• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUSUL:

Sulastri, SKp, M.Kep (NIDN 0312097105) Harjati, SST, M.Kes (NIDN 0901127002)

Fahria Widyandani (NIM19021) Hafidh Asghori (NIM19026)

PENGUSUL:

Sulastri, SKp, M.Kep (NIDN 0312097105) Harjati, SST, M.Kes (NIDN 0901127002)

Fahria Widyani

LAPORAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN PASIEN

DIABETES MELITUS DI RS. TUGU IBU CIMANGGIS

PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN AKADEMI KEPERAWATAN YASPEN JAKARTA

SEMESTER GANJIL TAHUN 2021-2022

(2)

i

LAPORAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN PASIEN

DIABETES MELITUS DI RS. TUGU IBU CIMANGGIS

PENGUSUL:

Sulastri, SKp, M.Kep (NIDN 0312097105) Harjati, SST, M.Kes (NIDN 0901127002)

Fahria Widyandani (NIM 19021) Hafidh Asghori (NIM 19026)

AKADEMI KEPERAWATAN YASPEN JAKARTA PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

TAHUN 2021-2022

(3)

ii

LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT:

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SKILL PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS. TUGU IBU CIMANGGIS

Pengusul

a. Nama Lengkap : Sulastri, SKp, M. Kep

b. NIDN : 0312097105

c. Jabatan fungsional : Lektor

d. Program Studi : D-III Keperawatan e. Nomor Hp : 087885920219 f. Alamat surel (e-mail) : [email protected] a. Nama Lengkap : Harjati, SST, M.Kes

b. NIDN : 0901127002

c. Jabatan fungsional : Lektor

d. Program Studi : D-III Keperawatan e. Nomor Hp : 081293794518

f. Alamat surel (e-mail) : [email protected]

Jakarta, November 2021 Menyetujui,

Ketua UPPM Ketua Pengusul

(Harjati, SST, M.Kes) (Sulastri, SKp, M.Kep)

Mengetahui,

Ketua Prodi

(Resmiati, SKp, M.Kes)

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya pengusul dapat menyelesaikan laporan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan dan Pendampingan Perawat dalam Meningkatkan Kemampuan Perawatan Pasien Diabet di RS. Tugu Ibu Cimanggis”. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan tri darma perguruan tinggi sebagai dosen di Akper Yaspen Jakarta. Pengusul mendapat dukungan dan arahan dari berbagai pihak dalam penusunan laporan pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang tak terhingga, kepada yang terhormat:

1. Ketua Yaspen Tugu Ibu Hj. Puji Astuti, yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil dalam penelitian ini.

2. Direktur RS. Tugu Ibu yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan kegiatan ini.

3. Seluruh Dosen dan Karyawan Akper Yaspen Jakarta yang telah banyak membantu dalam menyusun laporan ini.

4. Semua pihak yang tidak dapat pengusul sebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.

Semoga kontribusi yang telah diberikan mendapatkan ridho Allah SWT dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan manfaat seluas- luasnya bagi perkembangan keperawatan.

Jakarta, 20 Januari 2022 Ketua Pengusul

Sulastri, SKp, M.Kep

(5)

iv DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM………... i

LEMBAR PERSETUJUAN………. ii

DAFTAR ISI ……… iii

DAFTAR GAMBAR……… iv

DAFTAR TABEL………. v

KATA PENGANTAR ……..……… vi

BAB 1 IDENTITAS……… 1

1 Identitas pengusul……….. 1

2 Identitas anggota pengusul………. 2

3 Identitas usulan……….. 2

4 Lembaga perngusul……… 4

BAB II RINGKASAN………. 5

BAB III PENDAHULUAN……….. 7

1 Latar Belakang………. 8

2 Tujuan……….. 12

3 Rumusan masalah……… 13

4 Manfaat………. 13

BAB IV SOLUSI MASALAH……….. 15

BAB V METODE PELAKSANAAN………... 16

BAB VI LUARAN DAN TARGET……….. 19

BAB VII REALISASI ANGGARAN………..……….. 20

BAB VIII PELAKSANAAN KEGIATAN………. 21 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(6)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Skema Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat 3

(7)

vi

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Solusi Permasalahan……….. 15 Tabel 2 Realisasi Anggaran Kegiatan……….………… 20 Tabel 3 Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat…………. 21 Tabel 4 Pelaksanaan Pelatihan …………...……… 21

(8)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat permohonan dan izin kegiatan Lampiran 2 Daftar hadir peserta pelatihan Lampiran 3 Laporan keuangan

Lampiran 4 Dokumentasi foto Lampiran 5 Hasil evaluasi kegiatan Lampiran 6 Artikel publikasi jurnal

(9)

1 BAB I IDENTITAS

1. Identitas Ketua Pengusul

a. NIDN: 0312097105 b. Nama pelaksana: Sulastri, SKp, M. Kep c. Pangkat dan Jabatan; IIIB dan Lektor d. Isian curriculum vitae (CV)

