, sedangkan observator adalah guru pendidikan
jasmani dari Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Ciamis.Peneliti dan observator
bertugas menyiapkan rancangan program PTK mulai dari perencanaan tindakan
sampai penyusunan laporan. Secara rinci beberapa langkah yang dilakukan dalam
tahap perencanaan tindakan adalah:
a. Menyiapkan rencana program pembelajaran untuk setiap pertemuan atau
tindakan sebagai pedoman untuk melakukan proses pembelajaran,
termasuk di dalamnya membuat skenario pembelajaran dengan
menerapkan media audio visual dalam permainan sepakbola.
b. Menyiapkan alat dan perlengkapan pembelajaran yang dibutuhkan, baik
untuk kepentingan simulasi maupun untuk pelaksanaan tindakan.
c. Menyusun dan mengembangkan instrumen atau alat pengumpul data,
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (a) menentukan indikator setiap
variabel; (b) membuat format observasi; (c) membuat lembar wawancara
untuk siswa; (d) menentukan target pencapaian sebagai kriteria ketuntasan
minimal.
d. Melakukan simulasi pembelajaran untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan yang mungkin ada sebelum pelaksanaan tindakan.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang meliputi siapa melakukan apa, kapan, dimana dan
bagaimana melakukannya.Skenario tindakan yang telah direncanakan dan
dilaksanakan dalam situasi yang aktual.Pada saat bersamaan kegiatan ini jiga
disertai dengan kegiatan observasi dan interprestasi serta diikuti dengan kegiatan
refleksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahapan ini sebagai berikut:
a. Mengimplementasikan tujuan pembelajaran permainan sepakbola sebagai
upaya meningkatkan hasil belajar menendang, mengontrol, dan
40
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Melakukan penilaian melalui lembar observasi untuk melihat kemampuan
awal dari kompetensi dasar yang diharapkan.
c. Secara bersamaan dengan proses pembelajaran observer melaksanakan
observasi yang dilakukan oleh peneliti dan rekan sejawat peneliti
melakukan dokumentasi dengan mengambil foto pada setiap proses
pembelajaran.
d. Menyusun rencana tindakan lanjutan sebagai upaya perbaikan hasil
belajar.
3. Tahap Observasi dan Evaluasi
Tahap observasi dan evaluasi adalah tahap perekaman data yang meliputi
proses dan hasil dari pelaksanaan kegiatan. Tahap ini ditujukan untuk
mengumpulkan bukti hasil tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan
dalam melakukan refleksi. Proses perekaman data atau pengumpulan data dalam
PTK ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, self report.
4. Tahap Analisis dan Refleksi
Langkah selanjtnya adalah melakukan analisis dan refleksi terhadap semua
data yang diperoleh dari hasil observasi, sehingga diketahui apakah penelitian
yang dilakukan telah dapat meningkatkan hasil belajar dan penguasaan
keterampilan gerak menendang, mengontrol, dan menggiring bola dalam
pembelajaran permainan sepakbola atau sebaliknya.
Berikut di bawah ini adalah skenario pembelajaran siklus pelaksanaan
tindakan dalam penelitian tindakan kelas:
Tabel 3.1
Skenario Penelitian Tiap Siklus
No Skenario Penelitian Materi Pokok Yang Diberikan
1. Siklus I:
a.Planning (perencanaan) b.Act (pelaksanaan) c.Observe (pengamatan) d.Reflection (penerapan)
Pengenalan dan pemahaman tentang media
audiovisual dalam pembelajaran permainan
41
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Skenario Penelitian Materi Pokok Yang Diberikan
Penerapan media audio visual dalam siklus I:
a. Guru mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas/lapangan dan memperlihatkan tayangan video tentang teknik melakukan menendang, mengontrol, dan menggiring bola kepada siswa sebelum turun ke lapangan. b. Siswa turun ke lapangan untuk
melakukan pembelajaran teknik menendang, mengontrol, dan
menggiring bola secara berpasangan dan berkelompok yang telah dilihat sebelumnya di tayangan video. c. Guru membimbing siswa dengan
memberikan gambaran dasar dalam melakukan menendang, mengontrol, dan menggiring bola pada permainan sepakbola. Dan selalu melakukan
Penerapan hasil pengamatan pada siklus II berupa :
a. Guru kembali memperlihatkan tayangan video tentang teknik melakukan menendang, mengontrol, dan menggiring bola dengan video yang lebih menarik dari sebelumnya serta menambahkan video berupa
c. Guru lebih sering memberikan
bimbingan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
42
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Skenario Penelitian Materi Pokok Yang Diberikan
3. Observasi Pengamatan dilakukan kepada :
1. Guru 2. Siswa
Pengamatan dilakukan kepada guru dan siswa berdasar pada bagaimana seorang guru dalam hal ini peneliti menerapkan media audio visual sebagai sarana pendukung pembelajaran permainan sepakbola yang dilakukan oleh observer, sedangkan siswa diobservasi oleh peneliti untuk mendapatkan data hasil penerapan media audio visual yang telah diberikan.
