• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan lebih dari 50 emiten mengalami kesulitan arus kas akibat pandemi Covid-19, terasa di banyak pada industri perhotelan,transportasi,dan pariwisata. salah satunya pandemi virus Corona (Covid 19) telah menekan banyak seluruh sektor moda transportasi di Indonesia baik darat,udara maupun laut. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang perhubungan, Carmelita menyatakan moda transportasi darat terdampak dari kebijakan social distancing dan physical distancing. Diantaranya yaitu pemerintah menerapkan kebijakan PSBB, larangan mudik, pembatasan pengiriman kargo bagi perusahaan logistik, pembatasan ekspor impor,bekerja dari rumah,belajar dari rumah,beribadah dari rumah,serta penutupan tempat-tempat wisata yang menyebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah. Industri transportasi sudah memasuki masa sulit sejak beberapa tahun terakhir. Sektor transportasi mengalami kontraksi pertumbuhan sangat dalam yaitu 30,84 % secara year- on-year dan merupakan sektor yang mengalami kontraksi pertumbuhan paling tinggi di bandingkan dengan sektor yang lain.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan pada kuartal II-2020 Indonesia mengalami pertumbuhan 5,32 % secara year-on- year. Angka ini memburuk di bandingkan pada kuartal I-2020 sebesar 2,97

% dan kuartal II-2019 sebesar 5,05 %. Kontraksi 5,32 % adalah kontraksi terendah sejak kuartal I-1999. Pada saat itu ekonomi Indonesia tercatat sebesar 6,13 %. Dan ini adalah fase terberat pada sektor transportasi. Saat ini stimulus dari pemerintah akibat adanya wabah Covid-19 sangat di nanti oleh sektor ini (Sugiharmetha, 2021).

(2)

Gambar 1. 1 PDB perusahaan sektor Transportasi Darat (Sumber : www. bps. go. id)

Berdasarkan grafik diatas yang bersumber dari (Badan Pusat Statistik, n. d. ) tercatat bahwa PDB pada transportasi darat per kuartal II-2016 73. 104,6 miliar,pada kuartal II-2017 naik ke 81. 100,9 miliar. Pada tahun 2018 PDB kuartal II naik menjadi 88. 653,0 miliar dan menyusul pada tahun 2019 PDB kuartal II tumbuh pesat ke 98.

233,8 miliar. Namun pada kuartal II-2020 para pebisnis transportasi darat harus gigit jari dan terancam gulung tikar karena kasus peningkatan korban Covid-19 terus menunjukkan angka naik. PDB kuartal II-2020 menurun drastis ke 82. 652,5 miliar.

Pelaku usaha transportasi memahami kebijakan pemerintah,namun kebijakan tersebut lambat laun menyebabkan terjadinya penurunan omzet angkutan jalan sejak April 2020 yang lalu. Penurunan omzet pada transportasi darat terjadi penurunan mulai 25% - 100%, terdiri dari angkutan barang tingkat penurunan 25% - 50%, angkutan penumpang menurun mulai 75% - 100%, dan angkutan pariwisata sebesar terjadi penurunan 100%

(Pandemi Covid-19 Memukul Bisnis Di Sektor Transportasi, n. d. ).

Di perkirakan kondisi keuangan perusahaan moda transportasi darat akan mengalami negatif cash flow. Kondisi ini akan lebih parah hingga beberapa bulan kedepan yang di sebabkan oleh penurunan distribusi jika pandemi virus Covid-19 tak kunjung usai. Selain itu pada account receivable atau catatan iutang perusahaan moda transportasi darat juga mengalami peningkatan catatan piutang,hal ini di karenakan menurunnya pendapatan jasa angkutan darat secara signifikan. Jika iklim bisnis belum juga pulih dalam satu tahun kedepan,maka di prediksi akan banyak pelaku usaha / perusahaan di bidang transportasi mengalami gulung tikar. Bukan hanya perusahaan

0,00 20.000,00 40.000,00 60.000,00 80.000,00 100.000,00

2016 2017 2018 2019 2020

73.104,60

81.100,90 88.653,00

98.233,80

82.652,50

PDB per Q2 (Dalam Miliar)

PDB

(3)

yang mengalami kesulitan,tentu puluhan ribu karyawan di bidang transportasi akan ikut terkena dampak diantaranya karyawan tersebut bisa di rumahkan,adanya PHK besar- besaran,atau pensiun dini (Emiten Dari Sektor Ini Paling Sengsara Hadapi Efek Covid- 19, n. d. ).

