• Tidak ada hasil yang ditemukan

MLM (Multi Level Marketing) Genre

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MLM (Multi Level Marketing) Genre"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MLM (Multi Level Marketing) Genre

Solusi Mengurangi Pernikahan Usia Dini Pada Remaja

Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (Dinas KB dan PP) Kabupaten Pasuruan memiliki visi yakni menuju Kabupaten Pasuruan yang Sejahtera, Maslahat, dan Berdaya Saing, dan memiliki misi yang merujuk pada Misi ke 5 Bupati yaitu"

Meningkatkan Pelayanan Dasar terutama Pelayanan Kesehatan, Pemukiman dan Pendidikan dengan Mengintegrasikan Pendidikan Formal dan Non Formal sebagai wujud afirmasi Pendidikan Karakter di Kabupaten Pasuruan". Sesuai Peraturan Bupati Pasuruan No. 52 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tatat Kerja Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Pasuruan bahwa mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah di bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana serta bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta tugas pembantuan.

Trend angka remaja yang menikah dini di Jawa Timur dapat dikatakan cukup tinggi, bahkan angka tersebut diatas rata-rata Nasional. Remaja Jawa Timur yang menikah dini

(2)

diangka 53 per 1000, sementara angka rata-rata Nasional 48 per 1000. Kasus tersebut yang terbanyak terjadi di wilayah TAPAL KUDA diantaranya Kabupaten Pasuruan. Peningkatan trend pernikahan usia dini di Kecamatan Bangil terjadi dengan jumlah yang tinggi, sesuai data Pencatatan dan Pelaporan Dinas KBPP Kabupaten Pasuruan yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangil menunjukkan trend peningkatan yaitu dari 110 kasus tahun 2015 menjadi 120 kasus pada tahun 2016. Kasus pernikahan usia dini ini khususnya terjadi pada populasi kunci yaitu remaja dengan orang tua bermasalah (Broken Home, keluarga dengan konflik), pergaulan remaja yang bebas dan tidak ada kontrol dari orang tua, kondisi sosial ekonomi orang tua yang rendah. Disamping peningkatan kasus pernikahan usia dini, permasalahan yang terjadi di masyarakat yakni:

1. Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya remaja untuk terlibat aktif mencegah pernikahan usia dini

2. Masyarakat lebih memilih menyembunyikan anggota keluarganya yang trelanjur hamil di luar nikah karena merupakan aib keluarga sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan khususnya pada ibu dan bayinya

3. Bagi masyarakat yang tinggal diwilayah pedesaan Kecamatan Bangil, masih melekatnya budaya masyarakat yang menganggap perempuan harus segera menikah, agar tidak dianggap sebagai perawan tua, menghindari zina, sebagai bagian dari agama untuk mensegerakan menikah.

Analisis yang dilakukan menemukan bahwasannya masalah yang terjadi berkaitan dengan tingginya angka Pernikahan Usia Dini pada remaja, dengan dampak terhadap masalah lain diantaranya peningkatan angka putus sekolah akibat menikah, resiko perceraian dan resiko peningkatan kehamilan yang patologis, kematian ibu dan bayi karena belum matangnya organ seksual wanita.

Mengatasi roblematika yang ada, Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (Dinas KB dan PP) memberikan sebuah solusi melalui program inovasi MLM Genre (Multi Level Marketing Generasi Keluarga Berencana). Inovasi MLM Genre merupakan system yang sederhana, unik namun komperehensif dan aplikatif yang mampu mengurangi pernikahan usia dini pada remaja.