Penjelasan tiap siklus pada skenario penelitian diatas:
Siklus I :
a. Setelah mendapat gambaran kelas, perhatian dan aktivitas pembelajaran
siswa tentang model pembelajaran penerapan media audio visual maka
dilakukan tindakan ke-1.
b. Melakukan observasi proses pembelajaran terhadap guru dan siswa saat
pembelajaran berlangsung.
c. Melakukan evaluasi hasil praktek mengenai pembelajaran penerapan
media audio visualdengan format yang sudah dipersiapkan yaitu format
pemantauan dengan tujuan untuk mengetahui keberhasilan dan kendala
dari siklus ke-1.
d. Melakukan perbaikan berdasarkan evaluasi dari pemantauan.
e. Pada refleksi ke-1 peneliti menentukan cara baru sebagai dasar perbaikan
untuk menyusun tindakan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya.
Siklus II :
a. Penerapan media audio visual dengan format yang baru yaitu siswa
terlebih dulu melihat tayangan video dalam melakukan teknik menendang,
mengontrol, dan menggiring bola pada permainan sepakbola.
b. Melakukan observasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang
dilakukan oleh guru dan skiswa.
c. Melakukan evaluasi hasil praktek mengenai proses pembelajaran dengan
43
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
berdasarkan format pemantauan, tujuannya adalah untuk mengetahui
keberhasilan dan hambatan dari cara siklus ke-1.
d. Melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi dan hasil pengamatan.
e. Selalu melakukan penilaian secara subjektif melalui observasi pada saat
pembelajaran berlangsung.
f. Refleksi, menganalisis hal-hal yang tercatat maupun terekam dengan
melakukan 2 siklus untuk dievaluasi dan diketahui apakah telah sesuai
dengan yang diharapkan
G. Instrumen Dan Teknik Pengumpulan Data 1. InstrumenPenelitian
a. Peneliti membuat lembar observasi untuk guru dan siswa yang bertujuan
untuk melihat, mengamati dan mengetahui segala suatu hal yang
berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran yaitu format yang berisi
item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan ketika
berlangsungnya penerapan media audio visual dalam pembelajaran
permainan sepakbola.Pada data hasil observasi dilakukan dengan
menjumlahkan beberapa skor yang diperoleh dari hasil penilaian yang telah
dilakukan
Tabel 3.2 Lembar Observasi Guru
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1. Guru dapat mempengaruhi sikap siswa dalam
pembelajaran permainan sepakbola dengan menerapkan
media audio visual
2. Guru selalu memberikan pujian kepada siswa yang
berprestasi
3. Guru dapat mempengaruhi motivasi siswa dengan sarana
pendukung media audio visual dalam pembelajaran
44
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
5. Guru menarik perhatian saat proses pembelajaran
6. Guru mampu memberikan contoh gerakan dengan baik
7. Guru mampu merangsang siswa untuk melakukan
gerakan dengan baik
8. Guru memberikan pengetahuan tentang pembelajaran
permainan sepakbola dengan menerapkan media audio
visual
9. Guru mampu meningkatkan interaksi siswa
10. Guru selalu memberikan pemahaman cara berfikir
kepada siswa
11. Guru mampu melakukan gerakan tentang pembelajaran
permainan sepakbola dengan menerapkan media audio
visual
12. Guru memberikan gambaran tentang keterampilan
permainan sepakbola
13. Guru dapat mengelola kelas dengan baik
14. Guru dapat mengarahkan dan mengatur siswa dengan
baik
15. Guru terlihat aktif dalam proses pembelajaran
* Pada lembar observasi yang ditujukan kepada guru peneliti dilakukan oleh guru penjas di SMAN 2 Ciamis. ( Drs. Nana Permana. )
Tabel 3.3
Lembar Observasi Siswa
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1. Siswa mengalami peningkatan sikap lebih baik dari sebelumnya
2. Siswa mengalami peningkatan antusias dalam proses pembelajaran
3. Siswa termotivasi untuk melakukan proses pembelajaran
45
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
