• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan dan pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks di mana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya adalah pendidik, materi pelajaran, media pembelajaran lingkungan. Pendidik merupakan komponen pembelajaran yang memegang peran penting dan utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor pendidik.

Masitoh (2004:5.10) menyatakan bahwa “Proses belajar mengajar adalah proses komunikasi pendidikan”. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri di mana pendidik dan anak didiknya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Pendidikan TK merupakan jembatan antara lingkungan keluarga dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas yaitu sekolah dasar dan lingkungan lainnya.

Menurut Moeslichatoen (2004:9.4) “Melalui kegiatan bermain anak dapat mengembangkan kreativitasnya, yaitu melakukan kegiatan yang mengandung kelenturan memanfaatkan imajinasi atau ekspresi diri, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah, mencari cara baru dan sebagainya dan melalui permainan anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya seperti membina hubungan dengan anak lain, bertingkah laku sesuai dengan tuntutan masyarakat, menyesuaikan diri dengan teman sebaya dapat memahami tingkah lakunya sendiri, kelompok dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Melalui bermain anak dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, sosial, nilai dan sikap hidup”.

Berbagai pembelajaran yang terdapat di Taman Kanak-Kanak, diantaranya adalah permainan balok. Di dalam permainan baalok dikenal juga permainan balok geometris, yaitu permainan balok yang mengarah pada penyusunan balok sehingga dapat menjadi

(2)

2

sebuah bentuk atau model yang memiliki makna dan arti psikis anak. Bentuk balok geometris adalah kubus, lingkaran, balok, pipa, prisma, segitiga, dan sebagainya.

Menurut Soemiarti P (2000:116) “Bermain membangun balok-balok akan menghasilkan beberapa pengalaman bagi anak. Melalui bermain balok, anak- anak mendapatkan kesempatan melatih kerja sama dan tangan serta koordinasi fisik. Selain itu anak akan belajar berbagai konsep matematika, melalui keseimbangan yang diperlukan dalam membangun gedung yang disusun.

Melalui bermain, anak akan mengenalkan balok yang sama, atau yang dua kali lebih panjang dari balok lain dan berbagai ukuran lain”.

Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak TK. Dengan bermain anak dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan anak dalam dimensi yaitu motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi sosial nilai dan sikap hidup. Bermain dapat membawa harapan dan antisipasi tentang dunia yang memberikan dan memungkinkan anak berkhayal, Seperti sesuatu atau seseorang. Jadi bermain merupakan cermin perkembangan anak.

Hildayani (2004:4.3) menjelaskan bahwa “Bermain merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan karena itu akan lebih mudah bagi anak untuk menyerap berbagai informasi baru yang ia tanggapi dengan sikap yang positif dan tanpa paksaan”.

Ada lima karakteristik bermain anak menurut Widarmi D (2008:8.13) yaitu: “1.

Bermain merupakaan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai yang positif bagi anak, 2. Bermain berasal dari motivasi yang muncul dari dalam diri si anak, 3. Bermain sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban, 4. Bermain senantiasa melibatkan peran aktif anak, 5. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain”.

Di dalam bermain balok dikenal juga permainan balok geometris, yaitu permainan balok yang mengarah pada penyusunan balok sehingga dapat menjadi sebuah bentuk atau model yang memiliki makna dan arti psikis anak. Bentuk balok geometris adalah

(3)

3

kubus, lingkaran, balok, pipa, prisma, segitiga dan sebagainya. Di Taman kanak-kanak Mawar sendiri bermain balok adalah merupakan suatu permainan yang cukup efektif.

Yaitu dengan adanya perasaan senang dan gembira dengan balok-balok yang dibangunnya. Permainan balok cukup penting bagi anak untuk mengembangkan potensi-potensi yang terkait dengannya, seperti potensi kognitif, emosional, motorik, visual, dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan Pengembangan Kegiatan bermain balok dalam meningkatkan kemampuan mengenal Bentuk Geometris anak di Taman Kanak-Kanak Mawar Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar?

C. Tujuan Pengembangan

Tujuan dalam pengembangan adalah untuk mengkaji penerapan Kegiatan Bermain dalam meningkatkan kemampuan geometris anak di Taman Kanak-Kanak Mawar Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar

D. Manfaat Pengembangan

Pengembangan diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri Taman Kanak-Kanak Mawar di Kec.

Biringkanaya Kota Makassar Tahun ajaran 2015/2016 melalui media balok : 1. Manfaat Teoritis

Hasil dari pegembangan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi informasi bagi pengembangan pembelajaran khususnya tentang Kegiatan Bermain Balok

(4)

4

dalam Meningkatkan Kemampuan mengenal Bentuk-bentuk Geometri Anak di Taman Kanak-kanak Mawar Kec. Biringkanaya Kota Makassar

2. Manfaat Praktis

Hasil dari pengembangan pembelajaran di TK Mawar Kec. Biringkanaya Kota Makassar Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

a. Bagi siswa, dengan menggunakan media balok, diharapkan siswa lebih meningkat motivasi belajarnya, sehingga peningkatan pengembangan kognitif anak di Taman Kanak-Kanak mampu mengenal bentuk-bentuk geometri.

b. Bagi Guru, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya meningkatkan kemampuan dalam pengenalan bentuk geometri dengan pemeblajaran yang aktif, kreatif dan inovatif untuk perbaikan proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan kognitif anak.

c. Bagi Sekolah, sebagai bahan masukan bagi lembaga penyelenggara PAUD

pada umumnya dam khususnya untuk TK Mawar untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui kegiatan bermain dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Referensi

Dokumen terkait

Murid dapat menguasai Kemahiran Proses Sains yang sentiasa diuji dalam penilaian matapelajaran Sains. TEMPOH : Januari

Pada pelaksanaannya, proses pembelajaran mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik dilaksanakan dengan metode konvensional, seperti menjelaskan materi secara

[r]

Kepatuhan perawat profesional adalah sejauh mana perilaku seorang perawat sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan pimpinan perawat ataupun pihak rumah sakit

[r]

Pendapatan masyarakat di Kelurahan Karanganyar cukup untuk memenuhi memenuhi kebutuhan setiap kepala keluarga, Gaya hidup di Kelurahan Karanganyar berada pada

Hal ini dapat terjadi karena semakin banyak jumlah rapat dewan komisaris akan memperlambat proses pengambilan keputusan, sehingga menyebabkan inefisiensi dalam fungsi pengawasan

Penelitian tersebut mengelompokkan kabupaten/kota di Jawa Tengah menjadi tiga kelompok berdasarkan variabel indikator kemiskinan yaitu jumlah penduduk, kepala rumah