1) Data pubilkasi:

a) Pengendalian stress dan glukosa darah pasien diabetes tipe 2 melalui metode Odziha (jurnal terakreditasi Sinta)

http://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/1 71/135

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&

user=FnnkKSQAAAAJ&citation_for_view=FnnkKSQAAAAJ:u- x6o8ySG0sC

b) Mengendalikan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2 dengan olah sehat Lafidzi 21

https://ojs.stikes-bali.ac.id/index.php/jrkn

https://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=sulas7 1%40gmail.com&btnG=

c) ID Google Scholar:

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=list_works&hl=id&use r=FnnkKSQAAAAJ

(10)

2 2) Data Haki:

a) Poster manajemen nutrisi pada diabet, Nomor pencatatan Haki 000259147

b) Buku pintar perawatan diabet melitus, Nomor pencatatan Haki 000262149

c) Karya Ilmiah: artikel Pengendalian stress dan glukosa darah pasien diabetes tipe 2 melalui metode Odziha

e. ID Sinta : 6771127 2. Isian anggota pengusul,

a. NIDN: 901127002 b. Nama pelaksana: Harjati, SST, M.Kes c. Pangkat dan Jabatan; IIIB dan lektor d. Isian curriculum vitae (CV)

e. Data publikasi: Pengendalian stress dan glukosa darah pasien diabetes tipe 2 melalui metode Odziha sebagai penulis 2 (jurnal terakreditasi Sinta) http://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/171/135 f. Id google schola:

https://scholar.google.com/citations?user=ujzcJ5oAAAAJ&hl=en&oi=ao g. Id Sinta: 6771657

h. Haki:

1) Karya Ilmiah: artikel Efforts to Improve The Effectivensss of COPD Patien’s Airway Higiene

(11)

3 3. Identitas usulan

a. Judul pengabdian kepada masyarakat

Pelatihan dan pendampingan perawat dalam meningkatkan kemampuan perawatan pasien diabet.

b. Skema pengabdian kepada masyarakat yang dipilih sebagai berikut dengan lama kegiatan ± 4 bulan.

Gambar 1. Skema Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

(12)

4

c. Tahun usulan dan lama pengabdian kepada masyarakat Tahun usulan kegiatan T.A 2021-2022

Lama kegiatan 4 bulan dengan 3 kali pelatihan.

d. Biaya yang diusulkan di tahun berjalan 2021-2022

e. Total biaya pengabdian kepada masyarakat sebanyak 5 juta

4. Lembaga Pengusul

a. Prodi Diploma III Keperawatan Akper Yaspen Jakarta b. Nama Ka Prodi: Resmiati, SKp, M.Kes

c. NIDN Ka Prodi: 0321037902

(13)

5 BAB II RINGKASAN

Diabetes mellitus sampai saat ini masih merupakan faktor penyebab kematian sebanyak 4- 5 kali lebih besar. Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Diabetes Mellitus (DM) biasanya berjalan lambat dengan gejala-gejala yang ringan sampai berat, bahkan dapat menyebabkan kematian akibat baik komplikasi akut maupun kronis. Menurut beberapa review, retinopati diabetika, sebagai penyebab kebutaan pada usia dewasa muda, kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan stroke sebesar 2-4 kali lebih besar , nefropati diabetic, sebagai penyebab utama gagal ginjal terminal, delapan dari 10 penderita diabetes meninggal akibat kejadian kardiovaskuler dan neuropati diabetik, penyebab utama amputasi non traumatic pada usia dewasa muda.

Dibutuhkan manajemen yang komprehensif untuk mengendalikan kadar glukosa darah pasien DM supaya tidak menimbulkan berbagai komplikasi, baik komplikasi akut maupun kronik. Beberapa komplikasi akut yang sering terjadi adalah koma hipoglikemia, hiperglikemia ketoasidosis maupun non ketoasidosis.

Penanganan yang komprehensif dan bersifat membangun kesadaran serta membentuk kebiasaan baik harus dilakukan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk (bad habits) menjadi kebiasaan-kebiasaan baik (good habits) karena individu dibentuk oleh apa yang individu tersebut lakukan berulang-ulang. Pengendalian glukosa darah pada DM harus dilakukan secara komprehensif mencakup 5 pilar dapat dikelompokkan dalam terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis pada pasien DM adalah obat hipoglikemik oral (OHO) dan insulin.

Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah diet dan latihan fisik. Berbagai macam terapi nonfarmakologi terus berkembang. Pemantauan kadar glukosa darah secara teratur edukasi dan konseling merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam upaya pengendalian kadar glukosa darah.

Perawat mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pemberi pelayanan keperawatan, perawat harus mematuhi semua standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh rumah sakit serta harus menerpkan prinsip-prinsip etik. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus meliputi peran care giver, konselor, edukator, advokator yang berorientasi pada kebutuhan dan kesehatan pasien. Perawat yang berperan sebagai edukator dan konselor dalam meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga untuk melakukan penatalaksanaan diabetes terpadu. Peran perawat tersebut dilakukan melalui intervensi keperawatan tentang manajemen keperawatan pasien diabetes melitus.

Diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan skill perawat dalam memberikan asuhan keperawatn diabetes melitus.

Kegiatan yang dilakukan berupa upaya peningkatan pengetahuan dan skill perawat konsep dan tatalaksana diabetes melitus dan upaya peningkatan pengetahuan dan skill asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe 2 berbasis SDKI, SLKI dan SIKI melalui pelatihan. Dilengkapi dengan upaya penyusunan buku saku perawatan diabetes melitus untuk perawat yang dapat dijadikan acuan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus. Sasaran kegiatan ini

(14)

6

adalah perawat yang bekerja di rumah sakit. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas perawatan pada pasien diabetes melitus yang dirawat di rumah sakit. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah artikel ilmiah dipublikasi di jurnal terakreditasi, publikasi pada web/sosmed repository perguruan tinggi, peningkatan pengetahuan perawat tentang konsep penyakit dan tatalaksana diabetes melitus, peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitu, peningkatan kualitas asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus, buku saku perawatan diabetes melitus untuk perawat.

(15)

7 BAB III PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. ¹ DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. ² DM adalah suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal atau hiperglikemia secara menahun. ³ Hiperglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa darah puasa ≥126 mg/dl dan kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. ⁴

Ada 2 tipe DM yaitu DM tipe 1 yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin yang dihasilkan sel beta pankreas sehingga pasien tergantung pada terapi insulin dan DM tipe 2 adalah DM yang sebabkan oleh tidak efektifnya penggunaan insulin oleh sel (Perkeni, 2011). Prevalensi DM yang terbanyak adalah DM tipe 2 dengan presentasi kejadian 90%-95%. ⁴ WHO kasus baru DM akan mencapai 80% di negara-negara berkembang pada tahun 2025. International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa pada tahun 2015 jumlah pasien DM di dunia akan mencapai 415 juta jiwa. Jika penanganan DM tidak ditangani secara optimal maka jumlah kasus diperkirakan pada tahun 2040 akan meningkat menjadi 642 juta.⁵ Di Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 8,4 juta pasien DM dan diproyeksikan tahun 2030 berjumlah 21,3 juta. ⁴

(16)

8

Manifestasi klinis DM tergantung pada tingkat hiperglikemia yang dialami oleh pasien. Manifestasi DM pada umumnya adalah poliphagia (banyak makan), polidipsi (banyak minum), poliuria (sering BAK). Penderita DM juga mengalami gejala lainnya yaitu berat badan menurun, keletihan, kelemahan, tiba-tiba terjadi perubahan pandangan, kebas pada tangan/kaki, kulit kering, luka sulit sembuh dan sering muncul infeksi. Kondisi Ini menunjukkan kadar glukosa darah tidak terkontrol dan jika tidak dilakukan penanganan yang tepat, lama kelamaan timbul penyulit yang dapat terjadi pada semua pembuluh darah, di antaranya pembuluh darah otak, pembuluh darah mata, pembuluh darah ginjal dan lain-lain.⁶ˈ¹³ Jika sudah terjadi penyulit maka usaha menormalkan sangat sulit, karena itu pencegahan dini sangat diperlukan. DM dapat dicegah sedini mungkin dengan mempertahankan pola makan sehari-hari sehat seimbang dangan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan tinggi karbohidrat, protein dan lemak, mempertahankan BB ideal sesuai umur dan TB, serta olahraga teratur.²ˈ⁷

Di negara berkembang, diabetes mellitus sampai saat ini masih merupakan faktor yang terkait sebagai penyebab kematian sebanyak 4- 5 kali lebih besar.

Menurut estimasi data WHO maupun IDF, prevalensi diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2000 adalah sebesar 5,6 juta penduduk, tetapi pada kenyataannya ternyata didapatkan sebesar 8,2 juta. Tentu saja hal ini sangat mencengangkan para praktisi, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan secara komprehensif di setiap sektor terkait.³ Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Diabetes Mellitus (DM) biasanya berjalan lambat dengan gejala-gejala yang ringan sampai berat, bahkan dapat menyebabkan kematian

(17)

9

akibat baik komplikasi akut maupun kronis. Dengan demikian Diabetes bukan lah suatu penyakit yang ringan. Menurut beberapa review, Retinopati diabetika, sebagai penyebab kebutaan pada usia dewasa muda, kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan stroke sebesar 2-4 kali lebih besar , Nefropati diabetic, sebagai penyebab utama gagal ginjal terminal, delapan dari 10 penderita diabetes meninggal akibat kejadian kardiovaskuler dan neuropati diabetik, penyebab utama amputasi non traumatic pada usia dewasa muda.²ˈ⁸ˈ⁹

Perawatan DM bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa darah.

