• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

14 BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

4.1. Kedudukan dan Koordinasi 3.1.1. Kedudukan

Selama pelaksanaan magang berlangsung, Penulis berperan sebagai UI Intern pada perusahaan PT. Laris Intisari Nusantara, dengan Juanito Gunawan sebagai pembimbing lapangan Penulis. Sebagai UI Intern, Penulis memiliki deskripsi pekerjaan sebagai berikut: membantu UI Designer untuk mendesain tampilan aplikasi pada mobile, website, membuat icon, membuat wireframe, dan flow desain untuk produk digital. Desain yang dibuat oleh Penulis, dibuat berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan.

3.1.2 Koordinasi

Selama kegiatan kerja magang berlangsung, Penulis melakukan koordinasi dengan tim desain User Interface, User Experience, dan Product Manager. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, product manager Larisin biasanya akan memberikan brief tugas yang harus dikerjakan oleh Penulis dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Setelah mendapat brief yang jelas dari produk manager, Penulis terkadang melakukan sketsa kasar sesuai keperluan, mencari informasi terkait melalui tim desain UI/UX perusahaan dan barulah mengerjakan tugas sesuai dengan brief yang diberikan. Setelah selesai mengerjakan tugas, Penulis biasanya akan menghubungi Product Manager untuk asistensi apakah desain yang dibuat sudah sesuai dengan brief yang mencakup kejelasan, font, margin, workflow, protoype yang dibutuhkan, barulah kemudian Penulis menyerahkan file tersebut kepada yang memberi tugas. Dari sinilah, Product Manager beserta tim UI/UX melakukan meeting dengan tim developer untuk melihat apakah desain dapat di realisasikan di aplikasi. Gambar dibawah adalah garis besar alur koordinasi antara Penulis dengan tim UI/UX Larisin.

(2)

15 Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi Kerja Magang

4.2. Tugas yang dilakukan

Tabel dibawah ini merupakan penjabaran secara jelas dan detail mengenai tugas Penulis selama melakukan kerja magang di PT. Laris Intisari Nusantara sebagai User Interface Intern.

Tabel 3.1. Tabel Tugas yang dilakukan selama magang

No. Minggu Tugas Keterangan

1 0

Website Larisin Utama

Mendesain tampilan beberapa produk POS untuk dijual pada website www.larisin.id

ODT (On Demand Task) Website Backoffice Larisin

Mendesain halaman formulir desain voucher CMS (Content Management System)

2 1

ODT (On Demand Task) Website Backoffice Larisin

Melakukan revisi desain halaman formulir voucher CMS

Melakukan desain dan revisi desain

(3)

16 halaman PPOB (Payment Point Online Bank) pada website Larisin

3 2

Website Back Office Larisin (PPOB)

Melakukan revisi desain halaman PPOB (Payment Point Online Bank) pada website Larisin

UX Materi dari Udemy

Belajar materi User Experience dari website Udemy milik PT. Laris Intisari Nusantara

4 3 Melakukan Design Sprint

Menjalani Design Sprint bersama tim desain dan IT Developer untuk

mendiskusikan hasil desain voucher CMS yang sudah dibuat

5 4 Larisin Mobile App

Mendesain beberapa icon dalam Adobe Illustrator untuk keperluan empty state pada aplikasi gawai

Mendesain coachmark untuk halaman home pada mobile application Larisin

6 5 Larisin Mobile App

Melakukan revisi desain pada desain empty state dan coachmark untuk Larisin mobile application

(4)

17 Website Back Office Larisin Melakukan revisi desain pada halaman

voucher CMS

7 6 Larisin Mobile POS Version

Mendapat brief untuk mengerjakan Larisin POS tetapi untuk mobile sehingga tampilan lebih mudah dan nyaman dan digunakan oleh pelanggan.