Terkait dengan hal tersebut, maka Dinas KB dan PP dalam pelaksanaan program inovasi MLM GenRe menggunakan 4 pendekatan strategi yaitu :

1. Membentuk Komunitas GenRe Komunitas ini diawali dibentuk dari Tingkat Kecamatan, yang kemudian mereplikasi ketingkat kelurahan dan desa yang kemudian diberi nama PIK R/M (Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa). Keunikan dari komunitas ini adalah adanya prasyarat ikhrar tertulis dari tiap anggota untuk berkomitmen tidak menikah sampai usia 20 tahun

2. Safari GenRe Strategi ini berupa sosialisasi dan edukasi substansi generasi berencana GenRe ke sekolah dan remaja-remaja desa dengan bekerjasama lintas sektor

(3)

(Perangkat desa, tokoh masyarakat, karang taruna dan organisasi kepemudaan). Safari GenRe ini juga melibatkan DUTA GenRe sebagai ikon

3. Hello GenRe Strategi ini dilakukan untuk pencegahan pernikahan usia dini dengan memberikan kartu nama dan nomor telepon Tim Komunitas GenRe yang didesain khusus dengan Logo Salam GenRe kepada para remaja

4. Salam GenRe Strategi ini berupa pendekatan, silaturahmi dan pendampingan kepada remaja dan keluarga yang akan menikahkan remaja dibawah umur atau terlanjur menikah dini dengan melibatkan koordinator penyuluh KB, tokoh masyarakat, tokoh agama dan petugas kesehatan dengan menggunakan instrumen berupa Salam GenRe Card.

Dari program inovasi MLM GenRe selama 2 tahun memberikan dampak diantaranya : a. Penurunan kasus pernikahan usia dini

b. Penurunan angka putus sekolah akibat pernikahan usia dini c. Penurunan perceraian pernikahan usia dini

d. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)

Pelaksanaan inovasi MLM Genre ini tertuang dalam beberapa regulasi sebagai berikut:

a. Surat Keputusan Kepala Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil Nomor 440/08/424.214.012/2016 tentang Pembentukan PIK R Bina Asaka Kecamatan Bangil b. Surat Keputusan Kepala Desa Tambakan Kecamatan Bangil Nomor

440/03/424.214.2.012/2016 tentang Pembentukan PIK R Kalikunting Guyub Jaya Kecamatan Bangil.

Tahapan dari pelaksanaan inovasi Double Track ini meliputi:

1. Komunitas GenRe Proses pembentukan komunitas GenRe yang diberi nama Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kagoya dan Asaka (PIK-R Kagoya dan PIK-R Asaka) dimulai ditingkat Kecamatan Bangil sebagai pilot project inovasi ini. Komunitas GenRe tingkat kecamatan kemudian melakukan duplikasi komunitas-komunitas GenRe ditingkat kelurahan/desa melalui proses rekruitmen anggota GenRe baik secara langsung maupun via media sosial baik facebook, instagram, whatsapp group. Disamping proses rekruitmen, komunitas ini juga digunakan sebagai pengembangan diri (capacity building) dan pengembangan ketrampilan bagi para remaja

2. Safari GenRe Proses safari GenRe dilakukan melalui 2 cara yaitu : a. melalui media sosial (instagram (Ig : insangenrekabpasuruan), facebook (fb : Genre KabPasuruan), disamping itu sosialisasi juga dilakukan melalui Duta GenRe yang dapat dilihat di youtube. Kegiatan ini mempunyai tujuan agar informasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dapat

(4)

dengan mudah diakses oleh masyarakat luas khususnya menyasar kalangan anak-anak muda yang familiar dengan media sosial. b. safari dan penyuluhan langsung kepada masyarakat di wilayah pedesaan tentang pencegahan pernikahan usia dini. Pada Safari GenRe ini juga dilakukan pengkaderan remaja desa dari organisasi kepemudaan/karang taruna untuk menjadi anggota Komunitas GenRe agar bisa melakukan sosialisasi subtansi GenRe di lingkungannya agar nantinya menjadi front liner sosialisasi berikutnya

3. Hello GenRe. Penerapan Hello GenRe diawali dengan memberikan Kartu Hello GenRe kepada siswa/siswi SMP/SMA untuk diajak berpartisipasi aktif melakukan pencegahan pernikahan usia dini. Dalam perkembangannya Hello GenRe ini juga berguna untuk memberikan akselerasi pelaporan kasus pernikahan usia dini guna mempercepat tindak lanjut/penyelesaian permasalahan tersebut, sehingga memudahkan remaja untuk mendapatkan konsultasi secara privat. Disamping itu kartu Hello GenRe juga digunakan untuk sarana konsultasi bagi remaja dan pemberian informasi yang terbaru tentang subtansi GenRe (kependudukan dan pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, keterampilan hidup (life skill/ pengembangan diri), perencanaan kehidupan berkeluarga)