Pengendalian glukosa darah dipengaruhi beberapa faktor yaitu keseimbangan fisiologis hormon yang dapat menurunkan kadar glukosa darah yaitu insulin dan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah yaitu glukagon, epinefrin, glukokortikoid dan hormon pertumbuhan. Kadar glukosa darah juga dipengaruhi oleh diet, obesitas, aktifitas fisik dan keseimbangan emosi atau stress. ¹⁰ Stres salah satu faktor yang sulit dihindari dan mempengaruhi kadar glukosa darah. Stres menyebabkan produksi berlebih pada hormon glukagon dan kortisol yang dan kondisi ini dapat meningkatkan produksi glukosa oleh hati dan mengganggu penggunaan glukosa dalam jaringan otot serta lemak. ¹¹

Dibutuhkan manajemen yang komprehensif untuk mengendalikan kadar glukosa darah pasien DM supaya tidak menimbulkan berbagai komplikasi, baik komplikasi akut maupun kronik. Beberapa komplikasi akut yang sering terjadi adalah koma hipoglikemia, hiperglikemia ketoasidosis maupun non ketoasidosis.²ˈ¹¹ Penanganan yang komprehensif dan bersifat membangun kesadaran serta membentuk kebiasaan baik harus dilakukan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk (bad habits) menjadi kebiasaan-kebiasaan baik (good habits) karena individu

(18)

10

dibentuk oleh apa yang individu tersebut lakukan berulang-ulang. Pengendalian glukosa darah pada DM harus dilakukan secara komprehensif mencakup 5 pilar dapat dikelompokkan dalam terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis pada pasien DM adalah obat hipoglikemik oral (OHO) dan insulin. ²ˈ¹⁴ Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah diet dan latihan fisik. Berbagai macam terapi nonfarmakologi terus berkembang. ²ʼ¹⁸ Pemantauan kadar glukosa darah secara teratur edukasi dan konseling merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam upaya pengendalian kadar glukosa darah. ²ˈ¹⁹

Perawat mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan patient safety di rumah sakit. Sebagai pemberi pelayanan keperawatan, perawat harus mematuhi semua standar pelayanan, SOP yang telah dibuat dan ditetapkan oleh rumah sakit serta harus menerpkan prinsip-prinsip etik. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus meliputi peran care giver, konselor, edukator, advokator yang berorientasi pada kebutuhan dan kesehatan

pasien. Perawat yang berperan sebagai edukator dan konselor dalam meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga untuk melakukan penatalaksanaan diabetes melitus secara terpadu ¹⁵ʼ¹⁶

Peran perawat tersebut dilakukan melalui intervensi keperawatan tentang manajemen keperawatan pasien diabetes melitus. Pendidikan kesehatan tidak hanya dapat diberikan pada pasien tetapi juga dapat diberikan keluarga. Strategi utama upaya prevensi terhadap kejadian DM adalah dilakukannya kegiatan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mengurangi disabilitas serta mengaktualisasikan potensi kesehatan yang dimiliki oleh individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. ¹⁴ Pendidikan kesehatan dapat

(19)

11

dikatakan efektif apabila dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, menyempurnakan sikap, meningkatkan keterampil- an, dan bahkan mempengaruhi perubahan di dalam perilaku atau gaya hidup individu, keluarga, dan kelompok diabetisi. ¹⁵ Pendidikan kesehatan diharapkan dapat mengubah perilaku diabetisi untuk patuh terhadap saran pengelolaan DM secara mandiri.¹⁶

Pendidikan kesehatan atau edukasi yang banyak berkembang yaitu Diabetes Self-Management Education (DSME).DSME merupakan suatu proses memberikan pengetahuan kepada pasien mengenai aplikasi strategi perawatan secara mandiri untuk mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.¹⁴ Tujuan dari DSME adalah mendukung pengambilan keputusan, perilaku perawatan diri, pemecahan masalah, dan kolaborasi aktif dengan tim kesehatan untuk memperbaiki hasil klinis, status kesehatan, dan kualitas hidup ¹⁴ American Diabetes Association juga mendefinisikan DSME sebagai proses berjalan

untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk perawatan Diabetes serta meningkatkan proses decision-making yang dimiliki oleh penderita diabetes. ¹⁴ʼ¹⁷

Rumah sakit Tugu Ibu salah satu rumah sakit di wilayah Cimanggis Depok merupakah salah satu rumah sakit yang menjadi tempat pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kepada berbagai pasien termasuk pasien dengan diabetes melitus. Jumlah pasien yang dirawat dengan diabetes melitus cukup banyak dibandingkan dengan berbagai penyakit lainnya. Upaya pengendalian kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 di rumah sakit Tugu Ibu Cimanggis meliputi pemberian OHO, insulin, pengaturan diet dan edukasi. Perlunya manajemen perawatan yang komprehensif, dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus

(20)

12

yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan fisik saja, Berbagai upaya pengendalian kadar glukosa darah terus berkembang, termasuk diantarannya tarapi komplementer. Demikian juga pemahaman perawat tentang asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien diabetes melitus harus ditingkatkan. Pendekatan asuhan keperawatan yang telah dikembangkan oleh PPNI melalui SDKI, SLKI dan SIKI harus menjadi acuan perawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus.²¹ʼ²²ʼ²³ Perawat harus bekerja sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang telah ditetapkan. Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam meberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus harus terus dilakukan, sehingga kualitas asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus dapat ditingkatkan.²⁰ Berdasarkan berbagai fenomena diatas maka kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus di rumah sakit Tugu Ibu penting untuk dilaksanakan.