8 7 Larisin Mobile POS Version

Membuat wireframe dan prototype untuk halaman Kasir

Mengerjakan desain prototype dan wireframe untuk payment transaction

9 8 Larisin Mobile POS Version Mengerjakan revisi desain revisi tampilan home dan prototype Larisin mobile POS

10 9 Larisin Mobile POS Version

Mengerjakan revisi desain dan tampilan Larisin mobile POS

Mengerjakan revisi desain error message pada Larisin mobile POS

11 10 Larisin Mobile POS Version

Mengerjakan desain mobile POS version

Mendapat brief baru tentang halaman notification, dan membuat desain

(5)

18 ikonografi

12 11

User Testing

Membantu mengerjakan user experience testing untuk halaman ODT, PPOB dan banner halaman home Larisin yang baru

Larisin Mobile POS Version

Mendesain Empty state untuk 7 halaman

Merevisi desain mobile POS version

13 12

Research Aplikasi

Meriset untuk membandingkan aplikasi- aplikasi dengan Buku Hutang untuk melihat tampilan atau flow experience dari aplikasi yang sudah ada.

Larisin Mobile POS Version

Merevisi desain Larisin Mobile POS Version

Brief Research User Experience

Dibawah tim product ci Clarissa, Penulis ditugaskan untuk melakukan sebuah survey kecil-kecilan kepada beberapa whole saler untuk menentukan kebutuhan mereka untuk men-develop fitur “harga promo”

Larisin yang nantinya akan hadir.

14 13 Research User Experience Melakukan riset kepada whole saler sesuai dengan brief dan mendesain tampilan fitur

(6)

19

“harga promo” sesuai dengan kebutuhan dari data yang didapatkan dari riset

Larisin Mobile POS Version Melanjutkan revisi Mobile POS Version

4.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama melakukan proses kerja magang di PT. Laris Intisari Nusantara yang terhitung dari 10 Februari sampai 10 Mei 2020, Penulis telah membuat berbagai macam desain UI baik bagi aplikasi Larisin, bagi website Larisin dan back office.

Penulis juga sempat melaksanakan survey kecil kepada whole saler langganan Larisin untuk mengetahui kebutuhan mereka dalam menggunakan produk Larisin.

4.3.1. Proses Pelaksanaan

Uraian pekerjaan yang dikerjakan Penulis, akan lebih jelas dan dijelaskan secara detail pada subbab ini. Proses pelaksanaan kerja magang secara detail yang dilakukan oleh Penulis yang efektif terhitung dari tanggal 10 Februari sampai dengan 10 Mei 2020 adalah sebagai berikut.

4.3.1.1. Larisin Mobile POS (Point of Sale) Version

Gambar 3.2. Flow Larisin Mobile POS

(7)

20 Penulis diminta untuk membuat desain user interface dari Larisin Mobile versi POS. Saat ini Larisin memang sudah mempunyai POS yang bisa digunakan pada perangkat dengan basis operasi android, namun penulis di brief oleh PM (Product Manager) bahwa pengguna Larisin biasanya mengakses POS lewat handphone mereka. Dikarenakan tampilan POS pada awalnya secara khusus di desain untuk perangkat tablet, oleh karena itu tampilan POS di desain landscape. Tampilan POS apabila muncul di handphone terlihat lebih kecil dan kurang nyaman untuk digunakan karena desain landscape tadi oleh karena itu Penulis sebagai intern UI diminta untuk membuat POS dalam versi mobile dengan tampilan portrait sehingga akan lebih udah digunakan untuk penggunan aplikasi Larisin dan sesuai apabila digunakan pada handphone. Namun, karena fitur POS sendiri ada banyak sekali, Penulis membuat beberapa fitur saja seperti login dan pendaftaran, coachmark untuk halaman home atau welcome page, halaman pengaturan atau setting, coachmark untuk hapus dan edit produk, cari produk, scan barcode, riwayat transaksi, pop-up untuk tunda dan batalkan, dan halaman selesaikan pesanan beserta dengan contoh kasus yang berbeda-beda.

