• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " Peraturan Daerah"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

WALIKOTA TUAL

Menimbang :  a. bahwa   Kota   Tual   memerlukan   perencanaan pembangunan   jangka   panjang   sebagai   arah   dan   tema pembangunan secara menyeluruh yang akan dilakukan secara   bertahap   untuk   mewujudkan   masyarakat   adil dan makmur sebagaimana diamanatkan dalam Undang­ Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b.  bahwa pembangunan daerah Kota Tual sebagai upaya

yang dilaksanakan oleh semua komponen daerah untuk mencapai   tujuan   daerah   dalam   kerangka   Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c.  bahwa sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 13 ayat (2) Undang­Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan   Pembangunan   Nasional   dan   Pasal   8 Peraturan   Pemerintah   Nomor   8   Tahun   2008   tentang Tahapan,   Tata   Cara   Penyusunan,   Pengendalian,   dan Evaluasi   Pelaksanaan   Rencana   Pembangunan   Daerah, mengamanatkan   suatu   rencana   pembangunan   jangka panjang   daerah   yang   ditetapkan   dengan   Peraturan Daerah;

d.  bahwa   berdasarkan   pertimbangan   sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan  Peraturan   Daerah   tentang   Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Tual Tahun 2005­2025.

(2)

(Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   1958, Nomor   80,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik Indonesia Nomor 1645);

2. Undang­Undang   Nomor   17   Tahun   2003   tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun   2003   Nomor   47,   Tambahan   Lembaran   Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang­Undang   Nomor   22   Tahun   2003   tentang Susunan   dan   Kedudukan   Majelis   Permusyawaratan Rakyat,   Dewan   Perwakilan   Rakyat,   Dewan   Perwakilan Daerah,   dan   Dewan   Perwakilan   Rakyat   Daerah (Lembaran   Negara  Republik   Indonesia  Tahun   2003 Nomor   92,   Tambahan   Lembaran   Negara  Republik Indonesia Nomor 4310);

4. Undang­Undang   Nomor   1   Tahun   2004   tentang Perbendaharaan   Negara   (Lembaran   Negara  Republik Indonesia  Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran 6. Undang­Undang   Nomor   32   Tahun   2004   tentang

Pemerintahan   Daerah   (Lembaran   Negara  Republik Indonesia  Tahun   2004   Nomor   125,   Tambahan Lembaran   Negara  Republik   Indonesia  Nomor   4437), sebagaimana   telah   diubah  beberapa   kali  terakhir dengan Undang­Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan   Kedua   atas   Undang­Undang   Nomor   32 Tahun   2004   tentang   Pemerintahan   Daerah  (Lembaran Negara  Republik   Indonesia  Tahun   2008   Nomor   59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

7. Undang­Undang   Nomor   33   Tahun   2004   tentang Perimbangan   Keuangan   Antara   Pemerintah   Pusat   dan Pemerintahan   Daerah   (Lembaran   Negara  Republik Indonesia  Tahun   2004   Nomor   126,   Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Undang­Undang   Nomor   17   Tahun   2007   tentang

Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Nasional (Lembaran   Negara  Republik   Indonesia  Tahun   2007 Nomor   33,   Tambahan   Lembaran   Negara  Republik Indonesia Nomor 4700);

(3)

Tahun   2007   Nomor   68,   Tambahan   Lembaran   Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

10. Undang­Undang  Nomor   12   Tahun   2011   tentang Pembentukan  Peraturan  Perundang­Undangan (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2011 Nomor   82,   Tambahan  Lembaran   Negara  Republik Indonesia Nomor 5234);

11. Peraturan   Pemerintah   Nomor   58   Tahun   2005   tentang Pengelolaan   Keuangan   Daerah   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 12. Peraturan   Pemerintah   Nomor   79   Tahun   2005   tentang

Pedoman   Pembinaan   Pengawasan   Penyelenggaraan Pemerintahan   Daerah   (Lembaran   Negara  Republik Indonesia  Tahun   2005   Nomor   165,   Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 13. Peraturan  Pemerintah  Nomor   3   Tahun   2007   tentang

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah,   Laporan  Keterangan  Pertanggungjawaban Kepala Daerah KepadaDewanPerwakilan Rakyat Daerah, dan  Informasi  Laporan  Penyelenggaraan  Pemerintahan Daerah   (Lembaran   Negara  Republik   Indonesia  Tahun 2007 Nomor 19 Tambahan  Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 4693);

14. Peraturan   Pemerintah   Nomor   38   Tahun   2007   tentang Pembagian   Urusan   Pemerintahan   antara   Pemerintah, Pemerintahan   Daerah   Provinsi   dan   Pemerintahan Daerah   Kabupaten/Kota   (Lembaran   Negara  Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

