PROPERTY MARKET REPORT
www.lman.kemenkeu.go.id
Q4 2021
DAFTAR ISI
HIGHLIGHTS 3
PEREKONOMIAN INDONESIA 4
SITUASI PANDEMI COVID-19 5
ANALISIS PASAR PROPERTI 6
Perkantoran 6
Apartemen 8
Ritel 9
Hotel 10
OUTLOOK PENGEMBANGAN PROPERTI 2022 12
ADVISORY LMAN 14
HIGHLIGHTS
• Menutup akhir tahun 2021 pada Kuartal-IV, perekonomian Indonesia kem- bali membaik dengan pertumbuhan PDB Indonesia tercatat tumbuh secara positif sebesar 1,06 persen (qtq) atau sebesar 5,02 persen (yoy).
• Surplus perdagangan Indonesia terus berlanjut sejak Mei 2020 dengan per- tumbuhan ekspor dari sektor nonmigas dan pertumbuhan impor di domina- si bahan baku dan barang modal.
• Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diproyeksikan masih cukup kuat. Beberapa lembaga keuangan seperti IMF, OECD, World Bank, dan Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2022 dikisaran angka 5 persen.
• Gelombang COVID-19 varian Omicron kembali melandai pada awal Maret
2022 sejak mencapai puncak pada tanggal 19 Februari 2022 dengan kasus
harian mencapai angka 55 ribu kasus harian.
PEREKONOMIAN INDONESIA
Indeks PDB Rill Tahun 2021 (2019=100)
Pertumbuhan Ekspor Sektoral (yoy)
Neraca Perdagangan Indonesia Feb 2020 – Jan 2022 (Milliar USD) Indeks 100 = PDB kembali ke level pra-pandemi Sumber: Kementerian Keuangan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2021 mengalami peningkatan yang cukup impresif dengan angka 5,02 persen (yoy), jauh lebih tinggi dibandingkan Kuartal IV-2020 berada di angka -2,17 persen (yoy).
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 10,46 persen (ctc) di dukung oleh peningkatan jumlah pasien dan pendapatan dari uji specimen COVID-19 dan Kenaikan insentif kesehatan terkait perawatan pasien COVID-19. Selanjutnya, kelompok yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi adalah kelompok Informasi dan Komunikasi sebesar 6,81 persen (ctc);
dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,55 persen (ctc).
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen terlihat tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 24,04 persen. Hal ini didorong oleh performa ekonomi global dan kondisi bisnis yang terus membaik juga ditunjukkan oleh nilai ekspansif dari Purchasing Managers’ Index global dengan indikasi angka diatas 50 sepanjang kuartal-IV 2021. Jika melihat data Indeks PDB Rill tahun 2021, terlihat Indonesia merupakan salah satu negara yang telah kembali pulih dengan level perekonomian pada masa pra-pandemi.
Sebagai penyumbang struktur PDB Indonesia sebesar 12,71 persen, sektor perdagangan mengambil peran penting dalam pemulihan ekonomi nasional. Terlihat surplus perdagangan sebanyak 21 bulan berturut- turut (Mei 2020 – Jan 2022) dengan pertumbuhan ekspor dari sektor nonmigas dan pertumbuhan impor
di dominasi bahan baku dan barang modal. Hal ini juga didorong oleh peningkatan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia yang membuat posisi Indonesia semakin ekspansif pada Kuartal-IV 2021.
Bebrapa komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain Minyak kelapa sawit (42,41 persen yoy), Batu bara (168,01 persen, yoy) dan Nikel (23,90 persen, yoy). Atas peningkatan harga komoditas tersebut, ekspor barang Indonesia pada Kuartal IV-2021 mengalami peningkatan sebesar 9,47 persen (qtq) dan 45,65 persen (yoy).