Gambar 3.3. Halaman log-in awal POS

(8)

21 Karena mobile POS version ini adalah versi mini dan portrait dari POS tablet maka flow untuk mobile POS ini tidak ada yang dirubah sama sekali.

Semua flow mengikuti flow POS yang sudah ada. Gambar di atas adalah contoh halaman yang Penulis buat selama menjalanakan tugas ini, gambar yang berada di sebelah kiri adalah gambar contoh halaman sebelum user melakukan log-in pada aplikasi.

Gambar 3.4. Halaman Pendaftaran dan log-in POS

Kira-kira seperti inilah tampilan halaman masuk dan pendaftaran yang Penulis buat berdasarkan acuan dari POS asli. Pada halaman awal apabila user sudah memiliki akun maka akan langsung masuk kepada halaman “masuk”

sedangkan apabila user belum pernah mendaftar dan membuat akun pada aplikasi Larisin sebelumnya maka, akan diarahkan kepada halaman “daftar gratis” yang selanjutnya akan diberi Kode Toko, Nama Pengguna dan Kata Sandi untuk masuk ke dalam aplikasi Larisin yang secara sistem langsung otomatis terkirim kepada nomor yang terdaftar, setelah itu user akan diarahkan untuk mengunduh aplikasi larisin POS ataupun membuka website penjual.

(9)

22 Gambar 3.5. Halaman Home POS

Setelah masuk kedalam aplikasi, halaman home pada Larisin POS versi mobile akan terlihat seperti ini, dengan landing page yang memberitahu user bahwa user belum memiliki barang pada keranjang belanja. Apabila user meng- klik burger yang ada pada pojok kiri atas halaman, maka akan muncul pilihan halaman yang bisa diakses pada aplikasi, dengan pengumpulan informasi pada satu platform burger ini, akan membuat user akan fokus pada informasi dan tidak mudah terdistraksi dengan pilihan yang lain. Setelah sampai pada halaman home ini, akan muncul coachmark, yaitu panduan yang memandu user untuk menjelajah di dalam aplikasi.

(10)

23 Gambar 3.6. Coachmark halaman home

Setelah selesai dengan coachmark user bisa menekan tombol “cari produk” untuk mencari produk yang pembeli ingin beli dan menambahkannya pada keranjang belanja, pada halaman cari produk akan muncul coachmark juga yang akan memandu user untuk mengeksplorasi halaman tersebut. Fitur barcode juga disediakan sebagai quick access agar pengguna POS Kasir bisa dengan mudah men-scan produk untuk ditambahkan pada sistem.

Gambar 3.7. Tampilan barcode pada aplikasi

(11)

24 Produk yang akan dibeli pelanggan mempunyai interface yang terlihat seperti gambar dibawah ini, dengan pull-up yang berisi total produk yang ada dalam keranjang, total harga dan pilihan selesaikan, tunda maupun membatalkan pesanan.

Gambar 3.8. Tampilan keranjang belanja pembeli pada kasir

Pengguna POS Kasir juga bisa melihat riwayat transaksi pelanggan mereka, terdapat dua asal transaksi offline dan online. Transaksi offline adalah transaksi yang dilakukan langsung pada toko, sedangkan transaksi online adalah transaksi atau pesanan langsung yang dilakukan oleh pelanggan melalui aplikasi Larisin Mobile. Pada gambar dibawah, gambar kiri adalah gambar apabila toko belum punya riwayat transaksi sedangkan, gambar yang disebelah kanan merupakan tampilan dari pengguna aplikasi POS yang sudah memiliki riwayat berbelanja di toko tersebut.

(12)

25 Terdapat pula fitur-fitur yang membantu kasir mengoperasikan POS ini yaitu fitur selesai dan ditunda yang terletak sebelah atas halaman riwayat, selain itu ada juga fitur search untuk memudahkan kasir mencari nama pelanggan yang mungkin hendak berbelanja di toko dengan barang belanjaan yang sama persis seperti belanja sebelumnya, selain itu terdapat juga keterangan online atau offline transaksi tersebut pada pojok kiri atas kolom pelanggan.