4. Salam GenRe Proses Salam GenRe (silaturahmi dan pendampingan generasi berencana) dimulai saat ditemukan informasi tentang remaja yang berusia < 20 tahun yang akan melaksanakan pernikahan, Tim komunitas GenRe dengan dibantu oleh koordinator PKB (penyuluh keluarga berencana), dan tokoh masyarakat akan melakukan upaya persuasif kepada remaja dan orang tua agar bisa menunda melakukan pernikahan usia dini. Apabila upaya persuasif tersebut tidak berhasil, remaja/orang tua tetap melalukan pernikahan maka dilakukan upaya pendampingan lanjutan dan edukasi untuk menunda kehamilan ataupun mempersiapkan kelahiran. Proses pendampingan lanjutan ini melibatkan peran aktif dan bekerjasama dengan petugas kesehatan/bidan desa. Pelaksanaan Salam GenRe ini kemudian didokumentasikan pada Salam GenRe Card, sehingga bisa mengetahui tentang progress kegiatan dari waktu ke waktu serta memantau perkembangan remaja baik secara fisik maupun psikologis.

Pendanaan pada inovasi MLM Genre ini disediakan oleh sumber dana APBD yang berkelanjutan melalui kegiatan yang mendukung inisiatif : Pembinaan PIK R : tahun 2016 : Rp 47.340.000; 2017: Rp 34.690.000; 2018: Rp 59.320.000. kegiatan ini merupakan pembinaan bagi remaja tentang kesehatan reproduksi dan kegiatan yang mendukung generasi berencana Sosialisasi PIK Remaja berbasis sekolah : tahun 2016 : Rp 47.525.000; 2017: Rp 40.000.000;

2018: Rp 40.000.000. Kegiatan ini mendukung penuh kegiatan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan dan safari GenRe. Selain itu secara teknis membutuhkan 2 unit Mobil Pelayanan KB dan 1 unit bus pelayanan KB digunakan untuk proses safari GenRe khususnya di daerah pedesaan. Serta 40 unit Sepeda motor KB digunakan oleh PKB/PLKB untuk membantu memberikan pelayanan safari GenRe.

(5)

Komputer/laptop/ponsel/printer juga dibutuhkan komunitas GenRe digunakan untuk proses komunikasi dan koordinasi pelaksanaan inovasi.

Dalam proses pelaksanaan inovasi MLM Genre melibatkan beberapa pihak, baik internal Dinas KBPP maupun lintas sektoral diantaranya sebagai berikut:

1. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/ PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana 2. BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur

3. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan

4. Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan uptd Kecamatan Bangil 5. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan

6. Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan

7. Tenaga Kesehatan/ Bidan Desa / Praktek Bidan Swasta / Puskesmas dan Rumah Sakit 8. Kecamatan Bangil

9. KUA Kecamatan Bangil dan Kemenag Kabupaten Pasuruan

Inovasi MLM Genre mampu memberikan dampak yang signifikan memiliki capaian terhadap penyelesaian problematika pernikahan dini yang terjadi, hal ini dibuktikan dengan adanya capaian sebagai berikut:

(6)

a. Penurunan kasus pernikahan usia dini Berdasarkan hasil laporan tahunan Kecamatan Bangil didapatkan penurunan jumlah kasus pernikahan usia dini. Pada tahun 2016 terdapat 120 kasus, dan pada tahun 2017 terdapat penurunan drastis menjadi 80 kasus pernikahan usia dini.