Tabel 1. 1 Distribusi dan Laju Pertumbuhan Transportasi Darat

No Jenis Tahun (q-to-q)

2016 2017 2018 2019 2020 1 Distribusi 2,38% 2,41% 2,41% 2,48% 2,24%

2 Laju

Pertumbuhan 1,17% 1,65% 2,29% 3,74% -18,76%

(Sumber : www. bps. go. id)

Pada Tabel 1. 1 menunjukkan penyebaran distribusi pada kuartal II-2016 sebesar 2,38%. Sementara pada kuartal II-2017 dan kuartal II-2018 distribusi tetap stagnan yaitu sebesar 2,41%. Pada kuartal II-2019 distribusi meningkat tipis sebesar 2,48%. Sedangkan pada kuartal II-2020 terjadi penurunan distribusi sebesar 2,24%.

Namun angka penurunan distribusi pada kuartal II-2020 belum menunjukkan angka negatif. Sementara laju pertumbuhan kuartal II-2016 menunjukkan laju pertumbuhan sebesar 1,17%. Pada kuartal II-2017 laju pertumbuhan menurun ke level 1,65%.

Kemudian pada kuartal II-2018 laju pertumbuhan tumbuh meningkat menjadi 2,29%

serta pada kuartal II-2019 lebih naik menjadi 3,74%. Sementara pada kuartal II-2020 terjadi penurunan drastis pada laju pertumbuhan menunjukkan angka negatif sebesar - 18,76% setelah sebelumnya turun negatif di angka -0,67% pada kuartal I-2020 (Badan Pusat Statistik, n. d. ). Pemicu penurunan drastis laju pertumbuhan transportasi darat yaitu di terapkannya PSBB kedua semenjak angka penyebaran Covid-19 semakin meningkat setelah sebelumnya sempat menerapkan PSBB masa transisi dengan mulai di bukanya kembali akses transportasi darat meski masih harus mematuhi protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemerintah.

Dengan di terapkannya kembali kebijakan PSBB kedua maka semakin menimbulkan masalah yang semakin serius terhadap performa keuangan perusahaan transportasi darat. Akan banyak perusahaan transportasi darat yang mengalami kesulitan keuangani (Financial Distress) bahkan akan banyak perusahaan transportasi darat yang diprediksi akan mengalami kebangkrutan. Salah satu penyebab terjadinya

(4)

Financial Distress yaitu menurunnya laba pada perusahaan. Sebelum pandemi Covid- 19 menyerang telah ada perusahan transportasi darat yang sahamnya terpaksa harus delisting dan keluar dari keanggotaan Bursa Efek Indonesia yaitu kasus PT Citra Maharlika Nusantara Corpora yang sebelumnya bernama PT Cipaganti Citra Graha.

Perusahaan berkode CPGT mempunyai tunggakan pajak sebesar Rp 71 miliar dan menyebabkan seluruh asset perusahaan disita dan terpaksa harus delisting karena dinyatakan pailit oleh BEI pada tahun 2017.

Seiring dengan memburuknya kondisi keuangan pada transportasi darat bisa di lihat contoh perusahaan yang mulai mengalami Financial Distress yaitu pada PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI) sahamnya mengalami suspensi pada Desember 2019 lalu oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Penghentian sementara terjadi karena penigkatan harga kumulatif yang terlalu signifikan. BEI melakukan suspensi saham AKSI dengan cooling down, PT Adi Sarana Armada Tbk menggenjot performa keuangan di tengah pandemi Covid-19 dengan membangun marketplace jual beli kendaraan lewat caroline. id dan platform layanan berbagi mobil di aplikasi Share Car.