Gambar 3.9. Tampilan riwayat transaksi pelanggan

Halaman cari produk akan terlihat seperti gambar dibawah ini, terdapat keterangan SKU berupa harga, nama produk, dan tombol edit pada kolom, apabila kolom di klik maka akan muncul detail produk beserta ketersediaan stok produk tersebut.

(13)

26 Gambar 3.10. Tampilan halaman cari produk (kiri) dan detail produk (kanan)

Apabila pelanggan sudah selesai berbelanja, kasir bisa menyelesaikan belanja dengan cara swipe up pada kolom pull-up yang sudah disediakan sebelumnya, nanti akan ke-redirect pada halaman selesaikan yang akan terlihat seperti gambar dibawah ini, terdapat beberapa contoh kasus selesai yang sudah disiapkan desainnya antara lain: apabila pelanggan memiliki hutang, gagal untuk melakukan transaksi karena hutang melebihi limit pembelian, toko memberikan diskon khusus untuk pelanggan setia toko, dan toko memberikan catatan kepada pelanggan/pembeli. Selengakpnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

(14)

27 Gambar 3.11. Halaman selesaikan POS

Contoh kasus akan otomatis keluar tergantung pada pelanggan yang sudah log-in pada aplikasi POS larisin untuk berbelanja pada toko tersebut, dan kasus disesuaikan sesuai dengan kondisi pembeli pada saat melakukan transaksi.

(15)

28 Gambar 3.12. Halaman selesaikan dengan kasus diskon deposit

Gambar 3.13. Halaman selesaikan dengan kasus hutang

(16)

29 4.3.1.2. Formulir Voucher untuk Pelanggan Toko

Gambar 3.14. Workflow formulir voucher untuk admin/backoffice

Gambar 3.15. Formulir voucher untuk diisi oleh admin

Formulir pengerjaan Voucher untuk CMS (Content Management System) adalah tugas kedua yang diberikan kepada Penulis selama melaksanakan kerja magang di PT. Laris Intisari Nusantara (Larisin). Formulir ini adalah formulir yang dibuat

(17)

30 untuk admin atau backoffice untuk membuat formulir voucher sesuai dengan kebutuhan Toko yang terbagi menjadi tiga tipe yaitu, PPOB, Saldo dan e-order.

Namun pada fitur formulir ini e-order belum bisa diaktifkan, oleh karena itu Penulis hanya membuat desain user interface formulir untuk tipe PPOB dan Saldo saja. Admin, dapat mengisi formulir ini via website dev-penjual.larisin.id, desain formulir ini Penulis buat berdasarkan brief yag diberikan oleh PM, yaitu Cika.

Ketika admin sudah selesai membuat formulir voucher, maka akan di ridireksi ke halaman “Hadiah Voucher”, sedangkan apabila admin mengisi formulir dan memilih tipe saldo maka akan diridireksi ke halaman “Hadiah Saldo.”

Gambar 3.16. Halaman Hadiah Voucher

Halaman Hadiah Voucher akan terlihat seperti gambar diatas. Terdapat tombol buat voucher apabila admin ingin membuat voucher baru. Pada halaman ini, terdapat kolom yang menyediakan informasi tentang Voucher ID yang akan secara otomatis terisi oleh sistem, Nama Hadiah yang sudah di buat di formulir, kode hadiah, informasi voucher apabila digunakan dalam hadiah ODT, status voucher dan masa berlaku voucher.

(18)

31 4.3.1.3. Perangkat Pendukung untuk dijual pada Website

Projek ini adalah projek pertama Penulis ketika bekerja di Larisin. Waktu itu, Lead UI/UX tim desain Larisin memberikan Penulis brief tentang beberapa produk yang akan dijual dan ditampilkan pada website utama Larisin, yaitu berupa perangkat elektronik yang menunjang toko dalam melakukan usahanya.