Melihat prospek ke depan, beberapa lembaga resmi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 seperti IMF (5,6 persen), OECD (5,2 persen), Bank Dunia (5,2 persen), dan Kementerian Keuangan (4,8 – 5,5 persen). Proyeksi tersebut didasarkan pada beberapa asumsi, antara lain program vaksinasi akan terus dilanjutkan dengan harapan sebagian besar provinsi dapat mencapai tingkat vaksinasi hingga 70% pada tahun 2022 dan dengan catatan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru COVID-19 yang lebih parah. Diasumsikan juga bahwa kebijakan moneter dan fiskal domestik akan tetap akomodatif serta pertumbuhan perdagangan global dan harga komoditas naik moderat di tengah pengetatan kondisi keuangan global. Konsumsi juga diperkirakan akan pulih lebih kuat karena tingkat vaksinasi lebih luas sehingga akan meningkatkan konsumsi dan permintaan masyarakat.
SITUASI PANDEMI COVID-19
Kasus Harian COVID-19 Indonesia Sept 2021 – Mar 2022
Sumber: Our World in Data
194.559.612 153.649.398
10.096.488
208.265.720
- 50.000.000 100.000.000 150.000.000 200.000.000 250.000.000
Vaksinasi Dosisi I Vaksinasi
Dosisi II Vaksinasi Boo ster Target
Sasaran Vaksinasi Narion al Progress Vaksinasi Penduduk DKI Jakarta per
21 Maret 2022
Sumber: Kementerian Kesehatan
Dunia kembali menghadapi tantangan pandemi COVID-19 pasca varian Omicron pertama kali muncul di Afrika Selatan pada pertengahan November 2021.
Berdasarkan hasil penelitian atas peningkatan kasus di hampir seluruh wilayah di Afrika Selatan, WHO selanjutnya mengklasifikasikan Omicron kedalam Variant of Concern. VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Sebelum Omicron, WHO telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VOC.
Pada awal bulan Januari 2022, varian ini telah menyebar ke 132 negara di antaranya Botswana, Nigeria, Filipina, Korea Selatan, Jerman, Norwegia, Britania Raya, Kuwait, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, dan termasuk Indonesia. Rata - Rata kasus global dalam 7 hari terakhir mencapai angka 611.166 kasus. Indonesia mengalami gelombang varian Omicron pada pertengahan bulan Februari 2022. Jika membandingkan dengan varian delta, gelombang varian Omicron lebih cepat memuncak dengan jumlah kasus harian tertinggi pada 20 Februari 2022 sebanyak 55,675 kasus temuan harian. Pada periode tersebut, pemerintah merespon dengan kembali mengetatkan peraturan PPKM ke level 3 khususnya pada wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai episentrum pandemi di Indonesia.
Memasuki bulan Maret 2022, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia kembali membaik. Dalam situasi ini, pemerintah tetap memperpanjang PPKM
untuk wilayah Jawa dan Bali pada tanggal 15 - 28 Maret 2021 untuk terus menjaga penyebaran dengan kebijakan penurunan level PPKM secara bertahap seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang telah di vaksin.
Per tanggal 21 Maret 2022, pemerintah telah memberikan vaksin booster (dosis ketiga) sebanyak 10 juta dosis untuk meningkatkan kekebalan masyarakat. Dengan menurunnya tren kasus harian dan meningkatnya jumlah penduduk yang mendapat vaksinasi, tren kebijakan PPKM juga mengalami pelonggaran dengan tetap memperhatikan situasi yang dinamis di lapangan. Per tanggal 15 Maret 2022, seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami penurunan level PPKM dibawah level 4.
ANALISIS PASAR PROPERTI
Perkantoran
Pada bagian ini, pembahasan akan berfokus pada kondisi keseimbangan pasar properti pada daerah Jabodetabek, Surabaya, dan Bali dengan mengacu data Colliers Indonesia. Tarif, suplai, permintaan, dan kondisi pasar akan menjadi topik pembahasan yang secara lebih spesifik diba- has pada masing-masing segmen yang terdiri atas perkantoran, apartemen, retail, dan hotel.
Sektor perkantoran masih terus beradaptasi menghadapi kondisi pandemi pada Kuartal-IV 2021.
Pandemi telah mempengaruhi seluruh sektor properti, termasuk kantor.