15. Peraturan   Pemerintah   Nomor   6   Tahun   2008   tentang Pedoman   Evaluasi   Penyelenggaraan   Pemerintahan Daerah   (Lembaran   Negara  Republik   Indonesia  Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 4815);

16. Peraturan  Pemerintah  Nomor   7   Tahun   2008   tentang Dekonsentrasi  dan  Tugas  Pembantuan   (Lembaran Negara  Republik   Indonesia  Tahun   2008   Nomor   20 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

(4)

18. Peraturan  Pemerintah  Nomor 26 Tahun 2008   tentang Rencana   Tata   Ruang   Wilayah   Nasional  (Lembaran Negara  Republik   Indonesia  Tahun   2008   Nomor   48 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang   Pembentukan   Produk   Hukum   Daerah   (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 694); 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010

tentang  Pelaksanaan  Peraturan  Pemerintah  Nomor   8 Tahun 2008  tentang  Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian   dan   Evaluasi   Pelaksanaan   Rencana Pembangunan Daerah;

21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2007   Tentang   Pengesahan,   Pengundangan   dan Penyebarluasan Peraturan Perundang­Undangan;

22. Peraturan   Daerah   Provinsi   Maluku   Nomor   16   Tahun 2013   tentang   Rencana   Tata   Ruang   Provinsi   Maluku (Lembaran   Daerah   Provinsi   Maluku   Tahun   2013 Nomor16, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Maluku Nomor 23);

(5)

Dengan Persetujuan Bersama

2. Pemerintah   Daerah   adalah   Walikota   dan   Perangkat   Daerah   sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Kota.

3. Walikota adalah Walikota Tual.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tual.

5. Badan  Perencanaan  Pembangunan   Daerah   selanjutnya   disingkat BAPPEDA  adalah  Satuan   Kerja   Perangkat   Daerah   yang   membantu Kepala Daerah dalam perencanaan pembangunan.

6. Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek   pendapatan,   kesempatan   kerja,   lapangan   berusaha,   akses terhadap   pengambilan   kebijakan,   berdaya   saing,   maupun peningkatan indeks pembangunan manusia.

7. Rencana   Pembangunan   Jangka   Panjang   Daerah   Kota   Tual   Tahun 2005­2025 yang selanjutnya disebut RPJP Daerah Kota Tual adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025. RPJP   Daerah   memuat   visi,   isi,   arah   pembangunan   daerah   yang mengacu pada RPJP Nasional dan RPJP Provinsi Maluku.

(6)

9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,  yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah  Daerah  (RKPD)  adalah dokumen perencanaan   daerah  untuk   periode   1   (satu)   tahun.   RKPD   memuat kebijakan   keuangan   daerah,   program   pembangunan   daerah dijabarkan melaluiu rencana kerja SKPD yang bersifat indikatif.

10. Rencana Tata Ruang Wilayah, yang selanjutnya disingkat RTRW Kota Tual adalah rencana struktur tata ruang Kota yang mengatur struktur dan pola tata ruanng Kota Tual.

11. Visi Daerah adalah rumusan umum tentang arah yang akan dituju melalui   upaya   yang   akan   dilaksanakan   pada   akhir   periode perencanaan pada Tahun 2013.

12. Misi Daerah adalah rumusan kebijakan umum sebagai upaya yang akan dilaksanakan untuk mendukung terwujudnya visi daerah.

13. Musyawarah   Perencanaan   Pembangunan   Daerah   yang   selanjutnya disingkat   Musrenbang   adalah   forum   antar   pelaku   dalam   rangka menyusun perencanaan pembangunan daerah.

14. Satuan Kerja  Perangkat Daerah  selanjutnya disingkat SKPD adalah SKPD lingkup Pemerintah Kota.

BAB II

PRINSIP PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Pasal 2

(1) Perencanaan  Pembangunan  Daerah  merupakansatu­kesatuan  dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

(2) Perencanaan  Pembangunan  Daerah  dilakukan  pemerintah  daerah bersama   para   pemangku  kepentingan  berdasarkan  peran   dan kewenangan masing­masing.

(3) Perencanaan  pembangunan  daerah  mengintegrasikan  rencana   tata ruang dengan rencana pembangunan daerah.

(4) Perencanaan  pembangunan  daerah  dilaksanakan  berdasarkan  kondisi dan   potensi   yang   dimiliki  masing­masing  daerah  sesuai  dinamika perkembangan daerah dan nasional.