Diantaraya adalah mouse, alat POS dengan merek Sunmi, tablet, printer, barcode scanner dan Android TV Box. Penulis mendesain dengan ukuran box 530 px x 226 px dan menggambar background agar lebih menarik perhatian calon pembeli perangkat tersebut, Penulis juga menambahkan spesifikasi mengenai produk tersebut menggunakan ukuran font yang lumayan besar sehingga dapat dengan mudah dibaca oleh calon pembeli.

Gambar 3.17. Tampilan Desain Perangkat Pendukung

(19)

32 4.3.1.4. Aplikasi Larisin Mobile

Selain mendesain keperluan website dan membuat desain interface POS untuk versi mobile, Penulis juga mendapatkan kesempatan untuk membuat desain untuk keperluan aplikasi utama Larisin yaitu Larisin untuk mobile, projek desain tersebut adalah Error Message dan Empty State yang akan dijabarkan lebih lanjut melalui subbab berikut ini.

4.3.1.4.1 Error Message

Projek pertama untuk Aplikasi Larisin Mobile yang Penulis kerjakan adalah mendesign ulang ilustrasi pada pop-up notification error message. Sebelumnya, Larisin memang sudah mempunyai ilustrasi tersebut hanya saja tim UI/UX desain Larisin meminta Penulis untuk mendesain ulang ilustrasi untuk mengikuti gaya ilustrasi baru dan mengikuti color pallete yang sekarang sedang digunakan dalam perancangan desain Larisin secara keseluruhan. Perancangan asset di desain menggunakan asset-aset yang sudah ada sebelumnya dan disimpan oleh tim desain UI/UX Larisin. Terdapat enam error message yang ilustrasinya perlu dibuat ulang, antara lain:

1. Error Message untuk Tidak ada Koneksi Internet

Apabila user tidak memiliki koneksi internet atau tidak tersambung kepada koneksi internet yang aktif, maka aplikasi tidak berjalan dan muncul pesan yang memberitahu bahwa user tidak mempunyai koneksi ke internet.

(20)

33 Gambar 3.18. Error Message tidak Ada Koneksi Internet

2. Error Message tidak ada akses untuk masuk ke toko (pada app)

Apabila user log-in pada aplikasi bukan sebagai pemilik toko (owner) ataupun sebagai admin, maka user tidak memiliki masuk untuk masuk ke dalam aplikasi Larisin.

Gambar 3.19. Error Message Tidak ada akses masuk toko

(21)

34 3. Error Message sistem internal sedang error

Apabila terjadi kesalahan pada sistem internal Larisin seperti bugs dalam aplikasi, maka akan muncul error message yang akan memberi tahu user bahwa sedang terjadi error pada aplikasi Larisin.

Gambar 3.20. Error Message Internal System Error 4. Error Message pendaftaran toko ganda

Terkadang, di lapangan pengguna aplikasi Larisin seringkali lupa informasi pribadi mereka yang digunakan untuk log-in pada aplikasi, akibatnya seringkali user mendaftarkan nomor handphone mereka untuk yang kedua kali.

Ini akan menyebabkan data toko ganda pada server Larisin, dikarenakan setiap nomor hp yang digunakan mendaftar hanya bisa membuka satu toko pada aplikasi. Jika user mendaftarkan nomor hp lebih dari satu kali maka akan muncul error message yang berfungsi untuk memberi tahu user bahwa toko pengguna tersebut sudah pernah didaftarkan sebelumnya pada aplikasi.

(22)

35 Gambar 3.21. Error Message Pendaftaran Toko Ganda

5. Error Message tidak berhasil menemukan toko

Di dalam aplikasi Larisin, terdapat fitur supaya pengguna dapat mencari toko terdekat untuk berbelanja dengan mencari nama toko atau ID toko tersebut lewat fitur search yang sudah tersedia di dalam aplikasi. Apabila user mencari nama toko dan toko tersebut belum terdaftar di dalam aplikasi Larisin, maka akan muncul error message yang akan memberi tahu bahwa aplikasi tidak berhasil menemukan toko yang sedang dicari.