Kemajuan konstruksi telah melambat dan kemungkinan akan menunda penyelesaian bangunan. Beberapa investor dan pengembang mengambil sikap menunggu dan melihat kondisi pandemi yang dinamis. Meskipun beberapa proyek kontruksi telah memasuki tahap akhir, terlihat tidak adanya suplai baru untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan data Colliers Indonesia, pasokan kumulatif di CBD tetap terjaga pada angka 6,96 juta sq m di Kuartal- IV 2021. Sedangkan pasokan kumulatif di luar daerah CBD cenderung stagnan di 3,62 juta m2 di Kuartal-IV 2021, atau hanya tumbuh 1,4 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Berbeda dengan daerah Jakarta dan sekitarnya, daerah Surabaya mengalami penambahan suplai sektor perkantoran dengan mulainya beroperasi Kantor Ciputra
World Surabaya dan Menara Satoria yang mendorong pasokan kumulatif menjadi 555.325 m2 pada tahun 2021, atau meningkat 12,7 persen (yoy).
Jika melihat pada progres kontruksi sampai dengan akhir 2021, diperkirakan gelombang suplai akan cukup besar di tahun 2022. Daerah Jakarta dan sekitarnya memiliki tujuh bangunan yang kemungkinan akan selesai untuk menambah sekitar 350.000 m2 suplai pada tahun 2022. Sedangkan daerah Surabaya, diperkirakan akan ada tambahan 125.000 m2 ruang kantor dalam kurun waktu tiga tahun ke depan yang terletak di kawasan superblok.
Suplai Kumulatif Perkantoran Daerah Jakarta
Suplai Kumulatif Perkantoran Daerah Surabaya
Sumber: Colliers Indonesia
Dari sisi tingkat okupansi, terlihat terjadi tren penurunan terjadi sejak tahun 2019 hingga 2021 pada daerah Jakarta dan Surabaya. Pada daerah CBD Jakarta, tingkat okupansi tercatat sebesar 78,4 persen di Kuartal-IV 2021, turun 5,2 persen dibandingkan 2019. Sedangkan di luar CBD Jakarta, rata-rata tingkat okupansi tercatat sebesar 79,2 persen di Kuartal-IV 2021, atau menurun sekitar 3 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi pada tahun 2019.
Tren penurunan tingkat okupansi diperkirakan akan terus berlanjut mengingat adanya tambahan suplai yang cukup besar pada tahun 2022.
Hal yang sama juga terlihat pada tarif sewa yang terlihat masih mengalami tekanan hingga tahun 2022 untuk daerah Jakarta. Rata-rata tarif sewa di CBD dan non-CBD mengalami penurunan dengan tercatat masing-masing sebesar Rp243,300 dan Rp178.120 pada Kuartal- IV 2021.
Tingkat Okupansi Perkantoran Daerah Jakarta
Rata-rata Tarif Sewa Perkantoran Jakarta
Sumber: Colliers Indonesia
Apartemen
Perkembangan industri properti secara umum dapat terlihat melalui pemberlakuan kebijakan PPN DTP yang akan selesai pada Semester 1 2022.
Seperti apa yang telah dibahas pada sub bab kebijakan pemerintah terkait properti, PPN DTP akan di perpanjang hanya sampai pada Juni 2022. Colliers mengungkapkan dari hasil kajian mereka bahwa pengembang sudah sangat memaksimalkan kesempatan ini untuk menjual proyek mereka. Penjualan Apartemen di daerah Jakarta pada Kuartal-IV 2021 mengalami kenaikan dimana penjualan adalah sebesar 516 unit naik 2,6 kali lebih tinggi dari penjualan Kuartal III-2021 dan merupakan angka tertinggi tahun ini.
Sebanyak 1.289 total unit yang terjual pada tahun 2021, hal ini membuktikan bahwa telah terjadi pemulihan dari segmen apartemen karena adanya sebuah kepercayaan yang timbul dikalangan calon pembeli bahwa situasi pandemi sudah mengalami pemulihan.
Colliers mengungkapkan bahwa sebagian besar penjualan pada kuartal ini berada di wilayah Jakarta Barat.