Pasal 3

(7)

a. Menyediakan  kebijakan  dan  tema pembangunan 5  tahunan  yang lebih  tajam   dan   merupakan  indikator  perencanaan,   pelaksanaan dan pengawasan pembangunan;

b. Tersedianya  rumusan  tema  pembangunan  yang akan  dipedomani dalam menyusun RPJM Daerah;

c. PedomandalampenyusunanRPJMDaerah   dan   Rencana   Strategi SKPD;

d. Mewujudkankomitmenbersama   antara   eksekutif,   legislatif,   swasta dan masyarakatterhadappembangunandaerah;

(2) RPJP  Daerah  disusun  dengan  tujuan  untuk  merumuskan  kebijakan dan arah pembangunan yang mengakomodir berbagai kepentingan dan aspirasi  segenap  lapisan  masyarakat,   terutama  untuk  lebih memantapkan pencapaian visi Pemerintah Kota.

BAB IV RPJPDAERAH

Pasal 5

(1) Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang  Daerah  Tahun  2005­2025 memuat  visi,   misi,   tujuan,   sasaran,   arah  kebijakan  daerah  dengan memperhatikan RPJP Nasional.

(3) Rincian  dari  rencana  pembangunan  daerah  sebagaimana  dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran yang merupakan bagian  tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

BAB V

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RPJP DAERAH  Pasal 6

(1) Bappeda  menyusun  rancangan  awal RPJP  Daerah  dengan  meminta masukandari pemangku kepentingan.

(2) Musrenbang  dilaksanakan  dengan  rangkaian  kegiatan  penyampaian, pembahasan dan penyepakatan rancangan awal RPJP Daerah.

(3) Rancangan  akhir  RPJP  Daerah  dirumuskan  berdasarkan  hasil Musrenbang.

(8)

(1) Dalam proses penetapan Peraturan Daerahtentang RPJP Daerah, DPRD melakukan  konsultasi  dengan  masyarakat, Departemen  Dalam Negeri maupun pihak­pihak yang berkepentingan. 

BAB VI

PENGENDALIAN DAN EVALUASI RPJP DAERAH

Bagian Kesatu Pengendalian

Pasal 8

(1) Pengendalian meliputi pengendalian terhadap:

a. Kebijakan perencanaan pembangunan daerah; dan b. Pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

Pasal 9

(1) Pengendalian  oleh  Bappeda  meliputi  pemantauan,   supervisi   dan tindaklanjut  penyimpangan  terhadap  pencapaian  tujuan dan sasaran serta arah kebijakan pembangunan daerah.

(2) Hasil  pemantauan  pelaksanaan  tujuan,   sasaran  sertaarah  kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalam bentuk laporan. (3) Kepala  Bappeda  melaporkan  hasil  pemantauan  dan supervisi  rencana

pembangunan  kepada  Walikota,   disertai  dengan  rekomendasi   dan langkah­langkah yang diperlukan.

Bagian Kedua Evaluasi Pasal 10

(1) Walikota  melakukan  evaluasi  terhadap  perencanaan  pembangunan daerah.

(2) Evaluasi  sebagaimana  dimaksud   pada   ayat   (1)   meliputi  evaluasi terhadap:

a. Kebijakan perencanaan pembangunan daerah; dan  b. Pelaksanaan rencana pembangunan daerah; dan c. Hasil rencana pembangunan  daerah.

Pasal11

(1) Evaluasi oleh Walikota dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Bappeda untuk keseluruhan perencanaan pembangunan daerah.

(9)

(3) Hasil  evaluasi  sebagaimana  dimaksud   pada   ayat   (1)   dan   ayat   (2) menjadi vahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah.

Pasal 12

Walikota  berkewajiban  memberikan  informasi  mengenai  hasil  evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah kepada masyarakat.

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 13

Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Tual.

Ditetapkan di Tual

pada tanggal   16    Mei 2014 WALIKOTA TUAL,

MAHMUD MUHAMMAD TAMHER Diundangkan di Tual

pada tanggal  16  Mei 2014 SEKRETARIS DAERAH

KOTA TUAL,

ALI  WAFIE RAHAYAAN

(10)

PENJELASAN ATAS 

PERATURAN DAERAH KOTA TUAL NOMOR  03 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KOTA TUAL TAHUN 2005­2025

I. UMUM

Pembangunan   Nasional   adalah   rangkaian   upaya pembangunan yang berkesinambungan  yang meliputi seluruh aspek kehidupan   masyarakat,   bangsa   dan   Negara,   untuk   melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang­Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.   Rangakaian   upaya   pembangunan   tersebut   memuat   kegiatan pembangunan   yang   berlangsung   tanpa   henti,   dalam   upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari generasi ke generasi.