Gambar 3.22. Error Message Tidak Berhasil Menemukan Toko

(23)

36 6. Error Message tidak ada notifikasi

Error Message yang terakhir adalah untuk memberitahu pengguna bahwa sedang tidak ada notifikasi baru untuk pelanggan.

Gambar 3.23. Error Message Tidak ada Notifikasi

4.3.1.4.2 Empty State

Empty State pada aplikasi Larisin, adalah keadaan dimana halaman pada aplikasi belum terdapat riwayat aktivitas atau masih “kosong.” Terdapat sebanyak dua belas empty state yang Penulis kerjakan sesuai dengan permintaan dan brief yang diberikan oleh Project Manager. Selain mendesain ilustrasi, Penulis juga membantu dalam membuat copywriting dalam beberapa empty state. Empty state yang diminta antara lain adalah: Riwayat Pesanan Kosong, Belum Mempunyai Pesanan yang sedang Berlangsung, Belum Mempunyai Tugas, Tugas yang belum selesai, Mencatat Nama yang menghutang, Produk Kosong, Produk Tidak

(24)

37 ditemukan, Tidak ada Transaksi Pulsa, Tidak ada Saldo, Tidak ada Transaksi Saldo, dan Tidak ada Voucher.

Gambar 3.24. Ilustrasi Empty State beserta copywriting

4.3.1.4.3 On-Boarding Screen

Penulis juga diminta untuk membuat desain on-boarding screen yang diputuskan melalui rapat bersama seluruh tim desain UI/UX, berikut adalah desain ilustrasi on-boarding yang sudah dibuat.

(25)

38 Gambar 3.25. Ilustrasi On-Boarding Screen

4.3.1.4.4 Fitur Promo Research

Fitur Promo Research merupakaan jobdesk terakhir selama penulis melaksanakan kerja magang, dalam pengerjaan projek ini, Penulis diminta untuk melakukan mini survei dengan menelepon dua belas whole saler satu persatu untuk menanyakan bagaimana preferensi masing-masing dan pendapat whole saler dalam menggunakan fitur diskon. Dari survei lewat telepon, Penulis diminta juga untuk membuat rainbow spread sheets yang digunakan sebagai acuan untuk pengambilan data dari wholesaler tersebut. Dari data yang dikumpulkan, Penulis diminta untuk membuat desain sesuai dengan data yang diperoleh dari lapangan.

Berikut adalah hasil desain fitur promo researh yang dilakukan.

(26)

39 Gambar 3.26. Kategori Promo Desain Awal

Gambar 3.27. Fitur Kategori Promo Advanced Desain

(27)

40 Gambar 3.28. Fitur Kategori Promo berdasarkan riset

4.3.2. Kendala yang Ditemukan

Penulis menemukan beberapa kendala selama melakukan praktek kerja magang di PT. Laris Intisari Nusantara, diantaranya adalah:

1. Kendala Pribadi

Karena jarak yang lumayan jauh antara tempat kerja dan tempat tinggal, Penulis seringkali menghabiskan sebagian besar biaya untuk biaya transportasi untuk dapat pergi ke tempat kerja, selain itu terkadang Penulis terlambat untuk sampai ke kantor dikarenakan macet sepanjang perjalanan.

2. Kendala Pekerjaan

Selama melakukan magang, dibutuhkan software adobe XD dan akun Adobe Cloud yang aktif agar desainer UI bisa dengan mudah mengedit dan membagikan file adobe XD bila ada perubahan, namun slot perusahaan

(28)

41 untuk akun adobe sudah penuh sehingga tidak memungkinkan juga apabila Penulis membajak software tersebut pada laptop pribadi Penulis.

Larisin sebagai perusahaan start-up tidak mempunyai karyawan yang banyak, selama Penulis melaksanakan kerja magang, banyak rekan Penulis yang sedang magang juga di Larisin tetapi pada jobdesk yang berbeda dengan waktu selesai yang berbeda juga. Alhasil pada akhir magang, Penulis sempat diminta untuk melaksanakan mini survei untuk menelepon 12 wholesaler mengenai pengalaman mereka dan mengetahui kebutuhan mereka untuk riset mengenai “Fitur Promo.”