Harga kisaran Rp 580 Juta - 1,5 miliar menjadi mayoritas pembelian oleh masing - masing pembeli di lingkungan kelas menengah. Hal ini karena adanya keterjangkauan sebagai dampak positif
insentif PPN. Sebagaimana diketahui, kebijakan PPN DTP sebesar 100%
hanya bisa diterapkan oleh rumah tapak atau hunian rumah susun dengan harga dibawah dua miliar rupiah, maka dari itu hal ini banyak dimanfaatkan oleh para pembeli. Kebijakan ini tetap diperpanjang atas pembelian rumah baru (rumah tapak dan apartemen) hingga akhir Juni 2022 dengan ketentuan ketentuan potongan PPN 50% yang berlaku untuk properti dengan harga kurang dari Rp 2 miliar, sementara pemotongan pajak 25% adalah berlaku untuk rumah harga antara Rp2 miliar dan Rp5 miliar. Selain insentif PPN DTP yang menarik para pembeli, terdapat beberapa hal yang juga menarik para pembeli seperti diskon promo akhir tahun dan promo seperti perabotan gratis dan paket elektronik.
Dari sisi suplai, daerah Jakarta mengalami penambahan ada proyek baru yang diperkenalkan sejak Kuartal II-2021. Secara total, hanya lima proyek yang diperkenalkan pada tahun 2021, menambah 1.810 unit untuk pasokan di masa mendatang. Namun, ada satu proyek yang telah diluncurkan kembali;
yaitu diantaranya Antasari Place (dulu Antasari 45), karena berpindah kepemilikan dan enam proyek dengan total 2.218 unit selesai pada akhir
tahun 2021; yaitu Holland Village Phase 1 dan Phase 2, Apartemen Kebayoran (Ruby Tower), Apartemen Citra Living (Lotus Tower), Daan Mogot City (Tower C dan D) dan Apple Residence 1.
Dengan adanya kondisi suplai yang tetap dan kenaikan permintaan, harga penawaran apartemen di Jakarta rata- rata tumbuh sebesar 0,4% yaitu menjadi Rp 35,14 Juta (qtq) akhir Kuartal IV-2021 dengan pertumbuhan yang lebih tinggi pada daerah Non-Prime Area, diikuti dengan daerah Jakarta Selatan (qtq).
Suplai Kumulatif dan Harga Penawaran
Apartemen Daerah Jakarta Sumber: Colliers Indonesia
Ritel
Secara kumulatif, suplai Jakarta secara konsisten mengalami peningkatan dengan beroperasinya Mal Pondok Indah dan Aeon Mall pada semester pertama tahun ini. Dalam ruang lingkup yang lebih besar (Jakarta dan sekitarnya) adanya perlambatan konstruksi dan penundaan penyelesaian membuat tambahan pasokan hanya sebesar 2,87 juta m2 pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi Margo City. Berbeda dengan daerah Jakarta, pasokan kumulatif daerah Surabaya cenderung tetap di angka 2 juta m2 pada semeter kedua 2021 tanpa adanya penyelesaian mal baru. Baik daerah Jakarta dan Surabaya memproyeksikan adanya peningkatan suplai kumulatif dengan adanya beberapa proyek kontruksi yang selesai pada 3 tahun mendatang. Di daerah Jakarta, terdapat dua mal yang sedang dibangun, yaitu Lippo Mall East Side dan Shopping Mall di Menara Jakarta, dan diharapkan pada tahun 2022 - 2023. Sedangkan pada daerah Surabaya, terdapat lima proyek mal saat ini sedang dibangun dan diperkirakan akan menambah sekitar 80.000 m2 ruang ritel baru hingga tahun 2023.
Adapun 2 mal baru diharapkan akan selesai pada tahun 2022 yaitu Trans Icon by Trans Retail dan Samanea (dalam Kompleks Capital Square).