Perencanaan   pembangunan   daerah   merupakan   satu kesatuan   dalam   sistem   perencanaan   pembangunan   nasional,   yang disusun dalam jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, oleh   karena   itu   untuk   memberikan   arah   dan   tujuan   dalam mewujudkan cita­cita dan tujuan daerah sesuai dengan visi, misi dan arah kebijakan daerah, maka perlu disusun Rencana Pembangunan Jangka   Panjang   Daerah   kurun   waktu   20   (dua   puluh)   tahun mendatang.

(11)

Nomor   25   Tahun   2004   tentang   Sistem   Perencanaan   Pembangunan Nasional dan Pasal 1 Undang­Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005­2025, maka   Pemerintah   Kota   Tual   menyusun   Rencana   Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah untuk kurun waktu 20 (dua puluh) Tahun 2005­2025.

Rencana pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kota Tual adalah  dokumen perencanaan  pembangunan yang merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya Pemerintahan Kota Tual dalam bentuk   visi,   misi   dan   arah   pembangunan   daerah   untuk   masa   20 tahun   ke   depan   mencakup   kurun   waktu   mulai   dari   Tahun   2005 hingga   tahun   2025.   Pelaksanaan   RPJP   Daerah   2005­2025   terbagi dalam   tahap­tahap   perencanaan   pembangunan   dalam   periodisasi perencanaan   pembangunan   jangka   menengah   daerah   5   (lima) tahunan.

RPJP   Daerah   Kota   Tual   digunakan   sebagai   pedoman menyusun RPJM Daerah Kota Tual pada masing­masing tahapan dan periode RPJM Daerah Kota Tual sesuai dengan visi, misi dan program Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat. RPJM Daerah tersebut dijabarkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah   (RKPD)   yang   merupakan   rencana   pembangunan   tahunan daerah,   yang   memuat   prioritas   pembangunan   daerah,   rancangan kerangka ekonomi makro, yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiscal serta program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Tual.

Tujuan yang ingin dicapai dengan ditetapkannya Peraturan Daerah   tentang   RPJP   Daerah   Kota   Tual   Tahun   2005­2025   adalah untuk   (a)   mendukung   kelancaran   koordinasi   antar   pelaku pembangunan   dalam   pencapaian   tujuan   daerah,   (b)   menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergitas baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah pusat dan daerah, (c)   menjamin   keterkaitan   dan   konsistensi   antara   perencanaan, penganggaran,   pelaksanaan   dan   pengawasan,   (d)   menjamin tercapainya   penggunaan   sumber   daya   secara   efisien,   efektif, berkeadilan   dan   berkelanjutan  serta   (e)   mengoptimalkan  partisipasi masyarakat.

(12)

Pasal 3

Cukup Jelas. Pasal 4

Cukup Jelas. Pasal 5

Cukup Jelas. Pasal 6

Cukup Jelas. Pasal 7

Cukup Jelas. Pasal 8

Cukup Jelas. Pasal 9

Cukup Jelas. Pasal 10

Cukup Jelas. Pasal 11

Cukup Jelas. Pasal 12

Cukup Jelas. Pasal 13

Cukup Jelas.

(13)

WALIKOTA TUAL

PROVINSI MALUKU

PERATURAN DAERAH KOTA TUAL

NOMOR  03 TAHUN  2014

(14)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Laporan ini disusun sebagai pedoman penulis dalam menyelesaikan Laporan Akhir sebagai hasil bukti belajar di Politeknik Negeri Sriwijaya selama tiga tahun dengan judul “ Rancang

Oleh karenanya penelitian ini menetapkan tujuannya adalah menganalisis pengaruh harga dan pendapatan terhadap permintaan pangan hewani di rumah tangga pedesaan

Penelitian ini menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, pertumbuhan penjualan, struktur aktiva dan kebijakan dividen terhadap struktur modal.Penelitian ini dilakukan di

Pelaksanaan pengajaran tersebut diteroka melalui: (i) tanggapan guru terhadap keupayaan belajar murid, (ii) jangkaan guru terhadap pencapaian murid dalam kemahiran membaca

Setiap orang yang melakukan pekerjaan berhak atas pengupahan yang adil dan baik yang menjamin kehidupannya dan keluarganya, suatu kehidupan yang pantas untuk manusia yang

Dilanjutkan kegiatan inti proses pembelajaran dengan menggunakan perlakuan model Make a Match yang terdiri dari sintagmatik yaitu pertama yaitu menyampaikan materi kepada

Retribusi terminal yang selanjutnya dapat disebut retribusi adalah pembayaran atas pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bus umum, tempat

dalam hal satu orang atau beberapa orang dari satu keluarga pindah ke luar negeri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan perubahan KK bagi anggota