Selain itu ASSA juga terus mengembangkan layanan express melalui platform Anteraja. Hal ini di lakukan oleh ASSA agar cash flow perusahaan tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Sementara pada PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Express Transindo Utama (TAXI) mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan. pada BIRD penurunan terjadi sebesar 75%. pandemi Covid-19 mengurangi pendapatan Blue Bird mulai 25 % - 50%. Hingga Juni 2020 Blue Bird belum melakukan PHK. namun ribuan karyawan telah terkena dampak efisiensi perusahaan diantaranya seperti penyesuaian shift dan pemotongan gaji dan lain-lain. Nasib buruk lebih di alami oleh taksi Express.

Operasional perusahaan harus terhenti di karenakan angka penyebaran Covid-19 yang setiap harinya terus bertambah. pendapatan PT Express Transindo Utama turun kurang lebih sekitar 50 % pada 2019 di bandingkan pada tahun 2018. Manajemen TAXI menjelaskan pandemi Covid-19 ini berdampak memberikan pemenuhan kewajiban pokok hutang sebesar Rp 685 miliar. Meski demikian TAXI mengatakan tidak ada karyawan yang di rumahkan,tetapi ratusan karyawan TAXI terkena dampak efisiensi pemotongan gaji 50 %. dengan terkontraksinya kinerja keuangan PT Blue Bird dan Express Transindo Utama,saham BIRD dan TAXI terus mengalami penurunan harga.

bahkan lebih parahnya pada saham TAXI telah masuk jajaran emiten dengan harga saham Rp 50 per lembar. Pada PT Eka Sari Lorena Transport (LRNA) operasional

(5)

perusahaan turun 80 % mulai April 2020. Hal ini menyebabkan rencana peremajaan dan pengadaan armada beserta infrastrukturnya pada Juli 2020 lalu terpaksa di batalkan karena arus kas perusahaan negatif yang menggunakan perolehan dana penawaran IPO.

karena arus kas negatif akhirnya LRNA mengalokasikan sebagian besar sisa dana IPO untuk modal kerja.

Selain menurunnya laba atau pendapatan perusahaan,faktor-faktor pemicu yang menyebabkan terjadinya Financial Distress yaitu diantaranya perusahaan tersebut mengalami kesulitan arus kas yang mana jika arus kas negatif maka akan berdampak pada turunnya rasio ROA maupun ROE perusahaan,tingkat besarnya hutang yang tinggi yang mana akan meningkatkan besarnya rasio DAR maupun DER,kerugian dalam kegiatan operasional perusahaan selama beberapa tahun yang mana menimbulkan arus kas negatif karena beban operasional lebih besar dari pada pendapatan yang diterima perusahaan. Seperti yang di jelaskan oleh (Fakhruddin, 2013) bahwa kondisi perusahaan dinyatakan pailit atau mendekati kebangkrutan jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar kewajiban- kewajiban hutangnya kepada kreditur dan lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh (Sopian & Rahayu, 2017) mengatakan bahwa pada dasarnya tujuan perusahaan memperoleh laba yang mana ini merupakan ujung tombak sebuah perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Dan perubahan kondisi ekonomi seperti saat ini sangat mempengaruhi kinerja keuangan semua sektor perusahaan. Maka dari itu perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik dengan melakukan berbagai inovasi bisnis di tengah kondisi perekonomian yang sedang terjadi. Hal tersebut jika tidak dilakukan maka akan menyebabkan perusahaan semakin mengalami tingkat Financial Distress yang lebih parah dan pada akhirnya berujung pada kebangkrutan.

Pertumbuhan penjualan (sales growth) memberikan gambaran tingkat keberhasilan investasi perusahaan pada tahun sebelumnya dan hal ini bisa di gunakan sebagai alat perusahaan untuk memprediksi pertumbuhan penjualan perusahaan di masa yang akan datang. Dalam hal pemasaran serta penjualan produk,tingkat pertumbuhan Penjualan yang semakin tinggi pada perusahaan menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strateginya (Sopian & Rahayu, 2017).