Dari sisi tingkat okupansi, pandemi yang berkepanjangan masih menekan rata-rata tingkat okupansi di Jakarta pada tahun 2021 ke angka 70,9%. Sedangkan daerah Jabodetabek cenderung lebih stabil dengan rata-rata tingkat hunian selama tiga bulan terakhir di angka 70%, Tren penurunan rata-rata tingkat okupansi juga terjadi di daerah Surabaya dengan tercatat masih dibawah angka 80%. Rata-rata tarif sewa pada tahun 2020 hingga 2021 cenderung stabil di angka Rp384.121 pada Kuartal IV-2021 untuk daerah Jakarta dan Jabodetabek. Sementara kunjungan mall secara bertahap mulai membaik seiring melandainya kasus harian COVID-19 pada awal bulan Desember 2021.
Suplai Kumulatif Tahunan Ritel di Jakarta
Rata-Rata Tingkat Okupansi Ritel di Jakarta
Rata-Rata Tarif Sewa Ritel di Jakarta
Sumber: Colliers Indonesia
Sumber: Colliers Indonesia Sumber: Colliers Indonesia
Hotel
Tercatat selama tahun 2020-2021, rata- rata pertumuhan pasokan kamar baru di Jakarta sebanyak 346 kamar dengan adanya pasokan empat hotel baru dan dua hotel bintang 5 yang melakukan rebranding. Di daerah lainnya seperti Surabaya dan Bali, terdapat masing- masing pasokan hotel baru dengan sebanyak 410 kamar dan 374 kamar.
angka ini masih jauh dibawah angka rata-rata pertumbuhan pasokan kamar baru di daerah Jakarta, Surabaya, dan Bali beberapa tahun terakhir.
Secara umum, tingkat okupansi hotel masih sangat bergantung situasi pandemi COVID-19. Adanya kebijakan retriksi dan pelonggaran sangat berdampak bagi tingkat okupansi hotel di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Pada awal tahun 2021, prospek industri perhotelan di Jakarta terlihat menjanjikan.
Namun, pada pertengahan tahun terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang memkasa pemerintah untuk melaksanakan PPKM. Artinya mobilitas masyarakat kembali terbatas dengan salah satu dampaknya adalah penurunan tingkat hunian.
Saat kondisi mulai membaik, pemerintah mulai melonggarkan PPKM. Hal ini membuat mobilitas masyarakat kembali meningkat, aktivitas di hotel perlahan
mulai banyak meningkat. Dengan kembali aktifnya kegiatan mobilitas, pemerintah mulai banyak mengadakan kegiatan terutama pertemuan di hotel dan menyusul beberapa kegiatan dari perusahaan beberapa pernikahan juga sudah mulai ramai. Alhasil okupansi juga meningkat. Hal ini tercermin melalui grafik kunjungan wisatawan yang kembali meningkat pasca melandainya gelombang COVID-19 varian Delta pada bulan September 2021.
Pada kondisi pasar hotel Surabaya yang didominasi oleh pemerintah, pasar dari korporasi cenderung minim. Selain terikat oleh peraturan pemerintah, mayoritas korporasi juga lebih memilih menyimpan dana mereka daripada membelanjakan untuk beberapa waktu ke depan. Pasar luar negeri juga cenderung terbatas. Salah satu alasannya adalah akses internasional langsung ke Bandara Juanda telah ditutup selama beberapa bulan terakhir sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Setelah kondisi membaik, Pelonggaran kebijakan PPKM pada Kuartal-IV 2021 turut mendorong rata- rata tingkat hunian kamar hotel Surabaya di atas 60%.
Berbeda dengan kondisi di Jakarta dan Surabaya, rata-rata tingkat hunian kamar
Jumlah Wisatawan yang datang ke Indonesia melalui Bandara International Soekarno-Hatta
Per Bulan Tahun 2021
Rata-rata tingkat hunian kamar bulanan Hotel di Surabaya
Sumber: Colliers Indonesia
bulanan hotel di Bali masih mengalami tekanan dengan angka dibawah 30%
hingga akhir Desember 2021. Padahal, tingkat hunian kamar hotel biasanya dapat menyentuh angka 50% di Low Season dan bisa mencapai 70%-80% saat peak season. Dari sisi Average Daily Rate (ADR) juga masih sangat rendah dengan rata-rata antara Januari-November 2021 hanya USD62/Bulan, sekatar 50%
lebih rendah dari rata-rata ADR bulanan sebelum pandemi. Salah satu penyebab rendahnya tingkat kunjungan wisman adalah regulasi pemerintah terkait perjalanan yang masih sangat fluktuatif.