Selain itu, seringkali brief pekerjaan yang diberikan oleh PM seringkali tidak jelas dan mendetail sehingga, terkadang Penulis melakukan banyak revisi pada satu projek yang seharusnya waktunya bisa digunakan untuk melakukan projek yang lain. Pengenalan mengenai perusahaan pada awal magang juga kurang diberikan sehingga sempat ada masalah komunikasi yang terjadi, ditambah lagi wabah covid-19 yang sedang berlangsung mengakibatkan meeting untuk melaksanakan design sprint juga terkadang menjadi susah karena komunikasi yang tidak lancer diakibatkan oleh internet dan jarak.

4.3.3. Solusi atas Kendala yang Ditemukan

Kendala-kendala yang ditemukan selama melaksanakan praktek magang tidak membuat Penulis patah semangat dalam melaksanakan magang di Larisin karena Penulis juga menemukan solusi atas kendala yang ditemukan:

(29)

42 1. Solusi Kendala Pribadi

Agar tidak telat untuk berangkat kerja, Penulis berangkat lebih awal untuk mengejar bis pagi agar bisa terhindar dari macet di sepanjang tol menuju kantor, selain itu Penulis juga menggunakan trasnportasi umum seperti MRT untuk membantu meringankan biaya transportasi.

2. Solusi Kendala Pekerjaan

Penulis akhirnya membeli subscription software Adobe demi terlaksananya magang di Larisin menggunakan uang pribadi. Dalam kendala untuk mengerjakan “fitur promo” Penulis mencoba mengontak wholesaler satu persatu dan tetap mengerjakan tugas yang diberikan, walalupun bukan merupakan jobdesk sesuai kontrak kerja magang, Penulis karena merasa bahwa projek ini merupakan salah satu proses supaya membantu Penulis lebih berkembang lagi. Bagi solusi untuk pembagian jobdesk, penulis mencoba untuk menyesuaikan dan mengerjakan semua projek yang diberikan, apabila Penulis merasa bahwa tugas yang diberikan terlalu banyak atau overload Penulis akan secara langsung bilang kepada pihak yang bersangkutan yang memberikan projek tersebut bahwa, pada saat itu Penulis sedang tidak bisa menerima projek lagi dikarenakan kemampuan Penulis untuk mengerjakan projek sudah penuh, apabila Penulis menerima maka projek yang lain akan keteteran dan tidak bisa selesai sesuai waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Gabel (1984), penyelesaian masalah merupakan kaedah terbaik untuk mendapat maklumat daripada pelajar mengenai sesuatu konsep kimia yang telah dikuasai. Berdasarkan

Aplikasi dapat digunakan untuk membantu pengguna (karyawan) dengan cara memindai ID yang akan ditempelkan pada masing-masing asset diakses dalam perangkat mobile yang digunakan

Atas rekomendasi dari Kepala Pelayanan yang bersangkutan dan Presiden staf medis yang secara khusus digambarkan bahwa hak istimewa klinis akan

Tugas kelompok dan tugas individu Kriteria: - Ketepatan menjelaskan konsep - Kelengkapan membuat laporan Tugas Individu, dan Kelompok Bobot: 4,3 % 6 Mahasiswa memahami

sakit dan memberat dalam 4 hari terakhir yang diawali dengan kebas dan dingin di jari-jari kaki yang dialami 2 minggu yang lalu menghitam dari bagian ujung jari

Hal ini sesuai dengan teori pengetahuan yang mencakup dalam domain kognitif (Notoatmodjo, S, 2003) yaitu : tahu (mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya)

Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selaku Ketua Tim Pengarah Panselnas Nomor B/676/S.SM.01.00/2017 tanggal 29 November 2017

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 yang mengatur lebih lanjut norma UUD