2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan skill perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus 2.

a. Meningkan pengetahuan perawat tentang konsep penyakit diabetes melitus

b. Meningkatakan pengetahuan perawat tentang konsep tatalaksana diabetes melitus c. Meningkatkan pengetahuan perawat tentang konsep SDKI, SLKI dan SIKI dalam

asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus

d. Meningkatkan skill perawat dalam perawatan pasien diabetes melitus

(21)

13 3. Rumusan Masalah

Perlunya manajemen perawatan yang komprehensif, dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan fisik saja, Berbagai upaya pengendalian kadar glukosa darah terus berkembang, termasuk diantarannya tarapi komplementer. Demikian juga pemahaman perawat tentang asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien diabetes melitus harus ditingkatkan. Pendekatan asuhan keperawatan yang telah dikembangkan oleh PPNI melalui SDKI, SLKI dan SIKI harus menjadi acuan perawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus.

Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam meberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus harus terus dilakukan, sehingga kualitas asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus dapat ditingkatkan. Berdasarkan berbagai fenomena diatas maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merumuskan maslah “Bagaimanakah upaya peningkatan pengetahuan dan skill perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe di Rumah Sakit Tugu Ibu?”

4. Manfaat

Adapun manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:

a. Pelayanan keperawatan

Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan skill perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.

b. Perkembangan ilmu keperawatan

(22)

14

Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dijadikan acuan dalam mengembangkan ilmu keperawatan khususnya tentang cara pengendalian kadar glukosa darah penderita DM tipe 2 melalui terapi farmakologi dan non farmakologi. Hasil kegiatan ini juga dapat dijadikan masukan dalam penyusunan kurikulum pendidikan keperawatan serta dijadikan masukan dalam konteks praktis aplikasi promosi kesehatan pada mahasiswa keperawatan.

(23)

15 BAB IV

SOLUSI PERMASALAHAN

Solusi permasalahan yang telah dilakukan diuraikan secara lengkap pada tabel di bawah ini:

Tabel 1. Solusi Permasalahan

No Masalah Solusi Keterangan

1 Pasien DM yang dirawat di RS Tugu Ibu cenderung tinggi dan meningkat

1. Upaya peningkatan pengetahuan dan skill perawat konsep dan tatalaksana diabetes melitus

2. Upaya peningkatan pengetahuan dan skill asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe 2 berbasis SDKI, SLKI dan SIKI 3. Penyusunan buku saku perawatan diabetes melitus untuk perawat

4. Pendampingan penerapan asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI dan SIKI

1. Kegiatan pelatihan I,

Upaya peningkatan pengetahuan perawat tentang konsep diabet 2. Kegiatan

Pelatihan III Upaya peningkatan

pengatahuan dan skill perawat tentang talaksana Diabetes

3. Kegiatan pelatihan II, Upaya peningkatan pengetahuan dan skill asuhan keperawatan diabetes berbasis SDKI, SLKI dan SIKI

4. Pemberian buku saku perawat diabetes melitus untuk perawat dalam bentuk soft copy

2 Pasien DM umumnya datang ke RS Tugu Ibu dengan keluhan berat dan sudah mengalami

komplikasi

3 Pengetahuan dan skill perawat yang perlu di update mengikuti perkembangan ilmu keperawatan

4 Keterbatasan kegiatan pengembangan dan peningkatan pengetahuan dan skill perawat secara reguler

(24)

16 BAB V.

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dalam bentuk pelatihan tentang upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mengendalian kadar glukosa darah dan asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI dan SIKI pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pelatihan ini dilakukan dalam 3 kali kegiatan. Adapun tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut:

1. Tahap pertama (Laporan dan pengajuan izin)

a. Pengajuan laporan/izin kepada pihak mitra yaitu bidang perawatan rumah sakit Tugu Ibu Cimanggis.

b. Mendapatkan izin kegiatan dari direktur rumah sakit Tugu Ibu Cimanggis 2. Tahap kedua (Rapat koordinasi)

Rapat koordinasi dengan pihak mitra dalam rangka melalukan persiapan kegiatan meliputi

a. Persiapan tempat b. Persiapan peserta c. Persiapan acara

d. Evaluasi dan tindak lanjut 3. Tahap ketiga (Pelaksanaan)

Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan 3 tahap:

a. Tahap pertama dengan tema upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tatalaksana diabetes melitus. Kegiatan ini dilaksanakan dalam

(25)

17

bentuk ceramah, diskusi, simulasi. Pada tahap ini yang akan menjadi nara sumber adalah ibu Sulastri, SKp, M.Kep. Narasumber ini memiliki kepakaran dibidang keperawatan medical bedah, keperawatan gawat darurat dan juga memiliki kepakaran khusus di bidang keperawatan endokrin. Beberapa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dalam bidang keperawatan endokrin.

b. Pelaksanaan tahap kedua dengan tema upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat tentang tatalaksana perawatan diabet. Narasumber kegiatan ini Harjati, SST, M.Kes. Narasumber memiliki kepakaran keperawatan medical bedah.

c. Pelaksanaan tahap ketiga dengan tema upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan perawatan dan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus berbasis SDKI, SLKI dan SIKI.