Selain itu, adanya batasan penerbangan langsung dari dan ke Bali menjadi salah satu kenadalanya. Dengan demikian, dipastikan pasar domestik masih akan mendominasi pariwisata Bali hingga akhir tahun 2021 mendatang.
Melihat prospek kedepan, Beberapa pelaksanaan acara besar di tahun 2022 seperti G20 di Bali yang membuka pintu bagi kedatangan internasional diharapkan dapat kembali menggenjot pariwisata.
Rata-rata tingkat hunian kamar bulanan Hotel di Bali
Sumber: Colliers Indonesia
OUTLOOK PENGEMBANGAN PROPERTI 2022
Dari sisi segmen properti, terlihat tingkat okupansi untuk jenis properti perkantoran, ritel, dan hotel daerah Jakarta diperkirakan masih harus mengalami tren penurunan hingga tahun 2022 akibat dampak pandemi.
Meskipun demikian, meningkatnya mobilitas masyarakat pada pelonggaran kebijakan retriksi di kuartal-IV 2021 cukup membawa sentimen positif seiring menurunnya kasus harian COVID-19 dan meningkatnya persentase penduduk yang menerima vaksinasi.
• Tingkat okupansi dan tarif sewa segmen perkantoran diperkirakan masih mengalami tekanan dengan adanya gelombang suplai pada tahun 2022 akibat mundurnya beberapa penyelesaian proyek kontruksi pada tahun 2021. Selain itu, ketidakpastian kondisi pandemi membuat penyewa secara lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dengan lebih mempertimbangkan luasan sewa, tarif, dan metode bekerja yang lebih efisien (WFH/WFO/Hybrid) secara lebih fleksibel. Pengelola dan penyewa perlu membangun sinergi yang lebih baik sehubungan dengan fleksibilitas dalam negoisasi dan persyaratan. Beberapa inovasi seperti menyediakan beberapa ruang sebagai area coworking space pada segmen perkantoran juga dapat dilakukan sebagai strategi untuk mengisi kekosongan ruang.
• Pada segmen ritel, tingkat okupansi juga belum dapat maksimal. Beberapa anchor tenant dan konsep One Stop living diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tingkat okupansi retail. Jika melihat tren pandemi dengan kasus harian yang semakin menurun dan terkendali, pelonggaran kebijakan retriks yang diterapkan pemerintah dapat menarik kembali tenant/pengunjung untuk berkunjung pada segmen ritel. Pelonggaran kebijakan transporatsi, Mudik, dan lainnya mendekati periode bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri diproyeksikan akan mendorong kegiatan transaksi dan meningkatkan tingkat okupansi untuk semester pertama di tahun 2022.
• Segmen Apartemen terlihat mengalami perbaikan yang cukup signifikan dengan peningkatan penjualan didukung oleh kebijakan perpajakan dengan insentif berupa potongan PPN. Dengan kondisi suplai yang cenderung meningkat secara stabil dan kondisi permintaan yang kembali pulih, diprediksi segmen Apartemen akan mengalami perbaikan dengan catatan kondisi pandemi nasional yang terkendali pada tahun 2022.
• Secara mendasar, segmen Hotel masih akan sangat bergantung dengan kebijakan PPKM/retriksi masa pandemi. Jika melihat tren pandemi dan kebijakan retriksi pada akhir Maret 2022, terlihat seluruh wilayah Indonesia telah mengalami pelonggaran retriksi pasca melandainya gelombang COVID-19 varian Omicron yang memuncak pada pertengahan bulan Februari. Berbagai pelonggaran pada akhir Maret 2022 seperti pembebasan syarat karantina* untuk para pelaku perjalanan luar negeri (*dengan syarat vaksin dosis ke 2 dan hasil tes PCR negatif) dan pelaksanaan beberapa acara besar di tahun 2022 seperti G20 di Bali diharapkan dapat kembali menggenjot pariwisata dan tingkat okupansi Hotel.