5. Siswa terlihat gembira dalam proses pembelajaran
6. Siswa mampu melakukan gerakan sesuai dengan contoh yang diberikan
7. Siswa terangsang ingin melakukan gerakan yang dicontohkan
8. Meningkatnya pengetahuan siswa tentang pembelajaran permainan sepakbola dengan menerapkan media audio visual
9. Siswa saling koreksi kesalahan dengan siswa lainnya
10. Siswa mengerti apa yang harus dilakukan pada situasi pembelajaran
11. Seluruh siswa dapat melakukan gerakan dengan baik
12. Siswa mengalami peningkatan keterampilan dalam bermain sepakbola
13. Siswa mengikuti peraturan yang diberikan guru
14. Siswa kreatif melakukan gerakan yang dicontohkan guru
15. Siswa terlihat aktif dalam proses pembelajaran
* Pada lembar observasi yang ditujukan kepada siswa dilakukan oleh
guru peneliti. ( Mochamad Irfan Satriadi )
Tabel 3.4
LembarObservasi Siswa Kemampuan Gerak Dasar PermainanSepakbola
No Nama Siswa
Nilai
NA Kriteria Ket
46
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Nama Siswa Nilai NA Kriteria Ket
32 SUSAN DWI SEPTIANI
47
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan:
4= Sangat baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
Kategori penilaian
Skala 1-100 Huruf Kriteria
90-100 A Baik Sekali
76-89 B Baik
66-75 C Cukup
51-65 D Kurang
0-50 E Kurang Sekali
Sumber:Tes dan pengukuran 2007
b. Membuat lembar wawancara bagi guru dan siswa sebagai tambahan untuk
mengumpulkan informasi dan data.
c. Membuat catatan lapangan, catatan lapangan adalah tulisan tentang semua
kejadian proses pembelajaran berlangsung. Teknik ini digunakan untuk
mengetahui kejadian-kejadian penting dalam proses pembelajaran
permainan sepakbola dengan menerapkan media audio visual.
2. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi yaitu suatu kegiatan, pengamatan, atau penilaian secara langsung
yang dilakukan peneliti sebagai guru dan juga observer yaitu mitra peneliti
ketika proses pembelajaran berlangsung dan bertujuan untuk mendapatkan
data-data tentang suatu masalah yang muncul, sehingga diperoleh
pemahaman sebagai alat pembuktian terhadap informasi atau keterangan
yang diperoleh.
b. Catatan Lapangan
Catatan lapangan merupakan rangkuman tentang semua kejadian yang
muncul dan terlihat ketika proses pembelajaran permainan sepakbola dengan
48
Moch Irfan Satriadi, 2014
Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Permainan sepakbola pada siswa kelas x Sma negeri 2 ciamis
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kejadian-kejadian penting yang muncul sehingga pada saat pembelajaran
berlangsung.
c. Wawancara
Penelitimembuat beberapa pertanyaan yang mengacu terhadap instrumen
observasiuntuk siswa yang diteliti untuk memperoleh keseluruhan
informasi yang diperlukan dan mencari solusi atas permasalahan
penelitian yang dilakukan.
H. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Teknik Pengolahan Data
a. Observasi
Bentuk pengukuran pada lembar observasi dengan pengskoran untuk nilai
keterampilan teknik dasar permainan sepakbola dan menderskripsikan
kegiatan yang dilakukan guru dan siswa secara subjektif selama kegiatan
pembelajaran berlangsung.
b. Catatan Lapangan
Pada data tersebut tidak dilakukan teknik pensekoran tetapi akan
dinarasikan tentang semua kejadian proses pembelajaran berlangsung.
c. Wawancara
Teknik pengolahan data pada lembar wawancara tidak dilakukan dalam
penskoran tetapi dengan cara dideskripsikan (dalam hal gagasan).
2. Analisis Data
Dalam penelitian tindakan kelas, analisis data dilakukan sejak awal penelitian,
pada aspek kegiatan penelitian. Penelitian juga dapat langsung menganalisis apa yang
diamati, situasi dan suasana kelas/lapangan, hubungan guru dengan siswa dan siswa
dengan teman yang lainnya. Kriteria dan ukuran keberhasilan tujuan penelitian ditentukan
berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa secara keseluruhan. Untuk mengetahui skor rata-rata