Narasumber pada kegiatan ini adalah ibu Sulastri, SKp, M.Kep.

4. Tahap evaluasi dan tindak lanjut

Kegiatan evaluasi ini telah dilakukan dengan menyebarkan google form yang berisi pertanyaan tentang kogninitif (aspek pengetahuan) peserta tentang konsep penyakit, diabetes melitus, tata laksana dan juga mencakup konsep asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI dan SIKI. Pertanyaan juga akan mengevaluasi aspek prosedur knowledge terkait dengan keterampilan yang berhubungan dengan tatalaskana diabetes melitus. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini pembuatan buku saku perawatan diabetes melitus yang akan di Hakikan dan dibagikan kepada perawat di RS. Tugu Ibu Cimanggis. Tindak lanjut oleh mitra adalah

(26)

18

menerapkan perawatan pasien diabetes melitus sesuai pendekatan SDKI, SLKI dan SIKI.

(27)

19 BAB VI.

LUARAN DAN TARGET CAPAIAN

Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:

1. Artikel ilmiah dipublikasi di jurnal terakreditasi sinta 2. Publikasi pada web/sosmed/repository perguruan tinggi 3. Video kegiatan yang akan di share di youtube dan sosmed

4. Peningkatan pengetahuan dan skill perawat tentang penyakit dan tatalaksana diabetes melitus

5. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat medalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus

6. Peningkatan kualitas asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus 7. Buku saku perawatan diabetes melitus untuk perawat

(28)

20 BAB VII

REALISASI ANGGARAN

Realisasi anggaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara terperinci pada tabel di bawah ini:

Tabel 2. Realisasi Anggaran Kegiatan

NO KEGIATAN ANGGARAN REALISASI

1 Honor Reviewer 150.000 150.000

2 Transportasi rapat dengan mitra 200.000 200.000 3 Pelaksanaan

a. Transport dan honor pembicara

1.300.000 1.290.000

b. Honor MC 150.000 150.000

c. Sambutan Kepala Bidang Perawatan

150.000 150.000

4 Evaluasi dan tindak lanjut 100.000 100.000

5 Spanduk 80.000 80.000

6 Konsumsi 3x pertemuan 900.000 750.000

7 Doorprize 3 buku x 43.500 130.000 130.000

8 Pembuatan artikel dan publikasi jurnal terakreditasi

1.000.000 1.000.000 9 Jasa pembuatan proposal dan

laporan

1.000.000 1.000.000

Total 5.000.000

(29)

21 BAB VIII

PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengalami perubahan dari jadwal kegiatan yang telah disusun. Secara terperinci pada tabel di bawah ini:

Tabel 3. Pelaksanaan Kegiatan

No Waktu Kegiatan Keterangan Realisasi

1 5 Nop 2021 Penyusunan proposal Ketua pengusul Sesuai 2 8-12 Nop 2021 Persetujuan proposal PPM dan

Direktur

Sesuai 3 15-19 Nop 2021 Pengajuan izin ke pihak mitra Ketua pengusul Sesuai 4 25-26 Nop 2021 Rapat koordinasi dan persiapan Pihak pengusul

dan mitra

Sesuai 5 1, 8 dan 15 Des

2021

Pelaksanaan pelatihan Pihak pengusul, mirta dan perawat sebagai peserta

Mundur 1 minggu menjadi 8, 15 dan 22 Desember 2021

6 16, 17, 20 Des 2021

Evaluasi dan tindak lanjut Pengusul Dilaksanakan 28- 29 Desmebr 2021 7 21-31 Des 2021 Penyusunan laporan Pengusul Dilaksanakan 3- 20 Januari 2022 8 3-31 Jan 2021 Penyusunan produk output dan

Haki

Ketua pengusul Dilaksanakan 20- 31 Januari 2022 tapi tidak di Haki kan karena keterbatasan biaya 9 1-20 Feb 2022 Penyusunan manuscript dan

publikasi

Ketua pengusul Dilaksnakan 1-28 Februari 2022

Tabel 4. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan

No Tanggal Pukul Tema Nara Sumber Jumlah

Peserta 1 8 Desember

2021

09.00-11.00 WIB

Konsep Diabet dan

Komplikasi

Sulastri, SKp, M.Kep

20 peserta

2 15 Desember 2021

09.00-11.00 WIB

Tata laksana diabet dan komplikasi

Harjati, SST, M.Kes

20 peserta

(30)

22 3 22 Desember

2021

09.00-11.00 WIB

Asuhan keperawatan diabet berbasis SDKI, SLKI, SIKI

Sulastri, SKp, M.Kep

20 peserta

DAFTAR PUSTAKA

1. Word Health Oganitation. (2019). Classification of Diabetes Mellitus.

https://www.who.int /publications /i/item/classification-of-diabetes-mellitus.