(6)

Gambar 1. 2 7 Perusahaan Subsektor Transportasi Darat yang mengalami kerugian dan penurunan laba

(Sumber : Bursa Efek Indonesia)

Berdasarkan data (PT Bursa Efek Indonesia, n. d. ) 7 Perusahaan Sub sektor transportasi darat Tbk pada grafik 1. 2 menunjukkan hampir seluruh perusahaan transportasi darat mengalami penurunan laba bersih dan kerugian berturut-turut dengan menggunakan angka perbandingan tahun 2016 - 2019 dan kuartal II 2020 yang signifikan,khususnya pada kuartal II-2020 karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan semua sektor bisnis mengalami penurunan dan merugi. Tercatat ASSA dengan nilai laba bersih 62. 150 miliar pada tahun 2016,pada tahun 2017 tercatat laba bersih 103. 308 miliar dan pada tahun 2018 naik menjadi 142. 242 miliar. Sementara pada tahun 2019 laba bersih ASSA menurun menjadi 91. 614 miliar di susul kuartal II- 2020 turun signifikan sebesar 17. 679 miliar,namun ASSA masih menyatakan untung di tengah pandemi Covid-19 ini karena tidak mengalami kerugian seperti perusahaan transportasi darat yang lainnya.

Saham BIRDmemiliki laba bersih yang paling tinggi selama 4 periode tahun berturut-turut yaitu pada 2016 laba bersih 510. 203 miliar,pada 2017 mulai menurun sebesar 427. 495 miliar,pada 2018 meningkat tipis sebesar 460. 273 miliar,pada 2019 BIRD mengalami penurunan yang signifikan sebesar 315. 622 miliar,dan pada kuartal II-2020 BIRD mencatat kerugian yang signifikan sebesar -94. 965 miliar. Sedangkan saham LRNA selama periode 5 tahun belakangan terus mencetak kerugian Di mulai

-1.000.000 -800.000 -600.000 -400.000 -200.000 0 200.000 400.000 600.000

ASSA BIRD LRNA MIRA SDMU TAXI WEHA

Net Income ( Q2

)

2016 2017 2018 2019 2020

(7)

pada tahun 2016 kerugian -28. 488 miliar,tahun 2017 kerugian makin tajam ke level - 38. 483 miliar, pada tahun 2018ikerugian menurun ke -29. 874 miliar dan pada tahun 2019 rugi bersih LRNA kembali turun secara signifikan sebesar -6. 857 miliar, tetapi pada kuartal II-2020 kembali lagi mengalami kerugian signifikan sebesar -19. 370 miliar. Sementara laba bersih saham MIRA mengalami naik turun selama periode dari 2016-2020. Pada tahun tercatat 2016 laba bersih sebesar -38. 436 juta,pada tahun 2017 mencetak kerugian sebesar -20. 051 miliar, pada tahun 2018 laba kembali naik menjadi 591. 47 juta. Sementara pada tahun 2019 laba MIRA turun signifikan sebesar -3. 222 miliar, dan pada kuartal II-2020 kembali mencetak kerugian sebesar -12. 524 miliar.

Pada saham SDMU tercatat laba bersih pada tahun 2016 sebesar 1. 125 miliar,pada tahun 2017 mencetak kerugian -37. 800 miliar,pada tahun 2018 kerugian menurun menjadi -26. 296 miliar,pada tahun 2019 kerugian mulai tajam kembali menjadi -36.

224 miliar. Namun SDMU pada kuartal II-2020 kembali mencetak kerguian yang sangat signifikan sebesar -32. 745 miliar. Sementara TAXI selama 5 periode per kuartal II terus mencetak kerugian berturut-turut. Dimulai pada tahun 2016 -184. 740 juta,tahun 2017 -492. 102 juta,pada tahun 2018 terus meningkat menjadi -836. 820 juta.