b. Penurunan angka putus sekolah akibat pernikahan usia dini Berdasarkan hasil laporan tahunan Kecamatan Bangil didapatkan penurunan angka putus sekolah akibat pernikahan usia dini. Pada tahun 2016 terdapat 48 remaja putus sekolah akibat pernikahan usia dini, dan pada tahun 2017 terdapat penurunan sebanyak 46 remaja putus sekolah akibat pernikahan usia dini

c. Penurunan perceraian pernikahan usia dini Berdasarkan hasil laporan tahunan dari Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan didapatkan penurunan perceraian pernikahan usia dini. Pada tahun 2016 terdapat 65 kasus perceraian dan pada tahun 2017 terdapat 30 kasus perceraian

d. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Berdasarkan hasil laporan tahunan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan didapatkan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Bangil. Pada tahun 2016 terdapat 0 kasus AKI dan 6 kasus AKB dan pada tahun 2017 menurun menjadi terdapat 1 kasus AKI dan 0 kasus AKB.

Inovasi MLM Genre melakukan evaluasi dan laporan berjenjang dari setiap indikator sebagai berikut :

1. Laporan pernikahan usia dini pada remaja mulai dari tingkat desa, kemudian tingkat Kecamatan yang dilakukan oleh koordinator PIK R/M Kecamatan Bangil. Hasil ini kemudian dilakukan sinkronisasi dengan data dari KUA Kecamatan Bangil

2. Laporan tentang angka putus sekolah dilakukan dengan melakukan rekapitulasi remaja yang melakukan pernikahan usia dini kemudian dipilah berdasarkan umur dan status pendidikan (SMP/SMA)

3. Laporan tentang perceraian akibat pernikahan usia dini dilakukan melalui laporan kader, Tim PIK R/M kemudian melakukan sinkronisasi data dari Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan

4. Laporan tentang angka kematian ibu dan angka kematian bayi dilakukan melalui laporan dari Bidan Desa, Puskemas Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Hasil laporan setiap indikator tersebut dilaporkan ke Dinas KBPP Kabupaten Pasuruan.

Dinas KBPP Kabupaten Pasuruan mengevaluasi pelaksanaan MLM GenRe melalui rapat koordinasi dengan koordinator PKB dan komunitas GenRe (PIK R/M dan Insan

(7)

GenRe) yang dilaksanakan secara berkala tiap 3 bulan sekali dan merencanakan tindak lanjut serta rekomendasi.

Begitu besarnya dampak inovasi dan kebermanfaatan dari penerapannya, inovasi MLM Genre menjadi Inovasi TOP Kovablik 2018. Selain itu inovasi MLM Genre ini telah di replikasi oleh beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut membuktikan bahwa inovasi MLM Genre mampu menunjukkan adanya hal baik yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan dan detail teknis inovasi ini sila hubungi : Dinas Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Pasuruan

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 1, Pasuruan Jawa Timur (0343) 749075

http://kbpp.pasuruankab.go.id/

[email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan Media simpan serbuk gergaji (M1) menunjukan bahwa mampu menyimpan entres selama 1 hari yang menghasilkan tingkat keberhasilan okulasi

Dengan demikian, mayoritas penghuni Rusunawa Marunda dalam penelitian ini alasan yang lebih dominan adalah Tidak melakukan peralihan fungsi pada lantai dasar area

Beban kerja dapat dibedakan lebih lanjut ke dalam beban kerja berlebih/telalu sedikit “kuantitatif”, yang timbul sebagai akibat dari tugas-tugas yang terlalu banyak/sedikit

Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa berapapun tingkat umur yang dimiliki oleh masyarakat Rajegwesi yang menjadi responden dalam penelitian ini

Puji syukur kehadiran Allah SWT atas limpahan rahmat serta hidayah- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran

jiwa terhadap perilaku seksual. Akibat dari gangguan seksual itu timbul kejahatan-kejahatan yang melanggar norma-norma serta sistem hukum di Indonesia. Perilaku

Untuk data karyawan yang sudah tidak aktif bekerja lagi atau karyawan yang sudah pensiun maka perhitungan pesangon yang diterima oleh karyawan bisa dilakukan otomatis

Pada analisis tersebut sekuen nukleotida PeVYV-WJC dibandingkan dengan sekuen nukleotida padanannya dari spesies virus yang telah dilaporkan dapat menginfeksi tanaman