ADVISORY
Lembaga Manajemen Aset Negara, Unit Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan tugas dan fungsi sebagai alat fiskal untuk mengoptimalisasi aset negara serta melaksanakan pendanaan pengadaan lahan untuk proyek strategis nasional.
Dengan visi untuk menjadi penggerak optimalisasi aset negara untuk kepentingan publik, LMAN menghadirkan layanan Advisory sebagai salah satu upaya untuk menjadi solusi.
Diperkuat dengan para generasi muda dengan keahlian mumpuni,
siap memberikan pelayanan terbaiknya, LMAN siap menjadi
partner Anda dalam mengoptimalisasi aset negara.
Layanan advisory
Layanan Advisory LMAN memberikan solusi dalam mewujudkan optimalisasi aset negara dengan mengede- pankan ketepatan dan keakuratan data serta analisis.
Layanan KaMI
Tim Advisory LMAN dibekali dengan pengalaman riset, pengetahuan market dan bentuk optimalisasi aset negara yang beragam akan memberikan solusi optimalisasi yang terbaik dan tepat guna. Tahap pertama yang diperlukan dalam memenuhi layanan advisory adalah pendalaman informasi kepada calon mitra untuk mendapatkan pemahaman mengenai aset yang akan dikonsultasikan dan kebutuhan yang diiinginkan oleh Calon Mitra. Dan setelah pendalaman awal kami akan memberikan masukan yang terpersonalisasi khusus un- tuk calon mitra dan bersama menjaga untuk mewujudkan aset negara yang teroptimalisasi.
FEASIBILITY STUDY
ANALYSIS HIGHEST AND BEST
USE ANALYSIS CONCEPT
DEVELOPMENT ARRANGER
SERVICES
Sepanjang 2017-2021, LMAN telah memberikan layanan advisory untuk aset negara dari berbagai sektor
Pariwisata dan
Hospitality Kesehatan Perkantoran Kawasan Bandara
Residensial Retail dan Komersial
Studi Kelayakan Bisnis yang merupakan analisis yang disusun LMAN terhadap proposal pengembangan aset kelolaan mitra yang mencakup profil aset, aspek ekonomi makro, aspek pasar, aspek teknis, dan aspek keuangan.
FEASIBILITY STUDY ANALYSIS
HIGHEST &
BEST USE ANALYSIS
Merupakan analisis yang disusun LMAN untuk membantu mitra untuk mendapatkan gambaran opsi-opsi pemanfaatan aset kelolaan guna menghasilkan nilai manfaat yang tertinggi dan terbaik sesuai dengan karakteristik dan kondisi lingkungan terkini.
CONCEPT DEVELOPMENT
Studi Pengembangan Konsep yang merupakan analisis yang disusun LMAN untuk membantu mitra dalam mendapatkan peruntukan terbaik untuk aset kelolaan mitra yang berupa kawasan. Peruntukan yang diusulkan dapat berupa penentuan zonasi, tema pengembangan, dan juga hubungan antar konsep pengembangan dalam satu wilayah.
Bertujuan untuk mendukung mitra advisory LMAN dalam melaksanakan optimalisasi aset negara mulai dari penyusunan konsep pengembangan aset, pencarian sumber pendanaan ataupun investor, hingga pengelolaan asetnya.
ARRANGER SERVICES
MITra KaMI
LEMBAGA MANAJEMEN ASET NEGARA
Jl. Diponegoro No. 62A Pegangsaan, Kec. Menteng Jakarta Pusat
Hubungi dan temukan kami di:
Whatsapp SapaLMAN
0878-7001-6778 blu.lman
BLU_LMAN [email protected]
www.lman.kemenkeu.go.id Lembaga Manajemen Aset Negara
LembagaManajemenAsetNegara Lembaga Manajemen Aset Negara