Pada tahun 2019 TAXI berhasil menurunkan kerugian secara signifikan menjadi -276. 072 juta dan kuartal II-2020 berhasil menurunkan angka kerugian kembali menjadi -54. 779 triliun. Terakhir ada WEHA tercatat rugi bersih pada tahun 2016 sebesar -24. 499 miliar, pada tahun 2017 laba bersih naik signifikan sebesar 50.

425 miliar. Pada tahun 2018 laba menurun menjadi 3. 190 miliar,namun pada tahun 2019 laba bersih naik menjadi 4. 518 miliar, dan pada kuartal II. 2020 WEHA mencatatkan kerugian yang signifikan sebesar -23. 145 miliar. Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan hampir seluruh perusahaan mengalami kerugian yang tajam di sektor transportasi darat.

Salah satu alat analisis yang digunakan dalam memprediksi awal kebangkrutan pada perusahaan yang mengalami Financial Distress yaitu dengan menggunakan metode pendekatan Altman Z-score di kembangkan oleh seorang professor bisnis dari New York University yaitu Edward I. Altman pada tahun 1968 yang merupakan rumusan matematis untuk memprediksi kebangkrutan dengan tingkat kepastian akurat 95%. (Hery SE. ,M. si. ,CRP. ,RSA. ,CFRM, 2017) mengatakan model yang digunakan untuk menganalisis kebangkrutan pendekatan Altman dengan menggunakan analisis diskriminan. Analisis diskriminan menggunakan tehnik statistik dan tehnik statistik Altman terkenal dengan istilah Z-score. Dikembangkan sejak 1968 oleh Edward

(8)

Altman. Saat itu Altman melakukan penelitian dengan mengambil sample 66 perusahaan yang mengalami Financial Distress atau kebangkrutan selama 20 tahun terahir sebanyak 33 perusahaan. Dan 33 perusahaan yang tidak mengalami kebangkrutan dipilih secara acak. Altman melakukan penyesuain formula Z-score sebanyak 3 kali agar kebangkrutan lebih terprediksi lebih akurat.

Berdasarkan berbagai permasalahan yang diuraikan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Financial Distress dari perusahaan yang mengalami kerugian karena penurunan laba dengan pembatasan masalah dari macam- macam faktor yang menyebabkan Financial Distress sebagaimana di sebutkan di atas dengan mengambil judul “PENGARUH ROA, DAR, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN PENDEKATAN ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DARAT YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2016-2020”.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan ilatar belakang masalah di atas, maka dapat di rumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Apakah Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap Financial Disterss pada perusahaan sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016-2020 ?

2. Apakah Debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016-2020 ?

3. Apakah Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016 -2020 ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Financial Distress pada perusahaam sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016 – 2020.

(9)

2. Untuk mengetahui pegaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016 -2020.

3. Untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress pada perusahaan sub sektor transportasi darat Tbk yang terdaftar di BEI periode 2016-2020.

1.4 MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis

Untuk memberikan suatu wawasan baru dan memperbanyak pengetahuan yang lebih mendalam tentang dunia transportasi darat khususnya mengenai Return On Asset ,Debt to Asset Ratio,dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress pada perusahaan transportasi darat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016-2020,serta membuktikan bukti empiris tentang pengaruh tersebut.

2. Manfaat Praktis

Sebagai salah satu sumber informasi dan referensi masukan dalam menilai Financial Distress pada perusahaan transportasi darat. Selain itu penelitian ini dapat digunakan oleh pihak manajemen perusahaan transportasi darat untuk mengetahui tingkat atau posisi keuangan perusahaan untuk memprediksi Financial Distress serta hasil-hasil lain yang telah di capai.

Dengan mengetahui tingkat zona Financial Distress tersebut,maka perusahaan dapat melakukan perbaikan maupun penyusunan rencana atau kebijakan pada masa yang akan datang untuk meningkatkan performa keuangan yang lebih baik dari sebelumnya agar dapat terhindar dari kebangkrutan pada perusahaan transportasi darat tersebut.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Penelitian dilakukan dalam rangka penyusunan proposal skripsi dimana sistematika penulisan laporan penelitian adalah sebagai berikut :

HALAMAN SAMPUL

(10)

Berisi tentang judul skripsi,lambing UPB,penulis skripsi dan NIM penulis yang diikuti dengan nama lengkap,program studi,fakultas,universitas,kota dan tahun lulus ujian skripsi.