2. Soelistijo, dkk. (2015). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkeni.

3. Kementerian Kesehatan RI, (2018). Penyakit Diabetes Melitus.

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes- melitus/page /10/apa-itu-penyakit-diabetes-melitus-dm.

4. Suyono S. (2006). Diabetes Mellitus di Indonesia. Dalam : Aru W Sudoyo dkk.

(editor) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 4th Ed. Pusat. Jakarta: Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. 1874-8.

5. Perkeni (2011). Konsensus pencegahan dan pengeloaan diabetes di Indonesia tahun 2011. http:// www.scribd.com/doc/73323977/consensus-Dm-Tipe-2- Indonesia-2011.

6. Ramachandran, A. (2014) Know the signs and symptoms of diabetes. Indian J Med Res 2014 Nov; 140(5): 579–581.

7. Skyler, J.S. et al (2017). Differentiation of Diabetes by Pathophysiology, Natural History, and Prognosis Diabetes. ADA: 2017 Feb; 66(2): 241-255.https://doi.org/

10.2337/db16-0806

8. Kaku, K. (2010). Pathophysiology of Type 2 Diabetes and its Treatment Policy.

Japan Medical Association Journal 53(1):41-46.

9. Smeltzer, S.C & Bare, B.G. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Volume 1 - Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC

10. Febrinasari, R.P., et al. (2015). Buku Saku Diabetis Melitus Untuk Awam.

Surakarta: UNS Press.

11. Khardori, R. (2021). Type 2 Diabetes Mellitus. https://emedicine.medscape.com /article/117853-overview

12. Arifin, A.l., Natalia, N., & Kariadi, S.H.K.S. (2009). Krisis Hipergilkemia pada Diabetes Melitus. Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran RS Dr Hasan Sadikin Bandung. https://pustaka.unpad.ac.id/wp- content/uploads/2009/10/ krisis_hiperglikemia_pada_diabetes_melitus.pdf 13. Bonds, D.E., et al. (2010). The association between symptomatic, severe

hypoglycaemia and mortality in type 2 diabetes: retrospective epidemiological analysis of the ACCORD study. BMJ (Clinical research ed.) 2010 340.

14. Masithoh, R. F & Priyanto, S. (2017). Optimalisasi Self Monitoring Blood Glucose Pasien Diabetes Melitus Dalam Melakukan Deteksi Episode Hipoglikemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Magelang. Urecol, 73- 82, ISSN 24079189.sequence=1&isAllowed=y

(31)

23

15. American Diabetes Association (2020). Microvascular Complications and Foot Care: Standards of Medical Care in Diabetes−2020. Diabetes Care 2020 Jan; 43(Supplement 1): S135-S151.https://doi.org/10.2337/dc20-S011

16. Kindred Healthcare (2013) Pathophysiology of Diabetes Mellitus.

https://www.kindredhealthcare .com/resources/blog-kindred- continuum/2013 /11/07/pathophysiology-of-diabetes-mellitus

17. Papatheodorou, K., Banach, M., Bekiari, E.,Rizzo, M., & Edmonds, M. (2018).

Complications of Diabetes 2017. Diabetes Res. 2018; 3086167. Published online 2018 Mar 11. doi: 10.1155/2018/3086167

18. Chawla, A., Chawla, R., & Jaggi, S. (2016). Microvasular and macrovascular complications in diabetes mellitus: Distinct or continuum? Indian J Endocrinol Metab. 2016 Jul-Aug; 20(4): 546–551. doi: 10.4103/2230-8210.183480

19. Umpierrez, G.E. (2014). Therapy for Diabetes Mellitus and Related Disorders. 6th ed. Alexandria, VA, American Diabetes Association.

20. Alfaddaand, A & Khalid A. Bin Abdulrahman. (2006). Assessment of Care for Type 2 Diabetic Patient at The Primery Care Cliniics of Referral Hospitas.

Family Community Med. 2006 Jan-Apr; 13(1): 13–18.

21. American Diabetes Association. (2019) Standards of Medical Care in Diabetes- 2019. Diabetes Care. 2019;38 (Sppl 1): S1-S87.

22. American Association of Clinical Endocrinologists and American College of Endocrinology. (2015). Clinical Practice Guidelines for Developing a Diabetes Mellitus Comperehensive Care Plan. Endocrinbe Practice. 2015;21 (sppl1):1-87 23. Suciana F, Daryanti, Marwanti, Arifianto D. (2019). Penatalaksanaan 5 Pilar

Pengendalian DM terhadap Kualitas Hidup Pasien DM tipe 2. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal; vol 9(4): 311-318

24. Vera, M. (2021). What are the nursing care plans and nursing diagnosis for diabetes mellitus (DM)? https://nurseslabs.com/diabetes-mel. By .Updated on May 15, 2021

25. PPNI (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: definisi dan indicator diagnosis. 1 st Ed. Jakarta: DPP PPNI

26. PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: definisi dan kriteria hasil keperawatan. 1 st Ed. Jakarta: DPP PPNI

27. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. 1 st Ed. Jakarta: DPP PPNI

(32)

24

LAMPIRAN 1: SURAT-SURAT

(33)

25

(34)

26

LAMPIRAN 2

DAFTAR HADIR PESERTA PELATIHAN

(35)

27

(36)

28

(37)

29

(38)

30

(39)

31

(40)

32 LAMPIRAN 3

LAPORAN KEUANGAN

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERAWAT RS. TUGU IBU DALAM MENINGKATKAN KEMAPUAN PERAWATAN PASIEN DIABETES

KETUA PELAKSANA: SULASTRI, SKp, M.Kep ANGGOTA: HARJATI, SST, M.Kes

MITRA: RS. TUGU IBU CIMANGGIS DEPOK WAKTU: 8, 15 DAN 22 DESEMBER 2021

NO KEGIATAN ANGGARAN REALISASI

1 Honor Reviewer 150.000 150.000

2 Transportasi rapat dengan mitra 200.000 200.000 3 Pelaksanaan

a. Transport dan honor pembicara

1.300.000 1.290.000

b. Honor MC 150.000 150.000

c. Sambutan Kepala Bidang Perawatan

150.000 150.000

4 Evaluasi dan tindak lanjut 100.000 100.000

5 Spanduk 80.000 80.000

6 Konsumsi 3x pertemuan 900.000 750.000

7 Doorprize 3 buku x 43.500 130.000 130.000

8 Pembuatan artikel dan publikasi jurnal terakreditasi

1.000.000 1.000.000 9 Jasa pembuatan proposal dan

laporan

1.000.000 1.000.000

Total 5.000.000

Jakarta, 28 Februari 2022 Ketua Pelaksana

Sulastri, SKp, M.Kep

(41)

33

LAMPIRAN 4. DOKUMENTASI KEGIATAN

(42)

34

(43)

35

(44)

36

(45)

37

(46)

38

LAMPIRAN 5.

HASIL EVALUASI KEGIATAN

MENGGUNAKAN KUESIONER GOOGLE FORM

1. Penguasaan peserta terhadap materi pelatihan a. Tujuan jangka pendek penatalaksanan diabetes

b. Komplikasi akut yang dapat terjadi pada pasien diabetes

90 10

Jawaban benar Jawaban salah

85 15

Jawaban Benar Jawabann Salah

(47)

39 c. Sasaran penatalaksanaan pasien diabetes

d. Upaya pengendalian nonfarmakologi pada diabetes

e. Lama efek perubahan terapi yang dapat dinilai dengan pemeriksaan HbA1C

85 15

Jawaban Benar Jawaban Salah

75 25

Jawaban benar Jawab Salah

(48)

40 f. Masalah keperawatan prioritas pada diabetes

g. Intervensi keperawatan untuk mengatasi maslah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah

85 15

Jawaban Benar Jawaban Salah

80 20

Jawaban Benar Jawaban Salah

(49)

41

h. Faktor resiko masalah keperawatan risiko disfungsi neurovaskuler perifer pada diabetes.

i. Kriteria hasil utama masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah

85 15

Jawaban benar Jawaban salah

90 10

Jawaban benar 2nd Qtr

(50)

42 j. Pilar pertama pengendalia diabetes

80 20

Jawaban benar Jawaban salah

100 0

Jawaban benar Jawaban salah

(51)

43

2. Hasil Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan

0 20 40 60 80 100 120

Tema sesuai Pemateri menyiapkan materi dengan

baik

Pemateri menguasai materi dengan

baik

Pelatihan bermanfaat bagi

perawat

Ketepatan waktu pelaksanaan

sesuai

Peserta termotivasi dengan baik

Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan

Ya Tidak

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan dapat membantu dan memberikan ilmu pengetahuan yang lebih mendalam khususnya kepada para petugas keuangan Pondok

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran fiqih bab zakat pada peserta didik kelas VIII di MTsN 3 Kota Banjarmasin

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan karuniaNya, Saya dapat menyelesaikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Pembibitan Durian

Asabri (Persero), yang telah memberikan kesempatan kepada Saya untuk menjadi narasumber pada pelatihan Financial Forecasting dalam meningkatkan kinerja

Laporan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul BERBAGI ILMU YANG BERMANFAAT UNTUK GENERASI MUDA (Pembelajaran Ilmu-ilmu Komunikasi terhadap Pelajar

• Klik tombol properties yang ada pada control toolbox, kemudian pada tampilan properties klik pada bagian Movie kemudian isikan nama file flash yang ingin

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan dapat membantu dan memberikan ilmu pengetahuan yang lebih mendalam khususnya kepada para petugas dan guru Pondok

Ponpes Satu Atap (PSA) Nurul Amal Kenteng Bandungan Kabupaten Semarang merupakan pondok yang didirikan oleh seorang ulama bernama H. Beliau memiliki jalinan kerjasama