HALAMAN JUDUL

Halaman judul berisi tentang judul skripsi,teks skripsi diajukan kepada Universitas Pelita Bangsa untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program studi sarjana manajemen,logo UPB,nama dan nomor induk mahasiswa.

HALAMAN PERSETUJUAN

Pada halaman ini berisi tentang persetujuan dosen pembimbing.

HALAMAN PENGESAHAN

Pada halaman ini berisi pengesahan tugas akhir skripsi oleh tim penguji dan Dekan bidang Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pelita Bangsa.

HALAMAN PERSEMBAHANDAN MOTTO

Lembar ini berisi tentang ungkapan motivasi,kata – kata yang menginspirasi hidup penulis dan untuk siapa skripsi akan didedikasikan atau dipersembahkan.

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

Halaman ini berisi tentang pernyataan penulis bahwa isi skripsi dibuat dengan tidak menyalin atau rangkaian kalimat sebagian atau keseluruhan isi skripsi orang lain.

KATA PENGANTAR

Lembar ini berisi tentang ucapan terimakasih penulis yang ditujukan kepada orang,lembaga,organisasi dan pihak – pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi.

DAFTAR ISI

Lembar ini menggambarkan garis besar organisasi dari keseluruhan isi dan berisi judul bab,judul sub bab dan judul anak sub bab.

DAFTAR TABEL

(11)

Pada lembar ini memuat tentang nomor tabel,judul tabel,serta nomor halaman untuk setiap tabel.

DAFTAR GAMBAR

Pada lembar ini memuat tentang nomor gambar,judul gambar,serta nomor halaman untuk setiap gambar.

DAFTAR LAMPIRAN

Pada halaman daftar lampiran memuat tentang nomor lampiran,judul lampiran,sert a nomor halaman untuk setiap lampiran.

ABSTRAK

Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia yang mencakup latar belakang,masalah yang diteliti,metode yang digunakan,hasil – hasil yang diperoleh,kesimpulan yang ditarik, dan saran yang diajukan.

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah,perumusan masalah,tujuan penelitian,manfaat penelitian,dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan tinjauan pustaka membahas mengenai landasan teori,penelitian terdahulu yang relevan,model penelitian dan hipotesa dimana landasan teori yang terkait dengan topik penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini,terdapat pokok bahasan mengenai analisis data yang digunakan,sesuai dengan kaidah metodologi penelitian. Dalam bab ini analisis yang digunakan di mulai dari menggambarkan desain penelitian,kemudian menggambarkan terkait operasional beserta pengukuran variabelnya,selain itu bab ini juga menerangkan tentang populasi dan pengambilan sample yang di gunakan dengan metode tertentu. Adapun dalam bab ini juga berisi penjelasan mengenai teknik pengumpulan data dan metode analisis data yang digunakan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(12)

Dalam bab ini berisi pokok – pokok bahasan seperti hasil penelitian yang terdiri dari deskripsi data, serta hasil analisis dari uji hipotesis.

BAB V PENUTUP

Dalam bab ini berisi simpulan atau rangkuman hasil yang telah dicapai dalam penelitian,selain itu bab ini juga berisi saran – saran yang perlu diperhatikan berdasarkan keterbatasan yang ditemukan dalam penelitian,asumsi yang dibuat dan saran pengembangan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka memuat semua sumber pustaka yang dijadikan acuan dalam naskah tugas akhir ataupun skripsi.

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Pada lembar ini berisi keterangan – keterangan yang dianggap penting,misalnya instrument penelitian, data mentah hasil penelitian,hasil perhitungan statistik,surat izin bagi yang melakukan penelitian pada instansi,transkip wawancara dan lampiran lainnya yang dianggap perlu untuk mempermudah pemanfaatannya.

RIWAYAT HIDUP

Berisi riwayat hidup penulis skripsi.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk